Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Senin, 12 Juli 2010



TEPAT seperti prediksi Paul si Gurita, Spanyol akhirnya memenangkan laga melawan Belanda di final Piala Dunia 2010, Ahad (11/07) malam waktu Johannesburg, Afrika Selatan. Spanyol hanya menang tipis 1-0, itupun harus menunggu sampai 116 menit. Sebuah kemenangan sulit, wajar rasanya jika Iker Casillas begitu emosional saat mengangkat trofi Piala Dunia buatan pematung Silvio Gazzaniga.

Nah, yang menarik, setidaknya bagi saya pribadi, adalah selebrasi yang dilakukan oleh Carles Puyol dan Xavi Hernandez. Alih-alih membawa bendera Spanyol, duo pemain Barcelona tersebut malah mengibarkan bendera Catalonia pada saat melakukan victory lap.

Melihat fenomena unik ini, saya langsung mengirim SMS ke beberapa teman, salah satunya Kang Munawar. Isinya: juara Piala Dunia 2010 adalah timnas koalisi Spanyol dan Catalonia. Sebelum pertandingan, saya juga mengirim SMS massal yang berbunyi: Saksikan final Piala Dunia 2010 antara Belanda vs Barcelona. Hmmm....

Para Barcelonistas tentu sudah tahu kalau Catalonia (atau Catalunya dalam bahasa Catalan, Cataluña dalam bahasa Spanyol, dan Catalonha dalam bahasa Occitan) adalah sebuah daerah otonomi khusus di Spanyol yang sedang berusaha memerdekakan diri. Beberapa waktu lalu Catalonia mengadakan referendum untuk memilih tetap bersama Spanyol atau merdeka. Dan, klub Barcelona adalah representasi pemberontakan 'rakyat' Catalonia terhadap Kerajaan Spanyol yang direpresentasikan oleh Real Madrid.

Itulah sebabnya kedua klub sudah seperti anjing dan kucing (silakan tentukan sendiri siapa anjing dan siapa kucingnya).

Di tingkat timnas, Catalonia juga mempunyai satu timnas sendiri yang dikenal dengan julukan La Selecció. Saat ini, timnas Catalonia yang mayoritas diisi pemain-pemain Barcelona dilatih oleh legenda Belanda, Johan Cruiyff, dan dikapteni oleh Víctor Valdés. Federasi sepakbolanya, Federació Catalana de Futbol atau Federación Catalana de Fútbol (FCF) dalam bahasa Spanyol, beberapa kali mencoba mendaftarkan diri sebagai anggota UEFA dan FIFA, namun selalu kandas karena tidak ada restu dari federasi sepakbola Spanyol (RFEF). Sebagai catatan, anggota FIFA atau UEFA tidak harus berwujud negara merdeka. Contohnya Inggris, Wales, Skotlandia, dan Irlandia Utara yang sama-sama tergabung dalam Britania Raya, negara berdaulat yang diakui PBB.


Xavi Hernandez dalam seragam timnas Catalonia.
Sejak 1904, timnas Catalonia sudah melakoni lebih dari 200 laga. Lalu mulai 1997 FCF secara rutin mengagendakan uji coba internasional menghadapi negara-negara lain, termasuk dengan Spanyol. Yang terakhir adalah uji coba melawan Argentina di Camp Nou, Desember 2009, dengan kemenangan 4-2 untuk Catalonia.

Timnas yang seragam home-nya mirip dengan kostum Valencia ini juga punya prestasi mentereng, yakni 5 kali menjuarai Copa Príncep d'Astúries (1916, 1917, 1922, 1924, 1926) dan sekali menjadi runner-up (1915).

Dalam starting eleven timnas Spanyol yang menjuarai Piala Dunia di Afrika Selatan sendiri ada sekitar 7 pemain timnas Catalonia--atau menurut versi RFEF mereka adalah pemain Barcelona FC, beberapa diantaranya bahkan memegang peran sentral.

Puyol mencetak gol kemenangan atas Jerman di semifinal, dan Andres Iniesta mencetak gol kemenangan di final. Ini belum menghitung pemain Catalonia yang duduk di bangku cadangan, seperti Víctor Valdés sang kapten La Selecció.

Karena itu, timbul pertanyaan menarik di kalangan pecinta sepak bola dunia: Akankah timnas Catalonia hadir sebagai sebuah timnas di Piala Dunia 2014 kelak? Kalau saja RFEF bersikap lunak sejak dulu-dulu, bisa jadi juara Piala Dunia 2010 ini bukanlah Spanyol, melainkan Catalonia.

