Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Rabu, 18 Januari 2017

ENTAH kapan tepatnya, saya pernah membuat daftar negara yang paling ingin dikunjungi. Salah satu negara yang masuk dalam daftar adalah Jepang. Setidaknya saya punya lima alasan yang membuat hati ini begitu berhasrat ke sana. Apa saja?

Sedikit flashback.

Sama halnya anak-anak Indonesia lainnya, saya pertama kali mengenal Jepang dari pelajaran sejarah. Tentang saudara tua yang "membantu" bangsa-bangsa di Nusantara terbebas dari cengkeraman penjajah Belanda. Tentang propaganda 3A. Tentang romusha. Tentang jugun ianfu.

Yang paling sering disinggung dalam pelajaran sejarah adalah dijatuhkannya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki oleh Amerika Serikat, juga peranan Laksmana Muda Tadashi Maeda dan asistennya Myoshi, yang secara tidak langsung punya andil penting dalam kemerdekaan Republik Indonesia.

Tapi bukan pelajaran sejarah yang kemudian membuat saya begitu ingin melancong ke Jepang. Namanya saja pelajaran sejarah. Hasrat itu mulai timbul semenjak menyaksikan serial Oshin di TVRI. Sebagai anak-anak, waktu itu saya sama sekali tidak peduli pada jalan cerita Oshin. Saya hanya tertarik pada dua hal: bunga Sakura dan salju.

Lalu ketika almarhum Simbah Kakung tinggal bersama kami di Jambi, beliau sering sekali menceritakan masa-masa hidupnya di jaman Jepang. Beliau cerita pernah ditangkap tentara Jepang karena kedapatan membawa clurit. Padahal Simbah mau berangkat ke kebun.

Dari Simbah saya sempat belajar beberapa lagu rakyat Jepang, yang sayangnya sudah lupa semua. Simbah juga bercerita mengenai seikerei, ritual membungkukkan badan ke arah Tokyo untuk menghormati Kaisar. Pernah pula mengajari saya hitung-hitungan dalam bahasa Jepang; ichi, ni, san, shi, dan seterusnya.

Dari kesemua kenangan Simbah di masa pendudukan Jepang, satu yang paling nempel di kepala adalah peribahasa Jepang yang berbunyi, "Jibun no koto wa jibun de suru." Artinya secara bebas, "kamu sendirilah yang harus mengerjakan urusan/pekerjaanmu."

自分の事は自分でする
Jibun no koto wa jibun de suru.


Petualangan di Negeri Sakura
Imajinasi akan Jepang bertambah liar ketika membaca seri petualangan Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Wiro Sableng di Negeri Matahari Terbit. Ada tiga episode Wiro Sableng yang berisi petualangan di Jepang. Dimulai dari Pendekar Gunung Fuji, Ninja Merah, dan ditutup dengan Sepasang Manusia Bonsai.

Dari kisah Wiro Sableng di Jepang, saya dapat satu hal lagi untuk dikagumi: Gunung Fuji. Dalam episode Pendekar Gunung Fuji, Bastian Tito mendeskripsikan gunung ini sebagai "gunung berketinggian lebih dari 11.000 kaki yang sebagian besar dikelilingi salju abadi." Lalu disebutkan pula di paragraf berikutnya, "Di sekelilingnya pohon-pohon Sakura bertebaran."

Selain kisah Wiro Sableng, saya juga sangat menyukai petualangan Andika si Pendekar Slebor di Jepang. Pengarang Pijar El membuat dua episode khusus, Geisha dan Rahasia Sang Geisha, di mana sang pendekar harus berhadapan dengan sekelompok ninja bengis. Lagi-lagi musim semi dan bunga Sakura jadi penghias cerita.

Pijar El kembali membawa nuansa Jepang dalam episode Pembunuh dari Jepang dan Samurai Berdarah. Jika di episode Geisha dan Rahasia Sang Geisha Pendekar Slebor yang ke Jepang, kali ini kebalikannya. Dikisahkan seorang pemberontak bernama Nomuro Shasuke kabur ke Tanah Jawa setelah gagal menggulingkan Kaisar Tokugawa Iesyasumoto.

Beranjak SMA, saya berkenalan dengan teman-teman baru yang hobi sekali pada sepakbola. Singkat cerita saya ketularan, sekalipun hanya bisa mengikuti perkembangannya lewat tabloid olahraga. Dari situ saya mengenal pesepakbola Jepang yang tengah naik daun masa itu, Nakata Hidetoshi atau di Eropa lebih dikenal sebagai Hidetoshi Nakata.

Singkat kata, tahun demi tahun semakin banyak hal yang membuat saya menyukai Jepang. Daftar yang begitu panjang, membuat saya ingin sekali bertandang ke sana. Saya pernah mencoba mencari beasiswa ke Jepang, tapi gagal karena sudah kadung "salah" ambil jurusan.

Sempat saya belajar bahasa Jepang secara ototidak, sekalipun hasilnya hanya bisa lancar mengucapkan, "Hajimemashite. Watashi no namae wa Eko Nurhuda desu. Anata no onamae wa nan desu ka?" Sewaktu magang sebagai guide di Candi Prambanan, satu kalimat sakti yang selalu saya tanyakan kepada turis Jepang ini: "Sumimasen. Anata wa eigo o hanasemasu ka?"

Pertanyaan lucu. Kalau mau praktik bahasa Inggris kenapa nyamperin orang Jepang? Hahaha. Dan ternyata itu memang bukan pertanyaan bagus untuk orang Jepang. Jawaban yang saya terima nyaris selalu sama, "ie" atau "dekimasen" yang keduanya bermakna sama: tidak bisa.

Nah, dari daftar panjang hal-hal yang membuat saya ingin ke Jepang tersebut, ada lima yang paling memancing rasa penasaran. Apa saja itu?


1. Bunga Sakura (サクラ)
Siapa yang terpesona oleh keindahan bunga satu ini.Menyaksikan bunga Sakura mekar adalah hal yang ditunggu-tunggu sepanjang tahun. Tak cuma oleh orang Jepang, tapi juga wisatawan dari berbagai negara.

Turis sangat tertarik dengan hanami, yakni kegiatan orang Jepang piknik dan bersenang-senang di antara pepohonan Sakura yang bunganya tengah bermekaran. Praktik ini sudah dilakukan orang Jepang sejak Zaman Nara di abad ke-8. Tapi baru pada masa pemerintahan Kaisar Tokugawa Yoshimune (1684-1751) dibuat semacam taman berisi pepohonan Sakura untuk hanami.

Di Indonesia sendiri ada banyak sekali travel agent yang membuat paket tur hanami. Tur yang hanya bisa dilakukan sekali setahun, sebab bunga Sakura hanya mekar di musim semi.

Lihat tabel berikut. Ini adalah perkiraan waktu mekarnya bunga Sakura di Jepang pada musim semi 2017. Tabel ini dibuat berdasarkan data mekarnya bunga Sakura tahun lalu. Ingat, ini hanya perkiraan ya.

Kota Pertama Kali Mekar Mekar Penuh
Okinawa Pertengahan Januari Pekan kedua Februari
Kagoshima 31 Maret 7-16 April
Nagasaki 25 Maret 2-10 April
Fukouka 25 Maret 2-10 April
Matsuyama 28 Maret 5-13 April
Hiroshima 29 Maret 4-12 April
Kyosampai 29 Maret 4-12 April
Osaka 29 Maret 4-12 April
Shizuoka 29 Maret 2-10 April
Nagoya 26 Maret 2-10 April
Yokohama 28 Maret 4-12 April
Kanazawa 4 April 8-16 April
Kyoto 26 Maret 2-11 April
Nara 28 Maret 3-11 April
Niigata 7 April 12-18 April
Nagano 8 April 11-20 April
Fukushima 7 April 10-18 April
Sendai 9 April 14-22 April
Aomori 22 April 26 April-4 Mei
Matsumae 26 April 1-10 Mei
Hakodate 29 April 2-9 Mei
Sapporo 2 Mei 4-11 Mei
Tanaman yang oleh orang Barat disebut cherry blossom ini diduga berasal dari kawasan Himalaya. Sebenarnya tak hanya di Jepang, di kota-kota lain di belahan utara dunia pun ada. Di Tiongkok, Korea, Eropa, Siberia, India, Kanada, dan Amerika Serikat juga ada tanaman begini.

Namun Sakura sudah sangat identik dengan Jepang. Bunga ini merupakan simbol nasional. Karenanya tak heran kalau kita bisa menemui nama Sakura di mana-mana. Sakura Bank, Sakura Square, Sakura Lounge di bandara, kapal Sakura, kereta Sakura, sampai ballpoint Sakura.

Beberapa kota dan distrik di Jepang bernama Sakura atau Sakura-ku. Tahun 2002, stasiun televisi NHK pernah menayangkan serial drama berjudul Sakura. Ada setidaknya 10 lagu berjudul Sakura yang pernah dirilis. Dan gambar bunga Sakura ada di koin pecahan 100 yen yang hingga kini masih dipakai.

Well, Sakura di mana-mana. Berharap sekali suatu saat nanti saya berkesempatan mengikuti hanami dan berfoto di tengah-tengah bunga Sakura mekar.


2. Gunung Fuji (富士山)
Saya pertama kali mendapat gambaran mengenai Gunung Fuji dari serial cerita silat Wiro Sableng. Dalam episode Pendekar Gunung Fuji, Bastian Tito mendeskripsikan gunung ini dengan sangat baik sekali. Membaca cerita ini saya jadi bisa membayangkan seperti apa rupa Gunung Fuji.

"Gunung berketinggian lebih dari 11.000 kaki yang sebagian besar dikelilingi salju abadi," demikian tulis Bastian Tito di bab satu episode tersebut. Lalu di paragraf berikutnya ia menulis, "Di sekelilingnya pohon-pohon Sakura bertebaran."

Ketika kemudian saya melihat foto-foto Gung Fuji di majalah atau koran, dan kemudian internet, apa yang digambarkan Bastian Tito tepat sekali. Sebuah gunung yang dari kejauhan terlihat membiru dengan puncak keputih-putihan. Tingginya 3.776 mdpl dan dapat terlihat jelas dari Tokyo yang berjarak 100 km di arah timur laut.

Orang-orang Jepang menyebut Gunung Fuji dengan panggilan Fuji-san atau Fujiyama. Gunung ini merupakan salah satu dari trinitas gunung suci (三霊山 Sanreizan) dalam kepercayaan Jepang. Dua lainnya adalah Gunung Tate (立山) di Toyama Prefecture, dan Gunung Haku (白山) yang kakinya mencengkeram tiga prefecture sekaligus: Gifu, Fukui, dan Ishikawa.

Gunung Fuji begitu diagungkan karena dipercaya sebagai tempat tinggal Amaterasu (天照), Dewa Matahari dalam mitologi Jepang kuno. Sedangkan menurut mitologi Shinto, di gunung ini berdiam Kuninotokotachi (国之常立神) yang dianggap sebagai Tuhan Penguasa Alam (sumber).

Kalau menurut saya sih Gunung Fuji paling asyik dijadikan latar belakang foto selfie. Tak lengkap rasanya ke Jepang kalau tidak mendapatkan foto gunung ini sebagai oleh-oleh. Syukur-syukur bisa menghabiskan beberapa hari di Gotemba, sebuah kota kecil nan asri di kaki Gunung Fuji.

Kalau nanti ada kesempatan ke Gotemba, saya paling ingin merasakan mandi air hangat. Ada banyak sekali pemandian air hangat atau onsen (温泉) di sini. Namanya juga di kaki gunung berapi. Seumur-umur saya baru pernah merasakan mandi air hangat di Guci, kawasan wisata di bawah kaki Gunung Slamet.


3. J-League
Penggemar sepakbola mana yang tidak mengagumi J-League alias Liga Jepang. Mulai bergulir pada 1992, kini J-League menjadi liga sepakbola terbaik di Asia. Liga dengan standar tinggi dan ketat, serta pengelolaan yang sangat profesional. Bagi pesepakbola Asia, bergabung bersama klub Jepang merupakan sebuah kebanggaan.

Liga Jepang punya ikatan emosional dengan Indonesia. Sebelum menggulirkan J-League pada 1992, petinggi Japan Football Association (JFA) berkunjung ke Indonesia untuk mempelajari Liga Sepakbola Utama (Galatama). Liga sepakbola semi profesional garapan PSSI ini dijadikan salah satu referensi JFA.

Ikatan emosional tersebut kian erat setelah striker timnas Irfan Bachdim direkrut Ventforet Kofu. Klub asal Yamanashi Prefecture ini mengontrak Irfan sejak 27 Januari 2014, menjadikannya pemain Indonesia pertama di Liga Jepang. Kemudian pada 22 Desember 2014, Irfan pindah ke Consadole Sapporo.

Kehadiran Irfan membuat ketertarikan penggemar sepakbola Indonesia terhadap J-League kian tinggi. Malah, sosok Irfan menjadi magnet yang banyak menarik wisatawan Indonesia ke Kofu.

Kini, sekalipun tidak ada lagi pesepakbola Indonesia bermain di sana saya tetap suka J-League. Sama halnya saya menyukai timnas Jepang. Rasa suka yang timbul sejak perhelatan Piala Dunia 1998. Itulah kali pertama Jepang lolos ke putaran final Piala Dunia. Dan semenjak itu tak pernah lagi gagal melalui kualifikasi.

Menyaksikan pertandingan Liga Jepang jadi salah satu impian terpendam. Kalau boleh memilih sih saya ingin menonton duel Urawa Red Diamonds vs Kashima Antlers. Tapi klub apapun asalkan J1 League dan melihatnya di Jepang secara langsung tetap saja bakal saya syukuri. Semoga suatu saat terwujud. Amin.


4. Sumo (相撲)
Saya tak bisa mendeskripsikan apakah benar-benar menyukai sumo atau sekedar penasaran. Apapun itu, yang jelas saya sangat ingin sekali menyaksikan pertandingan sumo secara langsung.

Berbeda dengan tinju, sumo merupakan olahraga tradisional yang ada kaitannya dengan kepercayaan Shinto. Banyak tradisi-tradisi relijius kuno yang masih diberlakukan dalam sumo hingga hari ini. Sedangkan kuil-kuil Shinto juga masih sering mempertandingan sumo sebagai bagian dari ritual pemujaan.

Ambil contoh pakaian ofisial pertandingan sumo yang sangat mirip dengan pakaian pendeta Shinto. Lalu kanopi di atas dohyō (土俵, ring tempat pesumo bertanding) mirip atap kuil Shinto. Sebelum bertanding rikishi (力士, pesumo) menaburkan garam yang dipercaya dapat menyucikan dohyō. Ini juga diambil dari kepercayaan Shinto.

Jepang jadi satu-satunya negara di dunia di mana sumo merupakan olahraga profesional. Hal ini disebut-sebut sudah berlangsung sejak era Tokugawa di awal abad ke-17. Di jaman inilah kompetisi sumo berhadiah besar rutin digelar, dengan aturan-aturan tertentu untuk menarik minat penonton.

Sebelum itu, sumo biasa digelar di halaman kuil-kuil Shinto. Turnamen sumo yang hingga saat ini digelar sudah ada ada sejak tahun 1684, pertama kali diadakan di Kuil Tomioka Hachiman. Masa itu, sebelum pertandingan digelar ada upacara pemberkatan ring yang disebut dohyō-matsuri dipimpin ofisial pertandingan (gyōji).

Bagi sebagian orang sumo terlihat lucu karena bentuk badan pesumo yang gendut-gendut. Tapi tak banyak yang tahu kalau menjadi seorang pesumo itu tidak gampang. Butuh komitmen kuat serta disiplin ketat untuk hidup sebagai rikishi. Seluruh aspek kehidupan sehari-hari mulai dari makanan sampai tata cara berpakaian diatur secara ketat oleh tradisi.

Kalau ingat ini, saya bakal sangat bersyukur sekali andai bisa menyaksikan pertandingan sumo secara langsung. Tak sekedar berwisata, ini merupakan bagian dari mempelajari sejarah dan kebudayaan Jepang.


5. Ramen (ラーメン)
Siapa yang tidak suka makanan satu ini. Tidak afdol rasanya berwisata ke Jepang kalau tidak mencicipi ramen. Makanan khas ini begitu merakyat, sehingga kita dapat menjumpainya di mana pun berada. Mulai dari penjual kaki lima di pinggir-pinggir jalan, sampai restoran-restoran mewah. Tinggal pilih.

Mau ramen berkuah atau ramen goreng, semuanya tersedia. Kalau sedang musim dingin di mana salju bertebaran dan udara menusuk tulang, sup ramen adalah pilihan tepat untuk menghangatkan tubuh. Saya sendiri lebih prefer ramen goreng. Apalagi kalau ditambahi sayur-sayuran hijau, udang, dan telur setengah matang. Wah! :)

Meskipun dikenal sebagai makanan khas Jepang, ramen disebut-sebut aslinya berasal dari Tiongkok. Nama "ramen" sendiri merupakan pengucapan lidah Jepang untuk kata "lamian" dalam Tiongkok yang berarti mi. Hingga tahun 1950-an, ramen masih disebut sebagai shina soba (支那そば). Kini istilah tersebut berganti menjadi chūka soba (中華そば), dan kemudian lebih populer dibilang ramen.

Sumber lain mengatakan ramen adalah hasil kreasi perantau Tiongkok di Jepang. Hidangan ini sangat populer di masa itu, banyak disediakan di restoran-restoran dan juga penjual keliling. Ahli ramen Hiroshi Osaki menuturkan, restoran yang khusus hanya menjual ramen pertama kali dibuka pada tahun 1910 di Yokohama.

Karena belum bisa ke Jepang, dan di Pemalang belum ada restoran Jepang, saya baru bisa memuaskan hasrat makan ramen lewat mi instan. Ada banyak sekali produsen mi instan yang membuat varian ramen. Kalau sedang ingin makan ramen, saya pergi ke minimarket untuk membeli beberapa bungkus dan dimasak sendiri di rumah.

Contohnya seperti yang saya bagikan di Instagram kemarin :)


Menyinggung makanan, salah satu isu penting bagi seorang Muslim seperti saya adalah kehalalan makanan. Kalau ramen mi instan sih tidak perlu khawatir karena ada label halal dari Majelis Ulama Indonesia. Nah, ramen di Jepang biasa disajikan dengan irisan daging babi. Jadi, harus hati-hati sekali ketika mencari ramen.

Isu lain yang tak kalah penting, di Jepang tak semua tempat umum menyediakan masjid atau musala. Jangan harap kita bisa mendengar seruan adzan yang kalau di Indonesia selalu berkumandang lima kali sehari.

Wisata Halal bersama Cheria Travel
Berita baiknya, sekarang semua kekhawatiran tersebut sudah boleh lenyap dari benak. Kini ada Paket Tour Wisata Halal Jepang dari Cheria Travel, yang menjamin kenyamanan traveler beragama Islam kala berwisata ke Jepang.

Kata halal di sini merujuk pada sifat turnya. Di mana Cheria Travel selaku tour operator selalu menjaga setiap layanan yang diberikan sesuai dengan tuntunan Islam. Misalnya soal makanan yang dipastikan adalah makanan halal. Jika mengandung daging hewan, maka daging tersebut disembelih dan dimasak secara halal.

Saya jadi ingat sewaktu berlibur bersama keluarga ke Bali pada awal Oktober lalu. Sewaktu sarapan di sebuah hotel di kawasan Lovina, anak saya ingin mengambil sosis ayam. Sayangnya, sosis ayam tersebut diletakkan dalam steamer yang sama dengan sosis babi. Sekalipun wadahnya berbeda dan terpisah, tapi saya putuskan tidak mengambil. Berada dalam satu steamer membuat uap sosis babi mengenai sosis ayam.


Dalam wisata halal yang diselenggarakan Cheria Travel, hal seperti ini diperhatikan betul-betul. Operator menjamin makanan 100% halal, bahkan terkena uap daging haram pun tidak. Makan enak pun terasa lebih nikmat dibuatnya.

Selain soal kehalalan makanan, operator juga sangat memperhatikan waktu salat dan tempat untuk menunaikan salat. Jadi begitu tiba waktu salat, peserta tur diberi tahu dan diberi waktu untuk beribadah di tempat yang disediakan. Hmm, nggak kuatir salat bolong-bolong deh kalau begini caranya.

Ada banyak paket tur wisata halal Jepang yang disiapkan Cheria Travel. Mau yang lima hari atau tujuh hari, mau mengeksplorasi Pulau Honsu atau Hokkaido, semuanya disediakan. Kalau tidak cocok dengan itinerary yang telah disiapkan, kita bisa menentukan sendiri mau ke mana dan mengunjungi apa. Asyik, bukan?

Satu hal lagi, Cheria Wisata tetap akan memberangkatkan tamunya sekalipun satu grup hanya berisi dua orang. Ini pas sekali buat pengantin baru yang ingin berbulan madu. Bisa menjelajahi Jepang berdua saja dengan layanan terbaik. Kalau bulan madu ikut rombongan wisata kan kurang asyik.

Hehehe...



Travel Halal Terbaik
Ngomong-ngomong, Cheria Travel ini biro perjalanan bonafide kan?

Kalau yang dimaksud bonafit di sini adalah resmi atau legal, PT Cheria Tour and Travel mengantongi surat tanda daftar perusahaan bernomor 36/2014 dengan tanggal 7 Januari 2013 dari Dinas Pariwisata DKI Jakarta. Untuk penyelenggaraan umrah dan haji, legalitasnya memakai nama Madinah Iman Wisata yang surat ijinnya bernomor 118 Tahun 2015 (haji) dan D/70/2015 (umrah).

Tak cuma bermodal website dalam menggaet konsumen, Cheria Travel punya kantor fisik di Gedung Twink Lt. 3 yang terletak di Jl. Kapten Pierre Tendean No. 82 Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Kalau ingin bertanya-tanya, bisa kontak Customer Service melalui WhatsApp di nomor 0878 9964 1375.

Cheria Travel bukan pemain baru di bisnis travel. Diawali dari biro umrah, Cheria Travel yang berada di bawah naungan PT Cheria Tour and Travel merambah paket wisata umum. Dengan konsep wisata halal, Cheria Travel boleh dibilang merupakan pelopor di segmen ini. Komitmen yang dijalani selama bertahun-tahun tersebut membuahkan penghargaan.

Tahun lalu, Cheria Travel masuk tiga besar kategori website dan kategori travel halal terbaik dalam Lomba Pariwisata Halal tingkat nasional yang diadakan Kementerian Pariwisata. Menyusul pengakuan tersebut, mulai tahun ini Cheria Travel mengembangkan destinasinya menjadi lebih banyak lagi.

Saya sendiri tak terlalu berpatokan pada berkas-berkas untuk mengetahui sebuah perusahaan layak dipercaya atau tidak. Saya lebih suka menelisik siapa orang di balik perusahaan tersebut. Lacak siapa pendiri atau pemiliknya dan apakah mereka orang-orang yang amanah.

Cheria Travel dirintis oleh pasangan suami-istri Cheriatna dan Farida Ningsih (foto samping). Kalau kamu tidak kenal Cheriatna, beliau adalah founder Komunitas Bisnis Dari Rumah dan Konsorsium BDR.

Sejumlah media pernah meliput profil Cheriatna, media lainnya mengangkat kegiatannya bersama komunitas BDR. Ada juga yang mengulas kisah berdirinya Cheria Wisata. Berikut beberapa di antaranya:

- Bisnis dari Rumah dengan Hasil Menggiurkan (Majalah Kontan)
- Keluarga Cheriatna, Profil Sukses Keluarga Sehat Lewat Bisnis (EraMuslim.com)
- Bisnis dari Rumah Yang Tetap Menggiurkan (Paris van Java TV)
- Kiat Memulai Bisnis Biro Perjalanan Ala Cheria Travel (Tempo Bisnis)
- Menjaga Amanah Konsumen (BeritaSatu.com)
- Cheriatna, Kisah Sukses Pengusaha Travel Halal (situs Commonwealth Live milik Commonwealth Bank)

Tak mau kalah dengan sang suami, Farida Ningsih punya prestasi mentereng sebagai pemenang Agen 1000 Sunlight. Selain menerima hadiah uang tunai Rp25.000.000, wanita yang biasa dipanggil Ida ini juga membintangi iklan Sunlight bersama pesinetron Krisna Mukti.

So, apakah Cheria Travel biro perjalanan yang dapat dipercaya? Kalau menurut saya sih tak perlu diragukan lagi. Apalagi beberapa kawan pernah menggunakan jasa Cheria dan menyatakan puas. Tinggal tunggu saatnya saja, kelak saya akan melancong ke Jepang dengan travel satu ini. Insya Allah.

