Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Sabtu, 01 Oktober 2016

APAKAH kamu termasuk orang sibuk? Orang yang seharian berkutat dengan pekerjaan di kantor, mulai dari jam masuk kantor sampai jam pulang kerja atau bahkan lembur hingga malam. Saking sibuknya, untuk cari makan aja tidak sempat. Akibatnya, yang penting makan yang penting perut terisi, nggak peduli makanannya seperti apa.

Semakin padat aktivitas seseorang, biasanya cenderung untuk tidak mempermasalahkan apa yang mau dimakan. Padahal keseimbangan gizi sangatlah penting, terutama kalau kita mempunyai aktivitas padat. Jangan sampai kejadian collapsed di tengah-tengah menjalankan aktivitas karena perut kosong.

Itu sebabnya banyak pekerja kantoran memilih menggunakan jasa catering sebagai solusi. Tapi apa cuma itu alasan seseorang menggunakan jasa catering? Tentu saja tidak donk! Ada beberapa manfaat lain yang bisa kamu dapatkan dari jasa catering makanan di kantor.

Di bawah ini dijabarkan apa saja keuntungan menggunakan layanan catering. Simak ya...


1. Menghemat Pengeluaran
Kalau kamu menggunakan jasa catering, secara tidak langsung kamu sudah menghemat pengeluaran lho. Penghematan yang tidak boleh dibilang sedikit. Apalagi jika ditotal selama hari kerja dalam sebulan. Jumlahnya bisa sangat lumayan.

Dengan memakai layanan jasa catering kamu nggak perlu lagi mengeluarkan biaya sebesar kalau pergi ke restoran. Ingat, biaya makan bukan cuma harga menu yang kita pesan lho. Masih ada biaya transportasi setiap kali pergi mencari makan. Pertimbangkan juga biaya-biaya lain yang muncul karena harus melakukan perjalanan tersebut.

Sekarang bandingkan dengan catering. Dengan harga yang sudah fixed price, kamu dapat menikmati variasi makanan berbeda-beda setiap hari tanpa harus keluar kantor, pun tanpa memusingkan masalah biaya lain-lain. Hemat.

2. Menghemat Waktu
Coba ingat-ingat lagi, berapa lama waktu yang biasa kamu habiskan setiap kali keluar kantor mencari makan? Dengan kemacetan yang terjadi hampir setiap saat, pastinya tidak sebentar. Terlebih kalau kantormu berada di kawasan rawan macet. Untuk makan siang saja bisa habis berjam-jam di jalan. Tidak efisien.

Menggunakan jasa catering, waktumu tidak akan terbuang banyak di jalan. Kamu tidak perlu lagi berlama-lama di jalan cuma untuk pergi mencari makan. Kadang-kadang buat makannya cuma setengah jam, tapi perjalanannya bisa sejam lebih. Iya kan?

Kalau kamu sudah berlangganan catering, waktu yang biasanya habis untuk perjalanan mencari makan bisa dipergunakan buat menggarap yang lain. Atau sekedar menikmati waktu istirahat dengan benar-benar bersantai. Lebih efisien dan pastinya lebih asyik, bukan?

Bisa Diantar ke Lokasi Manapun
Bayangkan kamu bekerja di kantor yang sangat nyaman dimana semua fasilitas tersedia, kecuali tempat makan. Semua kenyamanan itu bakal terasa percuma bila setiap harinya kamu masih harus pusing hanya untuk mencari makan.

Nah, salah satu keuntungan menggunakan jasa catering adalah kamu tidak perlu repot-repot keluar kantor untuk mencari makan. Sebab perusahaan catering yang mengantar pesanan kita ke manapun kita mau. Tentu saja selama masih dalam jangkauan pengantaran tempat catering tersebut ya.

So, kamu tinggal duduk manis di meja kerja, tidak perlu keluar kantor, makanannya yang akan diantar sampai alamat. Lebih praktis.

Kebersihan Terjamin
Terkadang di sekitaran kantor terdapat warteg, tempat di mana kita bisa makan dengan harga terjangkau. Warteg seperti ini bisa jadi solusi memang, tapi kebanyakan warteg mengabaikan faktor kebersihan. Baik kebersihan lokasi, kebersihan peralatan makan-minum yang dicuci ala kadar, sampai kehigienisan bahan masakan.

Tidak yakin dengan kebersihan makanan di warteg dekat kantor? Tidak perlu khawatir. Jasa catering memiliki standar kebersihan yang tinggi, sebab kebersihan makanan merupakan tolok ukur keberhasilan sebuah perusahaan catering.

Sebuah perusahaan catering tidak akan main-main dengan soal kebersihan makanan, baik dari segi bahan masakan maupun penyajian. Terlebih bila target mereka kalangan karyawan kantor yang notabene dari kalangan menengah ke atas. Kalangan yang sangat mengutamakan kebersihan. Jadi, aman deh.

Gizi Seimbang
Membutuhkan waktu tidak sebentar untuk memasak makanan dengan gizi seimbang. Sementara bila kita memesan makanan cepat saji -- karena pertimbangan waktu, hampir bisa dipastikan kandungan gizinya tidak jelas. Sorry to say dan no offence ya, tapi sudah banyak yang mengatakan seperti itu.

Berbeda dengan jasa catering berkualitas, yang tentunya bakal memastikan keseimbangkan gizi dan nutrisi pada menu makanan yang kamu pesan, sehingga kamu tidak perlu khawatir soal ketercukupan gizi. Makan nggak cuma asal kenyang lho. Bekerja keras seharian membutuhkan energi tidak sedikit. Kalau makanan kita tidak bergizi cukup, itu dapat membahayakan kesehatan tubuh.


Jasa Catering Berkualitas
Butuh jasa catering berkualitas? Bingung mencari-cari mana yang sesuai dengan kebutuhan sekaligus budget makan harian kamu?

Tidak perlu lagi. Kini telah hadir marketplace jasa bernama Sejasa.com yang akan melayani segala kebutuhan kamu, termasuk soal mencari jasa catering. Tak cuma catering harian, kita juga bisa memesan catering untuk even pribadi seperti ulang tahun maupun even-even kantor. Ada pula catering khusus untuk anak-anak.

Sedang menjalani program diet sehingga tidak boleh makan sembarangan? Tinggal cari saja catering diet, lalu pilih yang paling sesuai dengan program dietmu.

Kamu juga bisa lihat di mana alamat perusahaan catering tersebut dan apakah kantormu masuk dalam wilayah layanan antar mereka. Bisa ditanyakan pula apakah ada biaya tambahan untuk memodifikasi menu dengan tambahan ini-itu, misalnya menambah irisan mentimun dan tomat atau tempe goreng.

Dari nasi boks sampai nasi tumpeng, semuanya dapat kamu pesan di Sejasa.com. Kamu juga diberi kemudahan untuk membandingkan harga, menu, sampai review dari beberapa penyedia jasa sebagai bahan pertimbangan. Jadi, kamu bakal semakin yakin untuk menggunakan jasa catering pilihanmu.

Oke, jadi sekarang nggak perlu bingung lagi cari makan siang di kantor ya? :)

APAKAH kamu termasuk orang sibuk? Orang yang seharian berkutat dengan pekerjaan di kantor, mulai dari jam masuk kantor sampai jam pulang kerja atau bahkan lembur hingga malam. Saking sibuknya, untuk cari makan aja tidak sempat. Akibatnya, yang penting makan yang penting perut terisi, nggak peduli makanannya seperti apa.

Semakin padat aktivitas seseorang, biasanya cenderung untuk tidak mempermasalahkan apa yang mau dimakan. Padahal keseimbangan gizi sangatlah penting, terutama kalau kita mempunyai aktivitas padat. Jangan sampai kejadian collapsed di tengah-tengah menjalankan aktivitas karena perut kosong.

Itu sebabnya banyak pekerja kantoran memilih menggunakan jasa catering sebagai solusi. Tapi apa cuma itu alasan seseorang menggunakan jasa catering? Tentu saja tidak donk! Ada beberapa manfaat lain yang bisa kamu dapatkan dari jasa catering makanan di kantor.

Di bawah ini dijabarkan apa saja keuntungan menggunakan layanan catering. Simak ya...


1. Menghemat Pengeluaran
Kalau kamu menggunakan jasa catering, secara tidak langsung kamu sudah menghemat pengeluaran lho. Penghematan yang tidak boleh dibilang sedikit. Apalagi jika ditotal selama hari kerja dalam sebulan. Jumlahnya bisa sangat lumayan.

Dengan memakai layanan jasa catering kamu nggak perlu lagi mengeluarkan biaya sebesar kalau pergi ke restoran. Ingat, biaya makan bukan cuma harga menu yang kita pesan lho. Masih ada biaya transportasi setiap kali pergi mencari makan. Pertimbangkan juga biaya-biaya lain yang muncul karena harus melakukan perjalanan tersebut.

Sekarang bandingkan dengan catering. Dengan harga yang sudah fixed price, kamu dapat menikmati variasi makanan berbeda-beda setiap hari tanpa harus keluar kantor, pun tanpa memusingkan masalah biaya lain-lain. Hemat.

2. Menghemat Waktu
Coba ingat-ingat lagi, berapa lama waktu yang biasa kamu habiskan setiap kali keluar kantor mencari makan? Dengan kemacetan yang terjadi hampir setiap saat, pastinya tidak sebentar. Terlebih kalau kantormu berada di kawasan rawan macet. Untuk makan siang saja bisa habis berjam-jam di jalan. Tidak efisien.

Menggunakan jasa catering, waktumu tidak akan terbuang banyak di jalan. Kamu tidak perlu lagi berlama-lama di jalan cuma untuk pergi mencari makan. Kadang-kadang buat makannya cuma setengah jam, tapi perjalanannya bisa sejam lebih. Iya kan?

Kalau kamu sudah berlangganan catering, waktu yang biasanya habis untuk perjalanan mencari makan bisa dipergunakan buat menggarap yang lain. Atau sekedar menikmati waktu istirahat dengan benar-benar bersantai. Lebih efisien dan pastinya lebih asyik, bukan?

Bisa Diantar ke Lokasi Manapun
Bayangkan kamu bekerja di kantor yang sangat nyaman dimana semua fasilitas tersedia, kecuali tempat makan. Semua kenyamanan itu bakal terasa percuma bila setiap harinya kamu masih harus pusing hanya untuk mencari makan.

Nah, salah satu keuntungan menggunakan jasa catering adalah kamu tidak perlu repot-repot keluar kantor untuk mencari makan. Sebab perusahaan catering yang mengantar pesanan kita ke manapun kita mau. Tentu saja selama masih dalam jangkauan pengantaran tempat catering tersebut ya.

So, kamu tinggal duduk manis di meja kerja, tidak perlu keluar kantor, makanannya yang akan diantar sampai alamat. Lebih praktis.

Kebersihan Terjamin
Terkadang di sekitaran kantor terdapat warteg, tempat di mana kita bisa makan dengan harga terjangkau. Warteg seperti ini bisa jadi solusi memang, tapi kebanyakan warteg mengabaikan faktor kebersihan. Baik kebersihan lokasi, kebersihan peralatan makan-minum yang dicuci ala kadar, sampai kehigienisan bahan masakan.

Tidak yakin dengan kebersihan makanan di warteg dekat kantor? Tidak perlu khawatir. Jasa catering memiliki standar kebersihan yang tinggi, sebab kebersihan makanan merupakan tolok ukur keberhasilan sebuah perusahaan catering.

Sebuah perusahaan catering tidak akan main-main dengan soal kebersihan makanan, baik dari segi bahan masakan maupun penyajian. Terlebih bila target mereka kalangan karyawan kantor yang notabene dari kalangan menengah ke atas. Kalangan yang sangat mengutamakan kebersihan. Jadi, aman deh.

Gizi Seimbang
Membutuhkan waktu tidak sebentar untuk memasak makanan dengan gizi seimbang. Sementara bila kita memesan makanan cepat saji -- karena pertimbangan waktu, hampir bisa dipastikan kandungan gizinya tidak jelas. Sorry to say dan no offence ya, tapi sudah banyak yang mengatakan seperti itu.

Berbeda dengan jasa catering berkualitas, yang tentunya bakal memastikan keseimbangkan gizi dan nutrisi pada menu makanan yang kamu pesan, sehingga kamu tidak perlu khawatir soal ketercukupan gizi. Makan nggak cuma asal kenyang lho. Bekerja keras seharian membutuhkan energi tidak sedikit. Kalau makanan kita tidak bergizi cukup, itu dapat membahayakan kesehatan tubuh.


Jasa Catering Berkualitas
Butuh jasa catering berkualitas? Bingung mencari-cari mana yang sesuai dengan kebutuhan sekaligus budget makan harian kamu?

Tidak perlu lagi. Kini telah hadir marketplace jasa bernama Sejasa.com yang akan melayani segala kebutuhan kamu, termasuk soal mencari jasa catering. Tak cuma catering harian, kita juga bisa memesan catering untuk even pribadi seperti ulang tahun maupun even-even kantor. Ada pula catering khusus untuk anak-anak.

Sedang menjalani program diet sehingga tidak boleh makan sembarangan? Tinggal cari saja catering diet, lalu pilih yang paling sesuai dengan program dietmu.

Kamu juga bisa lihat di mana alamat perusahaan catering tersebut dan apakah kantormu masuk dalam wilayah layanan antar mereka. Bisa ditanyakan pula apakah ada biaya tambahan untuk memodifikasi menu dengan tambahan ini-itu, misalnya menambah irisan mentimun dan tomat atau tempe goreng.

Dari nasi boks sampai nasi tumpeng, semuanya dapat kamu pesan di Sejasa.com. Kamu juga diberi kemudahan untuk membandingkan harga, menu, sampai review dari beberapa penyedia jasa sebagai bahan pertimbangan. Jadi, kamu bakal semakin yakin untuk menggunakan jasa catering pilihanmu.

Oke, jadi sekarang nggak perlu bingung lagi cari makan siang di kantor ya? :)

Jumat, 30 September 2016


BELAJAR bahasa Inggris sejak SMP, ada juga yang malah sejak SD, tapi sampai lulus kuliah tetap nggak bisa berbahasa Inggris? Ini masalah klasik di Indonesia. Bahkan sarjana Bahasa Inggris pun mengalaminya. Kalau begitu, cobalah metode 6 Hari Lancar Cas Cis Cus Bahasa Inggris a la Desa Bahasa Borobudur ini.

Desa Bahasa Borobudur memang bukan desa sebenar-benarnya. Kampung atau dusun pun bukan. Luasnya tak ada satu RT malahan. Ini merupakan tempat kursus bahasa Inggris yang secara administratif terletak di Dusun Parakan, Desa Ngargogondo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Kalau Anda pernah ke Pare, Kediri, di sana terdapat satu wilayah yang disebut Kampung Inggris. Sama-sama mengajarkan bahasa Inggris, tapi dua tempat ini berbeda jauh dalam hal konsep. Dan mungkin juga metode pembelajaran.

Di Kampung Inggris Pare terdapat ratusan tempat kursus, tentu saja dengan ratusan metoda pembelajaran. Di Desa Bahasa Borobudur kita hanya akan menemui satu tempat kursus, yaitu yang diselenggarakan oleh Mr. Hani Sutrisno, founder lembaga pendidikan revolusioner ini.

Desa Bahasa Borobudur terletak tak jauh dari kawasan Candi Borobudur. Mr. Hani yang asli orang Magelang sendiri pada masa kecilnya berjualan kartu pos pada wisatawan asing di area candi. Dalam menawarkan dagangannya, Mr. Hani kecil menggunakan Bahasa Inggris yang jauh dari kata baik dan benar, berantakan sekali.

Ketika mendekati turis, Mr. Hani menawarkan dagangannya dengan mengatakan, “Buy me, Sir.” Maksudnya, sih, “Belilah dagangan (kartu pos) saya.” Cuma Mr. Hani kecil hanya tahu kata buy yang berarti “beli” dan me yang berarti saya. Toh, bermodal dua kata asing yang dipadukan secara serampangan ini Mr. Hani berani berinteraksi dengan bule.

Karenanya, ketika menyambut rombongan blogger Gandjel Rel dan penulis Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) dari Semarang pada 24 September 2016 lalu, Mr. Hani menekankan pentingnya keberanian berbicara sebagai modal utama menguasai Bahasa Inggris.

Latar belakang Mr. Hani, serta pengalamannya dalam mempelajari Bahasa Inggris secara otodidak inilah yang kemudian melahirkan sebuah metode pembelajaran unik dan menarik. Metode pembelajaran revolusioner yang membantu kita menguasai Bahasa Inggris lebih cepat secara menyenangkan.


Melibatkan Anggota Badan
Tidak berlebihan jika metode pembelajaran Bahasa Inggris di Desa Bahasa Borobudur ini dikatakan revolusioner. Berbeda dengan sekolah-sekolah formal, pembelajaran bahasa Inggris di Desa Bahasa Borobudur lebih menekankan pada praktik. Materi disampaikan secara menyenangkan dengan melibatkan semua anggota tubuh untuk memaksimalkan daya ingat.

Sebagai contoh, untuk menunjukkan “I” (saya) diperagakan dengan menunjuk ke diri sendiri. Lalu “You” (Anda) diperagakan dengan menunjuk ke depan, “We” dengan membentangkan kedua telapak tangan ke depan, “They” dengan membuat lingkaran besar menggunakan kedua tangan, “He” (dia laki-laki) menunjuk ke samping kanan, dan “She” (dia perempuan) menunjuk ke kiri.

Ada pula gerakan-gerakan untuk menghapal 16 tenses. Digunakan gerakan-gerakan tertentu yang masing-masing menggambarkan keterangan waktu (time) dan kejadian (event). Kedua tangan dipergunakan secara aktif, dikombinasikan, membentuk paduan gerakan yang mewakili ke-16 tenses dalam bahasa Inggris.

Ada empat pembagian waktu, yakni present (sekarang), past (lampau), future (yang akan datang), dan past-future (membicarakan masa depan dari perspektif masa lalu). Sedangkan kejadian ada tiga, yakni simple (sederhana), continous (berkelanjutan), dan perfect (sempurna).

Present time diperagakan dengan jari telunjuk yang menunjuk ke bawah di depan dada. Lalu past time diperagakan dengan menunjuk ke belakang, future time menunjuk ke depan, dan past-future time menunjuk ke belakang lalu ke depan.

Untuk simple diperagakan dengan membentuk lingkaran menggunakan jari telunjuk dan jempol, seperti bahasa tubuh “oke.” Sedangkan continous diperagakan dengan menggerakkan telapak tangan di depan dada, dan perfect diperagakan dengan dua jempol ke depan.

Jadi, untuk Simple Present Tense diperagakan dengan membentuk lingkaran menggunakan jari telunjuk dan jempol, lalu dilanjutkan dengan menunjuk ke bawah di depan dada. Lebih lengkapnya bisa dilihat dalam video di bawah (tunggu dulu ya, belum selesai upload-nya. Hehehe).

Sabar ya... :)

Saya bersama teman-teman blogger Gandjel Rel dan komunitas IIDN mendapat kesempatan mempraktikkan cara ini. Awalnya membingungkan, tapi setelah beberapa kali dicoba cara ini terbukti membuat kami yang rata-rata sudah berumur lebih mudah mengingat-ingat ke-16 tenses.

Luar biasa!

Jadi Destinasi Liburan Edukatif
Metoda belajar Bahasa Inggris nan unik dan menyenangkan menarik minat banyak orang untuk datang ke Desa Bahasa Borobudur. Mulai dari perorangan sampai instansi, semuanya ingin merasakan keampuhan cara belajar yang diterapkan Mr. Hani. Dan, sebagian besar dari mereka merasa puas akan hasil yang dicapai.

Mr. Hani bercerita, ada salah satu siswa yang awalnya mengambil paket 6 hari. Namun saking senangnya dengan metoda pembelajaran dan suasana yang ada di Desa Bahasa Borobudur, siswa tersebut menambah waktu belajarnya.

Lain lagi cerita salah satu instruktur yang mengantar kami berkeliling Desa Bahasa Borobudur. Menurut mas-mas yang juga anggota kelompok musik angklung ini, ada siswa yang karena terlalu asyiknya sampai tak sadar waktu belajarnya sudah habis dan ia harus pulang.

Secara umum, siswa-siswi Mr. Hani merasa enjoy melahap materi demi materi yang disampaikan setiap hari. Metode pembelajaran yang lebih mengedepankan fun dan dibumbui permainan membuat Bahasa Inggris tak lagi sulit dicerna. Sebaliknya, menjadi sangat mudah dipelajari.

Oya, di Desa Bahasa Borobudur memang ada paket-paket pembelajaran dengan durasi selama 6 hari, 10 hari, dan sebulan. Paket-paket ini dikemas dalam bentuk kegiatan eduwisata, edukasi dan wisata. Sehingga tak hanya belajar, siswa juga akan dibawa berwisata ke beberapa titik menarik di seputaran Candi Borobudur.



Begini suasana pembelajaran di Desa Bahasa Borobudur. Kelas-kelas terbagi dalam kelompok kecil, belajar bersama secara aktif dengan penekanan pada praktik percakapan. FOTO: Eko Nurhuda/bungeko.com

Beberapa kegiatan dalam paket 6 hari misalnya adalah tour de village alias berkeliling desa. Kemudian siswa juga akan diajak hunting turis asing di sekitaran Candi Borobudur untuk praktik speaking. Selain di candi, praktik speaking biasa dilakukan di tempat-tempat penjualan cinderamata. Sebagai selingan, siswa diajak naik dokar, tur keliling kota, sampai rafting atau arung jeram di sungai.

Untuk menampung siswa-siswi yang berasal dari luar Magelang, Desa Bahasa Borobudur bekerja sama dengan penduduk setempat dalam menyediakan penginapan. Siswa-siswi diinapkan di rumah-rumah penduduk setempat dan berbaur dengan pemilik rumah.

6 Hari Lancar Cas Cis Cus
Nah, bagi kita yang belum bisa belajar langsung ke Desa Bahasa Borobudur, Mr. Hani baru saja meluncurkan buku terbaru berjudul 6 Hari Lancar Cas Cis Cus Bahasa Inggris a la Desa Bahasa Borobudur. Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Indonesia Tera dan beredar di toko-toko buku sejak Agustus 2016.

Saya dan teman-teman blogger yang ikut dalam kunjungan ke Desa Bahasa Borobudur ini beruntung sekali masing-masing mendapat satu eksemplar gratis untuk dibawa pulang. Lumayan untuk memperlancar cas cis cus sembari mengumpulkan biaya mengikuti program eduwisata enam hari. Hehehe...

Sesuai judulnya, buku ini berisi materi-materi yang diajarkan di Desa Bahasa Borobudur. Metode pembelajaran 6 hari dalam buku sudah teruji pada lebih dari 15.000 siswa yang pernah belajar langsung ke Magelang. Metode ini juga sudah dipatenkan di Kementerian Hukum dan HAM RI lho.