Ah, saya jadi teringat Papua. Di timnas Indonesia, pemain-pemain Papua selalu mendominasi dan memegang peran sentral. Bintang-bintang baru selalu lahir dari bumi Papua, mulai dari era sebelum Rully Nere sampai masa Boaz Solossa.

Kalau saja mereka mau, bisa saja Papua meniru Wales atau Skotlandia yang membuat federasi sepakbola sendiri, lalu mendaftar di AFC dan FIFA. PSSI wajib bersyukur karena orang Papua (sepertinya) tidak terpikir untuk melakukan itu. Kalau iya, wah, alamat timnas Indonesia bakal makin terpuruk. ^_^

Hanya intermezzo, tolong jangan ditanggapi serius.


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

15 komentar:

  1. Saya malah baru tau soal Catalonia itu Bung. Pantesan di Xavi ama Puyol bawa bendera asing saat merayakan kemenangan. Kirain saya itu bendera Barca, tapi pas saya liat, warnanya bukan warna bendera Barca.

    Walau pemain Barca mendominasi timnas Spanyol (Espana or Spain), peran para pemain Real Madrid tetap gak bisa diabaikan (kayak Casillas, Xabi Alonso, dan Ramos).

    BalasHapus
  2. Ooo... Jadi begitu ceritanya. Saya malah baru tahu. Yang saya tahu kalau Catalunia atau El Catalan adalah sebutan buat Barcelona FC. Cuma itu doang. Asbaabun nuzul disebut dengan klub Catalunia belum pernah coba-coba cari tahu.
    Kalau soal jawaban judul artikel di atas, mudah mas. Jawabannya jelas Spanyol. Karena yang bertanding adalah Spanyol melawan Belanda.

    BalasHapus
  3. Kebetulan saya fans Barca sekaligus Spanyol nih.. Baru tahu saya tentang Catalonia ini.. bisa2 nanti jadi fans catalonia klo mereka pisah.. he2.. :D , makasih mas.. jadi nambah wawasan.. :) .

    BalasHapus
  4. Baru tahu nih Bung,,,
    mengenai selebrasi oleh Puyol dan Hernandez tidak terlalu memperhatikan. Yang pasti salut Buat Tim Spanyol, mereka membuktikan diri sebagai tim peringkat 1 FIFA, setelah 2008 kemarin Juara Eropa, kali ini juara Piala Dunia 2010.
    Mengenai Papua saya sependapat dengan Bung Eko, sebagai penonton dan pencinta sepak bola, saya melihat talenta dan fisik dari teman-teman kita dari Papua adalah modal untuk membuat sepakbola di tanah air kita maju.

    BalasHapus
  5. Setelah selesai masa tugas sebagai Presiden Barcelona dan sukses mempersembahkan gelar juara di semua level sepakbola klub, Joan Laporta memutuskan untuk memasuki arena politik untuk memperjuangkan otonomi khusus (tahap awal menuju kemerdekaan) untuk Bangsa Catalonia..sebuah cita-cita yang mlia bagi sebuah bangsa yang terdiskriminasi..
    sebagai catatan tambahan, TIMNAS Catalonia pernah menuntut untuk ikut serta dalam ajang piala dunia, tapi di tolak oleh FIFA. ini tindak yang bisa dikatakan diskriminatif, jika melaihat Wales, Irlandia, dll, yang bisa mengikuti piala dunia dengan bendera sendiri, padahal mereka masih berada dalam naungan United Kingdom..

    BalasHapus
  6. yup, tepat seperti kata bung Eko, Catalonia menjelma kekuatan sepak bola yang merajai dunia, tengok saja prestasi Los Cules Barcelona yang pada akhir tahun lalu menjadi kampiun FIFA WOrld Club Championship, turnamen 'piala dunia
    antarklub... kalau saja Indonesia masuk piala dunia, dan para pemain Papua membawa bendera OPM, kayaknya pas pulang ke Indonesia, mereka akan dijemput aparat :-)

    BalasHapus
  7. tadinya gw mo nanggepin serius, tapi berhubung ada kata2 "HANYA INTERMEZZO JGN DI TANGGAPI SERIUS" ga jadi deh seriusnya....hehehe (kidding bung eko) infonya mantab sekali. Klo saya sedari awal sudah bela Spanyol karena ada ikatan ideologis antara Spanyol dan Andalusia. Dulu Andalusia adalah pusat Kejayaan Islam Eropa. Thoriq Bin Ziyad adalah tokoh utama kejayaan Islam di Andalusia. Bravo Andalusia

    BalasHapus
  8. Sebenarnya bukan sekedar mimpi jika kita juga bisa ikut tampil di piala dunia. Jika memang dilatih dengan profesional dan berkelanjutan.
    Yang saya lihat sekarang ini kebanyakan yang ditarik jadi pemain klub sepakbola Indonesia adalah karena bakat alaminya bukan karena ditunjang dengan sarana

    kapan ya Indonesia bisa tampil di piala dunia?