Semoga bermanfaat!

Lomba Menulis Artikel Cheria Wisata

Kredit Foto:
Foto 1: http://nervewax.com/content/images/2016/06/image4.jpg
Foto 2: http://wallfon.com/download.php?id=22629
Foto 3: https://en.wikipedia.org/wiki/Mount_Fuji#/media/File:Mountfujijapan.jpg
Foto 4: www.jleague.jp
Foto 5: http://japan-magazine.jnto.go.jp/jnto2wm/wp-content/uploads/1312_sumo_main.jpg
Foto 6: https://static01.nyt.com/images/2014/03/05/dining/20140305-RAMEN-slide-29BI/20140305-RAMEN-slide-29BI-master675.jpg
Foto 7: Screenshot akun Instragam @bungeko_
Foto 8: www.cheria-travel.com

Referensi:
- https://en.wikipedia.org/wiki/Sumo
- https://en.wikipedia.org/wiki/Ramen
- https://en.wikipedia.org/wiki/Mount_Fuji
- https://en.wikipedia.org/wiki/Cherry_blossom
- https://en.wikipedia.org/wiki/Gotemba,_Shizuoka
- https://en.wikipedia.org/wiki/Shinto_origins_of_sumo
- http://travel.rakuten.co.id/campaign/ranking/hanami/tokyo/
- http://travel.rakuten.co.id/campaign/ranking/hanami/kyoto/
- https://yokosojepang.com/2016/11/16/perkiraan-kapan-sakura-mekar-di-jepang-2017/

ENTAH kapan tepatnya, saya pernah membuat daftar negara yang paling ingin dikunjungi. Salah satu negara yang masuk dalam daftar adalah Jepang. Setidaknya saya punya lima alasan yang membuat hati ini begitu berhasrat ke sana. Apa saja?

Sedikit flashback.

Sama halnya anak-anak Indonesia lainnya, saya pertama kali mengenal Jepang dari pelajaran sejarah. Tentang saudara tua yang "membantu" bangsa-bangsa di Nusantara terbebas dari cengkeraman penjajah Belanda. Tentang propaganda 3A. Tentang romusha. Tentang jugun ianfu.

Yang paling sering disinggung dalam pelajaran sejarah adalah dijatuhkannya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki oleh Amerika Serikat, juga peranan Laksmana Muda Tadashi Maeda dan asistennya Myoshi, yang secara tidak langsung punya andil penting dalam kemerdekaan Republik Indonesia.

Tapi bukan pelajaran sejarah yang kemudian membuat saya begitu ingin melancong ke Jepang. Namanya saja pelajaran sejarah. Hasrat itu mulai timbul semenjak menyaksikan serial Oshin di TVRI. Sebagai anak-anak, waktu itu saya sama sekali tidak peduli pada jalan cerita Oshin. Saya hanya tertarik pada dua hal: bunga Sakura dan salju.

Lalu ketika almarhum Simbah Kakung tinggal bersama kami di Jambi, beliau sering sekali menceritakan masa-masa hidupnya di jaman Jepang. Beliau cerita pernah ditangkap tentara Jepang karena kedapatan membawa clurit. Padahal Simbah mau berangkat ke kebun.

Dari Simbah saya sempat belajar beberapa lagu rakyat Jepang, yang sayangnya sudah lupa semua. Simbah juga bercerita mengenai seikerei, ritual membungkukkan badan ke arah Tokyo untuk menghormati Kaisar. Pernah pula mengajari saya hitung-hitungan dalam bahasa Jepang; ichi, ni, san, shi, dan seterusnya.

Dari kesemua kenangan Simbah di masa pendudukan Jepang, satu yang paling nempel di kepala adalah peribahasa Jepang yang berbunyi, "Jibun no koto wa jibun de suru." Artinya secara bebas, "kamu sendirilah yang harus mengerjakan urusan/pekerjaanmu."

自分の事は自分でする
Jibun no koto wa jibun de suru.


Petualangan di Negeri Sakura
Imajinasi akan Jepang bertambah liar ketika membaca seri petualangan Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Wiro Sableng di Negeri Matahari Terbit. Ada tiga episode Wiro Sableng yang berisi petualangan di Jepang. Dimulai dari Pendekar Gunung Fuji, Ninja Merah, dan ditutup dengan Sepasang Manusia Bonsai.

Dari kisah Wiro Sableng di Jepang, saya dapat satu hal lagi untuk dikagumi: Gunung Fuji. Dalam episode Pendekar Gunung Fuji, Bastian Tito mendeskripsikan gunung ini sebagai "gunung berketinggian lebih dari 11.000 kaki yang sebagian besar dikelilingi salju abadi." Lalu disebutkan pula di paragraf berikutnya, "Di sekelilingnya pohon-pohon Sakura bertebaran."

Selain kisah Wiro Sableng, saya juga sangat menyukai petualangan Andika si Pendekar Slebor di Jepang. Pengarang Pijar El membuat dua episode khusus, Geisha dan Rahasia Sang Geisha, di mana sang pendekar harus berhadapan dengan sekelompok ninja bengis. Lagi-lagi musim semi dan bunga Sakura jadi penghias cerita.

Pijar El kembali membawa nuansa Jepang dalam episode Pembunuh dari Jepang dan Samurai Berdarah. Jika di episode Geisha dan Rahasia Sang Geisha Pendekar Slebor yang ke Jepang, kali ini kebalikannya. Dikisahkan seorang pemberontak bernama Nomuro Shasuke kabur ke Tanah Jawa setelah gagal menggulingkan Kaisar Tokugawa Iesyasumoto.

Beranjak SMA, saya berkenalan dengan teman-teman baru yang hobi sekali pada sepakbola. Singkat cerita saya ketularan, sekalipun hanya bisa mengikuti perkembangannya lewat tabloid olahraga. Dari situ saya mengenal pesepakbola Jepang yang tengah naik daun masa itu, Nakata Hidetoshi atau di Eropa lebih dikenal sebagai Hidetoshi Nakata.

Singkat kata, tahun demi tahun semakin banyak hal yang membuat saya menyukai Jepang. Daftar yang begitu panjang, membuat saya ingin sekali bertandang ke sana. Saya pernah mencoba mencari beasiswa ke Jepang, tapi gagal karena sudah kadung "salah" ambil jurusan.

Sempat saya belajar bahasa Jepang secara ototidak, sekalipun hasilnya hanya bisa lancar mengucapkan, "Hajimemashite. Watashi no namae wa Eko Nurhuda desu. Anata no onamae wa nan desu ka?" Sewaktu magang sebagai guide di Candi Prambanan, satu kalimat sakti yang selalu saya tanyakan kepada turis Jepang ini: "Sumimasen. Anata wa eigo o hanasemasu ka?"

Pertanyaan lucu. Kalau mau praktik bahasa Inggris kenapa nyamperin orang Jepang? Hahaha. Dan ternyata itu memang bukan pertanyaan bagus untuk orang Jepang. Jawaban yang saya terima nyaris selalu sama, "ie" atau "dekimasen" yang keduanya bermakna sama: tidak bisa.

Nah, dari daftar panjang hal-hal yang membuat saya ingin ke Jepang tersebut, ada lima yang paling memancing rasa penasaran. Apa saja itu?


1. Bunga Sakura (サクラ)
Siapa yang terpesona oleh keindahan bunga satu ini.Menyaksikan bunga Sakura mekar adalah hal yang ditunggu-tunggu sepanjang tahun. Tak cuma oleh orang Jepang, tapi juga wisatawan dari berbagai negara.

Turis sangat tertarik dengan hanami, yakni kegiatan orang Jepang piknik dan bersenang-senang di antara pepohonan Sakura yang bunganya tengah bermekaran. Praktik ini sudah dilakukan orang Jepang sejak Zaman Nara di abad ke-8. Tapi baru pada masa pemerintahan Kaisar Tokugawa Yoshimune (1684-1751) dibuat semacam taman berisi pepohonan Sakura untuk hanami.

Di Indonesia sendiri ada banyak sekali travel agent yang membuat paket tur hanami. Tur yang hanya bisa dilakukan sekali setahun, sebab bunga Sakura hanya mekar di musim semi.

Lihat tabel berikut. Ini adalah perkiraan waktu mekarnya bunga Sakura di Jepang pada musim semi 2017. Tabel ini dibuat berdasarkan data mekarnya bunga Sakura tahun lalu. Ingat, ini hanya perkiraan ya.

Kota Pertama Kali Mekar Mekar Penuh
Okinawa Pertengahan Januari Pekan kedua Februari
Kagoshima 31 Maret 7-16 April
Nagasaki 25 Maret 2-10 April
Fukouka 25 Maret 2-10 April
Matsuyama 28 Maret 5-13 April
Hiroshima 29 Maret 4-12 April
Kyosampai 29 Maret 4-12 April
Osaka 29 Maret 4-12 April
Shizuoka 29 Maret 2-10 April
Nagoya 26 Maret 2-10 April
Yokohama 28 Maret 4-12 April
Kanazawa 4 April 8-16 April
Kyoto 26 Maret 2-11 April
Nara 28 Maret 3-11 April
Niigata 7 April 12-18 April
Nagano 8 April 11-20 April
Fukushima 7 April 10-18 April
Sendai 9 April 14-22 April
Aomori 22 April 26 April-4 Mei
Matsumae 26 April 1-10 Mei
Hakodate 29 April 2-9 Mei
Sapporo 2 Mei 4-11 Mei
Tanaman yang oleh orang Barat disebut cherry blossom ini diduga berasal dari kawasan Himalaya. Sebenarnya tak hanya di Jepang, di kota-kota lain di belahan utara dunia pun ada. Di Tiongkok, Korea, Eropa, Siberia, India, Kanada, dan Amerika Serikat juga ada tanaman begini.

Namun Sakura sudah sangat identik dengan Jepang. Bunga ini merupakan simbol nasional. Karenanya tak heran kalau kita bisa menemui nama Sakura di mana-mana. Sakura Bank, Sakura Square, Sakura Lounge di bandara, kapal Sakura, kereta Sakura, sampai ballpoint Sakura.

Beberapa kota dan distrik di Jepang bernama Sakura atau Sakura-ku. Tahun 2002, stasiun televisi NHK pernah menayangkan serial drama berjudul Sakura. Ada setidaknya 10 lagu berjudul Sakura yang pernah dirilis. Dan gambar bunga Sakura ada di koin pecahan 100 yen yang hingga kini masih dipakai.

Well, Sakura di mana-mana. Berharap sekali suatu saat nanti saya berkesempatan mengikuti hanami dan berfoto di tengah-tengah bunga Sakura mekar.


2. Gunung Fuji (富士山)
Saya pertama kali mendapat gambaran mengenai Gunung Fuji dari serial cerita silat Wiro Sableng. Dalam episode Pendekar Gunung Fuji, Bastian Tito mendeskripsikan gunung ini dengan sangat baik sekali. Membaca cerita ini saya jadi bisa membayangkan seperti apa rupa Gunung Fuji.

"Gunung berketinggian lebih dari 11.000 kaki yang sebagian besar dikelilingi salju abadi," demikian tulis Bastian Tito di bab satu episode tersebut. Lalu di paragraf berikutnya ia menulis, "Di sekelilingnya pohon-pohon Sakura bertebaran."

Ketika kemudian saya melihat foto-foto Gung Fuji di majalah atau koran, dan kemudian internet, apa yang digambarkan Bastian Tito tepat sekali. Sebuah gunung yang dari kejauhan terlihat membiru dengan puncak keputih-putihan. Tingginya 3.776 mdpl dan dapat terlihat jelas dari Tokyo yang berjarak 100 km di arah timur laut.

Orang-orang Jepang menyebut Gunung Fuji dengan panggilan Fuji-san atau Fujiyama. Gunung ini merupakan salah satu dari trinitas gunung suci (三霊山 Sanreizan) dalam kepercayaan Jepang. Dua lainnya adalah Gunung Tate (立山) di Toyama Prefecture, dan Gunung Haku (白山) yang kakinya mencengkeram tiga prefecture sekaligus: Gifu, Fukui, dan Ishikawa.

Gunung Fuji begitu diagungkan karena dipercaya sebagai tempat tinggal Amaterasu (天照), Dewa Matahari dalam mitologi Jepang kuno. Sedangkan menurut mitologi Shinto, di gunung ini berdiam Kuninotokotachi (国之常立神) yang dianggap sebagai Tuhan Penguasa Alam (sumber).

Kalau menurut saya sih Gunung Fuji paling asyik dijadikan latar belakang foto selfie. Tak lengkap rasanya ke Jepang kalau tidak mendapatkan foto gunung ini sebagai oleh-oleh. Syukur-syukur bisa menghabiskan beberapa hari di Gotemba, sebuah kota kecil nan asri di kaki Gunung Fuji.

Kalau nanti ada kesempatan ke Gotemba, saya paling ingin merasakan mandi air hangat. Ada banyak sekali pemandian air hangat atau onsen (温泉) di sini. Namanya juga di kaki gunung berapi. Seumur-umur saya baru pernah merasakan mandi air hangat di Guci, kawasan wisata di bawah kaki Gunung Slamet.


3. J-League
Penggemar sepakbola mana yang tidak mengagumi J-League alias Liga Jepang. Mulai bergulir pada 1992, kini J-League menjadi liga sepakbola terbaik di Asia. Liga dengan standar tinggi dan ketat, serta pengelolaan yang sangat profesional. Bagi pesepakbola Asia, bergabung bersama klub Jepang merupakan sebuah kebanggaan.

Liga Jepang punya ikatan emosional dengan Indonesia. Sebelum menggulirkan J-League pada 1992, petinggi Japan Football Association (JFA) berkunjung ke Indonesia untuk mempelajari Liga Sepakbola Utama (Galatama). Liga sepakbola semi profesional garapan PSSI ini dijadikan salah satu referensi JFA.

Ikatan emosional tersebut kian erat setelah striker timnas Irfan Bachdim direkrut Ventforet Kofu. Klub asal Yamanashi Prefecture ini mengontrak Irfan sejak 27 Januari 2014, menjadikannya pemain Indonesia pertama di Liga Jepang. Kemudian pada 22 Desember 2014, Irfan pindah ke Consadole Sapporo.

Kehadiran Irfan membuat ketertarikan penggemar sepakbola Indonesia terhadap J-League kian tinggi. Malah, sosok Irfan menjadi magnet yang banyak menarik wisatawan Indonesia ke Kofu.

Kini, sekalipun tidak ada lagi pesepakbola Indonesia bermain di sana saya tetap suka J-League. Sama halnya saya menyukai timnas Jepang. Rasa suka yang timbul sejak perhelatan Piala Dunia 1998. Itulah kali pertama Jepang lolos ke putaran final Piala Dunia. Dan semenjak itu tak pernah lagi gagal melalui kualifikasi.

Menyaksikan pertandingan Liga Jepang jadi salah satu impian terpendam. Kalau boleh memilih sih saya ingin menonton duel Urawa Red Diamonds vs Kashima Antlers. Tapi klub apapun asalkan J1 League dan melihatnya di Jepang secara langsung tetap saja bakal saya syukuri. Semoga suatu saat terwujud. Amin.


4. Sumo (相撲)
Saya tak bisa mendeskripsikan apakah benar-benar menyukai sumo atau sekedar penasaran. Apapun itu, yang jelas saya sangat ingin sekali menyaksikan pertandingan sumo secara langsung.

Berbeda dengan tinju, sumo merupakan olahraga tradisional yang ada kaitannya dengan kepercayaan Shinto. Banyak tradisi-tradisi relijius kuno yang masih diberlakukan dalam sumo hingga hari ini. Sedangkan kuil-kuil Shinto juga masih sering mempertandingan sumo sebagai bagian dari ritual pemujaan.

Ambil contoh pakaian ofisial pertandingan sumo yang sangat mirip dengan pakaian pendeta Shinto. Lalu kanopi di atas dohyō (土俵, ring tempat pesumo bertanding) mirip atap kuil Shinto. Sebelum bertanding rikishi (力士, pesumo) menaburkan garam yang dipercaya dapat menyucikan dohyō. Ini juga diambil dari kepercayaan Shinto.

Jepang jadi satu-satunya negara di dunia di mana sumo merupakan olahraga profesional. Hal ini disebut-sebut sudah berlangsung sejak era Tokugawa di awal abad ke-17. Di jaman inilah kompetisi sumo berhadiah besar rutin digelar, dengan aturan-aturan tertentu untuk menarik minat penonton.

Sebelum itu, sumo biasa digelar di halaman kuil-kuil Shinto. Turnamen sumo yang hingga saat ini digelar sudah ada ada sejak tahun 1684, pertama kali diadakan di Kuil Tomioka Hachiman. Masa itu, sebelum pertandingan digelar ada upacara pemberkatan ring yang disebut dohyō-matsuri dipimpin ofisial pertandingan (gyōji).

Bagi sebagian orang sumo terlihat lucu karena bentuk badan pesumo yang gendut-gendut. Tapi tak banyak yang tahu kalau menjadi seorang pesumo itu tidak gampang. Butuh komitmen kuat serta disiplin ketat untuk hidup sebagai rikishi. Seluruh aspek kehidupan sehari-hari mulai dari makanan sampai tata cara berpakaian diatur secara ketat oleh tradisi.

Kalau ingat ini, saya bakal sangat bersyukur sekali andai bisa menyaksikan pertandingan sumo secara langsung. Tak sekedar berwisata, ini merupakan bagian dari mempelajari sejarah dan kebudayaan Jepang.


5. Ramen (ラーメン)
Siapa yang tidak suka makanan satu ini. Tidak afdol rasanya berwisata ke Jepang kalau tidak mencicipi ramen. Makanan khas ini begitu merakyat, sehingga kita dapat menjumpainya di mana pun berada. Mulai dari penjual kaki lima di pinggir-pinggir jalan, sampai restoran-restoran mewah. Tinggal pilih.

Mau ramen berkuah atau ramen goreng, semuanya tersedia. Kalau sedang musim dingin di mana salju bertebaran dan udara menusuk tulang, sup ramen adalah pilihan tepat untuk menghangatkan tubuh. Saya sendiri lebih prefer ramen goreng. Apalagi kalau ditambahi sayur-sayuran hijau, udang, dan telur setengah matang. Wah! :)

Meskipun dikenal sebagai makanan khas Jepang, ramen disebut-sebut aslinya berasal dari Tiongkok. Nama "ramen" sendiri merupakan pengucapan lidah Jepang untuk kata "lamian" dalam Tiongkok yang berarti mi. Hingga tahun 1950-an, ramen masih disebut sebagai shina soba (支那そば). Kini istilah tersebut berganti menjadi chūka soba (中華そば), dan kemudian lebih populer dibilang ramen.

Sumber lain mengatakan ramen adalah hasil kreasi perantau Tiongkok di Jepang. Hidangan ini sangat populer di masa itu, banyak disediakan di restoran-restoran dan juga penjual keliling. Ahli ramen Hiroshi Osaki menuturkan, restoran yang khusus hanya menjual ramen pertama kali dibuka pada tahun 1910 di Yokohama.

Karena belum bisa ke Jepang, dan di Pemalang belum ada restoran Jepang, saya baru bisa memuaskan hasrat makan ramen lewat mi instan. Ada banyak sekali produsen mi instan yang membuat varian ramen. Kalau sedang ingin makan ramen, saya pergi ke minimarket untuk membeli beberapa bungkus dan dimasak sendiri di rumah.

Contohnya seperti yang saya bagikan di Instagram kemarin :)


Menyinggung makanan, salah satu isu penting bagi seorang Muslim seperti saya adalah kehalalan makanan. Kalau ramen mi instan sih tidak perlu khawatir karena ada label halal dari Majelis Ulama Indonesia. Nah, ramen di Jepang biasa disajikan dengan irisan daging babi. Jadi, harus hati-hati sekali ketika mencari ramen.

Isu lain yang tak kalah penting, di Jepang tak semua tempat umum menyediakan masjid atau musala. Jangan harap kita bisa mendengar seruan adzan yang kalau di Indonesia selalu berkumandang lima kali sehari.

Wisata Halal bersama Cheria Travel
Berita baiknya, sekarang semua kekhawatiran tersebut sudah boleh lenyap dari benak. Kini ada Paket Tour Wisata Halal Jepang dari Cheria Travel, yang menjamin kenyamanan traveler beragama Islam kala berwisata ke Jepang.

Kata halal di sini merujuk pada sifat turnya. Di mana Cheria Travel selaku tour operator selalu menjaga setiap layanan yang diberikan sesuai dengan tuntunan Islam. Misalnya soal makanan yang dipastikan adalah makanan halal. Jika mengandung daging hewan, maka daging tersebut disembelih dan dimasak secara halal.

Saya jadi ingat sewaktu berlibur bersama keluarga ke Bali pada awal Oktober lalu. Sewaktu sarapan di sebuah hotel di kawasan Lovina, anak saya ingin mengambil sosis ayam. Sayangnya, sosis ayam tersebut diletakkan dalam steamer yang sama dengan sosis babi. Sekalipun wadahnya berbeda dan terpisah, tapi saya putuskan tidak mengambil. Berada dalam satu steamer membuat uap sosis babi mengenai sosis ayam.


Dalam wisata halal yang diselenggarakan Cheria Travel, hal seperti ini diperhatikan betul-betul. Operator menjamin makanan 100% halal, bahkan terkena uap daging haram pun tidak. Makan enak pun terasa lebih nikmat dibuatnya.

Selain soal kehalalan makanan, operator juga sangat memperhatikan waktu salat dan tempat untuk menunaikan salat. Jadi begitu tiba waktu salat, peserta tur diberi tahu dan diberi waktu untuk beribadah di tempat yang disediakan. Hmm, nggak kuatir salat bolong-bolong deh kalau begini caranya.

Ada banyak paket tur wisata halal Jepang yang disiapkan Cheria Travel. Mau yang lima hari atau tujuh hari, mau mengeksplorasi Pulau Honsu atau Hokkaido, semuanya disediakan. Kalau tidak cocok dengan itinerary yang telah disiapkan, kita bisa menentukan sendiri mau ke mana dan mengunjungi apa. Asyik, bukan?

Satu hal lagi, Cheria Wisata tetap akan memberangkatkan tamunya sekalipun satu grup hanya berisi dua orang. Ini pas sekali buat pengantin baru yang ingin berbulan madu. Bisa menjelajahi Jepang berdua saja dengan layanan terbaik. Kalau bulan madu ikut rombongan wisata kan kurang asyik.

Hehehe...



Travel Halal Terbaik
Ngomong-ngomong, Cheria Travel ini biro perjalanan bonafide kan?

Kalau yang dimaksud bonafit di sini adalah resmi atau legal, PT Cheria Tour and Travel mengantongi surat tanda daftar perusahaan bernomor 36/2014 dengan tanggal 7 Januari 2013 dari Dinas Pariwisata DKI Jakarta. Untuk penyelenggaraan umrah dan haji, legalitasnya memakai nama Madinah Iman Wisata yang surat ijinnya bernomor 118 Tahun 2015 (haji) dan D/70/2015 (umrah).

Tak cuma bermodal website dalam menggaet konsumen, Cheria Travel punya kantor fisik di Gedung Twink Lt. 3 yang terletak di Jl. Kapten Pierre Tendean No. 82 Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Kalau ingin bertanya-tanya, bisa kontak Customer Service melalui WhatsApp di nomor 0878 9964 1375.

Cheria Travel bukan pemain baru di bisnis travel. Diawali dari biro umrah, Cheria Travel yang berada di bawah naungan PT Cheria Tour and Travel merambah paket wisata umum. Dengan konsep wisata halal, Cheria Travel boleh dibilang merupakan pelopor di segmen ini. Komitmen yang dijalani selama bertahun-tahun tersebut membuahkan penghargaan.

Tahun lalu, Cheria Travel masuk tiga besar kategori website dan kategori travel halal terbaik dalam Lomba Pariwisata Halal tingkat nasional yang diadakan Kementerian Pariwisata. Menyusul pengakuan tersebut, mulai tahun ini Cheria Travel mengembangkan destinasinya menjadi lebih banyak lagi.

Saya sendiri tak terlalu berpatokan pada berkas-berkas untuk mengetahui sebuah perusahaan layak dipercaya atau tidak. Saya lebih suka menelisik siapa orang di balik perusahaan tersebut. Lacak siapa pendiri atau pemiliknya dan apakah mereka orang-orang yang amanah.

Cheria Travel dirintis oleh pasangan suami-istri Cheriatna dan Farida Ningsih (foto samping). Kalau kamu tidak kenal Cheriatna, beliau adalah founder Komunitas Bisnis Dari Rumah dan Konsorsium BDR.

