Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Minggu, 24 April 2016


SUATU sore seorang teman asal Kesesi, daerah asalnya Mbak Noorma, berkirim pesan via WhatsApp pada saya. "Njuh, maring Tegal," tulisnya singkat. Tanpa pikir panjang saya langsung menjawab lebih singkat, "Njuh!" Lalu dalam kepala saya terbayang-bayang sebuah gambar kami tengah duduk menyeruput coklat panas di sebuah kedai kekinian, AWE Chocolate and Milk.

Tidak ada alasan bagi saya untuk tidak mengiyakan ajakan itu. Saya punya beberapa teman di Tegal, satu di antaranya Mas Angga yang merupakan owner AWE Chocolate and Milk. Ini kafe yang tengah jadi lokasi favorit muda-mudi Tegal untuk nongkrong. Menu andalannya aneka varian minuman coklat, lalu kemudian menyusul disediakan pula bermacam-macam kreasi susu.

Saya kenal Mas Angga berkat Sedekah Rombongan. Waktu itu kami sama-sama kurir di gerakan sosial yang digagas oleh Saptuari Sugiharto ini. Saya kurir area Pemalang, Mas Angga wilayah Tegal bersama Mas Indrawan (owner GalGil), lalu teman saya yang asal Kesesi kurir Pekalongan. Tapi kini saya sudah tidak aktif lagi di Sedekah Rombongan. (Baca juga: Suka-Duka Jadi Kurir Sedekah Rombongan)

Kami pertama kali bertemu di tahun 2013 saat koordinator SR Pantura mengumpulkan kami di RM Pande Rasa, Pekalongan. Sembari menunggu Mas Koordinator yang datang sangat telat dari jadwal yang ia tentukan sendiri, kami pun saling bertukar cerita. Dari situlah saya tahu Mas Angga mempunyai usaha kuliner. Waktu itu namanya masih Kedai Awe alias Kedai AW.

Sejak itu saya selalu menyempatkan diri mampir ke Kedai Awe setiap kali ke Tegal. Seringkali sih tidak ketemu Mas Angga karena kedainya ditunggui dua karyawan. Masa itu kedai ini masih berlokasi di Jl. AR Hakim, dekat kantor Pegadaian. Wujudnya pun "hanya" gerobak angkringan, lalu pembeli duduk lesehan menikmati pesanan masing-masing di emperan toko sebelah kantor Pegadaian beralas tikar.

Meski masih level lesehan, Mas Angga sudah sangat sadar akan pentingnya branding. Karenanya ia aktif di media sosial, utamanya Facebook, Twitter dan Instagram. Kedai Awe ia buatkan akun dan aktif menyapa pelanggan. Masa itu menu andalannya coklat, jadi ia setiap hari mengunggah foto-foto minuman coklat di akun-akun tersebut. (Belakangan, Mas Angga hanya aktif di Instragram. Entah mengapa.)

Oya, sekalipun (saat itu) hanya bermodal gerobak angkringan, Mas Angga bercerita omsetnya bisa menyentuh angka rata-rata Rp 1 juta semalam. Bahkan di malam weekend setidaknya bisa terkumpul lebih dari itu. Artinya, dalam sebulan usahanya menghasilkan sekitar Rp 30 juta. Dikurang gaji karyawan, modal, serta pengeluaran lain untuk operasional harian, keuntungan bersih yang dikantongi Mas Angga masih lebih banyak dari gaji manajer rendahan.

Pindah ke Jl. Srigunting
Tahun berganti, Kedai Awe semakin laris manis. Konsumen utamanya adalah kalangan muda yang menghabiskan malam sembari berbincang-bincang dengan teman sebaya. Dari lesehan di emperan ruko, Mas Angga kemudian mampu menyewa ruko tepat di sebelah Pegadaian. Dulunya ruko itu berjualan ayam goreng, tapi entah kenapa kemudian kontraknya tak diperpanjang.

Sejak itu pembeli punya dua pilihan untuk menikmati minuman khas Kedai Awe. Yang biasa duduk lesehan bisa menuju ke emperan toko seperti sebelumnya, sedangkan yang ingin duduk di kursi dipersilakan masuk ke dalam ruko yang disulap jadi sebuah kafe sederhana.

Tak ada lagi gerobak angkringan. Dapur pengolahan dipindah ke dalam ruko, yang sekaligus berfungsi sebagai kasir. Karyawannya juga bertambah, tampak seorang perempuan muda di belakang meja kasir. Pembayaran pun sekarang dilengkapi nota. Sebelumnya, pesanan dibuat di gerobak angkringan, lalu pembayaran dilakukan sembari berdiri di samping atau depan gerobak, tanpa nota.


Pembeli semakin membludak. Kafe mungil dan tikar-tikar di emperan toko tak mampu lagi menampung pembeli, terutama di malam-malam weekend. Selain itu, Mas Angga juga ingin menjadikan kafenya tempat nongkrong yang lebih berkelas. Tetap menyasar kaum muda dari kalangan menengah, tapi tempatnya dibuat lebih nyaman. Ia ingin say goodbye pada lesehan di emperan toko.

Lalu disewalah sebuah lokasi di Jl. Srigunting. Tempatnya besar. Mas Angga menyulapnya menjadi sebuah kafe yang semarak. Sebagian ruangan ia tinggikan, dikungkungi oleh pagar artifisial, hanya ada meja tanpa kursi. Ini tempat khusus bagi yang suka lesehan tentu saja. Lalu sebagian rungan lagi diisi seperangkat meja kursi.

Seisi ruangan dihiasi dengan berbagai hiasan menarik. Ada mural artistik di bagian rolling door, yang jika pintunya dibuka mural tersebut berada tepat di sisi-sisi ruangan. Ada pula foto-foto berbingkai di bagian lain. Tak lupa, dipajang pula foto-foto Kedai Awe di masa lalu, sejak mulai berjualan dengan gerobak angkringan di Jl. AR Hakim.

Yang menarik perhatian saya adalah foto Presiden Soeharto yang memegang segelas coklat sembari tersenyum di sebelah kasir. Lalu ada pula foto bintang sepakbola terkenal yang juga memegang segelas coklat Awe. Tentu saja foto-foto tokoh ini hasil olahan komputer. Tapi ide kreatif tersebut setidaknya mampu membuat pengunjung menyunggingkan senyum.

Keseluruhan interior Kedai Awe sangat menarik dipandang. Banyak pengunjung yang dengan bangga berfoto selfie di kafe ini, lalu mengunggahnya di media sosial. Karenanya sebuah media online lokal memasukkan Kedai Awe sebagai salah satu kafe yang instagramable.

Jarang Bayar
Kembali ke ajakan Mas Furqan hari itu, menjelang Ashar kami pun meluncur ke Tegal. Setelah menyelesaikan urusannya di suatu tempat, kami mengarahkan kemudi ke Jl. Srigunting. Ini kali pertama saya mengunjungi Kedai Awe sejak pindah dari Jl. AR Hakim.

Sesampainya di sana saya langsung berdecak. Terbayang dalam ingatan saya bagaimana dulu, kira-kira 3-4 tahun lalu, kafe ini "hanyalah" sebuah kedai lesehan dengan gerobak angkringan di emperan toko. Saya masih ingat betul saat tengah nongkrong di Kedai Awe hujan turun, kami harus duduk menempel rolling door toko agar tak terkena percikan air hujan.

Sore itu juga saya baru tahu kalau branding Awe sudah berubah. Logo yang dulu berupa biji coklat (atau biji kopi?) berwarna coklat, berganti jadi kepala sapi. Tak ada lagi Kedai Awe Coffe and Chocolate, namanya berganti jadi Awe Chocolate and Milk seiring tekad Mas Angga untuk memasyarakatkan minum susu.

Sore itu saya memesan segelas coklat panas, mi telur dan sepiring mendoan. Sedangkan Mas Furqan memilih es susu segar sebagai minuman, makanannya sama. Kami pun menunggu Magrib sembari menyantap mi telur dan mendoan, diselingi menyeruput minuman masing-masing.

Kami sengaja tidak mengabari Mas Angga. Pengalaman yang sudah-sudah, Mas Angga tidak membolehkan kami membayar kalau dia tahu kami berkunjung ke kafenya. Sewaktu masih di Jl. AR Hakim pernah saya ngotot pada karyawannya agar mau menerima uang pembayaran, tapi karyawan tersebut tak kalah ngotot menolak karena sudah dibisiki Mas Angga. Ya sudah, cuma tukang parkir yang mau menerima uang kami. Hahaha.

Sebenarnya sih mau juga bertemu Mas Angga, sekedar ngobrol karena sudah lama tidak bertemu. Tapi sore itu kami benar-benar tak mau kedatangan kami ke Awe Chocolate and Milk diketahui pemilik nama lengkap Anggoro Wibowo tersebut. Selepas menghabiskan pesanan, kami mampir sebentar ke masjid untuk salat Magrib, lalu kembali ke Pemalang.

Ini dia video saya bersama Mas Furqan menikmati coklat dan susu segar di Awe Chocolate and Milk.





SUATU sore seorang teman asal Kesesi, daerah asalnya Mbak Noorma, berkirim pesan via WhatsApp pada saya. "Njuh, maring Tegal," tulisnya singkat. Tanpa pikir panjang saya langsung menjawab lebih singkat, "Njuh!" Lalu dalam kepala saya terbayang-bayang sebuah gambar kami tengah duduk menyeruput coklat panas di sebuah kedai kekinian, AWE Chocolate and Milk.

Tidak ada alasan bagi saya untuk tidak mengiyakan ajakan itu. Saya punya beberapa teman di Tegal, satu di antaranya Mas Angga yang merupakan owner AWE Chocolate and Milk. Ini kafe yang tengah jadi lokasi favorit muda-mudi Tegal untuk nongkrong. Menu andalannya aneka varian minuman coklat, lalu kemudian menyusul disediakan pula bermacam-macam kreasi susu.

Saya kenal Mas Angga berkat Sedekah Rombongan. Waktu itu kami sama-sama kurir di gerakan sosial yang digagas oleh Saptuari Sugiharto ini. Saya kurir area Pemalang, Mas Angga wilayah Tegal bersama Mas Indrawan (owner GalGil), lalu teman saya yang asal Kesesi kurir Pekalongan. Tapi kini saya sudah tidak aktif lagi di Sedekah Rombongan. (Baca juga: Suka-Duka Jadi Kurir Sedekah Rombongan)

Kami pertama kali bertemu di tahun 2013 saat koordinator SR Pantura mengumpulkan kami di RM Pande Rasa, Pekalongan. Sembari menunggu Mas Koordinator yang datang sangat telat dari jadwal yang ia tentukan sendiri, kami pun saling bertukar cerita. Dari situlah saya tahu Mas Angga mempunyai usaha kuliner. Waktu itu namanya masih Kedai Awe alias Kedai AW.

Sejak itu saya selalu menyempatkan diri mampir ke Kedai Awe setiap kali ke Tegal. Seringkali sih tidak ketemu Mas Angga karena kedainya ditunggui dua karyawan. Masa itu kedai ini masih berlokasi di Jl. AR Hakim, dekat kantor Pegadaian. Wujudnya pun "hanya" gerobak angkringan, lalu pembeli duduk lesehan menikmati pesanan masing-masing di emperan toko sebelah kantor Pegadaian beralas tikar.

Meski masih level lesehan, Mas Angga sudah sangat sadar akan pentingnya branding. Karenanya ia aktif di media sosial, utamanya Facebook, Twitter dan Instagram. Kedai Awe ia buatkan akun dan aktif menyapa pelanggan. Masa itu menu andalannya coklat, jadi ia setiap hari mengunggah foto-foto minuman coklat di akun-akun tersebut. (Belakangan, Mas Angga hanya aktif di Instragram. Entah mengapa.)

Oya, sekalipun (saat itu) hanya bermodal gerobak angkringan, Mas Angga bercerita omsetnya bisa menyentuh angka rata-rata Rp 1 juta semalam. Bahkan di malam weekend setidaknya bisa terkumpul lebih dari itu. Artinya, dalam sebulan usahanya menghasilkan sekitar Rp 30 juta. Dikurang gaji karyawan, modal, serta pengeluaran lain untuk operasional harian, keuntungan bersih yang dikantongi Mas Angga masih lebih banyak dari gaji manajer rendahan.

Pindah ke Jl. Srigunting
Tahun berganti, Kedai Awe semakin laris manis. Konsumen utamanya adalah kalangan muda yang menghabiskan malam sembari berbincang-bincang dengan teman sebaya. Dari lesehan di emperan ruko, Mas Angga kemudian mampu menyewa ruko tepat di sebelah Pegadaian. Dulunya ruko itu berjualan ayam goreng, tapi entah kenapa kemudian kontraknya tak diperpanjang.

Sejak itu pembeli punya dua pilihan untuk menikmati minuman khas Kedai Awe. Yang biasa duduk lesehan bisa menuju ke emperan toko seperti sebelumnya, sedangkan yang ingin duduk di kursi dipersilakan masuk ke dalam ruko yang disulap jadi sebuah kafe sederhana.

Tak ada lagi gerobak angkringan. Dapur pengolahan dipindah ke dalam ruko, yang sekaligus berfungsi sebagai kasir. Karyawannya juga bertambah, tampak seorang perempuan muda di belakang meja kasir. Pembayaran pun sekarang dilengkapi nota. Sebelumnya, pesanan dibuat di gerobak angkringan, lalu pembayaran dilakukan sembari berdiri di samping atau depan gerobak, tanpa nota.


Pembeli semakin membludak. Kafe mungil dan tikar-tikar di emperan toko tak mampu lagi menampung pembeli, terutama di malam-malam weekend. Selain itu, Mas Angga juga ingin menjadikan kafenya tempat nongkrong yang lebih berkelas. Tetap menyasar kaum muda dari kalangan menengah, tapi tempatnya dibuat lebih nyaman. Ia ingin say goodbye pada lesehan di emperan toko.

Lalu disewalah sebuah lokasi di Jl. Srigunting. Tempatnya besar. Mas Angga menyulapnya menjadi sebuah kafe yang semarak. Sebagian ruangan ia tinggikan, dikungkungi oleh pagar artifisial, hanya ada meja tanpa kursi. Ini tempat khusus bagi yang suka lesehan tentu saja. Lalu sebagian rungan lagi diisi seperangkat meja kursi.

Seisi ruangan dihiasi dengan berbagai hiasan menarik. Ada mural artistik di bagian rolling door, yang jika pintunya dibuka mural tersebut berada tepat di sisi-sisi ruangan. Ada pula foto-foto berbingkai di bagian lain. Tak lupa, dipajang pula foto-foto Kedai Awe di masa lalu, sejak mulai berjualan dengan gerobak angkringan di Jl. AR Hakim.

Yang menarik perhatian saya adalah foto Presiden Soeharto yang memegang segelas coklat sembari tersenyum di sebelah kasir. Lalu ada pula foto bintang sepakbola terkenal yang juga memegang segelas coklat Awe. Tentu saja foto-foto tokoh ini hasil olahan komputer. Tapi ide kreatif tersebut setidaknya mampu membuat pengunjung menyunggingkan senyum.

Keseluruhan interior Kedai Awe sangat menarik dipandang. Banyak pengunjung yang dengan bangga berfoto selfie di kafe ini, lalu mengunggahnya di media sosial. Karenanya sebuah media online lokal memasukkan Kedai Awe sebagai salah satu kafe yang instagramable.

Jarang Bayar
Kembali ke ajakan Mas Furqan hari itu, menjelang Ashar kami pun meluncur ke Tegal. Setelah menyelesaikan urusannya di suatu tempat, kami mengarahkan kemudi ke Jl. Srigunting. Ini kali pertama saya mengunjungi Kedai Awe sejak pindah dari Jl. AR Hakim.

Sesampainya di sana saya langsung berdecak. Terbayang dalam ingatan saya bagaimana dulu, kira-kira 3-4 tahun lalu, kafe ini "hanyalah" sebuah kedai lesehan dengan gerobak angkringan di emperan toko. Saya masih ingat betul saat tengah nongkrong di Kedai Awe hujan turun, kami harus duduk menempel rolling door toko agar tak terkena percikan air hujan.

Sore itu juga saya baru tahu kalau branding Awe sudah berubah. Logo yang dulu berupa biji coklat (atau biji kopi?) berwarna coklat, berganti jadi kepala sapi. Tak ada lagi Kedai Awe Coffe and Chocolate, namanya berganti jadi Awe Chocolate and Milk seiring tekad Mas Angga untuk memasyarakatkan minum susu.

Sore itu saya memesan segelas coklat panas, mi telur dan sepiring mendoan. Sedangkan Mas Furqan memilih es susu segar sebagai minuman, makanannya sama. Kami pun menunggu Magrib sembari menyantap mi telur dan mendoan, diselingi menyeruput minuman masing-masing.

Kami sengaja tidak mengabari Mas Angga. Pengalaman yang sudah-sudah, Mas Angga tidak membolehkan kami membayar kalau dia tahu kami berkunjung ke kafenya. Sewaktu masih di Jl. AR Hakim pernah saya ngotot pada karyawannya agar mau menerima uang pembayaran, tapi karyawan tersebut tak kalah ngotot menolak karena sudah dibisiki Mas Angga. Ya sudah, cuma tukang parkir yang mau menerima uang kami. Hahaha.

Sebenarnya sih mau juga bertemu Mas Angga, sekedar ngobrol karena sudah lama tidak bertemu. Tapi sore itu kami benar-benar tak mau kedatangan kami ke Awe Chocolate and Milk diketahui pemilik nama lengkap Anggoro Wibowo tersebut. Selepas menghabiskan pesanan, kami mampir sebentar ke masjid untuk salat Magrib, lalu kembali ke Pemalang.

Ini dia video saya bersama Mas Furqan menikmati coklat dan susu segar di Awe Chocolate and Milk.




Selasa, 19 April 2016


NAMA aslinya Tengku Muhammad Azwan Shah, tapi ia lebih populer dengan panggilan Wak Doyok. Dulunya pemuda keturunan Jawa ini bukanlah siapa-siapa. Cerita berubah setelah ia menumbuhkan cambang dan kumis di wajahnya yang klimis. Peruntungannya berubah. Berkat bantuan media sosial ia menjelma sebagai selebgram, selebriti Instagram, lalu menjadi ikon fashion Malaysia.

Mulanya saya kira Wak Doyok itu hanya merek obat penumbuh cambang yang sempat jadi produk ngetren beberapa tahun belakangan. Sejumlah toko online menjajakan obat alami ini, bahkan ada yang sampai membuat situs khusus menyediakan obat penumbuh rambut bermerek Wak Doyok. Tidak ada produk lain. Eksklusif.

Acara Tonight Show di NET TV pada Senin (18/4/2016) malam lalu membuka mata saya. Muhammad Azwan jadi bintang tamu pertama di acara yang dipandu duo Vincent Rompis dan Desta. Saya jadi tahu, rupanya Wak Doyok itu nama orang, atau tepatnya julukan seseorang. Bukan orang sembarangan pula.

Mundur lima-enam tahun ke belakang, Muhammad Azwan agaknya masih bingung memilih untuk terjun di pekerjaan yang terkait dengan jurusan semasa kuliah atau gairahnya di bidang fashion. Pria berusia 33 tahun ini bergelar sarjana teknik sebuah universitas di Jerman. Namun ia memiliki gairah tinggi di bidang fashion, utamanya modern style (Mods).

Karenanya ia sempat luntang-lantung tak karuan, bekerja apa saja asalkan dapat uang. Ia bahkan pernah menjadi kuli, pekerjaan yang dilakoninya hingga 2010. Rasanya tak banyak yang menyangka fakta ini. Ya, seorang sarjana teknik lulusan Jerman bekerja sebagai kuli?

Tahun 2011, Muhammad Azwan mendapat informasi bahwa Ben Sherman akan membuka cabang di Kuala Lumpur. Ben Sherman adalah perusahaan men's clothing ternama asal Inggris. Muhammad Azwan yang menggilai fashion pria sangat ingin bekerja di butik ini. Ia pun mengajukan surat lamaran. Sayang, aplikasinya ditolak mentah-mentah.

