Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Senin, 25 Januari 2010

Ini cerita lama. Tepatnya 9 tahun lalu, saat saya sedang magang sebagai guide di Candi Pramabanan.



Ketika itu saya masih menempuh pendidikan di Pendidikan Profesi Pariwisata milik Yayasan Pengembang UNY. Karena tertarik dengan dunia guide yang serius tapi santai, sayapun memilih mengisi waktu liburan semester dengan magang di Candi Prambanan.

Selain magang saya juga nyambi berjualan tiket pertunjukan Sendratari Ramayana yang panggungnya terletak persis di sebelah barat Candi Prambanan. Lumayan, setiap tiket dapat diskon 10%. Belum lagi kalau menghitung selisih biaya transport yang dipakai mengangkut klien dari hotelnya di Jogja menuju ke pertunjukan. Dalam semalam paling tidak mengantongi Rp25.000-Rp50.000.

Nah, suatu hari saya bertemu sepasang tamu dari Belanda. Meskipun pasangan Belanda, tapi mereka berbeda 100%. Yang laki-laki bule asli, sedangkan yang perempuan (maaf) berkulit hitam seperti orang Afrika. Kepada mereka saya tawarkan tiket pertunjukan Sendratari Ramayana dan mereka tertarik.

Lucunya di sini, yakni ketika saya menuliskan kwitansi tanda pembayaran tiket. Selain nama klien, saya juga membubuhkan nama dan tanda tangan. Eh, ketika saya menuliskan kata "Eko", si perempuan Belanda itu nyeletuk dalam bahasa Inggris. "Nama Anda seperti nama sepupu saya," katanya. Walah, terang saja saya kaget mendengarnya. Opo tumon wong Londo kok jenenge Eko?

Usut punya usut, ternyata si perempuan Belanda itu aslinya dari Suriname. Dan ia adalah warga Suriname keturunan Jawa. Mengetahui hal tersebut saya langsung saja mengajaknya berbahasa Jawa. Nyambung deh. Cuma si Mbak dari Suriname ini tidak bisa bahasa Jawa halus alias kromo inggil. Ia hanya bisa berbahasa Jawa ngoko yang merupakan bahasa sehari-hari. Wajar, ia warga Jawa-Suriname generasi kedua dan lebih banyak bergaul dengan budaya Barat.

Sejak itu, saya jadi semakin tertarik dengan Suriname, negara yang terletak di sebelah utara Brazil itu.

Ada sekitar 20% etnis Jawa di Suriname. Meski sudah lama terpisah jauh dari leluhur mereka, namun orang-orang Jawa-Suriname tak lupa asal-usul. Sebisa mungkin mereka mempertahankan budaya dan adat istiadat Jawa, terutama bahasa Jawa yang terus dipertahankan di kalangan komunitas Jawa. Salah satu caranya adalah dengan membuat radio-radio berbahasa Jawa.

Penasaran dengan bahasa Jawa-nya orang-orang Suriname? Coba saja dengarkan lewat siaran live streaming Radio Garuda atau Radio Suara Jawa. Semua program dan lagu-lagu dalam kedua radio ini disajikan dalam bahasa Jawa. Hanya iklan saja yang disampaikan dalam bahasa Belanda yang merupakan bahasa nasional Suriname.


Well, ini ironis. Sebab, di Jawa sendiri siaran kebudayaan dan lagu-lagu Jawa di televisi ataupun radio tidak begitu diminati generasi muda Jawa. Anak-anak muda Jawa di Jawa lebih tertarik dengan budaya pop ala Barat. Budaya Jawa dianggap kampungan. Padahal, di Suriname musik rock dan hip hop saja ada yang berbahasa Jawa. Jangan-jangan nanti malah kebudayaan Jawa di Suriname lebih maju ketimbang di Jawa sendiri?


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

23 komentar:

  1. owwhhhh saya jadi pertamaxxx toh..... :D

    BalasHapus
  2. memang orang tua kita dulu banyak yang ada disana ya om. wah tetep seneng juga ternyata mereka (orang kita yang menetap di suriname) masih membawa (contohnya pemberian nama) dan melestarikan budaya kita ya om :D

    BalasHapus
  3. he... enggak lah tenang saja mas Eko pasti kebudayaan Indonesia tetap maju dan terkenal tentunya dan buktinya banyak negara-negara lain yang mengklaim itu bukti bahwa kebudayaan indonesia no 1

    BalasHapus
  4. Menurut saya, itu biasa pak. Yang jauh2 kita cari2, tapi yang deket2 malah kita lupakan.

    BalasHapus
  5. iya nih...terkadang budaya sendiri di negeri sendiri hilang karena budaya luar

    BalasHapus
  6. wah wah berarti disana juga ada yang pake nama joko,sri dll seperti orang jawa juga ya hehehe..

    BalasHapus
  7. Itulah bedanya dengan kita mas, kita lupa akan budaya sendiri, sementara orang yang tinggalnya jauh dengan asalnya justru malah mempertahankan budaya leluhurnya...

    BalasHapus
  8. Kalau boleh dikata terkadang kita itu seperti kacang lupa kulitnya...