Sejumlah media pernah meliput profil Cheriatna, media lainnya mengangkat kegiatannya bersama komunitas BDR. Ada juga yang mengulas kisah berdirinya Cheria Wisata. Berikut beberapa di antaranya:

- Bisnis dari Rumah dengan Hasil Menggiurkan (Majalah Kontan)
- Keluarga Cheriatna, Profil Sukses Keluarga Sehat Lewat Bisnis (EraMuslim.com)
- Bisnis dari Rumah Yang Tetap Menggiurkan (Paris van Java TV)
- Kiat Memulai Bisnis Biro Perjalanan Ala Cheria Travel (Tempo Bisnis)
- Menjaga Amanah Konsumen (BeritaSatu.com)
- Cheriatna, Kisah Sukses Pengusaha Travel Halal (situs Commonwealth Live milik Commonwealth Bank)

Tak mau kalah dengan sang suami, Farida Ningsih punya prestasi mentereng sebagai pemenang Agen 1000 Sunlight. Selain menerima hadiah uang tunai Rp25.000.000, wanita yang biasa dipanggil Ida ini juga membintangi iklan Sunlight bersama pesinetron Krisna Mukti.

So, apakah Cheria Travel biro perjalanan yang dapat dipercaya? Kalau menurut saya sih tak perlu diragukan lagi. Apalagi beberapa kawan pernah menggunakan jasa Cheria dan menyatakan puas. Tinggal tunggu saatnya saja, kelak saya akan melancong ke Jepang dengan travel satu ini. Insya Allah.

Semoga bermanfaat!

Lomba Menulis Artikel Cheria Wisata

Kredit Foto:
Foto 1: http://nervewax.com/content/images/2016/06/image4.jpg
Foto 2: http://wallfon.com/download.php?id=22629
Foto 3: https://en.wikipedia.org/wiki/Mount_Fuji#/media/File:Mountfujijapan.jpg
Foto 4: www.jleague.jp
Foto 5: http://japan-magazine.jnto.go.jp/jnto2wm/wp-content/uploads/1312_sumo_main.jpg
Foto 6: https://static01.nyt.com/images/2014/03/05/dining/20140305-RAMEN-slide-29BI/20140305-RAMEN-slide-29BI-master675.jpg
Foto 7: Screenshot akun Instragam @bungeko_
Foto 8: www.cheria-travel.com

Referensi:
- https://en.wikipedia.org/wiki/Sumo
- https://en.wikipedia.org/wiki/Ramen
- https://en.wikipedia.org/wiki/Mount_Fuji
- https://en.wikipedia.org/wiki/Cherry_blossom
- https://en.wikipedia.org/wiki/Gotemba,_Shizuoka
- https://en.wikipedia.org/wiki/Shinto_origins_of_sumo
- http://travel.rakuten.co.id/campaign/ranking/hanami/tokyo/
- http://travel.rakuten.co.id/campaign/ranking/hanami/kyoto/
- https://yokosojepang.com/2016/11/16/perkiraan-kapan-sakura-mekar-di-jepang-2017/

Selasa, 10 Januari 2017


JANUARI 2017 ini tepat tiga tahun kebersamaan saya dengan laptop Acer Aspire E1-442. Laptop berwarna hitam yang telah banyak membantu saya dalam mengelola blog, menulis ratusan artikel ketika saya bekerja sebagai content writer, dan belakangan memproduksi seratusan lebih video untuk channel YouTube saya.

Saya membeli laptop ini setelah laptop lama tak karuan bentuknya. Masih bisa dipakai sih, tapi engsel monitornya copot satu. Tuts keyboard-nya juga banyak rusak, demikian pula dengan trackpad yang fungsi klik kanan-kirinya benar-benar mati total. Saya harus menggunakan keyboard dan mouse agar tetap bisa memakainya, sedangkan monitor disandarkan ke dinding.

Nggak banget deh!

Awal Januari 2014 saya diajak seorang teman ke Jogja. Bersama satu orang lagi, kami bertiga menginap tiga mmalam di sebuah penginapan di kawasan Condongcatur, Sleman. Saya dimintai tolong menggarap blog untuk akun Twitter Kabupaten Pemalang milik teman tersebut. Saya kebagian mengurus konten, sedangkan yang satu lagi mengurus teknis pembuatan blog.

Mumpung di Jogja, kesempatan ini saya manfaatkan untuk mencari laptop. Kami bertiga pun menuju ke Jogjatronik di Jl. Brigjen Katamso, dari area parkir naik ke Lantai 1. Waktu itu sudah hampir jam 9 malam, konter-konter mulai mengemasi dagangan masing-masing. Beberapa lainnya malah sudah tutup.

Saya lihat hanya satu konter yang masih terlihat santai-santai saja di lantai tersebut. Konter dengan signboard bertuliskan Notebook 77, dengan tiga orang penjaga duduk-duduk di dalamnya. Ke sana saya menuju. Ketika ditanya budget, saya sebut Rp 3,5 juta. Saya memang mencari komputer standar untuk mengetik dan surfing saja.

Dari sederet laptop yang kemudian ditunjukkan penjaga perempuan berjilbab - saya tidak menanyakan namanya, pilihan jatuh pada laptop hitam bermerek Acer. Alasannya, ini yang paling murah dari laptop lain dengan spesifikasi setara. Lalu kapasitas harddisk-nya 500GB, dua kali lipat dari satu laptop merek lain yang juga saya minati saat itu.

Oke, saya sudah menjatuhkan pilihan. Penjaga konter yang melayani saya menyebut angka Rp 4 juta alias setengah juta lebih banyak dari budget saya. Ditawar dulu dong, mana tahu bisa kurang banyak. Alhamdulillah, penjaga baik hati yang melayani saya menurunkan harganya meski hanya Rp50.000.

Deal! Saya pun menggesek kartu Paspor BCA ke mesin EDC. Saldo di Tahapan BCA berkurang Rp3.950.000, berganti laptop Acer Aspire E1-422 plus bonus paket pembersih senilai Rp20.000.

Saya dan laptop Acer Aspire E1-442 hitam yang setia menemani sejak Januari 2014.

Partner Mengelola Blog
Tak menunggu lama, begitu sampai di penginapan laptop tersebut langsung saya ajak bekerja. Blog teman sudah siap dan bisa diakses, jadi saya harus menulis konten untuknya.

Laptop baru ini jadi makin sibuk sepulang saya ke Pemalang. Ketika itu saya tengah mengelola blog tentang Liverpool FC, merangkap content writer sebuah blog lain. Dalam sehari setidaknya saya menghasilkan 10 posting untuk kedua blog tersebut.

Setahun sejak dibeli laptop ini hanya saya pakai untuk menjalankan aplikasi-aplikasi ringan. Aktivitas paling dominan browsing dan mengetik menggunakan Open Office. Lalu sisanya untuk menonton YouTube dan live streaming pertandingan Liverpool FC.

Maret 2015, saya mulai tertarik untuk lebih serius di YouTube. Itu artinya saya musti bisa mengedit video. Tapi dengan apa? Dari berbagai referensi yang saya baca, program-program video editing rata-rata menyaratkan prosesor sekelas Intel i3. Sedangkan Acer Aspire E1-422 hanya dibekali prosesor AMD APU E1-2500.

Kalau untuk gaming dan menjalankan program grafis ringan, AMD APU E1-2500 sudah lebih dari cukup. Tapi tidak dengan video editing. Beberapa situs komparasi kinerja komputer bahkan menyejajarkan kemampuan AMD E1-2500 dengan Intel Celeron dual-core. Dengan kata lain masih kalah jauh dari Intel i3.

Pernah suatu ketika saya coba pasang Camtasia Studio. Saya ingin membuat video-video tutorial. Untuk itu saya butuh aplikasi perekam tampilan layar (screen recorder) dan pilihan jatuh pada Camtasia. Eh, program tersebut tidak bisa berjalan dengan baik. Lebih sering hang atau crash.


Kalau lihat system requirement Camtasia yang tertera di web TechSmith.com, pengguna disarankan mempunyai prosesor dual-core dengan minimal clockspeed 2,0 GHz. Sama-sama dual-core, tapi prosesor AMD APU E1-2500 dalam Acer Aspire E1-422 clockspeed-nya hanya 1,4 GHz. Kurang 0,6 GHz lagi!

Lalu ganjalan juga datang dari sektor RAM. Camtasia meminta RAM minimal 4GB, sedangkan laptop saya hanya punya RAM 2GB alias hanya separuhnya. Masuk akal kalau kemudian laptop kerap hang dan crash.

Senjata Membuat Video YouTube
Kontan saja Camtasia langsung saya uninstall ketimbang membuat laptop lama-lama rusak. Untuk sementara saya mengedit video di rumah teman, meminjam komputernya yang mempunyai prosesor Intel i3 dan RAM 4GB. Satu atau dua kali sepekan saya ke rumahnya. Menghabiskan 2-3 jam untuk membuat satu video sederhana.

Namanya saja menumpang, tentu saya tak bisa sering-sering merepoti teman tadi. Sampai kapan saya harus merepoti orang? Karenanya saya pun kembali mencari-cari cara agar dapat memakai Aspire E1-442 punya saya bisa dipakai mengedit video.

"Coba cari program video editing yang ringan-ringan, Mas," saran teman saya tadi ketika saya berterus terang tak enak merepoti dirinya.

Saya pun googling, mencari program video editing yang sekiranya cocok dengan kemampuan Acer saya. Setelah membaca referensi sana-sini, membandingkan satu dan lain software, ditambah melihat-lihat video review dan tutorial di YouTube, pilihan jatuh pada Magix Movie Edit Pro. Alasannya, tampilan program ini sekilas mirip dengan Adobe Premier Pro yang biasa saya pakai di komputer teman tadi.

Well, sebenarnya Movie Edit Pro menyaratkan prosesor dual-core 2,4 GHz alias malah 0,4 GHz lebih cepat dari yang diminta Camtasia. Cuma Magix Movie hanya meminta RAM 2GB, jadi saya berani menginstalnya.


Di luar dugaan ternyata program ini berjalan tanpa masalah. Awalnya agak takut-takut, teringat Camtasia yang selalu membuat laptop hang dan crash. Tapi rupanya Magix Movie Edit bisa dijalankan dengan lancar. Memang terkadang agak tersendat-sendat, tapi itu bisa diatasi dengan mudah. Caranya, kalau sedang menjalankan Magix Movie tutup semua aplikasi lain termasuk membuka folder berkas.

Sejak mengakrabi Magix Movie pada akhir 2015 hingga saat artikel ini ditulis, lebih dari 100 video sudah saya hasilkan berkat bantuan Acer Aspire E1-422. Salah satunya video di atas. Video yang mengantar saya sekeluarga liburan 5 hari 4 malam di Bali sebagai pemenang lomba video Tantangan Joget Cokelat pada Oktober lalu.

Kini, Aspire E1-422 berperan besar dalam menghasilkan video-video untuk kanal YouTube saya. Setidaknya 3-4 kali dalam sepekan saya ajak laptop ini memproduksi satu video. Terus diajak bekerja keras, hidup selama berjam-jam sampai video selesai diekspor dan pada akhirnya tayang di YouTube. Sejauh ini belum ada masalah berarti yang timbul.

Nggak mau coba laptop lain nih ceritanya?

Kalau ada yang bertanya begitu, tentu saja saya jawab mau sekali. Tapi pilihan saya akan tetap Acer, tepatnya Acer Switch Alpha 12 (yang jadi background video di atas) agar saya bisa jadi Super Blogger. Cuma mengingat harganya yang terbilang wow, untuk saat ini saya sudah puas mengedit video menggunakan Acer Aspire E1-442. Beda cerita kalau ada yang kasih gratis. Hehehe.

Semoga bermanfaat!

Beli laptop Acer dengan harga spesial di sini

SPESIFIKASI Acer Aspire E1-422
Prosesor AMD Dual-Core E1-2500 1.4 GHz
RAM 2 GB DDR3 L
Chipset AMD A55/A60M
Kartu grafis AMD Radeon HD 8240
Kartu Suara Realtek
Hard disk Hard disk 500GB
Optical drive DVD-Super Multi DL
Fasilitas Wi-Fi 802.11 b/g/n + BT, Bluetooth, slot SD card, 2 port USB 2.0 +,
1 port USB 3.0, webcam HD, HDMI, port VGA, port Gigabit Ethernet,
speaker stereo, jack audio combo (mikrofon/speaker).
Layar 14 inci, resolusi 1366 x 768 (HD)
Sistem operasi Windows 7
Baterai 4-cell Li-Ion 2500 mAh
Dimensi 34,4 x 24,5 x 2,8 cm
Bobot 1,976 kg

Referensi:
- http://acer.com/ac/en/PH/content/model/NX.MDDSP.001
- https://www.cpubenchmark.net/cpu.php?cpu=AMD+E1-2500+APU
- http://www.game-debate.com/cpu/index.php?pid=1940&pid2=1104&compare=apu-e1-2500-dual-core-vs-celeron-dual-core-877-1-4ghz


JANUARI 2017 ini tepat tiga tahun kebersamaan saya dengan laptop Acer Aspire E1-442. Laptop berwarna hitam yang telah banyak membantu saya dalam mengelola blog, menulis ratusan artikel ketika saya bekerja sebagai content writer, dan belakangan memproduksi seratusan lebih video untuk channel YouTube saya.

Saya membeli laptop ini setelah laptop lama tak karuan bentuknya. Masih bisa dipakai sih, tapi engsel monitornya copot satu. Tuts keyboard-nya juga banyak rusak, demikian pula dengan trackpad yang fungsi klik kanan-kirinya benar-benar mati total. Saya harus menggunakan keyboard dan mouse agar tetap bisa memakainya, sedangkan monitor disandarkan ke dinding.

Nggak banget deh!

Awal Januari 2014 saya diajak seorang teman ke Jogja. Bersama satu orang lagi, kami bertiga menginap tiga mmalam di sebuah penginapan di kawasan Condongcatur, Sleman. Saya dimintai tolong menggarap blog untuk akun Twitter Kabupaten Pemalang milik teman tersebut. Saya kebagian mengurus konten, sedangkan yang satu lagi mengurus teknis pembuatan blog.

Mumpung di Jogja, kesempatan ini saya manfaatkan untuk mencari laptop. Kami bertiga pun menuju ke Jogjatronik di Jl. Brigjen Katamso, dari area parkir naik ke Lantai 1. Waktu itu sudah hampir jam 9 malam, konter-konter mulai mengemasi dagangan masing-masing. Beberapa lainnya malah sudah tutup.

Saya lihat hanya satu konter yang masih terlihat santai-santai saja di lantai tersebut. Konter dengan signboard bertuliskan Notebook 77, dengan tiga orang penjaga duduk-duduk di dalamnya. Ke sana saya menuju. Ketika ditanya budget, saya sebut Rp 3,5 juta. Saya memang mencari komputer standar untuk mengetik dan surfing saja.

Dari sederet laptop yang kemudian ditunjukkan penjaga perempuan berjilbab - saya tidak menanyakan namanya, pilihan jatuh pada laptop hitam bermerek Acer. Alasannya, ini yang paling murah dari laptop lain dengan spesifikasi setara. Lalu kapasitas harddisk-nya 500GB, dua kali lipat dari satu laptop merek lain yang juga saya minati saat itu.

Oke, saya sudah menjatuhkan pilihan. Penjaga konter yang melayani saya menyebut angka Rp 4 juta alias setengah juta lebih banyak dari budget saya. Ditawar dulu dong, mana tahu bisa kurang banyak. Alhamdulillah, penjaga baik hati yang melayani saya menurunkan harganya meski hanya Rp50.000.

Deal! Saya pun menggesek kartu Paspor BCA ke mesin EDC. Saldo di Tahapan BCA berkurang Rp3.950.000, berganti laptop Acer Aspire E1-422 plus bonus paket pembersih senilai Rp20.000.

Saya dan laptop Acer Aspire E1-442 hitam yang setia menemani sejak Januari 2014.

Partner Mengelola Blog
Tak menunggu lama, begitu sampai di penginapan laptop tersebut langsung saya ajak bekerja. Blog teman sudah siap dan bisa diakses, jadi saya harus menulis konten untuknya.

Laptop baru ini jadi makin sibuk sepulang saya ke Pemalang. Ketika itu saya tengah mengelola blog tentang Liverpool FC, merangkap content writer sebuah blog lain. Dalam sehari setidaknya saya menghasilkan 10 posting untuk kedua blog tersebut.

Setahun sejak dibeli laptop ini hanya saya pakai untuk menjalankan aplikasi-aplikasi ringan. Aktivitas paling dominan browsing dan mengetik menggunakan Open Office. Lalu sisanya untuk menonton YouTube dan live streaming pertandingan Liverpool FC.

Maret 2015, saya mulai tertarik untuk lebih serius di YouTube. Itu artinya saya musti bisa mengedit video. Tapi dengan apa? Dari berbagai referensi yang saya baca, program-program video editing rata-rata menyaratkan prosesor sekelas Intel i3. Sedangkan Acer Aspire E1-422 hanya dibekali prosesor AMD APU E1-2500.

Kalau untuk gaming dan menjalankan program grafis ringan, AMD APU E1-2500 sudah lebih dari cukup. Tapi tidak dengan video editing. Beberapa situs komparasi kinerja komputer bahkan menyejajarkan kemampuan AMD E1-2500 dengan Intel Celeron dual-core. Dengan kata lain masih kalah jauh dari Intel i3.

Pernah suatu ketika saya coba pasang Camtasia Studio. Saya ingin membuat video-video tutorial. Untuk itu saya butuh aplikasi perekam tampilan layar (screen recorder) dan pilihan jatuh pada Camtasia. Eh, program tersebut tidak bisa berjalan dengan baik. Lebih sering hang atau crash.


Kalau lihat system requirement Camtasia yang tertera di web TechSmith.com, pengguna disarankan mempunyai prosesor dual-core dengan minimal clockspeed 2,0 GHz. Sama-sama dual-core, tapi prosesor AMD APU E1-2500 dalam Acer Aspire E1-422 clockspeed-nya hanya 1,4 GHz. Kurang 0,6 GHz lagi!

Lalu ganjalan juga datang dari sektor RAM. Camtasia meminta RAM minimal 4GB, sedangkan laptop saya hanya punya RAM 2GB alias hanya separuhnya. Masuk akal kalau kemudian laptop kerap hang dan crash.

Senjata Membuat Video YouTube
Kontan saja Camtasia langsung saya uninstall ketimbang membuat laptop lama-lama rusak. Untuk sementara saya mengedit video di rumah teman, meminjam komputernya yang mempunyai prosesor Intel i3 dan RAM 4GB. Satu atau dua kali sepekan saya ke rumahnya. Menghabiskan 2-3 jam untuk membuat satu video sederhana.

Namanya saja menumpang, tentu saya tak bisa sering-sering merepoti teman tadi. Sampai kapan saya harus merepoti orang? Karenanya saya pun kembali mencari-cari cara agar dapat memakai Aspire E1-442 punya saya bisa dipakai mengedit video.

"Coba cari program video editing yang ringan-ringan, Mas," saran teman saya tadi ketika saya berterus terang tak enak merepoti dirinya.

Saya pun googling, mencari program video editing yang sekiranya cocok dengan kemampuan Acer saya. Setelah membaca referensi sana-sini, membandingkan satu dan lain software, ditambah melihat-lihat video review dan tutorial di YouTube, pilihan jatuh pada Magix Movie Edit Pro. Alasannya, tampilan program ini sekilas mirip dengan Adobe Premier Pro yang biasa saya pakai di komputer teman tadi.

Well, sebenarnya Movie Edit Pro menyaratkan prosesor dual-core 2,4 GHz alias malah 0,4 GHz lebih cepat dari yang diminta Camtasia. Cuma Magix Movie hanya meminta RAM 2GB, jadi saya berani menginstalnya.


Di luar dugaan ternyata program ini berjalan tanpa masalah. Awalnya agak takut-takut, teringat Camtasia yang selalu membuat laptop hang dan crash. Tapi rupanya Magix Movie Edit bisa dijalankan dengan lancar. Memang terkadang agak tersendat-sendat, tapi itu bisa diatasi dengan mudah. Caranya, kalau sedang menjalankan Magix Movie tutup semua aplikasi lain termasuk membuka folder berkas.

Sejak mengakrabi Magix Movie pada akhir 2015 hingga saat artikel ini ditulis, lebih dari 100 video sudah saya hasilkan berkat bantuan Acer Aspire E1-422. Salah satunya video di atas. Video yang mengantar saya sekeluarga liburan 5 hari 4 malam di Bali sebagai pemenang lomba video Tantangan Joget Cokelat pada Oktober lalu.

Kini, Aspire E1-422 berperan besar dalam menghasilkan video-video untuk kanal YouTube saya. Setidaknya 3-4 kali dalam sepekan saya ajak laptop ini memproduksi satu video. Terus diajak bekerja keras, hidup selama berjam-jam sampai video selesai diekspor dan pada akhirnya tayang di YouTube. Sejauh ini belum ada masalah berarti yang timbul.

Nggak mau coba laptop lain nih ceritanya?

Kalau ada yang bertanya begitu, tentu saja saya jawab mau sekali. Tapi pilihan saya akan tetap Acer, tepatnya Acer Switch Alpha 12 (yang jadi background video di atas) agar saya bisa jadi Super Blogger. Cuma mengingat harganya yang terbilang wow, untuk saat ini saya sudah puas mengedit video menggunakan Acer Aspire E1-442. Beda cerita kalau ada yang kasih gratis. Hehehe.

Semoga bermanfaat!

Beli laptop Acer dengan harga spesial di sini

SPESIFIKASI Acer Aspire E1-422
Prosesor AMD Dual-Core E1-2500 1.4 GHz
RAM 2 GB DDR3 L
Chipset AMD A55/A60M
Kartu grafis AMD Radeon HD 8240
Kartu Suara Realtek
Hard disk Hard disk 500GB
Optical drive DVD-Super Multi DL
Fasilitas Wi-Fi 802.11 b/g/n + BT, Bluetooth, slot SD card, 2 port USB 2.0 +,
1 port USB 3.0, webcam HD, HDMI, port VGA, port Gigabit Ethernet,
speaker stereo, jack audio combo (mikrofon/speaker).
Layar 14 inci, resolusi 1366 x 768 (HD)
Sistem operasi Windows 7
Baterai 4-cell Li-Ion 2500 mAh
Dimensi 34,4 x 24,5 x 2,8 cm
Bobot 1,976 kg

Referensi:
- http://acer.com/ac/en/PH/content/model/NX.MDDSP.001
- https://www.cpubenchmark.net/cpu.php?cpu=AMD+E1-2500+APU
- http://www.game-debate.com/cpu/index.php?pid=1940&pid2=1104&compare=apu-e1-2500-dual-core-vs-celeron-dual-core-877-1-4ghz

Jumat, 06 Januari 2017


SEORANG pelajar yang masih tinggal bersama orang tuanya, mengidam-idamkan punya Audi R8. Ini mobil mewah seharga lebih dari Rp 1,5 milyar. Sungguh sebuah impian gila bagi sebagian orang. Tapi Paul Wallace, nama pelajar itu, menemukan cara untuk mewujudkan impiannya dengan cara yang tidak disangka-sangka.

Audi R8 merupakan mobil sport mewah produksi pabrikan Jerman, Audi AG. Pertama kali diperkenalkan pada 2006, supercar bertipe mid-engine dengan dua tempat duduk ini langsung jadi idola. Orang-orang berduit berebut memilikinya. Sementara kalangan tidak mampu menjadikannya mobil impian.

Salah satu pemimpi itu adalah Paul. Sehari-hari mengendarai Ford Focus tua milik ibunya, Paul bercita-cita membeli Audi R8. Begitu tingginya impian itu ia bentangkan.

Paul berasal dari Watford, sebuah kota kecil di timur laut London. Saya tidak tahu apakah orang tuanya penggemar Paul Wallace, pebalap kenamaan Inggris, sehingga memberi nama anaknya begitu. Yang jelas, begitu tumbuh sebagai seorang remaja, Paul sangat menggandrungi mobil mewah.

Apa yang membuat Paul tertarik pada mobil mewah antara lain karena kemampuannya melaju dengan kecepatan di atas rata-rata. Mobil-mobil yang mendapat julukan Supercar alias mobil super. Namun bagi seorang pelajar di kota pinggiran sepertinya, impian itu sepertinya terlalu tinggi mengingat harga sebuah supercar sangat tinggi.

Untuk memuaskan hasratnya akan supercar, Paul rajin merekam mobil-mobil mewah yang ia lihat di jalanan London. Semua jenis mobil mahal yang ia lihat langsung direkam. Entah mobil itu sedang berhenti di lampu merah, diparkir, tengah melaju kencang di jalanan, atau sedang dijual pemiliknya!

