
Uang lama koleksi Pak Wisnu Klithikan.Inisiator acara, Panji Kumala, mengatakan, tujuan mengadakan bazar ini adalah untuk membangun suasana kekeluargaan antar penggemar numismatik di Jogja. Selama ini komunitas numismatik Jogja memang belum mempunyai wadah sendiri, sehingga masing-masing kolektor uang lama terkesan berjalan sendiri-sendiri tanpa mengenal satu sama lain. Dengan adanya bazar ini diharapkan akan timbul suasana guyub yang pada akhirnya akan memajukan dunia numismatik di Jogja.
"Sebenarnya banyak orang yang suka mengumpulkan uang lama, namun jarang ada wadah untuk saling ketemu. Lalu ada juga yang memiliki koleksi tapi tidak tahu kalau mau jual harus ke mana. Yang paling lucu kita tahu nama-nama sesama teman numismatik, tapi tidak tahu wajahnya bagaimana? Waktu ketemu, eh, ternyata kamu toh," demikian uraian Panji Kumala mengenai alasannya mengadakan acara ini.
Alasan lainnya, uang adalah saksi sejarah perjalanan bangsa. Karena itu, uang lama penting untuk mempelajari sejarah perkembangan negara & perekonomian kita di masa lalu. Kita juga bisa tahu kebudayaan atau kehidupan masyarakat pada masa tertentu salah satunya melalui mata uang atau media barter yang digunakan pada masa itu.
"Jogja memegang peranan penting dalam dunia numismatik nasional. Selain banyak kolektor senior yang berasal dari Jogja, sejarah panjang Jogja sebagai eks ibukota Republik Indonesia dan juga salah satu pusat pemerintahan kolonial Hindia Belanda di Jawa menjadikan daerah ini kaya akan koleksi benda antik termasuk uang lama. Banyak uang lama yang sulit dicari di daerah lain tapi ternyata banyak ditemukan di Jogja. Anehnya, dibandingkan kota-kota lain seperti Bandung, Jakarta, dan Surabaya, aktivitas numismatik di Jogja malah vakum. Para kolektornya juga seperti tidak saling kenal, tidak kompak. Semoga dengan bazar ini terjadi perubahan," tambah Eko Nurhuda, pemilik toko online UangLama.com yang dipercaya sebagai humas acara.
Tidak hanya menjadi ajang kumpul-kumpul kolektor dan pedagang uang lama, bazar ini adalah juga sarana berbagi ilmu, baik antarsesama kolektor/pedagang maupun masyarakat awam. Bazar ini dapat mengenalkan kepada masyarakat bahwa uang lama juga bisa digunakan sebagai sarana belajar sejarah & investasi masa depan.
"Kami mau memunculkan kolektor-kolektor baru yang mengerti bahwa uang lama ini bisa sebagai media mempelajari sejarah bangsa & juga sarana berinvestasi. Di sini juga ada suasana kekeluargaan untuk saling belajar & membagikan ilmu," kata Panji lagi.
Yang tidak kalah menarik, bila diseriusi acara ini dapat dijadikan sebagai event wisata bagi wisatawan yang mengunjungi Jogja, baik wisatawan lokal maupun tamu-tamu dari mancanegara. Oleh karena itu Panji berharap acara ini bisa menjadi agenda rutin. Dukungan dari semua masyarakat Jogja, termasuk dukungan publikasi dari rekan-rekan media akan sangat membantu mewujudkan harapan tersebut.
"Apalagi kalau ada sponsor yang mau support," tambah Panji setengah berharap.
Bazar diadakan pada tanggal 15 - 18 Januari 2010, dari pukul 09.00 s/d 21.00 WIB. Selain teman-teman dari Asosiasi Numismatik Jogja yang digawangi Panji Kumala, Bapak Wisnu (pemilik lapak uang lama Maju Mapan), Bapak Eko Nurhuda (UangLama.com), serta kolektor kawakan yang terkenal sebagai rajanya koin lama Bapak Sugiarto, sejumlah pedagang/kolektor yang turut berpartisipasi dalam bazar ini. Antara lain Bapak Hariono (Suroboyo Stamp, Surabaya), Bapak Sayuti (Sayuti Collection, Surabaya), Bapak Icuk (kolektor dari Klaten), serta kolektor-kolektor lain dari Jogja dan sekitarnya.
Tempatnya di Pasar Klithikan Jogja, Jl. Hos Cokroaminoto, Pakuncen, Wirobrajan, Yogyakarta.
Catatan: Ini adalah naskah press release Bazar Numismatik Jogja 2010 yang saya kirim ke koran-koran lokal dan nasional yang beredar di Jogja.
|
Tulisan berjudul Bazar Numismatik Yogyakarta 2010 ini dilindungi lisensi Creative Commons. Anda bebas menyalin, mendistribusi, dan atau mentransmisi sebagian atau seluruh isi artikel untuk tujuan nonkomersil, serta dengan menyebutkan sumber artikel. Terima kasih. |



Baru ada 7 komentar. Tambahin lagi dong...
Klik di sini untuk langsung ke formulir komentar.Sepertinya asyik ya....tapi gimana ya? La wong saya ini ngumpulin uang baru saja masih sulit. Apalagi yg lama. Btw...moga2 sukses acaranya mas.
Link anda sudah tak pasang
jadi pengen dateng ke bazar!
wekeekkekeek!
@ Blogger Terpanas: Hahahaha, bisa Bung ini. Btw, link-nya saya buatkan halaman khusus ya.
@ trendy: Ayo, datang! Mumpung baru haru ke-2 nih. Masih ada 2 hari lagi.
Saya dulu juga pernah hobby koleksi uang kertas lama, khususnya uang luar negeri
Tapi, dapetnya dari beli di toko alat2 tulis. Hahaha...
Sayang saya nggak tahu infonya dari kemaren. Jadinya nggak maen ke pasar klitikhan...
saya mau menawarkan 6 koin lama yang berminat hub 081278085616
sy punya koin seribuan gambar kelapa sawit. Bisa laku brapa ya? Hub. 083875301044
Poskan Komentar
Terima kasih telah mengunjungi bungeko.com. Semoga apa yang saya tulis di blog ini bermanfaat bagi Bung Pembaca. Silakan tinggalkan komentar untuk menanggapi, mengoreksi, atau bahkan mencaci isi posting ini. Tapi mohon dicatat, no SARA, no SARU. Salam.
NB: Saya sedang memikirkan untuk membuka kembali kontes komentator terbanyak, atau kontes lain yang berhubungan dengan komentar pembaca.