uanglama.com
Bakso Putri Miad, Pemalang

Bakso Putri Miad

Bakso tanpa pentol, kami satu-satunya di Indonesia.
www.baksoputrimiad.com

Wedang Uwuh Imogiri

Wedang Uwuh Imogiri

Minuman tradisional khas Imogiri. Berkhasiat tinggi.
www.wedanguwuh.com

Grombyang Pemalang

Grombyang Pemalang

Makanan khas Pemalang. Segar, nikmat, mantap!
www.grombyang.com




Sabtu, 23 Januari 2010

Belum 100 Hari SBY Habiskan Rp300 M Lebih

Oleh: Eko Nurhuda - Bung Eko dotcom

COBA bayangkan, komputer seperti apa yang bisa kita punya dengan dana sebesar Rp15 juta? Kalangan gamers sejati yang biasa menggunakan komputer dengan spek gila-gilaan rasanya wajar iri pada anggota DPR RI yang diberi komputer semewah itu.

100 hari perjalanan pemerintahan SBY rasanya kok malah diisi dengan ajang pemborosan uang negara. Baik eksekutif maupun anggota legislatif saling berebut mendapat fasilitas terbaik, padahal hasil kerja mereka masih NOL besar. Dan pengadaan komputer Rp15 juta untuk anggota DPR tersebut menambah panjang daftar pemborosan uang negara yang dilakukan elit politik di eksekutif maupun legislatif.


Foto: http://matanews.com.
Coba mari kita ingat-ingat lagi. Setelah pengadaan mobil mewah seharga Rp1,3 miliar untuk para menteri KIB II dan pejabat lain yang setingkat, SBY kembali menggelontorkan uang banyak untuk membeli pesawat kepresidenan. Kemudian disusul dengan rencana renovasi pagar istana. Berapa dana yang dikeluarkan SBY? Untuk renovasi pagar istana saja sudah habis Rp22,6 miliar, belum lagi biaya pembelian pesawat.

Kalau dihitung-hitung, total uang yang harus dikeluarkan pemerintah untuk semua 'kebutuhan' tersebut sebesar Rp325,3 miliar. Rinciannya, untuk renovasi pagar istana Rp22,6 miliar, untuk membeli pesawat RI 1 sekitar Rp200 miliar, dan pengadaan mobil menteri sebesar Rp1,3 x 79 (pejabat yang diberi) = Rp102,7 miliar (versi lain menyebut totalnya hanya Rp71,1 miliar atau Rp63,9 miliar). Gila, bukan? Itu belum menghitung anggaran untuk komputer anggota dewan.

Dengan adanya fakta-fakta ini, SBY semakin menjauhkan dirinya dari pesan yang ia sampaikan sendiri ketika pertama kali maju sebagai capres di tahun 2004. Kala itu, dalam kampanye-kampanyenya SBY selalu menyerukan perlunya penghematan anggaran dan himbauan agar pejabat negara hidup dalam kesederhanaan. Nyatanya, justru SBY sendiri yang mempelopori pemborosan uang negara dengan membeli pesawat kepresidenan, membelikan menteri-menterinya mobil mewah, dan merenovasi pagar istana.

Tidak usah dipertanyakan lagi, tentu saja ke(tidak)bijakan ini mencederai rasa keadilan bagi masyarakat (yang ini niru omongan pengamat di tivi-tivi). Ketika seorang anak kos semakin susah membeli beras karena sekarang harganya jadi paling murah Rp6.000/kg (ini pengalaman pribadi), ketika ibu-ibu bingung mencari sekolah murah, ketika para sarjana kebingungan karena tak ada lapangan pekerjaan, eh, kok malah membuat kebijakan yang membuat rakyat susah. Please dong, ah.

Melihat fenomena ini, tak heran jika banyak aktivis geram pada SBY. Sudahlah kasus Bank Century tidak selesai-selesai, sudahlah lembaga penegak hukum 'sakit', ditambah lagi sikap pejabat pemerintahan yang tidak peka dengan kondisi sosial rakyatnya. Jadilah kegeraman itu memuncak menjadi rencana aksi besar-besaran di hari ke-100 pemerintahan SBY-Boediono. Disuruh mundur? Jangan, ah. Orang maju saja tidak bisa kok. :D

Cuma pendapat pribadi. Mohon maklum.



Creative Commons License

Tulisan berjudul Belum 100 Hari SBY Habiskan Rp300 M Lebih ini dilindungi lisensi Creative Commons. Anda bebas menyalin, mendistribusi, dan atau mentransmisi sebagian atau seluruh isi artikel untuk tujuan nonkomersil, serta dengan menyebutkan sumber artikel. Terima kasih.

Baru ada 19 komentar. Tambahin lagi dong...

Klik di sini untuk langsung ke formulir komentar.


Yuk, Main ke Jambi!

Anthony Harman berkata...

Hahaha... masih mending kalo speks kompinya memang beneran senilai 15 juta.