Tak pandang merek tak pandang tempat, merek apapun yang ia temukan dan di mana pun mobil tersebut berada bakal direkam oleh Paul. Entah itu Lamborghini, Maserati, Aston Martin, Mercedes Benz, BMW, Porsche, Nissan, Rolls Royce, juga Audi R8 yang merupakan mobil idalamnnya, sampai merek-merek yang tidak terlalu populer di telinga awam seperti Bugatti, Pagani, Gemballa, atau Hamann.


Supercars of London
Paul kemudian membagikan vide-video hasil rekamannya di YouTube. Video pertamanya bertanggal 31 Oktober 2008, memperlihatkan sebuah Lamborghini LP640 yang tengah berhenti di lampu merah. Dalam hitungan detik mobil tersebut berakselerasi dari posisi diam hingga mencapai kecepatan 60 km/jam.

Dari sekedar iseng, Paul kemudian secara rutin meng-update kanal YouTube yang ia beri nama Supercars of London tersebut. Selama lima tahun lamanya ia konsisten mengunggah video-video mobil mewah yang berseliweran di London. Hanya video-video pendek rata-rata berdurasi puluhan detik hingga satu menit. Video-videonya yang berdurasi lebih dari satu menit bisa dihitung dengan jari.

Dari hobinya berburu mobil mewah, Paul sempat merekam beberapa public figure bersama kendaraan masing-masing. Ia pernah mengabadikan momen kebersamaan pegolf Inggris Rory McIlroy bersama Caroline Wozniacki yang turun dari dalam Lamborghini Aventador di pelataran parkir sebuah hotel mewah, akhir 2013 lalu. *McIlroy dan Caro sudah putus. Hiks.

Di lain waktu, Paul menjumpai pesepakbola Didier Drogba yang kala itu membela klub Chelsea FC di Liga Inggris. Drogba mengendarai McLaren SLR Roadster bersama seorang rekannya. Video tersebut hanya sepanjang 44 detik dan tampaknya direkam menggunakan smartphone.

Ia juga pernah memergoki Tamara Ecclestone-Rutland, putri bos besar Formula One Group Bernie Ecclestone. Tamara menunggangi Lambo Aventador yang sama seperti milik Rory, hanya saja berbeda warna. Aventador Tamara berwarna hitam, sedangkan yang ditunggangi Rory bersama Wozniacki berwarna perak.

Selain itu Paul sering melihat kejadian-kejadian menarik di jalanan. Paling banyak berupa ulah pengendara yang ugal-ugalan sehingga dihentikan polisi. Misalnya saja saat seorang Arab mengendarai Bugatti Veyron dihentikan oleh polisi bersepeda. Ada juga rekaman polisi menderek sebuah Ferrari namun tidak bisa menghidupkan mesin mobil tersebut karena tidak tahu.

Tak kalah lucu ulah pemilik Lamborghini Aventador satu ini. Entah atas alasan apa ia menjual mobil supernya dengan harga sangat murah. Caranya pun tergolong tidak lazim untuk sebuah mobil mewah. Hanya dengan menuliskan keterangan harga dan nomor telepon di secarik kertas yang ditempel di kaca belakang. Mobilnya sendiri diparkir di pinggir Sloane Street.

Menariknya, hanya dalam tempo 24 jam kemudian mobil tersebut terjual!



Impian Jadi Kenyataan
Paul mulai mengetahui peluang monetisasi video di YouTube saat kuliah di Winchester University. Ia mengambil jurusan Manajemen Bisnis di universitas yang telah ada sejak 1840 tersebut.

Hal ini membuat Paul semakin rajin mengunggah video di kanalnya. Tentu ia jadi semakin rajin pergi ke London meminjam mobil ibunya. Dari merekam menggunakan kamera smartphone, ia kemudian memiliki sebuah handycam sehingga dapat menghasilkan video berkualitas gambar lebih baik.

Seiring dengan semakin meningkatnya jumlah view, pendapatannya ikut menanjak. Terlebih beberapa videonya jadi viral di internet sehingga ditonton jutaan orang. Sudah pasti ini mempengaruhi pendapatannya. Perlahan tapi pasti Paul mulai merasakan penghasilan memadai dari program periklanan YouTube.

Video paling ngetop di channel-nya berjudul "The dumbest rich man in the world", yang ditonton sebanyak lebih dari 12 juta kali. Ada belasan videonya yang ditonton jutaan kali. Puluhan lainnya mencapai angka 500.000 view atau lebih. Sedangkan sisanya berada di angka puluhan ribu view.

Kini dalam kanalnya ada lebih dari 700 video, dengan total view 178.453.075. Coba kita hitung berapa yang ia dapat dari kanal tersebut.


Katakanlah tiap 1.000 penayangan iklan pada video ia mendapat bagi hasil satu pound. Lalu kita genapkan jumlah total view menjadi 178 juta saja. Maka hitungannya adalah (178.000.000 : 1.000) x £1.00 = £178.000. Sudah bisa bilang wow? Tunggu dulu.

Paul tidak akan mendapat sebesar itu karena yang dihitung adalah jumlah penayangan iklan, bukan tayangan video. Katakanlah iklan hanya tayang sebanyak 25% dari keseluruhan view, maka angka tersebut dibagi empat. Didapatlah angka £44.500 atau setara lebih dari Rp 730 juta. Wow!

Itu hitungan kasar menggunakan perkiraan rata-rata. Ada kemungkinan penghasilannya lebih besar dari itu. Kalau kita gunakan estimasi dari SocialBlade (screenshot di atas), Paul berpotensi mendapatkan penghasilan £9.000 sebulan. Dalam setahun ia diperkirakan mengumpulkan sebesar £100.000.

Itulah sebabnya Paul bisa membeli Audi R8 idamannya pada April 2014. Sebuah mobil second yang ia tebus seharga £50.000. Ini belum seberapa. Sekitar 1,5 tahun berselang, ia membeli Lamborghini Gallardo LP560-4 Bicolore seharga £160.000. Dibayar tunai!

Lambo jenis tersebut merupakan mobil eksklusif yang hanya diproduksi sebanyak 250 unit di seluruh dunia. Dan ia membelinya secara tunai. Luar biasa!



Di usianya yang ke-17, Paul hanya bisa merekam mobil-mobil mewah yang ia lihat di jalanan London. Lima tahun berselang ia membeli mobil idamannya, sebuah mobil second tapi mewah. Lalu 1,5 tahun berikutnya disusul sebuah mobil eksklusif yang di tahun-tahun sebelumnya hanya bisa ia rekam dari pinggir jalan.

Well, mungkin tulisan ini terkesan money-oriented. Materialistis. Tapi poin yang ingin saya sampaikan adalah, impian yang terus dijaga dan diiringi dengan usaha konsisten pada akhirnya akan menemukan jalannya. Pada waktunya impian yang terlihat tidak mungkin itu menjadi kenyataan.

Apapun impianmu, meskipun itu tampak tidak mungkin saat ini, terus jaga baik-baik dan jangan biarkan siapapun menghapusnya dari benakmu. Teruslah berusaha tanpa kenal lelah, dan bersiap-siaplah mendapat kejutan dari Yang Maha Kuasa.

Semoga bermanfaat!

Referensi dan Foto:
- https://www.youtube.com/user/supercarsoflondon/
- http://supercarmission.com/success-story-supercar-vlogger-paul-wallace/
- http://www.sunmotors.co.uk/news/supercar-vlogger-buys-160k-lambo-with-youtube-cash/
- http://www.autoevolution.com/news/audi-r8-what-it-costs-to-live-with-a-supercar-video-88130.html
- http://www.thedailytouch.com/sean/this-student-just-bought-a-50k-car-with-money-made-from-youtube/
- http://www.huffingtonpost.co.uk/2014/04/09/student-paul-wallace-dream-car-audi-r8-youtube-videos_n_5116339.html
- http://www.dailymail.co.uk/news/article-2599773/Petrolhead-started-filming-supercars-mobile-phone-money-YouTube-buy-50-000-Audi-R8.html


SEORANG pelajar yang masih tinggal bersama orang tuanya, mengidam-idamkan punya Audi R8. Ini mobil mewah seharga lebih dari Rp 1,5 milyar. Sungguh sebuah impian gila bagi sebagian orang. Tapi Paul Wallace, nama pelajar itu, menemukan cara untuk mewujudkan impiannya dengan cara yang tidak disangka-sangka.

Audi R8 merupakan mobil sport mewah produksi pabrikan Jerman, Audi AG. Pertama kali diperkenalkan pada 2006, supercar bertipe mid-engine dengan dua tempat duduk ini langsung jadi idola. Orang-orang berduit berebut memilikinya. Sementara kalangan tidak mampu menjadikannya mobil impian.

Salah satu pemimpi itu adalah Paul. Sehari-hari mengendarai Ford Focus tua milik ibunya, Paul bercita-cita membeli Audi R8. Begitu tingginya impian itu ia bentangkan.

Paul berasal dari Watford, sebuah kota kecil di timur laut London. Saya tidak tahu apakah orang tuanya penggemar Paul Wallace, pebalap kenamaan Inggris, sehingga memberi nama anaknya begitu. Yang jelas, begitu tumbuh sebagai seorang remaja, Paul sangat menggandrungi mobil mewah.

Apa yang membuat Paul tertarik pada mobil mewah antara lain karena kemampuannya melaju dengan kecepatan di atas rata-rata. Mobil-mobil yang mendapat julukan Supercar alias mobil super. Namun bagi seorang pelajar di kota pinggiran sepertinya, impian itu sepertinya terlalu tinggi mengingat harga sebuah supercar sangat tinggi.

Untuk memuaskan hasratnya akan supercar, Paul rajin merekam mobil-mobil mewah yang ia lihat di jalanan London. Semua jenis mobil mahal yang ia lihat langsung direkam. Entah mobil itu sedang berhenti di lampu merah, diparkir, tengah melaju kencang di jalanan, atau sedang dijual pemiliknya!

Tak pandang merek tak pandang tempat, merek apapun yang ia temukan dan di mana pun mobil tersebut berada bakal direkam oleh Paul. Entah itu Lamborghini, Maserati, Aston Martin, Mercedes Benz, BMW, Porsche, Nissan, Rolls Royce, juga Audi R8 yang merupakan mobil idalamnnya, sampai merek-merek yang tidak terlalu populer di telinga awam seperti Bugatti, Pagani, Gemballa, atau Hamann.


Supercars of London
Paul kemudian membagikan vide-video hasil rekamannya di YouTube. Video pertamanya bertanggal 31 Oktober 2008, memperlihatkan sebuah Lamborghini LP640 yang tengah berhenti di lampu merah. Dalam hitungan detik mobil tersebut berakselerasi dari posisi diam hingga mencapai kecepatan 60 km/jam.

Dari sekedar iseng, Paul kemudian secara rutin meng-update kanal YouTube yang ia beri nama Supercars of London tersebut. Selama lima tahun lamanya ia konsisten mengunggah video-video mobil mewah yang berseliweran di London. Hanya video-video pendek rata-rata berdurasi puluhan detik hingga satu menit. Video-videonya yang berdurasi lebih dari satu menit bisa dihitung dengan jari.

Dari hobinya berburu mobil mewah, Paul sempat merekam beberapa public figure bersama kendaraan masing-masing. Ia pernah mengabadikan momen kebersamaan pegolf Inggris Rory McIlroy bersama Caroline Wozniacki yang turun dari dalam Lamborghini Aventador di pelataran parkir sebuah hotel mewah, akhir 2013 lalu. *McIlroy dan Caro sudah putus. Hiks.

Di lain waktu, Paul menjumpai pesepakbola Didier Drogba yang kala itu membela klub Chelsea FC di Liga Inggris. Drogba mengendarai McLaren SLR Roadster bersama seorang rekannya. Video tersebut hanya sepanjang 44 detik dan tampaknya direkam menggunakan smartphone.

Ia juga pernah memergoki Tamara Ecclestone-Rutland, putri bos besar Formula One Group Bernie Ecclestone. Tamara menunggangi Lambo Aventador yang sama seperti milik Rory, hanya saja berbeda warna. Aventador Tamara berwarna hitam, sedangkan yang ditunggangi Rory bersama Wozniacki berwarna perak.

Selain itu Paul sering melihat kejadian-kejadian menarik di jalanan. Paling banyak berupa ulah pengendara yang ugal-ugalan sehingga dihentikan polisi. Misalnya saja saat seorang Arab mengendarai Bugatti Veyron dihentikan oleh polisi bersepeda. Ada juga rekaman polisi menderek sebuah Ferrari namun tidak bisa menghidupkan mesin mobil tersebut karena tidak tahu.

Tak kalah lucu ulah pemilik Lamborghini Aventador satu ini. Entah atas alasan apa ia menjual mobil supernya dengan harga sangat murah. Caranya pun tergolong tidak lazim untuk sebuah mobil mewah. Hanya dengan menuliskan keterangan harga dan nomor telepon di secarik kertas yang ditempel di kaca belakang. Mobilnya sendiri diparkir di pinggir Sloane Street.

Menariknya, hanya dalam tempo 24 jam kemudian mobil tersebut terjual!



Impian Jadi Kenyataan
Paul mulai mengetahui peluang monetisasi video di YouTube saat kuliah di Winchester University. Ia mengambil jurusan Manajemen Bisnis di universitas yang telah ada sejak 1840 tersebut.

Hal ini membuat Paul semakin rajin mengunggah video di kanalnya. Tentu ia jadi semakin rajin pergi ke London meminjam mobil ibunya. Dari merekam menggunakan kamera smartphone, ia kemudian memiliki sebuah handycam sehingga dapat menghasilkan video berkualitas gambar lebih baik.

Seiring dengan semakin meningkatnya jumlah view, pendapatannya ikut menanjak. Terlebih beberapa videonya jadi viral di internet sehingga ditonton jutaan orang. Sudah pasti ini mempengaruhi pendapatannya. Perlahan tapi pasti Paul mulai merasakan penghasilan memadai dari program periklanan YouTube.

Video paling ngetop di channel-nya berjudul "The dumbest rich man in the world", yang ditonton sebanyak lebih dari 12 juta kali. Ada belasan videonya yang ditonton jutaan kali. Puluhan lainnya mencapai angka 500.000 view atau lebih. Sedangkan sisanya berada di angka puluhan ribu view.

Kini dalam kanalnya ada lebih dari 700 video, dengan total view 178.453.075. Coba kita hitung berapa yang ia dapat dari kanal tersebut.


Katakanlah tiap 1.000 penayangan iklan pada video ia mendapat bagi hasil satu pound. Lalu kita genapkan jumlah total view menjadi 178 juta saja. Maka hitungannya adalah (178.000.000 : 1.000) x £1.00 = £178.000. Sudah bisa bilang wow? Tunggu dulu.

Paul tidak akan mendapat sebesar itu karena yang dihitung adalah jumlah penayangan iklan, bukan tayangan video. Katakanlah iklan hanya tayang sebanyak 25% dari keseluruhan view, maka angka tersebut dibagi empat. Didapatlah angka £44.500 atau setara lebih dari Rp 730 juta. Wow!

Itu hitungan kasar menggunakan perkiraan rata-rata. Ada kemungkinan penghasilannya lebih besar dari itu. Kalau kita gunakan estimasi dari SocialBlade (screenshot di atas), Paul berpotensi mendapatkan penghasilan £9.000 sebulan. Dalam setahun ia diperkirakan mengumpulkan sebesar £100.000.

Itulah sebabnya Paul bisa membeli Audi R8 idamannya pada April 2014. Sebuah mobil second yang ia tebus seharga £50.000. Ini belum seberapa. Sekitar 1,5 tahun berselang, ia membeli Lamborghini Gallardo LP560-4 Bicolore seharga £160.000. Dibayar tunai!

Lambo jenis tersebut merupakan mobil eksklusif yang hanya diproduksi sebanyak 250 unit di seluruh dunia. Dan ia membelinya secara tunai. Luar biasa!



Di usianya yang ke-17, Paul hanya bisa merekam mobil-mobil mewah yang ia lihat di jalanan London. Lima tahun berselang ia membeli mobil idamannya, sebuah mobil second tapi mewah. Lalu 1,5 tahun berikutnya disusul sebuah mobil eksklusif yang di tahun-tahun sebelumnya hanya bisa ia rekam dari pinggir jalan.

Well, mungkin tulisan ini terkesan money-oriented. Materialistis. Tapi poin yang ingin saya sampaikan adalah, impian yang terus dijaga dan diiringi dengan usaha konsisten pada akhirnya akan menemukan jalannya. Pada waktunya impian yang terlihat tidak mungkin itu menjadi kenyataan.

Apapun impianmu, meskipun itu tampak tidak mungkin saat ini, terus jaga baik-baik dan jangan biarkan siapapun menghapusnya dari benakmu. Teruslah berusaha tanpa kenal lelah, dan bersiap-siaplah mendapat kejutan dari Yang Maha Kuasa.

Semoga bermanfaat!

Referensi dan Foto:
- https://www.youtube.com/user/supercarsoflondon/
- http://supercarmission.com/success-story-supercar-vlogger-paul-wallace/
- http://www.sunmotors.co.uk/news/supercar-vlogger-buys-160k-lambo-with-youtube-cash/
- http://www.autoevolution.com/news/audi-r8-what-it-costs-to-live-with-a-supercar-video-88130.html
- http://www.thedailytouch.com/sean/this-student-just-bought-a-50k-car-with-money-made-from-youtube/
- http://www.huffingtonpost.co.uk/2014/04/09/student-paul-wallace-dream-car-audi-r8-youtube-videos_n_5116339.html
- http://www.dailymail.co.uk/news/article-2599773/Petrolhead-started-filming-supercars-mobile-phone-money-YouTube-buy-50-000-Audi-R8.html

Senin, 02 Januari 2017

MENYEBUT bakso, yang pertama kali terbayang di kepala biasanya bulatan-bulatan serupa bola terbuat dari campuran tepung dan daging. Beberapa orang menyebutnya sebagai pentol bakso, sebagian lagi hanya menyebutnya bakso saja.

Pentol inilah ciri khas yang membedakan bakso dengan makanan berkuah lainnya, seperti misalnya soto. Ukuran pentol bakso umumnya sebesar bola pingpong, tetapi ada juga yang besarnya menyamai bola tenis.

Sewaktu ke Desa Wonorejo di Kabupaten Situbondo, awal 2009 lalu, saya pernah mencicipi bakso berukuran sebesar mangkuk bakso itu sendiri. Sampai-sampai di dalam mangkuk hanya ada satu pentol bakso, sedangkan kuah disajikan di mangkuk berbeda.

Kalau kebetulan Anda mampir di Pemalang, kota kecil di antara Tegal dan Pekalongan, ada satu bakso khas yang sangat kondang di sini. Namanya Bakso Daging Pak Miad, atau setidaknya demikian warga sekitar menyebut bakso ini. Tapi, jangan harap menemukan pentol dalam bakso tersebut.


Pelopor Bakso
Sudah banyak orang kecele ketika pertama kali mencicipi bakso daging Pak Miad. Saat semangkuk bakso disodorkan oleh pelayan, pembeli sering bertanya-tanya heran, "Lho, kok langka ondhol-ondhole?" Ondhol-ondhol adalah istilah lokal untuk menyebut pentol bakso. Namun, setelah dicicipi cita rasanya dijamin membuat ketagihan.

Bakso daging Pak Miad sangat populer di Pemalang, terutama di wilayah Kecamatan Taman yang hanya berjarak sepelemparan batu dari kota. Pak Miad sendiri disebut-sebut sebagai pelopor pedagang bakso di Pemalang. Saat belum ada satupun orang berdagang bakso, warga Desa Banjaran ini sudah berkeliling kampung menjajakan bakso racikannya dengan pikulan bambu. Tak heran jika nama Pak Miad menjadi jaminan kelezatan rasa bakso daging khas Pemalang tersebut.

Awalnya bakso ini hanya bisa didapat di Desa Banjaran. Setelah Pak Miad meninggal pada tahun 1999, dua anak perempuannya meneruskan usaha sang ayah di dua desa berbeda. Warung asli yang di Banjaran dilanjutkan oleh Ibu Eny, sedangkan warung lainnya terletak di Desa Jebed Utara, sekitar 3-4 kilometer dari Banjaran, dikelola oleh Ibu Kusyati.

Pada perkembangannya, warung yang di Jebed Utara lebih populer. Pemilik warung yang terletak persis di seberang jalan Tugu Jebed Utara itu tampak lebih piawai menjajakan bakso warisan ayahnya. Meski kondisi warung yang dinamainya Bakso Daging Putri Miad begitu sederhana, hanya berupa warung kayu berlantai tanah dengan dinding bercat kapur, pembelinya selalu ramai.

Konsumen Bakso Daging Putri Miad kebanyakan dari kalangan pegawai dan siswa sekolah yang sehari-hari melintasi jalan di depan warung. Pembeli bakal membludak pada jam-jam makan siang. Pembeli tak cuma dari kantor-kantor atau sekolah di sekitaran warung, tapi juga tempat-tempat lain yang jaraknya bisa 5-7 kilometer bahkan lebih.

Saat musim mudik tiba, para pemudik yang melintasi jalan di depan warung Kusyati ikut mampir. Jalan tersebut merupakan jalur alernatif Jakarta-Pekalongan dan bisa tembus sampai Semarang, selalu dipadati kendaraan setiap jelang Lebaran.

Menurut sebuah sumber, Bu Kusyati sudah membuka cabang di Desa Mulyoharjo yang jauh lebih dekat dengan pusat kota Pemalang. Di sini kondisi warungnya tampak lebih bagus, paling tidak bangunannya sudah berdinding beton. Tak seperti warung di Jebed Utara yang masih berupa bangunan kayu sederhana dan berlantai tanah.


Okelah, Ini Bakso yang Berbeda
Seperti bakso pada umumnya, Bakso Daging Putri Miad disajikan dalam mangkuk. Bedanya, mangkuk yang digunakan lebih kecil seperti pada umumnya hidangan soto di wilayah utara Jawa Tengah. Sebagai pengganti pentol bakso, di dalam genangan kuah panas terdapat irisan daging kerbau disertai irisan tomat hijau dan daun bawang.

Perbedaan lain, sebelum dihidangkan di bagian atas bakso ini ditaburi bawang goreng dan bubuk kerupuk. Disebut bubuk kerupuk karena memang terbuat dari kerupuk yang ditumbuk halus. Lalu kalau bakso lain biasa disantap dengan sendok-garpu, Bakso Daging Putri Miad disajikan dengan sendok lebar seperti yang digunakan oleh penjual es buah.

Sebagai teman makan, disediakan dua piring masing-masing berisi irisan lontong dan kerupuk panjang yang dikenal sebagai kerupuk jentik atau kerupuk jari oleh penduduk lokal. Tak ada saus tomat, selain tisu di atas meja hanya ada botol kecap. Itu pun tak banyak yang menyentuh karena dianggap malah akan merusak cita rasa.

Karena pertimbangan jarak, saya memilih mendatangi bakso daging yang di Jebed Utara. Warung ini bahkan sudah terlihat dari depan Balai Desa Jebed, tetangga Desa Jebed Utara. Hati-hati menyeberang jalan, sebab jalur ini biasa dilewati kendaraan-kendaraan besar yang melaju kencang.

Bu Kusyati menyambut ramah setiap pembeli yang datang. Kalau pembeli tersebut udah berkali-kali datang, Bu Kusyati sudah hapal betul selera pelanggan sehingga tak perlu ditanyakan "komplit napa mboten?" atau pertanyaan lain. Saya bersama Mas Khaerul Ikhwan memesan dua porsi plus es jeruk.

Tempat duduk kami tak begitu jauh dari gerobak tempat seluruh bahan-bahan bakso daging diletakkan, termasuk dandang besar berisi kuah. Aroma kuah ini sudah tercium sejak pertama kali kami datang. Sekilas tak berbeda jauh dengan aroma kuah bakso pada umumnya.

Saat kami datang kondisi warung tengah sepi. Hanya ada dua pembeli yang tengah asyik makan di dalam. Tapi tak menunggu lama kami langsung mendapat teman, kira-kira tiga perempat tempat duduk terisi. Sudah waktunya makan siang, jadi pembeli pun berdatangan ke warung ini.


Bu Kusyati sendiri yang mengantar pesanan ke meja kami. Sebelumnya seorang perempuan, mungkin anak si Ibu, sudah terlebih dahulu menghidangkan dua piring berisi kerupuk dan irisan lontong. Lalu disusul dua gelas es jeruk. Tapi yang saya tunggu-tunggu hanyalah bakso daging sebagai hidangan utama.