Mungkin banyak yang bertanya, benarkah kita bisa menguasai Bahasa Inggris hanya dalam 6 hari? Sedangkan mereka yang sudah belajar bertahun-tahun sekedar mengingat-ingat 16 bentuk tense pun kesulitan.

Mr. Hani punya jawabannya. Dalam buku ini beliau membeberkan tiga modal utama belajar Bahasa Inggris. Ketiganya adalah motivasi, metodologi, dan sistem.



Mr. Hani Sutrisno memberikan eksemplar pertama buku 6 Hari Lancar Cas Cis Cus Bahasa Inggris a la Desa Bahasa Borobudur kepada Mbak Dewi "Dedew" Rieka sebagai perwakilan Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) sekaligus komunitas blogger Gandjel Rel. FOTO: Eko Nurhuda/bungeko.com

Di Desa Bahasa Borobudur, hal pertama yang dilakukan oleh instruktur adalah mengubah mind set peserta. Sebelum masuk ke sesi pelajaran selalu ditanamkan bahwa Bahasa Inggris itu mudah, cepat, dan menyenangkan. Inilah yang menjadi motivasi sehingga proses belajar terasa lebih mudah.

Untuk metodologi, Mr. Hani mengembangkan lebih dari 100 metode baru untuk menguasai Bahasa Inggris secara aktif. Hebatnya, semua metode tersebut suidah mendapatkan sertifikat dari Kemenkum HAM sehingga hanya bisa didapatkan di Desa Bahasa Borobudur. Tidak ada di tempat lain, eksklusif!

Mengenai sistem, Desa Bahasa Borobudur punya pola belajar tersistem yang mampu menjaga semangat peserta dari hari ke hari, dari level satu ke level berikutnya. Sehingga meskipun proses pembelajaran dilakukan full day, dari pagi hingga sore dengan jeda sejenak untuk makan dan beribadah, peserta tak merasa jenuh.

Bermodal tiga hal itulah belajar Bahasa Inggris selama 6 hari saja dapat meningkatkan kemampuan peserta secara signifikan. Setidaknya peserta dijamin berani praktik ngomong, tak lagi memikirkan benar-salah. Bercakap-cakap langsung dengan native speaker pun bukan lagi khayalan semata.

Idealnya sih memang belajar langsung di Desa Bahasa Borobudur ya. Tapi kalau karena satu dan lain hal kita belum bisa ke sana, baca saja dulu buku 6 Hari Lancar Cas Cis Cus Bahasa Inggris a la Desa Bahasa Borobudur karya Mr. Hani Sutrisno ini. Jangan lupa praktik, agar enam hari berikutnya kita bisa lancar cas cis cus berbahasa Inggris.

So, are you ready to cas cis cus fluently in English?


BELAJAR bahasa Inggris sejak SMP, ada juga yang malah sejak SD, tapi sampai lulus kuliah tetap nggak bisa berbahasa Inggris? Ini masalah klasik di Indonesia. Bahkan sarjana Bahasa Inggris pun mengalaminya. Kalau begitu, cobalah metode 6 Hari Lancar Cas Cis Cus Bahasa Inggris a la Desa Bahasa Borobudur ini.

Desa Bahasa Borobudur memang bukan desa sebenar-benarnya. Kampung atau dusun pun bukan. Luasnya tak ada satu RT malahan. Ini merupakan tempat kursus bahasa Inggris yang secara administratif terletak di Dusun Parakan, Desa Ngargogondo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Kalau Anda pernah ke Pare, Kediri, di sana terdapat satu wilayah yang disebut Kampung Inggris. Sama-sama mengajarkan bahasa Inggris, tapi dua tempat ini berbeda jauh dalam hal konsep. Dan mungkin juga metode pembelajaran.

Di Kampung Inggris Pare terdapat ratusan tempat kursus, tentu saja dengan ratusan metoda pembelajaran. Di Desa Bahasa Borobudur kita hanya akan menemui satu tempat kursus, yaitu yang diselenggarakan oleh Mr. Hani Sutrisno, founder lembaga pendidikan revolusioner ini.

Desa Bahasa Borobudur terletak tak jauh dari kawasan Candi Borobudur. Mr. Hani yang asli orang Magelang sendiri pada masa kecilnya berjualan kartu pos pada wisatawan asing di area candi. Dalam menawarkan dagangannya, Mr. Hani kecil menggunakan Bahasa Inggris yang jauh dari kata baik dan benar, berantakan sekali.

Ketika mendekati turis, Mr. Hani menawarkan dagangannya dengan mengatakan, “Buy me, Sir.” Maksudnya, sih, “Belilah dagangan (kartu pos) saya.” Cuma Mr. Hani kecil hanya tahu kata buy yang berarti “beli” dan me yang berarti saya. Toh, bermodal dua kata asing yang dipadukan secara serampangan ini Mr. Hani berani berinteraksi dengan bule.

Karenanya, ketika menyambut rombongan blogger Gandjel Rel dan penulis Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) dari Semarang pada 24 September 2016 lalu, Mr. Hani menekankan pentingnya keberanian berbicara sebagai modal utama menguasai Bahasa Inggris.

Latar belakang Mr. Hani, serta pengalamannya dalam mempelajari Bahasa Inggris secara otodidak inilah yang kemudian melahirkan sebuah metode pembelajaran unik dan menarik. Metode pembelajaran revolusioner yang membantu kita menguasai Bahasa Inggris lebih cepat secara menyenangkan.


Melibatkan Anggota Badan
Tidak berlebihan jika metode pembelajaran Bahasa Inggris di Desa Bahasa Borobudur ini dikatakan revolusioner. Berbeda dengan sekolah-sekolah formal, pembelajaran bahasa Inggris di Desa Bahasa Borobudur lebih menekankan pada praktik. Materi disampaikan secara menyenangkan dengan melibatkan semua anggota tubuh untuk memaksimalkan daya ingat.

Sebagai contoh, untuk menunjukkan “I” (saya) diperagakan dengan menunjuk ke diri sendiri. Lalu “You” (Anda) diperagakan dengan menunjuk ke depan, “We” dengan membentangkan kedua telapak tangan ke depan, “They” dengan membuat lingkaran besar menggunakan kedua tangan, “He” (dia laki-laki) menunjuk ke samping kanan, dan “She” (dia perempuan) menunjuk ke kiri.

Ada pula gerakan-gerakan untuk menghapal 16 tenses. Digunakan gerakan-gerakan tertentu yang masing-masing menggambarkan keterangan waktu (time) dan kejadian (event). Kedua tangan dipergunakan secara aktif, dikombinasikan, membentuk paduan gerakan yang mewakili ke-16 tenses dalam bahasa Inggris.

Ada empat pembagian waktu, yakni present (sekarang), past (lampau), future (yang akan datang), dan past-future (membicarakan masa depan dari perspektif masa lalu). Sedangkan kejadian ada tiga, yakni simple (sederhana), continous (berkelanjutan), dan perfect (sempurna).

Present time diperagakan dengan jari telunjuk yang menunjuk ke bawah di depan dada. Lalu past time diperagakan dengan menunjuk ke belakang, future time menunjuk ke depan, dan past-future time menunjuk ke belakang lalu ke depan.

Untuk simple diperagakan dengan membentuk lingkaran menggunakan jari telunjuk dan jempol, seperti bahasa tubuh “oke.” Sedangkan continous diperagakan dengan menggerakkan telapak tangan di depan dada, dan perfect diperagakan dengan dua jempol ke depan.

Jadi, untuk Simple Present Tense diperagakan dengan membentuk lingkaran menggunakan jari telunjuk dan jempol, lalu dilanjutkan dengan menunjuk ke bawah di depan dada. Lebih lengkapnya bisa dilihat dalam video di bawah (tunggu dulu ya, belum selesai upload-nya. Hehehe).

Sabar ya... :)

Saya bersama teman-teman blogger Gandjel Rel dan komunitas IIDN mendapat kesempatan mempraktikkan cara ini. Awalnya membingungkan, tapi setelah beberapa kali dicoba cara ini terbukti membuat kami yang rata-rata sudah berumur lebih mudah mengingat-ingat ke-16 tenses.

Luar biasa!

Jadi Destinasi Liburan Edukatif
Metoda belajar Bahasa Inggris nan unik dan menyenangkan menarik minat banyak orang untuk datang ke Desa Bahasa Borobudur. Mulai dari perorangan sampai instansi, semuanya ingin merasakan keampuhan cara belajar yang diterapkan Mr. Hani. Dan, sebagian besar dari mereka merasa puas akan hasil yang dicapai.

Mr. Hani bercerita, ada salah satu siswa yang awalnya mengambil paket 6 hari. Namun saking senangnya dengan metoda pembelajaran dan suasana yang ada di Desa Bahasa Borobudur, siswa tersebut menambah waktu belajarnya.

Lain lagi cerita salah satu instruktur yang mengantar kami berkeliling Desa Bahasa Borobudur. Menurut mas-mas yang juga anggota kelompok musik angklung ini, ada siswa yang karena terlalu asyiknya sampai tak sadar waktu belajarnya sudah habis dan ia harus pulang.

Secara umum, siswa-siswi Mr. Hani merasa enjoy melahap materi demi materi yang disampaikan setiap hari. Metode pembelajaran yang lebih mengedepankan fun dan dibumbui permainan membuat Bahasa Inggris tak lagi sulit dicerna. Sebaliknya, menjadi sangat mudah dipelajari.

Oya, di Desa Bahasa Borobudur memang ada paket-paket pembelajaran dengan durasi selama 6 hari, 10 hari, dan sebulan. Paket-paket ini dikemas dalam bentuk kegiatan eduwisata, edukasi dan wisata. Sehingga tak hanya belajar, siswa juga akan dibawa berwisata ke beberapa titik menarik di seputaran Candi Borobudur.



Begini suasana pembelajaran di Desa Bahasa Borobudur. Kelas-kelas terbagi dalam kelompok kecil, belajar bersama secara aktif dengan penekanan pada praktik percakapan. FOTO: Eko Nurhuda/bungeko.com

Beberapa kegiatan dalam paket 6 hari misalnya adalah tour de village alias berkeliling desa. Kemudian siswa juga akan diajak hunting turis asing di sekitaran Candi Borobudur untuk praktik speaking. Selain di candi, praktik speaking biasa dilakukan di tempat-tempat penjualan cinderamata. Sebagai selingan, siswa diajak naik dokar, tur keliling kota, sampai rafting atau arung jeram di sungai.

Untuk menampung siswa-siswi yang berasal dari luar Magelang, Desa Bahasa Borobudur bekerja sama dengan penduduk setempat dalam menyediakan penginapan. Siswa-siswi diinapkan di rumah-rumah penduduk setempat dan berbaur dengan pemilik rumah.

6 Hari Lancar Cas Cis Cus
Nah, bagi kita yang belum bisa belajar langsung ke Desa Bahasa Borobudur, Mr. Hani baru saja meluncurkan buku terbaru berjudul 6 Hari Lancar Cas Cis Cus Bahasa Inggris a la Desa Bahasa Borobudur. Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Indonesia Tera dan beredar di toko-toko buku sejak Agustus 2016.

Saya dan teman-teman blogger yang ikut dalam kunjungan ke Desa Bahasa Borobudur ini beruntung sekali masing-masing mendapat satu eksemplar gratis untuk dibawa pulang. Lumayan untuk memperlancar cas cis cus sembari mengumpulkan biaya mengikuti program eduwisata enam hari. Hehehe...

Sesuai judulnya, buku ini berisi materi-materi yang diajarkan di Desa Bahasa Borobudur. Metode pembelajaran 6 hari dalam buku sudah teruji pada lebih dari 15.000 siswa yang pernah belajar langsung ke Magelang. Metode ini juga sudah dipatenkan di Kementerian Hukum dan HAM RI lho.

Mungkin banyak yang bertanya, benarkah kita bisa menguasai Bahasa Inggris hanya dalam 6 hari? Sedangkan mereka yang sudah belajar bertahun-tahun sekedar mengingat-ingat 16 bentuk tense pun kesulitan.

Mr. Hani punya jawabannya. Dalam buku ini beliau membeberkan tiga modal utama belajar Bahasa Inggris. Ketiganya adalah motivasi, metodologi, dan sistem.



Mr. Hani Sutrisno memberikan eksemplar pertama buku 6 Hari Lancar Cas Cis Cus Bahasa Inggris a la Desa Bahasa Borobudur kepada Mbak Dewi "Dedew" Rieka sebagai perwakilan Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) sekaligus komunitas blogger Gandjel Rel. FOTO: Eko Nurhuda/bungeko.com

Di Desa Bahasa Borobudur, hal pertama yang dilakukan oleh instruktur adalah mengubah mind set peserta. Sebelum masuk ke sesi pelajaran selalu ditanamkan bahwa Bahasa Inggris itu mudah, cepat, dan menyenangkan. Inilah yang menjadi motivasi sehingga proses belajar terasa lebih mudah.

Untuk metodologi, Mr. Hani mengembangkan lebih dari 100 metode baru untuk menguasai Bahasa Inggris secara aktif. Hebatnya, semua metode tersebut suidah mendapatkan sertifikat dari Kemenkum HAM sehingga hanya bisa didapatkan di Desa Bahasa Borobudur. Tidak ada di tempat lain, eksklusif!

Mengenai sistem, Desa Bahasa Borobudur punya pola belajar tersistem yang mampu menjaga semangat peserta dari hari ke hari, dari level satu ke level berikutnya. Sehingga meskipun proses pembelajaran dilakukan full day, dari pagi hingga sore dengan jeda sejenak untuk makan dan beribadah, peserta tak merasa jenuh.

Bermodal tiga hal itulah belajar Bahasa Inggris selama 6 hari saja dapat meningkatkan kemampuan peserta secara signifikan. Setidaknya peserta dijamin berani praktik ngomong, tak lagi memikirkan benar-salah. Bercakap-cakap langsung dengan native speaker pun bukan lagi khayalan semata.

Idealnya sih memang belajar langsung di Desa Bahasa Borobudur ya. Tapi kalau karena satu dan lain hal kita belum bisa ke sana, baca saja dulu buku 6 Hari Lancar Cas Cis Cus Bahasa Inggris a la Desa Bahasa Borobudur karya Mr. Hani Sutrisno ini. Jangan lupa praktik, agar enam hari berikutnya kita bisa lancar cas cis cus berbahasa Inggris.

So, are you ready to cas cis cus fluently in English?

Rabu, 28 September 2016

BELANJA online semakin digemari masyarakat Indonesia. Setidaknya ini terlihat dari nilai transaksi e-commerce yang terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Angkanya sangat menggiurkan lho. Menurut data yang dirilis Bank Indonesia, nilai transaksi e-commerce sepanjang tahun 2014 mencapai Rp 34,9 triliun. Wow!

Itu dua tahun lalu. Angka tersebut meningkat menjadi Rp 46,85 triliun di tahun 2015. Karenanya awal tahun ini Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara memprediksi nilai transaksi e-commerce pada 2016 bakal menembus angka Rp 64,4 triliun. Wow kuadrat deh.

Saya sendiri turut meramaikan tren belanja online, baik sebagai penjual maupun pembeli. Dan, sepertinya saya lebih sukses di kategori kedua alias lebih sering berbelanja ketimbang berjualan. Hehehe.

Ya, mau beli apapun saya selalu buka internet terlebih dulu. Apalagi kalau barang yang dicari ternyata belum ada di Pemalang. Kota kecil seperti Pemalang update-nya lebih lambat dibanding kota-kota besar. Saat teman-teman "pamer" foto-foto selfie hasil jepretan hape Asus Zenfone 3 yang tengah jadi buah bibir itu, barangnya entah kapan sampai di sini.

Saya pernah punya pengalaman begitu. Ceritanya saya dapat informasi mengenai sebuah kamera baru yang sesuai dengan kebutuhan. Kebutuhan kantong maksudnya. Setelah menjelajahi berbagai referensi di internet, saya lalu mencari-cari kamera tersebut ke semua toko elektronik yang ada di sini. Hasilnya, nihil! Penjaga toko hanya bisa bengong, sedangkan bosnya cuma bisa bilang barangnya belum masuk.

Jangankan produk rilisan baru. Produk yang sudah lama beredar di pasar pun belum tentu ada. Contohnya ketika saya mencari boom mic untuk keperluan produksi video. Ada satu merek yang paling direkomendasikan di berbagai forum. Kualitasnya bagus, namun harganya sangat terjangkau. Sayang, di Pemalang mik tersebut tidak ada yang jual.

So, inilah alasan kenapa saya lebih suka berbelanja online. Rantai distribusi sebuah produk seringkali tak sampai ke Pemalang. Sehingga saya biasa mencarinya di toko-toko online yang rata-rata berbasis di Jakarta.


Bisa Cari Harga Terbaik
Selain dua hal tersebut, ada satu lagi alasan utama saya lebih suka berbelanja online: mudah membandingkan harga. Ini penting karena sebagai pembeli kita ingin mendapatkan harga terbaik. Dan kita tahu produk yang sama tak jarang ditawarkan dengan harga berbeda-beda oleh banyak penjual. Kalau ada yang murah, kenapa pula harus bayar mahal?

Membanding-bandingkan harga ini saya rasa sudah jadi kebiasaan sejak manusia pertama kali kenal transaksi jual-beli. Prinsip ekonomi "membayar sesedikit mungkin untuk mendapatkan sebanyak mungkin" sebenarnya merupakan watak dasar manusia. Karenanya dalam perdagangan muncul tawar-menawar karena pembeli ingin mendapatkan harga serendah-rendahnya, sedangkan pedagang ingin dapat untung setinggi-tingginya.

Nah, di dunia e-commerce tawar-menawar ini nyaris tidak ada. Atau malah tidak ada sama sekali. Kalau kita belanja di toko online yang seluruh proses pembeliannya dilakukan hanya dengan memencet-mencet mouse, kita bahkan tidak bisa berinteraksi dengan penjual. Kita dilayani sepenuhnya oleh sebuah sistem komputer yang berjalan secara otomatis.

Mana bisa sistem komputer diajak tawar-menawar. Untuk mengakalinya, kita harus rajin membanding-bandingkan harga antara satu toko dengan toko lain, antara satu marketplace dengan marketplace lain. Begitu dapat harga paling rendah, langsung deh eksekusi gak pake lama! Hehehe...

Sewaktu mencari kamera saku beberapa bulan lalu, saya membuka nyaris semua marketplace top lho untuk membanding-bandingkan harga. Bukalapak, Tokopedia, Lazada, Elevenia, Blanja.com, Blibli.com, MatahariMall.com, you name it. Saya buka satu-satu. Begitu dapat harga termurah di marketplace tersebut, halaman penawaran itu saya bookmark, lalu membuka marketplace lainnya. Begitu seterusnya.

Setelah itu halaman-halaman harga termurah yang sudah di-bookmark tadi saya buka bersama-sama. Jadi, untuk berbelanja satu kamera saja saya membuka banyak sekali tab di Google Chrome. Saya banding-bandingkan, mencari yang termurah dari yang paling murah. Sampai akhirnya saya memutuskan membeli kamera tersebut di sebuah marketplace.

Untungnya, berbelanja online tak mengharuskan saya bepergian ke sana-sini. Mengunjungi banyak toko sekaligus cukup dilakukan di depan laptop. Membanding-bandingkan harga dari satu toko ke toko lain juga hanya bermodal jari-jemari. Praktis. Saya pun bisa window shopping sembari merampungkan pekerjaan, atau sambil mengasuh anak.


Cara Mudah Bandingkan Harga
Toh, sempat berpikir juga alangkah enaknya kalau saya tak perlu membuka-buka begitu banyak tab hanya untuk membandingkan harga. Saya berkhayal ada satu layanan di mana saya cukup membuka satu halaman, mengetikkan nama produk yang diinginkan, lalu layanan tersebut menyajikan toko dengan harga termurah.

Kira-kira sama seperti Google. Kita ketikkan satu kata kunci, lalu Google menampilkan situs-situs yang berkaitan dengan kata kunci tadi. Semakin relevan situs tersebut dengan kata kunci yang kita ketik, semakin tinggi posisinya di halaman hasil pencarian.

Sekarang bayangkan kalau kata kunci itu adalah nama produk, dan layanan pembanding harga yang saya idam-idamkan secanggih Google. Begitu kita ketik "iPhone 6" misalnya, maka layanan tersebut menampilkan deretan toko penjual hape tersebut. Toko dengan harga termurah berada paling atas. Asyik, bukan?

Eh, rupanya layanan seperti itu sudah ada, Kawan-kawan. Namanya Priceza. Persis seperti yang saya bayangkan, di sini kita cukup mengetikkan nama produk, lalu muncullah toko-toko yang menjual produk itu di halaman hasil pencarian. Kita tinggal melihat-lihat toko mana yang memberikan penawaran terbaik.

Saya lantas iseng mengetikkan "iPhone 6" pada kolom pencarian Priceza.co.id. Tara! Posisi paling atas diisi oleh penawaran seharga Rp5.999.000. Ini big deal banget, sebab handphone terbaru Apple ini harga pasarannya Rp7.000.000 ke atas.


Enaknya menggunakan layanan Priceza, kita langsung tahu di marketplace mana saja penawaran termurah tersebut bisa didapatkan. Klik tombol “Bandingkan Harga” untuk melihat lebih detil harga-harga yang ditawarkan masing-masing marketplace.

Di halaman baru, kita dapat melihat juga bagaimana reputasi masing-masing penjual di setiap marketplace dengan melihat rating berupa bintang berwarna merah di sebelah nama marketplace. Yang paling memanjakan pembeli, Priceza sampai menampilkan metode pembayaran yang dipakai masing-masing penjual, serta apakah ongkos kirimnya gratis atau tidak.


Kalau sudah sreg, tinggal klik saja tombol "Ke Toko" yang ada di bagian samping kanan. Sistem Priceza akan membawa kita ke marketplace bersangkutan, tepat di halaman di mana penjual memajang iPhone 6 tersebut. Jadi, transaksi tetap dilakukan dengan penjual, di marketplace tempat penjual bersangkutan memajang produknya.

Oya, layanan pembanding harga ini bisa dipakai secara gratis lho. Kita bahkan tidak harus mendaftarkan diri sebagai member Priceza terlebih dahulu. Cukup buka www.priceza.co.id, lalu cari produk yang diinginkan, selanjutnya Priceza akan melakukan yang terbaik demi menunjukkan harga paling rendah untuk kita.

Pembanding Harga Terbaik
Dengan layanan gratis yang sangat membantu para online shoppers ini, tak heran jika pertumbuhan Priceza terhitung cepat. Perusahaan ini didirikan oleh tiga insinyur sains Thailand pada Januari 2010. Ketiga penggagasnya bernama Thanawat Malabuppa, Vachara Nicatatphand, dan Wirod Supadul.

