Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Kamis, 23 September 2010

BEBERAPA waktu lalu Gus Ikhwan mengajukan sejumlah pertanyaan seputar blogging dan make money blogging pada saya.

Well, setelah tidak berhasil meyakinkan Gus Ikhwan kalau saya bukan narasumber yang tepat untuk diwawancari, akhirnya sederet pertanyaan yang dikirim via email itu saya jawab juga. Sebagai bahan diskusi, berikut hasil wawancara tersebut yang juga dipublikasikan di blognya Gus Ikhwan:

Gus Ikhwan: Bagaimana pendapat Bung Eko tentang dunia blogging dan make money blogging di Indonesia di tahun 2010 ini? Membaik? Stag? Tambah kacau?
Bung Eko : Jujur saja, saya sudah tidak aktif lagi mencari uang dengan blog sejak magang di sejumlah koran lokal di Jogja, sepanjang Desember 2008 sampai Juni 2009. Jadi, saya tidak begitu mengamati perkembangan dunia make money blogging dewasa ini. Tapi, secara umum angka pemakai internet di Indonesia kian meningkat, tentunya ini merupakan peluang bagus bagi para pelaku make money online atau make money blogging.

Bagaimana dengan realitas blog-blog non-English (berbahasa Indonesia)? Bagaimana prospeknya di tahun 2010 ini?
Hmmm, ini dikaitkan dengan aktivitas make money ya? Menurut saya, blog-blog berbahasa Indonesia mempunyai prospek sangat bagus, asalkan tahu benar bagaimana cara memanfaatkan peluang make money yang ada. Berhubung blognya berbahasa Indonesia, tentu saja program-program make money online yang diikuti mesti mendukung blog tersebut agar tidak timbul “perang kepentingan”. Saya membahas tuntas 10 cara mencari uang dengan blog berbahasa Indonesia dalam buku kedua saya, mungkin bisa jadi rujukan bagi pembaca yang mengelola blog berbahasa Indonesia. Judulnya 10 Cara Efektif Mencari Uang dengan Blog; Khusus Berbahasa Indonesia, diterbitkan oleh iN-Books (DIVA Press Group).

Apa sebenarnya kelebihan blog berbahasa Indonesia dibanding blog berbahasa Inggris berkaitan dengan topik make money from blog?
Kelebihannya, pengguna internet di Indonesia sedang tumbuh. Jadi, para pengelola blog berbahasa Indonesia pada hakikatnya sedang melayani sebuah “pasar” yang sedang tumbuh. Ini kelebihan yang sangat luar biasa. Dalam dunia ekonomi, para pelaku usaha selalu mencari pasar yang sedang tumbuh sebelum memulai usahanya.

Lalu apa kekurangannya?
Kekurangan dari segi apa? Kalau dibandingkan dengan blog berbahasa Inggris, tentu saja blog berbahasa Indonesia kalah luas persebarannya karena hanya bisa dimengerti oleh orang Indonesia, plus warga Brunei, Singapura, dan Malaysia mungkin. Tapi, jangan salah lho, orang Indonesia kan tersebar di mana-mana.

Apa peluang terbesar blog-blog berbahasa Indonesia untuk mendapatkan iklan online?
Sekarang sudah banyak PPC lokal, ini bisa jadi sumber penghasilan terbesar bagi para pengelola blog berbahasa Indonesia. Alternatif kedua, bisa juga dengan menjadi affiliate situs-situs penjual produk lokal, atau malah berjualan produk sendiri.

Bicara soal niche, sebenarnya niche apa yang cukup menjanjikan untuk blog berbahasa Indonesia?
Secara umum, orang selalu tertarik pada tema-tema reliji atau keagamaan, seks, hiburan, dan hobi. Ini pakem yang berkembang di mana saja, sifatnya umum alias berlaku untuk semua orang, tidak hanya orang Indonesia. Jadi, blog-blog berbahasa Indonesia bisa mengangkat salah satu dari keempat tema besar ini untuk menarik pengunjung dan pada akhirnya menguangkan blog. Keempat tema besar di atas masih bisa dipersempit lagi, jadi niche-nya bisa banyak sekali. Contohnya tema hobi, kan bisa diurai menjadi hobi main PS, hobi sepakbola, hobi membaca, hobi mincing, dll.

Bagaimana dengan blog-blog pribadi? Bisakah ikut terjun dalam dunia make money from blogging ini? Kira-kira bagaimana monetisasinya?
Apakah ini yang dimaksud blog pribadi berbahasa Indonesia? Kalau iya, tentu saja bisa. Cara monetisasinya bisa dengan ikut PPC lokal, menjual produk-produk afiliasi, atau dengan menjual brand diri sendiri untuk kemudian terjun dalam dunia penulisan buku, menjadi pembicara, konsultan, atau membuat kursus online. Ada banyak cara kok.