Meski bernama bakso, tampilan makanan satu ini berbeda sekali dengan bakso pada umumnya. Bukan hanya karena tak ada pentol-pentol, tapi juga isi di dalam mangkuknya. Selain irisan daging kerbau ada irisan tomat hijau, irisan daun bawang, serta sejumput kerupuk halus sebagai topping. Sama sekali tak mirip bakso.

Toh, tak ada yang peduli bakso daging ini mirip bakso betulan atau tidak setelah mencicipinya. Saya sengaja tak menambahkan kecap manis maupun garam ke dalam mangkuk. Saya ingin menikmati cita rasa asli racikan Bu Kusyati. Dan... cukup satu sendok saja bagi saya untuk menjadi penggemar baru bakso daging Pak Miad.

Mencicipi dagingnya, ada alasan kenapa tak disediakan garpu apalagi pisau di atas meja. Hanya ada sedotan dan tisu. Pembeli sama sekali tidak memerlukan garpu sebab daging kerbaunya sangat empuk sekali. Bahkan rasanya tak perlu dikunyah saking empuknya. Sedangkan irisan tomat hijau memberi cita rasa asam segar alami.

Tak butuh waktu lama mangkuk di hadapan saya sudah kosong melompong. Saya malah tak sempat mencampurkan irisan lontong atau kerupuk ke dalam bakso daging pesanan saya, sudah terlanjur habis. Andai saja hari itu bukan Jumat dan jam tak menunjukkan pukul sebelas seperempat, ingin rasanya saya memesan satu porsi lagi seperti yang dilakukan seorang bapak di meja seberang.

Tertarik mencoba? Kalau kebetulan melintasi Pemalang, jangan ragu-ragu mampir dan cicipi Bakso Daging Putri Miad. Kalau belum sempat, coba saksikan dulu bagaimana saya mencicipi bakso tanpa pentol nak unik ini.

MENYEBUT bakso, yang pertama kali terbayang di kepala biasanya bulatan-bulatan serupa bola terbuat dari campuran tepung dan daging. Beberapa orang menyebutnya sebagai pentol bakso, sebagian lagi hanya menyebutnya bakso saja.

Pentol inilah ciri khas yang membedakan bakso dengan makanan berkuah lainnya, seperti misalnya soto. Ukuran pentol bakso umumnya sebesar bola pingpong, tetapi ada juga yang besarnya menyamai bola tenis.

Sewaktu ke Desa Wonorejo di Kabupaten Situbondo, awal 2009 lalu, saya pernah mencicipi bakso berukuran sebesar mangkuk bakso itu sendiri. Sampai-sampai di dalam mangkuk hanya ada satu pentol bakso, sedangkan kuah disajikan di mangkuk berbeda.

Kalau kebetulan Anda mampir di Pemalang, kota kecil di antara Tegal dan Pekalongan, ada satu bakso khas yang sangat kondang di sini. Namanya Bakso Daging Pak Miad, atau setidaknya demikian warga sekitar menyebut bakso ini. Tapi, jangan harap menemukan pentol dalam bakso tersebut.


Pelopor Bakso
Sudah banyak orang kecele ketika pertama kali mencicipi bakso daging Pak Miad. Saat semangkuk bakso disodorkan oleh pelayan, pembeli sering bertanya-tanya heran, "Lho, kok langka ondhol-ondhole?" Ondhol-ondhol adalah istilah lokal untuk menyebut pentol bakso. Namun, setelah dicicipi cita rasanya dijamin membuat ketagihan.

Bakso daging Pak Miad sangat populer di Pemalang, terutama di wilayah Kecamatan Taman yang hanya berjarak sepelemparan batu dari kota. Pak Miad sendiri disebut-sebut sebagai pelopor pedagang bakso di Pemalang. Saat belum ada satupun orang berdagang bakso, warga Desa Banjaran ini sudah berkeliling kampung menjajakan bakso racikannya dengan pikulan bambu. Tak heran jika nama Pak Miad menjadi jaminan kelezatan rasa bakso daging khas Pemalang tersebut.

Awalnya bakso ini hanya bisa didapat di Desa Banjaran. Setelah Pak Miad meninggal pada tahun 1999, dua anak perempuannya meneruskan usaha sang ayah di dua desa berbeda. Warung asli yang di Banjaran dilanjutkan oleh Ibu Eny, sedangkan warung lainnya terletak di Desa Jebed Utara, sekitar 3-4 kilometer dari Banjaran, dikelola oleh Ibu Kusyati.

Pada perkembangannya, warung yang di Jebed Utara lebih populer. Pemilik warung yang terletak persis di seberang jalan Tugu Jebed Utara itu tampak lebih piawai menjajakan bakso warisan ayahnya. Meski kondisi warung yang dinamainya Bakso Daging Putri Miad begitu sederhana, hanya berupa warung kayu berlantai tanah dengan dinding bercat kapur, pembelinya selalu ramai.

Konsumen Bakso Daging Putri Miad kebanyakan dari kalangan pegawai dan siswa sekolah yang sehari-hari melintasi jalan di depan warung. Pembeli bakal membludak pada jam-jam makan siang. Pembeli tak cuma dari kantor-kantor atau sekolah di sekitaran warung, tapi juga tempat-tempat lain yang jaraknya bisa 5-7 kilometer bahkan lebih.

Saat musim mudik tiba, para pemudik yang melintasi jalan di depan warung Kusyati ikut mampir. Jalan tersebut merupakan jalur alernatif Jakarta-Pekalongan dan bisa tembus sampai Semarang, selalu dipadati kendaraan setiap jelang Lebaran.

Menurut sebuah sumber, Bu Kusyati sudah membuka cabang di Desa Mulyoharjo yang jauh lebih dekat dengan pusat kota Pemalang. Di sini kondisi warungnya tampak lebih bagus, paling tidak bangunannya sudah berdinding beton. Tak seperti warung di Jebed Utara yang masih berupa bangunan kayu sederhana dan berlantai tanah.


Okelah, Ini Bakso yang Berbeda
Seperti bakso pada umumnya, Bakso Daging Putri Miad disajikan dalam mangkuk. Bedanya, mangkuk yang digunakan lebih kecil seperti pada umumnya hidangan soto di wilayah utara Jawa Tengah. Sebagai pengganti pentol bakso, di dalam genangan kuah panas terdapat irisan daging kerbau disertai irisan tomat hijau dan daun bawang.

Perbedaan lain, sebelum dihidangkan di bagian atas bakso ini ditaburi bawang goreng dan bubuk kerupuk. Disebut bubuk kerupuk karena memang terbuat dari kerupuk yang ditumbuk halus. Lalu kalau bakso lain biasa disantap dengan sendok-garpu, Bakso Daging Putri Miad disajikan dengan sendok lebar seperti yang digunakan oleh penjual es buah.

Sebagai teman makan, disediakan dua piring masing-masing berisi irisan lontong dan kerupuk panjang yang dikenal sebagai kerupuk jentik atau kerupuk jari oleh penduduk lokal. Tak ada saus tomat, selain tisu di atas meja hanya ada botol kecap. Itu pun tak banyak yang menyentuh karena dianggap malah akan merusak cita rasa.

Karena pertimbangan jarak, saya memilih mendatangi bakso daging yang di Jebed Utara. Warung ini bahkan sudah terlihat dari depan Balai Desa Jebed, tetangga Desa Jebed Utara. Hati-hati menyeberang jalan, sebab jalur ini biasa dilewati kendaraan-kendaraan besar yang melaju kencang.

Bu Kusyati menyambut ramah setiap pembeli yang datang. Kalau pembeli tersebut udah berkali-kali datang, Bu Kusyati sudah hapal betul selera pelanggan sehingga tak perlu ditanyakan "komplit napa mboten?" atau pertanyaan lain. Saya bersama Mas Khaerul Ikhwan memesan dua porsi plus es jeruk.

Tempat duduk kami tak begitu jauh dari gerobak tempat seluruh bahan-bahan bakso daging diletakkan, termasuk dandang besar berisi kuah. Aroma kuah ini sudah tercium sejak pertama kali kami datang. Sekilas tak berbeda jauh dengan aroma kuah bakso pada umumnya.

Saat kami datang kondisi warung tengah sepi. Hanya ada dua pembeli yang tengah asyik makan di dalam. Tapi tak menunggu lama kami langsung mendapat teman, kira-kira tiga perempat tempat duduk terisi. Sudah waktunya makan siang, jadi pembeli pun berdatangan ke warung ini.


Bu Kusyati sendiri yang mengantar pesanan ke meja kami. Sebelumnya seorang perempuan, mungkin anak si Ibu, sudah terlebih dahulu menghidangkan dua piring berisi kerupuk dan irisan lontong. Lalu disusul dua gelas es jeruk. Tapi yang saya tunggu-tunggu hanyalah bakso daging sebagai hidangan utama.

Meski bernama bakso, tampilan makanan satu ini berbeda sekali dengan bakso pada umumnya. Bukan hanya karena tak ada pentol-pentol, tapi juga isi di dalam mangkuknya. Selain irisan daging kerbau ada irisan tomat hijau, irisan daun bawang, serta sejumput kerupuk halus sebagai topping. Sama sekali tak mirip bakso.

Toh, tak ada yang peduli bakso daging ini mirip bakso betulan atau tidak setelah mencicipinya. Saya sengaja tak menambahkan kecap manis maupun garam ke dalam mangkuk. Saya ingin menikmati cita rasa asli racikan Bu Kusyati. Dan... cukup satu sendok saja bagi saya untuk menjadi penggemar baru bakso daging Pak Miad.

Mencicipi dagingnya, ada alasan kenapa tak disediakan garpu apalagi pisau di atas meja. Hanya ada sedotan dan tisu. Pembeli sama sekali tidak memerlukan garpu sebab daging kerbaunya sangat empuk sekali. Bahkan rasanya tak perlu dikunyah saking empuknya. Sedangkan irisan tomat hijau memberi cita rasa asam segar alami.

Tak butuh waktu lama mangkuk di hadapan saya sudah kosong melompong. Saya malah tak sempat mencampurkan irisan lontong atau kerupuk ke dalam bakso daging pesanan saya, sudah terlanjur habis. Andai saja hari itu bukan Jumat dan jam tak menunjukkan pukul sebelas seperempat, ingin rasanya saya memesan satu porsi lagi seperti yang dilakukan seorang bapak di meja seberang.

Tertarik mencoba? Kalau kebetulan melintasi Pemalang, jangan ragu-ragu mampir dan cicipi Bakso Daging Putri Miad. Kalau belum sempat, coba saksikan dulu bagaimana saya mencicipi bakso tanpa pentol nak unik ini.

Sabtu, 31 Desember 2016


TINGGAL hitungan jam hari terakhir di tahun 2016 bakal berlalu. Tepat pada pukul 00.00 WIB nanti hari baru sekaligus membawa tahun baru, 2017. Saya tak sabar menantikan apa yang bakal diberikan tahun baru ini. Namun sebelum itu saya ingin mengilas-balik apa saja yang telah terjadi sepanjang 2016.

Sejak memutuskan berhenti berdagang uang lama pada akhir 2014, lalu disusul mengundurkan diri sebagai content writer di sebuah blog populer awal 2015, saya resmi "menganggur" total. Masa-masa yang sulit bagi saya dan istri. Terlebih anak-anak mulai masuk sekolah dengan diawali Damar di Taman Kanak-Kanak.

Toh, saya dan istri percaya sepenuhnya Allah-lah Sang Pemberi Rejeki. Berdagang, menjadi content writer, atau apapun itu, semuanya hanyalah wasilah alias perantara. Artinya, meskipun tak lagi berdagang dan berstatus content writer, rejeki untuk kami akan tetap ada. Allah menyalurkannya lewat perantara lain. Dan Allah adalah sebaik-baiknya tempat bergantung.

Teman-teman dan saudara yang tahu persis berapa pendapatan saya sewaktu masih berdagang uang lama bertanya-tanya kenapa saya menghentikan usaha tersebut. Well, jawabannya terkait dengan keyakinan. Intinya saya sudah tidak mantap lagi memperdagangkan uang lama, sehingga merasa lebih nyaman untuk meninggalkannya.

Alhamdulillah, meski sempat agak kaget dengan perubahan kondisi finansial yang teramat drastis, kami mampu bertahan. Ada saja jalan yang diberikan Allah sehingga kami terus-menerus mendapatkan rejekinya dari berbagai pintu. Terkadang dari arah yang tidak kami duga-duga. Salah satunya lewat program periklanan WordAds dari blog sepakbola yang saya kelola.

Mendekati akhir 2015, saya semakin mantap untuk kembali memaksimalkan skill menulis dalam mencari nafkah. Sebenarnya masih ingin berdagang lagi. Namun saya belum menemukan produk apa yang hendak dijual, jadi ini untuk rencana jangka panjang saja. Untuk saat ini saya ingin kembali menulis.

Langkah pertama yang saya lakukan adalah mengaktifkan blog pribadi ini. Bungeko.com terlantar sejak akhir 2011. Sempat saya ubah jadi blog sepakbola, lalu ganti jadi blog gado-gado yang mengangkat semua hal yang sedang trend, dipindah ke WordPress, dikembalikan lagi ke Blogger, dan lagi-lagi dibiarkan terlantar.


Berkah Ikut Fun Blogging
Adalah Fun Blogging yang kemudian membuat saya kembali bersemangat mengurus Bungeko.com. Saya kenal komunitas ini dari banner yang terpajang di blog Pakde Abdul Cholik. Saya kenal beliau sejak tahun 2011, di masa-masa awal beliau ngeblog. Kami selalu saling kunjung dan berbalas komentar masa itu. Saya malah pernah memenangkan giveaway yang diadakan Pakde.

Awalnya saya membuka situs Fun Blogging. Tapi tak banyak informasi yang saya dapat di sana. Lalu saya buka grupnya di Facebook. Sama saja, sebab itu grup tertutup sehingga saya harus bergabung terlebih dahulu untuk bisa mengetahui isinya.

Didorong rasa penasaran saya banyak bertanya mengenai Fun Blogging kepada Pakde. Ndilalah, waktu itu tengah dibuka pendaftaran angkatan 8, 9, dan 10. Saya nekat mendaftar. Incaran saya kalau tidak bisa ikut yang di Semarang, saya bakal pergi ke Jogja. Syukurlah, ternyata saya bisa mengikuti event di Semarang.

Baca juga: Hilang Fokus di Jl. Pandanaran Semarang (Kenangan Fun Blogging 9)

Oke, saya paham soal online money-making sejak 2005. Saya bahkan sudah berpenghasilan rata-rata US$ 250 sebulan dari blog pribadi di tahun 2007-2009. Namun apa yang saya ketahui dulu tentu berbeda jauh dengan perkembangan saat ini. Saya belajar dari nol lagi. Dan beruntung sekali saya berguru pada orang-orang yang tepat.

Dan tanpa bermaksud menyombongkan diri ataupun pamer, berikut yang telah saya dapatkan sepanjang 2016. Semuanya berkat kemurahan Allah SWT, serta bantuan dan contoh yang diberikan oleh trio founding mother Fun Blogging: Kak Haya Aliya Zaki, Teh Ani Berta, dan Mbak Shintaries.


1. Juara II Lomba Blog Fun Blogging 9
Tak sampai sebulan sejak mengikuti Fun Blogging 9 di Semarang, saya langsung mendapatkan rejeki. Saya terpilih sebagai Juara II dalam lomba blog yang diadakan khusus bagi peserta workshop. Hadiahnya membuat istri saya tersenyum ceria, yakni voucher Indomaret senilai Rp300.000.

Kami jadi tahu caranya berbelanja pakai voucher di Indomaret! Hahaha...

2. Job pertama + action cam
Masih di bulan April, saya langsung mendapatkan job dari Fun Blogging. Teh Ani yang mendapat proyek buzzer untuk event Traxx Unlock the City dari Daihatsu memilih saya bersama beberapa belas teman anggota grup lainnya. Fee-nya Rp250.000, fee pertama saya sebagai blogger.

Allah Maha Baik. Selain fee, saya berturut-turut masuk dalam daftar pemenang hadiah di tiga pekan penyelenggaraan event tersebut. Pekan pertama mendapat tumbler, pekan kedua voucher MAP Rp100.000, dan pekan ketiga mendapat action cam Xiaomi Yi lengkap dengan tongsis dan memory card 16GB. Wow!



3. Plesir ke Palembang, kota kelahiran
Mei 2016, nama saya masuk dalam tiga pemenang Lomba Blog Musi Triboatton 2016. Ini kali pertama saya memenangkan lomba blog sejak terakhir kali pada April 2010 dan medio 2011. Sebagai hadiah, saya diongkosi dari Pemalang ke Palembang untuk menyaksikan balapan Musi Triboatton 2016.

Yang membuat haru, beberapa pekan sebelumnya nenek saya di Palembang meninggal. Saya seharusnya datang ke sana bersama-sama Bapak, Ibu, dan adik-adik yang berdatangan dari Jambi, Jakarta dan Bogor. Tapi keadaan tak memungkinkan saya ikut datang. Ternyata Allah memberi jalan lain, sehingga saya bisa berziarah ke makam Simbah.

Baca juga: Jadi Turis di Kota Kelahiran Sendiri

4. Dapat smart watch
Setelah kembali gagal sepanjang Juni, pada Juli 2016 saya terpilih sebagai Juara IV dalam lomba blog yang diadakan Bebasbayar.com. Jujur, saya sebenarnya mengincar juara II yang berhadiah smartphone karena saat itu tengah tidak punya. Tapi Allah berkehendak lain dan saya mendapat smart watch. Lumayan.

Tak lama berselang, saya juga terpilih sebagai salah satu pemenang dalam giveaway yang diadakan Pak Nnher. Hadiahnya? Rahasia dong. Yang jelas sangat bermanfaat sekali untuk tukang ngemil seperti saya. Hahaha...



5. Plesir ke Lampung dan Banjarnegara
Agustus tampaknya jadi bulan terbaik bagi saya. Di bulan ini saya mendapat empat hadiah sekaligus. Dan hadiah-hadiahnya terhitung komplit sekali, ada barang, ada uang, dan ada jalan-jalan. Malah satu lomba memberikan dua hadiah sekaligus: uang tunai dan jalan-jalan. Nikmat Allah yang mana yang mau didustakan?

Keempat pencapaian di bulan Agustus 2016 tersebut:
- Pemenang hiburan giveaway Asus-nya Mbak Uniek, berhadiah sepatu keren dari The Warna
- 10 besar lomba penulisan Come ON Inspire yang diadakan Bank OCBC NISP, berhadiah uang tunai
- Juara lomba blog Sunpride, berhadiah jalan-jalan ke Lampung plus paket buah
- Juara III lomba blog Banjarnegara, berhadiah uang tunai dan wisata gratis


6. BALI!!!
Saya kira Agustus merupakan bulan terbaik, rupanya Allah memberi rejeki lain yang lebih membahagiakan. Iseng-iseng mengikuti lomba video yang diadakan Frisian Flag Indonesia, saya dan keluarga terpilih sebagai salah satu dari tiga pemenang utama. Hadiahnya tur ke Bali selama 5 hari empat malam untuk saya, istri, dan dua anak tercinta. Masya Allah :)

Eh, itu kan bukan lomba blog? Iya. Tapi, di tahun ini saya juga tengah memperdalam keterampilan dalam olah video. Jadi, bagi saya ini merupakan hadiah yang menumbuhkan optimisme tinggi. Sepulang dari Bali saya jadi bersemangat memproduksi video untuk satu channel YouTube. Kini, channel tersebut mulai memberi hasil (baca: uang :D).

Di bulan ini saya juga mendapat hadiah yang seolah memberi tamparan. Apa itu? Paket buku My Stupid Boss ditambah banyak buku lain dari Penerbit Indonesia Tera, serta kaos. Hadiah ini didapat setelah saya memenangkan lomba menulis yang diadakan Desa Bahasa Borobudur dan Indonesia Tera. Lomba terbatas sih, khusus untuk peserta kunjungan yang terdiri dari member-member Ibu-Ibu Doyan Ngeblog (IIDN) Semarang dan komunitas blogger Gandjel Rel.

Saya sebut hadiah ini tamparan sebab sudah lama sekali saya tidak membaca buku. Pun membeli buku. Hihihi...



6. MacBook Air
Karena keasyikan mengedit video, banyak sekali lomba blog yang saya lewatkan. Namun begitu membaca info mengenai lomba blog My BCA Experience saya tak mau absen. Saya harus ikut! Begitu tekad saya waktu itu. Mengandalkan pengalaman nyata sewaktu memesankan tiket pesawat untuk Ibu, alhamdulillah, saya terpilih sebagai Juara I.

Hadiahnya? MacBook Air 11.6 inchi! Harganya berkali-kali lipat dari sepeda motor second merek Taiwan yang selama ini saya pakai. Lagi-lagi ini merupakan kemurahan Allah, sebab sudah lama sekali saya mengidam-idamkan komputer/laptop yang punya spek lebih oke untuk keperluan video editing.

Selama ini saya mengedit video menggunakan laptop dengan spek pas-pasan: RAM 2 GB, prosesor 1,4 GHz. Seringkali terjadi laptop lag atau crash saat tengah menggarap video. MacBook Air hadiah dari BCA ini pas sekali dengan kebutuhan saya. Alhamdulillah...



7. Xiaomi Mi4i
Di penghujung tahun, saya kembali iseng mengikuti lomba video. Lagi-lagi melibatkan istri dan anak-anak. Ndilalah, usaha saya sekeluarga membuahkan rejeki. Kali ini smartphone Xiaomi Mi4i yang kece badai. Anak-anak saya sampai bersorak kegirangan sewaktu saya beri tahu kalau kami masuk dalam salah satu dari 10 pemenang.

Entahlah, mungkin Allah sudah cukup menguji istri saya yang sejak September lalu tidak pegang hape. Hapenya rusak, sudah dua kali diservis tetap rusak. Mau beli baru tak ada budget.

Dan saya hanya bisa berucap, alhamdulillah...

8. Dipercaya berbagai brand
Seperti yang diajarkan dalam workshop Fun Blogging, yaitu blog monetizing, akhirnya bungeko.com dipercaya oleh berbagai brand sebagai media promosi. Blog ini pertama kali mendapat job dari sebuah agency yang menangani promo Traveloka pada Juni 2016. Honornya? Rahasia perusahaan! Hahaha.

Semenjak itu job demi job berdatangan lewat berbagai pintu. Mula-mula lewat info di grup Fun Blogging, ada juga yang hasil iseng nyamber status orang, dari grup WhatsApp, dan belakangan tawaran langsung masuk melalui mailbox saya. Hingga 31 Desember 2016 saya telah menulis untuk Blanja.com, ShopBack, Sejasa.com, Priceza, Scotch-Brite, Elevenia, Tiket2.com, SaleDuck, Polytron, Paylesser, Pertamina, serta satu job yang entah untuk apa saya tidak tahu karena tidak menyertakan backlink sama sekali.

Besar fee-nya bervariasi, dan saya selalu bersyukur berapapun nominal yang didapat. Entah itu Rp50.000, Rp100.000, Rp250.000, Rp300.000, Rp500.000, Rp800.000, atau Rp1.000.000.

Jangan kagum dulu. Nominal terakhir itu baru sebatas impian. Hehehehe.

*****

Jam di sudut kanan bawah monitor laptop saya menunjukkan angka 23:29 WIB sewaktu saya menuliskan paragraf ini. Tinggal setengah jam lagi tahun berganti. Saya berharap semoga 2017 kembali memberikan keberkahan bagi kami sekeluarga. Mau lebih banyak atau lebih sedikit, Allah Maha Pengatur Rejeki dan Maha Tahu apa yang dibutuhkan hamba-Nya. Tugas saya hanyalah berusaha dan berdoa.

Satu hal yang pasti, semua yang telah saya capai sepanjang 2016 membangkitkan satu optimisme dalam diri ini. Optimisme bahwa saya bisa mencapai apapun yang saya inginkan dengan menulis dan blog sepanjang saya mau berusaha secara sungguh-sungguh.

Semoga bermanfaat!


TINGGAL hitungan jam hari terakhir di tahun 2016 bakal berlalu. Tepat pada pukul 00.00 WIB nanti hari baru sekaligus membawa tahun baru, 2017. Saya tak sabar menantikan apa yang bakal diberikan tahun baru ini. Namun sebelum itu saya ingin mengilas-balik apa saja yang telah terjadi sepanjang 2016.

Sejak memutuskan berhenti berdagang uang lama pada akhir 2014, lalu disusul mengundurkan diri sebagai content writer di sebuah blog populer awal 2015, saya resmi "menganggur" total. Masa-masa yang sulit bagi saya dan istri. Terlebih anak-anak mulai masuk sekolah dengan diawali Damar di Taman Kanak-Kanak.