Thailand jadi pasar pertama yang digarap Priceza. Di masa-masa awal ini perusahaan-perusahaan besar seperti Lazada, Zalora, Central Group, Groupon, dan Rakuten berhasil dirangkul. Tak heran bila jumlah pengunjung Priceza langsung terdongkrak naik oleh banyaknya calon pembeli yang ingin melakukan perbandingan harga.

Setahun berjalan, jumlah pengunjung menembus angka sejuta per bulan. Tahun berikutnya jumlah kunjungan berlipat ganda menjadi dua juta visit. Pengoperasian Priceza Indonesia sejak Mei 2013 membuat pengunjung semakin banyak. Per Agustus 2013 angka pengunjung Priceza (gabungan Thailand dan Indonesia) mencapai 3,8 juta visit per bulan. Sebuah pencapaian hebat untuk ukuran start up dengan kemampuan "hanya" membandingkan harga.

Perkembangan Priceza menarik minat investor untuk menanamkan dana. September 2013, sebuah perusahaan penanaman modal asal Jepang bernama CyberAgent Ventures menyuntikkan investasi yang, sayangnya, tidak disebutkan berapa besarnya. Kesepakatan ini menjadikan Priceza perusahaan pertama di Thailand yang didanai oleh CyberAgent Ventures.


Tahun 2014, Priceza memperkenalkan platform multi-device. Layanan pembanding harga tak cuma bisa dinikmati di web, tapi juga melalui aplikasi mobile di smartphone. Sebuah keputusan bijak, sebab tren penggunaan PC kian tergerus oleh semakin tingginya angka pengguna mobile device.

Di tahun tersebut, Priceza memiliki data 5.000 toko di Priceza Thailand dan 5.000 toko lagi di Priceza Indonesia, dengan jumlah produk sebanyak 1,6 juta di Thailand dan dua juta di Indonesia. Totalnya 3,6 juta produk. Ini jumlah yang sangat banyak!

Pencapaian demi pencapaian yang diraih Priceza dalam empat tahun perjalanannya berbuah penghargaan. Tahun 2015, layanan ini mendapatkan Asia-Pasific ICT Alliances Award. Di tahun yang sama Priceza melakukan ekspansi ke empat negara lain di Asia Tenggara: Filipina, Malaysia, Vietnam, dan Singapura. Langkah tersebut membuat gabungan jumlah kunjungan melonjak menjadi 9 juta/bulan.

Tak heran bila kemudian Priceza dilirik oleh Hubert Burda Media, sebuah perusahaan investasi terkemuka asal Jerman. Priceza mendapat kucuran dana tidak sedikit, siap menjadikan situs ini sebagai shopping search engine dengan fitur pembanding harga terbaik di Asia Tenggara.

*****

Ah, kok, jadi melantur kemana-mana. Singkat kata, tips dasar agar bisa hemar saat belanja online adalah rajin-rajin mengecek dan membanding-bandingkan harga sebelum membeli. Dengan demikian kita bisa mendapatkan penawaran terbaik. Ingat pedoman pentingnya: kalau bisa bayar murah kenapa harus bayar lebih mahal.

Kini membanding-bandingkan harga tidak lagi ribet. Tidak dibutuhkan banyak waktu dan kuota internet. Sebab kita tak perlu buka-buka banyak tab seperti yang pernah saya lakukan. Tak perlu juga mem-bookmark halaman berisi penawaran termurah di tiap-tiap marketplace.

Dengan Priceza kita dapat melakukan perbandingan harga secara praktis, efisien, dan cepat. Jadi, kalau mau hemat selalu cek harga dari toko-toko online sebelum berbelanja!

=============
Referensi:
http://www.tribunnews.com/techno/2016/05/10/survei-ungkap-orang-indonesia-doyan-beli-produk-fashion-di-toko-online
http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20160122170755-185-106096/nilai-transaksi-e-commerce-di-indonesia-menggiurkan/
http://www.money.id/digital/2016-transaksi-ecommerce-di-indonesia-tembus-rp-68-triliun-160104k.html
http://www.cyberagentventures.com/en/news_event/20130917190600.html
https://en.wikipedia.org/wiki/Hubert_Burda_Media
http://www.priceza.co.id/guide/Berita-and-Update-Terbaru/PRICEZA-Optimis-Siap-Merajai-Kawasan-Asia-Tenggara/419

BELANJA online semakin digemari masyarakat Indonesia. Setidaknya ini terlihat dari nilai transaksi e-commerce yang terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Angkanya sangat menggiurkan lho. Menurut data yang dirilis Bank Indonesia, nilai transaksi e-commerce sepanjang tahun 2014 mencapai Rp 34,9 triliun. Wow!

Itu dua tahun lalu. Angka tersebut meningkat menjadi Rp 46,85 triliun di tahun 2015. Karenanya awal tahun ini Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara memprediksi nilai transaksi e-commerce pada 2016 bakal menembus angka Rp 64,4 triliun. Wow kuadrat deh.

Saya sendiri turut meramaikan tren belanja online, baik sebagai penjual maupun pembeli. Dan, sepertinya saya lebih sukses di kategori kedua alias lebih sering berbelanja ketimbang berjualan. Hehehe.

Ya, mau beli apapun saya selalu buka internet terlebih dulu. Apalagi kalau barang yang dicari ternyata belum ada di Pemalang. Kota kecil seperti Pemalang update-nya lebih lambat dibanding kota-kota besar. Saat teman-teman "pamer" foto-foto selfie hasil jepretan hape Asus Zenfone 3 yang tengah jadi buah bibir itu, barangnya entah kapan sampai di sini.

Saya pernah punya pengalaman begitu. Ceritanya saya dapat informasi mengenai sebuah kamera baru yang sesuai dengan kebutuhan. Kebutuhan kantong maksudnya. Setelah menjelajahi berbagai referensi di internet, saya lalu mencari-cari kamera tersebut ke semua toko elektronik yang ada di sini. Hasilnya, nihil! Penjaga toko hanya bisa bengong, sedangkan bosnya cuma bisa bilang barangnya belum masuk.

Jangankan produk rilisan baru. Produk yang sudah lama beredar di pasar pun belum tentu ada. Contohnya ketika saya mencari boom mic untuk keperluan produksi video. Ada satu merek yang paling direkomendasikan di berbagai forum. Kualitasnya bagus, namun harganya sangat terjangkau. Sayang, di Pemalang mik tersebut tidak ada yang jual.

So, inilah alasan kenapa saya lebih suka berbelanja online. Rantai distribusi sebuah produk seringkali tak sampai ke Pemalang. Sehingga saya biasa mencarinya di toko-toko online yang rata-rata berbasis di Jakarta.


Bisa Cari Harga Terbaik
Selain dua hal tersebut, ada satu lagi alasan utama saya lebih suka berbelanja online: mudah membandingkan harga. Ini penting karena sebagai pembeli kita ingin mendapatkan harga terbaik. Dan kita tahu produk yang sama tak jarang ditawarkan dengan harga berbeda-beda oleh banyak penjual. Kalau ada yang murah, kenapa pula harus bayar mahal?

Membanding-bandingkan harga ini saya rasa sudah jadi kebiasaan sejak manusia pertama kali kenal transaksi jual-beli. Prinsip ekonomi "membayar sesedikit mungkin untuk mendapatkan sebanyak mungkin" sebenarnya merupakan watak dasar manusia. Karenanya dalam perdagangan muncul tawar-menawar karena pembeli ingin mendapatkan harga serendah-rendahnya, sedangkan pedagang ingin dapat untung setinggi-tingginya.

Nah, di dunia e-commerce tawar-menawar ini nyaris tidak ada. Atau malah tidak ada sama sekali. Kalau kita belanja di toko online yang seluruh proses pembeliannya dilakukan hanya dengan memencet-mencet mouse, kita bahkan tidak bisa berinteraksi dengan penjual. Kita dilayani sepenuhnya oleh sebuah sistem komputer yang berjalan secara otomatis.

Mana bisa sistem komputer diajak tawar-menawar. Untuk mengakalinya, kita harus rajin membanding-bandingkan harga antara satu toko dengan toko lain, antara satu marketplace dengan marketplace lain. Begitu dapat harga paling rendah, langsung deh eksekusi gak pake lama! Hehehe...

Sewaktu mencari kamera saku beberapa bulan lalu, saya membuka nyaris semua marketplace top lho untuk membanding-bandingkan harga. Bukalapak, Tokopedia, Lazada, Elevenia, Blanja.com, Blibli.com, MatahariMall.com, you name it. Saya buka satu-satu. Begitu dapat harga termurah di marketplace tersebut, halaman penawaran itu saya bookmark, lalu membuka marketplace lainnya. Begitu seterusnya.

Setelah itu halaman-halaman harga termurah yang sudah di-bookmark tadi saya buka bersama-sama. Jadi, untuk berbelanja satu kamera saja saya membuka banyak sekali tab di Google Chrome. Saya banding-bandingkan, mencari yang termurah dari yang paling murah. Sampai akhirnya saya memutuskan membeli kamera tersebut di sebuah marketplace.

Untungnya, berbelanja online tak mengharuskan saya bepergian ke sana-sini. Mengunjungi banyak toko sekaligus cukup dilakukan di depan laptop. Membanding-bandingkan harga dari satu toko ke toko lain juga hanya bermodal jari-jemari. Praktis. Saya pun bisa window shopping sembari merampungkan pekerjaan, atau sambil mengasuh anak.


Cara Mudah Bandingkan Harga
Toh, sempat berpikir juga alangkah enaknya kalau saya tak perlu membuka-buka begitu banyak tab hanya untuk membandingkan harga. Saya berkhayal ada satu layanan di mana saya cukup membuka satu halaman, mengetikkan nama produk yang diinginkan, lalu layanan tersebut menyajikan toko dengan harga termurah.

Kira-kira sama seperti Google. Kita ketikkan satu kata kunci, lalu Google menampilkan situs-situs yang berkaitan dengan kata kunci tadi. Semakin relevan situs tersebut dengan kata kunci yang kita ketik, semakin tinggi posisinya di halaman hasil pencarian.

Sekarang bayangkan kalau kata kunci itu adalah nama produk, dan layanan pembanding harga yang saya idam-idamkan secanggih Google. Begitu kita ketik "iPhone 6" misalnya, maka layanan tersebut menampilkan deretan toko penjual hape tersebut. Toko dengan harga termurah berada paling atas. Asyik, bukan?

Eh, rupanya layanan seperti itu sudah ada, Kawan-kawan. Namanya Priceza. Persis seperti yang saya bayangkan, di sini kita cukup mengetikkan nama produk, lalu muncullah toko-toko yang menjual produk itu di halaman hasil pencarian. Kita tinggal melihat-lihat toko mana yang memberikan penawaran terbaik.

Saya lantas iseng mengetikkan "iPhone 6" pada kolom pencarian Priceza.co.id. Tara! Posisi paling atas diisi oleh penawaran seharga Rp5.999.000. Ini big deal banget, sebab handphone terbaru Apple ini harga pasarannya Rp7.000.000 ke atas.


Enaknya menggunakan layanan Priceza, kita langsung tahu di marketplace mana saja penawaran termurah tersebut bisa didapatkan. Klik tombol “Bandingkan Harga” untuk melihat lebih detil harga-harga yang ditawarkan masing-masing marketplace.

Di halaman baru, kita dapat melihat juga bagaimana reputasi masing-masing penjual di setiap marketplace dengan melihat rating berupa bintang berwarna merah di sebelah nama marketplace. Yang paling memanjakan pembeli, Priceza sampai menampilkan metode pembayaran yang dipakai masing-masing penjual, serta apakah ongkos kirimnya gratis atau tidak.


Kalau sudah sreg, tinggal klik saja tombol "Ke Toko" yang ada di bagian samping kanan. Sistem Priceza akan membawa kita ke marketplace bersangkutan, tepat di halaman di mana penjual memajang iPhone 6 tersebut. Jadi, transaksi tetap dilakukan dengan penjual, di marketplace tempat penjual bersangkutan memajang produknya.

Oya, layanan pembanding harga ini bisa dipakai secara gratis lho. Kita bahkan tidak harus mendaftarkan diri sebagai member Priceza terlebih dahulu. Cukup buka www.priceza.co.id, lalu cari produk yang diinginkan, selanjutnya Priceza akan melakukan yang terbaik demi menunjukkan harga paling rendah untuk kita.

Pembanding Harga Terbaik
Dengan layanan gratis yang sangat membantu para online shoppers ini, tak heran jika pertumbuhan Priceza terhitung cepat. Perusahaan ini didirikan oleh tiga insinyur sains Thailand pada Januari 2010. Ketiga penggagasnya bernama Thanawat Malabuppa, Vachara Nicatatphand, dan Wirod Supadul.

Thailand jadi pasar pertama yang digarap Priceza. Di masa-masa awal ini perusahaan-perusahaan besar seperti Lazada, Zalora, Central Group, Groupon, dan Rakuten berhasil dirangkul. Tak heran bila jumlah pengunjung Priceza langsung terdongkrak naik oleh banyaknya calon pembeli yang ingin melakukan perbandingan harga.

Setahun berjalan, jumlah pengunjung menembus angka sejuta per bulan. Tahun berikutnya jumlah kunjungan berlipat ganda menjadi dua juta visit. Pengoperasian Priceza Indonesia sejak Mei 2013 membuat pengunjung semakin banyak. Per Agustus 2013 angka pengunjung Priceza (gabungan Thailand dan Indonesia) mencapai 3,8 juta visit per bulan. Sebuah pencapaian hebat untuk ukuran start up dengan kemampuan "hanya" membandingkan harga.

Perkembangan Priceza menarik minat investor untuk menanamkan dana. September 2013, sebuah perusahaan penanaman modal asal Jepang bernama CyberAgent Ventures menyuntikkan investasi yang, sayangnya, tidak disebutkan berapa besarnya. Kesepakatan ini menjadikan Priceza perusahaan pertama di Thailand yang didanai oleh CyberAgent Ventures.


Tahun 2014, Priceza memperkenalkan platform multi-device. Layanan pembanding harga tak cuma bisa dinikmati di web, tapi juga melalui aplikasi mobile di smartphone. Sebuah keputusan bijak, sebab tren penggunaan PC kian tergerus oleh semakin tingginya angka pengguna mobile device.

Di tahun tersebut, Priceza memiliki data 5.000 toko di Priceza Thailand dan 5.000 toko lagi di Priceza Indonesia, dengan jumlah produk sebanyak 1,6 juta di Thailand dan dua juta di Indonesia. Totalnya 3,6 juta produk. Ini jumlah yang sangat banyak!

Pencapaian demi pencapaian yang diraih Priceza dalam empat tahun perjalanannya berbuah penghargaan. Tahun 2015, layanan ini mendapatkan Asia-Pasific ICT Alliances Award. Di tahun yang sama Priceza melakukan ekspansi ke empat negara lain di Asia Tenggara: Filipina, Malaysia, Vietnam, dan Singapura. Langkah tersebut membuat gabungan jumlah kunjungan melonjak menjadi 9 juta/bulan.

Tak heran bila kemudian Priceza dilirik oleh Hubert Burda Media, sebuah perusahaan investasi terkemuka asal Jerman. Priceza mendapat kucuran dana tidak sedikit, siap menjadikan situs ini sebagai shopping search engine dengan fitur pembanding harga terbaik di Asia Tenggara.

*****

Ah, kok, jadi melantur kemana-mana. Singkat kata, tips dasar agar bisa hemar saat belanja online adalah rajin-rajin mengecek dan membanding-bandingkan harga sebelum membeli. Dengan demikian kita bisa mendapatkan penawaran terbaik. Ingat pedoman pentingnya: kalau bisa bayar murah kenapa harus bayar lebih mahal.

Kini membanding-bandingkan harga tidak lagi ribet. Tidak dibutuhkan banyak waktu dan kuota internet. Sebab kita tak perlu buka-buka banyak tab seperti yang pernah saya lakukan. Tak perlu juga mem-bookmark halaman berisi penawaran termurah di tiap-tiap marketplace.

Dengan Priceza kita dapat melakukan perbandingan harga secara praktis, efisien, dan cepat. Jadi, kalau mau hemat selalu cek harga dari toko-toko online sebelum berbelanja!

=============
Referensi:
http://www.tribunnews.com/techno/2016/05/10/survei-ungkap-orang-indonesia-doyan-beli-produk-fashion-di-toko-online
http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20160122170755-185-106096/nilai-transaksi-e-commerce-di-indonesia-menggiurkan/
http://www.money.id/digital/2016-transaksi-ecommerce-di-indonesia-tembus-rp-68-triliun-160104k.html
http://www.cyberagentventures.com/en/news_event/20130917190600.html
https://en.wikipedia.org/wiki/Hubert_Burda_Media
http://www.priceza.co.id/guide/Berita-and-Update-Terbaru/PRICEZA-Optimis-Siap-Merajai-Kawasan-Asia-Tenggara/419

Sabtu, 17 September 2016

"MAMPIRLAH sekalian ke Pangkalpinang, Ko. Kito jalan-jalan di sini," undang Ryan begitu tahu saya akan ke Palembang, pertengahan Mei lalu. Undangan yang menarik sebenarnya. Sayang sekali saya harus mengikuti agenda yang telah ditentukan pihak pengundang, sehingga tak bisa menyempatkan waktu mampir ke sana-sini. "Sori nian, Yan. Kagek lain kalilah aku mampir," balas saya.

Ryan yang nama lengkapnya Novrian Saputra adalah teman SMA saya di Muara Bulian, Jambi. Ia sebenarnya adik kelas, namun kami satu grup di band sekolah. Dia vokalis, saya pegang alat. Kontrakan saya dekat sekali dengan rumahnya, jadi kami sangat akrab karena nyaris setiap hari bermain bersama. Saya juga kenal dengan saudara-saudaranya, dan beberapa kali bertemu dengan bapak-ibunya.

Selepas SMA saya tak lagi mendengar kabar mengenai Ryan. Kami hilang kontak selama belasan tahun, sampai kemudian Facebook mempertemukan kami. Rupanya ia balik kampung ke Pulau Bangka, dan kini menjadi wakil ketua KPID setempat. Hubungan kami semakin intens semenjak Dodi Rozano yang ternyata adiknya menjadi kontestan The Voice Indonesia.

Awalnya saya tidak hirau sama sekali dengan acara The Voice Indonesia ini. Sampai suatu ketika status Ryan di Facebook membuat sikap saya berubah. Ryan rajin sekali menggalang dukungan untuk Dodi, membuat saya ikut-ikutan memberi support via media sosial.

Aih, Dodi yang itukah? Batin saya sembari mengingat-ingat masa lalu di Muara Bulian.

Semasa kami di Muara Bulian, Dodi masih sangat kecil. Kalau tak salah usianya kisaran 4-5 tahun. Yang jelas dia belum sekolah waktu itu. Dodi kecil sering saya lihat tengah bermain-main bersama teman-temannya di halaman rumah. (Baca kisah lengkapnya di posting Sekelumit Kenangan bersama Dodi Rozano).

Interaksi intens dengan Ryan dan juga Dodi setelah sangat lama tak bertegur sapa waktu itu membuat saya jadi berkhayal untuk berlibur ke Pangkalpinang. Kapan ya terwujud?


Berawal dari Timah
Dari Ryan-lah saya pertama kali mengenal Pulau Bangka, utamanya Kota Pangkalpinang. Ia sering bercerita tentang timah yang sempat jadi komoditas andalan daerah ini. Komoditas yang menjadi akar sejarah terbentuknya Kota Pangkalpinang.

Timah di Pulau Bangka sudah dieksplorasi sejak abad ke-16. Jauh sebelum bangsa Eropa mendarat di Nusantara, kongsi-kongsi asal Tiongkok sudah melakukan penambangan timah dengan seijin Sultan Palembang. Konon, timah Bangka memiliki kualitas sangat baik sehingga diminati dunia. Inilah yang mendorong Belanda menguasai Bangka.

Eksplorasi awal oleh bangsa Belanda dilakukan pada tahun 1710, dengan Muntok menjadi pusat kendali aktivitas pertambangan dan pengolahan timah.

Ketika Inggris berkuasa di Bangka, tahun 1813 East India Company menjadikan Pangkalpinang sebagai salah satu dari tujuh distrik eksplorasi timah. Enam distrik lainnya adalah Merawang, Toboali, Jebus, Klabat, Sungailiat, dan Belinyu. Sejak itulah Pangkalpinang dijuluki Kota Timah dan berkembang menjadi pusat perdagangan.

Lalu Belanda kembali berkuasa di Nusantara. Pangkalpinang dijadikan basis militer untuk menumpas perlawanan rakyat Bangka. Tahun 1913, pemerintahan kolonial Belanda memindahkan ibukota Karesidenan Bangka dari Muntok ke Pangkalpinang. Perpindahan tersebut disebabkan oleh temuan deposit timah nan melimpah di kawasan timur Bangka.

Di masa kemerdekaan, status Pangkalpinang terus berubah dari kota kecil pada tahun 1956, menjadi kotapraja dua tahun berselang, lalu berubah lagi menjadi kotamadya (1965), kotamadya daerah tingkat II (1974), sampai akhirnya ditetapkan sebagai Daerah Otonom Kota Pangkalpinang di tahun 1999.

Keberadaan Museum Timah di Pangkalpinang semakin menegaskan bahwa terbentuknya kota ini berawal dari timah. Di tempat inilah tersimpan sejarah panjang pertambangan timah sejak jaman kolonial Belanda. Benda-benda koleksi terkait aktivitas pertambangan juga ditampilkan. Mulai dari peralatan tambang jaman dulu, sampai produk-produk kerajinan berbahan timah.

Ada pula manuskrip awal penulisan sejarah Bangka. Museum juga dilengkapi dengan diorama dan lukisan-lukisan yang menggambarkan aktivitas pertambangan di jaman Belanda hingga masa modern.


Hobi selfie? Tenang, ada banyak spot menarik untuk narsis di Museum Timah. Terdapat beberapa diorama berukuran besar yang cocok dijadikan latar belakang foto. Atau bisa juga berfoto di depan lukisan besar yang menggambarkan suasana pertambangan jaman kolonial. Di bagian luar, ada lokomotif hitam di halaman depan museum yang tak kalah menarik.

Oya, Museum Timah ini merupakan satu-satunya museum tentang timah di Asia. Beberapa sumber bahkan menyebut satu-satunya di dunia. Yang pasti, bangunan buatan Belanda ini saksi kunci sejarah berdirinya Republik Indonesia. Di gedung inilah delegasi RI berunding dengan delegasi Kerajaan Belanda berkat mediasi Komisi Tiga Negara (KTN). Hasilnya adalah Perjanjian Roem-Roijen yang diteken di Jakarta pada 7 Mei 1949.

Museum Timah tak cuma didatangi oleh wisatawan lokal lho. Banyak turis asal Belanda yang berkunjung ke tempat ini karena alasan asal-usul. Ada yang nenek moyangnya pernah bekerja di perusahaan timah di Bangka, beberapa lainnya malah lahir di Bangka sebelum dibawa pulang ke Belanda.

