Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Kamis, 13 Mei 2010

Sejak pertama kali mendengar musik, saya langsung menggandrungi seni yang satu ini.

Dulu, waktu masih SMP, saya cuma bisa dengar musik lewat radio tripleks jadul merek National. Kalau mau nonton tivi harus numpang di tetangga yang punya parabola agar bisa nonton MTV. Meskipun begitu, kecintaan saya pada musik tak berkurang sedikitpun.

Masuk SMA, saya dibelikan radio tape oleh Bapak. Entah mereknya apa saya lupa. Yang saya ingat harganya murah, cuma Rp100.000 waktu itu. Dengan radio tape itulah saya mendengarkan lagu-lagu ska kesukaan saya. Menginjak bangku kuliah, giliran komputer yang jadi alat pemutar lagu-lagu favorit.

Nah, iseng-iseng saya buat deh daftar band idola saya. Mau tahu? Monggo, silakan disimak. Tapi jangan protes ya kalau ternyata band idola kita tidak sama. Tolong jangan protes juga karena kebetulan band-band yang saya suka lagu-lagunya sentimentil. ^_^

 Koes Plus
Koes Plus
Menurut saya, dan juga diamini oleh sesama pecinta Koes Plus di komunitas Jogja Koes Plus Community (JKPC), Koes Plus adalah pelopor musik pop Indonesia. Di saat band-band Indonesia masih merasa lebih bangga membawakan lagu-lagu Barat, Koes Plus menggebrak dengan membawakan lagu-lagu ciptaan sendiri. Begitulah, setelah album piringan hitam pertamanya dirilis tahun 1963, Koes Bersaudara yang kemudian berganti nama menjadi Koes Plus menjelma sebagai sebagai legenda musik tanah air.
Artificial Life aka The Artificial
Artificial Life aka The Artificials
Asing dengan nama Artificial Life ataupun The Artificials? Tidak apa-apa. Band yang satu ini memang lebih berkibar di jalur indie, namanya juga lebih dikenal di kalangan komunitas punk. Meskipun pernah merilis album mayor label di bawah bendera Bulletin Records, namun Artificial Life tidak sempat dikenal luas lantaran tren musik ska yang mereka usung kala itu sedang berada di ujung kejayaannya. Lagu-lagunya enak didengar, menghanyutkan. ^_^
The Beatles
The Beatles
Siapa yang tidak suka The Beatles? Band legendaris asal Liverpool ini punya penggemar fanatik di berbagai belahan dunia, dan salah satunya adalah saya. Awal ketertarikan saya pada The Beatles muncul setelah mendengarkan kaset bertitel 1 yang merupakan kompilasi lagu-lagu best seller The Beatles. Semenjak itu saya jadi rajin men-download lagu, video, foto, dan bahkan gambar-gambar suvenir The Beatles yang tersebar di internet.
Keane
Keane
Saya pertama kali mengenal Keane dari adik saya waktu pulang ke Jambi di tahun 2004. Adik saya yang ketika itu masih SMA menunjukkan album pertama Keane. Iseng-iseng saya dengarkan kaset tersebut. Wow, saya langsung jatuh cinta pada pendengaran pertama dibuatnya. Pulang ke Jogja, saya langsung mencari kaset tersebut. Kebetulan waktu itu saya belum punya komputer, yang ada hanya tape recorder milik teman sebelah kos. Begitu akrab dengan internet, semua album Keane segera saya download tanpa sisa. :D
The Cranberries
The Cranberries
Perkenalan saya dengan The Cranberries baru dimulai sekitar tahun 2002-an, ketika album Stars dirilis. Selain itu, waktu itu saya baru saja beli komputer, dan oleh teman saya folder musiknya diisi dengan lagu-lagu The Cranberries. Warna vokal Dolores O'Riordan yang begitu khas langsung membuat hati saya kepincut. Semenjak itulah saya menyukai band asal Irlandia ini. Berkat internet, kini saya sudah mengumpulkan seluruh album yang pernah dirilis The Cranberries. Tinggal video-video konsernya saja yang belum saya koleksi.
Sixpence None The Richer
Sixpence None The Richer
Kalau band yang satu ini saya sudah kenal sejak jaman SMA. Waktu itu lagu Kiss Me begitu nge-hits, dan ada satu teman cewek sekelas saya yang suka sekali menyanyikan lagu itu. Tapi waktu itu saya belum jatuh hati pada Sixpence None The Richer. Belakangan, ketika saya kembali membeli komputer untuk kedua kalinya di tahun 2008, teman yang saya mintai tolong merakit komputer mengisi folder musik dengan album the best-nya Sixpence. Begitu mendengar lagu-lagu seperti Don’t Dream It’s Over, Melody of You, Breathe Your Name, Dancing Queen, jadilah hati saya tertambat pada grup musik yang satu ini.
Cold Play
Cold Play
Band yang satu ini saya kenal ketika hits In My Place sedang sering-seringnya diputar di radio-radio Jogja. Begitu pindah kos, kebetulan tetangga sebelah kamar saya maniak Cold Play dan setiap hari selalu mendengarkan lagu-lagu Cold Play. Saya jadi ketularan. Meskipun agak kecewa dengan album Viva La Vida, namun kecintaan saya dengan Cold Play tak berkurang. Lagipula, siapa sih yang tidak suka sama lagu-lagu seperti Fix You, Clock, Politic, dan Hardest Part?