Toh, saya dan istri percaya sepenuhnya Allah-lah Sang Pemberi Rejeki. Berdagang, menjadi content writer, atau apapun itu, semuanya hanyalah wasilah alias perantara. Artinya, meskipun tak lagi berdagang dan berstatus content writer, rejeki untuk kami akan tetap ada. Allah menyalurkannya lewat perantara lain. Dan Allah adalah sebaik-baiknya tempat bergantung.

Teman-teman dan saudara yang tahu persis berapa pendapatan saya sewaktu masih berdagang uang lama bertanya-tanya kenapa saya menghentikan usaha tersebut. Well, jawabannya terkait dengan keyakinan. Intinya saya sudah tidak mantap lagi memperdagangkan uang lama, sehingga merasa lebih nyaman untuk meninggalkannya.

Alhamdulillah, meski sempat agak kaget dengan perubahan kondisi finansial yang teramat drastis, kami mampu bertahan. Ada saja jalan yang diberikan Allah sehingga kami terus-menerus mendapatkan rejekinya dari berbagai pintu. Terkadang dari arah yang tidak kami duga-duga. Salah satunya lewat program periklanan WordAds dari blog sepakbola yang saya kelola.

Mendekati akhir 2015, saya semakin mantap untuk kembali memaksimalkan skill menulis dalam mencari nafkah. Sebenarnya masih ingin berdagang lagi. Namun saya belum menemukan produk apa yang hendak dijual, jadi ini untuk rencana jangka panjang saja. Untuk saat ini saya ingin kembali menulis.

Langkah pertama yang saya lakukan adalah mengaktifkan blog pribadi ini. Bungeko.com terlantar sejak akhir 2011. Sempat saya ubah jadi blog sepakbola, lalu ganti jadi blog gado-gado yang mengangkat semua hal yang sedang trend, dipindah ke WordPress, dikembalikan lagi ke Blogger, dan lagi-lagi dibiarkan terlantar.


Berkah Ikut Fun Blogging
Adalah Fun Blogging yang kemudian membuat saya kembali bersemangat mengurus Bungeko.com. Saya kenal komunitas ini dari banner yang terpajang di blog Pakde Abdul Cholik. Saya kenal beliau sejak tahun 2011, di masa-masa awal beliau ngeblog. Kami selalu saling kunjung dan berbalas komentar masa itu. Saya malah pernah memenangkan giveaway yang diadakan Pakde.

Awalnya saya membuka situs Fun Blogging. Tapi tak banyak informasi yang saya dapat di sana. Lalu saya buka grupnya di Facebook. Sama saja, sebab itu grup tertutup sehingga saya harus bergabung terlebih dahulu untuk bisa mengetahui isinya.

Didorong rasa penasaran saya banyak bertanya mengenai Fun Blogging kepada Pakde. Ndilalah, waktu itu tengah dibuka pendaftaran angkatan 8, 9, dan 10. Saya nekat mendaftar. Incaran saya kalau tidak bisa ikut yang di Semarang, saya bakal pergi ke Jogja. Syukurlah, ternyata saya bisa mengikuti event di Semarang.

Baca juga: Hilang Fokus di Jl. Pandanaran Semarang (Kenangan Fun Blogging 9)

Oke, saya paham soal online money-making sejak 2005. Saya bahkan sudah berpenghasilan rata-rata US$ 250 sebulan dari blog pribadi di tahun 2007-2009. Namun apa yang saya ketahui dulu tentu berbeda jauh dengan perkembangan saat ini. Saya belajar dari nol lagi. Dan beruntung sekali saya berguru pada orang-orang yang tepat.

Dan tanpa bermaksud menyombongkan diri ataupun pamer, berikut yang telah saya dapatkan sepanjang 2016. Semuanya berkat kemurahan Allah SWT, serta bantuan dan contoh yang diberikan oleh trio founding mother Fun Blogging: Kak Haya Aliya Zaki, Teh Ani Berta, dan Mbak Shintaries.


1. Juara II Lomba Blog Fun Blogging 9
Tak sampai sebulan sejak mengikuti Fun Blogging 9 di Semarang, saya langsung mendapatkan rejeki. Saya terpilih sebagai Juara II dalam lomba blog yang diadakan khusus bagi peserta workshop. Hadiahnya membuat istri saya tersenyum ceria, yakni voucher Indomaret senilai Rp300.000.

Kami jadi tahu caranya berbelanja pakai voucher di Indomaret! Hahaha...

2. Job pertama + action cam
Masih di bulan April, saya langsung mendapatkan job dari Fun Blogging. Teh Ani yang mendapat proyek buzzer untuk event Traxx Unlock the City dari Daihatsu memilih saya bersama beberapa belas teman anggota grup lainnya. Fee-nya Rp250.000, fee pertama saya sebagai blogger.

Allah Maha Baik. Selain fee, saya berturut-turut masuk dalam daftar pemenang hadiah di tiga pekan penyelenggaraan event tersebut. Pekan pertama mendapat tumbler, pekan kedua voucher MAP Rp100.000, dan pekan ketiga mendapat action cam Xiaomi Yi lengkap dengan tongsis dan memory card 16GB. Wow!



3. Plesir ke Palembang, kota kelahiran
Mei 2016, nama saya masuk dalam tiga pemenang Lomba Blog Musi Triboatton 2016. Ini kali pertama saya memenangkan lomba blog sejak terakhir kali pada April 2010 dan medio 2011. Sebagai hadiah, saya diongkosi dari Pemalang ke Palembang untuk menyaksikan balapan Musi Triboatton 2016.

Yang membuat haru, beberapa pekan sebelumnya nenek saya di Palembang meninggal. Saya seharusnya datang ke sana bersama-sama Bapak, Ibu, dan adik-adik yang berdatangan dari Jambi, Jakarta dan Bogor. Tapi keadaan tak memungkinkan saya ikut datang. Ternyata Allah memberi jalan lain, sehingga saya bisa berziarah ke makam Simbah.

Baca juga: Jadi Turis di Kota Kelahiran Sendiri

4. Dapat smart watch
Setelah kembali gagal sepanjang Juni, pada Juli 2016 saya terpilih sebagai Juara IV dalam lomba blog yang diadakan Bebasbayar.com. Jujur, saya sebenarnya mengincar juara II yang berhadiah smartphone karena saat itu tengah tidak punya. Tapi Allah berkehendak lain dan saya mendapat smart watch. Lumayan.

Tak lama berselang, saya juga terpilih sebagai salah satu pemenang dalam giveaway yang diadakan Pak Nnher. Hadiahnya? Rahasia dong. Yang jelas sangat bermanfaat sekali untuk tukang ngemil seperti saya. Hahaha...



5. Plesir ke Lampung dan Banjarnegara
Agustus tampaknya jadi bulan terbaik bagi saya. Di bulan ini saya mendapat empat hadiah sekaligus. Dan hadiah-hadiahnya terhitung komplit sekali, ada barang, ada uang, dan ada jalan-jalan. Malah satu lomba memberikan dua hadiah sekaligus: uang tunai dan jalan-jalan. Nikmat Allah yang mana yang mau didustakan?

Keempat pencapaian di bulan Agustus 2016 tersebut:
- Pemenang hiburan giveaway Asus-nya Mbak Uniek, berhadiah sepatu keren dari The Warna
- 10 besar lomba penulisan Come ON Inspire yang diadakan Bank OCBC NISP, berhadiah uang tunai
- Juara lomba blog Sunpride, berhadiah jalan-jalan ke Lampung plus paket buah
- Juara III lomba blog Banjarnegara, berhadiah uang tunai dan wisata gratis


6. BALI!!!
Saya kira Agustus merupakan bulan terbaik, rupanya Allah memberi rejeki lain yang lebih membahagiakan. Iseng-iseng mengikuti lomba video yang diadakan Frisian Flag Indonesia, saya dan keluarga terpilih sebagai salah satu dari tiga pemenang utama. Hadiahnya tur ke Bali selama 5 hari empat malam untuk saya, istri, dan dua anak tercinta. Masya Allah :)

Eh, itu kan bukan lomba blog? Iya. Tapi, di tahun ini saya juga tengah memperdalam keterampilan dalam olah video. Jadi, bagi saya ini merupakan hadiah yang menumbuhkan optimisme tinggi. Sepulang dari Bali saya jadi bersemangat memproduksi video untuk satu channel YouTube. Kini, channel tersebut mulai memberi hasil (baca: uang :D).

Di bulan ini saya juga mendapat hadiah yang seolah memberi tamparan. Apa itu? Paket buku My Stupid Boss ditambah banyak buku lain dari Penerbit Indonesia Tera, serta kaos. Hadiah ini didapat setelah saya memenangkan lomba menulis yang diadakan Desa Bahasa Borobudur dan Indonesia Tera. Lomba terbatas sih, khusus untuk peserta kunjungan yang terdiri dari member-member Ibu-Ibu Doyan Ngeblog (IIDN) Semarang dan komunitas blogger Gandjel Rel.

Saya sebut hadiah ini tamparan sebab sudah lama sekali saya tidak membaca buku. Pun membeli buku. Hihihi...



6. MacBook Air
Karena keasyikan mengedit video, banyak sekali lomba blog yang saya lewatkan. Namun begitu membaca info mengenai lomba blog My BCA Experience saya tak mau absen. Saya harus ikut! Begitu tekad saya waktu itu. Mengandalkan pengalaman nyata sewaktu memesankan tiket pesawat untuk Ibu, alhamdulillah, saya terpilih sebagai Juara I.

Hadiahnya? MacBook Air 11.6 inchi! Harganya berkali-kali lipat dari sepeda motor second merek Taiwan yang selama ini saya pakai. Lagi-lagi ini merupakan kemurahan Allah, sebab sudah lama sekali saya mengidam-idamkan komputer/laptop yang punya spek lebih oke untuk keperluan video editing.

Selama ini saya mengedit video menggunakan laptop dengan spek pas-pasan: RAM 2 GB, prosesor 1,4 GHz. Seringkali terjadi laptop lag atau crash saat tengah menggarap video. MacBook Air hadiah dari BCA ini pas sekali dengan kebutuhan saya. Alhamdulillah...



7. Xiaomi Mi4i
Di penghujung tahun, saya kembali iseng mengikuti lomba video. Lagi-lagi melibatkan istri dan anak-anak. Ndilalah, usaha saya sekeluarga membuahkan rejeki. Kali ini smartphone Xiaomi Mi4i yang kece badai. Anak-anak saya sampai bersorak kegirangan sewaktu saya beri tahu kalau kami masuk dalam salah satu dari 10 pemenang.

Entahlah, mungkin Allah sudah cukup menguji istri saya yang sejak September lalu tidak pegang hape. Hapenya rusak, sudah dua kali diservis tetap rusak. Mau beli baru tak ada budget.

Dan saya hanya bisa berucap, alhamdulillah...

8. Dipercaya berbagai brand
Seperti yang diajarkan dalam workshop Fun Blogging, yaitu blog monetizing, akhirnya bungeko.com dipercaya oleh berbagai brand sebagai media promosi. Blog ini pertama kali mendapat job dari sebuah agency yang menangani promo Traveloka pada Juni 2016. Honornya? Rahasia perusahaan! Hahaha.

Semenjak itu job demi job berdatangan lewat berbagai pintu. Mula-mula lewat info di grup Fun Blogging, ada juga yang hasil iseng nyamber status orang, dari grup WhatsApp, dan belakangan tawaran langsung masuk melalui mailbox saya. Hingga 31 Desember 2016 saya telah menulis untuk Blanja.com, ShopBack, Sejasa.com, Priceza, Scotch-Brite, Elevenia, Tiket2.com, SaleDuck, Polytron, Paylesser, Pertamina, serta satu job yang entah untuk apa saya tidak tahu karena tidak menyertakan backlink sama sekali.

Besar fee-nya bervariasi, dan saya selalu bersyukur berapapun nominal yang didapat. Entah itu Rp50.000, Rp100.000, Rp250.000, Rp300.000, Rp500.000, Rp800.000, atau Rp1.000.000.

Jangan kagum dulu. Nominal terakhir itu baru sebatas impian. Hehehehe.

*****

Jam di sudut kanan bawah monitor laptop saya menunjukkan angka 23:29 WIB sewaktu saya menuliskan paragraf ini. Tinggal setengah jam lagi tahun berganti. Saya berharap semoga 2017 kembali memberikan keberkahan bagi kami sekeluarga. Mau lebih banyak atau lebih sedikit, Allah Maha Pengatur Rejeki dan Maha Tahu apa yang dibutuhkan hamba-Nya. Tugas saya hanyalah berusaha dan berdoa.

Satu hal yang pasti, semua yang telah saya capai sepanjang 2016 membangkitkan satu optimisme dalam diri ini. Optimisme bahwa saya bisa mencapai apapun yang saya inginkan dengan menulis dan blog sepanjang saya mau berusaha secara sungguh-sungguh.

Semoga bermanfaat!

Senin, 26 Desember 2016


AKHIR tahun semakin dekat. Pusat-pusat perbelanjaan dan toko-toko online mulai menawarkan berbagai diskon menarik. Maklum, sudah jadi semacam tradisi kalau tingkat konsumsi meningkat jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Awas, jangan sampai "terjebak" diskon dan promo. Bersikaplah bijak agar belanja akhir tahun nggak bikin kantong jebol.

Coba cek mailbox, sudah berapa kali toko-toko online tempat kamu pernah belanja mengirim email promosi? Kalau setiap toko mengirimi satu email saja setiap hari, maka mailbox kita mendapatkan tujuh tawaran sale akhir tahun dalam sepekan terakhir. Itu baru dari satu toko online ya.

Saya sendiri entah sudah menghapus berapa belas atau malah puluh email semacam itu. Isinya tawaran berbagai promo dan diskon. Mulai 15%, 25%, sampai ada yang 80-90%. Mulai dari toko sepatu, pembuatan memorabilia, dan tidak ketinggalan marketplace yang menyediakan segala macam barang.

Memang sebenarnya ada satu yang jadi incaran saya: televisi layar datar ukuran minimal 24". Bukan, bukan untuk menonton siaran televisi. Saya butuh ini untuk keperluan video editing. Jadi lebih sebagai monitor besar yang akan dihubungkan dengan laptop, jadi saya dapat mengedit video dengan dua monitor sekaligus.

Hanya saja budget-nya belum ada nih. Mau tidak mau saya harus rem dulu keinginan tersebut. Padahal sedang ada banyak diskon year-end sale. Dan televisi incaran saya sedang didiskon 23% di Lazada. Sayangnya. Tapi saya tetap saja tidak tertarik karena sadar diri belum saatnya membeli sekalipun email-email promosi terus membanjir.

Nah, seringkali tawaran yang begitu gencar membuat kita penasaran, lantas tertarik, dan ujung-ujungnya membeli. Kalau barang yang dibeli memang sedang dibutuhkan tidak jadi masalah. Tapi tak jarang kita membeli hanya karena ingin membeli, dengan alasan-alasan yang sebenarnya hanyalah apologi semata untuk membenarkan khilaf dompet.

Okelah, khilaf satu barang masih bisa dimaafkan. Yang gawat kalau lihat diskon di sini beli, tahu diskon di sana beli lagi, lihat toko online langganan menggelar promo lagi-lagi beli. Tahu-tahu jumlah tagihan membengkak. Padahal tidak semua barang yang dibeli benar-benar dibutuhkan.

So, agar belanja akhir tahun tidak malah membebani keuanganmu, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan.


1. Manfaatkan Sale Natal dan Tahun Baru
Akhir tahun begini identik dengan promo Natal dan Tahun Baru atau Christmas New Year Sale. Berbagai toko serta merchant menawarkan promo dengan diskon tidak tanggung-tanggung. Biasanya karena sekaligus dijadikan momen cuci gudang, diskonnya rata-rata 50% bahkan ada yang berani memberi diskon 70%. Wow!

Jangan sia-siakan momentum ini. Manfaatkan berbagai sale dan promo tersebut untuk mendapatkan barang-barang incaranmu. Lumayan, kita bisa menghemat banyak karena membeli jauh di bawah harga pasaran. Kelebihan anggaran dapat dibelanjakan barang lain, atau disimpan untuk merayakan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga.

Sebelum memutuskan beli di mana, coba lihat-lihat ke berbagai toko online atau marketplace yang menawarkan promo Natal dan Tahun Baru. Lihat toko mana yang memberikan diskon terbesar untuk barang-barang dalam wishlist-mu. Kalau sudah dapat, segera eksekusi! :)

2. Buat daftar belanja
Ini penting sekali diingat setiap kali kita mau belanja. Yang membuat kantong bolong saat berbelanja adalah karena kita tidak tahu mana yang dibutuhkan, dan mana yang hanya kita inginkan. Semuanya dibeli, barulah begitu sampai di rumah kaget melihat tagihan. Belum lagi timbul penyesalan karena beberapa barang yang dibeli rupanya tidak benar-benar dibutuhkan.

Membuat daftar belanja menjadikan kita benar-benar fokus hanya pada barang-barang yang dibutuhkan, atau dapat membantu meningkatkan produktivitas. Manfaat lainnya, kita dapat memperkiraan berapa budget yang diperlukan untuk membeli seluruh kebutuhan tersebut.

Jadi, sebelum berburu diskon catat dulu apa-apa saja yang sedang dibutuhkan. Masukkan barang-barang tersebut dalam daftar prioritas dan harus dibeli segera. Buang jauh-jauh keinginan akan satu-dua barang yang bisa ditunda, apalagi jika tidak ada manfaatnya sama sekali.


3. Taati daftar belanja
Daftar belanja tidak akan banyak membantu jika kita tidak mau menaatinya. Jangan setelah semua barang dalam daftar belanja terbeli, lalu seenaknya saja membeli yang lain-lain lagi. Siap-siap saja melotot lihat struk belanja kalau begitu caranya.

Taati daftar belanja secara disiplin. Bertekadlah untuk hanya membeli barang-barang dalam daftar tersebut, abaikan yang lain. Beda cerita kalau ternyata setelah seluruh kebutuhan terbeli masih ada sisa uang. Kita tentu sah-sah saja menghabiskan uang yang sudah dianggarkan tersebut.

4. Ketahui harga asli
Kita seringkali begitu mudah terbuai oleh diskon. Begitu melihat tanda diskon sekian puluh persen, tanpa pikir panjang langsung klik dan beli. Padahal bukan rahasia umum kalau diskon-diskon seperti itu adalah gimmick. Apalagi kalau barang yang didiskon merupakan produk keluaran terbaru.

Cermati dan ketahui harga asli barang yang diincar. Dari situ kita akan punya patokan harga. Kita bisa lihat apakah setelah didiskon sekian puluh persen harganya benar-benar menurun, atau malah sama saja? Kalau benar-benar turun, sikat deh!iPad Mini, idaman lain :)

5. Cari tahu kenapa barang itu didiskon
Ada beberapa alasan toko memberi diskon. Dan di momen akhir tahun seperti ini biasanya karena alasan cuci gudang, alias menghabiskan stok. Di penghujung tahun mereka akan tutup buku, dan mereka tidak ingin laporan tahunan dipenuhi catatan barang menumpuk di gudang.

Selain untuk memperlancar cashflow, ganti tahun berarti ganti model baru lagi. Ini biasa terjadi untuk produk-produk fashion, juga gadget dan elektronik. Kalau sudah ada seri terbaru, seri lama jadi lebih susah dijual. Jadi sebisa mungkin stok lama harus dihabiskan sebelum tahun berganti.

Alasan lain pemberian diskon karena barang tersebut cacat produksi, atau reject. Ketimbang tidak laku-laku dengan harga normal, lebih baik dibanting semurah-murahnya saja supaya tidak jadi "uang mati." Ini semua harus diketahui sebelum berbelanja agar tidak muncul penyesalan karena, misalnya, ternyata barang yang kita beli adalah produk reject banyak lecet-lecet.

6. Bandingkan di toko lain
Agak ribet memang. Tapi kalau menginginkan harga paling murah, cobalah lakukan riset di beberapa toko. Jangan hanya terpaku pada satu tempat, sebab beda toko beda pula diskonnya. Beda marketplace, tentu beda penawarannya.

Mungkin diskonnya sama-sama 50%, tapi di marketplace sebelah plus gratis ongkos kirim. Lumayan, bukan? Atau potongan harganya lebih kecil, namun penjualnya memberi bonus barang lain. Yang tak kalah penting adalah pemberian cashback atau poin berdasarkan nilai belanja. Walaupun terhitung sedikit, tapi lama-lama akan terasa lho.

Jangan lupakan juga soal pengiriman. Ada penjual yang hanya mau mengirim dengan satu jasa ekspedisi tertentu, di tempat lain seluruh jasa pengiriman disediakan. Pilih mana, coba?


7. Gunakan aplikasi diskon
Lho, bukankah pusat-pusat perbelanjaan dan toko online sudah memberi diskon, untuk apalagi aplikasi diskon? Jawabannya, agar bisa lebih hemat lagi pengeluarannya. Situs-situs penyedia diskon seperti ini biasanya mempunyai penawaran khusus yang bahkan tidak akan didapat dari tokonya sendiri.

Misalnya Paylesser Indonesia. Situs ini bekerja sama dengan banyak sekali toko online terkemuka di tanah air. Salah satunya dengan Lazada Indonesia. Jadi kalau ingin berbelanja di Lazada jangan lupa mampir dulu ke situs Paylesser untuk mencari tahu Voucher Lazada terbaru.

Sama halnya toko-toko online, situs-situs penyedia diskon dan kupon belanja juga memanfaatkan betul momen akhir tahun. Dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru, Paylesser mengadakan berbagai promo & diskon yang sangat sayang dilewatkan. Coba saja buka halaman Christmas New Year Sale di situsnya dan lihat promo apa saja yang ditawarkan.

Butuh mobil baru? Dapatkan potongan harga fantastis untuk setiap pembelian mobil Toyota sampai dengan Rp 32 juta dengan cara membeli di Blibli.com menggunakan kode promo Paylesser. Yang butuh gadget terbaru tak perlu iri. Ada berbagai penawaran & kupon diskon yang tak kalah heboh untuk smartphone atau tablet incaranmu dengan berbelanja di MatahariMall.com lewat Paylesser.

Pendek kata, kita bisa mendapatkan diskon lebih jika menggunakan aplikasi diskon seperti Paylesser. Dengan demikian budget belanja akhir tahun jadi lebih hemat. Nggak akan ada cerita kantong jebol setelah belanja akhir tahun.

*****

Itu tadi tips-tips bagi kamu yang sudah siap-siap memecah celengan untuk berbelanja di akhir tahun. Bijak-bijaklah dalam membelanjakan uang, jangan sampai terjadi penyesalan di belakang hari.

Semoga bermanfaat!

Foto & Ilustrasi:
Gambar 1: Banner promosi Zalora
Gambar 2: Screenshot laman Lazada
Gambar 3: https://www.dreamstime.com/royalty-free-stock-images-shopping-list-image2511009
Gambar 4: Foto di laman https://www.macstories.net/stories/ipad-mini-our-complete-overview/
Gambar 5: Screenshot laman Paylesser


AKHIR tahun semakin dekat. Pusat-pusat perbelanjaan dan toko-toko online mulai menawarkan berbagai diskon menarik. Maklum, sudah jadi semacam tradisi kalau tingkat konsumsi meningkat jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Awas, jangan sampai "terjebak" diskon dan promo. Bersikaplah bijak agar belanja akhir tahun nggak bikin kantong jebol.

Coba cek mailbox, sudah berapa kali toko-toko online tempat kamu pernah belanja mengirim email promosi? Kalau setiap toko mengirimi satu email saja setiap hari, maka mailbox kita mendapatkan tujuh tawaran sale akhir tahun dalam sepekan terakhir. Itu baru dari satu toko online ya.

Saya sendiri entah sudah menghapus berapa belas atau malah puluh email semacam itu. Isinya tawaran berbagai promo dan diskon. Mulai 15%, 25%, sampai ada yang 80-90%. Mulai dari toko sepatu, pembuatan memorabilia, dan tidak ketinggalan marketplace yang menyediakan segala macam barang.

Memang sebenarnya ada satu yang jadi incaran saya: televisi layar datar ukuran minimal 24". Bukan, bukan untuk menonton siaran televisi. Saya butuh ini untuk keperluan video editing. Jadi lebih sebagai monitor besar yang akan dihubungkan dengan laptop, jadi saya dapat mengedit video dengan dua monitor sekaligus.

Hanya saja budget-nya belum ada nih. Mau tidak mau saya harus rem dulu keinginan tersebut. Padahal sedang ada banyak diskon year-end sale. Dan televisi incaran saya sedang didiskon 23% di Lazada. Sayangnya. Tapi saya tetap saja tidak tertarik karena sadar diri belum saatnya membeli sekalipun email-email promosi terus membanjir.

