Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Rabu, 01 September 2010

SETELAH memilih topik blog, apalagi yang harus dilakukan seorang blogger? Apalagi kalau bukan mulai menuliskan posting tentang topik tersebut secara rutin di blog. Biasakan, kalau perlu paksa diri Anda, untuk menulis posting paling tidak sekali sehari walaupun hanya berupa komentar terhadap sebuah berita yang Anda baca di koran tadi pagi. Ini memang tidak mudah, tapi pada saatnya akan sangat bermanfaat bagi Anda.

Anda beruntung hidup pada jaman di mana blog menjamur seperti sekarang. Tanpa perlu latar belakang ilmu bahasa atau jurnalistik, tak peduli betapapun kacaunya tulisan Anda, Anda tetap dapat menerbitkannya di blog untuk dibaca orang banyak.

Bandingkan jika Anda menulis di media massa. Perlu waktu lama untuk menembus meja redaksi dan melihat tulisan Anda diterbitkan. Anda harus mengirim tulisan berkali-kali dulu, ditolak berkali-kali pula, dan terkadang menunggu hingga berbulan-bulan sampai akhirnya tulisan pertama Anda diterima. Itupun dengan catatan jika Anda tidak keburu berhenti karena kecewa berulang kali ditolak.

Apa yang hendak saya sampaikan adalah, manfaatkan kemudahan ini seoptimal mungkin untuk terus berlatih menulis. Tulis apa saja, tak usah memusingkan apakah Anda sedang menulis tema serius atau sekedar hal ringan, dan jangan hiraukan tata bahasa maupun gaya penulisan. Sepanjang pembaca bisa mengerti apa yang Anda sampaikan, itu sudah lebih dari cukup. Yang terpenting Anda terus membiasakan diri menulis setiap hari, karena hanya dengan begitu Anda akan lebih mudah menuangkan sesuatu ke dalam tulisan.

William Shakespeare, penulis terkenal dari Inggris, pernah mempraktikkan strategi serupa. Setiap bangun tidur di pagi hari, ia biasakan dirinya untuk memperhatikan apa-apa yang ada di sekelilingnya dan kemudian mendeskripsikannya ke atas selembar kertas. Karena suasana pagi selalu berbeda-beda setiap hari, deskripsi yang dituliskan William pun selalu berbeda-beda. Hal tersebut membuatnya semakin mahir mendeskripsikan apa yang ia lihat, ia dengar, ia cium, dan ia rasakan sehingga mengantarnya menjadi seorang sastrawan besar dan karya-karyanya dikenal dunia.
Yang hebat dari William Shakespeare, ia terus melakukan latihan menulis setiap hari bahkan sampai ketika ia telah menjadi penulis besar.

Begitu juga dengan Andrias Harefa, penulis produktif yang telah berulang kali menghasilkan buku-buku best seller. Penggagas situs Pembelajar.com ini sejak awal terjun ke dunia kepenulisan telah membiasakan diri menulis 1 halaman setiap hari. Kalau ia lupa melakukannya, maka pada hari berikutnya ia akan menulis 2 halaman. Yang 1 halaman untuk hari itu, 1 halaman lagi sebagai pengganti hari kemarin. Ketika ia memasang target ingin menyelesaikan satu judul buku dalam satu bulan, ia tinggal meningkatkan jumlah halaman yang harus ia tulis menjadi 5-10 halaman setiap hari.

"Ah, mereka kan penulis, sedangkan saya tidak ingin menjadi penulis." Ada di antara Anda yang menyanggah demikian? Kalau begitu lebih baik tutup buku ini dan lupakan saja niat Anda menjadi blogger. Kenapa? Karena blogger yang baik adalah juga penulis yang baik. Lihatlah blog-blog paling populer yang ada di blogosphere saat ini, maka Anda akan menemukan blogger di balik blog-blog tersebut adalah orang-orang yang mau terus-menerus belajar menjadi penulis andal.

John Chow, misalnya. Kalau Anda membaca posting-posting awal blogger Kanada keturunan Tionghoa ini, maka Anda dapat segera tahu kalau sebelumnya bahasa Inggris John sangat buruk. Hal itu diakuinya sendiri. Maklum saja, bahasa Inggris bukanlah bahasa ibu lelaki yang dibesarkan di Cina ini. Namun berkat keinginan kuatnya untuk terus belajar, sekarang ia menjadi salah satu blogger selebritis dengan penghasilan menakjubkan.

Menulis setiap hari pada awalnya memang berat dilakukan. Tapi sekali Anda berhasil membentuk kebiasaan menulis setiap hari, Anda justru akan kesulitan menghentikannya.
Analogikan diri Anda dengan sebuah kereta api. Saat hendak memulai perjalanan, dibutuhkan usaha teramat keras untuk membuat kereta tersebut bergerak. Pada awalnya mungkin hanya dapat maju pelan-pelan sejauh satu-dua inchi. Namun jika Anda terus dan terus bergerak, lambat laun Anda akan sampai pada kecepatan maksimum. Di titik ini, Anda justru membutuhkan usaha keras untuk berhenti.

Catatan: Dinukil dari buku 7 Langkah Mudah Mencari Uang lewat Blog (Gara Ilmu Yogyakarta, Februari 2010).


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

5 komentar:

  1. Bismillah,
    wah ini kayaknya postingan otomatis deh ...habis komen ku yang sebelumnya di blog kok gak ngaruh ? ...banyak yang komen senada lho Bung ... ada yang bilang Bung Eko siaga satu segala ...gimana Bung ?

    BalasHapus
  2. Wah pantas saja sepertinya saya pernah baca artikel ini :D

    Betul bung, dan ini sesuatu yg berat sekali tuk dilakukan..mungkin memang perlu niat yg besar ya? :)

    Nice inspiration!

    BalasHapus
  3. menulis sesuatu yang berguna bagi orang banyak, dan dimuat di media massa, pernah menjadi cita2 yg sangat saya idam2kan, Bung Eko.
    meski saat ini tenggelam dalam rutinitas, impian ini terkadang muncul dan menggedor realitas kesadaran saya.
    hal yg tidak sederhana utk saya adalah memulai. memulai utk terus berlatih menulis seperti yg Bung Eko paparkan di atas. salam sukses, Bung Eko.

    BalasHapus
  4. Rachmadi Triatmojo:
    Bnear, Pak. Ini posting otomatis, sebab saya gak bisa online sepanjang puasa. Ada target lain yang harus diprioritaskan. Btw, terima kasih banyak atas kritiknya.

    Darin:
    Wah, lama gak muncul nih.
    Kemana aja sih, Bung Darin?

    adeskana:
    Terus pelihara impian itu, Mas. Walaupun cuma impian, tapi itulah awal dari apa yang akan kita capai. Jadi, terus pelihara impian itu.Jika waktunya sudah tepat, segera wujudkan!

    Hehehe, maaf kalau sok bijak.:D

    BalasHapus
  5. Wah, postingan ini copas dari buku anda sendiri ya? Ketahuan nih dari kalimat "Kalau begitu lebih baik tutup buku ini dan lupakan saja niat Anda menjadi blogger"

    BalasHapus