Nah, itulah dia band-band favorit saya. Kalau band favorit Bung apa? Bagi-bagi dong di kolom komentar. Siapa tahu nanti saya juga ketularan menyukainya. ^_^


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

16 komentar:

  1. Wah, dari daftar band di atas, saya cuma familiar ama Koes Plus, The Beatles, The Cranberries, dan Coldplay. Koes Plus saya suka karena suara khas sang vokalisnya. Nggak neko-neko kalo nyanyi, tapi enak banget didengerin. Itulah kekuatan karakter suara. Kalo The Beatles saya suka karena nuasa jadulnya. Kalo The Crandberries sih saya tidak begitu suka. Dan kalo Coldplay lagu tertentu aja (bukan In My Place sih..hehe).

    Band favorit saya untuk manca banyak sih. Kalo untuk Slow Rock, saya suka Fire House dan Deff Leppard. Kalo rock, cukup banyak juga favorit saya. Tergantung aliran rock-nya lagi ^_^ Mulai dari Metallica, Megadeth, Guns n' Roses, Rhapsody, Soulfly, Skid Row, Sepultura, de es be.

    Dasar saya suka musik, jadi banyak banget band yang saya suka Bung ^_^

    BalasHapus
  2. Kalo band yang saya suka dari dulu sampe sekarang cuma satu : Soneta Group milik Bang Haji Rhoma Irama. Yang lain cadangan aja ...

    Mas Iskandar, "Dasar saya suka musik, jadi banyak banget band yang saya suka Bung". Jadi kolektor band ya mas ???

    BalasHapus
  3. salam sahabat bung eko, sugeng enjang..
    kalau gus cuman tahu lagunya dari koes plus dan the beatles lainnya belum pernah denger lagunya kaya gimana, kok band indienya cuman koes plus..

    @ mas iskandaria :
    gak jadi pengamat musik aja apa mas is,

    BalasHapus
  4. Waduh gimana yahh, jujur aja deh, kalo saya dari kecil sering dengar Lagu Dangdut Bung,, mau tidak mau jadi suka,, soalnya waktu itu cuma bisa dapat 2 siaran radio lokal,, putarnya lagu Dangdut melulu,,,
    Tapi the Beatles, Koes Plus,, the Cranberries saya suka setelah dengar lagunya,,,
    Untuk sekarang Bung, saya lebih suka dengar musik instrumen, Kenny G, terakhir ini Beethoven.

    BalasHapus
  5. Bismillah,

    Dulu saya senang dengan : Led Zeppelin, Pink Floyd, Jimmi Hendrix, Genesis, Yes, Peter Gabriel...Wah berat-berat ya? Atau nama2 nya asing bagi Bung? ...Untuk Indonesia nya apa ya ? Gak ada tuh ...mungkin dulu saya berpendapat kwalitasnya yang payah ...dan Bung lihat selera saya berat-berat khan dan yang sekwalitas itu di Indonesia gak ada.

    Adapun sekarang, saya sudah lain lagi seleranya ... bisa aja toh orang berubah selera ...

    Saya sekarang suka mendengarkan murottal Al Qur'an Mishari Rasyid, Sa'ad Al Ghomidi, Sudais , Suraim, Ziyad Patel, dll hm...asing juga ya nama2nya...murottal ini membuat sejuk hati saya.

    Gitu dulu Bung ...

    Pareng ...

    BalasHapus
  6. Kalau melihat dari data band-band di atas, sepertinya selera musik Bung Eko cenderung condong pada musik-musik British ya kalo boleh saya nilai ^_^

    Musik British (Inggris dan sebangsanya) memang punya karakter/ciri khas tersendiri bila dibandingkan dengan musik Amerika. Salah satunya dari aksen atau cara pengucapan lirik. Benar tidak Bung?

    BalasHapus
  7. The Beatles dan Coldplay, itu kesamaan kita bung :D

    Namun di atas itu semua, saya demen banget sama Nirvana, Pearl Jam, Foo Fighter dan RHCP. Maklum dulu pas gila-gilanya ngeband, lagu2 band itu yg sering dibawain. Kalau sekarang, cukup jadi penikmat saja lah hehe.