Nah, seringkali tawaran yang begitu gencar membuat kita penasaran, lantas tertarik, dan ujung-ujungnya membeli. Kalau barang yang dibeli memang sedang dibutuhkan tidak jadi masalah. Tapi tak jarang kita membeli hanya karena ingin membeli, dengan alasan-alasan yang sebenarnya hanyalah apologi semata untuk membenarkan khilaf dompet.

Okelah, khilaf satu barang masih bisa dimaafkan. Yang gawat kalau lihat diskon di sini beli, tahu diskon di sana beli lagi, lihat toko online langganan menggelar promo lagi-lagi beli. Tahu-tahu jumlah tagihan membengkak. Padahal tidak semua barang yang dibeli benar-benar dibutuhkan.

So, agar belanja akhir tahun tidak malah membebani keuanganmu, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan.


1. Manfaatkan Sale Natal dan Tahun Baru
Akhir tahun begini identik dengan promo Natal dan Tahun Baru atau Christmas New Year Sale. Berbagai toko serta merchant menawarkan promo dengan diskon tidak tanggung-tanggung. Biasanya karena sekaligus dijadikan momen cuci gudang, diskonnya rata-rata 50% bahkan ada yang berani memberi diskon 70%. Wow!

Jangan sia-siakan momentum ini. Manfaatkan berbagai sale dan promo tersebut untuk mendapatkan barang-barang incaranmu. Lumayan, kita bisa menghemat banyak karena membeli jauh di bawah harga pasaran. Kelebihan anggaran dapat dibelanjakan barang lain, atau disimpan untuk merayakan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga.

Sebelum memutuskan beli di mana, coba lihat-lihat ke berbagai toko online atau marketplace yang menawarkan promo Natal dan Tahun Baru. Lihat toko mana yang memberikan diskon terbesar untuk barang-barang dalam wishlist-mu. Kalau sudah dapat, segera eksekusi! :)

2. Buat daftar belanja
Ini penting sekali diingat setiap kali kita mau belanja. Yang membuat kantong bolong saat berbelanja adalah karena kita tidak tahu mana yang dibutuhkan, dan mana yang hanya kita inginkan. Semuanya dibeli, barulah begitu sampai di rumah kaget melihat tagihan. Belum lagi timbul penyesalan karena beberapa barang yang dibeli rupanya tidak benar-benar dibutuhkan.

Membuat daftar belanja menjadikan kita benar-benar fokus hanya pada barang-barang yang dibutuhkan, atau dapat membantu meningkatkan produktivitas. Manfaat lainnya, kita dapat memperkiraan berapa budget yang diperlukan untuk membeli seluruh kebutuhan tersebut.

Jadi, sebelum berburu diskon catat dulu apa-apa saja yang sedang dibutuhkan. Masukkan barang-barang tersebut dalam daftar prioritas dan harus dibeli segera. Buang jauh-jauh keinginan akan satu-dua barang yang bisa ditunda, apalagi jika tidak ada manfaatnya sama sekali.


3. Taati daftar belanja
Daftar belanja tidak akan banyak membantu jika kita tidak mau menaatinya. Jangan setelah semua barang dalam daftar belanja terbeli, lalu seenaknya saja membeli yang lain-lain lagi. Siap-siap saja melotot lihat struk belanja kalau begitu caranya.

Taati daftar belanja secara disiplin. Bertekadlah untuk hanya membeli barang-barang dalam daftar tersebut, abaikan yang lain. Beda cerita kalau ternyata setelah seluruh kebutuhan terbeli masih ada sisa uang. Kita tentu sah-sah saja menghabiskan uang yang sudah dianggarkan tersebut.

4. Ketahui harga asli
Kita seringkali begitu mudah terbuai oleh diskon. Begitu melihat tanda diskon sekian puluh persen, tanpa pikir panjang langsung klik dan beli. Padahal bukan rahasia umum kalau diskon-diskon seperti itu adalah gimmick. Apalagi kalau barang yang didiskon merupakan produk keluaran terbaru.

Cermati dan ketahui harga asli barang yang diincar. Dari situ kita akan punya patokan harga. Kita bisa lihat apakah setelah didiskon sekian puluh persen harganya benar-benar menurun, atau malah sama saja? Kalau benar-benar turun, sikat deh!iPad Mini, idaman lain :)

5. Cari tahu kenapa barang itu didiskon
Ada beberapa alasan toko memberi diskon. Dan di momen akhir tahun seperti ini biasanya karena alasan cuci gudang, alias menghabiskan stok. Di penghujung tahun mereka akan tutup buku, dan mereka tidak ingin laporan tahunan dipenuhi catatan barang menumpuk di gudang.

Selain untuk memperlancar cashflow, ganti tahun berarti ganti model baru lagi. Ini biasa terjadi untuk produk-produk fashion, juga gadget dan elektronik. Kalau sudah ada seri terbaru, seri lama jadi lebih susah dijual. Jadi sebisa mungkin stok lama harus dihabiskan sebelum tahun berganti.

Alasan lain pemberian diskon karena barang tersebut cacat produksi, atau reject. Ketimbang tidak laku-laku dengan harga normal, lebih baik dibanting semurah-murahnya saja supaya tidak jadi "uang mati." Ini semua harus diketahui sebelum berbelanja agar tidak muncul penyesalan karena, misalnya, ternyata barang yang kita beli adalah produk reject banyak lecet-lecet.

6. Bandingkan di toko lain
Agak ribet memang. Tapi kalau menginginkan harga paling murah, cobalah lakukan riset di beberapa toko. Jangan hanya terpaku pada satu tempat, sebab beda toko beda pula diskonnya. Beda marketplace, tentu beda penawarannya.

Mungkin diskonnya sama-sama 50%, tapi di marketplace sebelah plus gratis ongkos kirim. Lumayan, bukan? Atau potongan harganya lebih kecil, namun penjualnya memberi bonus barang lain. Yang tak kalah penting adalah pemberian cashback atau poin berdasarkan nilai belanja. Walaupun terhitung sedikit, tapi lama-lama akan terasa lho.

Jangan lupakan juga soal pengiriman. Ada penjual yang hanya mau mengirim dengan satu jasa ekspedisi tertentu, di tempat lain seluruh jasa pengiriman disediakan. Pilih mana, coba?


7. Gunakan aplikasi diskon
Lho, bukankah pusat-pusat perbelanjaan dan toko online sudah memberi diskon, untuk apalagi aplikasi diskon? Jawabannya, agar bisa lebih hemat lagi pengeluarannya. Situs-situs penyedia diskon seperti ini biasanya mempunyai penawaran khusus yang bahkan tidak akan didapat dari tokonya sendiri.

Misalnya Paylesser Indonesia. Situs ini bekerja sama dengan banyak sekali toko online terkemuka di tanah air. Salah satunya dengan Lazada Indonesia. Jadi kalau ingin berbelanja di Lazada jangan lupa mampir dulu ke situs Paylesser untuk mencari tahu Voucher Lazada terbaru.

Sama halnya toko-toko online, situs-situs penyedia diskon dan kupon belanja juga memanfaatkan betul momen akhir tahun. Dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru, Paylesser mengadakan berbagai promo & diskon yang sangat sayang dilewatkan. Coba saja buka halaman Christmas New Year Sale di situsnya dan lihat promo apa saja yang ditawarkan.

Butuh mobil baru? Dapatkan potongan harga fantastis untuk setiap pembelian mobil Toyota sampai dengan Rp 32 juta dengan cara membeli di Blibli.com menggunakan kode promo Paylesser. Yang butuh gadget terbaru tak perlu iri. Ada berbagai penawaran & kupon diskon yang tak kalah heboh untuk smartphone atau tablet incaranmu dengan berbelanja di MatahariMall.com lewat Paylesser.

Pendek kata, kita bisa mendapatkan diskon lebih jika menggunakan aplikasi diskon seperti Paylesser. Dengan demikian budget belanja akhir tahun jadi lebih hemat. Nggak akan ada cerita kantong jebol setelah belanja akhir tahun.

*****

Itu tadi tips-tips bagi kamu yang sudah siap-siap memecah celengan untuk berbelanja di akhir tahun. Bijak-bijaklah dalam membelanjakan uang, jangan sampai terjadi penyesalan di belakang hari.

Semoga bermanfaat!

Foto & Ilustrasi:
Gambar 1: Banner promosi Zalora
Gambar 2: Screenshot laman Lazada
Gambar 3: https://www.dreamstime.com/royalty-free-stock-images-shopping-list-image2511009
Gambar 4: Foto di laman https://www.macstories.net/stories/ipad-mini-our-complete-overview/
Gambar 5: Screenshot laman Paylesser

Selasa, 20 Desember 2016


JUMAT, 4 Maret 2011. Usai salat Magrib, saya dan istri bercengkerama di kamar bersama si sulung yang belum genap setahun. Tengah asyik mendengarkan celoteh si kecil, terdengar ketukan di pintu depan. Saya bergegas menghampiri. Seorang lelaki seumuran saya berdiri memegang sebuah paket berwarna merah.

"Pak Eko Nurhuda-nya ada?" tanya tamu tersebut begitu saya berdiri di hadapannya. Berkaos biru muda dipadu celana jins warna senada, saya tak mendapat clue sedikit pun siapa orang ini. Tapi saya selalu percaya setiap tamu adalah pembawa rejeki.

"Saya sendiri," jawab saya. "Silakan masuk, Mas."

Lalu kami duduk di kursi, berhadap-hadapan berbataskan meja kaca. Lelaki tersebut meletakkan paket yang dibawanya ke atas meja. Saya melongok sekilas. Ada secarik besar kertas putih dengan nama dan alamat saya di salah satu sisi paket.

"Ini ada kiriman paket dari Jakarta," kata tamu tersebut kemudian. Ia mengeluarkan secarik kertas dan sebatang pena, lalu disodorkan ke saya. "Tolong tanda tangan di sini, Mas."

Saya menurut. Membubuhkan tanda tangan di bagian kertas yang ditunjuk oleh tamu tadi. Lalu paket diserahkan pada saya. Cepat saya mencari tahu nama pengirim. Rupanya dari satu portal berita ternama. Saya langsung tahu paket tersebut berisi hadiah kuis yang saya menangkan beberapa waktu sebelumnya. (Baca: Ah, Ternyata Saya Pria Romantis...)

"Kok antar paket malam-malam sih, Mas?" Saya tidak bisa menahan diri bertanya demikian. Pertanyaan yang langsung muncul di benak sewaktu Mas-Mas itu menyebut ada kiriman paket untuk saya.


"Iya, Mas. Bisanya nganter cuma malam sambil pulang kerja," jawabnya sembari tersenyum. Ia mengganti panggilan pada saya dari Bapak menjadi Mas. "Maklum, tenaganya masih kurang. Jadi, harus bagi-bagi waktu untuk antar paket ke semua penerima."

"Ooo..." Entah kenapa itu respon yang keluar dari mulut saya. "Ekspedisinya apa sih, Mas?" tanya saya lagi.

"JNE. Yang di Pelutan," jawab Mas-Mas yang di kemudian hari saya kenal baik itu. Namanya Khunaefi, salah satu karyawan perintis di JNE Pemalang. Orang inilah yang kelak banyak membantu saya ketika mendapat masalah dengan paket-paket yang saya kirim ke pelanggan melalui JNE.

"Dipaksa" Pakai JNE
Kejadian lima tahun lalu tersebut merupakan kali pertama saya bersentuhan dengan JNE. Pertama kali mendapat kiriman barang melalui JNE. Sebelum-sebelumnya saya lebih akrab dengan TIKI, perusahaan ekspedisi yang didirikan oleh Soeprapto Soeparno ayah Presdir JNE saat ini, Mohamad Feriadi.

Sewaktu merintis usaha online di Jogja pada medio 2009, saya memakai TIKI sebagai jasa pengiriman andalan. Alasannya cuma satu: konternya terletak tepat di sebelah kos saya! Jadi tak heran begitu pindah ke Pemalang pada Mei 2010 yang pertama kali saya cari adalah konter TIKI terdekat.

Lalu datanglah paket yang diantar Mas Khunaefi tadi. Tapi saya sempat lupa dengan JNE karena tidak pernah mengirim barang menggunakan perusahaan tersebut. Juga tidak pernah lagi menerima paket yang diantar JNE. Setiap kali ada pesanan saya selalu menawarkan TIKI dan perusahaan pengiriman plat merah. Dan pembeli biasanya lebih memilih TIKI.

Sampai kemudian ada pesanan dari seseorang di Kepulauan Riau. Masih tercatat jelas dalam dokumen penjualan yang saya simpan, nama pembeli itu Trisdiandi. Nilai ordernya total cuma Rp47.000, tapi ia mengirim uang sebanyak Rp100.000 dengan satu pesan tegas: "Tolong dikirim dengan JNE ya, Mas. Jangan pakai yang lain."

Pembeli adalah raja. Jadi, saya harus mengirim pesanan tersebut lewat JNE. Tidak boleh ditawar.

Momen inilah yang kemudian mengingatkan saya pada Mas Khunaefi. Dua kejadian tersebut terbentang nyaris setahun lamanya. Tapi saya masih ingat betul Mas Khunaefi menyebut nama Pelutan, sebuah kampung di utara alun-alun Pemalang, sebagai kantor JNE. Saya pun mengarahkan sepeda motor ke sana.

Sempat celingak-celinguk, akhirnya sampailah saya di JNE Pemalang. Konternya masih menumpang di teras dan sebagian ruang depan rumah tua milik keluarga besar Pak Agus, owner JNE Pemalang. Di konter ada dua perempuan yang kemudian saya kenal sebagai Mbak Ade dan Mbak Aci. Nama kedua masih kerabat dekat Pak Agus, tugas utamanya sebagai admin namun juga merangkap resepsionis.

Sembari menunggu Mbak Ade menulis resi, saya bertanya-tanya mengenai sistem tarif JNE. Di luar dugaan Mbak Aci malah menyodorkan katalog tarif terbaru. Pucuk dicinta ulam tiba! Sejak hari itu (Rabu, 8 Februari 2012) saya jadi sering ke JNE.


Jasa Kurir Andalan
Dalam perjalanannya, pembeli-pembeli saya yang kebanyakan berasal dari kawasan Jabodetabek ternyata lebih prefer memakai JNE. Masa itu tarif reguler Pemalang-Jakarta masih Rp11.000, dan kiriman sampai dalam waktu hanya satu hari kerja. JNE Express bukan cuma sekedar slogan, tapi memang benar-benar cepat!

So, tak heran kalau dalam catatan pengiriman saya paket-paket via JNE selalu mendominasi. Contohnya kiriman pada Februari 2013 di atas.

Lihat, dari total 191 pesanan di bulan tersebut sebanyak 153 di antaranya dikirim lewat JNE. Itu berarti 80% pesanan saya kirim lewat JNE. Dominan!

Alhamdulillah, berkat bantuan JNE usaha online saya berkembang. Dirintis pertama kali medio 2009, lalu sempat mati suri sepanjang 2010-2011, saya kembali fokus menekuni usaha tersebut pada awal 2012.

Bermodal uang cash tak sampai Rp250.000, sebuah web yang memang terus saya rawat, serta bantuan seorang kenalan di Jogja dan juga layanan oke dari JNE, usaha saya terus menanjak pendapatannya. Hanya berjualan di rumah, usaha ini sempat mencapai omset Rp 25 juta sebulan di masa-masa keemasannya.

Berkat bantuan JNE pula saya membantu pelanggan di seluruh Indonesia mendapatkan barang yang mereka butuhkan. Testimoni demi testimoni saya dapatkan begitu paket yang saya kirim sampai ke tangan pemesan.

Sampai sekarang saya masih menyimpan capture testimoni pembeli. Di bawah ini beberapa di antaranya.


Dari awalnya "dipaksa" pembeli, kini saya malah begitu mengandalkan JNE untuk urusan kirim-mengirim paket. Bukannya tanpa alasan, sebab JNE sendiri semakin menunjukkan diri sebagai perusahaan ekspedisi terdepan. Tak hanya di Indonesia, tapi juga di Asia Tenggara.

Penghargaan demi penghargaan mulai berdatangan sebagai bentuk pengakuan atas prestasi yang dicapai JNE. Bahkan tahun 2015 lalu JNE pernah meraih tiga award hanya dalam waktu dua bulan. Dan ketiganya merupakan penghargaan bergengsi.

Dalam ajang Indonesia Original Brand Awards yang diselenggarakan oleh majalah SWA dan Business Digest di Intercontinental Hotel Jakarta, 26 Agustus 2015, JNE mendapat predikat The 1st Champion of Indonesia Original Brand 2015 untuk kategori Express Courier.

Bulan berikutnya, September 2015, dua penghargaan sekaligus disabet JNE. Yang pertama adalah Indonesia WOW Brand 2015 kategori Logistics Industry yang trofinya diserahkan langsung Hermawan Kertajaya, Founder & CEO MarkPlus Inc. Lalu award kedua adalah Indonesia Best eMark Award 2015 kategori Transportation and Logistics dari Telkom University Bandung.

Tahun ini, JNE kembali dianugerahi penghargaan dari iDEA (Indonesian E-Commerce Association) yang bekerjasama dengan MARS Indonesia serta majalah SWA. Dalam ajang Indonesia E-Commerce Award 2016, JNE dinobatkan sebagai peraih penghargaan tertinggi pilihan konsumen Indonesia yaitu Platinum Winner kategori Jasa Pengiriman.

Belum lama ini, tepatnya pada 17 Desember 2016 lalu, JNE Depok mendapat award dari Departemen Komunikasi dan Informatika.



Terus Berbenah
Seiring dengan itu, terobosan demi terobosan terus diluncurkan oleh JNE. Mulai dari layanan JNE Dropbox di beberapa titik strategis bagi pelanggan yang jarang berada di rumah. Ada juga JNE Trucking yang semakin diperkuat awareness-nya. Dan diantara semua itu yang paling fungsional bagi pedagang online seperti saya adalah aplikasi MyJNE.

Aplikasi MyJNE diluncurkan pada Februari 2016. Kita bisa mengunduhnya di Google PlayStore secara gratis. Manfaatnya sangat banyak. Mengecek tarif pengiriman (MyTariff), melacak perjalanan paket (MyShipment), mencari lokasi agen JNE terdekat (Nearby) kalau kebetulan sedang berada di luar kota, dan bagi saya jagoannya adalah fitur MyCOD.

Kalau istilah "COD" yang biasa dipakai dalam transaksi online adalah akronim dari cash on delivery atau bayar di tempat, kepanjangan "COD" dalam MyCOD adalah cash on digital. Maksudnya? Fitur ini semacam rekening bersama (rekber). Jadi, MyCOD menjembatani pembayaran dari pembeli kepada penjual untuk meningkatkan kenyamanan bagi kedua belah pihak.

Dengan MyCOD, alur transaksi penjualan sedikit berubah. Jika biasanya saya memberi nomor rekening ke pembeli, sekarang saya tinggal minta bantuan MyCOD untuk 'menagih' pembayaran. Pembeli akan mendapat notifikasi dari aplikasi. Dalam invoice yang dikirim MyCOD tertera jumlah yang harus dibayar beserta nomor rekening tujuan pembayaran. Dan itu bukan rekening saya sebagai penjual.

Setelah pembeli melakukan pembayaran, gantian penjual yang mendapat notifikasi. Selanjutnya tinggal kirim paket sesuai pesanan pembeli. Kemudian masukkan nomor resi pengiriman ke dalam akun MyCOD. Pembeli sekali lagi akan mendapat notifikasi begitu nomor resi diinput. Praktis.

Fitur MyCOD pada aplikasi MyJNE membuat transaksi lebih simpel. Saya tidak perlu meminta pembeli mengirim foto atau sreenshot bukti transfer. Sebaliknya, saya juga tidak perlu mengirim nomor resi pengiriman paket sebagai bukti pesanan benar-benar dikirim. Aplikasi MyJNE-lah yang akan melakukan itu semua.



Baca lebih lengkap mengenai fitur MyCOD di posting Layanan MyCOD JNE Bikin Penjual Nyaman Pembeli Tenang.

Promosi demi promosi juga dilancarkan untuk semakin mengenalkan JNE secara lebih luas. Memperingati HUT Kemerdekaan RI pada Agustus lalu, misalnya, JNE menggelar pawai motor dan mobil di 20 kota se-Indonesia. Hari itu juga diperkenalkan seragam baru bagi kurir-kurir JNE.

Lalu saat memperingati hari ulang tahunnya yang ke-26, JNE menggelar Hari Bebas Ongkos Kirim (HARBOKIR) pada 26-27 November 2016. Selama dua hari tersebut pelanggan bebas mengirim paket tanpa dipungut ongkos kirim sepeserpun. Mantap! Sayangnya saya kok ya pas tidak ada yang mau dikirim dua hari itu. Hiks.

Di Pemalang sendiri JNE sudah banyak berbenah. Dulu karyawannya di kantor agen hanya dua orang, Mbak Ade dan Mbak Aci, serta beberapa orang kurir. Dua diantaranya kemudian sering berhubungan dengan saya karena kerap datang ke rumah mengantar paket,yakni Mas Khunaefi dan Pak Aji. Lalu personil di bagian resepsionis bertambah dengan masuknya Deffi Winda Elisa.

Seiring berjalannya waktu, JNE pindah ke dari Pelutan ke Jl. Jenderal Sudirman Timur di daerah Wanarejan. Menyewa sebuah ruko megah dua lantai, sembari membangun gedung sendiri di seberang kantor lama. Jumlah karyawannya bertambah lagi, baik di bagian resepsionis maupun kurir. Demikian pula dengan jumlah mitranya.

Oya, yang tak kalah menarik bagi saya adalah dipakainya surat resi elektronik sejak awal 2014. Sebelum itu JNE Pemalang menggunakan resi manual yang ditulis tangan. Bisa dibayangkan betapa capeknya Mbak Ade dan Mbak Aci menulis resi demi resi setiap hari. Padahal saya saja sekali kirim antara 5-10 paket. Pernah sampai lebih dari 20 paket.


Makanya setiap hari saya bisa nongkrong di JNE antara 30 menit sampai satu jam untuk menunggu antrian, lalu menunggu resi selesai ditulis semua. Karena tak mau menunggu lama, saya memberanikan diri meminta resi untuk diisi sendiri di rumah. Jadi saya datang ke JNE Pemalang membawa paket lengkap dengan resinya. Mbak Ade atau Mbak Aci tinggal cross check nominal ongkos kirim, lalu teken. Menurut saya ini win-win solution bagi kedua belah pihak.

Ide saya disetujui. Mula-mula saya diberi 10 lembar resi kosong, dan setiap kali habis kembali diberi 10 lembar lagi. Tugas menulis resi berpindah ke istri yang dengan senang hati membolak-balik katalog untuk melihat tarif sesuai kota tujuan. Kesibukan ini dilakukan istri selama beberapa bulan, sampai kemudian JNE Pemalang memakai resi elektronik.

Kurir-Kurir Pengantar Kegembiraan
Selain menjadi mitra dalam usaha online saya, JNE melalui kurir-kurirnya juga merupakan pengantar kegembiraan bagi kami sekeluarga. Tinggal di kota kecil seperti Pemalang, saya sering berbelanja berbagai barang di toko-toko online yang berbasis di luar daerah. Mulai dari mainan anak-anak, pakaian, sampai gadget dan alat eletronik.

Ada beberapa alasan kenapa saya lebih sering berbelanja online. Yang terutama sih karena barang incaran saya tidak bisa saya temukan di Pemalang. Misalnya sewaktu saya membeli kamera Canon Powershot SX610 HS beberapa bulan lalu.

Kamera tersebut tidak dijual di Pemalang, bahkan di toko elektronik terbesar di kota ini sekalipun. Mungkin saya bisa saja membelinya di Pekalongan atau Tegal, dua kota terdekat yang lebih maju. Tapi itu hanya sebatas kemungkinan. Yang jelas agen resmi Canon terdekat ada di Semarang, 4 jam perjalanan darat dari Pemalang.

Cari punya cari di berbagai toko online dan marketplace, dapatlah satu penjual yang menawarkan harga terbaik di Bukalapak. Bungkus! Untuk pengiriman tentu saja saya memilih JNE. Ini buktinya :)


Saya tak fanatik dengan satu toko online atau marketplace tertentu. Saya punya akun di mana-mana, jadi saya bisa berbelanja di manapun tergantung situs mana yang menyediakan barang incaran saya dengan harga terbaik.