Selain Museum Timah, turis-turis Belanda tersebut biasanya mendatangi kerkhof atau pemakaman Belanda yang terletak sekitar 2 km di selatan museum. Di sini terdapat sekitar 102 makam, sebagian besar dalam kondisi rusak. Menurut pemetaan yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jambi dan Balai Arkeologi Palembang, makam tertua berangka tahun 1800 dan yang termuda berangka tahun 1954.

Meski disebut makam Belanda, atau Pendem Belanda oleh penduduk setempat, tak semua yang dimakamkan di kerkhof ini orang Belanda. Data BP3 Jambi menyebutkan, dari sekian nisan yang bisa terbaca 25 buah diantaranya berbahasa Belanda, 10 berbahasa Jepang, dan 3 berbahasa Indonesia.

Sama halnya Museum Timah, keberadaan kerkhof di Jalan Hormen Maddati ini menjadi bukti peran strategis Pangkalpinang di masa lalu.


Bangka Botanical Garden
Masifnya aktivitas tambang timah di Bangka membuat beberapa bagian lahan di wilayah ini mengalami kerusakan parah. Kalau kita naik pesawat dan mendekati Bandara Depati Amir, terlihat bentangan alam berupa padang gersang dengan beberapa lubang besar. Tanaman sulit tumbuh akibat parahnya kerusakan tanah yang terjadi.

Sebagai bentuk kepedulian, sebuah perusahaan pertambangan timah bernama PT Dona Kembara Jaya melakukan gerakan pemulihan lahan tambang di kawasan Ketapang, Kota Pangkalpinang. Kegiatan ini diawali sejak tahun 2006, di atas lahan seluas 200 hektar.

Awalnya lokasi ini hanya untuk menanam bibit-bibit pohon yang akan dipakai mereklamasi lahan bekas tambang. Belakangan, pengelola kawasan kemudian mengembangkan lahan sebagai kompleks agrowisata terpadu. Di sini juga terdapat peternakan dan perikanan.

Lalu diperkenalkanlah Bangka Botanical Garden (BBG) sebagai destinasi wisata baru di Kota Pangkalpinang. Lahan yang dulunya rusak parah penuh lubang telah berubah menjadi kebun luas yang menyejukkan. Tempat ini segera saja menjadi favorit bagi pengunjung yang ingin merasakan ketenangan di tengah-tengah kehijauan pepohonan nan asri.

Begitu masuk ke area BBG, pengunjung disambut oleh deretan pohon cemara roro yang berjajar di kiri-kanan jalan tanah. Lebih ke dalam lagi terdapat rumah-rumah panggung berbahan kayu. Di sekitar rumah terdapat beberapa kolam berisi ikan nila, ikan mas, mujair, patin, dan kepiting.

Di bagian lain terdapat kebun buah naga. Di sini pengunjung dapat memetik buah naga yang matang langsung dari pohonnya. Mau dimakan di tempat juga boleh lho. Ada pula pohon kurma yang tumbuh subur dengan dahan-dahan menghijau. Jika sedang panen bayam, pengunjung juga boleh membeli sayur-sayuran segar tersebut untuk dibawa pulang.

Rekreasi di Bangka Botanical Garden kian lengkap dengan keberadaan kuda. Pengunjung dipersilakan menaiki kuda-kuda ini untuk mengelilingi area kebun. Pengelola menyiapkan pemandu yang siap membantu pengunjung mengendarai kuda.


Hewan lain yang dipelihara di di sini adalah sapi. Sapi jenis Friesland Holstein asli Belanda jadi populasi terbanyak. Sapi-sapi ini dibudi-dayakan sebab dikenal dapat menghasilkan susu terbaik. Pengunjung dapat menyaksikan proses pemerahan susu. Dan pada momen-momen tertentu susu-susu ini dibagikan secara gratis.

Berita baiknya, pengelola Bangka Botanical Garden tak mengutip bayaran sepeser pun pada pengunjung. Artinya, kita bisa menikmati seluruh kawasan agrowisata ini tanpa biaya. Wow!

Destinasi Liburan Impian
Sebenarnya mudah saja bagi saya untuk memenuhi undangan Ryan medio Mei lalu. Saya sudah berada di Palembang. Dari kota tersebut ada penerbangan langsung ke Pangkalpinang setiap hari. Ada pula kapal cepat dari Pelabuhan Boom Baru menuju ke Pelabuhan Muntok. Sayang disayang, waktu itu saya sudah terlanjur dibelikan tiket Palembang-Jakarta.

Keinginan mengunjungi Pangkalpinang kembali muncul saat Dodi Rozano masih bertahan di The Voice Indonesia. Saya ingin menyaksikan aksinya di atas panggung secara langsung, bukan di layar televisi atau melalui YouTube. Lagi-lagi keinginan ini gagal terwujud karena satu dan lain hal.

Hmmm, mudah-mudahan saja ada jalan lain yang mengantar saya ke Pangkalpinang. Reuni dengan Ryan bakal jadi agenda utama saya. Kami sudah tak bertemu sejak tahun 2000, alias 16 tahun lamanya! Lalu menyaksikan performa Dodi Rozano bersama Pesirah Band harus masuk daftar. Dodi sering mendapat tawaran tampil, jadi mumpung ke Pangkalpinang harus cari kesempatan untuk melihat aksinya.

Pendek kata, semua alasan di atas menjadikan Pangkalpinang sebagai destinasi liburan impian saya. Apalagi kota ini tergolong plesirable, alias punya banyak sekali destinasi wisata menarik untuk yang hobi plesir alias traveling.

Apa saja?

Penyuka keindahan alam bakal sangat dimanjakan dengan begitu banyaknya wisata pantai di kota ini. Kalau kalian pernah dibuat terpukau oleh Pantai Tanjung Tinggi dengan batu-batu granitnya dalam film Laskar Pelangi, pantai serupa itu dapat ditemui di Pangkalpinang.

Bersebelahan dengan Bangka Botanical Garden terdapat Pantai Pasir Padi. Di sini kita dapat melihat batu-batu granit nan eksotis di pantai. Ya, mirip seperti di Pantai Tanjung Tinggi yang jadi lokasi syuting Laskar Pelangi itu. Hanya ukuran batu-batunya lebih kecil.

Keunikan Pasir Pantai Padi terletak pada bentuk pasirnya. Tentu bukan tanpa alasan pantai ini dinamai Pasir Padi. Bentuk pasirnya memang seperti bulir-bulir padi yang panjang. Ini disebabkan kandungan pasir timah yang terdapat di pantai. Karenanya pasir di pantai ini lebih padat dari pantai-pantai biasanya sehingga nyaman untuk berjalan kaki, juga bisa dilalui kendaraan.

Selain menikmati pasirnya yang unik, pantainya yang landai, serta birunya air laut, pengunjung Pantai Pasir Padi dapat menyeberang ke sebuah pulau kecil nan indah bernama Pulau Punai. Pulau ini terbentuk dari bebatuan dan karang, berjarak sejauh kurang-lebih 200 meter dari bibir pantai. Jika air laut surut, kita dapat menyeberang ke Pulau Punai dengan berjalan kaki.

Yang menarik, Pemerintah Kota Pangkalpinang tengah merancang megaproyek bernama Pangkalpinang Waterfront City di Pantai Pasir Padi. Kelak, di seberang pantai bakal terdapat sebuah kota di atas daratan buatan seluas 1.700 hektar. Proyek bernilai Rp 2 triliun ini digagas sejak 2006, dan hingga kini terus digodog realisasinya.

Pasir Padi terletak sangat dekat dari Kota Pangkalpinang. Kira-kira berjarak 8 km dari pusat kota. Jadi, tidak sah mengunjungi Pangkalpinang kalau tidak main air laut di pantai ini.



Agak jauh dari kota, ada Pantai Sampur atau Pantai Samfur. Ciri khas pantai satu ini adalah keberadaan kelenteng Dewi Kwan Im, lengkap dengan patung besar sang dewi di salah satu bagian kelenteng. Kelenteng ini milik seorang tabib keturunan Tionghoa. Terdapat satu ruangan khusus pengobatan di mana sang tabib menjalankan praktik.

Satu lagi pantai di Pangkalpinang dengan ciri khas menarik adalah Pantai Tapak Antu atau Pantai Tapak Hantu. Disebut demikian karena pada bebatuan di pantai terdapat lubang-lubang berbentuk jejak kaki. Seperti jejak kaki manusia, namun berukuran lebih panjang. Penduduk setempat mempercayai bahwa lubang-lubang tersebut merupakan jejak kaki hantu. Karenanya dinamai Pantai Tapak Antu.

Tapi ada pula warga yang menamai pantai ini sebagai Pantai Tapak Dewa atau Pantai Telapak Kaki Dewa. Sebenarnya, secara administratif pantai ini berada di Desa Batu Berlubang, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah. Namun jaraknya sangat dekat dengan Kota Pangkalpinang. Jika ditarik garis lurus, Pantai Tapak Antu hanya berjarak 6 km dari Bandara Depati Amir.

Cheng Beng dan Jl. Tony Wen
Tidak lengkap rasanya membahas Pangkalpinang tanpa menyinggung komunitas Tionghoa. Kota ini sudah lekat sekali dengan etnis Tionghoa. Kita akan dengan mudah menemukan kelenteng saat berjalan-jalan menyusuri kota. Salah satunya Kelenteng Kwan Tie Miaw, kelenteng tertua di Pangkalpinang dan Pulau Bangka.

Lalu ada Pemakaman Sentosa atau Tjung Hoa Kung Mu Yen, sebuah pekuburan seluas 19.945 meter persegi. Menjadikan kompleks pemakaman ini sebagai pemakaman Tionghoa terbesar se-Asia Tenggara. Di sinilah setiap tahun diadakan tradisi Qingming, atau Cheng Beng dalam dialek etnis Hokkian yang banyak terdapat di Pangkalpinang.

Tradisi Cheng Beng menjadi highlight budaya Tionghoa di Pangkalpinang, dan Pulau Bangka pada umumnya. Dalam perayaan tahunan ini warga etnis Tionghoa asal Bangka yang merantau ke luar daerah ramai-ramai mudik. Tujuan mereka hanya satu: ziarah kubur. Cheng Beng sendiri bermakna "bersih-bersih kubur" sehingga dalam tradisi ini Pemakaman Sentosa jadi ramai luar biasa.

Konon, orang Tionghoa sudah masuk ke Pulau Bangka sejak ekspedisi Laksmana Cheng Ho di tahun 1405. Pembukaan tambang timah pada abad itu mendorong laju imigrasi tenaga-tenaga tambang asal Tiongkok. Sultan Palembang disebutkan sengaja mengimpor tenaga kerja asal suku Kejian karena keahlian mereka dalam pertambangan.

Ketika Belanda menguasai Bangka, tenaga kerja Tiongkok tetap jadi pilihan utama. Populasi etnis Tionghoa di Pulau Bangka semakin meningkat dari waktu ke waktu, sehingga mengimbangi jumlah penduduk asli Melayu. Kemudian terjadi percampuran ketika pekerja asal Tiongkok menikahi wanita-wanita pribumi.


Pengaruh Tionghoa dalam pertambangan timah di Bangka dapat dilihat dari istilah-istilah tambang yang masih umum dipakai. Ambil contoh kata ciam atau jiam dalam dialek Mandarin yang berarti pengebor. Untuk menyebut pengayak pasir timah masih digunakan kata sakan, dan lubang tambang besar disebut kolong.

Di pusat kota Pangkalpinang terdapat sebuah rumah kayu antik berusia 150 tahun, peninggalan seorang Kapitein Tionghoa bernama Lay Nam Chen. Rumah tersebut kini dihuni oleh Hongky Lay Listiyadhi, ketua Badan Warisan Bangka (Bangka Heritage Society) yang merupakan keturunan keempat sang kapiten.

Rumah-rumah antik khas Tionghoa seperti itu masih banyak ditemui di berbagai sudut Pangkalpinang. Pakemnya selalu sama, yakni sebuah rumah induk dilengkapi halaman tengah dan bagian belakang yang luas.

Jika kita berjalan-jalan di pusat Kota Pangkalpinang, maka kita akan menemui seruas jalan bernama Jl. Tony Wen. Dulu jalan tersebut dikenal sebagai Jl. Melintas. Berbarengan dengan pemberian nama tokoh perjuangan lokal Depati Amir pada bandara, nama Tony Wen pun disematkan pada Jl. Melintas.

Siapa sih Tony Wen? Nama aslinya Boen Kim To. Ia adalah putera seorang pegawai tinggi di Bangka Biliton Tin Maatschapij, perusahaan tambang timah milik Belanda. Hidup dalam keluarga berada, Tony Wen memilih ikut berjuang dalam revolusi kemerdekaan RI. Di masa itu ia berjasa menyelundupkan senjata dari Singapura untuk laskar prorepublik di Indonesia.

Sewaktu Bung Karno diasingkan ke Bangka, keluarga Tony Wen-lah yang mencukupi kebutuhan sang presiden. Di era kemerdekaan, ia sempat ditunjuk sebagai anggota Komite Olimpiade Indonesia dan pengurus PSSI. Tony Wen juga pernah menjadi anggota DPR sebagai wakil Partai Nasional Indonesia (PNI).

Tradisi Cheng Beng, rumah antik khas Tionghoa di pusat kota, serta Jl. Tony Wen hanyalah sedikit bukti dari begitu lekatnya budaya dan pengaruh Tionghoa pada Kota Pangkalpinang.


Wujudkan Liburan Impian dengan Tixton
Oke, Pangkalpinang sah masuk dalam daftar destinasi impian saya. Pertanyannya kini tinggal bagaimana dan kapan mewujudkan impian ini menjadi kenyataan. Yang terpenting, impian tak akan pernah terwujud kalau tidak direncanakan. Jadi, saya susun dulu rencananya. Atau lebih tepatnya rencana impian, hehehe.

Seperti biasa, pertama-tama saya akan mencari tahu informasi lebih lanjut mengenai kota tujuan. Di mana menginap dan berata rate-nya per malam, bagaimana transportasi dalam kota, tempat makannya seperti apa, sampai spot wifi terbaik di mana saja, dan lain-lain.

Google jadi andalan untuk mencari referensi terkait kota tujuan, dalam hal ini Pangkalpinang. Info-info mengenai promo wisata jelas saja ikut saya lahap. Dan, tara! Saya pun menemukan informasi mengenai promo wisata Tixton. Pas banget.

Tunggu dulu, nama Tixton sepertinya masih asing di telinga deh. Apaan sih ini?

Dari penelusuran di mesin pencari didapatlah keterangan kalau Tixton.com merupakan penyedia layanan booking kamar hotel online. Situs ini dapat membantu kita menemukan hotel dengan harga terbaik. Caranya cukup masukkan rencana perjalanan dan kota tujuan, selanjutnya biarkan Tixton mencari hotel murah meriah untuk kita inapi.



Ah, situs seperti itu kan sudah banyak. Kenapa harus Tixton?

Di sini bedanya. Di Tixton kita tidak cuma bisa memesan kamar, tapi juga menjual kembali kamar yang sudah dipesan. Katakanlah karena satu dan lain hal kita batal melakukan liburan seperti yang direncanakan. Tidak perlu khawatir biaya reservasi kamar hotel melayang karena pembatalan. Tawarkan saja kamar tersebut ke pengguna lain melalui Tixton.

Nah, ceritanya Tixton tengah mengadakan promo nih. Promo dimulai 17 Agustus lalu dan berakhir 16 November 2016 mendatang. Masih lama. Hadiahnya tiket pesawat PP dan juga uang tunai. Caranya juga gampang. Kita cukup menyusun rencana wisata impian menggunakan fitur Travel Wish Tixton.

Lalu, bagaimana cara membuat Travel Wish di Tixton?

Langkah-langkahnya kurang lebih begini. Pertama-tama pilih kota tujuan dari daftar yang disediakan, lalu sebutkan tanggal check in dan check out. Di halaman travel wish tersebut kita boleh menyebutkan nama hotel yang diinginkan lho. Lalu tentukan jenis kamar. Dan kalau kita sudah tahu berapa rate kamar hotel tersebut dari situs lain, tinggal isikan saja pada kolom yang telah disediakan.

Terakhir, klik tombol "Buat Travel Wish" yang ada di bagian paling bawah. Dan, abrakadabra! Tixton akan memberikan diskon 20% dari harga termurah yang kita temukan dari web lain. So, harga yang diberikan Tixton dijamin merupakan tarif paling murah. Boleh dibilang, Tixton merupakan cara mudah dapatkan harga TERMURAH di hotel idaman.


Karena penasaran, saya pun menjajal fitur travel wish ini. Pertama-tama saya mendaftarkan diri terlebih dahulu, kemudian menuju halaman travel wish. Tentu saja saya pilih nama Bangka dari daftar kota pilihan. Eh, ternyata ada juga nama Pemalang lho dalam daftar! #bangga

Karena saya tahu di Pangkalpinang ada Hotel Novotel, dan saya punya kenangan dengan jaringan hotel satu ini, saya tick opsi "Ya, saya ingin hotel spesifik" dan menuliskan nama Novotel. By the way, waktu diajak jalan-jalan sama Sunpride ke Lampung, saya juga diinapkan di Hotel Novotel Bandar Lampung. Lumayan mengobati kangen :)


Dari Google, saya tahu rate paling rendah untuk kamar standar di Novotel Pangkalpinang sebesar Rp631.620,- semalam. Jadi, saya masukkan angka ini di kolom yang disediakan Tixton. Setelah mencentang kotak kecil berisi pernyataan setuju pada ketentuan layanan, klik tombol biru di bagian paling bawah.

Done!

Selanjutnya bakal muncul halaman seperti di bawah ini, yang mengonfirmasi bahwa Travel Wish sudah dibuat. Selanjutnya biarkan Tixton mencarikan harga hotel termurah yang akan dikabari via email. Gampang, bukan?


Oya, berapa lama kita harus menunggu? Tidak terlalu lama kok. Hanya beberapa hari berselang akan masuk sebuah email dengan nama pengirim Genie Tixton. Judulnya langsung to the point, "Hi, kami menemukan penawaran bagus untukmu!" Tergantung kota tujuan yang diisikan pada formulir Travel Wish tadi, di dalam judul email akan tertulis nama kota tersebut.

Buka saja dan lihat kejutan apa yang diberikan oleh Genie Tixton. Dalam percobaan yang saya lakukan dengan Hotel Novotel Pangkalpinang, Tixton memberikan harga sesuai dengan yang saya minta, yakni Rp631.620,- per malam. Asyik bukan bisa menemukan hotel dengan harga sesuai yang kita inginkan?


Tunggu dulu. Kejutan dari Tixton tidak berhenti sampai di situ. Coba kita login dan buka dashboard, lalu lihat laman Travel Wish untuk info lebih detil mengenai hotel pilihan tadi.

Di laman tersebut tertera nama hotel, yakni Novotel Bangka Golf & Convention Center, beserta alamat yang terletak di Jl. Soekarno-Hatta KM 5 Pangkalpinang. Hotel berbintang lima, tipe kamar yang didapat double standard, dan keterangan bahwa pemesanan tersebut tidak termasuk sarapan pagi.

Terus di bagian paling kanan tercantum harga. Rupanya Tixton memberi diskon sebesar 16% dari harga maksimal yang saya masukkan. Jadi, dari Rp631.620,- per malam saya cukup membayar Rp600.000,- saja. Padahal harga maksimal yang saya tulis di Travel Wish saja sudah lebih rendah dari rate asli kamar, yakni Rp716.181,- semalam.

Hmmm, kalau begini caranya bisa dong berwisata lebih hemat dengan gaya dan nyaman ke kota-kota pilihan kita lainnya.


Kembali ke promosi wisata tadi. Kalau saya membeli hotel yang ditawarkan oleh Tixton berdasarkan travel wish yang dibuat, maka saya berkesempatan memenangkan tiket pesawat untuk dua orang ke bandara terdekat dari hotel tujuan. Nah, kalau saya beruntung, saya bakal mendapat tiket ke Bandara Depati Amir di Pangkalpinang.

Selain tiket, pemenang juga mendapat uang tunai sebesar Rp 5 juta sebagai uang saku. Kurang apa coba? Setiap bulan dipilih satu pemenang, dengan periode perjalanan 1 Desember 2016 sampai 28 Februari 2017.

Well, tentu saja saya berdoa semoga jadi salah satu pemenang dalam promo wisata Tixton ini. Kalau terkabul, saya bisa mewujudkan liburan impian ke Pangkalpinang. Menemui kawan lama, sekaligus menikmati keindahan alam kota bersejarah ini.

Tolong bantu doakan saya ya. Allahumma amin...

Tulisan ini diikut-sertakan dalam Lomba Blog "Liburan Impian" Tixton-Dunia Biza.


Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Pangkal_Pinang
http://jelajahsitus.blogspot.co.id/2009/02/makam-belanda-kerkhof-di-kota.html
http://www.tribunnews.com/travel/2015/07/15/bangka-botanical-garden-menikmati-agrowisata-sambil-berkuda
http://travel.detik.com/read/2013/12/02/182300/2423090/1025/bangka-botanical-garden-oase-tersembunyi-di-pulau-bangka
http://bangkabotanicalgarden.com/
https://id.wikipedia.org/wiki/Pantai_Pasir_Padi
http://bangka.tribunnews.com/2012/06/17/water-front-city-pasir-padi-tak-lama-lagi
http://www.radarbangka.co.id/berita/detail/pangkalpinang/23775/sopian-:-wfc-tetap-dilaksanakan.html
http://www.thearoengbinangproject.com/kelenteng-dewi-kwan-im-bangka/
http://bangka.tribunnews.com/2016/01/17/di-pantai-ini-terdapat-telapak-kaki-hantu
https://id.wikipedia.org/wiki/Festival_Qingming
http://jelajahsitus.blogspot.co.id/2009/02/makam-belanda-kerkhof-di-kota.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Tony_Wen
http://www.sejarawan.com/292-tony-wen-pahlawan-nasional-yang-terlupakan.html

"MAMPIRLAH sekalian ke Pangkalpinang, Ko. Kito jalan-jalan di sini," undang Ryan begitu tahu saya akan ke Palembang, pertengahan Mei lalu. Undangan yang menarik sebenarnya. Sayang sekali saya harus mengikuti agenda yang telah ditentukan pihak pengundang, sehingga tak bisa menyempatkan waktu mampir ke sana-sini. "Sori nian, Yan. Kagek lain kalilah aku mampir," balas saya.

Ryan yang nama lengkapnya Novrian Saputra adalah teman SMA saya di Muara Bulian, Jambi. Ia sebenarnya adik kelas, namun kami satu grup di band sekolah. Dia vokalis, saya pegang alat. Kontrakan saya dekat sekali dengan rumahnya, jadi kami sangat akrab karena nyaris setiap hari bermain bersama. Saya juga kenal dengan saudara-saudaranya, dan beberapa kali bertemu dengan bapak-ibunya.