    BalasHapus
  8. Konon mendengarkan musik bisa merangsang ide dan gagasan dalam menulis.... yang sambil menulis sambil mendengarkan musik. Jadi, kalau Bung Eko eksis di dunia tulis menulis, itu juga mungkin karena sangat banyak koleksi lagu dari band-band favorite tersebut. Kalau saya tidak punya band favorite, Mas. Jadi tidak bisa menyebutkannya di sini......

    How do you love me, so sweet and ......

    BalasHapus
  9. Ngomongin soal band Coldplay, pengalaman kita kok hampir sama Bung. Beberapa tahun lalu saat ngekos saya juga punya tetangga (tepat di atas kamar saya) yang setiap harinya mutar lagu Coldplay. Saya yang ada di kamar bawah cukup jelas mendengarnya. Lama-lama saya juga jadi hapal dengan lagu-lagu Coldplay..hehehe

    BalasHapus
  10. Kalo saya sih demennya band metal dan emo, pokoknya yang bikin kuping adem (itu menurut saya). Beberapa di antaranya Bullet For My Valentine, Bring Me The Horizon, All That Remains, Avenged Sevenfold, Alesana, Killing Me Inside, Sweet As Revenge, Too Late To Notice dan masih banyak yang lainnya.

    BalasHapus
  11. Kalau saya "Keane" banget bung Eko. :D

    BalasHapus
  12. Wah, Bung eko!! Saya sih tetep koes Plus!!! gara2 ibu saya yg suka mainin lagunya dr kecil, jadi smp skarang saya masih dengerin di komputer.. :)

    BalasHapus
  13. Mau nambahin lagi Bung soal band British (ada yang kelupaan soalnya). Tau Oasis kan? Lagu-lagunya juga asyik tuh. Khas ala band British. Kalo Bung Eko belum pernah dengar lagunya, coba deh cari mp3 lagu yang berjudul "Stand by Me". Itu salah satu hits Oasis yang dulu sempet ngetop.

    BalasHapus
  14. apa ya bung ? saya kok nggak ingat ya apa band favorit saya. yang saya suka itu musiknya kyai kanjeng dengan cak nun nya (kyai kanjeng band bukan ya ? hehe.. ).

    BalasHapus
  15. kalau saya dulu senengnya Linkin Park, Limp Bizkit, System of A Down, Coldplay, Papa Roach, Eminem, dll dari aliran Hip Metal, Rock, Hardcore, Underground, waduh bikin sakit telinga..tobaaat :D

    BalasHapus
  16. iskandaria:
    Hehehe, kalo saya suka Koes Plus karea dulu waktu masih ngeband gampang dipeajari lagu-lagunya. :D Eh, sekarang keterusan jadi fan walaupun gak join ke kelompok fan Koes Plus manapun.

    fatchur:
    Wah, saya suka Bang Haji lho...

    Gus Ikhwan:
    Band indie? Maksudnya gimana tuh, Gus? :D

    ago:
    Ah, saya juga suka dangdut. Tapi karena band dangdut tidak ada (kecuali Soneta), ya ga bisa dimsukkin deh di sini. ^_^

    Rachmadi Triatmojo:
    Wah, gak nyangka ternyata duluuu selera musiknya Pak Rachmad sangar juga. :D

    iskandaria:
    Iya Bung, betul banget.
    Habisnya, lagu-lagu band british enak-enak sih.
    Saya gak perlu lagu yang njelimet, yang penting dinikmati enak. :D

    Darin:
    Sudah saya tebak dari gambar John Lennon yang dipake sebagai avatar. :D

    munawar am:
    Hehehe, tapi rusaknya saya justru suka ikuta nyanyi, Kang. Jadi nulisnya bisa keganggu. Makanya kalo lagi kejar target saya suka matiin lagu sama sekali. Hening...

    iskandaria:
    Hehehe, untungnya ketlaran musik ya, bukan ketularan penyakit. Saya dengan adik saya jugasuka saling menulari musik dan bacaan lho...

    Reza Winandar:
    Wah, saya kurang suka metal, Bung.
    Mending musik ska kalo bagi saya mah. ^_^

    Agung Prasetyo:
    Sepakat, Keane emang enak sih...

    The fachia:
    Hahaha, Koes Plus mania nih.
    Gak gabung dengan komunitas Jiwa Nusantara? Atau kalo di Jogja ada Jogja Koes Plus Community (JKPC).

    iskandaria:
    Ya saya sudah dengar tentag Oasis, tapi lagu-lagunya kurang suka karena gak ada kenangannya bagi saya. :D

    Blogger Terpanas:
    Wah, mentang-mentang sudah berumur trus sukanya yang serius-serius ya? :p Kyai Kanjeng mentas di Bantul tiap bulan tuh.

    kang ian:
    Busyet, kok banyakan band sangarnya ya? :D

    BalasHapus