Di antara program-program ini, Google Adsense dan PPC Ads, Affiliate Programs, Paid to Click, Paid to Review, Independent Ads, Others - kira-kira urutannya mana yang paling menjanjikan untuk blog-blog di tahun 2010? Alasannya apa?
Kalau disuruh menilai sebagai pemilik blog berbahasa Indonesia, saya pribadi lebih cenderung ke affiliate program dan independent ads. Alasannya sudah dijabarkan dalam jawaban sebelum-sebelumnya.

Apakah Bung Eko setuju blogger Indonesia harus berusaha keras menulis blog dalam bahasa Inggris?
Tidak setuju. Membuat blog kan tidak melulu soal make money online. Tergantung tujuan si blogger apa, juga tergantung sasaran pembaca blognya siapa. Kalau cuma iseng mencurahkan isi hati di blog, trus sasarannya adalah teman-teman sekolah/kuliah, rasanya kok tidak perlu berbahasa Inggris. Kalaupun tujuannya memang itu (make money blogging), mempunyai blog berbahasa Inggris juga tidak jadi jaminan bakal memperoleh lebih banyak uang kok.

Apakah justru fokus dengan blog berbahasa Indonesia dan mulai menemukan ceruk pembaca sendiri?
Ya, saya justru lebih setuju dengan cara ini. Pasar berbahasa Indonesia masih sangat luas kok, tinggal pintar-pintar kita menemukan 'sela'-nya dan fokus pada hal itu.

Apa saran/masukan/nasehat Bung Eko untuk blogger Indonesia yang ingin sukses di dunia make money blogging?
Hahaha, saya saja masih belum bisa disebut sukses, masa iya mau memberi nasihat ke blogger lain sih? Nanti jatuhnya OMDO alias omong doing dong… J


Beralih, ke topik lain ya Bung. Saya sendiri termasuk orang yang cukup ngilu jika mendengar (membaca) istilah BLOGGER MATRE pada postingan rekan-rekan blogger yang dialamatkan pada blogger yang me-monetize blognya untuk kepentingan finansial. Dan untuk melihat realitas ini saya menyempatkan mengajukan beberapa pertanyaan sederhana pada Bung Eko, karena saya tahu Bung Eko juga pelaku make money blogging dan sudah dikategorikan salah satu Master SR di blogosphere lokal, so tidak salah kan saya bertanya-tanya seputar Blogger Matre?

Bagaimana tanggapan atau opini dari Bung Eko tentang Blogger Matre?


Jadi blogger matre tidak masalah, asal jangan merugikan blogger lain dan tidak memanfaatkan rekan-rekan sesama blogger demi meraih apa yang ia cari (uang).

Apa yang terlintas saat Anda mendengar istilah Blogger Matre?
Kesannya memang negatif, tapi bagi saya tidak masalah. Toh, sekarang kan memang jaman materialisme, jadi apa-apa harus pake uang. Kencing di WC umum saja bayar.

Definisi Blogger Matre menurut Anda?
Saya kok malah tidak bisa mendefinisikannya ya? ^_^

Adakah kesan negatif atau malah positif saat mendengar istilah tersebut?
Kesannya negatif.

Setujukah Anda dengan istilah Blogger Matre? Adakah istilah lain yang lebih baik?
Tergantung. Istilah blogger matre bisa dialamatkan ke blogger yang terlalu money-oriented, sampai-sampai rela mengorbankan rekan-rekannya sesama blogger (baca: pembaca blognya) demi tujuannya. Contoh, ada banyak blogger yang hobi menyebar komentar spam dengan tujuan mencari backlink. Atau ada juga blogger yang membuat blog baru, kemudian rajin blogwalking untuk mencari backlink plus pembaca/trafik, tapi begitu trafiknya sudah bagus dia ubah blognya jadi berbahasa Inggris dan untuk mencari uang. Saya rasa ini tidak etis, dan pelakunya layak diberi label blogger matre. Tapi kalau untuk blogger pemburu dolar yang masih menjunjung tinggi etika dan persahabatan, tentu jangan kita sebut blogger matre. Istilah lainnya apa ya? Ya sebut saja blogger, tidak perlu label lain.

Apa harapan Anda untuk para blogger yang memonetize blognya (blogger matre)?
Menjunjung tinggi etika dan moral, karena nafkah yang diperoleh dengan cara curang atau merugikan orang lain itu tidak berkah. Itu saja.

