Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Rabu, 16 Desember 2009



LAGI asyik-asyiknya berselancar ria di dunia internet (maklum, sudah lamaaaaa sekali tidak bisa online), masuk telepon dari seorang bapak yang mengaku dari Magelang. Ternyata si Bapak hendak membeli sejumlah uang lama dari saya. Beliau mencari-cari informasi tentang uang lama dan masuk ke UangLama.com. ^_^

Si Bapak yang juga seorang pemilik art shop di kawasan Candi Mendut ini mengaku baru pemula di dunia nusmismatik. Tapi apa yang beliau cari menunjukkan kalau pengalamannya di dunia numismatik sudah cukup mumpuni. Apa yang dicari? Uang sembarang tahun sembarang nominal, tapi nomor serinya harus sesuai dengan tanggal lahirnya. Jadi, contohnya saya yang lahir 10 Desember 1982, maka nomor serinya XXX 101282 yang merupakan singkatan dari 10 Desember 1982.

Kelihatannya apa yang dicari si Bapak sepele, tapi ini sama sekali bukan pekerjaan mudah. Perjuangannya mencari uang dengan nomor seri seperti itu bakal menemui banyak halangan berat, dan yang jelas memakan waktu lama. Seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Bayangkan, uang pecahan Rp2.000 yang diluncurkan pertengahan tahun lalu saja entah ada berapa milyar lembar yang beredar. Bagaimana cara mencari selembar uang dengan nomor seri yang diinginkan diantara sekian banyak uang yang beredar itu? Sekalipun si Bapak mengatakan nominal dan tahunnya terserah, tetap saja ini pekerjaan berat.

Inilah uniknya dunia numismatik. Seninya terletak pada beratnya perjuangan mencari uang yang diinginkan. Entah berapa banyak waktu, tenaga, dan juga biaya yang dikeluarkan untuk berburu uang idaman. Namun semua itu setimpal dengan kepuasan yang dirasakan ketika uang tersebut didapat. Bahagianya bisa-bisa melebihi malam pertama. Hehehe...

Saya jadi ingat, entah sudah beberapa bulan lalu ada seorang calon pembeli yang memesan uang Sudirman pecahan Rp5.000 dan Rp1.000 dalam kondisi UNC. Calon pembeli ini berkali-kali menekankan hanya mau membeli yang dalam kondisi UNC alias paling baik. Saya sudah coba merayunya dengan uang aUNC, tapi tidak berhasil. Well, rupanya si calon pembeli ini sudah siap mental dan tahu persis kalau uang incarannya tidak akan bisa didapatkan dalam waktu dekat. Buktinya ia sabar dan tidak pernah mendesak-desak saya.

Dua orang yang saya ceritakan di atas hanyalah sedikit contoh dari sekian banyak keunikan yang saya temui sejak terjun ke dunia numismatik. Tepatnya setelah saya meluncurkan toko online uang lama Indonesia yang beralamat di http://www.uanglama.com. Dan saya merasa sangat menikmatinya. Sempat terlintas dalam benak untuk menjual UangLama.com karena saya ingin kembali fokus ngeblog. Tapi mengingat asyiknya pengalaman yang saya rasakan, niat itu sepertinya harus dihilangkan (kecuali ada yang mau menawar mahal nama domain strategis tersebut ^_^ ).

Bagaimana dengan Bung-bung sekalian? Apa yang paling Bung sukai sehingga rela melakukan apa saja demi mendapatkannya? Kalau tidak keberatan, silakan diceritakan di kolom komentar biar saya dan pembaca lain mengetahuinya.



Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

10 komentar:

  1. Wah , sangat memotivasi nih ,
    Bapak Eko .

    BalasHapus
  2. @ secangkir teh: Hehehe, iya nih...
    @ TJIANG: Terima kasih sekali, Pak. Jangan panggil saya Bapak, panggil saja Bung Eko. ^_^

    BalasHapus
  3. Ini blog baru mas eko nurhuda ya? :D

    BalasHapus
  4. @ Taktiku: Hehehe, kira-kira begitulah. :D
    @ The Fachia: Siapa yang unik dan klasik? Saya maksudnya? :p

    BalasHapus
  5. benar2 dunia yang unik ,,, sungguh menarik..
    kalo sudah suka, sepertinya siapapun akan berusaha dengan keras tuk memenuhi apa yang disukainya tersebut..

    Salam Hangat Selalu

    BalasHapus
  6. @ Abula: Bener banget! Itulah kekuatan dari hobi yang terkadang bisa mengalahkan logika. ^_^

    BalasHapus
  7. membuat saya semakin termotivasi dan semangat untuk terus exixt di dunia bloging yang baru banget di dunia bloging. saya juga dah beli buku bung eko 7 langkah mudah mencari uang lewat blog. buku ini sangat membantu sekali.saya ingin banyak belajar dari bung eko. good luck forever bung eko fiddunya wal akhirot. amiin.

    BalasHapus
  8. punya koleksi uang jadul Rp.100 (PL)yang Prefiksnya XXX bung?

    BalasHapus