Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Rabu, 16 Juni 2010

SEBENARNYA ini cerita lama, kejadiannya di bulan April 2008 dan pernah pula saya posting di ekonurhuda.com. Namun waktu itu yang komentar cuma 5 orang, jadi saya rasa tidak ada salahnya kalau di-repost di sini. Saya jamin ceritanya seru. So, baca sampai habis ya. ^_^

Suatu hari di bulan April 2008 saya menerima sebuah email yang sangat menarik perhatian. Pengirimnya tertulis bernama Mr. Ibrahim Milha, dan titelnya sungguh menantang: "Reply this only if you are trustworthy". Wow, karena tertarik saya buka email tersebut. Hmm, setelah membaca isinya saya merasa semakin tertarik dan semakin penasaran saja dibuatnya. Bagaimana tidak? Dalam email tersebut si Mister yang mengaku asal Bahrain itu mengatakan bahwa dirinya adalah seorang kaya raya yang akan segera mati karena satu penyakit ganas.

Nah, ceritanya Mr. Ibrahim Milha ini tak punya keturunan karena terlalu sibuk mengurusi bisnisnya. Ia punya saudara, namun sama sekali tidak mempercayai mereka. Penyebabnya adalah saudara-saudaranya telah mengambil tabungan yang ia niatkan untuk disumbangkan ke yayasan sosial di beberapa negara. Dengan demikian si Mister ini tidak punya apa-apa lagi. Satu-satunya harta yang ia punya hanyalah uang sebanyak TWELVE Million dollars ($12,000,000,00) yang ia simpan dalam 2 peti di sebuah perusahaan finansial di luar negeri. Tidak seorang pun tahu bahwa isi peti itu adalah uang senilai 12 juta dolar, termasuk perusahaan di mana ia menitipkan peti tersebut. Mr. Ibrahim bermaksud mengambil uang di peti itu, namun ia tidak dapat melakukannya sendiri karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan. Maka ia mencari orang untuk menolongnya mengambil peti uang tersebut. Sebagai imbalan, si pengambil akan memperoleh 20% dari nilai 12 juta dolar alias 2,4 juta dolar. Wow!!!

Pesannya pendek, "Please call me as soon as possible. Mr. Boston". Siapa dia? Karena tidak ada pulsa saya hanya mengirim SMS ke nomor tersebut.Semakin diliputi rasa penasaran, saya pun membalas email tersebut dan menyatakan bersedia membantu Mr. Ibrahim Milha. Saya sertakan nomor HP saya dalam email itu. Si Mister membalas dan meminta saya berjanji untuk tidak menceritakan tentang hal ini pada siapa pun, bahwa saya seorang yang taat beragama dan lain-lain yang intinya untuk menunjukkan bahwa saya adalah orang yang dapat dipercaya. Oke, saya pun bilang padanya bahwa saya dapat dipercaya. Saya lalu dikirimi foto si Mister yang sedang sakit dan juga hasil scansertifikat deposito yang ia lakukan. Ternyata si Mister mendepositokan uangnya di Valencia, Spanyol, di sebuah perusahaan bernama Sabadell. Saya diminta datang ke Valencia untuk mengambil peti uang tersebut atau kalau tidak saya harus menghubungi perusahaan tersebut dan mengatakan bahwa saya dikirim Mr. Ibrahim Milha untuk mengambil peti berisi uang tersebut.

Di sini kecurigaan mulai timbul di benak saya. Pertama, masa iya saya bisa mengambil barang yang disimpan oleh orang lain tanpa membawa sesuatu pun? Kedua, bila melihat gambar sertifikat deposit yang dikirimkan ke saya akan nampak beberapa keanehan. Yang jelas sekali gambar sertifikat tersebut tampak telah direkayasa. Terlihat jelas bagian nama perusahaan, nama klien, dan keterangan lain seperti di-crop. Hmmm, ini pasti hanya SCAM alias penipuan. Saya putuskan menuntaskan cerita ini dan mengirim email pada Mr. Ibrahim Milha yang menyatakan bahwa saya tidak dapat mempercayainya atas dasar 2 hal di atas.