Waktu itu Muhammad Azwan masih berpenampilan klimis, tanpa cambang apalagi kumis melengkung khas miliknya itu. Ia hanya mengandalkan kemampuannya dalam memadu-padankan pakaian sebagai tambahan dalam CV-nya.

Diterima Kerja Berkat Cambang
Muhammad Azwan tak patah arang. Ia mempelajari filosofi Ben Sherman, melihat-lihat gambar promosi perusahaan ini dengan bantuan internet. Dari sana ia paham bahwa Ben Sherman ingin menampilkan kesan lelaki maskulin. Ini terlihat dari beberapa model yang dipakai dalam media-media promosi, di mana kebanyakan adalah lelaki bercambang.

Sejak itulah Muhammad Azwan membiarkan cambang dan kumis menghiasi wajahnya. Awalnya ia ragu bulu-bulu tersebut malah akan merusak penampilan. Apalagi di masa-masa awal saat cambangnya belum lebat sehingga terlihat kurang rapi. Berjalan beberapa bulan, barulah ia bisa memiliki cambang rapi dan menambah kesan maskulin di wajahnya.


Transformasi penampilan Wak Doyok, dari klimis sampai bercambang lebat seperti sekarang.

Kesulitan belum berlalu. Cambang dan kumis panjangnya kerap memberikan kerepotan tersendiri saat makan. Pasalnya, makanan yang tengah ia santap seringkali tersangkut di rambut-rambut tersebut. Ia jadi punya kegiatan tambahan selepas makan: membersihkan cambang dan kumis dari sisa-sisa makanan.

"Saya sendiri mengalami kesulitan ketika pertama kali memelihara cambang, sehingga terpaksa menggunaan sendok dan garpu untuk membersihkan sisa makanan yang melekat," tuturnya saat diwawancarai Kosmo! pada 2013.

Toh, semua kesulitan ia ia lalui dengan baik. Cambangnya semakin lama semakin terlihat menarik. Terlebih ia sengaja memanjangkan kumis dan melentikkan ujung-ujungnya sehingga menyerupai kumis kucing. Dengan penampilan baru tersebut Muhammad Azwan kembali mengajukan lamaran ke Ben Sherman, dan diterima. Tentu saja ia girang bukan main.

"Saya diterima bekerja di butik itu saat mengajukan permohonan kedua. Malah banyak yang memuji penampilan terbaru saya ini," kenangnya.

Dari sinilah perubahan nasib Muhammad Azwan dimulai. Ia kerap membagikan foto-fotonya dengan tampilan gaya tahun '60-an, lengkap dengan cambang dan kumis melengkung, di akun Instagram. Penggemar musik ska rasanya tak asing dengan gaya dandanan begini. Dandanan rapi jali lengkap dengan jas dan dasi, serta sepatu mengkilat.

Semakin lama follower Instagram Muhammad Azwan semakin banyak, sampai akhirnya menembus angka 900.000 pada akhir 2015 - kini 1,1 juta. Gaya dandanannya jadi role model, diikuti oleh anak-anak muda tak hanya di Malaysia, tapi juga hingga ke beberapa negara termasuk Indonesia. Statusnya sebagai selebriti media sosial dikukuhkan dengan penghargaan dari Johara Era FM yang memasukkan nama Muhammad Azwan dalam daftar 10 Personaliti Sosial Media Paling Berpengaruh 2013.

Pandai Melawak
Tenar di Instagram, Muhammad Azwan memanfaatkan momentum ini untuk memulai bisnis. Mula-mula ia mengeluarkan produk-produk T-shirt di bawah merek The Garment. Menariknya, awalnya kaos-kaos The Garment tidak banyak dikenal di Malaysia, tapi sudah banyak dipesan oleh pembeli dari negara-negara lain.

"Sebelum The Garment dikenal luas di Malaysia, peminat gaya fesyen Mods di Inggris, Jepang, Singapura dan berbagai negara lain sudah lama memakainya. Cuma baru sekarang ada permintaan dari penggemar lokal," tuturnya seperti dikutip dari Malaysian Reviews.

Sukses dengan T-shirt, Muhammad Azwan bersiap melebarkan lini produk The Garment dengan meluncurkan pakaian pria seperti kemeja dan celana. Tentu saja yang sesuai dengan gaya dandanan modern style sebagai ciri khas. Tak lupa, ia melepas produk penumbuh cambang dengan merek Wak Doyok yang tak lain merupakan julukannya.

Produk inilah yang lantas membuatnya kian lekat dengan julukan Wak Doyok. Foto dirinya terpampang di setiap kemasan Wak Doyok, sehingga nama tersebut semakin lekat dengan sosoknya.

Menariknya, nama Wak Doyok ada kaitannya dengan Doyok, pelawak Indonesia bernama asli Sudarmadji yang tenar di era '80-an. Di mata teman-temannya, Muhammad Azwan dikenal pandai melawak seperti Doyok. Film-film komedi Doyok dan Kadir rupanya juga diminati di Malaysia, sehingga Muhammad Azwan pun diberi nama panggilan Wak Doyok.

Bagaimana tanggapan Muhammad Azwan dengan panggilan tersebut? "Kebetulan saya sendiri keturunan Jawa, jadi tidak ada masalah diberi panggilan seperti itu," jawab pria kelahiran Klang, Selangor, tersebut.

Gara-gara nama Wak Doyok ini Muhammad Azwan sempat dianggap berasal dari Indonesia. Dalam acara Anugerah MeleTop Era pada Februari 2014, artis top Malaysia bernama Noor Neelofa Mohd Noor keceplosan mengira Wak Doyok adalah orang Indonesia. Ucapan Neelofa yang menyebut Wak Doyok sebagai "Indonesia" rupanya memicu kesalah-pahaman. Wak Doyok mengira Neelofa mengejeknya, padahal hanya bertanya.

"Suka mengata orang? Kan dah kena diri sendiri? Aku lahir di Malaysia dan bangga jadi rakyat Malaysia. Suke!!" Demikian tulis Wak Doyok di akun Instagram-nya menanggapi ucapan Neelofa.

Sayap bisnis Wak Doyok kian berkembang. Ia meluncurkan produk pomade yang juga berlabel Wak Doyok, lalu kopi, dan kemudian barber shop yang tersebar di seantero Malaysia. Namanya kian terkenal. Sosoknya kemudian terlihat di sejumlah iklan - termasuk sebagai endorser Samsung, serta sering diundang dalam acara-acara televisi. Tonight Show di NET TV yang saya tonton kemarin malam salah satunya.

Dan rupanya sebelum itu ia sudah terlebih dahulu tampil di talkshow Sarah Sechan, Indonesia Morning Show, hingga Ini TalkShow yang dipandu Sule dan Andre Taulany. Kesemuanya merupakan program-program milik NET TV.

Di Malaysia sendiri, Wak Doyok banyak mendapat undangan tampil dari stasiun televisi dalam acara talkshow, infotainment, hingga event-event tertentu terkait dunia hiburan. Ia juga menjadi salah satu pemeran dalam serial televisi Kelas 601 yang tayang di Astro. Di serial edukatif ini Wak Doyok berperan sebagai Abang Lokman, seorang pilot dengan logat Jawa medhok.

Desember 2015, Wak Doyok menyabet penghargaan Top Fashion Influencer (Malaysia) dalam ajang Influence Asia 2015 yang digelar di Singapura. Ini adalah penghargaan khusus bagi influencer sosial media di Asia, yang meliputi sosok-sosok berpengaruh di Twitter, Facebook, Instagram dan YouTube.

Kini, Wak Doyok adalah seorang konsultan fashion ternama di Malaysia. Jasanya disewa sejumlah public figure Negeri Jiran itu, mulai dari artis hingga pejabat negara. Tentu saja rejekinya mengalami peningkatan pesat. Dari awalnya pergi kemana-mana paling keren hanya naik sepeda motor biasa, kini ia punya koleksi motor gede dan motor antik, serta mobil mewah.



Referensi lainnya:
- Liputan6.com
- CariGold.com
- SensasiMalaysia.com
- influence-asia.com


NAMA aslinya Tengku Muhammad Azwan Shah, tapi ia lebih populer dengan panggilan Wak Doyok. Dulunya pemuda keturunan Jawa ini bukanlah siapa-siapa. Cerita berubah setelah ia menumbuhkan cambang dan kumis di wajahnya yang klimis. Peruntungannya berubah. Berkat bantuan media sosial ia menjelma sebagai selebgram, selebriti Instagram, lalu menjadi ikon fashion Malaysia.

Mulanya saya kira Wak Doyok itu hanya merek obat penumbuh cambang yang sempat jadi produk ngetren beberapa tahun belakangan. Sejumlah toko online menjajakan obat alami ini, bahkan ada yang sampai membuat situs khusus menyediakan obat penumbuh rambut bermerek Wak Doyok. Tidak ada produk lain. Eksklusif.

Acara Tonight Show di NET TV pada Senin (18/4/2016) malam lalu membuka mata saya. Muhammad Azwan jadi bintang tamu pertama di acara yang dipandu duo Vincent Rompis dan Desta. Saya jadi tahu, rupanya Wak Doyok itu nama orang, atau tepatnya julukan seseorang. Bukan orang sembarangan pula.

Mundur lima-enam tahun ke belakang, Muhammad Azwan agaknya masih bingung memilih untuk terjun di pekerjaan yang terkait dengan jurusan semasa kuliah atau gairahnya di bidang fashion. Pria berusia 33 tahun ini bergelar sarjana teknik sebuah universitas di Jerman. Namun ia memiliki gairah tinggi di bidang fashion, utamanya modern style (Mods).

Karenanya ia sempat luntang-lantung tak karuan, bekerja apa saja asalkan dapat uang. Ia bahkan pernah menjadi kuli, pekerjaan yang dilakoninya hingga 2010. Rasanya tak banyak yang menyangka fakta ini. Ya, seorang sarjana teknik lulusan Jerman bekerja sebagai kuli?

Tahun 2011, Muhammad Azwan mendapat informasi bahwa Ben Sherman akan membuka cabang di Kuala Lumpur. Ben Sherman adalah perusahaan men's clothing ternama asal Inggris. Muhammad Azwan yang menggilai fashion pria sangat ingin bekerja di butik ini. Ia pun mengajukan surat lamaran. Sayang, aplikasinya ditolak mentah-mentah.

Waktu itu Muhammad Azwan masih berpenampilan klimis, tanpa cambang apalagi kumis melengkung khas miliknya itu. Ia hanya mengandalkan kemampuannya dalam memadu-padankan pakaian sebagai tambahan dalam CV-nya.

Diterima Kerja Berkat Cambang
Muhammad Azwan tak patah arang. Ia mempelajari filosofi Ben Sherman, melihat-lihat gambar promosi perusahaan ini dengan bantuan internet. Dari sana ia paham bahwa Ben Sherman ingin menampilkan kesan lelaki maskulin. Ini terlihat dari beberapa model yang dipakai dalam media-media promosi, di mana kebanyakan adalah lelaki bercambang.

Sejak itulah Muhammad Azwan membiarkan cambang dan kumis menghiasi wajahnya. Awalnya ia ragu bulu-bulu tersebut malah akan merusak penampilan. Apalagi di masa-masa awal saat cambangnya belum lebat sehingga terlihat kurang rapi. Berjalan beberapa bulan, barulah ia bisa memiliki cambang rapi dan menambah kesan maskulin di wajahnya.


Transformasi penampilan Wak Doyok, dari klimis sampai bercambang lebat seperti sekarang.

Kesulitan belum berlalu. Cambang dan kumis panjangnya kerap memberikan kerepotan tersendiri saat makan. Pasalnya, makanan yang tengah ia santap seringkali tersangkut di rambut-rambut tersebut. Ia jadi punya kegiatan tambahan selepas makan: membersihkan cambang dan kumis dari sisa-sisa makanan.

"Saya sendiri mengalami kesulitan ketika pertama kali memelihara cambang, sehingga terpaksa menggunaan sendok dan garpu untuk membersihkan sisa makanan yang melekat," tuturnya saat diwawancarai Kosmo! pada 2013.

Toh, semua kesulitan ia ia lalui dengan baik. Cambangnya semakin lama semakin terlihat menarik. Terlebih ia sengaja memanjangkan kumis dan melentikkan ujung-ujungnya sehingga menyerupai kumis kucing. Dengan penampilan baru tersebut Muhammad Azwan kembali mengajukan lamaran ke Ben Sherman, dan diterima. Tentu saja ia girang bukan main.

"Saya diterima bekerja di butik itu saat mengajukan permohonan kedua. Malah banyak yang memuji penampilan terbaru saya ini," kenangnya.

Dari sinilah perubahan nasib Muhammad Azwan dimulai. Ia kerap membagikan foto-fotonya dengan tampilan gaya tahun '60-an, lengkap dengan cambang dan kumis melengkung, di akun Instagram. Penggemar musik ska rasanya tak asing dengan gaya dandanan begini. Dandanan rapi jali lengkap dengan jas dan dasi, serta sepatu mengkilat.

Semakin lama follower Instagram Muhammad Azwan semakin banyak, sampai akhirnya menembus angka 900.000 pada akhir 2015 - kini 1,1 juta. Gaya dandanannya jadi role model, diikuti oleh anak-anak muda tak hanya di Malaysia, tapi juga hingga ke beberapa negara termasuk Indonesia. Statusnya sebagai selebriti media sosial dikukuhkan dengan penghargaan dari Johara Era FM yang memasukkan nama Muhammad Azwan dalam daftar 10 Personaliti Sosial Media Paling Berpengaruh 2013.

Pandai Melawak
Tenar di Instagram, Muhammad Azwan memanfaatkan momentum ini untuk memulai bisnis. Mula-mula ia mengeluarkan produk-produk T-shirt di bawah merek The Garment. Menariknya, awalnya kaos-kaos The Garment tidak banyak dikenal di Malaysia, tapi sudah banyak dipesan oleh pembeli dari negara-negara lain.

"Sebelum The Garment dikenal luas di Malaysia, peminat gaya fesyen Mods di Inggris, Jepang, Singapura dan berbagai negara lain sudah lama memakainya. Cuma baru sekarang ada permintaan dari penggemar lokal," tuturnya seperti dikutip dari Malaysian Reviews.

Sukses dengan T-shirt, Muhammad Azwan bersiap melebarkan lini produk The Garment dengan meluncurkan pakaian pria seperti kemeja dan celana. Tentu saja yang sesuai dengan gaya dandanan modern style sebagai ciri khas. Tak lupa, ia melepas produk penumbuh cambang dengan merek Wak Doyok yang tak lain merupakan julukannya.

Produk inilah yang lantas membuatnya kian lekat dengan julukan Wak Doyok. Foto dirinya terpampang di setiap kemasan Wak Doyok, sehingga nama tersebut semakin lekat dengan sosoknya.

Menariknya, nama Wak Doyok ada kaitannya dengan Doyok, pelawak Indonesia bernama asli Sudarmadji yang tenar di era '80-an. Di mata teman-temannya, Muhammad Azwan dikenal pandai melawak seperti Doyok. Film-film komedi Doyok dan Kadir rupanya juga diminati di Malaysia, sehingga Muhammad Azwan pun diberi nama panggilan Wak Doyok.

Bagaimana tanggapan Muhammad Azwan dengan panggilan tersebut? "Kebetulan saya sendiri keturunan Jawa, jadi tidak ada masalah diberi panggilan seperti itu," jawab pria kelahiran Klang, Selangor, tersebut.

Gara-gara nama Wak Doyok ini Muhammad Azwan sempat dianggap berasal dari Indonesia. Dalam acara Anugerah MeleTop Era pada Februari 2014, artis top Malaysia bernama Noor Neelofa Mohd Noor keceplosan mengira Wak Doyok adalah orang Indonesia. Ucapan Neelofa yang menyebut Wak Doyok sebagai "Indonesia" rupanya memicu kesalah-pahaman. Wak Doyok mengira Neelofa mengejeknya, padahal hanya bertanya.

"Suka mengata orang? Kan dah kena diri sendiri? Aku lahir di Malaysia dan bangga jadi rakyat Malaysia. Suke!!" Demikian tulis Wak Doyok di akun Instagram-nya menanggapi ucapan Neelofa.

Sayap bisnis Wak Doyok kian berkembang. Ia meluncurkan produk pomade yang juga berlabel Wak Doyok, lalu kopi, dan kemudian barber shop yang tersebar di seantero Malaysia. Namanya kian terkenal. Sosoknya kemudian terlihat di sejumlah iklan - termasuk sebagai endorser Samsung, serta sering diundang dalam acara-acara televisi. Tonight Show di NET TV yang saya tonton kemarin malam salah satunya.

Dan rupanya sebelum itu ia sudah terlebih dahulu tampil di talkshow Sarah Sechan, Indonesia Morning Show, hingga Ini TalkShow yang dipandu Sule dan Andre Taulany. Kesemuanya merupakan program-program milik NET TV.

Di Malaysia sendiri, Wak Doyok banyak mendapat undangan tampil dari stasiun televisi dalam acara talkshow, infotainment, hingga event-event tertentu terkait dunia hiburan. Ia juga menjadi salah satu pemeran dalam serial televisi Kelas 601 yang tayang di Astro. Di serial edukatif ini Wak Doyok berperan sebagai Abang Lokman, seorang pilot dengan logat Jawa medhok.

Desember 2015, Wak Doyok menyabet penghargaan Top Fashion Influencer (Malaysia) dalam ajang Influence Asia 2015 yang digelar di Singapura. Ini adalah penghargaan khusus bagi influencer sosial media di Asia, yang meliputi sosok-sosok berpengaruh di Twitter, Facebook, Instagram dan YouTube.

Kini, Wak Doyok adalah seorang konsultan fashion ternama di Malaysia. Jasanya disewa sejumlah public figure Negeri Jiran itu, mulai dari artis hingga pejabat negara. Tentu saja rejekinya mengalami peningkatan pesat. Dari awalnya pergi kemana-mana paling keren hanya naik sepeda motor biasa, kini ia punya koleksi motor gede dan motor antik, serta mobil mewah.



Referensi lainnya:
- Liputan6.com
- CariGold.com
- SensasiMalaysia.com
- influence-asia.com

Jumat, 15 April 2016

BAGI penyuka sejarah seperti saya, Turki adalah surga. Di sini bertabur situs-situs kuno bersejarah. Mulai dari bangunan-bangunan peninggalan jaman Yunani Kuno, Romawi, dan Kekhalifahan Islam Turki Utsmaniyah. Bahkan konon bahtera Nabi Nuh AS masih ada di salah satu gunung di negara ini!

Itulah sebabnya saya menempatkan Turki di urutan ketiga dalam daftar negara impian untuk dikunjungi. Kenapa bukan urutan pertama? Maaf, saya punya janji pada diri sendiri untuk tidak keluar negeri sebelum mengunjungi Al-Haramain, dua Tanah Suci, yakni Makkah dan Madinah di Arab Saudi. Syukur-syukur bisa langsung berhaji, tapi umroh terlebih dahulu juga tak masalah.

Lalu, urutan kedua negara mana? Masih Tanah Suci juga, yakni Yerusalem. Jadi, daftar negara impian saya adalah: (1) Arab Saudi, (2) Israel, (3) Turki, (4) Inggris. Kalau nomor satu dan dua karena alasan reliji, nomor tiga motifnya sejarah berbalut reliji, sedangkan nomor empat murni hobi. Hehehehe...

Kembali ke Turki. Untuk menjaga impian berkunjung ke Turki, saya hapus sebagian besar berkas lagu dalam laptop dan digantikan dengan musik-musik klasik jaman Turki Ottoman. Setiap kali saya mengetik atau blogwalking, musik-musik ini menemani. Malam hari saat mata sulit terlelap, alunan musik dari ratusan tahun lalu ini selalu sukses membuai saya ke alam mimpi.