    BalasHapus
  9. Mas....
    SUriname itu artinya apa yaahhh? apa semacam surename, gitu?

    mendengar cerita tentang suriname tidak baru sekarang di mana banyak warga keturunan Jawa di sana masih menjunjung tinggi adat jawa... kebertahanan mereka mungkin karena faktor sejarah di mana kejawa-an mereka sangat kuat sehingga tidak mudah tergerus arus budaya lain;

    BalasHapus
  10. @ katakataku: selamat, Anda mendapat pertamax. :D
    @ Bambang XP: Mudah-mudahan aja begitu, Bro. Malu kan kalo nenek moyangnya malah kalah 'berbudaya' dibandingkan orang Jawa di perantauan.
    @ anthony: Betul, betul, betul... :D
    @ hawee: maksudnya? Bacanya sambil ngantuk ya, Bro?
    @ radenmas: Seharusnya ada, lha ngomongnya aja masih Jawa totok kok.
    @ alhejawi: Ironis ya?
    @ buJaNG: Wah, ini kata-kata bersayap nih. :D
    @ munawar am: Yap, setuju tuh, Kang. Mereka memang berusaha keras terus mempertahankan budaya dan adat istiadat Jawa, sekaligus juga identitas kejawaan mereka.

    BalasHapus
  11. Tau gak klo lagunya Didi Kempot pernah terkenal di Suriname. Mulanya aku gak percaya. Setelah aku telusuri asal usul negara Suriname, akhirnya tau juga klo Suriname kebanyakan keturunan Jawa.

    BalasHapus
  12. jangan - jangan itu masih sak keturunan karo sampean mas? hehe.....

    BalasHapus
  13. :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:

    RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank

    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

    BalasHapus
  14. Waaaaaaaaakakakakakkk.. wong londo namanya Eko.. mangstaaabbbss.. sayang sekali orang kita sendiri banyak yang tidak bangga dengan kebudayaan tradisional peninggalan leluhur..
    salam sayang dari Bandung

    BalasHapus
  15. untung suriname, bukan malaysia.. kalo ga bisa2 bhs jawa diklaim sama mereka.. hahaha.. just kidding :)

    BalasHapus
  16. @ galuh: Lha, emang kita dari tadi bahas apa, cuy? :p
    @ blogger terpanas: Maybe...
    @ kangboed: Wekekeke, di Indonesia sudah tidak ada lagi nama (maaf) Paijem, Wakijo, dll... :D
    @ blog SEO: Saya rasa di Selangor ada banyak orang Jawa keturunan Indonesia. Itulah yang membuat reog mereka klaim sebagai bagian dari kebudayaan Malaysia, karena memang ada yg mengembangkan di sana. Weleh, kok malah lebih panjang balasan dari komentarnya? :D

    BalasHapus
  17. Emang unik tuh, kalo ga salah asalnya mereka itu dari tawanan Jawa yang dibawa penjajah Belanda dan dijual sebagai budak di Eropa dan Amerika. Akhirnya mereka malah membuat keturunan dan hidup di sana.

    BalasHapus
  18. @ Reza: Bukan, Bro. Mereka datang ke Suriname (waktu itu namanya masih Guyana Belanda) sebagai karyawan kontrak di perkebunan-perkebunan. Dikontrak 5 tahun dan ada opsi lain setelah kontrak habis, salah satunya, kalau memilih tinggal setelah kontrak habis akan diberi rumah dan sebidang tanah oleh Belanda.

    BalasHapus
  19. thanks buat infonya, jadi orang suriname juga ada bahasa jawanya ya....langsung TKP sob biar kita tau bahasa jawanya suriname

    BalasHapus
  20. Minta Jawa yang bercokol di Suriname , Ada nggak?

    BalasHapus
  21. Sip mas aku ya duwe blog jawa... kene iki mas
    http://sarwa-jawa.blogspot.com/

    BalasHapus
  22. Saking Cintanya saya kepada Tanah Kelahiran Saya, Hingga saya Tidak mempunyai Agama…saya hanya menganut Kepercayaan “KEJAWEN” yang di tinggalkan Nenek Moyang terhadapku…Walaupun saya tidak mempunyai Agama, tapi saya sangat kuat mempercayai bahwa Saya adalah sebuah Penciptaan dari Tuhan Yang Maha Kuasa…& saya berKetuhanan..”BUKAN” seperti sekarang ini…Banyak Orang yang mengaku mempunyai Agama tapi TIDAK berke-Tuhanan…Nuwun.
    NB :
    Saya ingin mengembalikan MENTAL & BUDAYA Bangsa Indonesia terutama Orang JAWA..Sebagai SEORANG KESATRIA.

    BalasHapus
  23. @pasang iklan gratis tanpa daftar: Pasang iklan begini gak gratis lo, hahaha....

    aregoesaceh8: Gak ada. Emangnya saya BPS-nya orang Jawa apa? :p

    @sewa mobil: nah, kalo yang ini cuma baca judulnya aja, kan?

    @Prasetyo Jowo: Lho, sampeyan wong jowo Suriname ta? Kok bisa bahasa Indonesia ya?

    BalasHapus