Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Selasa, 15 Desember 2009

BERTEPATAN dengan pemberian hadiah Nobel Perdamaian bagi Presiden AS Barack Obama, Kamis, 10 Oktober lalu, sekelompok orang di bawah bendera Yayasan Friends of Obama meresmikan patung Barack Obama kecil di Taman Menteng, Jakarta Pusat. Terang saja pendirian patung Obama kecil di Taman Menteng yang notabene merupakan ruang publik ini menuai protes banyak kalangan.


Patung Obama kecil.
Sejarahwan top Anhar Gonggong merupakan salah seorang yang merasa keberatan dengan keberadaan patung yang diberi nama Barry Dreams Statue itu. Menurut Anhar, meskipun Obama pernah sekolah di Menteng bukan berarti ia sudah pantas dibuatkan patung dan didewakan. Pendapat senada disampaikan Heru Nugroho, inisiator grup "Turunkan Patung Barack Obama di Taman Menteng" di Facebook. Menurutnya, pendirian patung Barack Obama kecil tersebut telah melecehkan kedaulatan Indonesia sebagai sebuah negara dan bangsa. Komunitas Historia Indonesia malah lebih pedas lagi. Asep Kambali, ketua komunitas ini, malah mengatakan kalau pembuatan patung tersebut adalah sebuah upaya mencari muka ke Amerika Serikat.

Bagaimana pendapat Yayasan Friends of Obama? Penggagas pembuatan patung Obama kecil di Taman Menteng ini meminta masyarakat mengambil sisi positif dari pendirian patung tersebut. Ron Muller, ketua yayasan ini, mementahkan pendapat publik yang mengatakan Obama belum pantas dibuatkan patung karena belum memberi jasa pada Indonesia. Menurut Ron, sejak jadi Presiden AS Obama ikut mengharumkan nama Indonesia dengan mengatakan kalau dirinya pernah sekolah di Indonesia, suka nasi goreng dan juga pete.

Seru juga ternyata. Tapi pertanyaan pokoknya adalah, kalau misalnya Obama menjadi presiden di negara yang tidak sekuat Amerika Serikat apakah Yayasan Friends of Obama juga akan membuatkan patungnya? Katakanlah Obama menjadi Presiden Togo, Presiden Maladewa, atau Presiden Kosovo, akankah ada Yayasan Friends of Obama yang kemudian mendirikan patungnya di Taman Menteng? Saya rasa kok tidak. Jadi ada benarnya juga pendapat Asep Kambali di atas.

Obama memang pernah tinggal selama 4 tahun di Indonesia. Dia menghabiskan masa kecilnya sebagai anak Indonesia, dan disebut-sebut juga sering bermain di sekitar tempat yang sekarang menjadi Taman Menteng. Tapi apakah hanya karena "pernah" tinggal saja kemudian seseorang diistimewakan begitu rupa? Terlebih Taman Menteng adalah ruang publik. Lain ceritanya kalau patung tersebut diletakkan di depan Kedubes AS atau di rumah yang dulu pernah ditinggali keluarga Obama.

Ruang publik seperti Taman Menteng memang juga tidak dilarang untuk dipasangi patung. Tapi persoalannya, siapa Barack Obama? Dia bukan bagian dari bangsa Indonesia, dan hanya kebetulan saja pernah tinggal di Indonesia. Nyatanya ia kemudian dikirim kembali ke Hawaii oleh ibunya dan kembali hidup sebagai seorang Amerika. Kalau Ron Muller bilang Obama membuat harum nama Indonesia, ada banyak orang Indonesia yang jasanya jauh lebih besar dari Obama dalam hal mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional. Sebut saja Jennie S. Bev, penulis kondang asal Indonesia yang berhasil menaklukkan kerasnya persaingan di Amerika Serikat. Kenapa Jennie S. Bev tidak dibuatkan patung?

Atau kalau melihat jasanya terhadap Jakarta, setidaknya ada 2 sosok yang lebih pantas dibuatkan patungnya di Taman Menteng. Sosok pertama adalah Benyamin Sueb, seniman asli Betawi yang merupakan ikon warga asli Jakarta tersebut. Jasa Benyamin terhadap Jakarta dan juga Indonesia rasanya tidak usah ditanyakan lagi. Lalu sosok kedua adalah Ali Sadikin, gubernur legendaris DKI Jakarta yang sampai sekarang susah dicari tandingannya dalam hal memajukan Jakarta. Kenapa bukan patung mereka saja yang dibuat di Taman Menteng?

Memakai logika sederhana semacam ini, saya rasa wajar kalau ada sebagian masyarakat yang tidak terima dengan berdirinya patung Obama kecil di Taman Menteng. Dan entah kebetulan atau tidak, Ron Muller ternyata juga 'hanya' keturunan Indonesia. Ia bukan benar-benar orang Indonesia, ia juga bukan bagian dari bangsa Indonesia. Jadi wajar kalau ia tidak dapat merasakan betapa sakitnya perasaan bangsa Indonesia ketika ada patung Barack Obama yang notabene merupakan orang asing didirikan di tengah kota Jakarta, ibukota negara Republik Indonesia yang sampai saat ini masih berdaulat.


UPDATE: Patung Obama kecil sudah dipindah dari Taman Menteng ke SD Menteng tempat Obama kecil bersekolah dulu.


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

6 komentar:

  1. Obama tidak pantas dibuatkan patung. Hanya karena pernah bersekolah di Menteng bukan berarti Obama mengharumkan nama Indonesia. Kenapa tidak mematungkan tokoh Indonesia asli yang lebih besar jasanya bagi bangsa dan negara ini..???

    BalasHapus
  2. setuju ama mas david odang, cuma pernah sekolah bebrapa tahun aja udah dibangga2in gitu.

    BalasHapus
  3. Saya juga termasuk yg tidak setuju dengan pendirian patung tersebut, benar kata Mas Kambali bahwa Indo hanya mencari muka saja ke Amrik. Apa karena hanya mengatakan saya pernah makan nasi goreng di menteng lantas dibuatkan patung? hanya 4 tahun di Indonesia dibuatkan patung kehormatan?. Nggak lah!!!!!!!!!!!
    Jangan2 klo kemaren Miyabi jadi main film trus film itu laris di Jepang dan bisa GO international dibuatkan juga Patung MIYABI, edan!!!

    BalasHapus
  4. @ David Odang: Wah, ini beneran Bang David bukan ya? ^_^
    @ Bhogey: Padahal banyak yg lebih berjasa ya?
    @ Wong Jalur: brarti ceritanya mau dukung aksi pembongkaran patung Obama nih? :D

    BalasHapus
  5. sangat logis.. komentar om David sangat logis..
    ada sisi lain dari pemasangan patung Obama tersebut yaitu ingin "menjilat" Obama.

    Hal sekecil itu bisa menjadi muatan politis dalam satu negara loh...... impactnya besar :)

    Tapi kalau disuruh memilih saya netral saja selama itu tidak mengganggu ketenangan hidup masyarakat berbangsa dan bernegara :)

    BalasHapus
  6. @ aprillins: Masalahnya, itu beneran Om David apa bukan ya? ^_^

    BalasHapus