Saya pun jadi akrab dengan komposer-komposer agung Turki Ottoman. Sebut saja Dimitri Cantemiroglu, Tanburi Büyük Osman Bey, Leyla Saz, atau Âşık Ali İzzet Özkan. Koleksi paling banyak di laptop saya milik Cantemiroglu, yang sebagian besar saya dapatkan dari mengonversi video YouTube.

Cara lain untuk menjaga impian ke Turki adalah dengan menempel kartu pos bergambar Masjid Biru Istanbul, satu lagi bergambar suasana pantai Antalya, di dinding kamar. Posisinya tepat di hadapan saya saat tengah mengetik begini. Kedua kartu pos tersebut pemberian teman yang pernah mengunjungi Turki sewaktu bekerja sebagai kru kapal pesiar.


Dua kartu pos pemberian teman. Satu bergambar Masjid Biru di Istanbul, satu lagi sebuah pantai di Antalya.

7 Destinasi Favorit
Meski entah kapan bisa berwisata ke Turki, saya sudah punya daftar tempat-tempat mana saja yang ingin dikunjungi. Daftar ini saya susun setelah banyak membaca referensi tentang Turki di internet, juga buku. Karena saya penyuka sejarah, jangan heran ya kalau daftar saya ini kebanyakan berisi tempat-tempat wisata bernuansa sejarah.

1. Masjid Biru, Istanbul
Ini tempat wajib kunjung bagi saya. Saya sangat ingin sekali salat di dalam masjid ini, sama seperti saya ingin salat di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, juga Masjid al-Aqsha. Bagi saya, rugi jauh-jauh datang ke Istanbul kalau tidak menyempatkan diri salat di masjid berusia tepat 400 tahun pada 2016 ini.

Oya, Paus Benediktus XVI pernah lho mengunjungi Masjid Biru pada 30 November 2006. Paus tak cuma melihat-lihat keindahan masjid, tapi juga berdoa selama dua menit saat pertama kali menginjakkan kaki di dalam masjid. Saya tentu tak mau kalah dong. Hehehe.

2. Istana Topkapi
Tempat kedua yang sangat ingin saya kunjungi di Turki adalah Istana Topkapi. Hanya berjarak 1,2 kilometer dari Masjid Biru, di sebelah utara. Kunjungan ke istana ini menjadi wajib karena di sinilah kejayaan Turki Ottoman diawali. Dari istana inilah sultan-sultan Ottoman mengendalikan pemerintahan yang semakin lama semakin membentang hingga ke Eropa Timur, Timur Tengah dan Afrika Utara.

Di dalam istana ini kita bisa menikmati benda-benda peninggalan Ottoman. Mulai dari benda-benda pecah belah dari keramik atau porselen, benda-benda berharga dan perhiasan; sampai persenjataan masa lalu, baju zirah, tameng, juga kaligrafi dan mural. Kekayaan isinya inilah yang membuat Istana Topkapi dijaga ketat oleh tentara.

3. Selat Bosphorus
Kalau ada perairan di luar negeri yang paling ingin ceburi selain Laut Mati di Israel, maka itu adalah Selat Bosphorus. Selat yang menghubungkan Laut Hitam di sisi utara Turki dengan Laut Marmara di sisi selatan Turki. Selat yang memisahkan dua benua, Asia dan Eropa, membuat Turki sebagai satu-satunya negara di dunia yang berlokasi di dua benua.

Dari beberapa literatur yang saya baca, paling asyik menyusuri Selat Bosphorus di waktu malam. Ada layanan cruise yang akan membawa wisatawan menyaksikan keindahan kota-kota di kedua sisi selat. Kalau takut air, duduk-duduk di tepian selat ini juga asyik. Atau bisa juga iseng menyeberang melewati tiga jembatan yang terbentang di atasnya.

4. Cappadocia
Ya, petualang mana yang tidak tahu tentang kota tua nan unik di Cappadocia. Wilayah ini sudah ada sejak Jaman Perunggu, jadi usianya sudah puluhan ribu tahun. Ada banyak cerita yang terpendam di sini, sebab Cappadocia berganti-ganti dikuasai oleh berbagai penguasa besar. Mulai dari Iskandar Agung, Imperium Persia, Kekaisaran Romawi Timur, hingga Turki Utsmani.

Ada dua hal yang menarik minat saya mengunjungi. Satu, kota bawah tanahnya. Dua, balon udaranya. Saya sangat ingin menyusuri kota-kota bawah tanah di kawasan ini, mencari tahu bagaimana orang-orang Cappadocia dulu menghabiskan hari-hari mereka bagaikan semut. Dan, tentu saja bakal rugi berat kalau sampai di sini tidak naik balon udara.



5. Hierapolis
Kota tua sangat menarik minat saya. Semakin tua semakin tertarik saya untuk mempelajari dan syukur kalau bisa mengunjunginya. Termasuk juga Hierapolis yang terletak di Pamukkale, Provinsi Denizli. Hierapolis tak cuma tua, tapi amat sangat tua sekali. Didirikan pada abad kedua sebelum Masehi, berarti situs warisan dunia satu ini berusia lebih dari 2.200 tahun.

Kalau teman-teman pernah mengunjungi Kraton Ratu Boko di selatan Candi Prambanan, Hierapolis adalah Kraton Ratu Boko versi jauh lebih besar dan lebih tua. Di sini terdapat reruntuhan istana, tembok kota, teater, kuil pemujaan, juga kolam renang.

6. Troy
Jujur, awalnya saya kira kota tua Troy yang kisahnya pertama kali saya baca di buku pelajaran sejarah SMP sekarang masuk wilayah Yunani. Rupanya Troy ada di Turki, tepatnya di wilayah Tevfikiye, Provinsi Canakkale. Jaraknya dua jam penerbangan dari Istanbul, atau kalau mau naik bus paling lama lima jam perjalanan darat.

Kota ini jauh lebih tua dari Hierapolis. Menurut referensi, Troy dibangun pada tahun 3000 SM. Sekarang sudah tahun 2016. Berarti Troy berusia 5.000 tahun! Lebih tua dari Piramida Giza di Mesir yang dibangun oleh Kaisar Khufu.

7. Ephesus
Satu lagi kota tua berusia ribuan tahun. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kota ini pertama kali didirikan pada tahun 1000 SM. Dua tahun lebih muda dari Troy. Abad ke-10 SM adalah masa di mana Nabi Daud AS turun dari tahta Kerajaan Israel digantikan Nabi Sulaiman AS. Di abad ini juga Kekaisaran Romawi didirikan.

Konon, di wilayah ini terdapat rumah tempat tinggal Maryam, ibunda Nabi Isa AS, beberapa tahun sebelum beliau meninggal dunia. Menurut kepercayaan Katolik, Rasul Yohanes yang membawa Maryam ke Ephesus setelah Yesus Kristus disalib tentara Romawi. Di tempat ini pula Yohanes menulis Injil Yohanes. Tepatnya di Kuil Artemis, salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia.

Tur Ceria bersama Cheria Travel
Negara tujuan sudah ditetapkan, bahkan daftar tempat-tempat yang akan dikunjungi telah disusun. Selanjutnya apa? Saya iseng-iseng mencari biro travel yang menawarkan paket tur ke Turki. Setelah menelusuri beberapa agen dengan bantuan Google, saya menemukan Cheria Travel. Kebetulan sekali travel satu ini punya paket yang itinerary-nya sangat cocok dengan daftar tujuan wisata saya di atas.


Peta wisata Turki. Ilustrasi: GoTurkey.com

Cheria Travel punya paket bernama Paket Tour Wisata Muslim Turki. Berdurasi 10 hari termasuk hari keberangkatan dan kepulangan, itinerary-nya meliputi Istanbul, Bursa, Troy, Izmir, Kusadasi, Ephesus, Pamukkale, Konya, Cappadocia, dan Ankara. Komplit! Dengan paket ini saya bisa mengunjungi ketujuh tempat yang saya sebutkan di atas, plus beberapa tempat menarik lain!

Ini dia itinerary Paket Travel Tour Wisata Turki Cheria Travel:

HARI 1: Jakarta-Istanbul
Diawali dengan keberangkatan dari Jakarta ke Istanbul. Penerbangan yang diambil malam hari, sehingga hari pertama tiba di Istanbul dihabiskan untuk makan malam dan istirahat di hotel.

HARI 2: Istanbul-Bursa
Esoknya, kita dibebaskan untuk melakukan city tour seharian. Saya tentu bakal menghabiskan banyak waktu di Masjid Biru, lalu mengunjungi Istana Topkapi dan sekalian mengunjungi Hagia Sophia yang terletak dekat istana. Sore harinya kita dibawa menyeberangi Laut Marmara ke Bursa, makan malam dan menginap di sana.

HARI 3: Bursa, Troy, Izmir, Kusadasi
Wisatawan diajak mengunjungi tempat-tempat bersejarah era Ottoman di Bursa. Seperti Ulucami Grand Mosque, Green Mosque dan Green Tomb. Lalu siang harinya rombongan dibawa ke Troy, di mana kita bisa melihat reruntuhan kota tua lengkap dengan patung kuda yang dikenal sebagai Kuda Troya.

Masih di hari ketiga, perjalanan dilanjutkan ke Izmir untuk mengunjungi Clock Tower. Ini tugu jam raksasa, seperti Jam Gadang di Bukittingi. Menurut sejarah, Clock Tower dibangun pada 1901 sebagai peringatan 25 tahun kepemerintahan Sultan Abdulhamid II. Jam pada menara ini merupakan sumbangan dari Kaisar Jerman, Wilhelm II.

HARI 4: Ephesus, Cotton Castle
Tur hari keempat rasanya bakal jadi favorit saya. Pada hari ini agendanya mengunjungi Ephesus, ya kota tua berusia 3.200 tahun yang terletak di Pamukkale. Usai makan siang, perjalanan dilanjutkan ke Hierapolis. Di sini wisatawan juga akan diajak mengunjungi Cotton Castle yang terkenal dengan sumber air panasnya. Hmmm, berendam air hangat sepertinya asyik nih!

HARI 5: Pamukkale, Konya, Sultanhani, Cappadocia
Setelah menghabiskan malam di Pamukkale, keesokan harinya perjalanan diteruskan ke arah timur menuju Cappadocia. Di tengah perjalanan, rombongan akan dibawa singgah ke Konya untuk mengunjungi Mevlana Museum. Siapa Mevlana? Wajar kalau tak banyak yang kenal, sebab beliau lebih popular sebagai Jalaluddin Muhammad al-Rumi atau Jalaluddin Rumi.

Destinasi kedua di hari kelima adalah Sultanhani Caravanserai, sebuah hotel masa lampau berusia ratusan tahun. Caravaranserai adalah penginapan yang biasa dipergunakan oleh para pedagang. Biasanya sebuah caravanserai terletak tepat di pinggir jalan yang dilintasi pedagang. Sultanhani Caravanserai sendiri berada tepat di Jalur Sutera menuju ke Persia.

Sampai di Cappadocia hari sudah malam, saatnya istirahat.

HARI 6: Cappadocia!
Petualangan sehari penuh mengeksplorasi kota bawah tanah baru dilakukan pada hari keenam. Puas-puaskan menyusuri rumah-rumah batu di beberapa lembah, lalu masuk ke dalam lorong-lorong batu di bawah tanah. Jika berminat, kita juga bisa ikut menaiki balon udara. Cheria Travel pernah membawa artis cantik Pevita Pearce naik balon udara di sini lho.

Malamnya menginap di Cappadocia. Jadi kalau masih kurang puas bisa melanjutkan petualangan di malam hari. Tapi jangan lupa istirahat ya, sebab esok pagi perjalanan 3,5 jam menuju Ankara sudah menanti.

Pevita Pearce di antara wisatawan asal Indonesia, naik balon udara di Cappadocia.

HARI 7: Ankara, Istanbul
Menempuh perjalanan menuju Ankara, ibukota Republik Turki. Sesampainya di Ankara, Museum Attaturk adalah destinasi utama, dilanjutkan city tour ke beberapa tempat menarik lain. Sore harinya ke Istanbul.

HARI 8: Istanbul City Tour
Hari ini kita akan diajak berkeliling Istanbul. Tiga bangunan ikonik Masjid Biru, Istana Topkapi dan Hagia Sophia jadi destinasi utama. Juga Hippodrome dan Grand Bazaar, sebuah pasar oleh-oleh. Lalu ada pula kunjungan ke Emirgan Park untuk melihat bunga Tulip. Ternyata nggak perlu sampai ke Belanda untuk melihat bunga ini.

Malam harinya disediakan private yacht untuk menyusuri Selat Bosphorus sembari menikmati makan malam. Wah, bakalan jadi pengalaman romantis nih. Jangan lupa siapkan kamera paling oke untuk mengabadikan momen-momen seru di sini.

HARI 9: Istanbul, Acara Bebas
Hari terakhir. Kita dibebaskan untuk menikmati Istanbul selama sehari penuh. Kalau saya lagi-lagi bakal menghabiskan waktu sebanyak-banyaknya di Masjid Biru. Ya, kapan lagi bisa ke sana? Jadi mumpung berada di Istanbul kalau bisa salat sebanyak mungkin di masjid ini. Hehehe...

Malam harinya terbang ke Jakarta.

HARI 10: Tiba di Jakarta
Mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, lanjutkan pulang ke rumah masing-masing. Selesai. :)


Umroh Plus Turki
Alasan lain yang membuat saya suka Cheria Travel adalah travel ini menyediakan Paket Umroh Plus Turki! Paket yang pas banget dengan janji saya untuk tidak keluar negeri sebelum ke Tanah Suci. Jangan-jangan owner-nya bisa membaca isi hati orang nih.

Dengan paket ini, saya bisa mengunjungi Turki setelah melaksanakan umroh di Tanah Suci. Sekali jalan. Ada banyak penerbangan langsung Jeddah-Istanbul, dengan waktu tempuh kisaran kurang dari empat jam.

Cheria Travel menyediakan tiga jenis paket bundle umroh + Turki. Masing-masing dibedakan oleh durasi perjalanannya, dan tentu saja harganya jadi berbeda-beda tergantung lama wisata. Berikut daftar harga masing-masing paket (sumber):

Paket 9 Hari
Yang tercepat adalah paket 9 hari dengan biaya mulai dari US$2.200 (quad). Jamaah akan diterbangkan ke Tanah Suci dengan maskapai Turkish Airline, dan diinapkan di hotel bintang tiga. Ada juga pilihan hotel bintang empat dengan biaya mulai dari US$2.500 (quad).

Dengan paket ini jamaah bisa beribadah sepuasnya selama lima hari di Tanah Suci, lalu mampir di Turki tiga hari sebelum kembali ke Jakarta. Di Turki, kita bisa mengunjungi tempat-tempat ikonik di Istanbul, membeli oleh-oleh di Grand Bazaar, juga menikmati malam di atas perahu di Selat Bosphorus.

Paket 11 Hari
Untuk paket 11 hari, penerbangan yang digunakan adalah Saudi Arabian Airlines. Dari Jakarta kita akan diterbangkan langsung ke Jeddah. Dua hari di Jeddah, dilanjutkan dengan wisata 3 hari 2 malam di Turki. Masing-masing semalam di Istanbul dan semalam lagi di Bursa. Selepas itu kembali ke Jeddah dan langsung ke Mekkah untuk menunaikan umroh.

Biaya paket ini dimulai dari US$2.850 (quad) untuk hotel berbintang tiga, dan mulai dari US$3.280 (quad) untuk hotel berbintang lima.

Paket 16 Hari
Ini paket paling panjang. Jamaah akan menghabiskan 7 hari 7 malam di Tanah Suci untuk beribadah, dilanjutkan wisata 7 hari 6 malam di Turki. Paket wisatanya sangat komplit, dengan itinerary tak jauh berbeda seperti yang sudah dijelaskan di atas. Malah pada paket ini ada tambahan destinasi, yakni Bolu.

Bolu adalah sebuah kota kecil ibukota Provinsi Bolu, terletak di tengah-tengah antara Ankara dan Istanbul. Di sini wisatawan biasa menyaksikan keindahan alam nan eksotis, terutama di pagi hari. Oya, harga paket ini mulai dari US$2.790 (quad) untuk hotel bintang tiga, dan mulai dari US$3.090 (quad) untuk hotel bintang lima.



Umroh Pasti bersama Cheria Travel
Kasus jamaah umroh gagal berangkat marak diberitakan televisi akhir-akhir ini. Karenanya kita sebagai calon jamaah harus benar-benar teliti dalam memilih travel umroh. Tak perlu pusing-pusing, cukup hapalkan saja resep 5 Pasti dari Kementerian Agama RI.

Apa itu 5 Pasti?
- Pastikan travelnya berizin, izin umroh dan haji harus diperpanjang setiap tiga tahun.
- Pastikan jadwal keberangkatannya, travel bonafid bisa memastikan tanggal keberangkatan.
- Pastikan penerbangannya, apa nama maskapainya dan jam berapa terbangnya.
- Pastikan hotelnya, jamaah berhak tahu sejak awal di hotel mana mereka diinapkan.
- Pastikan visanya, paling lambat terbit sehari sebelum keberangkatan.

Berita bagusnya, Cheria Travel lolos kelima kriteria tersebut. Perizinan travel ini lengkap, dan khusus perizinan umrah-haji selalu diperbarui setiap tiga tahun sekali. Jika masih ragu dengan kredibilitas Cheria Travel, calon jamaah bisa langsung mendatangi kantor pusatnya di Jakarta. Berikut alamat lengkapnya:

PT. CHERIA - Biro Perjalanan Umroh, Haji & Tour Muslim Halal Syariah
Gedung Twink Lt. 3
Jl. Kapten P. Tendean No. 82 Mampang Prapatan
Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12790

Telepon: 021 - 7900 216 (Hunting)
Mobile: 021 444 610 74


Untuk jadwal penerbangan, calon jamaah sudah sejak awal diberitahu naik maskapai apa, rutenya langsung atau transit, serta jam berapa berangkat dan tiba. Sedangkan mengenai akomodasi, Cheria Travel juga menuliskan nama-nama hotel yang digunakan jamaah selama di Tanah Suci. Demikian pula selama di Turki.


Soal visa, selama ini belum ada keluhan dari calon jamaah Cheria TRavel. Pun tidak terdengar berita calon jamaah gagal berangkat karena visa belum turun, atau terlantar di bandara pada hari keberangkatan. Itu semua karena PT Cheria benar-benar berkomitmen untuk melayani calon jamaah umroh dan paket wisata lainnya.

Cara lain untuk mengusut bagus-tidaknya sebuah travel adalah mencari tahu siapa orang di baliknya. Lacak siapa pendiri atau pemiliknya. Cheria Travel sendiri dirintis oleh pasangan suami-istri Cheriatna dan Farida Ningsih. Kalau kamu tidak kenal Cheriatna, beliau adalah founder Komunitas Bisnis Dari Rumah dan Konsorsium BDR.

Sejumlah media pernah meliput profil Cheriatna, media lainnya mengangkat kegiatannya bersama komunitas BDR. Ada juga yang mengulas kisah berdirinya Cheria Wisata. Berikut beberapa di antaranya:

  1. "Bisnis dari Rumah dengan Hasil Menggiurkan", Majalah Kontan.
  2. "Keluarga Cheriatna, Profil Sukses Keluarga Sehat Lewat Bisnis", EraMuslim.com.
  3. Bisnis dari Rumah Yang Tetap Menggiurkan, Paris van Java TV.
  4. Kiat Memulai Bisnis Biro Perjalanan Ala Cheria Travel, Tempo Bisnis.
  5. Menjaga Amanah Konsumen, BeritaSatu.com.
  6. Cheriatna, Kisah Sukses Pengusaha Travel Halal, situs Commonwealth Live milik Commonwealth Bank.

Tak mau kalah dengan sang suami, Farida Ningsih punya prestasi mentereng sebagai pemenang Agen 1000 Sunlight. Selain menerima hadiah uang tunai Rp25.000.000, wanita yang biasa dipanggil Ida ini juga sempat jadi bintang iklan Sunlight bersama Krisna Mukti.

