Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Minggu, 29 Agustus 2010

SETELAH memiliki blog dan mengisinya dengan konten tertentu, selanjutnya blog Anda mesti di-update atau diperbaharui secara berkala. Hal ini bertujuan untuk menjaga trafik blog. Dengan memasukkan posting-posting baru Anda dapat mempertahankan pengunjung lama untuk kembali lagi, sekaligus mengundang pengunjung baru.

Adanya konten-konten baru yang ditambahkan secara berkala juga mempengaruhi posisi blog di search engine result page (SERP) atau halaman hasil pencarian di mesin pencari. Bila blog terus diperbaharui secara berkala, spider mesin pencari akan lebih sering menyambangi blog tersebut dan membuatnya semakin sering diindeks. Imbasnya, blog bakal memiliki posisi lebih baik di SERP.

Alasan lain, dengan terus meng-update blog Anda memberikan sinyal pada blogger lain bahwa Anda masih aktif di blogosphere. Blog yang tidak pernah di-update lambat laun akan kehilangan pembaca setianya dan pada akhirnya dianggap mati. Karena itu, Anda membutuhkan topik-topik segar dan baru untuk ditulis. Pada langkah ini kita akan membahas permasalahan tersebut secara mendalam.

Saya sudah menyinggung masalah konten di bagian sebelumnya. Namun di sana saya hanya membahasnya secara umum berkaitan dengan proses awal pembuatan blog. Di bagian ini pembahasannya akan menjadi lebih spesifik, yakni mengenai bagaimana menulis konten secara berkala seiring dengan perkembangan blog Anda. Termasuk juga mengupas satu persoalan klasik yang kerap menyulitkan para blogger, yakni mencari ide tulisan.

Pilih Topik yang Disukai
Aturan pertama soal konten adalah, pilih topik yang disukai dan dikuasai. Hal ini sudah disinggung sedikit di bagian awal. Jangan pernah terjebak pada nafsu untuk menjadi selebritis blogosphere dengan menulis topik populer dan banyak dicari tapi sama sekali tidak disukai, apalagi dikuasai.

Lihat diri Anda, temukan hal menarik yang dapat diangkat ke blog. Kalau Anda seorang maniak game sepakbola Pro Evolution, kenapa tidak menuliskan konten seputar permainan tersebut? Anda bisa memulainya dengan memperkenalkan Pro Evolution kepada pembaca, membahas aturan dan cara bermainnya, lalu membeberkan strategi atau trik-trik rahasia untuk mengalahkan lawan main, dan seterusnya.

Anda penggemar berat bakso? Blog bertema bakso juga tidak kalah menarik lho. Anda bisa membahas macam-macam bakso, cara membuat bakso, pedagang bakso terkenal di kota Anda (dan bisa juga di kota-kota lain yang Anda tahu), tips membedakan bakso berbahan pengawet dengan yang tidak, atau bisa juga menulis resep bakso.

Lihatlah, ternyata meng-update blog menjadi lebih mudah jika Anda memilih topik sesuai dengan apa yang Anda sukai. Tidak peduli apakah Anda seorang ahli atau justru baru belajar, menuliskan sesuatu yang disukai akan terasa sangat menyenangkan. Dan yang jelas Anda bakal lebih mudah memperoleh ide, lebih jeli melihat persoalan, dan lebih mudah lagi untuk menuangkannya ke dalam tulisan.

Bayangkan seorang pemuda yang sedang jatuh hati pada gadis pujaannya. Karena begitu kuatnya perasaan cintanya pada si gadis, pemuda tersebut dapat dengan mudah melakukan apapun demi mendapatkan cinta si gadis impian. Meminjam kalimat Saleem Iklim dalam lagunya yang berjudul ‘Suci Dalam Debu’, karena cinta lautan berapi pun pasti akan direnangi juga. Begitulah hebatnya efek yang dapat ditimbulkan oleh rasa suka.

