Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Jumat, 30 Juli 2010



Jadi seleb gara-gara meng-upload video iseng di YouTube, rasanya ini sama sekali tidak dibayangkan oleh duo Keong Racun: Shinta dan Jovita aka Jojo.

Lagu Keong Racun yang mereka nyanyikan secara lipsync dan kemudian iseng-iseng diunggah ke YouTube, ternyata membawa mereka ke jalur popularitas. Beberapa hari belakangan, media massa baik cetak maupun elektronik ramai memberitakan perihal fenomena lagu Keong Racun yang jadi buah bibir di banyak forum internet.

Lagu Keong Racun aslinya dinyanyikan oleh seorang penyanyi dangdut antah barantah bernama Lissa. Tidak heran kalau tidak banyak yang kenal nama ini, itulah sebabnya saya sebut "penyanyi antah barantah". Di kampung-kampung di Pemalang, suara Lissa sering terdengar jika ada hajatan. Bukan karena Lissa manggung di acara hajatan lho, tapi karena kasetnya sering diputar bersama-sama dengan kaset lagu-lagu dangdut lain sebagai penarik perhatian sekaligus penanda kalau di tempat tersebut ada hajatan.

Lissa boleh dibilang bernasib malang. Sebabnya, sebagai penyanyi pertama Keong Racun ia tidak mendapat keuntungan apa-apa dari membludaknya publisitas untuk lagu yang mengangkat nama Shinta dan Jojo setelah dinyanyikan di YouTube.

Lissa malah merasa berang ketika Charlie ST 12 membeli hak komersil lagu tersebut dari pencipta lagunya. Pasalnya, Charlie mengaransemen ulang lagu itu untuk duet artis yang hendak ia populerkan, dan sama sekali tak menghiraukan Lissa.

Well, bagi saya pribadi gonjang-ganjing lagu Keong Racun belakangan ini semakin membuktikan betapa jejaring sosial di internet merupakan cara ampuh untuk mempromosikan sesuatu. Mulai dari YouTube, forum Kaskus, Facebook, maupun Twitter, semuanya merupakan saranan promosi gratis yang menjanjikan hasil menakjubkan jika bisa digarap dengan serius.

Ya, kalau Shinta dan Jojo yang cuma iseng saja bisa memperoleh hasil sedemikian rupa, apalagi kalau tidak iseng alias digarap lebih serius?

Ah, bila banyak orang keracunan berita Keong Racun, saya malah mendapat 1 ide baru di kepala saya. Langsung digarap, ah... ^_^

NB: Mau lihat video Keong Racun? Silakan klik di sini!


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

11 komentar:

  1. lha.. mas eko ikutan posting keong racun juga... :D

    saya koq malah ragu klo itu digarap serius shinta jojo bisa laris manis apa ga?, banyak saingannya si.. ahaha.. (apa perasaan saya aja yah), justru karena isenknya mereka itu yang menjadikan mereka menarik.. :D

    mudah2an shinta jojo bisa kayak moymoy palaboy.. jadi artis benaran.. ga hanya jadi bahan berita sementara aja.. he2.. :D

    BalasHapus
  2. Keong Racun: ini Keong yang bikin hidup. Hama Keong: ini Keong yang bikin petani sawah Mati. Keong Emas: konon ada di TMII, tapi belum pernah nyambangi.

    Internet dan jeroannya memang sebuah pilihan yang jika digunakan secara bijak, bisa mengantarkan penggunanya menjadi populer, pun jika digunakan secara tidak bijak.

    BalasHapus
  3. sebenernya video itu dah lama ada kan?
    cuma sekarang aja media lagi gencar mbahasnya..

    padahaL di detik udah lama tuh...

    BalasHapus
  4. Memang sangat beeuntung sekali Shinta dan Jojo tersebut. Berawal dari keisengannya menyanyikan lagu keong racun yang diupload diyoutube membuat mereka jadi populer bahkan mendapatkan beasiswa dengan jalur bakat dan minat, sungguh tidak diduga.
    Memang Internet merupakan sarana yang sangat baik menurut saya untuk mencapai tujuan-tujuan tetentu apalagi tujuan tesebut juga bekaitan dengan dunia intenet. Internet merupakan media untuk berpromosi dan mencari informasi serta keunggulannya yang selalu on 24 jam. Bahkan kini internet mampu mengalihkan pebisnis yang berawal dari pasar tradisional (offline) menuju pasar modern (online).

    BalasHapus
  5. keong racun saja bisa menghantarkan duo dara shinta dan jojo menjadi populer...ckckck
    kayaknya lebih bangga lagi jika anak muda/mudi kita bisa berkarya yang lain, yang bersifat mengharumkan nama baik bangsa...
    bisa di bidang sains, kebudayaan, dan lainnya... bangga sekali sepertinya kita.... :)

    BalasHapus
  6. jujur aja bung, menurut gw lagunya biasa aja. Dan syairnya sangat ga mendidik. Tapi gw setuju banget klo situs-situs sosial yang disebutkan oleh sampeyan bener2 sangat besar pengaruhnya dan menajubkan. Jadi penasaran, panjenengan mo nggarap proyek apaan toh ? Moga sukses deh bwt bung eko ^_^

    BalasHapus
  7. wanita racun dunia! kalau keong???

    BalasHapus
  8. Aku udah donload videonya mas,
    aku rasa selama masih dalam konteks menghibur itu bagus, videonya juga tidak berbau pornografi. Cukup kreatif dan membuat orang tertawa.

    tapi ya semua kembali kpada hoki dan nasib sepertinya, ya sapa yang tau klo lagu "keong racun" malah lebih populer "dipopulerkan" sama Jojo dan Shinta ketimbang sama lisa.

    Jejaring sosial tentunya berperan penting dan sangat ampuh untuk menaikan populeritas, makanya bepikirlah sebelum melakukan kegiatan di dunia maya, bijaklah dalam berinternet...

    BalasHapus
  9. satu hal yg menyenangkan dari pemberitaan si Keong Racun: bisa menjadi trigger bagi tawa lepas kami berdua (saya dan isteri) pada sore jumat minggu yg lalu, melalui persepsi kelucuan kami masing2 thd polah tingkat si Jojo dan Shinta.
    ada sisi ke-ngenes-an dan keceriaan anak2 yg berhasil mereka angkat menjadi appeal mereka berdua. good effort!

    BalasHapus
  10. Saya malah baru tahu kalau penyanyi aslinya bernama Lissa. Kalahnya Lissa karena tidak mengunggah video di youtube ...

    BalasHapus
  11. Belom tentu kalo digarap serius bisa sukses, kita tidak tahu nasib kita selanjutnya, dan kita tidak bisa membaca masa depan. Hal-hal yang terjadi bisa diluar dugaan, perkiraan saya beberapa bulan lagi juga surut kok tentang Keong Racun.

    BalasHapus