Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Minggu, 22 Agustus 2010

Sebenarnya ide itu seperti udara, ia ada di mana-mana.



Setiap Anda berjalan ke kantor atau kampus, naik kendaraan umum, membeli makan di warung, ke toko buku, berkunjung ke rumah teman, membaca koran, browsing internet, menonton televisi, mendengarkan radio, atau bahkan sekedar berbincang dengan teman, di sanalah Anda bisa memperoleh ide.

Menurut Carmel Bird dalam bukunya yang berjudul Menulis dengan Emosi (Kaifa, 2001), sebenarnya dalam diri setiap manusia tedapat kekayaan ide dan inspirasi. Masalahnya, tidak semua orang bisa menentukan dengan mudah mana ide yang harus ditulis. Ada yang merasa idenya terlalu biasa sehingga tidak menarik ditulis, namun sebaliknya ada juga yang merasa ide tersebut terlalu berat baginya sehingga susah menuliskannya.

Ya, kebanyakan orang lebih suka mencari-cari alasan untuk tidak menuliskan ide-ide yang muncul di kepalanya. Saat sebuah ide terlintas, yang dilakukan justru sibuk dengan alasan-alasan, dengan ketakutan-ketakutan. Ketika ada orang lain menuliskan ide tersebut dan ternyata banyak disukai, barulah ia berkata, “Ah, ternyata cuma seperti itu…” sambil menyesali diri kenapa dulu ide tersebut tidak ia tulis.

Apa yang Anda butuhkan adalah rasa percaya diri. Apapun ide yang terlintas dalam benak Anda, yakinlah bahwa itu ide luar biasa. Jangan terjebak pada kesalahan berpikir yang menganggap karya besar selalu lahir dari ide besar. Pemikiran ini sama sekali tidak benar, karena pada kenyataannya tidak semua karya besar terlahir dari ide besar. Justru hal yang terlihat kecil bisa diubah menjadi hal besar kalau Anda percaya bisa melakukannya.

Ambil contoh Raditya Dika, blogger yang kemudian lebih dikenal sebagai penulis buku laris Kambing Jantan. Coba lihat apa yang ditulis Raditya di blognya. Kita tentu sama tahu kalau ia ‘hanya’ menuliskan cerita-cerita dari pengalaman pribadinya. Lantas, apa yang membuat blognya ramai dikunjungi kalau yang ditulis ‘cuma’ pengalaman pribadi? Di mana istimewanya? Istimewanya adalah, cerita-cerita tersebut ia sajikan dengan gaya yang sangat menghibur. Karena itu pembaca suka dan terus datang kembali.

Begitu juga yang dilakukan Atika Noerkustanti. Siapa dia? Anda lebih mengenalnya sebagai Tika Banget, orang di belakang blog laris-manis TikaBanget.com. Hampir sama dengan Raditya Dika, isi blog Tika juga berisi pengalaman-pengalaman lucu, aneh, unik, dan terkadang juga dramatis yang pernah dialaminya. Gaya berceritanya yang konyol, ditambah ciri khasnya yang selalu mengakhiri judul posting dengan kata ‘ituh’, menjadikan Tika blogger cewek terlaris di jagat blog saat ini.

Belajar dari Raditya dan Tika, ternyata ide ada di mana-mana seperti layaknya udara. Ide ada saat baru bangun tidur, saat sarapan, saat menuju perjalanan ke kantor atau kampus, saat berinteraksi dengan orang-orang di sekitar kita, saat sedang bercengkrama bersama keluarga, bahkan saat hendak beranjak tidur. Tinggal bagaimana Anda kreatif mengolah ide-ide tersebut menjadi satu tulisan yang menggigit.

Bank Ide
Karena ide ada di mana-mana, maka ia dapat muncul kapan saja dan di mana saja. Tidak peduli Anda sedang santai di rumah atau sibuk bekerja, tidak peduli Anda siap atau tidak, bahkan tidak peduli Anda berniat menuliskannya atau tidak, ide akan sekonyong-konyong saja melintas masuk ke kepala Anda tanpa terduga.

Nah, itulah sebabnya Anda harus senantiasa siap menangkap ide yang berseliweran di sekeliling Anda. Caranya? Cukup bawa pena dan kertas kemanapun Anda pergi, bahkan ketika ke kamar kecil sekalipun. Dengan begitu, kapanpun ide muncul Anda dapat segera menuliskannya. Kalau ada waktu segera garap menjadi tulisan, tapi jika kesempatannya belum memungkinkan Anda bisa menyimpannya dulu.

Kalau daya ingat Anda cukup kuat, mungkin Anda tidak perlu repot-repot membawa alat tulis kemana-mana. Tapi sebaiknya biasakanlah mencatat setiap ide yang muncul. Ingatan manusia sangat terbatas, dan kesibukan dapat membuat ide yang baru saja Anda temukan terlupakan dalam hitungan menit. Kalau ide sudah hilang dari ingatan, susah bagi Anda untuk memancingnya keluar.

Sediakan satu buku khusus. Bila Anda mendapat ide baru dan belum bisa segera menggarapnya, tuliskan ide tersebut di buku tadi. Apa saja ide yang terlintas, langsung catat. Semakin rajin Anda melakukannya, maka Anda akan mempunyai bank ide. Jika suatu saat Anda kehabisan ide segar, buka bank ide Anda dan lihat ide mana yang sesuai dengan kondisi saat itu lalu kembangkan menjadi tulisan. Gampang, bukan?

Catatan: Dinukil dari buku 7 Langkah Mudah Mencari Uang lewat Blog (Gara Ilmu Yogyakarta, 2010).


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

4 komentar:

  1. Internet marketing bukan hal yang mudah buat yang masih pemula, namun kehadiran buku ini setidaknya akan menambah wawasan dan pengetahuan untuk diterapkan bloger pemula yang hendak menambah penghasilan melalui blog monetization

    BalasHapus
  2. 7 Langkah Mudah Mencari Uang Lewat Blog menambah referensi Buku bacaan wajib buat yang hendak mencari tambahan penghasilan lewat blog

    BalasHapus
  3. Wah sekali lagi tito setuju sama bung eko...
    ide memang ada dimana2, dan datang nya kapan saja..

    tapi biasanya kalau saya ide datangnya di pagi hari, ketika mau k kamar kecil.. hhehe.
    dan saya sering menyiasati dengan selalu membawa notes kecil.

    Jadi kalau idenya tiba2 datang, saya catat poin2nya.
    tinggal nanti deh, menulis kembali versi lengkap atau pengembangannya di blog..

    BalasHapus
  4. Siapkan selalu catatan untuk menulis ide-ide yang ada, baik yang hebat maupun yang konyol, siapa tahu yang hebat bisa membuat dunia ini berubah, yang konyol bisa untuk film komedi :D

    BalasHapus