Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Sabtu, 04 September 2010

TAK lengkap rasanya membicarakan blogwalking tanpa menyinggung masalah komentar. Pasalnya, blogwalking dan komentar adalah satu kesatuan yang saling berhubungan satu sama lain. Saat blogwalking Anda tentu tak hanya sekedar berkunjung dan membaca-baca posting, bukan? Anda juga akan meninggalkan komentar. Karena itulah saya rasa penting untuk mengulas masalah komentar di bagian ini.

Komentar adalah hal baru di dunia internet. Sebelumnya pengunjung situs hanya bisa membaca artikel-artikel yang disajikan di situs itu saja. Komunikasi antara pemilik situs dan pengunjung baru bisa terjadi setelah era blog, yakni dengan adanya fasilitas untuk berkomentar. Dari sini, komunikasi dua arah berlangsung dan membuat blog bukan sekedar pemberi informasi, tapi sekaligus sebagai tempat dimulainya satu diskusi.

Nah, dilihat dari sejarahnya, komentar adalah sebuah interaksi antara pemilik blog dengan pembacanya. Pemilik blog tak sekedar menuliskan pemikirannya saja, tapi juga harus mau menanggapi argumen pembaca. Sebaliknya, pembaca pun tak lagi sekedar datang berkunjung dan melihat-lihat, melainkan dapat turut menanggapi apa yang ditulis si empunya blog. Memang tidak ada keharusan untuk berkomentar, tapi kalau Anda ingin membina hubungan baik dengan blogger lain hal ini mutlak diperlukan. Bahkan saya sangat menyarankan Anda untuk membiasakan diri meninggalkan komentar di setiap blog yang Anda kunjungi. Lebih baik lagi jika Anda mendiskusikan apa yang dituliskan blogger lain.

Sayangnya budaya berdiskusi masih belum marak di kalangan blogger Indonesia. Komentar yang ada saat ini kebanyakan hanya sekedar komentar, beberapa malah hanya terkesan basa-basi atau ‘setor muka’ saja. Belum terlihat adanya upaya dari pengunjung untuk mengembangkan posting menjadi sebuah ajang tukar pendapat dan pengetahuan. Yang menarik (atau justru tragis), blog-blog yang berupaya menghidupkan budaya diskusi dengan menurunkan posting ‘serius’ justru sepi komentar.
Okelah, sudah mau meninggalkan komentar saja rasanya sudah bagus. Dan ini harus terus dibiasakan sehingga tidak ada blogwalking tanpa meninggalkan komentar. Setelah menjadi kebiasaan, tingkatkan kualitas komentar Anda untuk membuat si pemilik blog dan pengunjung lain terkesan.

Saat memulai blog di awal tahun 2008 lalu, saya memasang target untuk blogwalking dan meninggalkan komentar setidaknya di 10 blog lain setiap hari. Blog-blog yang sudah dikunjungi tidak akan saya kunjungi lagi sampai seminggu ke depan. Dengan demikian saya selalu mengunjungi 10 blog baru setiap hari. Ini saya lakukan terus secara konsisten selama sekitar 3 bulan. Hasilnya, di bulan keempat saya sudah menemukan teman-teman blogger yang mau secara sukarela saling mengunjungi dengan saya. Ini berarti blog saya mulai mempunyai pembaca tetap.

Ada banyak manfaat positif yang dapat diperoleh jika Anda rajin meninggalkan komentar. Apa saja? Tunggu posting selanjutnya...


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

7 komentar:

  1. Kalo melihat pada postingan dan komentar orang luar dibanding orang kita emang jauh, itu dikarenakan mereka punya pemikiran yang kritis dibanding orang kita yang lebih suka ninggalin komentar "pertamax", "salam kenal" ato apapun yang tidak membangun.