So, setelah menelusuri profil perusahaan serta membaca-baca referensi tentang pemiliknya, saya tak akan ragu menjadikan PT Cheria Wisata sebagai pilihan utama andai kelak punya rejeki bisa berwisata ke Turki. Ya, tentu saja setelah saya menunaikan ibadah umroh ke Tanah Suci.

Artikel ini diikut-sertakan dalam Lomba Menulis Cheria Wisata 2016.
Baca disclaimer blog ini selengkapnya pada laman berikut.

BAGI penyuka sejarah seperti saya, Turki adalah surga. Di sini bertabur situs-situs kuno bersejarah. Mulai dari bangunan-bangunan peninggalan jaman Yunani Kuno, Romawi, dan Kekhalifahan Islam Turki Utsmaniyah. Bahkan konon bahtera Nabi Nuh AS masih ada di salah satu gunung di negara ini!

Itulah sebabnya saya menempatkan Turki di urutan ketiga dalam daftar negara impian untuk dikunjungi. Kenapa bukan urutan pertama? Maaf, saya punya janji pada diri sendiri untuk tidak keluar negeri sebelum mengunjungi Al-Haramain, dua Tanah Suci, yakni Makkah dan Madinah di Arab Saudi. Syukur-syukur bisa langsung berhaji, tapi umroh terlebih dahulu juga tak masalah.

Lalu, urutan kedua negara mana? Masih Tanah Suci juga, yakni Yerusalem. Jadi, daftar negara impian saya adalah: (1) Arab Saudi, (2) Israel, (3) Turki, (4) Inggris. Kalau nomor satu dan dua karena alasan reliji, nomor tiga motifnya sejarah berbalut reliji, sedangkan nomor empat murni hobi. Hehehehe...

Kembali ke Turki. Untuk menjaga impian berkunjung ke Turki, saya hapus sebagian besar berkas lagu dalam laptop dan digantikan dengan musik-musik klasik jaman Turki Ottoman. Setiap kali saya mengetik atau blogwalking, musik-musik ini menemani. Malam hari saat mata sulit terlelap, alunan musik dari ratusan tahun lalu ini selalu sukses membuai saya ke alam mimpi.

Saya pun jadi akrab dengan komposer-komposer agung Turki Ottoman. Sebut saja Dimitri Cantemiroglu, Tanburi Büyük Osman Bey, Leyla Saz, atau Âşık Ali İzzet Özkan. Koleksi paling banyak di laptop saya milik Cantemiroglu, yang sebagian besar saya dapatkan dari mengonversi video YouTube.

Cara lain untuk menjaga impian ke Turki adalah dengan menempel kartu pos bergambar Masjid Biru Istanbul, satu lagi bergambar suasana pantai Antalya, di dinding kamar. Posisinya tepat di hadapan saya saat tengah mengetik begini. Kedua kartu pos tersebut pemberian teman yang pernah mengunjungi Turki sewaktu bekerja sebagai kru kapal pesiar.


Dua kartu pos pemberian teman. Satu bergambar Masjid Biru di Istanbul, satu lagi sebuah pantai di Antalya.

7 Destinasi Favorit
Meski entah kapan bisa berwisata ke Turki, saya sudah punya daftar tempat-tempat mana saja yang ingin dikunjungi. Daftar ini saya susun setelah banyak membaca referensi tentang Turki di internet, juga buku. Karena saya penyuka sejarah, jangan heran ya kalau daftar saya ini kebanyakan berisi tempat-tempat wisata bernuansa sejarah.

1. Masjid Biru, Istanbul
Ini tempat wajib kunjung bagi saya. Saya sangat ingin sekali salat di dalam masjid ini, sama seperti saya ingin salat di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, juga Masjid al-Aqsha. Bagi saya, rugi jauh-jauh datang ke Istanbul kalau tidak menyempatkan diri salat di masjid berusia tepat 400 tahun pada 2016 ini.

Oya, Paus Benediktus XVI pernah lho mengunjungi Masjid Biru pada 30 November 2006. Paus tak cuma melihat-lihat keindahan masjid, tapi juga berdoa selama dua menit saat pertama kali menginjakkan kaki di dalam masjid. Saya tentu tak mau kalah dong. Hehehe.

2. Istana Topkapi
Tempat kedua yang sangat ingin saya kunjungi di Turki adalah Istana Topkapi. Hanya berjarak 1,2 kilometer dari Masjid Biru, di sebelah utara. Kunjungan ke istana ini menjadi wajib karena di sinilah kejayaan Turki Ottoman diawali. Dari istana inilah sultan-sultan Ottoman mengendalikan pemerintahan yang semakin lama semakin membentang hingga ke Eropa Timur, Timur Tengah dan Afrika Utara.

Di dalam istana ini kita bisa menikmati benda-benda peninggalan Ottoman. Mulai dari benda-benda pecah belah dari keramik atau porselen, benda-benda berharga dan perhiasan; sampai persenjataan masa lalu, baju zirah, tameng, juga kaligrafi dan mural. Kekayaan isinya inilah yang membuat Istana Topkapi dijaga ketat oleh tentara.

3. Selat Bosphorus
Kalau ada perairan di luar negeri yang paling ingin ceburi selain Laut Mati di Israel, maka itu adalah Selat Bosphorus. Selat yang menghubungkan Laut Hitam di sisi utara Turki dengan Laut Marmara di sisi selatan Turki. Selat yang memisahkan dua benua, Asia dan Eropa, membuat Turki sebagai satu-satunya negara di dunia yang berlokasi di dua benua.

Dari beberapa literatur yang saya baca, paling asyik menyusuri Selat Bosphorus di waktu malam. Ada layanan cruise yang akan membawa wisatawan menyaksikan keindahan kota-kota di kedua sisi selat. Kalau takut air, duduk-duduk di tepian selat ini juga asyik. Atau bisa juga iseng menyeberang melewati tiga jembatan yang terbentang di atasnya.

4. Cappadocia
Ya, petualang mana yang tidak tahu tentang kota tua nan unik di Cappadocia. Wilayah ini sudah ada sejak Jaman Perunggu, jadi usianya sudah puluhan ribu tahun. Ada banyak cerita yang terpendam di sini, sebab Cappadocia berganti-ganti dikuasai oleh berbagai penguasa besar. Mulai dari Iskandar Agung, Imperium Persia, Kekaisaran Romawi Timur, hingga Turki Utsmani.

Ada dua hal yang menarik minat saya mengunjungi. Satu, kota bawah tanahnya. Dua, balon udaranya. Saya sangat ingin menyusuri kota-kota bawah tanah di kawasan ini, mencari tahu bagaimana orang-orang Cappadocia dulu menghabiskan hari-hari mereka bagaikan semut. Dan, tentu saja bakal rugi berat kalau sampai di sini tidak naik balon udara.



5. Hierapolis
Kota tua sangat menarik minat saya. Semakin tua semakin tertarik saya untuk mempelajari dan syukur kalau bisa mengunjunginya. Termasuk juga Hierapolis yang terletak di Pamukkale, Provinsi Denizli. Hierapolis tak cuma tua, tapi amat sangat tua sekali. Didirikan pada abad kedua sebelum Masehi, berarti situs warisan dunia satu ini berusia lebih dari 2.200 tahun.

Kalau teman-teman pernah mengunjungi Kraton Ratu Boko di selatan Candi Prambanan, Hierapolis adalah Kraton Ratu Boko versi jauh lebih besar dan lebih tua. Di sini terdapat reruntuhan istana, tembok kota, teater, kuil pemujaan, juga kolam renang.

6. Troy
Jujur, awalnya saya kira kota tua Troy yang kisahnya pertama kali saya baca di buku pelajaran sejarah SMP sekarang masuk wilayah Yunani. Rupanya Troy ada di Turki, tepatnya di wilayah Tevfikiye, Provinsi Canakkale. Jaraknya dua jam penerbangan dari Istanbul, atau kalau mau naik bus paling lama lima jam perjalanan darat.

Kota ini jauh lebih tua dari Hierapolis. Menurut referensi, Troy dibangun pada tahun 3000 SM. Sekarang sudah tahun 2016. Berarti Troy berusia 5.000 tahun! Lebih tua dari Piramida Giza di Mesir yang dibangun oleh Kaisar Khufu.

7. Ephesus
Satu lagi kota tua berusia ribuan tahun. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kota ini pertama kali didirikan pada tahun 1000 SM. Dua tahun lebih muda dari Troy. Abad ke-10 SM adalah masa di mana Nabi Daud AS turun dari tahta Kerajaan Israel digantikan Nabi Sulaiman AS. Di abad ini juga Kekaisaran Romawi didirikan.

Konon, di wilayah ini terdapat rumah tempat tinggal Maryam, ibunda Nabi Isa AS, beberapa tahun sebelum beliau meninggal dunia. Menurut kepercayaan Katolik, Rasul Yohanes yang membawa Maryam ke Ephesus setelah Yesus Kristus disalib tentara Romawi. Di tempat ini pula Yohanes menulis Injil Yohanes. Tepatnya di Kuil Artemis, salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia.

Tur Ceria bersama Cheria Travel
Negara tujuan sudah ditetapkan, bahkan daftar tempat-tempat yang akan dikunjungi telah disusun. Selanjutnya apa? Saya iseng-iseng mencari biro travel yang menawarkan paket tur ke Turki. Setelah menelusuri beberapa agen dengan bantuan Google, saya menemukan Cheria Travel. Kebetulan sekali travel satu ini punya paket yang itinerary-nya sangat cocok dengan daftar tujuan wisata saya di atas.


Peta wisata Turki. Ilustrasi: GoTurkey.com

Cheria Travel punya paket bernama Paket Tour Wisata Muslim Turki. Berdurasi 10 hari termasuk hari keberangkatan dan kepulangan, itinerary-nya meliputi Istanbul, Bursa, Troy, Izmir, Kusadasi, Ephesus, Pamukkale, Konya, Cappadocia, dan Ankara. Komplit! Dengan paket ini saya bisa mengunjungi ketujuh tempat yang saya sebutkan di atas, plus beberapa tempat menarik lain!

Ini dia itinerary Paket Travel Tour Wisata Turki Cheria Travel:

HARI 1: Jakarta-Istanbul
Diawali dengan keberangkatan dari Jakarta ke Istanbul. Penerbangan yang diambil malam hari, sehingga hari pertama tiba di Istanbul dihabiskan untuk makan malam dan istirahat di hotel.

HARI 2: Istanbul-Bursa
Esoknya, kita dibebaskan untuk melakukan city tour seharian. Saya tentu bakal menghabiskan banyak waktu di Masjid Biru, lalu mengunjungi Istana Topkapi dan sekalian mengunjungi Hagia Sophia yang terletak dekat istana. Sore harinya kita dibawa menyeberangi Laut Marmara ke Bursa, makan malam dan menginap di sana.

HARI 3: Bursa, Troy, Izmir, Kusadasi
Wisatawan diajak mengunjungi tempat-tempat bersejarah era Ottoman di Bursa. Seperti Ulucami Grand Mosque, Green Mosque dan Green Tomb. Lalu siang harinya rombongan dibawa ke Troy, di mana kita bisa melihat reruntuhan kota tua lengkap dengan patung kuda yang dikenal sebagai Kuda Troya.

Masih di hari ketiga, perjalanan dilanjutkan ke Izmir untuk mengunjungi Clock Tower. Ini tugu jam raksasa, seperti Jam Gadang di Bukittingi. Menurut sejarah, Clock Tower dibangun pada 1901 sebagai peringatan 25 tahun kepemerintahan Sultan Abdulhamid II. Jam pada menara ini merupakan sumbangan dari Kaisar Jerman, Wilhelm II.

HARI 4: Ephesus, Cotton Castle
Tur hari keempat rasanya bakal jadi favorit saya. Pada hari ini agendanya mengunjungi Ephesus, ya kota tua berusia 3.200 tahun yang terletak di Pamukkale. Usai makan siang, perjalanan dilanjutkan ke Hierapolis. Di sini wisatawan juga akan diajak mengunjungi Cotton Castle yang terkenal dengan sumber air panasnya. Hmmm, berendam air hangat sepertinya asyik nih!

HARI 5: Pamukkale, Konya, Sultanhani, Cappadocia
Setelah menghabiskan malam di Pamukkale, keesokan harinya perjalanan diteruskan ke arah timur menuju Cappadocia. Di tengah perjalanan, rombongan akan dibawa singgah ke Konya untuk mengunjungi Mevlana Museum. Siapa Mevlana? Wajar kalau tak banyak yang kenal, sebab beliau lebih popular sebagai Jalaluddin Muhammad al-Rumi atau Jalaluddin Rumi.

Destinasi kedua di hari kelima adalah Sultanhani Caravanserai, sebuah hotel masa lampau berusia ratusan tahun. Caravaranserai adalah penginapan yang biasa dipergunakan oleh para pedagang. Biasanya sebuah caravanserai terletak tepat di pinggir jalan yang dilintasi pedagang. Sultanhani Caravanserai sendiri berada tepat di Jalur Sutera menuju ke Persia.

Sampai di Cappadocia hari sudah malam, saatnya istirahat.

HARI 6: Cappadocia!
Petualangan sehari penuh mengeksplorasi kota bawah tanah baru dilakukan pada hari keenam. Puas-puaskan menyusuri rumah-rumah batu di beberapa lembah, lalu masuk ke dalam lorong-lorong batu di bawah tanah. Jika berminat, kita juga bisa ikut menaiki balon udara. Cheria Travel pernah membawa artis cantik Pevita Pearce naik balon udara di sini lho.

Malamnya menginap di Cappadocia. Jadi kalau masih kurang puas bisa melanjutkan petualangan di malam hari. Tapi jangan lupa istirahat ya, sebab esok pagi perjalanan 3,5 jam menuju Ankara sudah menanti.

Pevita Pearce di antara wisatawan asal Indonesia, naik balon udara di Cappadocia.

HARI 7: Ankara, Istanbul
Menempuh perjalanan menuju Ankara, ibukota Republik Turki. Sesampainya di Ankara, Museum Attaturk adalah destinasi utama, dilanjutkan city tour ke beberapa tempat menarik lain. Sore harinya ke Istanbul.

HARI 8: Istanbul City Tour
Hari ini kita akan diajak berkeliling Istanbul. Tiga bangunan ikonik Masjid Biru, Istana Topkapi dan Hagia Sophia jadi destinasi utama. Juga Hippodrome dan Grand Bazaar, sebuah pasar oleh-oleh. Lalu ada pula kunjungan ke Emirgan Park untuk melihat bunga Tulip. Ternyata nggak perlu sampai ke Belanda untuk melihat bunga ini.

Malam harinya disediakan private yacht untuk menyusuri Selat Bosphorus sembari menikmati makan malam. Wah, bakalan jadi pengalaman romantis nih. Jangan lupa siapkan kamera paling oke untuk mengabadikan momen-momen seru di sini.

HARI 9: Istanbul, Acara Bebas
Hari terakhir. Kita dibebaskan untuk menikmati Istanbul selama sehari penuh. Kalau saya lagi-lagi bakal menghabiskan waktu sebanyak-banyaknya di Masjid Biru. Ya, kapan lagi bisa ke sana? Jadi mumpung berada di Istanbul kalau bisa salat sebanyak mungkin di masjid ini. Hehehe...

Malam harinya terbang ke Jakarta.

HARI 10: Tiba di Jakarta
Mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, lanjutkan pulang ke rumah masing-masing. Selesai. :)


Umroh Plus Turki
Alasan lain yang membuat saya suka Cheria Travel adalah travel ini menyediakan Paket Umroh Plus Turki! Paket yang pas banget dengan janji saya untuk tidak keluar negeri sebelum ke Tanah Suci. Jangan-jangan owner-nya bisa membaca isi hati orang nih.

Dengan paket ini, saya bisa mengunjungi Turki setelah melaksanakan umroh di Tanah Suci. Sekali jalan. Ada banyak penerbangan langsung Jeddah-Istanbul, dengan waktu tempuh kisaran kurang dari empat jam.

Cheria Travel menyediakan tiga jenis paket bundle umroh + Turki. Masing-masing dibedakan oleh durasi perjalanannya, dan tentu saja harganya jadi berbeda-beda tergantung lama wisata. Berikut daftar harga masing-masing paket (sumber):

Paket 9 Hari
Yang tercepat adalah paket 9 hari dengan biaya mulai dari US$2.200 (quad). Jamaah akan diterbangkan ke Tanah Suci dengan maskapai Turkish Airline, dan diinapkan di hotel bintang tiga. Ada juga pilihan hotel bintang empat dengan biaya mulai dari US$2.500 (quad).

Dengan paket ini jamaah bisa beribadah sepuasnya selama lima hari di Tanah Suci, lalu mampir di Turki tiga hari sebelum kembali ke Jakarta. Di Turki, kita bisa mengunjungi tempat-tempat ikonik di Istanbul, membeli oleh-oleh di Grand Bazaar, juga menikmati malam di atas perahu di Selat Bosphorus.

Paket 11 Hari
Untuk paket 11 hari, penerbangan yang digunakan adalah Saudi Arabian Airlines. Dari Jakarta kita akan diterbangkan langsung ke Jeddah. Dua hari di Jeddah, dilanjutkan dengan wisata 3 hari 2 malam di Turki. Masing-masing semalam di Istanbul dan semalam lagi di Bursa. Selepas itu kembali ke Jeddah dan langsung ke Mekkah untuk menunaikan umroh.

Biaya paket ini dimulai dari US$2.850 (quad) untuk hotel berbintang tiga, dan mulai dari US$3.280 (quad) untuk hotel berbintang lima.

Paket 16 Hari
Ini paket paling panjang. Jamaah akan menghabiskan 7 hari 7 malam di Tanah Suci untuk beribadah, dilanjutkan wisata 7 hari 6 malam di Turki. Paket wisatanya sangat komplit, dengan itinerary tak jauh berbeda seperti yang sudah dijelaskan di atas. Malah pada paket ini ada tambahan destinasi, yakni Bolu.

Bolu adalah sebuah kota kecil ibukota Provinsi Bolu, terletak di tengah-tengah antara Ankara dan Istanbul. Di sini wisatawan biasa menyaksikan keindahan alam nan eksotis, terutama di pagi hari. Oya, harga paket ini mulai dari US$2.790 (quad) untuk hotel bintang tiga, dan mulai dari US$3.090 (quad) untuk hotel bintang lima.



Umroh Pasti bersama Cheria Travel
Kasus jamaah umroh gagal berangkat marak diberitakan televisi akhir-akhir ini. Karenanya kita sebagai calon jamaah harus benar-benar teliti dalam memilih travel umroh. Tak perlu pusing-pusing, cukup hapalkan saja resep 5 Pasti dari Kementerian Agama RI.

Apa itu 5 Pasti?
- Pastikan travelnya berizin, izin umroh dan haji harus diperpanjang setiap tiga tahun.
- Pastikan jadwal keberangkatannya, travel bonafid bisa memastikan tanggal keberangkatan.
- Pastikan penerbangannya, apa nama maskapainya dan jam berapa terbangnya.
- Pastikan hotelnya, jamaah berhak tahu sejak awal di hotel mana mereka diinapkan.
- Pastikan visanya, paling lambat terbit sehari sebelum keberangkatan.

Berita bagusnya, Cheria Travel lolos kelima kriteria tersebut. Perizinan travel ini lengkap, dan khusus perizinan umrah-haji selalu diperbarui setiap tiga tahun sekali. Jika masih ragu dengan kredibilitas Cheria Travel, calon jamaah bisa langsung mendatangi kantor pusatnya di Jakarta. Berikut alamat lengkapnya:

PT. CHERIA - Biro Perjalanan Umroh, Haji & Tour Muslim Halal Syariah
Gedung Twink Lt. 3
Jl. Kapten P. Tendean No. 82 Mampang Prapatan
Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12790

Telepon: 021 - 7900 216 (Hunting)
Mobile: 021 444 610 74


Untuk jadwal penerbangan, calon jamaah sudah sejak awal diberitahu naik maskapai apa, rutenya langsung atau transit, serta jam berapa berangkat dan tiba. Sedangkan mengenai akomodasi, Cheria Travel juga menuliskan nama-nama hotel yang digunakan jamaah selama di Tanah Suci. Demikian pula selama di Turki.