    BalasHapus
  9. iskandaria:
    Yup, benar itu, Bung. Makanya banyak pengamat mengatakan bahwa sepakbola telah menyatukan Spanyol yang sebenarnya diam-diam diincar oleh isu separatisme.

    fatchur:
    Judul itu gak butuh jawaban, Bung. Itu hanya pengantar cerita saja,plus untuk menarik minat orang supaya tertarik membaca.

    spydeeyk
    Sepertinya susah, Bung. Soalnya, selain Catalonia, juga ada Basque Country yang berupaya memisakan diri dan sudah punya timnas juga. Kalau Catalonia boleh punya timnas, tar yang lain-lain menuntut juga, repot Spanyol.

    ago:
    Betul, Papua boleh dibilang 50% kekuatan sepakbola nasional. Sayangnya, PSSI tidak bisa memaksimalkan aset tersebut dan masih terjebak dengan pola KKN dalam perekrutan pemain Timnas.

    Anonim:
    Sedikit koreksi, Bung. Bukan FIFA yang menolak permohonan Catalonia, tapi RFEF alias PSSI-nya Spanyol yang tidak mengijinkan Catalonia menjadi anggota UEFA dan FIFA. Beda dengan Wales, Irlandia, dan Skotlandia yang disetujui oleh FA. Jadi, asal RFEF mengijinkan, FIFA sudah pasti akan menerima keanggotaan Catalonia.

    amsi:
    Hahahaha, itulah bedanya Indonesia dengan Spanyol. Di sini, isu separatisme seperti isu nabi palsu kalau di ranah agama islam.

    ismail:
    Tambahan, Bung. Catalonia dulunya adalah wilayah kekuasaan Dinasti Muawiyah. Sayng, kemudian malah terpecah-pecah menjadi kerajaan-kerajaan kecil dan lalu bubar jalan.

    afdil:
    Pertanyaannya sulit dijawab, Bung.
    Asal PSSI terus konsisten menggelar kompetisi yang berkualitas, terus memperbaiki kualitas wasit dan sarana prasarana sepakbola, saya yakin Piala Dunia 2022 atau paling telat Piala Dunia 2030 sudah ada nama Indonesia dalam daftar pesertanya. Amin...

    BalasHapus
  10. wah wah wah....
    bahaya tuh kalau sudah masuki ranah politik; memang, sekarang masih dominan sepakbolanya, nanti kalau saat politiknya lebih dominan, jangan-jangan merdeka tanpa sepakbola....

    Bung Eko jangan meng-endorce agar Papua "memisahkan" diri dari PSSI, nanti nambah energi kuat untuk "memeisahkan diri" secara beneran loh...terima kasih senggolannya

    BalasHapus
  11. Wow!!! Surprise bgt gw ama pengetahuan anda bung. Cocok banget kali ya klo anda nulis tema2 islam yg bergenre remaja :P hehehe.....just sugestion om :D

    BalasHapus
  12. munawar am:
    Hehehe, sengaja disenggol biar mampir sih, Kang. :p
    Soal timnas Papua, saya rasa biarin saja. Tar kalau Papua justru lebih berprestasi dari Indonesia, kan malah bisa jadi kaca benggala untuk PSSI. Gimana? :D

    ismail:
    Ah, masa sih, Bung?
    Hmmm, boleh deh saya pertimbangkan usulannya.
    Thanks ya... ^_^

    BalasHapus
  13. Terus saya jadi bingung nih siapa sih sebenernya yang menang, maklum aja saya ga ngikutin piala dunia, saya baru mau ngikutin kalo Indonesia main juga.

    BalasHapus
  14. wah jangan sampe berpisah gitu dong, saya maunya Spanyol bersatu aja kayak gini, kalo ada Spanyol ada Catalonia jg Catalonia belom tentu menang lho.. karena yang menyelamatkan gawang Spanyol di piala dunia 2010 ini juga Iker Casillas dari Madrid, hehe jadi menurut saya sih satu aja, hidup Spanyol! hehe

    BalasHapus
  15. semoga persipura tidak mendaftar ke afc

    BalasHapus