
Foto: harianjogja.comSayangnya, dengan publisitas seramai itu Bazar Numismatik Jogja 2010 justru sepi pengunjung. Padahal, diliput 5 media cetak sama dengan diliput oleh semua media yang beredar di Jogja karena jumlah media cetak di Jogja hanya sejumlah itu. Yah, mungkin ini salah saya. Soalnya saya telat mengirim press release. Bazar dimulai Jum'at, 15 Januari 2010, eh, saya baru mengirim press release-nya hari itu juga sekitar jam 8 pagi. ^_^
Meskipun begitu, saya tidak mau dijadikan kambing hitam begitu saja. Menurut pengamatan saya, setidaknya ada beberapa faktor lain yang membuat Bazar Numismatik Jogja 2010 ini sepi pengunjung. Pertama, menurut pengakuan Pak Wisnu Murti--seperti yang ia sampaikan juga ke KR Jogja dotcom, di Semarang dan Surabaya juga tengah digelar event serupa. Alhasil, pengunjung dari luar kota Jogja terbagi konsentrasinya. Kedua, tepat di hari kedua bazar, event Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) dibuka. Ini juga membuat perhatian publik Jogja terfokus pada Sekaten yang memang selalu ditunggu-tunggu setiap tahun. Apalagi penyelenggaraannya lebih meriah ketimbang bazar yang digelar Asosiasi Numismatik Jogja.
Hal-hal ini tentunya akan menjadi catatan khusus bagi rekan-rekan di Asosiasi Numismatik Jogja bila hendak melaksanakan event serupa di waktu-waktu mendatang. Selain mempertimbangkan masak-masak waktu penyelenggaraan agar tidak bentrok dengan event lain--apalagi event yang serupa di kota lain, sisi publisitas juga harus digarap lebih baik. Well, ini terutama ditujukan pada saya yang kemarin dipercaya mengurusi masalah publikasi ke media.
Bagi saya, membuat press release untuk Bazar Numismatik Jogja 2010 merupakan pengalaman pertama. Wajar saja jika masih banyak kekurangan di sana-sini. Namun saya rasanya sudah boleh merasa puas dengan hasilnya. Sungguh tidak saya sangka-sangka jika hampir seluruh media yang ada di Jogja datang meliput event tersebut. Padahal saya sempat pesimistis, jangan-jangan press release yang saya kirim hanya jadi bahan tertawaan redaktur saja.
Akhirnya, sebagai pribadi sekaligus sebagai orang yang paling bertanggungjawab terhadap pengiriman press release Bazar Numismatik Jogja 2010 ke media-media di Jogja, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada rekan-rekan media yang telah mengirim wartawannya dan meliput pelaksanaan event ini. Media-media tersebut adalah:
1. Harian Jogja; "Nomor seri uang bisa bawa untung..."
2. KR Jogja dotcom; "Bazaar Uang Kuna Belum Mampu Tarik Pengunjung"
3. Kompas Jogja; "Bisnis Uang Lama Menguntungkan "
3.
4.
5.
|
Tulisan berjudul Ramai Publisitas, Bazar Numimatik Sepi Pengunjung ini dilindungi lisensi Creative Commons. Anda bebas menyalin, mendistribusi, dan atau mentransmisi sebagian atau seluruh isi artikel untuk tujuan nonkomersil, serta dengan menyebutkan sumber artikel. Terima kasih. |



Baru ada 7 komentar. Tambahin lagi dong...
Klik di sini untuk langsung ke formulir komentar.bikin press release itu seperti apa sih mas bentuknya? apa hanya dengan mengirimkan surat ke media-media memberitahukan tentang event itu? makasih infonya mas..
@ Jimmy: hehehe, saya juga cuma improve sendiri koq, Koh. Yang penting nyampein info sama hal-hal yang harus diketahui publik. Semacam berita lah, tapi dari sudut pandang kita sendiri. Gak tahu kalo yang baku kaya gimana. :D
saya sebagai orang jogja malah nggak tau klo ada event ini :(
Kesuksesan pameran kadang tidak hanya bisa mengandalkan iklan di media, bang. Mesti pandai2 memilih waktu yg tepat kayaknya
Semoga ditahun depan atau di bazar selanjutnya akan bisa menjadi lebih baik
wow... acaranya yang keren. bazar numimatik? hmmm ... saya kok baru dengar istilah semacam ini toh, mas?
@ annosmile: emang beritanya telat sih. Lagian kalah sama gelegar Sekaten waktu itu.
@ anthony: setuju banget...
@ bujang: amin...
@ sawali: gak ada nama lain sih, Pak. :D
Poskan Komentar
Terima kasih telah mengunjungi bungeko.com. Semoga apa yang saya tulis di blog ini bermanfaat bagi Bung Pembaca. Silakan tinggalkan komentar untuk menanggapi, mengoreksi, atau bahkan mencaci isi posting ini. Tapi mohon dicatat, no SARA, no SARU. Salam.
NB: Saya sedang memikirkan untuk membuka kembali kontes komentator terbanyak, atau kontes lain yang berhubungan dengan komentar pembaca.