Sebaliknya, memilih topik yang sama sekali tidak disukai dapat menimbulkan banyak masalah bagi Anda. Apalagi jika Anda memilih blogging sebagai karir profesional menggantikan pekerjaan kantor yang Anda rasa membosankan. Menulis topik yang tidak disukai sama saja dengan melakukan pekerjaan kantor yang membosankan itu.

Apa jadinya kalau Anda memaksakan diri menulis tentang durian, padahal Anda alergi durian. Mungkin 3-4 posting Anda bisa mencoba menuliskannya. Anda bisa mencari informasi mengenai durian melalui Google. Tapi bagaimana selanjutnya? Sampai berapa lama Anda tahan menulis tentang sesuatu yang Anda sama sekali buta tentangnya? Kemungkinannya hanya dua, Anda berhenti menulis atau terus melanjutkan blog tapi dengan konten hasil copy-paste dari blog atau situs lain. Sialnya, kedua pilihan tersebut sama-sama jelek.
Alasan lain mengapa saya menyarankan Anda untuk menulis topik yang disukai adalah, perasaan dan ekspresi Anda dapat terpancar dalam tulisan yang Anda buat. Demikian juga bila Anda memaksakan diri menulis topik yang tidak disukai, pembaca dapat mengetahuinya dengan mudah dari ekspresi yang terkandung dalam tulisan tersebut. Ingat kembali aturan mengenai menulis secara personal. Menuliskan sesuatu yang tidak disukai tidak akan membuat pengunjung tertarik membaca tulisan Anda.

Contohlah Bolanova.com milik Adi Wirasta. Didorong oleh rasa sukanya yang besar terhadap sepakbola, blogger satu ini membuat blog khusus sepakbola. Untuk menjaga kontinuitas update konten, Adi mengajak dua orang rekannya yang sama-sama penggila bola sebagai penulis tetap. Ia juga secara kreatif melibatkan pembacanya dengan secara rutin mengadakan kontes menulis berhadiah uang dan voucher belanja. Alhasil, karena dibesarkan oleh orang-orang yang benar-benar menyukai sepakbola, Bolanova.com pun berkembang menjadi blog sepakbola yang hidup.

Catatan: Dinukil dari buku 7 Langkah Mudah Mencari Uang lewat Blog (Gara Ilmu Yogyakarta, Februari 2010).


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

10 komentar:

  1. Bismillah ...

    Pertamaxxx

    langsung aja ya...biasanya komen-komen isinya semua mendukung postingan yang punya Blog. Dan kalau begitu semua hidup ini jadi kurang hidup he he. Sebelumnya minta maaf Bung Eko kalau komen kali ini agak melawan arus. Gak pa pa khan he he

    Jadi saya sepakat aja dengan isi dan maksud postingan Bung Eko. Tetapi saya sebagai pembeli sekaligus pembaca buku2 Bung Eko, terhadap isi postingan yang sudah 2 kali berisi tulisan dari buku2 Bung Eko, jadi agak kecewa ( piiiisssz)

    Karena postingan itu udah saya baca berulang2 kali dari buku yang saya beli.

    Ya sebetulnya gak pa pa si kalau diperuntukan bagi yang belum baca.

    Tapi saya secara pribadi pengen postingan yang segar dan baru untuk pencerahan kreativitas kita.

    Terlepas dari itu semua, saya sepakat dengan blog dengan tema yang harus kita suka. Saya sudah baca kok blog2 yang isinya gak sesuai dengan jiwa si pemilik blog. Kerasa "kering" gitu ... tidak berbobot. Apalagi saya sudah tahu dikit2 tentang keyword dan internet marketing ...ketahuan banget kalau cuma nembak keyword, atau bisa aja scanner artikel dari majalah atau mana saja trus di konversi ke TXT ... lalu copas deh ...beres !

    Jadilah diri kita sendiri, Insya Allah rizqi mudah saja kalau sudah Allah kehendaki.

    BalasHapus
  2. Bismillah ...