Selepas SMA saya tak lagi mendengar kabar mengenai Ryan. Kami hilang kontak selama belasan tahun, sampai kemudian Facebook mempertemukan kami. Rupanya ia balik kampung ke Pulau Bangka, dan kini menjadi wakil ketua KPID setempat. Hubungan kami semakin intens semenjak Dodi Rozano yang ternyata adiknya menjadi kontestan The Voice Indonesia.

Awalnya saya tidak hirau sama sekali dengan acara The Voice Indonesia ini. Sampai suatu ketika status Ryan di Facebook membuat sikap saya berubah. Ryan rajin sekali menggalang dukungan untuk Dodi, membuat saya ikut-ikutan memberi support via media sosial.

Aih, Dodi yang itukah? Batin saya sembari mengingat-ingat masa lalu di Muara Bulian.

Semasa kami di Muara Bulian, Dodi masih sangat kecil. Kalau tak salah usianya kisaran 4-5 tahun. Yang jelas dia belum sekolah waktu itu. Dodi kecil sering saya lihat tengah bermain-main bersama teman-temannya di halaman rumah. (Baca kisah lengkapnya di posting Sekelumit Kenangan bersama Dodi Rozano).

Interaksi intens dengan Ryan dan juga Dodi setelah sangat lama tak bertegur sapa waktu itu membuat saya jadi berkhayal untuk berlibur ke Pangkalpinang. Kapan ya terwujud?


Berawal dari Timah
Dari Ryan-lah saya pertama kali mengenal Pulau Bangka, utamanya Kota Pangkalpinang. Ia sering bercerita tentang timah yang sempat jadi komoditas andalan daerah ini. Komoditas yang menjadi akar sejarah terbentuknya Kota Pangkalpinang.

Timah di Pulau Bangka sudah dieksplorasi sejak abad ke-16. Jauh sebelum bangsa Eropa mendarat di Nusantara, kongsi-kongsi asal Tiongkok sudah melakukan penambangan timah dengan seijin Sultan Palembang. Konon, timah Bangka memiliki kualitas sangat baik sehingga diminati dunia. Inilah yang mendorong Belanda menguasai Bangka.

Eksplorasi awal oleh bangsa Belanda dilakukan pada tahun 1710, dengan Muntok menjadi pusat kendali aktivitas pertambangan dan pengolahan timah.

Ketika Inggris berkuasa di Bangka, tahun 1813 East India Company menjadikan Pangkalpinang sebagai salah satu dari tujuh distrik eksplorasi timah. Enam distrik lainnya adalah Merawang, Toboali, Jebus, Klabat, Sungailiat, dan Belinyu. Sejak itulah Pangkalpinang dijuluki Kota Timah dan berkembang menjadi pusat perdagangan.

Lalu Belanda kembali berkuasa di Nusantara. Pangkalpinang dijadikan basis militer untuk menumpas perlawanan rakyat Bangka. Tahun 1913, pemerintahan kolonial Belanda memindahkan ibukota Karesidenan Bangka dari Muntok ke Pangkalpinang. Perpindahan tersebut disebabkan oleh temuan deposit timah nan melimpah di kawasan timur Bangka.

Di masa kemerdekaan, status Pangkalpinang terus berubah dari kota kecil pada tahun 1956, menjadi kotapraja dua tahun berselang, lalu berubah lagi menjadi kotamadya (1965), kotamadya daerah tingkat II (1974), sampai akhirnya ditetapkan sebagai Daerah Otonom Kota Pangkalpinang di tahun 1999.

Keberadaan Museum Timah di Pangkalpinang semakin menegaskan bahwa terbentuknya kota ini berawal dari timah. Di tempat inilah tersimpan sejarah panjang pertambangan timah sejak jaman kolonial Belanda. Benda-benda koleksi terkait aktivitas pertambangan juga ditampilkan. Mulai dari peralatan tambang jaman dulu, sampai produk-produk kerajinan berbahan timah.

Ada pula manuskrip awal penulisan sejarah Bangka. Museum juga dilengkapi dengan diorama dan lukisan-lukisan yang menggambarkan aktivitas pertambangan di jaman Belanda hingga masa modern.


Hobi selfie? Tenang, ada banyak spot menarik untuk narsis di Museum Timah. Terdapat beberapa diorama berukuran besar yang cocok dijadikan latar belakang foto. Atau bisa juga berfoto di depan lukisan besar yang menggambarkan suasana pertambangan jaman kolonial. Di bagian luar, ada lokomotif hitam di halaman depan museum yang tak kalah menarik.

Oya, Museum Timah ini merupakan satu-satunya museum tentang timah di Asia. Beberapa sumber bahkan menyebut satu-satunya di dunia. Yang pasti, bangunan buatan Belanda ini saksi kunci sejarah berdirinya Republik Indonesia. Di gedung inilah delegasi RI berunding dengan delegasi Kerajaan Belanda berkat mediasi Komisi Tiga Negara (KTN). Hasilnya adalah Perjanjian Roem-Roijen yang diteken di Jakarta pada 7 Mei 1949.

Museum Timah tak cuma didatangi oleh wisatawan lokal lho. Banyak turis asal Belanda yang berkunjung ke tempat ini karena alasan asal-usul. Ada yang nenek moyangnya pernah bekerja di perusahaan timah di Bangka, beberapa lainnya malah lahir di Bangka sebelum dibawa pulang ke Belanda.

Selain Museum Timah, turis-turis Belanda tersebut biasanya mendatangi kerkhof atau pemakaman Belanda yang terletak sekitar 2 km di selatan museum. Di sini terdapat sekitar 102 makam, sebagian besar dalam kondisi rusak. Menurut pemetaan yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jambi dan Balai Arkeologi Palembang, makam tertua berangka tahun 1800 dan yang termuda berangka tahun 1954.

Meski disebut makam Belanda, atau Pendem Belanda oleh penduduk setempat, tak semua yang dimakamkan di kerkhof ini orang Belanda. Data BP3 Jambi menyebutkan, dari sekian nisan yang bisa terbaca 25 buah diantaranya berbahasa Belanda, 10 berbahasa Jepang, dan 3 berbahasa Indonesia.

Sama halnya Museum Timah, keberadaan kerkhof di Jalan Hormen Maddati ini menjadi bukti peran strategis Pangkalpinang di masa lalu.


Bangka Botanical Garden
Masifnya aktivitas tambang timah di Bangka membuat beberapa bagian lahan di wilayah ini mengalami kerusakan parah. Kalau kita naik pesawat dan mendekati Bandara Depati Amir, terlihat bentangan alam berupa padang gersang dengan beberapa lubang besar. Tanaman sulit tumbuh akibat parahnya kerusakan tanah yang terjadi.

Sebagai bentuk kepedulian, sebuah perusahaan pertambangan timah bernama PT Dona Kembara Jaya melakukan gerakan pemulihan lahan tambang di kawasan Ketapang, Kota Pangkalpinang. Kegiatan ini diawali sejak tahun 2006, di atas lahan seluas 200 hektar.

Awalnya lokasi ini hanya untuk menanam bibit-bibit pohon yang akan dipakai mereklamasi lahan bekas tambang. Belakangan, pengelola kawasan kemudian mengembangkan lahan sebagai kompleks agrowisata terpadu. Di sini juga terdapat peternakan dan perikanan.

Lalu diperkenalkanlah Bangka Botanical Garden (BBG) sebagai destinasi wisata baru di Kota Pangkalpinang. Lahan yang dulunya rusak parah penuh lubang telah berubah menjadi kebun luas yang menyejukkan. Tempat ini segera saja menjadi favorit bagi pengunjung yang ingin merasakan ketenangan di tengah-tengah kehijauan pepohonan nan asri.

Begitu masuk ke area BBG, pengunjung disambut oleh deretan pohon cemara roro yang berjajar di kiri-kanan jalan tanah. Lebih ke dalam lagi terdapat rumah-rumah panggung berbahan kayu. Di sekitar rumah terdapat beberapa kolam berisi ikan nila, ikan mas, mujair, patin, dan kepiting.

Di bagian lain terdapat kebun buah naga. Di sini pengunjung dapat memetik buah naga yang matang langsung dari pohonnya. Mau dimakan di tempat juga boleh lho. Ada pula pohon kurma yang tumbuh subur dengan dahan-dahan menghijau. Jika sedang panen bayam, pengunjung juga boleh membeli sayur-sayuran segar tersebut untuk dibawa pulang.

Rekreasi di Bangka Botanical Garden kian lengkap dengan keberadaan kuda. Pengunjung dipersilakan menaiki kuda-kuda ini untuk mengelilingi area kebun. Pengelola menyiapkan pemandu yang siap membantu pengunjung mengendarai kuda.


Hewan lain yang dipelihara di di sini adalah sapi. Sapi jenis Friesland Holstein asli Belanda jadi populasi terbanyak. Sapi-sapi ini dibudi-dayakan sebab dikenal dapat menghasilkan susu terbaik. Pengunjung dapat menyaksikan proses pemerahan susu. Dan pada momen-momen tertentu susu-susu ini dibagikan secara gratis.

Berita baiknya, pengelola Bangka Botanical Garden tak mengutip bayaran sepeser pun pada pengunjung. Artinya, kita bisa menikmati seluruh kawasan agrowisata ini tanpa biaya. Wow!

Destinasi Liburan Impian
Sebenarnya mudah saja bagi saya untuk memenuhi undangan Ryan medio Mei lalu. Saya sudah berada di Palembang. Dari kota tersebut ada penerbangan langsung ke Pangkalpinang setiap hari. Ada pula kapal cepat dari Pelabuhan Boom Baru menuju ke Pelabuhan Muntok. Sayang disayang, waktu itu saya sudah terlanjur dibelikan tiket Palembang-Jakarta.

Keinginan mengunjungi Pangkalpinang kembali muncul saat Dodi Rozano masih bertahan di The Voice Indonesia. Saya ingin menyaksikan aksinya di atas panggung secara langsung, bukan di layar televisi atau melalui YouTube. Lagi-lagi keinginan ini gagal terwujud karena satu dan lain hal.

Hmmm, mudah-mudahan saja ada jalan lain yang mengantar saya ke Pangkalpinang. Reuni dengan Ryan bakal jadi agenda utama saya. Kami sudah tak bertemu sejak tahun 2000, alias 16 tahun lamanya! Lalu menyaksikan performa Dodi Rozano bersama Pesirah Band harus masuk daftar. Dodi sering mendapat tawaran tampil, jadi mumpung ke Pangkalpinang harus cari kesempatan untuk melihat aksinya.

Pendek kata, semua alasan di atas menjadikan Pangkalpinang sebagai destinasi liburan impian saya. Apalagi kota ini tergolong plesirable, alias punya banyak sekali destinasi wisata menarik untuk yang hobi plesir alias traveling.

Apa saja?

Penyuka keindahan alam bakal sangat dimanjakan dengan begitu banyaknya wisata pantai di kota ini. Kalau kalian pernah dibuat terpukau oleh Pantai Tanjung Tinggi dengan batu-batu granitnya dalam film Laskar Pelangi, pantai serupa itu dapat ditemui di Pangkalpinang.

Bersebelahan dengan Bangka Botanical Garden terdapat Pantai Pasir Padi. Di sini kita dapat melihat batu-batu granit nan eksotis di pantai. Ya, mirip seperti di Pantai Tanjung Tinggi yang jadi lokasi syuting Laskar Pelangi itu. Hanya ukuran batu-batunya lebih kecil.

Keunikan Pasir Pantai Padi terletak pada bentuk pasirnya. Tentu bukan tanpa alasan pantai ini dinamai Pasir Padi. Bentuk pasirnya memang seperti bulir-bulir padi yang panjang. Ini disebabkan kandungan pasir timah yang terdapat di pantai. Karenanya pasir di pantai ini lebih padat dari pantai-pantai biasanya sehingga nyaman untuk berjalan kaki, juga bisa dilalui kendaraan.

Selain menikmati pasirnya yang unik, pantainya yang landai, serta birunya air laut, pengunjung Pantai Pasir Padi dapat menyeberang ke sebuah pulau kecil nan indah bernama Pulau Punai. Pulau ini terbentuk dari bebatuan dan karang, berjarak sejauh kurang-lebih 200 meter dari bibir pantai. Jika air laut surut, kita dapat menyeberang ke Pulau Punai dengan berjalan kaki.

Yang menarik, Pemerintah Kota Pangkalpinang tengah merancang megaproyek bernama Pangkalpinang Waterfront City di Pantai Pasir Padi. Kelak, di seberang pantai bakal terdapat sebuah kota di atas daratan buatan seluas 1.700 hektar. Proyek bernilai Rp 2 triliun ini digagas sejak 2006, dan hingga kini terus digodog realisasinya.

Pasir Padi terletak sangat dekat dari Kota Pangkalpinang. Kira-kira berjarak 8 km dari pusat kota. Jadi, tidak sah mengunjungi Pangkalpinang kalau tidak main air laut di pantai ini.



Agak jauh dari kota, ada Pantai Sampur atau Pantai Samfur. Ciri khas pantai satu ini adalah keberadaan kelenteng Dewi Kwan Im, lengkap dengan patung besar sang dewi di salah satu bagian kelenteng. Kelenteng ini milik seorang tabib keturunan Tionghoa. Terdapat satu ruangan khusus pengobatan di mana sang tabib menjalankan praktik.

Satu lagi pantai di Pangkalpinang dengan ciri khas menarik adalah Pantai Tapak Antu atau Pantai Tapak Hantu. Disebut demikian karena pada bebatuan di pantai terdapat lubang-lubang berbentuk jejak kaki. Seperti jejak kaki manusia, namun berukuran lebih panjang. Penduduk setempat mempercayai bahwa lubang-lubang tersebut merupakan jejak kaki hantu. Karenanya dinamai Pantai Tapak Antu.

Tapi ada pula warga yang menamai pantai ini sebagai Pantai Tapak Dewa atau Pantai Telapak Kaki Dewa. Sebenarnya, secara administratif pantai ini berada di Desa Batu Berlubang, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah. Namun jaraknya sangat dekat dengan Kota Pangkalpinang. Jika ditarik garis lurus, Pantai Tapak Antu hanya berjarak 6 km dari Bandara Depati Amir.

Cheng Beng dan Jl. Tony Wen
Tidak lengkap rasanya membahas Pangkalpinang tanpa menyinggung komunitas Tionghoa. Kota ini sudah lekat sekali dengan etnis Tionghoa. Kita akan dengan mudah menemukan kelenteng saat berjalan-jalan menyusuri kota. Salah satunya Kelenteng Kwan Tie Miaw, kelenteng tertua di Pangkalpinang dan Pulau Bangka.

Lalu ada Pemakaman Sentosa atau Tjung Hoa Kung Mu Yen, sebuah pekuburan seluas 19.945 meter persegi. Menjadikan kompleks pemakaman ini sebagai pemakaman Tionghoa terbesar se-Asia Tenggara. Di sinilah setiap tahun diadakan tradisi Qingming, atau Cheng Beng dalam dialek etnis Hokkian yang banyak terdapat di Pangkalpinang.

Tradisi Cheng Beng menjadi highlight budaya Tionghoa di Pangkalpinang, dan Pulau Bangka pada umumnya. Dalam perayaan tahunan ini warga etnis Tionghoa asal Bangka yang merantau ke luar daerah ramai-ramai mudik. Tujuan mereka hanya satu: ziarah kubur. Cheng Beng sendiri bermakna "bersih-bersih kubur" sehingga dalam tradisi ini Pemakaman Sentosa jadi ramai luar biasa.

Konon, orang Tionghoa sudah masuk ke Pulau Bangka sejak ekspedisi Laksmana Cheng Ho di tahun 1405. Pembukaan tambang timah pada abad itu mendorong laju imigrasi tenaga-tenaga tambang asal Tiongkok. Sultan Palembang disebutkan sengaja mengimpor tenaga kerja asal suku Kejian karena keahlian mereka dalam pertambangan.

Ketika Belanda menguasai Bangka, tenaga kerja Tiongkok tetap jadi pilihan utama. Populasi etnis Tionghoa di Pulau Bangka semakin meningkat dari waktu ke waktu, sehingga mengimbangi jumlah penduduk asli Melayu. Kemudian terjadi percampuran ketika pekerja asal Tiongkok menikahi wanita-wanita pribumi.


Pengaruh Tionghoa dalam pertambangan timah di Bangka dapat dilihat dari istilah-istilah tambang yang masih umum dipakai. Ambil contoh kata ciam atau jiam dalam dialek Mandarin yang berarti pengebor. Untuk menyebut pengayak pasir timah masih digunakan kata sakan, dan lubang tambang besar disebut kolong.

Di pusat kota Pangkalpinang terdapat sebuah rumah kayu antik berusia 150 tahun, peninggalan seorang Kapitein Tionghoa bernama Lay Nam Chen. Rumah tersebut kini dihuni oleh Hongky Lay Listiyadhi, ketua Badan Warisan Bangka (Bangka Heritage Society) yang merupakan keturunan keempat sang kapiten.

Rumah-rumah antik khas Tionghoa seperti itu masih banyak ditemui di berbagai sudut Pangkalpinang. Pakemnya selalu sama, yakni sebuah rumah induk dilengkapi halaman tengah dan bagian belakang yang luas.

Jika kita berjalan-jalan di pusat Kota Pangkalpinang, maka kita akan menemui seruas jalan bernama Jl. Tony Wen. Dulu jalan tersebut dikenal sebagai Jl. Melintas. Berbarengan dengan pemberian nama tokoh perjuangan lokal Depati Amir pada bandara, nama Tony Wen pun disematkan pada Jl. Melintas.

Siapa sih Tony Wen? Nama aslinya Boen Kim To. Ia adalah putera seorang pegawai tinggi di Bangka Biliton Tin Maatschapij, perusahaan tambang timah milik Belanda. Hidup dalam keluarga berada, Tony Wen memilih ikut berjuang dalam revolusi kemerdekaan RI. Di masa itu ia berjasa menyelundupkan senjata dari Singapura untuk laskar prorepublik di Indonesia.

Sewaktu Bung Karno diasingkan ke Bangka, keluarga Tony Wen-lah yang mencukupi kebutuhan sang presiden. Di era kemerdekaan, ia sempat ditunjuk sebagai anggota Komite Olimpiade Indonesia dan pengurus PSSI. Tony Wen juga pernah menjadi anggota DPR sebagai wakil Partai Nasional Indonesia (PNI).

Tradisi Cheng Beng, rumah antik khas Tionghoa di pusat kota, serta Jl. Tony Wen hanyalah sedikit bukti dari begitu lekatnya budaya dan pengaruh Tionghoa pada Kota Pangkalpinang.


Wujudkan Liburan Impian dengan Tixton
Oke, Pangkalpinang sah masuk dalam daftar destinasi impian saya. Pertanyannya kini tinggal bagaimana dan kapan mewujudkan impian ini menjadi kenyataan. Yang terpenting, impian tak akan pernah terwujud kalau tidak direncanakan. Jadi, saya susun dulu rencananya. Atau lebih tepatnya rencana impian, hehehe.

Seperti biasa, pertama-tama saya akan mencari tahu informasi lebih lanjut mengenai kota tujuan. Di mana menginap dan berata rate-nya per malam, bagaimana transportasi dalam kota, tempat makannya seperti apa, sampai spot wifi terbaik di mana saja, dan lain-lain.

Google jadi andalan untuk mencari referensi terkait kota tujuan, dalam hal ini Pangkalpinang. Info-info mengenai promo wisata jelas saja ikut saya lahap. Dan, tara! Saya pun menemukan informasi mengenai promo wisata Tixton. Pas banget.

Tunggu dulu, nama Tixton sepertinya masih asing di telinga deh. Apaan sih ini?

Dari penelusuran di mesin pencari didapatlah keterangan kalau Tixton.com merupakan penyedia layanan booking kamar hotel online. Situs ini dapat membantu kita menemukan hotel dengan harga terbaik. Caranya cukup masukkan rencana perjalanan dan kota tujuan, selanjutnya biarkan Tixton mencari hotel murah meriah untuk kita inapi.



Ah, situs seperti itu kan sudah banyak. Kenapa harus Tixton?

Di sini bedanya. Di Tixton kita tidak cuma bisa memesan kamar, tapi juga menjual kembali kamar yang sudah dipesan. Katakanlah karena satu dan lain hal kita batal melakukan liburan seperti yang direncanakan. Tidak perlu khawatir biaya reservasi kamar hotel melayang karena pembatalan. Tawarkan saja kamar tersebut ke pengguna lain melalui Tixton.

Nah, ceritanya Tixton tengah mengadakan promo nih. Promo dimulai 17 Agustus lalu dan berakhir 16 November 2016 mendatang. Masih lama. Hadiahnya tiket pesawat PP dan juga uang tunai. Caranya juga gampang. Kita cukup menyusun rencana wisata impian menggunakan fitur Travel Wish Tixton.

Lalu, bagaimana cara membuat Travel Wish di Tixton?

Langkah-langkahnya kurang lebih begini. Pertama-tama pilih kota tujuan dari daftar yang disediakan, lalu sebutkan tanggal check in dan check out. Di halaman travel wish tersebut kita boleh menyebutkan nama hotel yang diinginkan lho. Lalu tentukan jenis kamar. Dan kalau kita sudah tahu berapa rate kamar hotel tersebut dari situs lain, tinggal isikan saja pada kolom yang telah disediakan.

Terakhir, klik tombol "Buat Travel Wish" yang ada di bagian paling bawah. Dan, abrakadabra! Tixton akan memberikan diskon 20% dari harga termurah yang kita temukan dari web lain. So, harga yang diberikan Tixton dijamin merupakan tarif paling murah. Boleh dibilang, Tixton merupakan cara mudah dapatkan harga TERMURAH di hotel idaman.


Karena penasaran, saya pun menjajal fitur travel wish ini. Pertama-tama saya mendaftarkan diri terlebih dahulu, kemudian menuju halaman travel wish. Tentu saja saya pilih nama Bangka dari daftar kota pilihan. Eh, ternyata ada juga nama Pemalang lho dalam daftar! #bangga

Karena saya tahu di Pangkalpinang ada Hotel Novotel, dan saya punya kenangan dengan jaringan hotel satu ini, saya tick opsi "Ya, saya ingin hotel spesifik" dan menuliskan nama Novotel. By the way, waktu diajak jalan-jalan sama Sunpride ke Lampung, saya juga diinapkan di Hotel Novotel Bandar Lampung. Lumayan mengobati kangen :)


Dari Google, saya tahu rate paling rendah untuk kamar standar di Novotel Pangkalpinang sebesar Rp631.620,- semalam. Jadi, saya masukkan angka ini di kolom yang disediakan Tixton. Setelah mencentang kotak kecil berisi pernyataan setuju pada ketentuan layanan, klik tombol biru di bagian paling bawah.