Soal visa, selama ini belum ada keluhan dari calon jamaah Cheria TRavel. Pun tidak terdengar berita calon jamaah gagal berangkat karena visa belum turun, atau terlantar di bandara pada hari keberangkatan. Itu semua karena PT Cheria benar-benar berkomitmen untuk melayani calon jamaah umroh dan paket wisata lainnya.

Cara lain untuk mengusut bagus-tidaknya sebuah travel adalah mencari tahu siapa orang di baliknya. Lacak siapa pendiri atau pemiliknya. Cheria Travel sendiri dirintis oleh pasangan suami-istri Cheriatna dan Farida Ningsih. Kalau kamu tidak kenal Cheriatna, beliau adalah founder Komunitas Bisnis Dari Rumah dan Konsorsium BDR.

Sejumlah media pernah meliput profil Cheriatna, media lainnya mengangkat kegiatannya bersama komunitas BDR. Ada juga yang mengulas kisah berdirinya Cheria Wisata. Berikut beberapa di antaranya:

  1. "Bisnis dari Rumah dengan Hasil Menggiurkan", Majalah Kontan.
  2. "Keluarga Cheriatna, Profil Sukses Keluarga Sehat Lewat Bisnis", EraMuslim.com.
  3. Bisnis dari Rumah Yang Tetap Menggiurkan, Paris van Java TV.
  4. Kiat Memulai Bisnis Biro Perjalanan Ala Cheria Travel, Tempo Bisnis.
  5. Menjaga Amanah Konsumen, BeritaSatu.com.
  6. Cheriatna, Kisah Sukses Pengusaha Travel Halal, situs Commonwealth Live milik Commonwealth Bank.

Tak mau kalah dengan sang suami, Farida Ningsih punya prestasi mentereng sebagai pemenang Agen 1000 Sunlight. Selain menerima hadiah uang tunai Rp25.000.000, wanita yang biasa dipanggil Ida ini juga sempat jadi bintang iklan Sunlight bersama Krisna Mukti.

So, setelah menelusuri profil perusahaan serta membaca-baca referensi tentang pemiliknya, saya tak akan ragu menjadikan PT Cheria Wisata sebagai pilihan utama andai kelak punya rejeki bisa berwisata ke Turki. Ya, tentu saja setelah saya menunaikan ibadah umroh ke Tanah Suci.

Artikel ini diikut-sertakan dalam Lomba Menulis Cheria Wisata 2016.
Baca disclaimer blog ini selengkapnya pada laman berikut.

Kamis, 14 April 2016


ULANG tahun saya sudah lewat, yang berikutnya juga masih lama sekali datangnya. Tapi kalau diminta menyebut mau kado ulang tahun apa, masa iya harus nunggu ulang tahun? Hehehe... Kalau ini sih jawabnya gampang. Tapi sini saya kasih tips memilih kado ulang tahun biar kadomu kasih kesan mendalam bagi penerima.

Kilas balik sedikit ya.

Sewaktu belum menikah, lebih tepatnya sampai tahun 2009, cuma sekali saya dapat kado ulang tahun. Hadiahnya juga rada gimanaaa gitu. Bagus sih kadonya, tapi untuk ukuran orang seusia segitu kado itu serius banget. Super duper serius. Siapa yang ngasih sepertinya lebih baik saya simpan sebagai rahasia pribadi.

Nah, cerita jadi berbeda setelah saya kenal bakal calon istri. Kami kenalan lewat jalur pertemanan. Maksudnya, kami sama-sama temannya teman kami yang saling berteman. Setelah observasi dengan bertanya-tanya ke teman-teman dekatnya, juga melihat-lihat kesehariannya di kontrakan, saya mantap mengajukan tawaran menikah padanya akhir tahun 2005.

Dia mengiyakan. Saya langsung memboyong keluarga dari Jambi ke Jogja, untuk kemudian bergerak ke Pemalang. Lamaran. Sebelum pertemuan antarkeluarga saya sudah terlebih dahulu datang sih, jadi lamaran versi keluarga besar itu boleh dibilang formalitas belaka. Dasar rejeki, karena satu dan lain hal pernikahan kami baru terlaksana medio 2009. Tiga tahun status kami mentok di pertunangan.

Kembali ke soal kado ulang tahun, sejak punya tunangan inilah saya selalu dapat kiriman hadiah setiap tanggal 10 Desember. Ya, kadonya dikirim karena tunangan sudah kembali ke Pemalang dan saya masih di Jogja. Kado pertama berupa sepasang sandal keren warna coklat. Kenapa sandal? Soalnya dia tahu persis kalau saya kemana-mana sukanya pakai sandal jepit.

Entah kenapa saya nyaman sekali pakai sandal jepit kemana-mana. Biasanya outfit saya kalau keluar dari kos adalah kaos, kadang berkerah kadang oblong, dipadu celana jins dan sandal jepit. Saya pernah membuat Bapak geleng-geleng kepala karena mudik ke Jambi dengan setelan seperti itu. "Mbok ya dandan yang rapi dikit kalau mau pergi jauh," kata Bapak waktu itu.

Kesan saya tentang kado pertama dari tunangan? Tentu saja senang sekali, sebab saya merasa ada yang memperhatikan. Dengan kado sandal keren itu berarti kan tunangan berniat menuntun saya untuk berpenampilan lebih sopan. Bukan berarti sandal jepit tidak sopan lho ya. Tapi sandal begini tidak jamak dipakai di tempat-tempat umum, apalagi ke pertemuan sekalipun itu acara nonformal. Katakanlah kopdar blogger.

Tips Memberi Kado
Ada kata bijak Jawa yang berbunyi, "ajining raga saka busana." Maksud kata bijak ini, penghormatan orang lain pada kita tergantung dari penampilan kita, dari cara berpakaian kita. Tidak perlu dijelaskan to?

Jadi, kado ulang tahun dari tunangan waktu itu benar-benar sesuatu yang bermanfaat bagi kebaikan saya. Kado yang membuat saya berubah menjadi lebih baik, berpenampilan lebih baik.

Sekedar berbagi nih ya, perhatikan hal-hal berikut jika berniat memberi kado pada seseorang. Terlebih jika itu orang yang spesial bagimu. Tapi harap digaris-bawahi, ini tips versi kaum adam ya. Meski saya yakin tips ini sebenarnya sama bergunanya bagi cowok maupun cewek.

1. Berikan Sesuatu yang Membuatnya Tampil Lebih Keren
Ya, ini persis seperti pengalaman saya mendapat kado pertama dari tunangan. Tahu saya kemana-mana hanya pakai sandal jepit, tunangan saya membelikan sandal kulit yang keren. Tentu saja jauh lebih keren dari sandal jepit putih bertali hijau milik saya saat itu.

Meski hanya sandal, tapi efeknya ke penampilan saya secara keseluruhan besar sekali. Karena punya sandal keren, saya harus mengimbangi pemilihan celana dan atasannya. Rasanya agak gimana gitu kalau kakinya pakai sandal keren tapi celana jins yang dipakai belel parah dan nggak jelas apa warna aslinya. Dekil and the kumal.

Naik lebih ke atas, sandal dan celana keren membuat saya jadi lebih hati-hati memilih atasan. Walaupun andalannya ya tetap kaos, setidak-tidaknya saya memilih yang terbaik. Atau lebih rapi. Kalau biasanya langsung comot dari tali jemuran, setelah punya sandal keren kaosnya disetrika dulu biar rapi.

Bukankah kita juga yang senang kalau dia berpenampilan keren?


FOTO: 123rf.com

2. Belikan Barang yang Dia Butuhkan
Karena saling dekat, tahu dong apa yang sedang dibutuhkan si dia. Pasti kalian sering curhat-curhatan, atau paling nggak dia keceplosan ngomong lagi butuh banget sama satu hal. Kalau apa yang dia butuhkan itu belum terwujud, itulah kesempatan kamu untuk memberi kado yang berkesan. Sekaligus menunjukkan kalau dirimu perhatian sama dia.

Misalnya dia sedang menggarap skripsi dan butuh satu buku yang wajib jadi referensi, tapi setelah berkelana dari satu toko buku ke toko buku lain dia tidak juga menemukan buku itu. Kalau kamu bisa dapat itu buku, berikan itu sebagai kado ulang tahun dan jangan kaget kalau dia bakal menyambutnya begini: berdiri menahan napas dengan mata terbelalak dan mulut ternganga, lalu kedua belah tangannya memegangi bagian pipi dekat dagu.

Okelah, biar terkesan romantis tambahkan sebatang coklat dan sekuntum bunga mawar merah.

Kalau dia lagi butuh uang gimana? Mmmm, kalau ini beda jurusan. Tapi kalau dia beneran butuh dan kamu bisa ngasih ya dipinjemin aja dulu. Hehehe...

3. Hadiahkan Apa yang Paling Dia Sukai
Setiap orang tentu punya barang favorit, atau hobi yang berkaitan dengan barang-barang tertentu. Memberi hadiah dalam kategori ini tak cuma menunjukkan kalau kamu perhatian sama dia, tapi juga kamu mendukung apa yang dia lakukan.

Dia hobi koleksi uang lama, misalnya, kamu bisa carikan koleksi yang belum dia punya. Tak perlu mahal-mahal, tidak perlu yang berjuta-juta harganya, asalkan dia belum punya pasti bakal diterima dengan senang hati. Ada banyak uang lama yang bisa diperoleh dengan harga di bawah ratusan ribu. Biar terkesan lebih eksklusif, carikan koleksi set alias seri uang lama tertentu berdasarkan tahun penerbitan.

Atau dia senang sekali mendaki gunung? Hadiah jaket waterproof atau sleeping bag, juga sepatu, bisa jadi pilihan bagus. Perhatikan apakah jaketnya sudah mulai pudar warnanya, atau bolong-bolong mungkin. Lihat apakah sol sepatunya sudah aus dan menipis karena terlalu sering dibawa naik ke pegunungan, atau sleeping bag-nya selama ini sewa di komunitas.

Kalau dia senang membaca, buku adalah kado paling pas. Tinggal sesuaikan saja buku seperti apa yang jadi seleranya. Misalkan dia penggemar penulis tertentu, belikan karya terbaru penulis tersebut. Dijamin, dia pasti senang. Gampang kan?

4. Surprise!!!
Pernah mendapatkan sesuatu yang tidak disangka-sangka saat ulang tahun? Saya pernah.

Tahun 2012, tepat di hari ulang tahun saya, sebuah telepon dari nomor telepon rumah berawalan kode area 0284 masuk ke hape. "Mas Eko ya?" terdengar suara seorang pria di seberang sana. Saya mengiyakan. "Ini ada kiriman untuk Mas Eko, silakan ambil di toko Mahkota hari ini ya," kata pria itu lagi.

Saya bingung. Mahkota itu toko kue, masa iya ada paket untuk saya yang harus diambil ke sana? Kalau memang itu paket, harusnya kan saya ambil di kantor agen jasa pengiriman. Itupun biasanya kurir mengantar sampai alamat rumah. Penasaran, sepulang mengantar beberapa pesanan pembeli saya mampir di toko tersebut.

Namanya toko kue, tentu saja kue-mue yang saya temui di sana. Seorang pria berbadan tinggi besar memakai kaca mata menyambut saya. Begitu saya menyebut nama, pria yang ternyata pemilik toko tersebut langsung membawa saya ke hadapan sebuah kue tar berlapis cokelat berukuran besar. Di salah satu sisi kue tersebut ada tulisan "Happy Birthday Kakakku Tersayang."

Wow! Ternyata adik perempuan saya di Jakarta memesankan kue ulang tahun untuk saya ke toko tersebut. Pesanan dilakukan melalui telepon setelah browsing di Google, lalu pembayaran lewat transfer bank. Saya speechless. Saya tidak pernah merayakan ulang tahun, dan hanya sekali membeli kue tar untuk keperluan tiup lilin. Itupun karena dibelikan istri secara diam-diam.

Hari itu, kejutan besar saya terima dari adik di Jakarta. Kejutan berupa kado berwujud kue ulang tahun. Rasanya tak bisa dilukiskan dengan kata-kata.

Setiap orang suka kejutan, kejutan kecil sekalipun. Saat si dia ulang tahun, berikan kejutan padanya dan lihat bagaimana reaksinya. Kejutannya apa? Ya namanya kejutan jangan sampai orang lain tahu dong. Apalagi diajari. Kalau saya beri tahu namanya bukan kejutan, tapi bocoran. Cari tahu sendiri sana!

Kado Idaman
Cukup empat itu saja tipsnya. Semuanya berdasarkan pengalaman pribadi, di mana saya merasa sangat senang sekali sewaktu mendapat hadiah yang sedang saya butuhkan, hadiah yang saya sukai, yang membuat saya tampil lebih baik, juga surprise dari adik di luar kota.

Khusus nomor tiga, istri saya pernah lho memberi hadiah murah meriah tapi benar-benar membuat saya gembira berhari-hari setelahnya. Ini kado ulang tahun kemarin. Bangun tidur ada dua buah bungkusan kado di sebelah bantal. Saya pegang-pegang kok lembut tapi isinya kecil-kecil keras. Apa ini? Pas saya buka ternyata isinya... sebungkus kacang garing kesukaan saya! Horeeeee!!!

Harga sebungkus kacang garing bermerek sama dengan nama salah satu minimarket itu hanya Rp15.000, dua bungkus berarti Rp30.000. Tapi kacang adalah camilan favorit saya, lebih-lebih kacang garing. Jadi meski hanya bernilai Rp30.000, kado itu membuat saya senang bukan kepalang karena sudah lama ingin makan kacang garing.

Nah, itu dia tips memilih kado ulang tahun ala saya. Gampang, bukan? :)


ULANG tahun saya sudah lewat, yang berikutnya juga masih lama sekali datangnya. Tapi kalau diminta menyebut mau kado ulang tahun apa, masa iya harus nunggu ulang tahun? Hehehe... Kalau ini sih jawabnya gampang. Tapi sini saya kasih tips memilih kado ulang tahun biar kadomu kasih kesan mendalam bagi penerima.

Kilas balik sedikit ya.

Sewaktu belum menikah, lebih tepatnya sampai tahun 2009, cuma sekali saya dapat kado ulang tahun. Hadiahnya juga rada gimanaaa gitu. Bagus sih kadonya, tapi untuk ukuran orang seusia segitu kado itu serius banget. Super duper serius. Siapa yang ngasih sepertinya lebih baik saya simpan sebagai rahasia pribadi.

Nah, cerita jadi berbeda setelah saya kenal bakal calon istri. Kami kenalan lewat jalur pertemanan. Maksudnya, kami sama-sama temannya teman kami yang saling berteman. Setelah observasi dengan bertanya-tanya ke teman-teman dekatnya, juga melihat-lihat kesehariannya di kontrakan, saya mantap mengajukan tawaran menikah padanya akhir tahun 2005.

Dia mengiyakan. Saya langsung memboyong keluarga dari Jambi ke Jogja, untuk kemudian bergerak ke Pemalang. Lamaran. Sebelum pertemuan antarkeluarga saya sudah terlebih dahulu datang sih, jadi lamaran versi keluarga besar itu boleh dibilang formalitas belaka. Dasar rejeki, karena satu dan lain hal pernikahan kami baru terlaksana medio 2009. Tiga tahun status kami mentok di pertunangan.

Kembali ke soal kado ulang tahun, sejak punya tunangan inilah saya selalu dapat kiriman hadiah setiap tanggal 10 Desember. Ya, kadonya dikirim karena tunangan sudah kembali ke Pemalang dan saya masih di Jogja. Kado pertama berupa sepasang sandal keren warna coklat. Kenapa sandal? Soalnya dia tahu persis kalau saya kemana-mana sukanya pakai sandal jepit.

Entah kenapa saya nyaman sekali pakai sandal jepit kemana-mana. Biasanya outfit saya kalau keluar dari kos adalah kaos, kadang berkerah kadang oblong, dipadu celana jins dan sandal jepit. Saya pernah membuat Bapak geleng-geleng kepala karena mudik ke Jambi dengan setelan seperti itu. "Mbok ya dandan yang rapi dikit kalau mau pergi jauh," kata Bapak waktu itu.

Kesan saya tentang kado pertama dari tunangan? Tentu saja senang sekali, sebab saya merasa ada yang memperhatikan. Dengan kado sandal keren itu berarti kan tunangan berniat menuntun saya untuk berpenampilan lebih sopan. Bukan berarti sandal jepit tidak sopan lho ya. Tapi sandal begini tidak jamak dipakai di tempat-tempat umum, apalagi ke pertemuan sekalipun itu acara nonformal. Katakanlah kopdar blogger.

Tips Memberi Kado
Ada kata bijak Jawa yang berbunyi, "ajining raga saka busana." Maksud kata bijak ini, penghormatan orang lain pada kita tergantung dari penampilan kita, dari cara berpakaian kita. Tidak perlu dijelaskan to?

Jadi, kado ulang tahun dari tunangan waktu itu benar-benar sesuatu yang bermanfaat bagi kebaikan saya. Kado yang membuat saya berubah menjadi lebih baik, berpenampilan lebih baik.

Sekedar berbagi nih ya, perhatikan hal-hal berikut jika berniat memberi kado pada seseorang. Terlebih jika itu orang yang spesial bagimu. Tapi harap digaris-bawahi, ini tips versi kaum adam ya. Meski saya yakin tips ini sebenarnya sama bergunanya bagi cowok maupun cewek.

1. Berikan Sesuatu yang Membuatnya Tampil Lebih Keren
Ya, ini persis seperti pengalaman saya mendapat kado pertama dari tunangan. Tahu saya kemana-mana hanya pakai sandal jepit, tunangan saya membelikan sandal kulit yang keren. Tentu saja jauh lebih keren dari sandal jepit putih bertali hijau milik saya saat itu.

Meski hanya sandal, tapi efeknya ke penampilan saya secara keseluruhan besar sekali. Karena punya sandal keren, saya harus mengimbangi pemilihan celana dan atasannya. Rasanya agak gimana gitu kalau kakinya pakai sandal keren tapi celana jins yang dipakai belel parah dan nggak jelas apa warna aslinya. Dekil and the kumal.

Naik lebih ke atas, sandal dan celana keren membuat saya jadi lebih hati-hati memilih atasan. Walaupun andalannya ya tetap kaos, setidak-tidaknya saya memilih yang terbaik. Atau lebih rapi. Kalau biasanya langsung comot dari tali jemuran, setelah punya sandal keren kaosnya disetrika dulu biar rapi.

Bukankah kita juga yang senang kalau dia berpenampilan keren?


FOTO: 123rf.com

2. Belikan Barang yang Dia Butuhkan
Karena saling dekat, tahu dong apa yang sedang dibutuhkan si dia. Pasti kalian sering curhat-curhatan, atau paling nggak dia keceplosan ngomong lagi butuh banget sama satu hal. Kalau apa yang dia butuhkan itu belum terwujud, itulah kesempatan kamu untuk memberi kado yang berkesan. Sekaligus menunjukkan kalau dirimu perhatian sama dia.

Misalnya dia sedang menggarap skripsi dan butuh satu buku yang wajib jadi referensi, tapi setelah berkelana dari satu toko buku ke toko buku lain dia tidak juga menemukan buku itu. Kalau kamu bisa dapat itu buku, berikan itu sebagai kado ulang tahun dan jangan kaget kalau dia bakal menyambutnya begini: berdiri menahan napas dengan mata terbelalak dan mulut ternganga, lalu kedua belah tangannya memegangi bagian pipi dekat dagu.

Okelah, biar terkesan romantis tambahkan sebatang coklat dan sekuntum bunga mawar merah.