    Pertamaxxx

    langsung aja ya...biasanya komen-komen isinya semua mendukung postingan yang punya Blog. Dan kalau begitu semua hidup ini jadi kurang hidup he he. Sebelumnya minta maaf Bung Eko kalau komen kali ini agak melawan arus. Gak pa pa khan he he

    Jadi saya sepakat aja dengan isi dan maksud postingan Bung Eko. Tetapi saya sebagai pembeli sekaligus pembaca buku2 Bung Eko, terhadap isi postingan yang sudah 2 kali berisi tulisan dari buku2 Bung Eko, jadi agak kecewa ( piiiisssz)

    Karena postingan itu udah saya baca berulang2 kali dari buku yang saya beli.

    Ya sebetulnya gak pa pa si kalau diperuntukan bagi yang belum baca.

    Tapi saya secara pribadi pengen postingan yang segar dan baru untuk pencerahan kreativitas kita.

    Terlepas dari itu semua, saya sepakat dengan blog dengan tema yang harus kita suka. Saya sudah baca kok blog2 yang isinya gak sesuai dengan jiwa si pemilik blog. Kerasa "kering" gitu ... tidak berbobot. Apalagi saya sudah tahu dikit2 tentang keyword dan internet marketing ...ketahuan banget kalau cuma nembak keyword, atau bisa aja scanner artikel dari majalah atau mana saja trus di konversi ke TXT ... lalu copas deh ...beres !

    Jadilah diri kita sendiri, Insya Allah rizqi mudah saja kalau sudah Allah kehendaki.

    BalasHapus
  3. Postingan baru lagi dari bung eko, berarti komen baru lagi dari titoHeyziputra. Hehhe...

    Memang masalah mempertahankan ke'eksisan di dunia blog menjadi masalah utama setelah kita mempunyai sebuah blog. Ada banyak alasan knapa sulit eksis. salah satunya ya tentang pemilihan topik. Sarannya bung eko patut di coba, untuk memfokuskan topik pada hal yang kita sukai dan kuasai.

    Disini muncul masalah baru pula, saya seorang blogger yang menyukai membaca novel, menonton film dan maen game. Beberapa postingan saya ada yang seputar resensi atau review film, novel, dan game.

    Tapi tidak melepas kemungkinan saya juga menulis tentang aktivitas terbaru saya. jadi saya lebih memilih blog saya menjadi blog yang gado2. semua informasi bisa saya tulis. Agak sulit untuk menjadi blog dengan tema khusus. karena akan membatasi jumlah pengunjungnya...

    BalasHapus
  4. Tumben nih belakangan postingnya membahas tentang blogging? Apalagi ternyata dikutip dari buku Bung Eko sendiri. Apa tidak malah mengurangi minat untuk membeli bukunya? Atau Bung Eko kehabisan ide nih sepertinya.

    Kirain saya blog ini memang sengaja tidak akan membahas tentang blogging dan lebih dikhususkan untuk topik bebas non blogging. Efek lain, para pembeli buku Bung Eko atau mereka yang sudah dapat gratisan (termasuk saya) bisa kecewa jika isi postingnya cuma kutipan dari yang sudah dibaca. Jadi, tidak ada sesuatu yang baru. Senada dengan komentar pertama di atas.

    Maaf, mungkin ini sekadar masukan. Blog ini sepertinya mulai kehilangan arah ^_^ Atau mungkinkah mulai ingin berubah haluan?

    BalasHapus
  5. Siaga 1 untuk BungEko.Com, peace dech!

    saya malah ingin minta izin untuk content-repost dari buku BungEko yang nantinya saya arahkan ke sini, bagaimana Mas? Tentu dengan modifikasi isi biar tidak terkesan copas begitu saja.

    Dikabulkan yaahhh? Ngarep mode on..!!

    BalasHapus
  6. Salam.
    Setelah 2 postingan sebelumnya saya tidak berkomentar, postingan ini saya mulai lagi. Sebelumnya mungkin blog ini "mengalami perbaikan" karena saat saya akses Bung, kolom untuk komentar tidak ada. tapi tidak masalah karena hari ini sudah lebih baik dan tampilannya lebih segar.