Done!

Selanjutnya bakal muncul halaman seperti di bawah ini, yang mengonfirmasi bahwa Travel Wish sudah dibuat. Selanjutnya biarkan Tixton mencarikan harga hotel termurah yang akan dikabari via email. Gampang, bukan?


Oya, berapa lama kita harus menunggu? Tidak terlalu lama kok. Hanya beberapa hari berselang akan masuk sebuah email dengan nama pengirim Genie Tixton. Judulnya langsung to the point, "Hi, kami menemukan penawaran bagus untukmu!" Tergantung kota tujuan yang diisikan pada formulir Travel Wish tadi, di dalam judul email akan tertulis nama kota tersebut.

Buka saja dan lihat kejutan apa yang diberikan oleh Genie Tixton. Dalam percobaan yang saya lakukan dengan Hotel Novotel Pangkalpinang, Tixton memberikan harga sesuai dengan yang saya minta, yakni Rp631.620,- per malam. Asyik bukan bisa menemukan hotel dengan harga sesuai yang kita inginkan?


Tunggu dulu. Kejutan dari Tixton tidak berhenti sampai di situ. Coba kita login dan buka dashboard, lalu lihat laman Travel Wish untuk info lebih detil mengenai hotel pilihan tadi.

Di laman tersebut tertera nama hotel, yakni Novotel Bangka Golf & Convention Center, beserta alamat yang terletak di Jl. Soekarno-Hatta KM 5 Pangkalpinang. Hotel berbintang lima, tipe kamar yang didapat double standard, dan keterangan bahwa pemesanan tersebut tidak termasuk sarapan pagi.

Terus di bagian paling kanan tercantum harga. Rupanya Tixton memberi diskon sebesar 16% dari harga maksimal yang saya masukkan. Jadi, dari Rp631.620,- per malam saya cukup membayar Rp600.000,- saja. Padahal harga maksimal yang saya tulis di Travel Wish saja sudah lebih rendah dari rate asli kamar, yakni Rp716.181,- semalam.

Hmmm, kalau begini caranya bisa dong berwisata lebih hemat dengan gaya dan nyaman ke kota-kota pilihan kita lainnya.


Kembali ke promosi wisata tadi. Kalau saya membeli hotel yang ditawarkan oleh Tixton berdasarkan travel wish yang dibuat, maka saya berkesempatan memenangkan tiket pesawat untuk dua orang ke bandara terdekat dari hotel tujuan. Nah, kalau saya beruntung, saya bakal mendapat tiket ke Bandara Depati Amir di Pangkalpinang.

Selain tiket, pemenang juga mendapat uang tunai sebesar Rp 5 juta sebagai uang saku. Kurang apa coba? Setiap bulan dipilih satu pemenang, dengan periode perjalanan 1 Desember 2016 sampai 28 Februari 2017.

Well, tentu saja saya berdoa semoga jadi salah satu pemenang dalam promo wisata Tixton ini. Kalau terkabul, saya bisa mewujudkan liburan impian ke Pangkalpinang. Menemui kawan lama, sekaligus menikmati keindahan alam kota bersejarah ini.

Tolong bantu doakan saya ya. Allahumma amin...

Tulisan ini diikut-sertakan dalam Lomba Blog "Liburan Impian" Tixton-Dunia Biza.


Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Pangkal_Pinang
http://jelajahsitus.blogspot.co.id/2009/02/makam-belanda-kerkhof-di-kota.html
http://www.tribunnews.com/travel/2015/07/15/bangka-botanical-garden-menikmati-agrowisata-sambil-berkuda
http://travel.detik.com/read/2013/12/02/182300/2423090/1025/bangka-botanical-garden-oase-tersembunyi-di-pulau-bangka
http://bangkabotanicalgarden.com/
https://id.wikipedia.org/wiki/Pantai_Pasir_Padi
http://bangka.tribunnews.com/2012/06/17/water-front-city-pasir-padi-tak-lama-lagi
http://www.radarbangka.co.id/berita/detail/pangkalpinang/23775/sopian-:-wfc-tetap-dilaksanakan.html
http://www.thearoengbinangproject.com/kelenteng-dewi-kwan-im-bangka/
http://bangka.tribunnews.com/2016/01/17/di-pantai-ini-terdapat-telapak-kaki-hantu
https://id.wikipedia.org/wiki/Festival_Qingming
http://jelajahsitus.blogspot.co.id/2009/02/makam-belanda-kerkhof-di-kota.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Tony_Wen
http://www.sejarawan.com/292-tony-wen-pahlawan-nasional-yang-terlupakan.html

Senin, 12 September 2016


OKE, ini cerita lama. Sudah beberapa pekan lalu, tapi yakinlah cerita ini masih enak dibaca. Hehehe. Jadi, ceritanya saya berkesempatan "mencicipi" kemegahan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta. Itu lho, terminal baru yang super megah itu. Katanya sih sebelas-dua belas sama Bandara Changi. Katanya...

Kesempatan terbang dari Terminal 3 Ultimate saya dapat berkat memenangkan lomba blog Sunpride di bulan Ramadhan lalu. Dua pemenang lomba tersebut, which is saya dan Teteh Lingga Permesti, diajak mengunjungi kebun buah PT Nusantara Tropical Farm di Lampung. Tentu saja naik pesawat, nggak mungkin disuruh naik bus.

Singkat cerita, setelah saling kontak dengan tiga orang berbeda dari Sunpride, saya mendapat tiket dan boarding pass untuk penerbangan di hari H: 24 Agustus 2016. Begitu buka email saya kaget campur senang. Tiket Garuda Indonesia, yeay!

Sebut saya norak, silakan saja. Tapi terbang bersama Garuda Indonesia sudah jadi obsesi saya sejak lama. Alasannya, saya supporter Liverpool FC. Lho, apa hubungannya? Ya karena Garuda pernah jadi sponsor LFC, saya jadi mencari tahu lebih banyak tentang maskapai satu ini. Mungkin teman-teman sesama fan LFC melakukan hal sama.

Kesimpulan saya, maskapai penerbangan satu ini luar biasa! Ya, kesimpulan yang telat banget karena Garuda Indonesia sudah sejak lama diakui sebagai yang terbaik di Indonesia. Di level dunia juga. Penghargaan World's Best Airline Cabin Crew yang diraih tiga tahun berturut-turut sejak 2013 membuktikan hal tersebut.

Tak perlulah saya jelaskan panjang lebar bagaimana keren dan hebatnya Garuda Indonesia. Dari harga tiket saja sudah ketahuan kok. Dan, seringkali faktor harga ini pula yang membuat saya menghindari GIA setiap kali mencari tiket pesawat. Terutama pas mau mudik ke Jambi bareng anak-istri. Padahal sebenarnya pengen sekali.

Saking pengennya naik Garuda, saya selalu booking tiket Citilink tiap kali mudik ke Jambi. Paling tidak bisa ngerasain "aroma" Garuda. Sebab di bawah nama Citilink yang ada di bodi pesawat terdapat tulisan dan logo Garuda Indonesia. Selain itu, Citilink punya promo diskon 25% untuk anak-anak. Wah, sangat membantu sekali buat bapak beranak dua ini.

Di Bandara Sultan Thaha sewaktu mudik lebaran ke Jambi di pertengahan tahun 2014. Naiknya Citilink, tapi sudah serasa naik Garuda Indonesia. Hehehe...

Lalu sewaktu mudik pada November 2015, adik bungsu saya yang kuliah di Institut Pertanian Bogor pamer, "Adik tadi naik Garuda." Terus dia ceritakan kelebihan-kelebihan Garuda yang tidak dipunyai maskapai lain. Bikin iri!

Demikianlah. Begitu tahu Sunpride membelikan tiket Garuda Indonesia untuk penerbangan ke dan dari Lampung, saya kontan menarik napas. "Wow, tiketnya Garuda!" teriak saya ke istri yang sedang menghitung pengeluaran hari itu.

Norak? Iya!

Tertahan di Gerbang Tol
Selain faktor maskapai, satu lagi yang membuat saya excite banget dengan trip bersama Sunpride adalah fakta kalau Garuda Indonesia terbangnya dari Terminal 3 Ultimate. Wuih, saya sudah ingin sekali ke terminal ini sejak teman-teman blogger yang diundang pada acara soft launching "pamer" di sosial media.

Dari foto-foto yang dibagikan kawan-kawan blogger saat itu, terlihat sekali perbedaan arsitektur Terminal 3 dengan dua terminal lama. Terkesan futuristik. Kaca-kacanya lebarnya nan transparan membuat terminal ini terkesan lega. Dan, sesungguhnya bukan cuma kesan, karena Terminal 3 Ultimate benar-benar lega alias luaaaaas sekali.

Sunpride mengambil penerbangan Jakarta-Lampung paling pagi, pukul 05.10 WIB. Saya yang sudah berada di Jakarta sejak 23 Agustus malam berencana berangkat ke bandara jam setengah empat. Tapi rencana tersebut meleset. Tanggal 24 Agustus pagi di jam itu saya malah baru terbangun. Padahal masih harus ke Slipi untuk mencari taksi.

Sesampainya di Slipi, diantar adik, dapat taksi yang pengemudinya sudah berumur pula. Pemandangan si Bapak sudah tidak jernih sehingga tidak dapat melajukan mobilnya lebih kencang. Lalu sempat ada insiden di pintu tol Cengkareng. Dengan pertimbangan antrian lebih pendek, bahkan cenderung lengang, saya sarankan Pak Sopir untuk memilih gerbang tol otomatis sembari menyodorkan kartu Indomaret Card.

Eh, bukannya lebih cepat, kami malah tertahan di pintu tol karena mesin pemindai mati. Pak Sopir sudah melakukan tugasnya dengan baik, yakni menempelkan kartu Indomaret Card saya di mesin. Lampu indikator gerbang tol juga sudah menyala hijau. Tapi cuma sekedipan mata, untuk kemudian menjadi merah lagi. Tak ada struk keluar, penghalang gerbang tol tak mengangkat, sehingga kami tertahan.

Si Bapak mencoba 2-3 kali lagi. Hasilnya sama. Entah apakah saldo Indomaret Card saya terpotong sebanyak 3-4 kali atau tidak, yang jelas kami tetap tak bisa melewati gerbang tersebut. Pak Sopir memundurkan mobilnya, berusaha menuju ke gerbang manual. Tapi deretan mobil yang sudah berada di jalur gerbang tol otomatis membuat mobil tak bisa mundur lebih jauh.

Parade klakson sontak terjadi. Khas Jakarta. Saling sahut-menyahut, meminta kami minggir dari jalur. Seorang penjaga pintu tol manual mendatangi kami dan bertanya apa yang terjadi. Si Bapak menjawab seperlunya.

Karena datang mepet waktu penerbangan, saya nggak sempat selfie cantik seperti ini, Hiks. Foto: Lingga Permesti

"Saldonya habis kali, Pak," kata si petugas pintu tol.

Saya yang menjawab dari dalam, tanpa menurunkan kaca pintu belakang. "Nggak, kok, saldonya masih banyak." Ya, saldonya kalau cuma untuk bayar tol Cengkareng saja bisa bolak-balik belasan kali.

Dibantu petugas tol tersebut kami kemudian pindah ke gerbang otomatis satunya. Dan.... sukses! Ternyata gerbang sebelumnya memang tidak berfungsi. Saya lihat ada mobil lain yang juga tertahan seperti kami tadi.

Terminal Melelahkan
Sejak berangkat dari Pemalang saya sudah membayangkan bakal selfie-selfie cantik dulu di Terminal 3 Ultimate sebelum boarding. Tapi karena bangun kesiangan dari jadwal, ditambah insiden di gerbang tol otomatis di atas membuat rencana tersebut batal. Terlebih lokasi Terminal 3 lebih jauh dari bandara lain.

Saya sampai di bandara jam setengah lima lewat. Hanya punya waktu kurang-lebih setengah jam untuk check in dan kemudian boarding. So, jangankan untuk selfie-selfie cantik, merekam video-pun asal-asalan. Sembari jalan saja karena benar-benar running out of time.

Di pintu masuk saja sudah antri. Sampai di dalam saya celingak-celinguk mencari letak loket check in. Wuih, jaraknya dengan gerbang tempat saya masuk ternyata lumayan jauh. Sudah itu saya salah masuk konter. Karena antriannya lebih pendek, saya berbaris di konter yang ternyata khusus member Garuda Miles. Aduh, Mak! Hahaha...

Check in juga butuh waktu tidak sebentar. Antriannya kira-kira membutuhkan waktu 6-7 menit. Lalu kembali celingak-celinguk mencari gate untuk boarding yang ternyata harus jalan lagi lumayan jauh, turun satu lantai ke bawah. Tapi itu belum seberapa, sebab penumpang ke Bandar Lampung berangkat dari Gate 15. Ini letaknya di ujung!

Saya tak sempat menghitung, tapi menurut Teh Lingga di post-nya ini jarak ke Gate 15 kira-kira satu kilometer. Waw! Ketika bertemu petugas Garuda yang mengecek calon penumpang di area ruang tunggu, rupanya penerbangan saya sudah boarding. Si Petugas saya dengar menyebut-nyebut nama saya di handie talkie yang ia pegang. Alhasil, saya pun jalan cepat menuju ke Gate 15.

Baru foto-foto setelah ada di dalam pesawat. Itupun yang difoto orang lain, hehehe...

Entah berapa menit berjalan cepat, akhirnya sampai juga di Gate 15. Pemandangan di sana membuat saya geleng-geleng kepala. Antrian panjang! Untunglah ternyata banyak calon penumpang yang salah antrian. Harusnya di barisan satunya karena beda jurusan, tapi ikut antri di barisan ke Bandar Lampung.

Oya, di post-nya Teh Lingga bercerita kalau hape saya mati. Sebenarnya bukan hapenya yang mati, tapi sinyalnya tidak ada. Itu sebabnya saya tidak tahu kalau Teh Lingga, Mbak Evrina Budiastuti, Mbak Ulan (admin sosial media Sunpride), dan Mas Deddy (person in charge) mengontak saya lewat chat dan call WhatsApp, juga telepon.

Saya baru tahu siapa saja teman-teman satu rombongan ke Lampung saat sudah duduk di dalam pesawat. Sewaktu saya menaruh tas ke bagasi, saya lihat mas-mas berkumis di kursi sebelah memandangi saya. Tapi ia baru bertanya setelah saya memasang sabuk pengaman.

"Mas Eko ya?" tanya Mas Deddy.

Saya mengiyakan. Di situlah saya baru tahu kalau ternyata sejak tadi banyak yang mencari-cari saya. Pasalnya, dari semua anggota rombongan cuma saya seorang yang tidak bisa dihubungi sehingga tidak diketahui di mana posisinya. Dari chat grup WhatsApp yang baru saya tahu sehari setelahnya, rupanya Mbak Ulan sudah memonitor seluruh peserta blogger dan sosial media sejak jam empat pagi.

Tak lama kemudian, Mbak Evrina, Teh Lingga, dan Mbak Ulan masuk pesawat. Saya langsung dapat pukulan gemas plus wajah kesal dari Mbak Evrina. Maafkan, saya sama sekali tidak tahu sudah membuat mereka kebingungan di ruang tunggu. Hihihi.

Oke, semua penumpang sudah masuk pesawat. Pilot sudah menyampaikan ucapan selamat datang. Waktunya terbang ke Bandar Lampung. Bye-bye, Terminal 3 Ultimate. Terima kasih sudah membuatku serasa berolahraga pagi itu.



Catatan: Foto paling atas hasil jepretan Teh Lingga Permesti (www.dunialingga.com).


OKE, ini cerita lama. Sudah beberapa pekan lalu, tapi yakinlah cerita ini masih enak dibaca. Hehehe. Jadi, ceritanya saya berkesempatan "mencicipi" kemegahan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta. Itu lho, terminal baru yang super megah itu. Katanya sih sebelas-dua belas sama Bandara Changi. Katanya...

Kesempatan terbang dari Terminal 3 Ultimate saya dapat berkat memenangkan lomba blog Sunpride di bulan Ramadhan lalu. Dua pemenang lomba tersebut, which is saya dan Teteh Lingga Permesti, diajak mengunjungi kebun buah PT Nusantara Tropical Farm di Lampung. Tentu saja naik pesawat, nggak mungkin disuruh naik bus.

Singkat cerita, setelah saling kontak dengan tiga orang berbeda dari Sunpride, saya mendapat tiket dan boarding pass untuk penerbangan di hari H: 24 Agustus 2016. Begitu buka email saya kaget campur senang. Tiket Garuda Indonesia, yeay!

Sebut saya norak, silakan saja. Tapi terbang bersama Garuda Indonesia sudah jadi obsesi saya sejak lama. Alasannya, saya supporter Liverpool FC. Lho, apa hubungannya? Ya karena Garuda pernah jadi sponsor LFC, saya jadi mencari tahu lebih banyak tentang maskapai satu ini. Mungkin teman-teman sesama fan LFC melakukan hal sama.

Kesimpulan saya, maskapai penerbangan satu ini luar biasa! Ya, kesimpulan yang telat banget karena Garuda Indonesia sudah sejak lama diakui sebagai yang terbaik di Indonesia. Di level dunia juga. Penghargaan World's Best Airline Cabin Crew yang diraih tiga tahun berturut-turut sejak 2013 membuktikan hal tersebut.

Tak perlulah saya jelaskan panjang lebar bagaimana keren dan hebatnya Garuda Indonesia. Dari harga tiket saja sudah ketahuan kok. Dan, seringkali faktor harga ini pula yang membuat saya menghindari GIA setiap kali mencari tiket pesawat. Terutama pas mau mudik ke Jambi bareng anak-istri. Padahal sebenarnya pengen sekali.

Saking pengennya naik Garuda, saya selalu booking tiket Citilink tiap kali mudik ke Jambi. Paling tidak bisa ngerasain "aroma" Garuda. Sebab di bawah nama Citilink yang ada di bodi pesawat terdapat tulisan dan logo Garuda Indonesia. Selain itu, Citilink punya promo diskon 25% untuk anak-anak. Wah, sangat membantu sekali buat bapak beranak dua ini.

Di Bandara Sultan Thaha sewaktu mudik lebaran ke Jambi di pertengahan tahun 2014. Naiknya Citilink, tapi sudah serasa naik Garuda Indonesia. Hehehe...

Lalu sewaktu mudik pada November 2015, adik bungsu saya yang kuliah di Institut Pertanian Bogor pamer, "Adik tadi naik Garuda." Terus dia ceritakan kelebihan-kelebihan Garuda yang tidak dipunyai maskapai lain. Bikin iri!

Demikianlah. Begitu tahu Sunpride membelikan tiket Garuda Indonesia untuk penerbangan ke dan dari Lampung, saya kontan menarik napas. "Wow, tiketnya Garuda!" teriak saya ke istri yang sedang menghitung pengeluaran hari itu.

Norak? Iya!

Tertahan di Gerbang Tol
Selain faktor maskapai, satu lagi yang membuat saya excite banget dengan trip bersama Sunpride adalah fakta kalau Garuda Indonesia terbangnya dari Terminal 3 Ultimate. Wuih, saya sudah ingin sekali ke terminal ini sejak teman-teman blogger yang diundang pada acara soft launching "pamer" di sosial media.

Dari foto-foto yang dibagikan kawan-kawan blogger saat itu, terlihat sekali perbedaan arsitektur Terminal 3 dengan dua terminal lama. Terkesan futuristik. Kaca-kacanya lebarnya nan transparan membuat terminal ini terkesan lega. Dan, sesungguhnya bukan cuma kesan, karena Terminal 3 Ultimate benar-benar lega alias luaaaaas sekali.

Sunpride mengambil penerbangan Jakarta-Lampung paling pagi, pukul 05.10 WIB. Saya yang sudah berada di Jakarta sejak 23 Agustus malam berencana berangkat ke bandara jam setengah empat. Tapi rencana tersebut meleset. Tanggal 24 Agustus pagi di jam itu saya malah baru terbangun. Padahal masih harus ke Slipi untuk mencari taksi.

Sesampainya di Slipi, diantar adik, dapat taksi yang pengemudinya sudah berumur pula. Pemandangan si Bapak sudah tidak jernih sehingga tidak dapat melajukan mobilnya lebih kencang. Lalu sempat ada insiden di pintu tol Cengkareng. Dengan pertimbangan antrian lebih pendek, bahkan cenderung lengang, saya sarankan Pak Sopir untuk memilih gerbang tol otomatis sembari menyodorkan kartu Indomaret Card.

Eh, bukannya lebih cepat, kami malah tertahan di pintu tol karena mesin pemindai mati. Pak Sopir sudah melakukan tugasnya dengan baik, yakni menempelkan kartu Indomaret Card saya di mesin. Lampu indikator gerbang tol juga sudah menyala hijau. Tapi cuma sekedipan mata, untuk kemudian menjadi merah lagi. Tak ada struk keluar, penghalang gerbang tol tak mengangkat, sehingga kami tertahan.

Si Bapak mencoba 2-3 kali lagi. Hasilnya sama. Entah apakah saldo Indomaret Card saya terpotong sebanyak 3-4 kali atau tidak, yang jelas kami tetap tak bisa melewati gerbang tersebut. Pak Sopir memundurkan mobilnya, berusaha menuju ke gerbang manual. Tapi deretan mobil yang sudah berada di jalur gerbang tol otomatis membuat mobil tak bisa mundur lebih jauh.

Parade klakson sontak terjadi. Khas Jakarta. Saling sahut-menyahut, meminta kami minggir dari jalur. Seorang penjaga pintu tol manual mendatangi kami dan bertanya apa yang terjadi. Si Bapak menjawab seperlunya.

Karena datang mepet waktu penerbangan, saya nggak sempat selfie cantik seperti ini, Hiks. Foto: Lingga Permesti

"Saldonya habis kali, Pak," kata si petugas pintu tol.

Saya yang menjawab dari dalam, tanpa menurunkan kaca pintu belakang. "Nggak, kok, saldonya masih banyak." Ya, saldonya kalau cuma untuk bayar tol Cengkareng saja bisa bolak-balik belasan kali.

Dibantu petugas tol tersebut kami kemudian pindah ke gerbang otomatis satunya. Dan.... sukses! Ternyata gerbang sebelumnya memang tidak berfungsi. Saya lihat ada mobil lain yang juga tertahan seperti kami tadi.

Terminal Melelahkan
Sejak berangkat dari Pemalang saya sudah membayangkan bakal selfie-selfie cantik dulu di Terminal 3 Ultimate sebelum boarding. Tapi karena bangun kesiangan dari jadwal, ditambah insiden di gerbang tol otomatis di atas membuat rencana tersebut batal. Terlebih lokasi Terminal 3 lebih jauh dari bandara lain.

Saya sampai di bandara jam setengah lima lewat. Hanya punya waktu kurang-lebih setengah jam untuk check in dan kemudian boarding. So, jangankan untuk selfie-selfie cantik, merekam video-pun asal-asalan. Sembari jalan saja karena benar-benar running out of time.