Gimana seandainya, spek yang didapet cuman 7 juta saja, sedangkan 8 jutanya merupakan mark up agar ada si pemenang tender pengadaan komputer ada dana untuk pelicin, komisi, dan bonus untuk pejabat yang kasih tender

wahyu berkata...

aku aja pusing mikirinnya. dana segede itu buat g jelas, dan (maaf)..di daerah2 masih banyak jalan yg belum dibangun, sekolah2 yang rusak, dan dari dulu udah minta dana tapi g pernah terkabul...

aduh gimana sih? mau marah g tau ama siapa..hmmm

jimmy berkata...

komputer 15 juta dapet spek apa aja ya? buat saya itu sudah bisa beli "komputer super" :( emang para pejabat bisa pake komputer super canggih ya? palingan pake buat main mini games dan ngetik doang.. mubazir..

Arief Rizky Ramadhan berkata...

aduuh aduuh... gimana sih ini rakyat tidak dipedulikan.. mending buka sebuah perusahaan yang bisa menampung pengangguran

sumber inspirasi berkata...

wahhh..mangstebb bener tu komputer 15 juta...LCD asli 17 inch..spek mantepp markotepp...saya mau di bagi satu lah..hehehe

Bung Eko berkata...

@ wahyu: bener sekali, Bro. Beberapa daerah malah memperbaiki jalan secara swadaya.
@ mubaroki: ketahuan banget cuma baca judul ini. :p
@ jimmy: Hehehe, saya percaya itu. Lha wong yg ngaku pakar IT aja buat blog gak bisa kok. :D
@ arief: setuju banget, Bro...
@ hryh77: =))
@ membaca pikiran: :))
@ rezky: :((
@ sumber inspirasi: Mau..? Pake 3. =))

olip berkata...

laa anggota DPR nya mau maen game ayodance de el el ... wkwkwkw

poseng kalo ngomongin uang negara

nurdianto berkata...

wah kalimat yg terakhir bagus,emang maju sama mundur gampang mana sh menurut mas eko?

Bung Eko berkata...

@ olip: Hehehe, kalo gitu gak usah dipikiin aja ya? :D
@ nurdianto: ehm, kayanya sih gampangan mundur. :D

Reza Winandar berkata...

Saya setuju banget, anggota DPR ga butuh komputer dengan spek gila-gilaan, kecuali kalo memang butuh, seperti menkominfo dan yang berhubungan dengan teknologi, kalo cuma sekedar anggota legislatif sih ga usah bangus-bagus, laptop 6 jutaan juga bagus kok. Orang cuma buat ngetik sama internetan doang ngapain mesti bagus-bagus?

puTri-cHan berkata...

waw itu yang dibicarakan duit, atau daun ya?
kalo dibelikan kerupuk aja gimana? hehehe dapat dua truk kali ya.
udah kaya, makin kaya. yang miskin makin miskin. kasihan. kapan ya indonesia maju dan bebas dari kemiskinan?
dari pada gitu buat pendidikan aja! sip, sip, sip. kalo mau maju pendidikan harus diutamakan.

Blogger Terpanas berkata...

Benar - benar nggak peka dengan suara "kesusahan" dari rakyat kecil macam aku. Padahal aku sudah teriak - teriak sampai suaraku serak. Lapar !!
Belum beli beras !!
Belum bayar sekolah anak !!
Tapi, di pikir - pikir kalau nggak begitu, kapan mereka bisa kembalikan modal kampanyenya dulu ?
Entahlah....

Bung Eko berkata...

@ onlinebusiness: Ya, begitulah...
@ reza: hehehe, mumpung gratisan mungkin.:D
@ putri: hus, jangan ngomongin pendidikan. Tar anggota dewan yg pake ijasah palsu tersinggung lho...
@ Blogger terpanas: itu dia, mereka kayanya meang pengen balikin modal kampanye dulu itu...

Apa Kabar, Bank Century?

Dapatkan Posting Terbaru Bung Eko dotcom langsung ke Mailbox Anda!
Caranya gampang. Cukup masukkan alamat email Anda ke kolom di bawah ini:

Powered by: FeedBurner

Poskan Komentar

Terima kasih telah mengunjungi bungeko.com. Semoga apa yang saya tulis di blog ini bermanfaat bagi Bung Pembaca. Silakan tinggalkan komentar untuk menanggapi, mengoreksi, atau bahkan mencaci isi posting ini. Tapi mohon dicatat, no SARA, no SARU. Salam.

NB: Saya sedang memikirkan untuk membuka kembali kontes komentator terbanyak, atau kontes lain yang berhubungan dengan komentar pembaca.


Selamat datang di bungeko.com, blog pribadi Eko Nurhuda. Semoga tulisan-tulisan di blog ini memberi manfaat positif bagi Anda. Saran atau kritik dari Anda akan diterima dengan senang hati.
Jangan Ngaku Blogger
Kalau Belum Baca Buku Ini!
Jangan Ngaku Blogger Kalau Nggak Bisa Nulis Buku!

Rp45.000,-

Klik di sini untuk membeli!

TUTUP [X]