    Mengenai tema blogging, saya sepakat Bung. walaupun ide ada dimana-mana, terasa hambar dan kering kalau blog kita memilih topik dan blog yang tidak kita sukai.

    Mengenai komentar Mas Rahmadi dan Mas Is, karena saya belum pernah membaca buku dari Bung Eko, saya hanya ingin melihat dari sisi isi postingan. POstingan seperti ini Maaf sebelumnya sudah ada di blog-blog lain yang pernah saya baca dengan nuansa dan warna yang berbeda. Yang membedakan adalah postingan seperti ini pada blog mereka terasa lebih hidup karena memang tema blog mereka tentang blog atau panduan dasar blogging. Beda dengan postingan-postingan sebelumnya dari Bung Eko.

    Tapi yang pasti saya masih salut atas update blog Bung, saya selama bulan Ramadhan baru 3 kali update blog.
    Salam Sukses Selalu

    BalasHapus
  7. saya belum pernah membaca buku bungeko ,dapat pengetahuan baru. terima kasih .

    BalasHapus
  8. kira2, memilih topik blog bisa disamakan tidak dengan blog yg berniche tertentu?
    saya sepakat pernyataan di atas. melakukan sesuatu yg kita sukai dan mewujudkannya dgn sepenuh hati, tentulah 'kan lahir karya dgn kategori terbaik. setidaknya ada rasa puas jika hal ini terwujud.

    BalasHapus
  9. Rachmadi Triatmojo:
    Terima kasih atas kritiknya,Pak.Mohon maaf, saya jarang bisa online selama puasa, jadi begitu ada kesempatan online cuma kopi-paste artikel dari harddisk komputer ke blog. Tapi, meski begitu saya rasa isi artikel ini masih relevan dengan misi blog saya, dan saya juga kok merasa tidak semua pembca blog ini sudah membaca buku2 saya. :D

    tito Heyziputra:
    Salut atas konsistensinya berkomentar, Bung.
    Maafkan saya yang jarang berkunjung balik.:((

    iskandaria:
    Diralat Bung, saya bukannya tidak mau lagi membahas tema-tema blogging, tapi tema-tema "make money blogging" dan "make money online". So, tema-tema blogging masih akan saya angkat di blog ini, apalagi kalau ada kaitannya dengan tulis-menulis. Soal posting republish dari buku, mohon maafkan. Saya gak bisa online sering-sering. Bisa online seminggu sekali selama dua jam saja sudah snagat bersyukur.:D

    munawar am:
    Hahaha, sudah siaga 1 nih.Mudah2an gak naik jadi awas. Hahaha...

    Btw, monggo, Kang. Saya suka sekali kalau Kang Nawar memang berniat mempublikasikan ulang isi buku saya, apalagi kalau dimodifikasi serta diberi semacam kredit begitu. :D

    ago:
    Gak ada yang perlu disaluti, Bung.
    Posting2 selama puasa ini hanya scheduled post yang sudah saya atur sebelum Ramadhan.:D

    maria:
    Sama-sama, Mbak.
    Btw, blognya kok gak bisa kebuka ya dari sini?

    adeskana:
    Saya tidak tahu istilahnya, Mas. Tapi, yang jelas sebuah blog memang harus mempunyai ciri khas tertentu sehingga mudah diidentifikasi dan pembacanya juga gak bingung. Caranya bisa dengan memilih topik yang spesifik, atau dengan cara lain yang memungkinkan.:D

    BalasHapus
  10. Suka itu kan modal untuk sukses, jadi kalo ga suka ya ga bisa sukses. Lagipula ada juga beberapa orang yang memang ga suka dengan topik namun dipaksakan karena memang niatnya untuk make money online, ya jualan link atau adsense. Demi uang mereka rela googling hingga bertanya kepada siapa saja.

    BalasHapus