Kalau dia lagi butuh uang gimana? Mmmm, kalau ini beda jurusan. Tapi kalau dia beneran butuh dan kamu bisa ngasih ya dipinjemin aja dulu. Hehehe...

3. Hadiahkan Apa yang Paling Dia Sukai
Setiap orang tentu punya barang favorit, atau hobi yang berkaitan dengan barang-barang tertentu. Memberi hadiah dalam kategori ini tak cuma menunjukkan kalau kamu perhatian sama dia, tapi juga kamu mendukung apa yang dia lakukan.

Dia hobi koleksi uang lama, misalnya, kamu bisa carikan koleksi yang belum dia punya. Tak perlu mahal-mahal, tidak perlu yang berjuta-juta harganya, asalkan dia belum punya pasti bakal diterima dengan senang hati. Ada banyak uang lama yang bisa diperoleh dengan harga di bawah ratusan ribu. Biar terkesan lebih eksklusif, carikan koleksi set alias seri uang lama tertentu berdasarkan tahun penerbitan.

Atau dia senang sekali mendaki gunung? Hadiah jaket waterproof atau sleeping bag, juga sepatu, bisa jadi pilihan bagus. Perhatikan apakah jaketnya sudah mulai pudar warnanya, atau bolong-bolong mungkin. Lihat apakah sol sepatunya sudah aus dan menipis karena terlalu sering dibawa naik ke pegunungan, atau sleeping bag-nya selama ini sewa di komunitas.

Kalau dia senang membaca, buku adalah kado paling pas. Tinggal sesuaikan saja buku seperti apa yang jadi seleranya. Misalkan dia penggemar penulis tertentu, belikan karya terbaru penulis tersebut. Dijamin, dia pasti senang. Gampang kan?

4. Surprise!!!
Pernah mendapatkan sesuatu yang tidak disangka-sangka saat ulang tahun? Saya pernah.

Tahun 2012, tepat di hari ulang tahun saya, sebuah telepon dari nomor telepon rumah berawalan kode area 0284 masuk ke hape. "Mas Eko ya?" terdengar suara seorang pria di seberang sana. Saya mengiyakan. "Ini ada kiriman untuk Mas Eko, silakan ambil di toko Mahkota hari ini ya," kata pria itu lagi.

Saya bingung. Mahkota itu toko kue, masa iya ada paket untuk saya yang harus diambil ke sana? Kalau memang itu paket, harusnya kan saya ambil di kantor agen jasa pengiriman. Itupun biasanya kurir mengantar sampai alamat rumah. Penasaran, sepulang mengantar beberapa pesanan pembeli saya mampir di toko tersebut.

Namanya toko kue, tentu saja kue-mue yang saya temui di sana. Seorang pria berbadan tinggi besar memakai kaca mata menyambut saya. Begitu saya menyebut nama, pria yang ternyata pemilik toko tersebut langsung membawa saya ke hadapan sebuah kue tar berlapis cokelat berukuran besar. Di salah satu sisi kue tersebut ada tulisan "Happy Birthday Kakakku Tersayang."

Wow! Ternyata adik perempuan saya di Jakarta memesankan kue ulang tahun untuk saya ke toko tersebut. Pesanan dilakukan melalui telepon setelah browsing di Google, lalu pembayaran lewat transfer bank. Saya speechless. Saya tidak pernah merayakan ulang tahun, dan hanya sekali membeli kue tar untuk keperluan tiup lilin. Itupun karena dibelikan istri secara diam-diam.

Hari itu, kejutan besar saya terima dari adik di Jakarta. Kejutan berupa kado berwujud kue ulang tahun. Rasanya tak bisa dilukiskan dengan kata-kata.

Setiap orang suka kejutan, kejutan kecil sekalipun. Saat si dia ulang tahun, berikan kejutan padanya dan lihat bagaimana reaksinya. Kejutannya apa? Ya namanya kejutan jangan sampai orang lain tahu dong. Apalagi diajari. Kalau saya beri tahu namanya bukan kejutan, tapi bocoran. Cari tahu sendiri sana!

Kado Idaman
Cukup empat itu saja tipsnya. Semuanya berdasarkan pengalaman pribadi, di mana saya merasa sangat senang sekali sewaktu mendapat hadiah yang sedang saya butuhkan, hadiah yang saya sukai, yang membuat saya tampil lebih baik, juga surprise dari adik di luar kota.

Khusus nomor tiga, istri saya pernah lho memberi hadiah murah meriah tapi benar-benar membuat saya gembira berhari-hari setelahnya. Ini kado ulang tahun kemarin. Bangun tidur ada dua buah bungkusan kado di sebelah bantal. Saya pegang-pegang kok lembut tapi isinya kecil-kecil keras. Apa ini? Pas saya buka ternyata isinya... sebungkus kacang garing kesukaan saya! Horeeeee!!!

Harga sebungkus kacang garing bermerek sama dengan nama salah satu minimarket itu hanya Rp15.000, dua bungkus berarti Rp30.000. Tapi kacang adalah camilan favorit saya, lebih-lebih kacang garing. Jadi meski hanya bernilai Rp30.000, kado itu membuat saya senang bukan kepalang karena sudah lama ingin makan kacang garing.

Nah, itu dia tips memilih kado ulang tahun ala saya. Gampang, bukan? :)

Selasa, 12 April 2016


ENTAH kapan persisnya saya pertama kali berkunjung ke blognya Mbak Muna Sungkar. Kalau tidak salah ingat sih pertengahan atau akhir 2014. Satu hal yang masih saya ingat jelas, setelah kunjungan pertama itu namanya juga alamat blognya langsung menempel di kepala. Begitu pula saat ikut Fun Blogging 9 di Semarang bulan lalu, saya langsung bisa menebak Mbak berjilbab di pojok sana itu sepertinya...

Jangan berpikir yang bukan-bukan dulu ya. Satu hal yang membuat nama Mbak Muna langsung menempel di ingatan saya adalah nama belakangnya, Sungkar. Saat itu saya langsung berpikir, "Apa kaitan blogger satu ini dengan Shireen Sungkar? Atau Rifat Sungkar? Atau Abdullah Sungkar?"

Saya rasa rekan-rekan blogger lain juga pernah berpikir seperti itu. Yang paham sistem marga akan menebak-nebak, Sungkar itu marga apa sih? Batak rasanya kok bukan, Manado juga sepertinya bukan. Marga Minangkabau atau Minahasa? Kayanya sih juga bukan. Dan memang bukan, karena itu rupa-rupanya marga Arab, tepatnya Hadramaut.

Pernah belajar kan kalau di masa lampau banyak pedagang Hadramaut yang merantau ke kepulauan Nusantara? Nah, menurut referensi salah satu dari para perantauan asal Yaman Selatan tersebut adalah marga Sungkar. Siapa Sungkar pertama di bumi Nusantara sepertinya harus kita tanyakan pada pemakai marga ini. Hehehe...

Sama halnya nama keluarga beberapa suku di Indonesia, marga Hadramaut ditentukan berdasarkan kabilah, nama nenek moyang keturunan tersebut, serta tempat asalnya. Sejarah dan kebiasaan suatu suku atau golongan ternyata juga bisa menjadi marga. Cuma saya belum dapat yang mana contohnya.

Mengutip Wikipedia, berdasarkan asal-usulnya marga Hadramaut secara umum dibagi menjadi dua golongan. Pertama, marga keturunan suku Arab Yaman asli. Mereka ini mengklaim sebagai keturunan Hadramaut bin Qahtan, yang jika jalur nasabnya ditelusuri konon akan sampai pada Nabi Nuh AS. Selain Nabi Nuh, Nabi Hud dan Saleh disebut-sebut berasal dan tinggal di wilayah ini.

Kedua, marga Arab pendatang dari daerah-daerah lain. Para pendatang ini menurut sejarah merupakan keturunan Ahmad bin Isa al-Muhajir, atau biasa disebut Alawiyyin atau Ba 'Alawi, beserta para pengikutnya yang pindah ke Yaman sekitar tahun 319 H (898 M). Ba 'Alawi merupakan keturunan Rasulullah SAW dari jalur Sayyidina Hussein. Anak keturunan Ba 'Alawi inilah yang lantas dipanggil Habib karena merupakan keturunan langsung Rasul.

Nama Hadramaut sendiri ada ceritanya. Konon, nama ini merujuk pada seseorang yang paling ditakuti di Jazirah Arab. Bayangkan, orang Arab yang terkenal suka berperang dan saling membunuh pun masih bisa takut pada orang ini. Sosok tersebut adalah Amir Bin Qahtan. Ia seorang petarung yang sangat ditakuti karena keberanian, kejelian dan keperkasaannya.

Setiap kali Amir Bin Qahtan turun dalam sebuah medan perang, maka tempat tersebut berubah menjadi lembah kematian akibat begitu banyaknya korban tewas yang ia bunuh. Amir Bin Qahtan pun dijuluki Hadramaut, berasal dari kata "hadhra" (hadir) dan "maut" (kematian). Maksudnya, di mana Amir bin Qahtan berada di situ pula kematian hadir bersamanya.


Peta Yaman Selatan di abad ke-3 Masehi. Wilayah Hadramaut ditunjukkan dengan warna ungu. FOTO: Wikipedia

Pejabat dan Public Figure
Ada banyaaaak sekali keturunan Hadramaut di Indonesia. Beberapa di antaranya bahkan menjadi tokoh penting dan public figure di negara ini sejak Proklamasi. Sebut saja Abdurrahman Baswedan, eks Menteri Penerangan di bawah Kabinet Sjahrir. Mr. Asaat, Presiden RI di era federal (Republik Indonesia Serikat), juga keturunan Hadramaut.

Lalu di era Presiden Soeharto ada nama Ali Alatas, seorang diplomat ulung yang menjabat posisi Menteri Luar Negeri selama dua periode (1988-1998). Sekabinet dengan Ali Alatas ada Prof. Dr. Fuad Hassan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 1985-1993. Nama belakang Hassan ini mengingatkan kita pada Ferdi Hassan, presenter kondang sekaligus penyiar radio.

Di era reformasi, lagi-lagi jabatan Menteri Luar Negeri dipegang keturunan Hadramaut ketika Presiden Abdurrahman Wahid menunjuk Dr. Alwi Shihab. Saudaranya, Quraish Shihab, menjabat sebagai Menteri Agama. Dr. Abduraham Saleh, eks Jaksa Agung periode 2004-2007, ternyata juga keturunan Hadramaut. Kemudian di kabinet saat ini ada Anies Baswedan.

Dari kalangan selebriti, siapa yang tak kenal Ahmad Albar? Rocker yang mengawali karier bermusiknya sebagai pedangdut ini terlihat sekali garis Arab di wajahnya. Masih dari genre dangdut, Muchsin Alatas, Camelia Malik, Fahmi Sahab, Fitria Elvy Sukaesih dan Hamdan ATT adalah bintang-bintang keturunan Hadramaut. ATT adalah singkatan dari Attamimi, nama marga.

Okelah, itu seleb jadul. Yang agak kekinian adalah Wanda Hamidah, mantan model dan pemain film yang sempat jadi anggota DPRD DKI Jakarta. Wanda bermarga Syechbubakar. Ashanty istrinya Anang Hermansyah itu juga keturunan Hadramaut. Demikian pula dua anggota JKT48, Ayana Shahab dan Nadhifa Salsabila. Kalau teman-teman dulu suka menyaksikan sinetron Ganteng-Ganteng Serigala, Aliando Syarief itu keturunan Hadramaut.

Masih dari dunia pertelevisian tapi beda jurusan, sejumlah presenter berita dan jurnalis televisi adalah keturunan Hadramaut. Mulai dari yang senior dulu ya? Sebut saja Najwa Shihab, Wapemred Metro TV yang merupakan putri Quraish Shihab. Masih sekantor dengan Najwa ada Fessy Alwi yang nama lengkapnya Fessy Farizqoh Alwi Assegaf dan Zackia Arfan. Sebelumnya ada nama Rahma Sarita, bermarga Al Jufri, yang sudah meninggalkan Metro TV pada Februari 2008.

Bergeser ke dunia olahraga, siapa sih yang tidak kenal pesepakbola ganteng Irfan Bachdim? Orang mungkin mengetahui dirinya sebagai keturunan Belanda, padahal tidak 100%. Ayah Irfan, Noval Bachdim, lahir dan tumbuh besar di Malang sebelum kemudian pindah ke Negeri Kincir Angin.

Masih dari lapangan hijau, eks pemain timnas Rusdy Bahalwan dan Sutan Harharah juga berdarah Hadramaut. Sama halnya Salim Alaydrus dan kini Mahdi Fahri Albaar, mantan anggota skuat timnas Indonesia U-19 yang pada tahun 2013-2014 jadi buah bibir di seantero negeri.


Shireen Sungkar. FOTO: Bintang.com

Sungkar-Sungkar Itu...
Kembali ke marga Sungkar, banyak sekali pemakai marga ini yang menjadi public figure. Yang paling dikenal sepertinya Shireen Sungkar dan saudarinya, Zaskia Sungkar. Kedua selebritis ayu tersebut merupakan putri aktor lawas Mark Sungkar. Rasa-rasanya inilah keluarga Sungkar paling terkenal saat ini.

Sebelum itu masyarakat lebih mengenal keluarga Sungkar dari dunia reli. Dimulai dari Farid Sungkar yang kini jadi promotor event balap. Lalu disusul Helmy Sungkar dan menurun pada anak lelakinya, Rifat Sungkar.

Lainnya? Kita sebut saja Direktur Sales PT Axis Telekom Indonesia Syakieb Sungkar, penulis sekaligus pengusaha Aulia R. Sungkar, dan ustadzah kondang Lutfiah Ali Sungkar. Lalu ada satu pemakai nama Sungkar yang lebih dikenal sebagai pentolan gerakan Islam radikal, Abdullah Sungkar. Bersama Abu Bakar Ba'asyir yang juga keturunan Hadramaut, keduanya mendirikan berbagai gerakan Islam anti-Pancasila termasuk Majelis Mujahiddin Indonesia.

Ini baru dari kalangan public figure ya. Kalau semua pemilik nama belakang Sungkar di Indonesia dikumpulkan, saya rasa Stadion Utama Gelora Bung karno tak cukup menampung.

Lalu timbul pertanyaan, kira-kira orang-orang bernama belakang Sungkar ini bersaudara apa tidak ya? Seharusnya sih bersaudara, karena satu marga berarti satu keturunan. Sama halnya orang Batak bermarga Nasution adalah saudara bagi orang Batak bermarga Nasution lainnya. Sekalipun mereka belum saling kenal, begitu tahu marganya sama bakal akrab luar biasa.

Cuma mungkin garis persaudaraan orang-orang semarga ini sudah sangat jauh menyimpang. Biasanya sih semakin jauh garis keturunan, kadar "saudara" pun ikut berkurang. Kita lebih dekat secara emosional dengan saudara sekandung, lalu disusul saudara tunggal simbah alias satu kakek. Naik lagi mulai berkurang kedekatannya.

Oya, itu tadi pendapat saya pribadi ya. Untuk jawaban lebih valid coba saja tanya sama Mbak Muna Sungkar. :)

Catatan: Foto Mbak Muna dicomot dari blog momtraveler.com.


ENTAH kapan persisnya saya pertama kali berkunjung ke blognya Mbak Muna Sungkar. Kalau tidak salah ingat sih pertengahan atau akhir 2014. Satu hal yang masih saya ingat jelas, setelah kunjungan pertama itu namanya juga alamat blognya langsung menempel di kepala. Begitu pula saat ikut Fun Blogging 9 di Semarang bulan lalu, saya langsung bisa menebak Mbak berjilbab di pojok sana itu sepertinya...

Jangan berpikir yang bukan-bukan dulu ya. Satu hal yang membuat nama Mbak Muna langsung menempel di ingatan saya adalah nama belakangnya, Sungkar. Saat itu saya langsung berpikir, "Apa kaitan blogger satu ini dengan Shireen Sungkar? Atau Rifat Sungkar? Atau Abdullah Sungkar?"

Saya rasa rekan-rekan blogger lain juga pernah berpikir seperti itu. Yang paham sistem marga akan menebak-nebak, Sungkar itu marga apa sih? Batak rasanya kok bukan, Manado juga sepertinya bukan. Marga Minangkabau atau Minahasa? Kayanya sih juga bukan. Dan memang bukan, karena itu rupa-rupanya marga Arab, tepatnya Hadramaut.

Pernah belajar kan kalau di masa lampau banyak pedagang Hadramaut yang merantau ke kepulauan Nusantara? Nah, menurut referensi salah satu dari para perantauan asal Yaman Selatan tersebut adalah marga Sungkar. Siapa Sungkar pertama di bumi Nusantara sepertinya harus kita tanyakan pada pemakai marga ini. Hehehe...

Sama halnya nama keluarga beberapa suku di Indonesia, marga Hadramaut ditentukan berdasarkan kabilah, nama nenek moyang keturunan tersebut, serta tempat asalnya. Sejarah dan kebiasaan suatu suku atau golongan ternyata juga bisa menjadi marga. Cuma saya belum dapat yang mana contohnya.

Mengutip Wikipedia, berdasarkan asal-usulnya marga Hadramaut secara umum dibagi menjadi dua golongan. Pertama, marga keturunan suku Arab Yaman asli. Mereka ini mengklaim sebagai keturunan Hadramaut bin Qahtan, yang jika jalur nasabnya ditelusuri konon akan sampai pada Nabi Nuh AS. Selain Nabi Nuh, Nabi Hud dan Saleh disebut-sebut berasal dan tinggal di wilayah ini.

Kedua, marga Arab pendatang dari daerah-daerah lain. Para pendatang ini menurut sejarah merupakan keturunan Ahmad bin Isa al-Muhajir, atau biasa disebut Alawiyyin atau Ba 'Alawi, beserta para pengikutnya yang pindah ke Yaman sekitar tahun 319 H (898 M). Ba 'Alawi merupakan keturunan Rasulullah SAW dari jalur Sayyidina Hussein. Anak keturunan Ba 'Alawi inilah yang lantas dipanggil Habib karena merupakan keturunan langsung Rasul.

Nama Hadramaut sendiri ada ceritanya. Konon, nama ini merujuk pada seseorang yang paling ditakuti di Jazirah Arab. Bayangkan, orang Arab yang terkenal suka berperang dan saling membunuh pun masih bisa takut pada orang ini. Sosok tersebut adalah Amir Bin Qahtan. Ia seorang petarung yang sangat ditakuti karena keberanian, kejelian dan keperkasaannya.

Setiap kali Amir Bin Qahtan turun dalam sebuah medan perang, maka tempat tersebut berubah menjadi lembah kematian akibat begitu banyaknya korban tewas yang ia bunuh. Amir Bin Qahtan pun dijuluki Hadramaut, berasal dari kata "hadhra" (hadir) dan "maut" (kematian). Maksudnya, di mana Amir bin Qahtan berada di situ pula kematian hadir bersamanya.


Peta Yaman Selatan di abad ke-3 Masehi. Wilayah Hadramaut ditunjukkan dengan warna ungu. FOTO: Wikipedia

Pejabat dan Public Figure
Ada banyaaaak sekali keturunan Hadramaut di Indonesia. Beberapa di antaranya bahkan menjadi tokoh penting dan public figure di negara ini sejak Proklamasi. Sebut saja Abdurrahman Baswedan, eks Menteri Penerangan di bawah Kabinet Sjahrir. Mr. Asaat, Presiden RI di era federal (Republik Indonesia Serikat), juga keturunan Hadramaut.

Lalu di era Presiden Soeharto ada nama Ali Alatas, seorang diplomat ulung yang menjabat posisi Menteri Luar Negeri selama dua periode (1988-1998). Sekabinet dengan Ali Alatas ada Prof. Dr. Fuad Hassan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 1985-1993. Nama belakang Hassan ini mengingatkan kita pada Ferdi Hassan, presenter kondang sekaligus penyiar radio.