Satu kata untuk menggambarkan kondisi bisnis online (khususnya blogosphere) di tahun 2010 ini?
Amazing! J

Apa saran Anda untuk blogger-blogger yang tidak berbahasa Inggris agar bisa tetap bertahan di dunia bisnis online?
Be yourself! Jangan terjebak dengan iming-iming, fokus saja pada apa yang kita sukai, terus tingkatkan kemampuan dengan rajin belajar hal-hal baru, konsisten, dan sabar.

Lho? Kok pertanyaan sudah habis sih? :D


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

8 komentar:

  1. keren ni... mas ecko.. guru review saya. Rata2 blogger, pada awalnya memang tidak berfikir utk menjadi blogger matre, tp, krn arus informasi smkn tinggi, peluang mjd blogger matre semakin terbuka. Saya juga mengalami hal yang demikian. :)

    BalasHapus
  2. Kok saya belum tau masalah independent ads. Mohon penjabarannya bang.
    *diwawancarai lagi :D*

    BalasHapus
  3. hm.....menjadi matre boleh, tapi tidak boleh mengorbankan kawan sendiri. setuju bung...mengibarkan bendera sendiri dengan menginjak pundak kawan terasa tidak terhormat

    BalasHapus
  4. Kalau saya sih yang penting enjoy aja, biar disebut blogger matre atau apaan. Toh emang begitu adanya. Penting tidak merugikan orang lain :D
    Yang penting tetap semangat untuk mencoba dan berusaha.

    BalasHapus
  5. blogger matre.. hehe itu mukan istilah yang digunakan untuk teman-teman blogger yang merasa sudah berkucupan. Masih banyak teman-teman blogger yang kekurangan. Dan rata-rata mereka memonetizekan blog mereka untuk kegiatan ngblog juga seperti bayar internet dan sebagainya.

    Selain itu membangun blog penghasil uang juga merupakan peluang dan memajukkan indonesia juga agar setiap orang menjadi mampu.

    terima kasih

    BalasHapus
  6. maaf kalau OOT : kalau ditanya kenapa saya kemarin sms bung eko karena pengin main ke kantor idwebhost dan mencoba membeli dengan cara offline karena keyword gus ikhwan sudah mendapatkan sitelink, jadi wajib untuk memperpanjang hosting

    semoga seri wawancara di atas dapat menginspirasi para blogger untuk mencoba mencari recehan di internet, jujur bung ada yang lupa dalam wawancara di atas yaitu seputar Blog to Book...

    Berkat buku dari bung eko tersebut saya jadi (benar-benar) tahu tentang Blog, Blogging, Blogosphere dan Blogger, sampai2 buku tersebut duipinjem temen dan berada di surabaya

    tapi bung, saya banyak melihat blogger yang dulu gemar mencari backlink lalu setelah dinilai cukup, mereka mengubahnya ke dalam bahasa inggris, bagaimana dengan sikap tersebut?

    BalasHapus
  7. saya kurang sepakat dengan model wawancara seperti di atas...
    seakan-akan gus ikhwan adalah seorang bloggermaster yang pantas dan boleh mengintimidasi siapapun...
    padahal sebagai blogger kita semua sejajar...
    seolah-olah yang namanya gus ikhwan adalah orang yang harus di jadikan panutan...
    kalau saya boleh mengatakan..artikel di atas bukan wawancara..tapi artikel penjajahan...

    saya juga barusan blogwalking ke beberapa blog..untuk sekedar mencari referensi dari para master....
    mulai blog mas doyok,o-om,kang rohman,erianto anas ,...dst..dan masih banyak lagi...

    tetapi saya tidak menemukan kesak sok dan sombong seperti gus ikhwan...

    o-om kita tahu reputasinya,bahkan artikel o-om.com di jiplak mentah2 oleh komputek,tapi dia nggak sok banget kayak gus ikhwan...

    jadi mohon maaf kalau saya katakan gus ikhwan adalah sosok seorang yang sok..sok pintar..sok master....

    padahal setahu saya,yang benar-benar master/narablog hanya beberapa saja...
    yang lain cuman copypaste dengan sedikit bumbu dan di sajikan dengan mangkok yg berbeda,kesan copypaste hilang....

    coba lihat di sini...hasil investigasi teman2 mengenai gus ikhwan..:
    http://www.i-om.co.cc/2010/09/membongkar-kebohongan-nara-blog-gus.html

    BalasHapus
  8. Yang namanya ngeblog itu kan hak kita, toh hukum pasar berlaku, kalo blognya ga asik ya pasti makin lama makin sepi.

    BalasHapus