Di pintu masuk saja sudah antri. Sampai di dalam saya celingak-celinguk mencari letak loket check in. Wuih, jaraknya dengan gerbang tempat saya masuk ternyata lumayan jauh. Sudah itu saya salah masuk konter. Karena antriannya lebih pendek, saya berbaris di konter yang ternyata khusus member Garuda Miles. Aduh, Mak! Hahaha...

Check in juga butuh waktu tidak sebentar. Antriannya kira-kira membutuhkan waktu 6-7 menit. Lalu kembali celingak-celinguk mencari gate untuk boarding yang ternyata harus jalan lagi lumayan jauh, turun satu lantai ke bawah. Tapi itu belum seberapa, sebab penumpang ke Bandar Lampung berangkat dari Gate 15. Ini letaknya di ujung!

Saya tak sempat menghitung, tapi menurut Teh Lingga di post-nya ini jarak ke Gate 15 kira-kira satu kilometer. Waw! Ketika bertemu petugas Garuda yang mengecek calon penumpang di area ruang tunggu, rupanya penerbangan saya sudah boarding. Si Petugas saya dengar menyebut-nyebut nama saya di handie talkie yang ia pegang. Alhasil, saya pun jalan cepat menuju ke Gate 15.

Baru foto-foto setelah ada di dalam pesawat. Itupun yang difoto orang lain, hehehe...

Entah berapa menit berjalan cepat, akhirnya sampai juga di Gate 15. Pemandangan di sana membuat saya geleng-geleng kepala. Antrian panjang! Untunglah ternyata banyak calon penumpang yang salah antrian. Harusnya di barisan satunya karena beda jurusan, tapi ikut antri di barisan ke Bandar Lampung.

Oya, di post-nya Teh Lingga bercerita kalau hape saya mati. Sebenarnya bukan hapenya yang mati, tapi sinyalnya tidak ada. Itu sebabnya saya tidak tahu kalau Teh Lingga, Mbak Evrina Budiastuti, Mbak Ulan (admin sosial media Sunpride), dan Mas Deddy (person in charge) mengontak saya lewat chat dan call WhatsApp, juga telepon.

Saya baru tahu siapa saja teman-teman satu rombongan ke Lampung saat sudah duduk di dalam pesawat. Sewaktu saya menaruh tas ke bagasi, saya lihat mas-mas berkumis di kursi sebelah memandangi saya. Tapi ia baru bertanya setelah saya memasang sabuk pengaman.

"Mas Eko ya?" tanya Mas Deddy.

Saya mengiyakan. Di situlah saya baru tahu kalau ternyata sejak tadi banyak yang mencari-cari saya. Pasalnya, dari semua anggota rombongan cuma saya seorang yang tidak bisa dihubungi sehingga tidak diketahui di mana posisinya. Dari chat grup WhatsApp yang baru saya tahu sehari setelahnya, rupanya Mbak Ulan sudah memonitor seluruh peserta blogger dan sosial media sejak jam empat pagi.

Tak lama kemudian, Mbak Evrina, Teh Lingga, dan Mbak Ulan masuk pesawat. Saya langsung dapat pukulan gemas plus wajah kesal dari Mbak Evrina. Maafkan, saya sama sekali tidak tahu sudah membuat mereka kebingungan di ruang tunggu. Hihihi.

Oke, semua penumpang sudah masuk pesawat. Pilot sudah menyampaikan ucapan selamat datang. Waktunya terbang ke Bandar Lampung. Bye-bye, Terminal 3 Ultimate. Terima kasih sudah membuatku serasa berolahraga pagi itu.



Catatan: Foto paling atas hasil jepretan Teh Lingga Permesti (www.dunialingga.com).

Rabu, 07 September 2016


SEKARANG apa sih yang nggak dijual di internet? Pertanyaan ini mengingatkan saya pada Anne Ahira, seorang internet marketer kondang di jamannya. Suatu waktu di mana internet masih jadi barang mewah di Indonesia, ia pernah mengatakan kalau kelak apa saja bakal dijual secara online.

Untuk mendukung ucapannya itu Anne menceritakan pengalamannya menjual kuda. Ya, jual seekor kuda hidup lewat internet. Menariknya lagi, kuda itu bukan miliknya. Ia hanya menghubungkan penjual dengan pembeli, atau istilah populernya jadi makelar alias calo.

Terbukti, sekarang banyak sekali toko online yang menjual berbagai macam barang di dunia maya. Mulai dari sepatu sampai topi, dari lauk makan sampai peralatan masak, dan belakangan kendaraan seperti sepeda motor dan bahkan mobil pun bisa dibeli secara online. Ya, sekarang mencari mobil semudah menggerak-gerakkan mouse.

Saya jadi teringat sewaktu adik ipar membeli mobil pertamanya beberapa tahun lalu. Dengan dana terbatas, ia mencari mobil second yang harganya terjangkau. Tapi juga tidak terlalu kecil agar bisa membawa seluruh anggota keluarganya yang berjumlah empat orang. Untuk itu ia meminta bantuan suami adik istrinya di Semarang.

Kenapa Semarang? Karena kota sebesar Semarang menawarkan pilihan lebih banyak ketimbang Pemalang. Juga, karena yang bisa dipercaya mencarikan mobil tinggalnya di Semarang.

Jadi, adik ipar saya menceritakan mobil yang ia butuhkan dan budget yang dipunyai. Lalu suami adik istrinya itu mencarikan mobil sesuai kriteria dari berbagai dealer mobil bekas. Begitu dapat info mobil yang kira-kira sesuai, mereka kontak-kontakan via handphone. Begitu terus sampai akhirnya didapatlah sebuah mobil yang sreg di hati sekaligus di kantong.

Proses ini lumayan lama. Sebabnya, suami-adik-istri adik-ipar-saya (bingung nggak sih? :D) itu mencari-cari mobil dari satu dealer ke dealer lain di seantero Semarang, juga menampung info dari teman-temannya. Kurang-lebih dua pekan. Belum termasuk menunggu mobil yang sudah dibeli itu dikirim.

Portal Otomotif No. 1
Saya jadi berandai-andai, kalau saja adik ipar saya cari mobil via online tentu bisa lebih praktis dan hemat biaya. Tak perlu menunggu lama untuk mencari-cari mobil dari satu penjual ke penjual lain. Tak perlu menghabiskan banyak pulsa untuk telepon. Yang terpenting ia bisa memilih sendiri tipe mobil yang diinginkan sesuai budget-nya, tidak menyerahkan pilihan pada orang lain.

Ya, sekarang mencari mobil semudah menghitung 1, 2, 3. Dengan bantuan internet, kita dapat melihat-lihat berbagai macam pilihan mobil dari sekian banyak penjual. Tak cuma itu, proses pembelian pun bisa dilakukan secara online. Semuanya cukup dilakukan di depan monitor komputer atau smartphone, serta tanpa perlu meninggalkan rumah.

"Tapi kan beli mobil di internet rawan penipuan? Ini urusannya duit banyak lho..." Kalau alasannya itu, maka carilah situs jual-beli mobil yang terpercaya.


Salah satu rujukan mencari mobil di dunia maya adalah Mobil123.com. Web ini mempunyai tagline "Portal Otomotif No. 1." Bukan sekedar slogan kosong karena Mobil123.com merupakan portal terbesar dan terpecaya yang menghubungkan penjual dan pembeli mobil.

Di portal ini kita dapat mencari berbagai mobil sesuai kebutuhan. Mau cari mobil berdasarkan tipe dan kelasnya atau merek tertentu, semua bisa dilakukan di Mobil123.com semudah memindah kursor. Bagi pembeli dengan budget tinggi terdapat pilihan mobil-mobil baru dari berbagai dealer ternama. Yang mencari mobil bekas tak perlu minder, sebab opsinya tak kalah banyak.

Oya, Mobil123 merupakan portal di bawah grup media otomotif terbesar dan terkuat di Asia Tenggara, yakni iCar Asia. Selain Mobil123, iCar Asia juga mempunyai portal otomotif lain di Indonesia, Otospirit.com. Web terakhir diposisikan sebagai portal otomotif dan gaya hidup modern, dan sejauh ini memiliki perkembangan luar biasa.

Tak hanya di Indonesia, iCar Asia juga beroperasi di Malaysia dengan web Carlist.my. Di Thailand sendiri grup ini mengelola tiga portal sekaligus: Thaicar.com, Autospinn.com, dan One2Car.

Berkantor pusat di Kuala Lumpur, iCar Asia adalah pemimpin pasar di dunia pasar iklan online otomotif yang berkembang pesat di kawasan ASEAN. Saat ini, seluruh portal yang dikelola grup tersebut mencapai lebih dari 4,8 juta pembeli mobil dan penggemar setiap bulan di wilayah Asia Tenggara.

Kucuran Investasi Baru
Meski tengah menjadi pemimpin pasar di Asia Tenggara, iCar Asia bertekad terus melakukan inovasi guna memberikan kenyamanan pada para konsumen dan mitranya. Ini disampaikan oleh Chief Executive iCar Asia Hamish Stone (foto bawah) dalam pernyataan resmi perusahaan.

"Kami sadar bahwa kami harus meningkatkan investasi di Teknologi, Marketing dan Peningkatkan SDM (Sumberdaya Manusia), untuk menggali potensi yang dimiliki oleh iCar Asia dalam beberapa tahun mendatang,” kata Stone.


Tekad tersebut didukung dengan masuknya kucuran investasi baru senilai 22,5 juta dolar Australia belum lama ini. Dengan nilai tukar sebesar Rp10.043 per AUS$ 1, angka tersebut hanya kurang sedikit dari Rp 226 milyar. Tepatnya Rp225.967.482.000.

Jumlah tersebut diperoleh dari penerbitan 54.687.500 lembar saham bernilai AUS$ 17,5 juta (sekitar Rp 230 miliar), di mana Bell Poter Securites bertindak selaku Lead Manager sekaligus Penjamin Emisi. Tambahan dana didapat dari Catcha Group selaku pemegang saham terbesar iCar Asia Limited (28,55%) yang berkomitmen menambah investasi sampai AUS$ 5 juta. Lalu non-executive director Syed Khalil Syed Ibrahim mengusulkan untuk membeli saham senilai AUS$ 500.000.

Kucuran dana segar inilah yang akan dipergunakan oleh iCar Asia untuk melakukan berbagai terobosan. Di Indonesia sendiri beberapa pengembangan Teknologi yang sudah diluncurkan dan dapat dinikmati oleh pengguna web Mobil123.com adalah SI JARI. Ini adalah satu platform khusus bagi para dealer mitra untuk mengatur inventori dagangannya.

Layanan kedua adalah fitur Live Chat yang menghubungkan pengunjung Mobil123 dengan tim Customer Support secara real time. Pelayanan Live Chat tersedia setiap hari, dari Senin sampai Ahad, mulai jam 08.30 WIB sampai dengan 18.00 WIB.

Dari sisi Marketing, langkah yang terus diljalankan adalah memberi edukasi kepada dealer-dealer yang tergabung dalam marketplace Mobil123. Para dealer diberikan pengetahuan seputar pemanfaatan sistem internet terutama dalam memaksimalkan fitur-fitur yang ada di Mobill123.com guna melancarkan bisnis mereka, sekaligus meningkatkan pelayanan pada pembeli.

Terakhir, pengembangan di sektor SDM dilakukan dengan cara merekrut karyawan-karyawan berkualitas dengan integritas tinggi, serta mengedukasi mitra-mitra dealer dan penjual mobil. Dengan tambahan tenaga profesional mumpuni, perusahaan yang terdaftar di indeks Australian Securities Exchange ini dapat fokus dalam pengembangan portal-portal otomotif terdepan di Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Oya, dalam waktu dekat iCar Asia akan merilis dua produk baru lho. Kedua produk ini dimaksudkan agar dapat memberi nilai tambah serta kemudahan bagi para penggunanya. Apa itu? Kita tunggu saja.

Kredit foto:
1. Daihatsu Xenia di salah satu bazaar mobil bekas.
2. Empat SPG dengan banner Mobil123, foto dari Mobil123.com.
3. Hamish Stone, foto dari press release Mobil123.com.


SEKARANG apa sih yang nggak dijual di internet? Pertanyaan ini mengingatkan saya pada Anne Ahira, seorang internet marketer kondang di jamannya. Suatu waktu di mana internet masih jadi barang mewah di Indonesia, ia pernah mengatakan kalau kelak apa saja bakal dijual secara online.

Untuk mendukung ucapannya itu Anne menceritakan pengalamannya menjual kuda. Ya, jual seekor kuda hidup lewat internet. Menariknya lagi, kuda itu bukan miliknya. Ia hanya menghubungkan penjual dengan pembeli, atau istilah populernya jadi makelar alias calo.

Terbukti, sekarang banyak sekali toko online yang menjual berbagai macam barang di dunia maya. Mulai dari sepatu sampai topi, dari lauk makan sampai peralatan masak, dan belakangan kendaraan seperti sepeda motor dan bahkan mobil pun bisa dibeli secara online. Ya, sekarang mencari mobil semudah menggerak-gerakkan mouse.

Saya jadi teringat sewaktu adik ipar membeli mobil pertamanya beberapa tahun lalu. Dengan dana terbatas, ia mencari mobil second yang harganya terjangkau. Tapi juga tidak terlalu kecil agar bisa membawa seluruh anggota keluarganya yang berjumlah empat orang. Untuk itu ia meminta bantuan suami adik istrinya di Semarang.

Kenapa Semarang? Karena kota sebesar Semarang menawarkan pilihan lebih banyak ketimbang Pemalang. Juga, karena yang bisa dipercaya mencarikan mobil tinggalnya di Semarang.

Jadi, adik ipar saya menceritakan mobil yang ia butuhkan dan budget yang dipunyai. Lalu suami adik istrinya itu mencarikan mobil sesuai kriteria dari berbagai dealer mobil bekas. Begitu dapat info mobil yang kira-kira sesuai, mereka kontak-kontakan via handphone. Begitu terus sampai akhirnya didapatlah sebuah mobil yang sreg di hati sekaligus di kantong.

Proses ini lumayan lama. Sebabnya, suami-adik-istri adik-ipar-saya (bingung nggak sih? :D) itu mencari-cari mobil dari satu dealer ke dealer lain di seantero Semarang, juga menampung info dari teman-temannya. Kurang-lebih dua pekan. Belum termasuk menunggu mobil yang sudah dibeli itu dikirim.

Portal Otomotif No. 1
Saya jadi berandai-andai, kalau saja adik ipar saya cari mobil via online tentu bisa lebih praktis dan hemat biaya. Tak perlu menunggu lama untuk mencari-cari mobil dari satu penjual ke penjual lain. Tak perlu menghabiskan banyak pulsa untuk telepon. Yang terpenting ia bisa memilih sendiri tipe mobil yang diinginkan sesuai budget-nya, tidak menyerahkan pilihan pada orang lain.

Ya, sekarang mencari mobil semudah menghitung 1, 2, 3. Dengan bantuan internet, kita dapat melihat-lihat berbagai macam pilihan mobil dari sekian banyak penjual. Tak cuma itu, proses pembelian pun bisa dilakukan secara online. Semuanya cukup dilakukan di depan monitor komputer atau smartphone, serta tanpa perlu meninggalkan rumah.

"Tapi kan beli mobil di internet rawan penipuan? Ini urusannya duit banyak lho..." Kalau alasannya itu, maka carilah situs jual-beli mobil yang terpercaya.


Salah satu rujukan mencari mobil di dunia maya adalah Mobil123.com. Web ini mempunyai tagline "Portal Otomotif No. 1." Bukan sekedar slogan kosong karena Mobil123.com merupakan portal terbesar dan terpecaya yang menghubungkan penjual dan pembeli mobil.

Di portal ini kita dapat mencari berbagai mobil sesuai kebutuhan. Mau cari mobil berdasarkan tipe dan kelasnya atau merek tertentu, semua bisa dilakukan di Mobil123.com semudah memindah kursor. Bagi pembeli dengan budget tinggi terdapat pilihan mobil-mobil baru dari berbagai dealer ternama. Yang mencari mobil bekas tak perlu minder, sebab opsinya tak kalah banyak.

Oya, Mobil123 merupakan portal di bawah grup media otomotif terbesar dan terkuat di Asia Tenggara, yakni iCar Asia. Selain Mobil123, iCar Asia juga mempunyai portal otomotif lain di Indonesia, Otospirit.com. Web terakhir diposisikan sebagai portal otomotif dan gaya hidup modern, dan sejauh ini memiliki perkembangan luar biasa.

Tak hanya di Indonesia, iCar Asia juga beroperasi di Malaysia dengan web Carlist.my. Di Thailand sendiri grup ini mengelola tiga portal sekaligus: Thaicar.com, Autospinn.com, dan One2Car.

Berkantor pusat di Kuala Lumpur, iCar Asia adalah pemimpin pasar di dunia pasar iklan online otomotif yang berkembang pesat di kawasan ASEAN. Saat ini, seluruh portal yang dikelola grup tersebut mencapai lebih dari 4,8 juta pembeli mobil dan penggemar setiap bulan di wilayah Asia Tenggara.

Kucuran Investasi Baru
Meski tengah menjadi pemimpin pasar di Asia Tenggara, iCar Asia bertekad terus melakukan inovasi guna memberikan kenyamanan pada para konsumen dan mitranya. Ini disampaikan oleh Chief Executive iCar Asia Hamish Stone (foto bawah) dalam pernyataan resmi perusahaan.

"Kami sadar bahwa kami harus meningkatkan investasi di Teknologi, Marketing dan Peningkatkan SDM (Sumberdaya Manusia), untuk menggali potensi yang dimiliki oleh iCar Asia dalam beberapa tahun mendatang,” kata Stone.


Tekad tersebut didukung dengan masuknya kucuran investasi baru senilai 22,5 juta dolar Australia belum lama ini. Dengan nilai tukar sebesar Rp10.043 per AUS$ 1, angka tersebut hanya kurang sedikit dari Rp 226 milyar. Tepatnya Rp225.967.482.000.

Jumlah tersebut diperoleh dari penerbitan 54.687.500 lembar saham bernilai AUS$ 17,5 juta (sekitar Rp 230 miliar), di mana Bell Poter Securites bertindak selaku Lead Manager sekaligus Penjamin Emisi. Tambahan dana didapat dari Catcha Group selaku pemegang saham terbesar iCar Asia Limited (28,55%) yang berkomitmen menambah investasi sampai AUS$ 5 juta. Lalu non-executive director Syed Khalil Syed Ibrahim mengusulkan untuk membeli saham senilai AUS$ 500.000.

Kucuran dana segar inilah yang akan dipergunakan oleh iCar Asia untuk melakukan berbagai terobosan. Di Indonesia sendiri beberapa pengembangan Teknologi yang sudah diluncurkan dan dapat dinikmati oleh pengguna web Mobil123.com adalah SI JARI. Ini adalah satu platform khusus bagi para dealer mitra untuk mengatur inventori dagangannya.

Layanan kedua adalah fitur Live Chat yang menghubungkan pengunjung Mobil123 dengan tim Customer Support secara real time. Pelayanan Live Chat tersedia setiap hari, dari Senin sampai Ahad, mulai jam 08.30 WIB sampai dengan 18.00 WIB.

Dari sisi Marketing, langkah yang terus diljalankan adalah memberi edukasi kepada dealer-dealer yang tergabung dalam marketplace Mobil123. Para dealer diberikan pengetahuan seputar pemanfaatan sistem internet terutama dalam memaksimalkan fitur-fitur yang ada di Mobill123.com guna melancarkan bisnis mereka, sekaligus meningkatkan pelayanan pada pembeli.

Terakhir, pengembangan di sektor SDM dilakukan dengan cara merekrut karyawan-karyawan berkualitas dengan integritas tinggi, serta mengedukasi mitra-mitra dealer dan penjual mobil. Dengan tambahan tenaga profesional mumpuni, perusahaan yang terdaftar di indeks Australian Securities Exchange ini dapat fokus dalam pengembangan portal-portal otomotif terdepan di Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Oya, dalam waktu dekat iCar Asia akan merilis dua produk baru lho. Kedua produk ini dimaksudkan agar dapat memberi nilai tambah serta kemudahan bagi para penggunanya. Apa itu? Kita tunggu saja.

Kredit foto:
1. Daihatsu Xenia di salah satu bazaar mobil bekas.
2. Empat SPG dengan banner Mobil123, foto dari Mobil123.com.
3. Hamish Stone, foto dari press release Mobil123.com.

Senin, 05 September 2016


SEMARANG terang-terang tanah saat kereta Tawang Jaya yang saya naiki dari Jakarta masuk ke Stasiun Semarangponcol, Ahad (28/8/2016) lalu. Kabut masih mengambang di udara, menyisipkan rasa dingin. Toh, stasiun sudah ramai pagi itu. Bangku-bangku di ruang tunggu penuh oleh calon penumpang.

Karena masih pagi, saya sempatkan diri mampir ke toilet lalu masuk musala stasiun. Seorang bapak berjenggot rapi mengajak saya salat Subuh berjamaah. Selesai menunaikan dua rakaat saya bergegas ke ruang boarding, mencari colokan listrik. Baterai hape hampir habis. Padahal saya bakal mengandalkan hape tersebut untuk memesan ojek online dan melihat peta.

Kira-kira jam delapan kurang sedikit saya keluar dari stasiun. Saya ke Semarang untuk mengikuti seminar bertema traveling yang diadakan oleh SunLife Financial. Berhubung acaranya dimulai siang, saya berniat menghabiskan pagi di Lawang Sewu, lalu mencari sarapan di sekitaran Jl. Pandanaran. Jadi, saya pun naik ojek ke arah simpang Tugu Muda.

Setelah menelusuri lorong demi lorong, ruangan demi ruangan, selama 2,5 jam di Lawang Sewu, perjalanan saya lanjutkan ke Gramedia. Anak-anak titip buku. Kebetulan pula saya membawa voucher Gramedia hadiah sebuah lomba live tweet. Eh, pas pula momennya Gramedia Pandanaran sedang mengadakan bazaar buku. Klop deh.

Tapi saya tak bisa lama-lama di Gramedia. Saya belum tahu lokasi Hotel Horison yang jadi venue seminar. Juga, sebelum mendatangi lokasi seminar saya berniat mampir di Masjid Baiturrahman terlebih dahulu. Jadi saya harus spare banyak waktu agar tiba sebelum seminar SunLife dimulai.

Benar saja. Dari Masjid Baiturrahman saya sempat lama sekali berputar-putar sembari kebingungan di Mal Ciputra. Entah berapa orang satpam dan pengunjung mal yang saya mintai petunjuk. Sampai akhirnya berkat bantuan seorang petugas Information Center yang sedang makan siang, saya berhasil juga menemukan Hotel Horison.

