Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Senin, 01 Februari 2010


Logo Nasional Demokrat
SETELAH sempat diberitakan hendak merapat ke Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Surya Paloh akhirnya malah mendeklarasikan Nasional Demokrat. Politisi senior Partai Golkar ini didukung oleh sejumlah kader Golkar lain. Mulai dari wajah baru Meutya Hafid, sampai mantan ketua tim sukses JK-Wiranto pada Pilpres 2009 lalu, Poempida Hidayatullah.

Langkah yang diambil Surya Paloh ini mungkin tak diduga-duga. Namun besarnya kekecewaan yang ia rasakan pasca-pemilihan ketua umum Golkar beberapa waktu lalu, sepertinya setiap orang sudah tahu. Apalagi Metro TV sempat dua kali menyiarkan wawancara khusus yang membahas seputar kongres tersebut dengan Surya Paloh sebagai narasumber tunggal. Dan aura kekecewaannya jelas terpancar pada waktu Najwa Shihab mengajukan pertanyaan-pertanyaannya kala itu.

Tersingkir dari bursa pemilihan ketua umum Golkar, plus tidak mendapat tempat di susunan kepengurusan baru bentukan Aburizal Bakrie, wajar jika Surya Paloh melirik tempat lain untuk berekspresi. Awalnya dikabarkan ia hendak bergabung dengan Jend. (Purn.) Wiranto di Hanura. Pihak Hanura juga sudah siap menyambut dengan tangan terbuka. Tapi deklarasi Nasional Demokrat, Senin (1/2) sore, membuat jalan cerita jadi berbeda.

Apakah Nasional Demokrat bakal menjelma menjadi partai politik jelang Pemilu 2014? Secara resmi beberapa deklaratornya menyanggah opini itu. Tapi saya sendiri berkeyakinan kalau nanti, ketika Pemilu 2014 semakin dekat, organisasi massa ini bakal diubah bentuk menjadi parpol. Ya, Partai Nasional Demokrat. Kalau melongok situs resminya, terlihat betapa rapinya organisasi ini. Sudah terlihat kalau ormas ini bakal disiapkan sebagai sebuah parpol.

Pertanyaannya bagi kita rakyat kecil ini adalah, mampukah Nasional Demokrat memberikan perubahan pada kondisi bangsa yang sedang terpuruk ini? Rakyat sudah lelah dengan kondisi yang serba susah seperti sekarang. Kondisi jadi makin susah ketika Pemerintah malah menghambur-hamburkan uang negara untuk memanjakan pejabat tinggi negara dengan kenaikan gaji dan sejumlah fasilitas mewah yang rasanya belum diperlukan benar keberadaannya. Akankah Nasional Demokrat memberikan hal yang berbeda?

Jawabannya tentu tidak bisa ditentukan sekarang. Tapi jika melihat statement para deklaratornya--juga manifesto deklarasi ormas ini, sepertinya kita boleh menaruh sedikit harapan. Seperti kata Anies Baswedan di atas podium sore itu, kita sudah lelah dengan semua kondisi ini.

"Kami menolak demokrasi yang tanpa orientasi ke publik. Kami menolak demokrasi yang sekadar jadi proyek reformasi tanpa arti. Kami yang seluruh berdiri di sini (45 deklarator) mencita-citakan demokrasi yang matang," demikian Anies membacakan manifesto deklarasi. Ya, kita butuh perubahan! Dan Nasional Demokrat menawarkan itu. Semoga saja organisasi ini tetap setia dengan komitmen awal yang mereka lontarkan, dan tidak berbalik lidah ketika mendapat kekuasaan.

Kemudian kalau melihat susunan deklaratornya, saya berani menebalkan keyakinan akan ditepatinya janji perubahan yang dibawa Nasional Demokrat. Jujur saja, saya kurang tahu sepak terjang Surya Paloh yang lebih banyak berkutat di belakang layar. Namun nama-nama seperti Sri Sultan Hamengku Buwono X, Poempida Hidayatullah, Anies Baswedan, Eep Saefullah Fatah, Syafii Maarif, Siswono Yudo Husodo, Khofifah Indar Parawansa, Budiman Sudjatmiko, Franky Sahilatua, Djaffar Assegaff, atau Meutya Hafid sudah bisa jadi garansi. Apalagi ada Pak Jusuf Kalla di sana--jagoan saya pada Pilpres lalu, tokoh yang saya yakini paling mampu mengangkat harkat dan martabat Indonesia sebagai sebuah bangsa.

Selamat datang, Nasional Demokrat. Kami menanti sentuhan perubahan darimu...


Situs resmi Nasional Demokrat: http://www.nasionaldemokrat.org
Gambar logo diambil dari: http://matanews.com.