Kamera tadi misalnya. Kameranya saya beli di Bukalapak. Tapi ketika saya tidak menemukan baterai cadangan yang pas di marketplace tersebut, saya cari di Tokopedia. Voila! Bertemulah saya dengan satu pedagang yang menyediakan apa yang saya cari. Harganya pun pas di kantong.

Tempat belinya boleh pindah, tapi untuk jasa pengiriman tetap pakai JNE dong. Kebetulan saya sedang berada di Jakarta, jadi saya pakai alamat kantor adik untuk pengiriman paket.


Belum lama ini saya butuh external harddisk drive. Laptop sudah begitu penuh oleh file video, sedangkan saya akan terus menghasilkan video-video baru untuk channel YouTube. Jadi saya butuh space ekstra sebagai tempat penyimpanan.

Lagi-lagi saya melakukan penelusuran ke berbagai toko online dan martketplace. Kali ini rejeki saya di Lazada. Di sana ada satu penjual yang menawarkan external HDD merek Western Digital berkapasitas 1 TB seharga kurang dari Rp800.000, sudah termasuk ongkos kirim JNE reguler.

Wah, rejeki mana boleh ditolak! Langsung saja saya ambil barang tersebut, dan diantar oleh kurir JNE dua hari setelah dikirim seller dari Jakarta.


Untuk mainan anak-anak sama saja. Saya akan mencari di semua toko online dan marketplace sampai dapat mainan yang pas di hati, juga harganya pas di kantong. Kalau lihat satu mainan bagus, saya akan banding-bandingkan harganya antara satu toko dengan toko lain. Begitu dapat harga terbaik, bungkus deh.

Salah satu mainan anak yang saya beli secara online adalah PlayPad buatan China. Dapatnya di Elevenia, sedangkan lokasi seller berada di Surabaya. Saya sendiri sewaktu melakukan pemesanan sedang menghabiskan libur lebaran di Jambi bersama anak-istri.

Tidak masalah. Berkat bantuan JNE paket tersebut dapat dikirim ke Pemalang tepat waktu. Sewaktu kami sampai di Pemalang, paket-paket dari Surabaya itu sudah lebih dulu diantar oleh kurir JNE.

Alangkah senangnya anak-anak saya sewaktu mereka membuka paket berisi PlayPad itu.


Begitulah. Sejak pertama kali menerima paket yang diantar Mas Khunaefi lima tahun lalu, kegembiraan selalu saya rasakan setiap kali mendapat paket dari JNE. Kegembiraan yang selalu sama. Tak pernah berubah apapun isi paketnya dan dari siapapun pengirimnya.

Entah itu barang belanjaan saya sendiri, kiriman produk untuk diulas di blog, maupun hadiah-hadiah lomba, semuanya selalu membuat wajah kami berseri-seri saat menerimanya. Anak-anak biasanya bakal berlari-lari girang ke halaman rumah begitu melihat kurir JNE datang. Lalu dengan penuh penasaran mereka bertanya apa isi paket yang saya terima.

Pernah saya mendapat kiriman paket dalam packing kayu. Paket itu sebenarnya tidak terlalu besar, namun packing kayunya membuat paket tersebut terlihat begitu mencolok. Anak-anak bukan main penasarannya ingin cepat-cepat membuka paket dan mengetahui apa isinya sampai-sampai harus dikemas sedemikian rupa.

Dan, lihatlah di video ini betapa antusiasnya mereka sewaktu membongkar paket tersebut.



SELAMAT ULANG TAHUN, JNE!

*****

Referensi:
- http://www.destinasibandung.co.id/jne-raih-3-penghargaan-dalam-waktu-2-minggu.html
- http://www.jne.co.id/id/berita/berita-detail/jne-perusahaan-jasa-pengiriman-terbaik-pilihan-konsumen
- http://www.jne.co.id/id/berita/event-and-promo/promosi/harbokir-hari-bebas-ongkos-kirim
- http://us.news.detik.com/adv-nhl-detikcom/3287283/jne-gelar-parade-motor-dan-mobil-di-20-kota-dalam-rangka-memeriahkan-kemerdekaan-ri
- http://peluangusaha.kontan.co.id/news/kisah-mohammad-feriadi-merintis-karir-di-jne-1

Foto & Ilustrasi:
Foto 1: www.jne.co.id
Foto 2-4: Dokumentasi pribadi
Ilustrasi 5: Screenshot laman Bukalapak
Ilustrasi 6: Screenshot laman Tokopedia
Ilustrasi 7: Screenshot laman Lazada Indonesia
Ilustrasi 8: Screenshot laman Elevenia



JUMAT, 4 Maret 2011. Usai salat Magrib, saya dan istri bercengkerama di kamar bersama si sulung yang belum genap setahun. Tengah asyik mendengarkan celoteh si kecil, terdengar ketukan di pintu depan. Saya bergegas menghampiri. Seorang lelaki seumuran saya berdiri memegang sebuah paket berwarna merah.

"Pak Eko Nurhuda-nya ada?" tanya tamu tersebut begitu saya berdiri di hadapannya. Berkaos biru muda dipadu celana jins warna senada, saya tak mendapat clue sedikit pun siapa orang ini. Tapi saya selalu percaya setiap tamu adalah pembawa rejeki.

"Saya sendiri," jawab saya. "Silakan masuk, Mas."

Lalu kami duduk di kursi, berhadap-hadapan berbataskan meja kaca. Lelaki tersebut meletakkan paket yang dibawanya ke atas meja. Saya melongok sekilas. Ada secarik besar kertas putih dengan nama dan alamat saya di salah satu sisi paket.

"Ini ada kiriman paket dari Jakarta," kata tamu tersebut kemudian. Ia mengeluarkan secarik kertas dan sebatang pena, lalu disodorkan ke saya. "Tolong tanda tangan di sini, Mas."

Saya menurut. Membubuhkan tanda tangan di bagian kertas yang ditunjuk oleh tamu tadi. Lalu paket diserahkan pada saya. Cepat saya mencari tahu nama pengirim. Rupanya dari satu portal berita ternama. Saya langsung tahu paket tersebut berisi hadiah kuis yang saya menangkan beberapa waktu sebelumnya. (Baca: Ah, Ternyata Saya Pria Romantis...)

"Kok antar paket malam-malam sih, Mas?" Saya tidak bisa menahan diri bertanya demikian. Pertanyaan yang langsung muncul di benak sewaktu Mas-Mas itu menyebut ada kiriman paket untuk saya.


"Iya, Mas. Bisanya nganter cuma malam sambil pulang kerja," jawabnya sembari tersenyum. Ia mengganti panggilan pada saya dari Bapak menjadi Mas. "Maklum, tenaganya masih kurang. Jadi, harus bagi-bagi waktu untuk antar paket ke semua penerima."

"Ooo..." Entah kenapa itu respon yang keluar dari mulut saya. "Ekspedisinya apa sih, Mas?" tanya saya lagi.

"JNE. Yang di Pelutan," jawab Mas-Mas yang di kemudian hari saya kenal baik itu. Namanya Khunaefi, salah satu karyawan perintis di JNE Pemalang. Orang inilah yang kelak banyak membantu saya ketika mendapat masalah dengan paket-paket yang saya kirim ke pelanggan melalui JNE.

"Dipaksa" Pakai JNE
Kejadian lima tahun lalu tersebut merupakan kali pertama saya bersentuhan dengan JNE. Pertama kali mendapat kiriman barang melalui JNE. Sebelum-sebelumnya saya lebih akrab dengan TIKI, perusahaan ekspedisi yang didirikan oleh Soeprapto Soeparno ayah Presdir JNE saat ini, Mohamad Feriadi.

Sewaktu merintis usaha online di Jogja pada medio 2009, saya memakai TIKI sebagai jasa pengiriman andalan. Alasannya cuma satu: konternya terletak tepat di sebelah kos saya! Jadi tak heran begitu pindah ke Pemalang pada Mei 2010 yang pertama kali saya cari adalah konter TIKI terdekat.

Lalu datanglah paket yang diantar Mas Khunaefi tadi. Tapi saya sempat lupa dengan JNE karena tidak pernah mengirim barang menggunakan perusahaan tersebut. Juga tidak pernah lagi menerima paket yang diantar JNE. Setiap kali ada pesanan saya selalu menawarkan TIKI dan perusahaan pengiriman plat merah. Dan pembeli biasanya lebih memilih TIKI.

Sampai kemudian ada pesanan dari seseorang di Kepulauan Riau. Masih tercatat jelas dalam dokumen penjualan yang saya simpan, nama pembeli itu Trisdiandi. Nilai ordernya total cuma Rp47.000, tapi ia mengirim uang sebanyak Rp100.000 dengan satu pesan tegas: "Tolong dikirim dengan JNE ya, Mas. Jangan pakai yang lain."

Pembeli adalah raja. Jadi, saya harus mengirim pesanan tersebut lewat JNE. Tidak boleh ditawar.

Momen inilah yang kemudian mengingatkan saya pada Mas Khunaefi. Dua kejadian tersebut terbentang nyaris setahun lamanya. Tapi saya masih ingat betul Mas Khunaefi menyebut nama Pelutan, sebuah kampung di utara alun-alun Pemalang, sebagai kantor JNE. Saya pun mengarahkan sepeda motor ke sana.

Sempat celingak-celinguk, akhirnya sampailah saya di JNE Pemalang. Konternya masih menumpang di teras dan sebagian ruang depan rumah tua milik keluarga besar Pak Agus, owner JNE Pemalang. Di konter ada dua perempuan yang kemudian saya kenal sebagai Mbak Ade dan Mbak Aci. Nama kedua masih kerabat dekat Pak Agus, tugas utamanya sebagai admin namun juga merangkap resepsionis.

Sembari menunggu Mbak Ade menulis resi, saya bertanya-tanya mengenai sistem tarif JNE. Di luar dugaan Mbak Aci malah menyodorkan katalog tarif terbaru. Pucuk dicinta ulam tiba! Sejak hari itu (Rabu, 8 Februari 2012) saya jadi sering ke JNE.


Jasa Kurir Andalan
Dalam perjalanannya, pembeli-pembeli saya yang kebanyakan berasal dari kawasan Jabodetabek ternyata lebih prefer memakai JNE. Masa itu tarif reguler Pemalang-Jakarta masih Rp11.000, dan kiriman sampai dalam waktu hanya satu hari kerja. JNE Express bukan cuma sekedar slogan, tapi memang benar-benar cepat!

So, tak heran kalau dalam catatan pengiriman saya paket-paket via JNE selalu mendominasi. Contohnya kiriman pada Februari 2013 di atas.

Lihat, dari total 191 pesanan di bulan tersebut sebanyak 153 di antaranya dikirim lewat JNE. Itu berarti 80% pesanan saya kirim lewat JNE. Dominan!

Alhamdulillah, berkat bantuan JNE usaha online saya berkembang. Dirintis pertama kali medio 2009, lalu sempat mati suri sepanjang 2010-2011, saya kembali fokus menekuni usaha tersebut pada awal 2012.

Bermodal uang cash tak sampai Rp250.000, sebuah web yang memang terus saya rawat, serta bantuan seorang kenalan di Jogja dan juga layanan oke dari JNE, usaha saya terus menanjak pendapatannya. Hanya berjualan di rumah, usaha ini sempat mencapai omset Rp 25 juta sebulan di masa-masa keemasannya.

Berkat bantuan JNE pula saya membantu pelanggan di seluruh Indonesia mendapatkan barang yang mereka butuhkan. Testimoni demi testimoni saya dapatkan begitu paket yang saya kirim sampai ke tangan pemesan.

Sampai sekarang saya masih menyimpan capture testimoni pembeli. Di bawah ini beberapa di antaranya.


Dari awalnya "dipaksa" pembeli, kini saya malah begitu mengandalkan JNE untuk urusan kirim-mengirim paket. Bukannya tanpa alasan, sebab JNE sendiri semakin menunjukkan diri sebagai perusahaan ekspedisi terdepan. Tak hanya di Indonesia, tapi juga di Asia Tenggara.

Penghargaan demi penghargaan mulai berdatangan sebagai bentuk pengakuan atas prestasi yang dicapai JNE. Bahkan tahun 2015 lalu JNE pernah meraih tiga award hanya dalam waktu dua bulan. Dan ketiganya merupakan penghargaan bergengsi.

Dalam ajang Indonesia Original Brand Awards yang diselenggarakan oleh majalah SWA dan Business Digest di Intercontinental Hotel Jakarta, 26 Agustus 2015, JNE mendapat predikat The 1st Champion of Indonesia Original Brand 2015 untuk kategori Express Courier.

Bulan berikutnya, September 2015, dua penghargaan sekaligus disabet JNE. Yang pertama adalah Indonesia WOW Brand 2015 kategori Logistics Industry yang trofinya diserahkan langsung Hermawan Kertajaya, Founder & CEO MarkPlus Inc. Lalu award kedua adalah Indonesia Best eMark Award 2015 kategori Transportation and Logistics dari Telkom University Bandung.

Tahun ini, JNE kembali dianugerahi penghargaan dari iDEA (Indonesian E-Commerce Association) yang bekerjasama dengan MARS Indonesia serta majalah SWA. Dalam ajang Indonesia E-Commerce Award 2016, JNE dinobatkan sebagai peraih penghargaan tertinggi pilihan konsumen Indonesia yaitu Platinum Winner kategori Jasa Pengiriman.

Belum lama ini, tepatnya pada 17 Desember 2016 lalu, JNE Depok mendapat award dari Departemen Komunikasi dan Informatika.



Terus Berbenah
Seiring dengan itu, terobosan demi terobosan terus diluncurkan oleh JNE. Mulai dari layanan JNE Dropbox di beberapa titik strategis bagi pelanggan yang jarang berada di rumah. Ada juga JNE Trucking yang semakin diperkuat awareness-nya. Dan diantara semua itu yang paling fungsional bagi pedagang online seperti saya adalah aplikasi MyJNE.

Aplikasi MyJNE diluncurkan pada Februari 2016. Kita bisa mengunduhnya di Google PlayStore secara gratis. Manfaatnya sangat banyak. Mengecek tarif pengiriman (MyTariff), melacak perjalanan paket (MyShipment), mencari lokasi agen JNE terdekat (Nearby) kalau kebetulan sedang berada di luar kota, dan bagi saya jagoannya adalah fitur MyCOD.

Kalau istilah "COD" yang biasa dipakai dalam transaksi online adalah akronim dari cash on delivery atau bayar di tempat, kepanjangan "COD" dalam MyCOD adalah cash on digital. Maksudnya? Fitur ini semacam rekening bersama (rekber). Jadi, MyCOD menjembatani pembayaran dari pembeli kepada penjual untuk meningkatkan kenyamanan bagi kedua belah pihak.

Dengan MyCOD, alur transaksi penjualan sedikit berubah. Jika biasanya saya memberi nomor rekening ke pembeli, sekarang saya tinggal minta bantuan MyCOD untuk 'menagih' pembayaran. Pembeli akan mendapat notifikasi dari aplikasi. Dalam invoice yang dikirim MyCOD tertera jumlah yang harus dibayar beserta nomor rekening tujuan pembayaran. Dan itu bukan rekening saya sebagai penjual.

Setelah pembeli melakukan pembayaran, gantian penjual yang mendapat notifikasi. Selanjutnya tinggal kirim paket sesuai pesanan pembeli. Kemudian masukkan nomor resi pengiriman ke dalam akun MyCOD. Pembeli sekali lagi akan mendapat notifikasi begitu nomor resi diinput. Praktis.

Fitur MyCOD pada aplikasi MyJNE membuat transaksi lebih simpel. Saya tidak perlu meminta pembeli mengirim foto atau sreenshot bukti transfer. Sebaliknya, saya juga tidak perlu mengirim nomor resi pengiriman paket sebagai bukti pesanan benar-benar dikirim. Aplikasi MyJNE-lah yang akan melakukan itu semua.



Baca lebih lengkap mengenai fitur MyCOD di posting Layanan MyCOD JNE Bikin Penjual Nyaman Pembeli Tenang.

Promosi demi promosi juga dilancarkan untuk semakin mengenalkan JNE secara lebih luas. Memperingati HUT Kemerdekaan RI pada Agustus lalu, misalnya, JNE menggelar pawai motor dan mobil di 20 kota se-Indonesia. Hari itu juga diperkenalkan seragam baru bagi kurir-kurir JNE.

Lalu saat memperingati hari ulang tahunnya yang ke-26, JNE menggelar Hari Bebas Ongkos Kirim (HARBOKIR) pada 26-27 November 2016. Selama dua hari tersebut pelanggan bebas mengirim paket tanpa dipungut ongkos kirim sepeserpun. Mantap! Sayangnya saya kok ya pas tidak ada yang mau dikirim dua hari itu. Hiks.

Di Pemalang sendiri JNE sudah banyak berbenah. Dulu karyawannya di kantor agen hanya dua orang, Mbak Ade dan Mbak Aci, serta beberapa orang kurir. Dua diantaranya kemudian sering berhubungan dengan saya karena kerap datang ke rumah mengantar paket,yakni Mas Khunaefi dan Pak Aji. Lalu personil di bagian resepsionis bertambah dengan masuknya Deffi Winda Elisa.

Seiring berjalannya waktu, JNE pindah ke dari Pelutan ke Jl. Jenderal Sudirman Timur di daerah Wanarejan. Menyewa sebuah ruko megah dua lantai, sembari membangun gedung sendiri di seberang kantor lama. Jumlah karyawannya bertambah lagi, baik di bagian resepsionis maupun kurir. Demikian pula dengan jumlah mitranya.

Oya, yang tak kalah menarik bagi saya adalah dipakainya surat resi elektronik sejak awal 2014. Sebelum itu JNE Pemalang menggunakan resi manual yang ditulis tangan. Bisa dibayangkan betapa capeknya Mbak Ade dan Mbak Aci menulis resi demi resi setiap hari. Padahal saya saja sekali kirim antara 5-10 paket. Pernah sampai lebih dari 20 paket.


Makanya setiap hari saya bisa nongkrong di JNE antara 30 menit sampai satu jam untuk menunggu antrian, lalu menunggu resi selesai ditulis semua. Karena tak mau menunggu lama, saya memberanikan diri meminta resi untuk diisi sendiri di rumah. Jadi saya datang ke JNE Pemalang membawa paket lengkap dengan resinya. Mbak Ade atau Mbak Aci tinggal cross check nominal ongkos kirim, lalu teken. Menurut saya ini win-win solution bagi kedua belah pihak.

Ide saya disetujui. Mula-mula saya diberi 10 lembar resi kosong, dan setiap kali habis kembali diberi 10 lembar lagi. Tugas menulis resi berpindah ke istri yang dengan senang hati membolak-balik katalog untuk melihat tarif sesuai kota tujuan. Kesibukan ini dilakukan istri selama beberapa bulan, sampai kemudian JNE Pemalang memakai resi elektronik.

Kurir-Kurir Pengantar Kegembiraan
Selain menjadi mitra dalam usaha online saya, JNE melalui kurir-kurirnya juga merupakan pengantar kegembiraan bagi kami sekeluarga. Tinggal di kota kecil seperti Pemalang, saya sering berbelanja berbagai barang di toko-toko online yang berbasis di luar daerah. Mulai dari mainan anak-anak, pakaian, sampai gadget dan alat eletronik.

Ada beberapa alasan kenapa saya lebih sering berbelanja online. Yang terutama sih karena barang incaran saya tidak bisa saya temukan di Pemalang. Misalnya sewaktu saya membeli kamera Canon Powershot SX610 HS beberapa bulan lalu.

Kamera tersebut tidak dijual di Pemalang, bahkan di toko elektronik terbesar di kota ini sekalipun. Mungkin saya bisa saja membelinya di Pekalongan atau Tegal, dua kota terdekat yang lebih maju. Tapi itu hanya sebatas kemungkinan. Yang jelas agen resmi Canon terdekat ada di Semarang, 4 jam perjalanan darat dari Pemalang.

Cari punya cari di berbagai toko online dan marketplace, dapatlah satu penjual yang menawarkan harga terbaik di Bukalapak. Bungkus! Untuk pengiriman tentu saja saya memilih JNE. Ini buktinya :)


Saya tak fanatik dengan satu toko online atau marketplace tertentu. Saya punya akun di mana-mana, jadi saya bisa berbelanja di manapun tergantung situs mana yang menyediakan barang incaran saya dengan harga terbaik.

Kamera tadi misalnya. Kameranya saya beli di Bukalapak. Tapi ketika saya tidak menemukan baterai cadangan yang pas di marketplace tersebut, saya cari di Tokopedia. Voila! Bertemulah saya dengan satu pedagang yang menyediakan apa yang saya cari. Harganya pun pas di kantong.

Tempat belinya boleh pindah, tapi untuk jasa pengiriman tetap pakai JNE dong. Kebetulan saya sedang berada di Jakarta, jadi saya pakai alamat kantor adik untuk pengiriman paket.


Belum lama ini saya butuh external harddisk drive. Laptop sudah begitu penuh oleh file video, sedangkan saya akan terus menghasilkan video-video baru untuk channel YouTube. Jadi saya butuh space ekstra sebagai tempat penyimpanan.

Lagi-lagi saya melakukan penelusuran ke berbagai toko online dan martketplace. Kali ini rejeki saya di Lazada. Di sana ada satu penjual yang menawarkan external HDD merek Western Digital berkapasitas 1 TB seharga kurang dari Rp800.000, sudah termasuk ongkos kirim JNE reguler.

Wah, rejeki mana boleh ditolak! Langsung saja saya ambil barang tersebut, dan diantar oleh kurir JNE dua hari setelah dikirim seller dari Jakarta.


Untuk mainan anak-anak sama saja. Saya akan mencari di semua toko online dan marketplace sampai dapat mainan yang pas di hati, juga harganya pas di kantong. Kalau lihat satu mainan bagus, saya akan banding-bandingkan harganya antara satu toko dengan toko lain. Begitu dapat harga terbaik, bungkus deh.

Salah satu mainan anak yang saya beli secara online adalah PlayPad buatan China. Dapatnya di Elevenia, sedangkan lokasi seller berada di Surabaya. Saya sendiri sewaktu melakukan pemesanan sedang menghabiskan libur lebaran di Jambi bersama anak-istri.

Tidak masalah. Berkat bantuan JNE paket tersebut dapat dikirim ke Pemalang tepat waktu. Sewaktu kami sampai di Pemalang, paket-paket dari Surabaya itu sudah lebih dulu diantar oleh kurir JNE.

Alangkah senangnya anak-anak saya sewaktu mereka membuka paket berisi PlayPad itu.


Begitulah. Sejak pertama kali menerima paket yang diantar Mas Khunaefi lima tahun lalu, kegembiraan selalu saya rasakan setiap kali mendapat paket dari JNE. Kegembiraan yang selalu sama. Tak pernah berubah apapun isi paketnya dan dari siapapun pengirimnya.

Entah itu barang belanjaan saya sendiri, kiriman produk untuk diulas di blog, maupun hadiah-hadiah lomba, semuanya selalu membuat wajah kami berseri-seri saat menerimanya. Anak-anak biasanya bakal berlari-lari girang ke halaman rumah begitu melihat kurir JNE datang. Lalu dengan penuh penasaran mereka bertanya apa isi paket yang saya terima.

Pernah saya mendapat kiriman paket dalam packing kayu. Paket itu sebenarnya tidak terlalu besar, namun packing kayunya membuat paket tersebut terlihat begitu mencolok. Anak-anak bukan main penasarannya ingin cepat-cepat membuka paket dan mengetahui apa isinya sampai-sampai harus dikemas sedemikian rupa.

Dan, lihatlah di video ini betapa antusiasnya mereka sewaktu membongkar paket tersebut.



SELAMAT ULANG TAHUN, JNE!

*****

Referensi:
- http://www.destinasibandung.co.id/jne-raih-3-penghargaan-dalam-waktu-2-minggu.html
- http://www.jne.co.id/id/berita/berita-detail/jne-perusahaan-jasa-pengiriman-terbaik-pilihan-konsumen
- http://www.jne.co.id/id/berita/event-and-promo/promosi/harbokir-hari-bebas-ongkos-kirim
- http://us.news.detik.com/adv-nhl-detikcom/3287283/jne-gelar-parade-motor-dan-mobil-di-20-kota-dalam-rangka-memeriahkan-kemerdekaan-ri
- http://peluangusaha.kontan.co.id/news/kisah-mohammad-feriadi-merintis-karir-di-jne-1

Foto & Ilustrasi:
Foto 1: www.jne.co.id
Foto 2-4: Dokumentasi pribadi
Ilustrasi 5: Screenshot laman Bukalapak
Ilustrasi 6: Screenshot laman Tokopedia
Ilustrasi 7: Screenshot laman Lazada Indonesia
Ilustrasi 8: Screenshot laman Elevenia