Aih, rupanya Hotel Horison berada persis di sebelah Matahari Mall yang ada di seberang Mal Ciputra. Dasar ndeso!


Jurus-Jurus Traveling
Untunglah, sampai di Lantai 14 acara belum dimulai. Teman-teman blogger tengah asyik makan siang di restoran. Mbak Muna Sungkar yang sedang makan semeja dengan suami dan anaknya mempersilakan saya untuk langsung bergabung di restoran. Kebetulan sekali. Perut ini memang sudah keroncongan dari tadi. Hahaha...

Tepat jam satu siang acara dimulai. Saya sendiri terlambat masuk ruangan karena mampir dulu ke rest room untuk sekedar membasuh badan dan ganti baju.

Sesi pertama menghadirkan Mbak Donna Imelda. Tahu dong siapa pembicara satu ini. Seorang traveler beken yang sudah berpetualang ke banyak negara di dunia. Pengalaman jalan-jalan Mbak Donna bisa dibaca di blog pribadinya yang beralamat di DonnaImelda.com, sebagian lagi di web AyoPelesiran.com.

Mbak Donna membuka materinya dengan pernyataan yang sangat menggelitik bagi saya. "Traveling itu tidak mungkin tanpa biaya, tapi biaya traveling bisa dibuat serendah mungkin." Kurang-lebih begitu yang disampaikan Mbak Donna. Ini semacam sentilan bagi orang-orang yang masih merasa traveling itu butuh banyak duit, seperti saya contohnya.

Tak sekedar asal ngomong, Mbak Donna memberikan tips-tips agar kita dapat berwisata dengan biaya sehemat mungkin. Dijabarkan olehnya kalau biaya paling banyak dalam berwisata adalah pos transportasi. Karenanya pertama-tama amankan tiket pesawat jauh-jauh hari agar mendapat harga terbaik.

Sekarang banyak sekali maskapai penerbangan yang menggelar promo tiket. Harganya bisa jadi 50% dari tarif normal, bahkan ada yang sampai Rp0. Ya walaupun harus banyak pajak bandara sendiri, tetap saja angkanya jauh lebih kecil ketimbang membeli dengan harga normal. Mbak Donna menganjurkan untuk rajin-rajin memantau promo-promo seperti ini.

Pos kedua yang tak kalah banyak memakan biaya adalah penginapan. Strateginya hampir sama dengan membeli tiket pesawat, yakni pesan jauh-jauh hari. Selain dapat berhemat beberapa persen, ini juga demi memastikan kita kebagian kamar pada tanggal yang diinginkan. Jangan sampai tiket pesawat sudah di tangan kita malah tak dapat tempat menginap.


Yang terpenting, sesuaikan tipe penginapan dengan kebutuhan. Kalau hanya untuk menumpang tidur setelah seharian eksplor objek-objek wisata di negara tujuan, tak perlulah hotel mahal-mahal. Cari saja budget hotel yang biaya sewanya lebih murah. Tapi juga jangan asal murah lantas mengabaikan kenyamanan. Wisata harus fun, karenanya tempat tidurnya pun harus bikin kita tidur nyenyak.

Satu lagi kalimat penting yang disampaikan Mbak Donna dan saya sangat setuju 100% adalah, jangan traveling dengan uang hutang atau kartu kredit! Mbak Donna berprinsip "pay first, play later." Jadi, upayakan seluruh biaya traveling dibayar lunas di awal dengan dana yang memang disiapkan untuk itu.

Kartu kredit tentu harus diakui sangat memudahkan para traveler. Terutama untuk pemesanan tiket pesawat dan penginapan. Tapi jangan bergantung sepenuhnya pada uang plastik tersebut. Sekalipun bayarnya pakai kartu kredit, kita harus punya dana tunai sehingga begitu tagihan keluar bisa langsung dilunasi. Tidak ada hutang.

"Jangan sampai pulang traveling kepala pusing melihat tagihan," kata Mbak Donna. Sepakat!

Asyiknya Traveling bersama Keluarga
Hal senada disampaikan Mbak Muna yang tampil di kesempatan kedua. Dengan perutnya yang semakin membuncit karena tengah hamil, Mbak Muna memfokuskan bahasannya pada tema traveling keluarga. Hmmm, saya yang punya anak-anak kecil jadi tambah serius menyimak.

Dari blognya saya tahu Mbak Muna seringkali mengajak suami dan anaknya traveling. Bahkan sampai kemping di gunung lho. Bagi sebagian orang traveling membawa anak kecil itu merepotkan. Tapi Mbak Muna membalik anggapan tersebut dan mengatakan traveling bersama anak-anak justru terasa lebih menyenangkan, lebih berwarna.

"Nanti saat anak-anak sudah besar, susah sekali kita mendapat kesempatan untuk bersama-sama. Karenanya mumpung masih kecil-kecil adalah saat terbaik untuk mengajak mereka traveling," kira-kira begitu alasan Mbak Muna. Dan, saya tidak bisa tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

Bagi anak-anak sendiri pengalaman berwisata bersama orang tua akan menjadi kenangan manis yang mereka kenang seumur hidup. Mengajak traveling juga dapat mempererat hubungan emosional antara anak dan orang tua, sekaligus semakin membuat kompak kerja sama suami-istri. Tambahannya, anak-anak menjadi lebih luas wawasan serta terlatih mentalnya.


Tapi memang family traveling membutuhkan biaya tidak sedikit. Kalau anggota keluarga ada tiga orang, maka tiket pesawat atau kereta api harus dikalikan tiga. Kalau anggota keluarga ada empat ya tinggal dikalikan empat. Misalkan dapat tiket seharga Rp400.000, maka untuk transportasi pergi-pulang saja dibutuhkan biaya Rp2,4 juta (tiga orang) atau Rp3,2 juta (empat orang).

Selalu ada cara untuk menekan biaya. Untuk tiket pesawat bisa diakali dengan rajin-rajin memantau promo yang diadakan maskapai penerbangan. Ada pula maskapai yang memberi diskon khusus bagi penumpang anak-anak. Pilihan terakhir cocok untuk keluarga yang anak-anaknya sudah bersekolah sehingga harus menyesuaikan dengan liburan sekolah.

Kalau travelingnya tidak terlalu jauh, Mbak Muna menyarankan untuk membawa kendaraan sendiri saja. Ini akan sangat menghemat pos transportasi. Terlebih jika mau repot-repot menyetir sendiri selama perjalanan.

Karena biayanya besar, Mbak Muna menekankan pentingnya perencanaan sebelum melakukan family traveling. Hitung dengan cermat masing-masing pos pengeluaran, kalau perlu buat anggarannya per hari. Dibuat rincian berapa uang yang dibutuhkan di hari pertama, kedua, dan seterusnya. Dan yang terpenting harus disiplin mematuhi anggaran yang sudah disusun.

Senada dengan Mbak Donna, Mbak Muna mewanti-wanti untuk tidak melakukan family traveling dengan uang hutang atau kartu kredit. Lebih baik sabar menabung dengan menyisihkan dana sebesar tertentu setiap bulan. Dengan demikian traveling tidak malah membuat kepala tambah pusing karena dikejar-kejar cicilan.

Wujudkan Liburan Impian
Selain sepakat soal jangan berhutang, Mbak Donna dan Mbak Muna juga kompak mengenai pentingnya perlindungan diri selama traveling. Mereka menyarankan agar sebisa mungkin lakukan proteksi diri sebelum melakukan perjalanan sebagai tindakan berjaga-jaga.

Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi saat traveling. Yang terjadi dan dialami selama di negara tujuan tidak selalu sesuai dengan rencana. Karenanya tindakan berjaga-jaga berupa proteksi menjadi mutlak dilakukan. Untuk itu Mbak Donna dan Mbak Muna menyarankan para traveler untuk mengambil asuransi sebelum melakukan perjalanan.


Mbak Donna mencontohkan, andaikan kita jatuh sakit di negara orang dan butuh biaya banyak untuk berobat, biaya ekstra yang dikeluarkan tersebut dapat diklaim pada perusahaan asuransi sekembali di tanah air.

Tak kalah penting dari proteksi diri, lindungi juga biaya tiket pesawat atau pesanan hotel dengan cara sama. Dengan demikian jika terjadi hal-hal tak diinginkan seperti pembatalan sepihak atau lainnya, kita tidak kehilangan uang karena akan diganti oleh asuransi.

Oya, asuransi tak hanya untuk keperluan proteksi diri lho. Seperti dijelaskan perwakilan SunLife Indonesia, Bapak Ahmad Emir Farabi, kita bisa memanfaatkan produk-produk asuransi untuk merencanakan liburan impian. Untuk itu SunLife Financial menyediakan layanan Bright Advisor yang dapat diakses melalui www.brightadvisor.co.id.

Bright Advisor adalah web yang dikhususkan sebagai tempat bertanya seputar asuransi jiwa, kesehatan, pendidikan, investasi, dan perencanaan keuangan. Di web ini kita dapat menanyakan berbagai hal terkait asuransi, utamanya produk-produk SunLife Financial. Setiap pertanyaan akan dijawab oleh staf SunLife Indonesia dalam waktu maksimal 2x24 jam.

Sebelum mengajukan pertanyaan, kita juga bisa mengakses pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pengguna sebelumnya. Di sana terdapat pula jawaban dari staf SunLife Indonesia, sehingga dapat dijadikan referensi atau justru menjawab pertanyaan yang tadinya hendak kita ajukan. Kalau penjelasan tersebut masih belum jelas, ya tinggal bertanya saja.

Berita baiknya, portal Bright Advisor terbuka untuk umum. Kita dapat memanfaatkan semua fitur yang disediakan tanpa harus menjadi nasabah SunLife Financial terlebih dahulu. Layanannya juga gratis tis, tanpa sepeser pun biaya.

Sebagai salah satu perusahaan asuransi terbesar dunia, SunLife Financial menawarkan banyak program untuk proteksi diri, perlindungan kesehatan, dana pendidikan, serta dana pensiun. Bapak Farabi sendiri menganjurkan produk Single Pay bagi yang ingin mewujudkan liburan impian. Dengan produk ini kita bisa membayar asuransi perjalanan dalam periode tertentu dan besarnya menyesuaikan kebutuhan masing-masing.

So, ketimbang terjerat utang dan dikejar cicilan, lebih baik bersabar diri menabung beberapa saat agar biaya traveling dapat dibayar lunas sehingga lebih menyenangkan.

Ayo wujudkan liburan terbaikmu!


SEMARANG terang-terang tanah saat kereta Tawang Jaya yang saya naiki dari Jakarta masuk ke Stasiun Semarangponcol, Ahad (28/8/2016) lalu. Kabut masih mengambang di udara, menyisipkan rasa dingin. Toh, stasiun sudah ramai pagi itu. Bangku-bangku di ruang tunggu penuh oleh calon penumpang.

Karena masih pagi, saya sempatkan diri mampir ke toilet lalu masuk musala stasiun. Seorang bapak berjenggot rapi mengajak saya salat Subuh berjamaah. Selesai menunaikan dua rakaat saya bergegas ke ruang boarding, mencari colokan listrik. Baterai hape hampir habis. Padahal saya bakal mengandalkan hape tersebut untuk memesan ojek online dan melihat peta.

Kira-kira jam delapan kurang sedikit saya keluar dari stasiun. Saya ke Semarang untuk mengikuti seminar bertema traveling yang diadakan oleh SunLife Financial. Berhubung acaranya dimulai siang, saya berniat menghabiskan pagi di Lawang Sewu, lalu mencari sarapan di sekitaran Jl. Pandanaran. Jadi, saya pun naik ojek ke arah simpang Tugu Muda.

Setelah menelusuri lorong demi lorong, ruangan demi ruangan, selama 2,5 jam di Lawang Sewu, perjalanan saya lanjutkan ke Gramedia. Anak-anak titip buku. Kebetulan pula saya membawa voucher Gramedia hadiah sebuah lomba live tweet. Eh, pas pula momennya Gramedia Pandanaran sedang mengadakan bazaar buku. Klop deh.

Tapi saya tak bisa lama-lama di Gramedia. Saya belum tahu lokasi Hotel Horison yang jadi venue seminar. Juga, sebelum mendatangi lokasi seminar saya berniat mampir di Masjid Baiturrahman terlebih dahulu. Jadi saya harus spare banyak waktu agar tiba sebelum seminar SunLife dimulai.

Benar saja. Dari Masjid Baiturrahman saya sempat lama sekali berputar-putar sembari kebingungan di Mal Ciputra. Entah berapa orang satpam dan pengunjung mal yang saya mintai petunjuk. Sampai akhirnya berkat bantuan seorang petugas Information Center yang sedang makan siang, saya berhasil juga menemukan Hotel Horison.

Aih, rupanya Hotel Horison berada persis di sebelah Matahari Mall yang ada di seberang Mal Ciputra. Dasar ndeso!


Jurus-Jurus Traveling
Untunglah, sampai di Lantai 14 acara belum dimulai. Teman-teman blogger tengah asyik makan siang di restoran. Mbak Muna Sungkar yang sedang makan semeja dengan suami dan anaknya mempersilakan saya untuk langsung bergabung di restoran. Kebetulan sekali. Perut ini memang sudah keroncongan dari tadi. Hahaha...

Tepat jam satu siang acara dimulai. Saya sendiri terlambat masuk ruangan karena mampir dulu ke rest room untuk sekedar membasuh badan dan ganti baju.

Sesi pertama menghadirkan Mbak Donna Imelda. Tahu dong siapa pembicara satu ini. Seorang traveler beken yang sudah berpetualang ke banyak negara di dunia. Pengalaman jalan-jalan Mbak Donna bisa dibaca di blog pribadinya yang beralamat di DonnaImelda.com, sebagian lagi di web AyoPelesiran.com.

Mbak Donna membuka materinya dengan pernyataan yang sangat menggelitik bagi saya. "Traveling itu tidak mungkin tanpa biaya, tapi biaya traveling bisa dibuat serendah mungkin." Kurang-lebih begitu yang disampaikan Mbak Donna. Ini semacam sentilan bagi orang-orang yang masih merasa traveling itu butuh banyak duit, seperti saya contohnya.

Tak sekedar asal ngomong, Mbak Donna memberikan tips-tips agar kita dapat berwisata dengan biaya sehemat mungkin. Dijabarkan olehnya kalau biaya paling banyak dalam berwisata adalah pos transportasi. Karenanya pertama-tama amankan tiket pesawat jauh-jauh hari agar mendapat harga terbaik.

Sekarang banyak sekali maskapai penerbangan yang menggelar promo tiket. Harganya bisa jadi 50% dari tarif normal, bahkan ada yang sampai Rp0. Ya walaupun harus banyak pajak bandara sendiri, tetap saja angkanya jauh lebih kecil ketimbang membeli dengan harga normal. Mbak Donna menganjurkan untuk rajin-rajin memantau promo-promo seperti ini.

Pos kedua yang tak kalah banyak memakan biaya adalah penginapan. Strateginya hampir sama dengan membeli tiket pesawat, yakni pesan jauh-jauh hari. Selain dapat berhemat beberapa persen, ini juga demi memastikan kita kebagian kamar pada tanggal yang diinginkan. Jangan sampai tiket pesawat sudah di tangan kita malah tak dapat tempat menginap.


Yang terpenting, sesuaikan tipe penginapan dengan kebutuhan. Kalau hanya untuk menumpang tidur setelah seharian eksplor objek-objek wisata di negara tujuan, tak perlulah hotel mahal-mahal. Cari saja budget hotel yang biaya sewanya lebih murah. Tapi juga jangan asal murah lantas mengabaikan kenyamanan. Wisata harus fun, karenanya tempat tidurnya pun harus bikin kita tidur nyenyak.

Satu lagi kalimat penting yang disampaikan Mbak Donna dan saya sangat setuju 100% adalah, jangan traveling dengan uang hutang atau kartu kredit! Mbak Donna berprinsip "pay first, play later." Jadi, upayakan seluruh biaya traveling dibayar lunas di awal dengan dana yang memang disiapkan untuk itu.

Kartu kredit tentu harus diakui sangat memudahkan para traveler. Terutama untuk pemesanan tiket pesawat dan penginapan. Tapi jangan bergantung sepenuhnya pada uang plastik tersebut. Sekalipun bayarnya pakai kartu kredit, kita harus punya dana tunai sehingga begitu tagihan keluar bisa langsung dilunasi. Tidak ada hutang.

"Jangan sampai pulang traveling kepala pusing melihat tagihan," kata Mbak Donna. Sepakat!

Asyiknya Traveling bersama Keluarga
Hal senada disampaikan Mbak Muna yang tampil di kesempatan kedua. Dengan perutnya yang semakin membuncit karena tengah hamil, Mbak Muna memfokuskan bahasannya pada tema traveling keluarga. Hmmm, saya yang punya anak-anak kecil jadi tambah serius menyimak.

Dari blognya saya tahu Mbak Muna seringkali mengajak suami dan anaknya traveling. Bahkan sampai kemping di gunung lho. Bagi sebagian orang traveling membawa anak kecil itu merepotkan. Tapi Mbak Muna membalik anggapan tersebut dan mengatakan traveling bersama anak-anak justru terasa lebih menyenangkan, lebih berwarna.

"Nanti saat anak-anak sudah besar, susah sekali kita mendapat kesempatan untuk bersama-sama. Karenanya mumpung masih kecil-kecil adalah saat terbaik untuk mengajak mereka traveling," kira-kira begitu alasan Mbak Muna. Dan, saya tidak bisa tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

Bagi anak-anak sendiri pengalaman berwisata bersama orang tua akan menjadi kenangan manis yang mereka kenang seumur hidup. Mengajak traveling juga dapat mempererat hubungan emosional antara anak dan orang tua, sekaligus semakin membuat kompak kerja sama suami-istri. Tambahannya, anak-anak menjadi lebih luas wawasan serta terlatih mentalnya.


Tapi memang family traveling membutuhkan biaya tidak sedikit. Kalau anggota keluarga ada tiga orang, maka tiket pesawat atau kereta api harus dikalikan tiga. Kalau anggota keluarga ada empat ya tinggal dikalikan empat. Misalkan dapat tiket seharga Rp400.000, maka untuk transportasi pergi-pulang saja dibutuhkan biaya Rp2,4 juta (tiga orang) atau Rp3,2 juta (empat orang).

Selalu ada cara untuk menekan biaya. Untuk tiket pesawat bisa diakali dengan rajin-rajin memantau promo yang diadakan maskapai penerbangan. Ada pula maskapai yang memberi diskon khusus bagi penumpang anak-anak. Pilihan terakhir cocok untuk keluarga yang anak-anaknya sudah bersekolah sehingga harus menyesuaikan dengan liburan sekolah.

Kalau travelingnya tidak terlalu jauh, Mbak Muna menyarankan untuk membawa kendaraan sendiri saja. Ini akan sangat menghemat pos transportasi. Terlebih jika mau repot-repot menyetir sendiri selama perjalanan.

Karena biayanya besar, Mbak Muna menekankan pentingnya perencanaan sebelum melakukan family traveling. Hitung dengan cermat masing-masing pos pengeluaran, kalau perlu buat anggarannya per hari. Dibuat rincian berapa uang yang dibutuhkan di hari pertama, kedua, dan seterusnya. Dan yang terpenting harus disiplin mematuhi anggaran yang sudah disusun.

Senada dengan Mbak Donna, Mbak Muna mewanti-wanti untuk tidak melakukan family traveling dengan uang hutang atau kartu kredit. Lebih baik sabar menabung dengan menyisihkan dana sebesar tertentu setiap bulan. Dengan demikian traveling tidak malah membuat kepala tambah pusing karena dikejar-kejar cicilan.

Wujudkan Liburan Impian
Selain sepakat soal jangan berhutang, Mbak Donna dan Mbak Muna juga kompak mengenai pentingnya perlindungan diri selama traveling. Mereka menyarankan agar sebisa mungkin lakukan proteksi diri sebelum melakukan perjalanan sebagai tindakan berjaga-jaga.

Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi saat traveling. Yang terjadi dan dialami selama di negara tujuan tidak selalu sesuai dengan rencana. Karenanya tindakan berjaga-jaga berupa proteksi menjadi mutlak dilakukan. Untuk itu Mbak Donna dan Mbak Muna menyarankan para traveler untuk mengambil asuransi sebelum melakukan perjalanan.


Mbak Donna mencontohkan, andaikan kita jatuh sakit di negara orang dan butuh biaya banyak untuk berobat, biaya ekstra yang dikeluarkan tersebut dapat diklaim pada perusahaan asuransi sekembali di tanah air.

Tak kalah penting dari proteksi diri, lindungi juga biaya tiket pesawat atau pesanan hotel dengan cara sama. Dengan demikian jika terjadi hal-hal tak diinginkan seperti pembatalan sepihak atau lainnya, kita tidak kehilangan uang karena akan diganti oleh asuransi.

Oya, asuransi tak hanya untuk keperluan proteksi diri lho. Seperti dijelaskan perwakilan SunLife Indonesia, Bapak Ahmad Emir Farabi, kita bisa memanfaatkan produk-produk asuransi untuk merencanakan liburan impian. Untuk itu SunLife Financial menyediakan layanan Bright Advisor yang dapat diakses melalui www.brightadvisor.co.id.

Bright Advisor adalah web yang dikhususkan sebagai tempat bertanya seputar asuransi jiwa, kesehatan, pendidikan, investasi, dan perencanaan keuangan. Di web ini kita dapat menanyakan berbagai hal terkait asuransi, utamanya produk-produk SunLife Financial. Setiap pertanyaan akan dijawab oleh staf SunLife Indonesia dalam waktu maksimal 2x24 jam.

Sebelum mengajukan pertanyaan, kita juga bisa mengakses pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pengguna sebelumnya. Di sana terdapat pula jawaban dari staf SunLife Indonesia, sehingga dapat dijadikan referensi atau justru menjawab pertanyaan yang tadinya hendak kita ajukan. Kalau penjelasan tersebut masih belum jelas, ya tinggal bertanya saja.

Berita baiknya, portal Bright Advisor terbuka untuk umum. Kita dapat memanfaatkan semua fitur yang disediakan tanpa harus menjadi nasabah SunLife Financial terlebih dahulu. Layanannya juga gratis tis, tanpa sepeser pun biaya.

Sebagai salah satu perusahaan asuransi terbesar dunia, SunLife Financial menawarkan banyak program untuk proteksi diri, perlindungan kesehatan, dana pendidikan, serta dana pensiun. Bapak Farabi sendiri menganjurkan produk Single Pay bagi yang ingin mewujudkan liburan impian. Dengan produk ini kita bisa membayar asuransi perjalanan dalam periode tertentu dan besarnya menyesuaikan kebutuhan masing-masing.

So, ketimbang terjerat utang dan dikejar cicilan, lebih baik bersabar diri menabung beberapa saat agar biaya traveling dapat dibayar lunas sehingga lebih menyenangkan.

Ayo wujudkan liburan terbaikmu!