Di era reformasi, lagi-lagi jabatan Menteri Luar Negeri dipegang keturunan Hadramaut ketika Presiden Abdurrahman Wahid menunjuk Dr. Alwi Shihab. Saudaranya, Quraish Shihab, menjabat sebagai Menteri Agama. Dr. Abduraham Saleh, eks Jaksa Agung periode 2004-2007, ternyata juga keturunan Hadramaut. Kemudian di kabinet saat ini ada Anies Baswedan.

Dari kalangan selebriti, siapa yang tak kenal Ahmad Albar? Rocker yang mengawali karier bermusiknya sebagai pedangdut ini terlihat sekali garis Arab di wajahnya. Masih dari genre dangdut, Muchsin Alatas, Camelia Malik, Fahmi Sahab, Fitria Elvy Sukaesih dan Hamdan ATT adalah bintang-bintang keturunan Hadramaut. ATT adalah singkatan dari Attamimi, nama marga.

Okelah, itu seleb jadul. Yang agak kekinian adalah Wanda Hamidah, mantan model dan pemain film yang sempat jadi anggota DPRD DKI Jakarta. Wanda bermarga Syechbubakar. Ashanty istrinya Anang Hermansyah itu juga keturunan Hadramaut. Demikian pula dua anggota JKT48, Ayana Shahab dan Nadhifa Salsabila. Kalau teman-teman dulu suka menyaksikan sinetron Ganteng-Ganteng Serigala, Aliando Syarief itu keturunan Hadramaut.

Masih dari dunia pertelevisian tapi beda jurusan, sejumlah presenter berita dan jurnalis televisi adalah keturunan Hadramaut. Mulai dari yang senior dulu ya? Sebut saja Najwa Shihab, Wapemred Metro TV yang merupakan putri Quraish Shihab. Masih sekantor dengan Najwa ada Fessy Alwi yang nama lengkapnya Fessy Farizqoh Alwi Assegaf dan Zackia Arfan. Sebelumnya ada nama Rahma Sarita, bermarga Al Jufri, yang sudah meninggalkan Metro TV pada Februari 2008.

Bergeser ke dunia olahraga, siapa sih yang tidak kenal pesepakbola ganteng Irfan Bachdim? Orang mungkin mengetahui dirinya sebagai keturunan Belanda, padahal tidak 100%. Ayah Irfan, Noval Bachdim, lahir dan tumbuh besar di Malang sebelum kemudian pindah ke Negeri Kincir Angin.

Masih dari lapangan hijau, eks pemain timnas Rusdy Bahalwan dan Sutan Harharah juga berdarah Hadramaut. Sama halnya Salim Alaydrus dan kini Mahdi Fahri Albaar, mantan anggota skuat timnas Indonesia U-19 yang pada tahun 2013-2014 jadi buah bibir di seantero negeri.


Shireen Sungkar. FOTO: Bintang.com

Sungkar-Sungkar Itu...
Kembali ke marga Sungkar, banyak sekali pemakai marga ini yang menjadi public figure. Yang paling dikenal sepertinya Shireen Sungkar dan saudarinya, Zaskia Sungkar. Kedua selebritis ayu tersebut merupakan putri aktor lawas Mark Sungkar. Rasa-rasanya inilah keluarga Sungkar paling terkenal saat ini.

Sebelum itu masyarakat lebih mengenal keluarga Sungkar dari dunia reli. Dimulai dari Farid Sungkar yang kini jadi promotor event balap. Lalu disusul Helmy Sungkar dan menurun pada anak lelakinya, Rifat Sungkar.

Lainnya? Kita sebut saja Direktur Sales PT Axis Telekom Indonesia Syakieb Sungkar, penulis sekaligus pengusaha Aulia R. Sungkar, dan ustadzah kondang Lutfiah Ali Sungkar. Lalu ada satu pemakai nama Sungkar yang lebih dikenal sebagai pentolan gerakan Islam radikal, Abdullah Sungkar. Bersama Abu Bakar Ba'asyir yang juga keturunan Hadramaut, keduanya mendirikan berbagai gerakan Islam anti-Pancasila termasuk Majelis Mujahiddin Indonesia.

Ini baru dari kalangan public figure ya. Kalau semua pemilik nama belakang Sungkar di Indonesia dikumpulkan, saya rasa Stadion Utama Gelora Bung karno tak cukup menampung.

Lalu timbul pertanyaan, kira-kira orang-orang bernama belakang Sungkar ini bersaudara apa tidak ya? Seharusnya sih bersaudara, karena satu marga berarti satu keturunan. Sama halnya orang Batak bermarga Nasution adalah saudara bagi orang Batak bermarga Nasution lainnya. Sekalipun mereka belum saling kenal, begitu tahu marganya sama bakal akrab luar biasa.

Cuma mungkin garis persaudaraan orang-orang semarga ini sudah sangat jauh menyimpang. Biasanya sih semakin jauh garis keturunan, kadar "saudara" pun ikut berkurang. Kita lebih dekat secara emosional dengan saudara sekandung, lalu disusul saudara tunggal simbah alias satu kakek. Naik lagi mulai berkurang kedekatannya.

Oya, itu tadi pendapat saya pribadi ya. Untuk jawaban lebih valid coba saja tanya sama Mbak Muna Sungkar. :)

Catatan: Foto Mbak Muna dicomot dari blog momtraveler.com.

Minggu, 10 April 2016


KALAU pas tidak bisa kemana-mana sementara anak libur, hal yang biasanya saya dan istri lakukan adalah mengisi liburan di rumah saja. Ada banyak kegiatan menarik dan menyenangkan kok yang bisa dilakukan di rumah. Tak cuma mengajak bermain bersama, kegiatan lain yang kami lakukan adalah masak bersama.

Bermain bersama sebenarnya sudah jadi menu sehari-hari. Sepulang sekolah, anak lelaki saya biasanya langsung mengajak ke halaman belakang. Permainannya antara petak umpet, sepak bola, atau sekedar melihat dia dan adiknya berkeliling-keliling naik sepeda. Lain saat mereka berdua yang asyik bermain sendiri, saya hanya jadi pengawas.

Tapi kalau waktu libur, katakanlah hari Ahad, permainannya harus berbeda dari biasanya. Ya, sebab dari pagi dia sudah ngajak main bareng sih. Jadi pintar-pintar saja mengakalinya supaya anak-anak tetap enjoy sekalipun seharian itu hanya berada di rumah.

Untuk membunuh kejenuhan mereka, kegiatan andalan saya adalah mengajak anak-anak masak bersama. Masak apa? Ya masak apa saja, tergantung hasil diskusi kami hari itu. Hehehe...

Benar, saya laki-laki. Ya, istri saya pandai memasak. Tapi jangan salah, ada saatnya anak-anak saya justru minta dibuatkan nasi goreng oleh saya ketimbang Ummi-nya. Lain saat kalau pas stok agar-agar atau jeli kesukaan tersedia, saya juga yang diminta membuatkan. Entah apakah rasanya beda kalau saya yang memasak. Hehehe...

Saya tak mau memasak sendiri, jadi sebisa mungkin saya libatkan anak-anak. Tergantung situasi saat itu sih. Tapi sering-seringnya mereka saya libatkan. Mereka biasanya akan sangat senang sekali dimintai tolong mengisi panci dengan air, lalu membuka bungkusan agar-agar dan dituangkan ke dalam panci.

Anak sulung saya malah kerap mengajukan diri untuk mengaduk-aduk ramuan agar-agar sampai mendidih. Tempat kompor yang tinggi dia akali dengan cara menyeret satu kursi, dan ia berdiri di atas kursi tersebut. Meski mengeluh panas, tetap saja ia memutar-mutar centong dengan gembira ria.

Lain saat, saya ajak anak-anak membuat makanan yang lebih rumit. Salah satunya pempek, makanan kesukaan saya sejak kecil. Eh, ternyata meski lahir dan besar di Pemalang anak-anak saya juga sangat suka pempek. Jadilah dapur ramai sekali kalau kami sedang membuat pempek. Seperti di video di bawah.


KALAU pas tidak bisa kemana-mana sementara anak libur, hal yang biasanya saya dan istri lakukan adalah mengisi liburan di rumah saja. Ada banyak kegiatan menarik dan menyenangkan kok yang bisa dilakukan di rumah. Tak cuma mengajak bermain bersama, kegiatan lain yang kami lakukan adalah masak bersama.

Bermain bersama sebenarnya sudah jadi menu sehari-hari. Sepulang sekolah, anak lelaki saya biasanya langsung mengajak ke halaman belakang. Permainannya antara petak umpet, sepak bola, atau sekedar melihat dia dan adiknya berkeliling-keliling naik sepeda. Lain saat mereka berdua yang asyik bermain sendiri, saya hanya jadi pengawas.

Tapi kalau waktu libur, katakanlah hari Ahad, permainannya harus berbeda dari biasanya. Ya, sebab dari pagi dia sudah ngajak main bareng sih. Jadi pintar-pintar saja mengakalinya supaya anak-anak tetap enjoy sekalipun seharian itu hanya berada di rumah.

Untuk membunuh kejenuhan mereka, kegiatan andalan saya adalah mengajak anak-anak masak bersama. Masak apa? Ya masak apa saja, tergantung hasil diskusi kami hari itu. Hehehe...

Benar, saya laki-laki. Ya, istri saya pandai memasak. Tapi jangan salah, ada saatnya anak-anak saya justru minta dibuatkan nasi goreng oleh saya ketimbang Ummi-nya. Lain saat kalau pas stok agar-agar atau jeli kesukaan tersedia, saya juga yang diminta membuatkan. Entah apakah rasanya beda kalau saya yang memasak. Hehehe...

Saya tak mau memasak sendiri, jadi sebisa mungkin saya libatkan anak-anak. Tergantung situasi saat itu sih. Tapi sering-seringnya mereka saya libatkan. Mereka biasanya akan sangat senang sekali dimintai tolong mengisi panci dengan air, lalu membuka bungkusan agar-agar dan dituangkan ke dalam panci.

Anak sulung saya malah kerap mengajukan diri untuk mengaduk-aduk ramuan agar-agar sampai mendidih. Tempat kompor yang tinggi dia akali dengan cara menyeret satu kursi, dan ia berdiri di atas kursi tersebut. Meski mengeluh panas, tetap saja ia memutar-mutar centong dengan gembira ria.

Lain saat, saya ajak anak-anak membuat makanan yang lebih rumit. Salah satunya pempek, makanan kesukaan saya sejak kecil. Eh, ternyata meski lahir dan besar di Pemalang anak-anak saya juga sangat suka pempek. Jadilah dapur ramai sekali kalau kami sedang membuat pempek. Seperti di video di bawah.


"MA, ayo cepat kita berangkat!" Mulan berseru pada Mama yang masih sibuk merapikan riasan wajahnya di muka cermin.

Mama tak menjawab. Hanya sesungging senyum tipis terlihat di wajahnya yang tampak mulai keriput. Perlahan Mama menggelengkan kepala melihat tingkah Mulan yang sangat gugup jelang pergantian malam hari itu.

"Acaranya dimulai jam delapan tepat, Mama. Sebelum itu aku harus di-briefing dulu sama panitia, terus make-up lagi. Ini sudah jam setengah tujuh dan kita masih di rumah," kata Mulan lagi, setengah mengeluh.

"Iya, Sayang..." Mama menjawab sekenanya, lalu beranjak dari meja rias.

Mulan tak sabar menggamit lengan mamanya, mengajaknya turun ke lantai bawah di mana Papa sudah menunggu. Rapi dengan setelan jas dan rambut klimis disisir rapi ala mafia Hong Kong.

"Berangkat kita?" Sambut Papa sembari tersenyum lebar.

Mulan dan Mama merasa tak perlu menjawab. Bertiga mereka melangkah ke luar. Sebuah sedan hitam telah disiapkan di halaman oleh Pak Dhani, sopir pribadi Papa. Pria paruh baya itu membukakan pintu-pintu mobil dan mempersilahkan tuan-puannya masuk ke dalam. Sejurus kemudian mobil melaju membelah keramaian jalanan.

Tujuan perjalanan malam itu adalah gedung Jakarta Convention Center di Jl. Gatot Subroto, kawasan olahraga Gelora Bung Karno. Mulan akan menerima penghargaan sebagai juara Lomba Selfie Nasional 2016 di sana. Dalam email yang diterimanya dari panitia, Mulan mendapat bocoran bahwa acara malam itu diliput oleh puluhan jurnalis dari media-media nasional terkemuka ditambah koresponden media asing.

Perjalanan itu dilalui dalam keheningan. Masing-masing penumpang tak bersuara sepatah katapun sepanjang jalan, larut dalam pikirannya sendiri-sendiri.

Pak Dhani memperlambat laju mobil begitu memasuki halaman JCC. Seorang pemuda dengan name tag bertuliskan "PANITIA" menghampiri. Setelah mengetahui mobil berisi rombongan juara, pemuda tersebut menunjuk ke sebuah lajur khusus yang dibuat dari pembatas. Rupanya lajur itu langsung menuju ke pintu masuk gedung.

Halaman JCC sudah penuh. Pak Dhani menjalankan kendaraannya perlahan melewati jejeran mobil aneka jenis dan merek. Mendekati pintu masuk, segerombol orang dengan kamera besar-besar berusaha mendekat. Beberapa di antaranya mengetuk jendela mobil, ingin mengabadikan kedatangan sang juara yang menjadi bintang malam itu.

Mulan tiba-tiba saja merasa gelisah. Ia tak menyangka akan mendapat sambutan seperti ini. Ia bukan artis, hanya seorang mahasiswi tingkat pertama di sebuah kampus tak ternama. Akankah jalan hidupnya berubah malam ini? Hanya gara-gara sebuah foto selfie?

Mama yang melihat gelagat itu tanggap memegang tangan Mulan sembari memberi senyum penuh kedamaian. Seluruh isyarat itu ditangkap Mulan sebagai pengganti ucapan, "It's ok, Honey. Everything will be alright."

Mobil berhenti tepat di depan pintu masuk. Sebuah karpet merah terhampar dari tempat Pak Dhani menghentikan mobil sampai ke dalam ruang tempat acara berlangsung. Lagi-lagi Mulan dibuat tercekat. Semeriah inikah sambutan untuk seorang juara lomba selfie nasional yang bukan siapa-siapa? Ragu-ragu ia membuka pintu mobil, lalu turun.

Baru saja kakinya menjejak karpet merah, segerombolan jurnalis mengerubuti. Ramai-ramai fotografer mengambil fotonya, sedangkan kameramen kompak menyalakan kamera panggul di bahu mereka. Lalu berpuluh-puluh digital voice recorder bercampur microphone disodorkan ke hadapannya.

Sekilas Mulan melirik beberapa logo yang terdapat pada mik di hadapannya. Napasnya tertahan. Seluruh televisi nasional yang ia tahu ada di sana!

"Mbak Mulan, bagaimana kesannya setelah terpilih sebagai juara pertama?" seorang jurnalis perempuan melontarkan pertanyaan.

Mulan berusaha menenangkan diri. Tersenyum. "Saya sangat terkejut sewaktu pertama kali mendapat pemberitahuan dari panitia. Sampai saat ini pun rasanya seperti mimpi." Itu jawaban pertama yang terpikir di kepalanya.

"Boleh tahu rahasianya apa, Mbak, sampai bisa menyingkirkan ratusan ribu peserta dari seluruh Indonesia dan keluar sebagai pemenang?" tanya jurnalis lain di sisi kanan, berhijab dan berkacamata.

Sembari membalikkan badan ke arah si penanya, Mulan berusaha memikirkan jawaban terbaik. Tapi apa? Tiba-tiba saja ia teringat smartphone yang dipakai berfoto selfie. Smartphone yang dijuluki Selfie Expert oleh teman-temannya, sebab dengan kamera smartphone tersebut foto-foto selfie Mulan selalu terlihat sempurna. Sekalipun tidak diedit.

Dikeluarkannya benda tersebut dari dalam tas. Sebuah smartphone dengan warna putih pada bagian muka dan semu kecoklatan di bagian belakang. Empat aksara yang terdiri dari dua huruf berulang tertera di sana. OPPO.

"Tidak ada rahasia apa-apa kok," jawabnya spontan. "Saya mengambil foto selfie itu memakai smartphone ini. Tanpa diedit pakai aplikasi apapun langsung saya kirim ikut lomba. Hasil-hasil fotonya selama ini memang selalu bagus, tapi saya sendiri tidak menyangka bakal menang."

Terdengar suara orang ramai bergumam. Kini sorotan kamera beralih ke smartphone di tangan Mulan. Jurnalis-jurnalis di sana tahu, itu smartphone yang iklannya dibintangi seorang penyanyi muda berbakat yang tengah naik daun bersama pembalap muda yang baru saja menembus F1. Dua talenta terbaik di bidang masing-masing.


"Itu OPPO Cameraphone yang iklannya dibintangi Isyana Sarasvati dan Rio Haryanto ya, Mbak?" wartawan-wartawan tersebut kompak bertanya.

Mulan mengangguk sembari tersenyum. "Bagi saya, ini smartphone selfie terbaik," ia merasa perlu memberi tambahan dengan kalimat pendek itu.

"Harganya berapa, Mbak?"

Mulan tak percaya mendengar pertanyaan tersebut. Ah, mungkin jurnalis-jurnalis itu hanya ingin mengetesnya, atau benar-benar ingin tahu karena tertarik dengan smartphone yang telah mengantarnya menjuarai Lomba Selfie Nasional. Entahlah.

"Saya tak bisa menyebut nominal, teman-teman bisa mencari informasinya sendiri. Yang jelas saya membeli smartphone ini di Blibli.com. Teman-teman bisa mengecek harga smartphone OPPO F1 ini di sana," jawabnya berusaha diplomatis.

Di saat bersamaan seorang panitia memberinya aba-aba untuk segera masuk ruangan. Mulan meminta maaf pada wartawan yang terlihat masih ingin bertanya banyak, kemudian mengikuti panitia tadi. Papa-Mama berjalan beriringan di belakangnya.

Ballroom rupanya sudah penuh oleh tamu-tamu undangan dan sponsor. Di atas panggung satu kelompok band tengah menyanyikan lagu terbarunya. Mulan dituntun ke deretan kursi paling depan, di jejeran tamu VIP. Tamu-tamu undangan di sana berdiri menyambut kedatangannya. Mulan tersipu.

Di panggung, performa band baru saja selesai. Mereka menjura sebagai ekspresi hormat pada penonton. Setelah itu sepasang MC menuju ke tengah dan memegang mik. Hadirin tenang.

"Selamat datang di malam anugerah Lomba Selfie Nasional 2016. Bersama kita telah hadir seluruh pemenang lomba beserta keluarga masing-masing. Sebentar lagi akan kita saksikan satu demi satu pemenang naik ke panggung untuk mendapatkan penghargaan serta hadiah dari sponsor," ujar MC wanita bersemangat.

Hadirin bertepuk tangan. Dari belakang terdengar suara suitan meningkahi. Mulan memandang berkeliling. Membayangkan reaksi seperti apa yang diberikan penonton saat namanya disebut.

"Juara ketiga diraih oleh Abdul Qadir dari Papua..." MC pria berseru menyebut nama pemenang ketiga.

Penonton kembali bertepuk tangan riuh. Dari deretan VIP berdiri seorang pemuda, usia belasan tahun, memakai kemeja kotak-kotak dipadu celana jins kelabu. Rambutnya keriting. Bergegas ia naik ke panggung. Kedua MC menyalaminya lalu seseorang berpenampilan perlente mendekat, ikut menyalami. Sebuah piala dan bingkisan besar diberikan pada pemuda tersebut.

"Juara kedua dimenangkan oleh Maya Setiawati dari Malang..." kali ini giliran MC wanita menyebut nama pemenang kedua.

Seperti sudah dilatih, penonton menyambut dengan tepuk tangan. Seorang wanita muda berambut lurus sebahu, berpenampilan menarik dengan setelan krem berdiri dan melangkah ke panggung. Urut-urutan kejadiannya sama seperti tadi.