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

13 komentar:

  1. Selamat pagi bung eko, terus terang saya pesimis dengan janji-janji mereka. Kami (rakyat sangat kecil) sudah sangat kenyang dengan janji, kami lapar dengan kesejahteraan. Biasa, janji orang - orang yang hendak mencari massa begitu indah terdengar di telinga, seolah - olah hanya mereka yang bisa menjadi "perantara" kesejahteraan kami. Eh...ternyata apa yang terjadi adalah sebaliknya. Mereka yang paling dahulu menginjak harkat martabat kemanusiaan. Hanya satu kata untuk mereka : GOMBAL !!!

    BalasHapus
  2. Wah ini hasil perpecahan golkar bukan mas??

    BalasHapus
  3. Gus udah liat lengkapnya di tv kemarin

    BalasHapus
  4. Politik adalah mencari kesibukan di saat sedang sibuk.

    BalasHapus
  5. Blogger Terpanas: Ya, tidak bisa disalahkan juga sih kalau Sampeyan pesimis. Kalau begitu Sampeyan harus bener-bener mengandalkan diri sendiri untuk mengubah nasib, karena tidak ada lagi yg bisa Sampeyan percaya kan? :D

    The Fachia: Jawabannya sudah ada di posting, Bung...

    Gus Ikhwan: Tapi baca pendapat saya belum kan? Ini bukan TV lho... :p

    Reza Winandar: Capek deh...

    BalasHapus
  6. sepertinya HAWA-HAWA nya semakin panas mas ...

    BalasHapus
  7. kunjungan malam hari... ingin minta follownya dari sobat blogger yang sudah top ini... terimakasih atas partisipasinya.. biar gak paki L silahkan Klik di sini aja program 1001 komentar, berprtisipasilah

    BalasHapus
  8. saya sempat kaget mendengar rilis jaringan radio pas di mobil yang melansir live pelaksanaan deklarasi. tapi saya tidak kaget... bahkan saya pesimis gerakan ini akan mampu membawa perubahan nyata bagi masyarakat. Logonya seperti bloa volley

    BalasHapus
  9. saya sih berharap ormas alternatif semacam ini bukan menjadi barisan sakit hati karena tak tertampung dalam lingkaran kekuasaan, khususnya di golkar. makin repot kalau gagal jadi ini itu, lantas bikin ormas tandingan. semoga motif surya paloh bukan lantaran itu.

    BalasHapus
  10. Saya berharap Nasional Demokrat dibentuk karena memang demi memperjuangkan kepentingan rakyat. Sudah muak saya dengan pendirian ormas yang cuma demi kepentingan politik praktis.

    Awalnya saya sempat berharap pada sosok Prabowo dan gerindranya. Saya lihat ia punya niat yang tulus untuk memajukan negeri ini ke depan. Sayang, ia kalah pada pilpres lalu dan cuma jadi cawapres.

    Semoga Surya Paloh dan Nasional Demokratnya benar-benar lahir dari ketulusan untuk memajukan negeri ini. Oya, tokoh seniman dan budayawan dalam jajaran Nasional Demokrat kayaknya masih sedikit ya Mas. Padahal kalangan seniman dan budayawan menurut saya adalah manifestasi rakyat kecil dan punya pengaruh cukup besar pula untuk menarik massa.

    BalasHapus
  11. afwan: Yap, semakin panas nih...
    wiyono: Yo'i...

    munawar am: Sepertinya di Indonesia ini sudah tidak ada lagi sosok yang bisa dipercaya lagi ya, Kang? :D

    sawali tuhusetya: Kalau kecewa jelas iya, Pak. Tapi soal apa motifnya, itu yg masih dirahasiakan. Tapi saya tebak sih tetap ke kekuasaan juga ujung-ujungnya. :D

    iskandaria: orang tulus tidak kepake di Indonesia, Mas. Lihat saja Pak JK, sikap keterbukaan dan ketulusannya malah membuat beliau ditelikung dari belakang oleh teman-teman separtainya sendiri. Tragis!

    BalasHapus
  12. mungkin gak kalo ternyata nasional demokrat ini, bibit dari partai baru. kalo melihat tokoh yang diekspos adalah surya paloh dan sultan. bisa jadi untuk pemilihan presiden 2014 nanti, keduanya dicalonkan jadi presiden dan wakil presiden.

    *cuma pekiraan saya aja lho :)

    BalasHapus
  13. Saya juga pesimis bung eko dengan janji2 tersebut
    kebanaykan janji manisnya aja yang digembor2kan
    endingnya lupa dengan rakyat kecil??
    dan mungkin dengan didirikannya deklarasi tersebut mungkin buat merapatkan barisan dengan para calon2 rakyat yang sakit hati??
    Deklarasi nkaya gitu fiktif hasilnya

    BalasHapus