    Btw oot neh bang, domain bloggerjambi.com udah expired ya? maren saya sms ga masuk keknya udah ganti nomor. hehehe

    BalasHapus
  2. Biasanya kaLo saya berkomentar di bLog orang-orang yang sudah saya kenaL dengan baik (sahabat kentaL), saya berkomentar dengan asaL, cenderung guyon, apaLagi kaLo isi artikeLnya bukan artikeL yang serius.
    Tapi untuk bLog yang isinya serius, semacam tutoriaL, dsb, saya berusaha selalu dan bahkan merasa wajib bertanya, karena ada haL-haL daLam artikeL itu yang menarik untuk diperbincangkan. Menyenangkan sekaLi lho bisa membahas haL-haL daLam suatu artikeL, seLain bisa menambah pengetahuan tentang tema artikeL itu, kita juga bisa mengkoreksi jika ada kesaLahan daLam artikeL, lebih mengenaL pribadi penuLis maupun komentator lain.
    Untuk bLog saya sendiri, sebisa mungkin saya membaLas komentar dari para sahabat. Pertimbangan saya, jika saya membaLas atau sekedar menyapa komentar para sahabat, mereka akan merasa dihargai. Semua itu saya kembaLikan ke diri sendiri, karena saya pengen dihargai saya juga harus bisa menghargai orang lain. Benar begitu kan, Bung?

    BalasHapus
  3. akrim, tukrom .. muliakanlah orang lain, kelak kau akan dimuliakan. pepatah Arab ini dapat kita terapkan dalam dunia blogwalking dengan cara memberi komentar bernas dan konstruktif. ajakan bung Eko dalam postingan ini sangat positif dalam memajukan dunia blogging di negeri ini. namun, tidak dapat kita pungkiri juga, bahwa memang ada beberapa blogger yang dikejar target untuk menaruh backlink sebanyak mungkin demi kepentingan SEO mereka. dan hal inilah yang mendorong munculnya komentar-komentar yang cenderung spamming. mudah-mudahan dengan ajakan bung Eko dalam tulisan ini sedikit mencerahkan kita bahwa memberi komentar ibarat kita bertamu pada rumah seorang teman yang tentunya tidak enak kalau hanya sekedar berbasa-basi tanpa adanya dialog yang hangat. salam

    BalasHapus
  4. Kalau artikel kita tidak dikomentari atau isi komentarnya hanya pertamax-pertamax saja, pemilik blog harusnya berintrospeksi.

    Kalau isi artikelnya tidak jelas, apalagi yang sekadar curhat saya sendiri bingung mau berkomentar apa. Kalau berkomentar itu kan privacy dia sendiri, tidak ada gunanya berkomentar.

    Kalau situs memang membiasakan berdiskusi secara sehat, kadang informasi terbesar diperoleh bukan dari artikelnya tapi dari link yang diberikan para komentator. Komentator seperti itu, secara tidak langsung telah membantu memberi referensi tambahan pada artikel.

    BalasHapus
  5. Putra Eka:
    Hehehe, iya tuh, bloggerjambi.com sudah expired. Kan sudah pernah saya kasih pesan lewat kolom komentar blog Blogger Jambi? Kalo gak salah saya sudah kasih pesan jauh-jauh hari. Kalo terlanjur gak diperpanjang, ya udah, nunggu deh...

    Hari Mulya:
    Tepat sekali, Bung!
    Ya, kadang memang tidak selalu kita harus berkomentar panjang-lebar, semua disesuaikan dengan posting itu sendiri. Kalau postingnya sekedar cerita ringan, ya komentarnya ringan2 juga dong. Yang saya maksud di sini adalah oknum2 blogger yang suka kejar target backlink dan meninggalkan komen asal ke smua blog tanpa peduli siapa bloggernya dan apa isi postingnya.

    Btw, thanks a lot atas tambahannya.

    amsi:
    Ya,itu tidak bisa dipungkiri, Bung.
    Dan, saya sangat menyayangkan orang-orang yang suka mengejar target backlink seperti itu.

    Jeprie:
    Yup, tentu saja si pemilik blogger memang menjadi pihak yang paling bertanggungjhawab terhadap bverkembang tidaknya diskusi di blognya. Kalau isi postingnya cuma curhat, ngapain lagi didiskusikan? kecuali dalam curhatnya itu meminta solusi.

    Nice share, Bung...

    BalasHapus
  6. Maksudnya komentar bernas itu apa? Tapi kalo misalnya kita tidak mengerti dengan topik ayng dibicarakan, apakah tetap ngotot ngasih komentar panjang? Yang ada justru bakal ada kesan nyampah saja karena kita tidak mengerti apa yang dibicarakan.

    BalasHapus
  7. @Reza
    Alangkah lebih baik kalo g ngerti apa yang dibicarakan agar diam aja, jangan berkomentar. Bagi saya sendiri, komentar yang sekedar "nice Post" lalu meninggalkan link blog akan sangat menyakitkan daripada blog sepi komentar. G wajib kok anda berkomentar.

    BalasHapus