Hebat! Email saya kirim hari Kamis (10/4) sekitar pukul 10.30 siang, dan saya langsung menerima telepon dari 2 nomor asing sekitar pukul 11.30. Waktu telepon masuk kebetulan saya tidak membawa HP karena saya simpan di dalam lemari. Sampai pukul 7 malam lebih saya baru tahu ada miss call 8 kali dan sebuah SMS dari nomor yang berusaha menghubungi itu. Pesannya pendek, "Please call me as soon as possible. Mr. Boston". Siapa dia? Karena tidak ada pulsa saya hanya mengirim SMS ke nomor tersebut. Eh, Mr. Boston itu lalu menghubungi saya dan mengaku sebagai kurir dari Valencia untuk mengantarkan 2 buah peti yang dikirimkan Mr. Ibrahim Milha ke saya. Saat itu Mr. Boston mengaku sudah berada di Jakarta. Wow, ini serius tampaknya?

Tunggu dulu. Dari nada suara dan logat bicaranya, Mr. Boston ini asli bule. Tapi dia lupa kalau Spanyol itu punya bahasa sendiri, dan saya sangat fanatik sama klub Valencia. Masa iya orang Spanyol ngomong Inggris tanpa kelihatan sama sekali logat Spanyolnya? Lagipula Valencia-Jakarta saya rasa tak akan mampu ditempuh dalam waktu hanya 1 jam. Namun begitu rasa penasaran yang kian membesar menggoda saya agar menanggapi si Mister. Lebih dari 10 menit saya bertanya-jawab dengan Mr. Boston. Intinya saya diminta datang ke Jakarta untuk mengambil 2 peti kiriman Mr. Ibrahim Milha dan membayar sejumlah tax. Nah lho, di sini dia sudah membuka kedoknya sendiri. Saya lalu memutuskan pembicaraan dengan alasan ingin mengecek email sekalian cross check dulu ke Mr. Ibrahim, dan setelah itu akan menelpon balik.

Ya, saya memang ke warnet untuk membuka email. Tapi yang saya lakukan adalah mengopi seluruh email dari Mr. Ibrahim Milha, termasuk foto dan gambar scan sertifikat deposit yang ia sertakan, lalu menyimpannya ke dalam flash disk. Iseng-iseng, saya lalu melacak nama Sabadell di Google. Ternyata Sabadell adalah sebuah kota kecil di Valencia. Selain Bank Sabadell ada juga Sabadell FC yang tak lain adalah klub sepakbola, tetapi nama perusahaan yang disebutkan Mr. Ibrahim Milha sama sekali tidak terlacak. Saya jadi semakin penasaran. Ujung-ujungnya nama Ibrahim Milha yang saya masukkan ke kotak pencarian. Eh, ternyata hasilnya banyak sekali. Dan kesemuanya sepakat bahwa si Mister adalah penipu ulung dengan cara mengirimkan email SCAM. Coba lihat di sini, sini, sini, sini, atau sini. Mau lebih banyak? Lihat sendiri di sini.

Pertanyaan yang belum terungkap bagi saya sampai sekarang adalah, siapa gerangan Mr. Boston? Yang jelas ia tinggal di Jakarta karena nomor Simpati-nya berkode Jakarta. Ini berarti jaringan SCAM ini sangat luas hingga lintas negara, dan Indonesia adalah salah satu targetnya. So, waspadalah! Agar Anda tidak tertipu email SCAM seperti ini, situs ScamWarning.org mungkin akan sangat bermanfaat bagi Anda.


NB: Jum'at (11/4) Mr. Boston kembali menelpon saya, tapi saya kerjain. Telpon saya angkat, tapi saya dekatkan ke speaker TV yang sedang menyiarkan acara talkshow. :D Setelah itu dia telpon lagi sekitar 2 kali dan tidak saya angkat-angkat. Ujung-ujungnya dia kirim SMS dan bilang kalau saya tidak segera menemuinya ia akan balik lagi ke Spanyol hari Minggu (13/4). Dalam hati saya bilang, "go to hell aja sekalian, Mister." Jahat banget ya? ^_^


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

11 komentar:

  1. scam model ini memang banyak sekali ya, walaupun sudah 2 tahun lebih dialami bung Eko, sampai sekarang pun masih saja beredar..

    bulan lalu teman saya mengalami apa yang Bung Eko alami, persis sama. Untunglah seperti Bung Eko, dia tanggap bahwa ini adalah penipuan.

    Jahat sekali mereka mau menipu di atas kebaikan orang lain yang mau membantu..

    BalasHapus
  2. Saya juga sering dapet email spam yang mirip2 kayak gini, cuma ga pernah tak tanggapi ^_^
    Tapi boleh juga nih berbagi pengalamannya...