Mulan memperhatikan dengan saksama dari tempat duduknya. Entah mengapa jantungnya semakin berdetak kencang. Sebentar lagi dirinya yang akan naik ke panggung itu, jadi sorotan entah berapa puluh ribu pasang mata yang ada di dalam gedung ini. Jadi bahan berita puluhan jurnalis yang kini sudah menyemut tak jauh dari bibir panggung.

Setelah pemenang kedua dipersilakan meninggalkan panggung, kedua MC kembali mengambil posisi.

"Hadirin yang kami hormati, sebentar lagi kita akan memanggil pemenang pertama Lomba Selfie Nasional 2016," ujar MC wanita. "Namun sebelum itu kami ingatkan kembali bahwa ajang ini merupakan seleksi tingkat nasional. Juara I Lomba Selfie Nasional akan dikirim mengikuti World Selfie Contest yang menurut rencana diselenggarakan di Paris bulan depan."

Deg! Jantung Mulan seakan copot.


Casing OPPO F1 bermotif Menara Eiffel, Paris. FOTO: AliExpress.com

"Serius?" desisnya sembari berpaling pada Mama. Wajahnya kebingungan. "Aku akan dikirim ke Paris dan ikut lomba selfie tingkat dunia?"

Mama dan Papa tersenyum lebar. Bulan depan adalah bulan kelahiran Mulan, dan gadis tersebut sangat menyukai Zlatan Ibrahimovic yang memperkuat Paris Saint-Germain. Sungguh sebuah kebetulan yang tak disangka-sangka.

"Baiklah. Mari kita panggil juara pertama Lomba Selfie Nasional 2016, Mulan Hapsari dari Jakarta..." Kali ini kedua MC kompak bersuara, diikuti gemuruh tepuk tangan seluruh penonton.

Mulan masih terpana. Kalau saja Mama tak menepuk bahunya, tentulah ia masih diam tak bergerak. Buru-buru ia berdiri, melangkahkan kaki cepat-cepat ke arah panggung. Sampai di depan panggung Mulan tampak ragu-ragu melangkah. Ada tangga, dan ia mengenakan rok selutut yang sempit. Tak mungkin ia angkat roknya ke atas hanya agar dapat meniti tangga lebih leluasa. Pahanya akan jadi objek foto.

Saat Mulan tengah menimbang-nimbang, MC pria menghampiri bibir panggung lalu turun ke arahnya. Mengulurkan tangan. Mulan terpojok. Mau tak mau ia menyambut uluran tangan tersebut. Dan itu berarti ia harus naik tangga dengan rok sempitnya. Satu, dua, tiga, empat, lima anak tangga berhasil dilaluinya meski sembari terhuyung-huyung. Tinggal satu anak tangga lagi dan ia sudah di atas panggung.

Tapi hal yang tak diduga-duga terjadi. Begitu sampai di atas panggung, MC pria tersebut melepaskan tangannya dari tangan Mulan. Bergegas bergabung kembali ke rekannya di belakang standing mic. Mulan yang masih terhuyung-huyung kaget, kakinya tidak menapak lantai panggung dengan sempurna. Begitu ia melangkah, GEDUBRAKKK!

Penonton terperangah. Kompak berseru kaget.

*****

"AAAAAAA!!!!!" Mulan menjerit sejadi-jadinya. Tubuhnya bergulingan di lantai, baru berhenti setelah kepalanya membentur kaki kursi.

Sambil meringis memegangi kepalanya, gadis manis ini berusaha mendudukkan diri. Memandang sekeliling. Dari pintu tampak Mama menyerbu masuk dengan wajah cemas, masih mengenakan baju tidur. Lalu diikuti Papa.

"Ada apa?"" tanya Mama khawatir.

Mulan menggeleng. Ia berusaha mengingat-ingat apa yang baru saja dialaminya.

"Mimpi buruk lagi?" desak Mama. Papa berlutut di sebelahnya.

Mulan hanya tersenyum kecut. Perlahan ia mulai ingat urut-urutan kejadiannya.

"Ya sudah, cepetan mandi terus salat Subuh. Sudah jam lima lewat ini," kata Mama lagi sembari mengusap-usap rambut Mulan.

Begitu Mama dan Papa menghilang di balik pintu, Mulan meraih smartphone OPPO F1 miliknya yang terselip di bawah bantal. Aplikasi WhatsApp dibukanya, lalu mencari nama Maya, sahabat karibnya.

"May, loe tahu nggak barusan gue mimpi apa?" ketik Mulan. "Gila! Gara-gara kita hampir tiap hari latihan dance pake lagu Ratu Sejagat, terus kemarin loe ngasih tahu ada lomba selfie, gue tadi mimpi menang lomba tauk. Tapi terus jatuh di panggung!" Emotikon tertawa lebar.

Dari arah belakang rumah terdengar suara kokok ayam jago. Ayam peliharaan Papa.

Catatan: Kisah ini terinspirasi dari lagu Ratu Sejagat ciptaan Dani Mamesah yang pertama kali dipopulerkan oleh Vonny Sumlang, lalu di-recycle oleh Ratu dan Cherrybelle. Kesamaan nama hanyalah kebetulan belaka. Jangan tersinggung ya...



Posting ini diikut-sertakan pada Blibli.com Creative Writing Competition with OPPO F1. Baca disclaimer lengkap blog ini pada laman berikut.


"MA, ayo cepat kita berangkat!" Mulan berseru pada Mama yang masih sibuk merapikan riasan wajahnya di muka cermin.

Mama tak menjawab. Hanya sesungging senyum tipis terlihat di wajahnya yang tampak mulai keriput. Perlahan Mama menggelengkan kepala melihat tingkah Mulan yang sangat gugup jelang pergantian malam hari itu.

"Acaranya dimulai jam delapan tepat, Mama. Sebelum itu aku harus di-briefing dulu sama panitia, terus make-up lagi. Ini sudah jam setengah tujuh dan kita masih di rumah," kata Mulan lagi, setengah mengeluh.

"Iya, Sayang..." Mama menjawab sekenanya, lalu beranjak dari meja rias.

Mulan tak sabar menggamit lengan mamanya, mengajaknya turun ke lantai bawah di mana Papa sudah menunggu. Rapi dengan setelan jas dan rambut klimis disisir rapi ala mafia Hong Kong.

"Berangkat kita?" Sambut Papa sembari tersenyum lebar.

Mulan dan Mama merasa tak perlu menjawab. Bertiga mereka melangkah ke luar. Sebuah sedan hitam telah disiapkan di halaman oleh Pak Dhani, sopir pribadi Papa. Pria paruh baya itu membukakan pintu-pintu mobil dan mempersilahkan tuan-puannya masuk ke dalam. Sejurus kemudian mobil melaju membelah keramaian jalanan.

Tujuan perjalanan malam itu adalah gedung Jakarta Convention Center di Jl. Gatot Subroto, kawasan olahraga Gelora Bung Karno. Mulan akan menerima penghargaan sebagai juara Lomba Selfie Nasional 2016 di sana. Dalam email yang diterimanya dari panitia, Mulan mendapat bocoran bahwa acara malam itu diliput oleh puluhan jurnalis dari media-media nasional terkemuka ditambah koresponden media asing.

Perjalanan itu dilalui dalam keheningan. Masing-masing penumpang tak bersuara sepatah katapun sepanjang jalan, larut dalam pikirannya sendiri-sendiri.

Pak Dhani memperlambat laju mobil begitu memasuki halaman JCC. Seorang pemuda dengan name tag bertuliskan "PANITIA" menghampiri. Setelah mengetahui mobil berisi rombongan juara, pemuda tersebut menunjuk ke sebuah lajur khusus yang dibuat dari pembatas. Rupanya lajur itu langsung menuju ke pintu masuk gedung.

Halaman JCC sudah penuh. Pak Dhani menjalankan kendaraannya perlahan melewati jejeran mobil aneka jenis dan merek. Mendekati pintu masuk, segerombol orang dengan kamera besar-besar berusaha mendekat. Beberapa di antaranya mengetuk jendela mobil, ingin mengabadikan kedatangan sang juara yang menjadi bintang malam itu.

Mulan tiba-tiba saja merasa gelisah. Ia tak menyangka akan mendapat sambutan seperti ini. Ia bukan artis, hanya seorang mahasiswi tingkat pertama di sebuah kampus tak ternama. Akankah jalan hidupnya berubah malam ini? Hanya gara-gara sebuah foto selfie?

Mama yang melihat gelagat itu tanggap memegang tangan Mulan sembari memberi senyum penuh kedamaian. Seluruh isyarat itu ditangkap Mulan sebagai pengganti ucapan, "It's ok, Honey. Everything will be alright."

Mobil berhenti tepat di depan pintu masuk. Sebuah karpet merah terhampar dari tempat Pak Dhani menghentikan mobil sampai ke dalam ruang tempat acara berlangsung. Lagi-lagi Mulan dibuat tercekat. Semeriah inikah sambutan untuk seorang juara lomba selfie nasional yang bukan siapa-siapa? Ragu-ragu ia membuka pintu mobil, lalu turun.

Baru saja kakinya menjejak karpet merah, segerombolan jurnalis mengerubuti. Ramai-ramai fotografer mengambil fotonya, sedangkan kameramen kompak menyalakan kamera panggul di bahu mereka. Lalu berpuluh-puluh digital voice recorder bercampur microphone disodorkan ke hadapannya.

Sekilas Mulan melirik beberapa logo yang terdapat pada mik di hadapannya. Napasnya tertahan. Seluruh televisi nasional yang ia tahu ada di sana!

"Mbak Mulan, bagaimana kesannya setelah terpilih sebagai juara pertama?" seorang jurnalis perempuan melontarkan pertanyaan.

Mulan berusaha menenangkan diri. Tersenyum. "Saya sangat terkejut sewaktu pertama kali mendapat pemberitahuan dari panitia. Sampai saat ini pun rasanya seperti mimpi." Itu jawaban pertama yang terpikir di kepalanya.

"Boleh tahu rahasianya apa, Mbak, sampai bisa menyingkirkan ratusan ribu peserta dari seluruh Indonesia dan keluar sebagai pemenang?" tanya jurnalis lain di sisi kanan, berhijab dan berkacamata.

Sembari membalikkan badan ke arah si penanya, Mulan berusaha memikirkan jawaban terbaik. Tapi apa? Tiba-tiba saja ia teringat smartphone yang dipakai berfoto selfie. Smartphone yang dijuluki Selfie Expert oleh teman-temannya, sebab dengan kamera smartphone tersebut foto-foto selfie Mulan selalu terlihat sempurna. Sekalipun tidak diedit.

Dikeluarkannya benda tersebut dari dalam tas. Sebuah smartphone dengan warna putih pada bagian muka dan semu kecoklatan di bagian belakang. Empat aksara yang terdiri dari dua huruf berulang tertera di sana. OPPO.

"Tidak ada rahasia apa-apa kok," jawabnya spontan. "Saya mengambil foto selfie itu memakai smartphone ini. Tanpa diedit pakai aplikasi apapun langsung saya kirim ikut lomba. Hasil-hasil fotonya selama ini memang selalu bagus, tapi saya sendiri tidak menyangka bakal menang."

Terdengar suara orang ramai bergumam. Kini sorotan kamera beralih ke smartphone di tangan Mulan. Jurnalis-jurnalis di sana tahu, itu smartphone yang iklannya dibintangi seorang penyanyi muda berbakat yang tengah naik daun bersama pembalap muda yang baru saja menembus F1. Dua talenta terbaik di bidang masing-masing.


"Itu OPPO Cameraphone yang iklannya dibintangi Isyana Sarasvati dan Rio Haryanto ya, Mbak?" wartawan-wartawan tersebut kompak bertanya.

Mulan mengangguk sembari tersenyum. "Bagi saya, ini smartphone selfie terbaik," ia merasa perlu memberi tambahan dengan kalimat pendek itu.

"Harganya berapa, Mbak?"

Mulan tak percaya mendengar pertanyaan tersebut. Ah, mungkin jurnalis-jurnalis itu hanya ingin mengetesnya, atau benar-benar ingin tahu karena tertarik dengan smartphone yang telah mengantarnya menjuarai Lomba Selfie Nasional. Entahlah.

"Saya tak bisa menyebut nominal, teman-teman bisa mencari informasinya sendiri. Yang jelas saya membeli smartphone ini di Blibli.com. Teman-teman bisa mengecek harga smartphone OPPO F1 ini di sana," jawabnya berusaha diplomatis.

Di saat bersamaan seorang panitia memberinya aba-aba untuk segera masuk ruangan. Mulan meminta maaf pada wartawan yang terlihat masih ingin bertanya banyak, kemudian mengikuti panitia tadi. Papa-Mama berjalan beriringan di belakangnya.

Ballroom rupanya sudah penuh oleh tamu-tamu undangan dan sponsor. Di atas panggung satu kelompok band tengah menyanyikan lagu terbarunya. Mulan dituntun ke deretan kursi paling depan, di jejeran tamu VIP. Tamu-tamu undangan di sana berdiri menyambut kedatangannya. Mulan tersipu.

Di panggung, performa band baru saja selesai. Mereka menjura sebagai ekspresi hormat pada penonton. Setelah itu sepasang MC menuju ke tengah dan memegang mik. Hadirin tenang.

"Selamat datang di malam anugerah Lomba Selfie Nasional 2016. Bersama kita telah hadir seluruh pemenang lomba beserta keluarga masing-masing. Sebentar lagi akan kita saksikan satu demi satu pemenang naik ke panggung untuk mendapatkan penghargaan serta hadiah dari sponsor," ujar MC wanita bersemangat.

Hadirin bertepuk tangan. Dari belakang terdengar suara suitan meningkahi. Mulan memandang berkeliling. Membayangkan reaksi seperti apa yang diberikan penonton saat namanya disebut.

"Juara ketiga diraih oleh Abdul Qadir dari Papua..." MC pria berseru menyebut nama pemenang ketiga.

Penonton kembali bertepuk tangan riuh. Dari deretan VIP berdiri seorang pemuda, usia belasan tahun, memakai kemeja kotak-kotak dipadu celana jins kelabu. Rambutnya keriting. Bergegas ia naik ke panggung. Kedua MC menyalaminya lalu seseorang berpenampilan perlente mendekat, ikut menyalami. Sebuah piala dan bingkisan besar diberikan pada pemuda tersebut.

"Juara kedua dimenangkan oleh Maya Setiawati dari Malang..." kali ini giliran MC wanita menyebut nama pemenang kedua.

Seperti sudah dilatih, penonton menyambut dengan tepuk tangan. Seorang wanita muda berambut lurus sebahu, berpenampilan menarik dengan setelan krem berdiri dan melangkah ke panggung. Urut-urutan kejadiannya sama seperti tadi.

Mulan memperhatikan dengan saksama dari tempat duduknya. Entah mengapa jantungnya semakin berdetak kencang. Sebentar lagi dirinya yang akan naik ke panggung itu, jadi sorotan entah berapa puluh ribu pasang mata yang ada di dalam gedung ini. Jadi bahan berita puluhan jurnalis yang kini sudah menyemut tak jauh dari bibir panggung.

Setelah pemenang kedua dipersilakan meninggalkan panggung, kedua MC kembali mengambil posisi.

"Hadirin yang kami hormati, sebentar lagi kita akan memanggil pemenang pertama Lomba Selfie Nasional 2016," ujar MC wanita. "Namun sebelum itu kami ingatkan kembali bahwa ajang ini merupakan seleksi tingkat nasional. Juara I Lomba Selfie Nasional akan dikirim mengikuti World Selfie Contest yang menurut rencana diselenggarakan di Paris bulan depan."

Deg! Jantung Mulan seakan copot.


Casing OPPO F1 bermotif Menara Eiffel, Paris. FOTO: AliExpress.com

"Serius?" desisnya sembari berpaling pada Mama. Wajahnya kebingungan. "Aku akan dikirim ke Paris dan ikut lomba selfie tingkat dunia?"

Mama dan Papa tersenyum lebar. Bulan depan adalah bulan kelahiran Mulan, dan gadis tersebut sangat menyukai Zlatan Ibrahimovic yang memperkuat Paris Saint-Germain. Sungguh sebuah kebetulan yang tak disangka-sangka.

"Baiklah. Mari kita panggil juara pertama Lomba Selfie Nasional 2016, Mulan Hapsari dari Jakarta..." Kali ini kedua MC kompak bersuara, diikuti gemuruh tepuk tangan seluruh penonton.

Mulan masih terpana. Kalau saja Mama tak menepuk bahunya, tentulah ia masih diam tak bergerak. Buru-buru ia berdiri, melangkahkan kaki cepat-cepat ke arah panggung. Sampai di depan panggung Mulan tampak ragu-ragu melangkah. Ada tangga, dan ia mengenakan rok selutut yang sempit. Tak mungkin ia angkat roknya ke atas hanya agar dapat meniti tangga lebih leluasa. Pahanya akan jadi objek foto.

Saat Mulan tengah menimbang-nimbang, MC pria menghampiri bibir panggung lalu turun ke arahnya. Mengulurkan tangan. Mulan terpojok. Mau tak mau ia menyambut uluran tangan tersebut. Dan itu berarti ia harus naik tangga dengan rok sempitnya. Satu, dua, tiga, empat, lima anak tangga berhasil dilaluinya meski sembari terhuyung-huyung. Tinggal satu anak tangga lagi dan ia sudah di atas panggung.

Tapi hal yang tak diduga-duga terjadi. Begitu sampai di atas panggung, MC pria tersebut melepaskan tangannya dari tangan Mulan. Bergegas bergabung kembali ke rekannya di belakang standing mic. Mulan yang masih terhuyung-huyung kaget, kakinya tidak menapak lantai panggung dengan sempurna. Begitu ia melangkah, GEDUBRAKKK!

Penonton terperangah. Kompak berseru kaget.

*****

"AAAAAAA!!!!!" Mulan menjerit sejadi-jadinya. Tubuhnya bergulingan di lantai, baru berhenti setelah kepalanya membentur kaki kursi.

Sambil meringis memegangi kepalanya, gadis manis ini berusaha mendudukkan diri. Memandang sekeliling. Dari pintu tampak Mama menyerbu masuk dengan wajah cemas, masih mengenakan baju tidur. Lalu diikuti Papa.

"Ada apa?"" tanya Mama khawatir.

Mulan menggeleng. Ia berusaha mengingat-ingat apa yang baru saja dialaminya.

"Mimpi buruk lagi?" desak Mama. Papa berlutut di sebelahnya.

Mulan hanya tersenyum kecut. Perlahan ia mulai ingat urut-urutan kejadiannya.

"Ya sudah, cepetan mandi terus salat Subuh. Sudah jam lima lewat ini," kata Mama lagi sembari mengusap-usap rambut Mulan.

Begitu Mama dan Papa menghilang di balik pintu, Mulan meraih smartphone OPPO F1 miliknya yang terselip di bawah bantal. Aplikasi WhatsApp dibukanya, lalu mencari nama Maya, sahabat karibnya.

"May, loe tahu nggak barusan gue mimpi apa?" ketik Mulan. "Gila! Gara-gara kita hampir tiap hari latihan dance pake lagu Ratu Sejagat, terus kemarin loe ngasih tahu ada lomba selfie, gue tadi mimpi menang lomba tauk. Tapi terus jatuh di panggung!" Emotikon tertawa lebar.

Dari arah belakang rumah terdengar suara kokok ayam jago. Ayam peliharaan Papa.

Catatan: Kisah ini terinspirasi dari lagu Ratu Sejagat ciptaan Dani Mamesah yang pertama kali dipopulerkan oleh Vonny Sumlang, lalu di-recycle oleh Ratu dan Cherrybelle. Kesamaan nama hanyalah kebetulan belaka. Jangan tersinggung ya...



Posting ini diikut-sertakan pada Blibli.com Creative Writing Competition with OPPO F1. Baca disclaimer lengkap blog ini pada laman berikut.