    BalasHapus
  3. Saya juga sering dapat e-mail seperti itu Bung, keinginan untuk membantu waktu itu ada, tapi karena pekerjaan tidak jadi. Tapi setelah saya pelajari saya juga curiga. Dengan posting ini saya jadi tahu ternyata modus operandinya begitu, yah,,, Artinya sebenarnya orangnya berada di Jakarta.
    Jadi ingat model penipuan lewat HP (SMS yang mengatakan kita dapat uang jutaan rupiah), waktu itu Kakak teman saya menempuh jarak dari kampung (pinrang) ke kota (Makassar) (jarak 173 km) hanya gara-gara SMS itu. WAktu itu teman saya meminta agar saya menemaminya ke ATM, saya tahu ini penipuan tapi saya tetap menemani supaya dia tahu,, awalnya Kakak teman saya sudah berkomunikasi dengan si pengirim SMS, disuruh masuk ke ATM, tapi sebelum itu disuruh beli voucher elektrik 100 ribu, kemudian mengirimkan nomornya ke si pengirim SMS dengan alasan agar komunikasi lancar saat bertransaksi lewat SMS. Saya langsung beritahukan kalau nomor vouceher dah di kirim, pasti orang itu dah tidak bisa di hubungi. AKhirnya Kakak teman saya tahu bahwa itu penipuan.
    Wah kepanjangan nih, jadi kayak posting,,,

    BalasHapus
  4. Bismillah,
    Alhamdulillah Bung ...terima kasih atas infonya. Apalagi untuk saya yang baru di dunia maya gini.

    Tu orang dapet duitnya darimana ya ..."bayar tax" itu tadi ya ?

    BalasHapus
  5. wah keren ni, iya banayak sekali penipuan di dalam dunia maya ini,, makasih informasinya,,, sukses selalu bung eko

    BalasHapus
  6. kalau saya belum pernah mengalaminya bung,
    dari pengalaman bung eko di atas saya bisa mengambil hikmahnya dan mencoba buat belajar dari pengalaman orang lain (bung eko)

    BalasHapus
  7. pertama alangkah baiknya saya memperkenalkan dulu ke sini, naa saya kartika menetp di jogjakarta
    saya juga pernah 3 kali dapat email begituan tapi saya cuekin saja karena alasan dari pembertiahuan email tidak logis

    BalasHapus
  8. Jimmy:
    Sekarang modusnya lebih keren lagi, Koh.
    Barusan saya dapat email berbahasa Indonesia, dengan penhgirim warha negara Indonesia yang mengaku tinggal di luar negeri. Hmmm...

    buJaNG:
    Saya sih iseng aja, didorong rasa penasaran pengen tahu apa sih maunya orang-orang yang mengirim spam itu? ^_^

    ago:
    Hmmm, benar-benr tidak berperikemanusiaan sekali para penipu itu. tega-teganya mereka. :((

    Rachmadi Triatmojo:
    Nah, itu dia yang saya pengen tahu, Pak. Tapi rasanya terlalu mahal resiko yang bakal saya tanggung jika rasa ingin tahu itu saya teruskan dengan menanggapi apa yang mereka mau.

    informasi jambi:
    Sama-sama, Bung.
    Selamat datang di gubug saya yang sederhana ini

    Gus Ikhwan:
    Itulah tujuan saya berbagi, Gus. :D

    Kartika | Blog Desain:
    Salam kenal, Mbak.
    Dulu saya tinggal di Jogja, tapi sekarang sudah jadi orang Pemalang. ^_^

    BalasHapus
  9. ya, saya juga sering mengalami seperti ini bung. isi emailnya hampir sama, tapi biasanya lngsung otomatis masuk folder SPAM di mail.

    saya fikir, apa ini akibat dari kita mempublikasikan email kita di blog atau jejaring sosial? saya ga tau pasti..

    who knows? :)

    BalasHapus
  10. sebuah penyikapan yang kritis, analitis, waspada dan investigatif terhadap ancaman penipuan tergambar dalam postingan ini. saya jadi belajar bagaimana mematahkan upaya penipuan dan upaya pembelajaran bagi blogger yang lain.
    terima kasih, Bung Eko.

    BalasHapus
  11. Saya juga pernah mengalaminya. Tapi saya tanggapi....
    tapinya lagi, hanya saya tanggapi karena kepengen belajar bahasa Inggris.
    Mumpung ada lawan bicara jadi, ya saya layani saja. karena mungkin dia tau saya hanya kerjain dia, akhirnya nyerah sendiri dia. hehehehehe

    BalasHapus