Ceritanya begini. Siang itu saya sedang menjenguk seorang nenek yang sudah saya anggap sebagai nenek saya sendiri. Beliau sakit komplikasi dan saya sudah sering menjenguk beliau untuk sekedar meringankan kesepian beliau yang ditinggal kerja anak-anaknya. Nah, tengah asyik ngobrol dengan si nenek, HP saya berdering. Nomernya 0813 54 773 746 tidak dikenal alias tidak terdaftar pada phonebook saya. Mulanya mau saya reject, tapi entah kenapa saya malah menekan tombol hijau untuk menerimanya. Penasaran aja. :)
Eh, di seberang sana seseorang yang mengaku sebagai Drs. siapa gitu (saya lupa namanya karena dia lebih menekankan gelar Drs.-nya) dari bagian Humas Telkomsel menyapa saya dengan ramah meski bahasanya belepotan. Saya sebenarnya mau saja percaya. Tapi berhubung bahasanya belepotan untuk ukuran seorang Drs. dan dia menanyakan detil data pribadi saya, kecurigaanpun timbul. Saya sedang ditarget dalam sebuah upaya penipuan, begitu batin saya berbisik. Ternyata betul.
Drs. gadungan itu lantas menyatakan bahwa saya terpilih sebagai pemenang dalam promo Simpati PeDe dengan hadiah berupa sebuah kendaraan roda empat bermerek Toyota Avanza keluaran terbaru. Tahu sedang ditipu saya berteriak kegirangan dan mengucap "alhamdulillah". Si Drs. gadungan kemudian melanjutkan aksinya dengan menanyakan nama dan alamat lengkap saya. Nah, inilah saatnya membuat penipu tengik ini jera mengerjai saya! Dengan mantap saya jawab nama lengkap Hendri Simatupang, SIP dengan pangkat Letnan Satu dan tinggal di Kompleks Polri Gowok, Yogyakarta.
Kentara sekali Drs. gadungan tersebut agak tercekat mendengar nama dan alamat (gadungan) saya. Namun rupanya mental dia kuat juga, mungkin karena sudah terbiasa. Dia tetap melanjutkan pembicaraan dan menanyakan pekerjaan saya. Lho? Masa iya seorang Letnan Satu yang beralamat di Kompleks Polri masih ditanyakan lagi apa pekerjaannya? Saya menahan tawa dan menjawab, "Masa iya Anda tidak tahu pekerjaan saya?" Drs. gadungan itu menjawab, "Iya, pekerjaan Bapak Hendri apa?" Karena sudah tak kuat lagi menahan tawa saya bilang saja ke dia, "Saya bingung pekerjaan saya ini apa ya? Saya ini sering menelpon orang-orang dan mengatakan bahwa mereka memenangkan hadiah mobil, lalu menyuruh mereka mentransfer uang ke saya. Apa ya nama pekerjaan begitu? Hmm, penipu mungkin?" Eh, dia marah dan memaki saya. "Baik, jadi Bapak Hendri ini pekerjaannya penipu. Dasar brengsek Anda!!!" Lho, yang brengsek itu saya apa dia?
Saya jadi tertawa terpingkal-pingkal bersama nenek saya.
|
Tulisan berjudul Sudahlah Mau Ditipu, Dimaki Pula ini dilindungi lisensi Creative Commons. Anda bebas menyalin, mendistribusi, dan atau mentransmisi sebagian atau seluruh isi artikel untuk tujuan nonkomersil, serta dengan menyebutkan sumber artikel. Terima kasih. |



Baru ada 6 komentar. Tambahin lagi dong...
Klik di sini untuk langsung ke formulir komentar.Hahaha. Kreatif juga Bung Eko saat ngerjain si penipu. Sudah ketauan (disindir), kok malah sok suci begitu yach ^_^
Bismillah,
Iya saya sering juga dapat penipuan tapi bukan telpon, cm sms kadang saya balas " Anda cepat tobat, anda sebentar lagi (emang sebentar khan waktu puluhan tahun gak kerasa) mati. Malaikat maut sedang mengintai Anda.Percayalah" he he mudah2an bener2 tobat.
Hahahaha... cara penanganan Mas Eko sangat profesional
maaf bung ijin ketawa dulu hahahhaa....ini persis sekali dengan apa yang pernah saya lakukan ketika saya menerima telpon dari orang yang tidak saya kenal. dia bilang mengaku sebagai seorang "haji" manajer kantor XL dari jakarta. ketika itu saya di suruh membeli voucer fisik senilai 200ribu yang mana itu sebagai ganti ongkos pengurusan hadiah. saya bilang saja bahwa saya ini seorang kapolres (kapolres dari hongkong hehehhe...) setelah saya katakan itu dia juga jadi belepotan bahasanya dan ngata - ngatain saya penipu hehhee...trims sharingnya bung.lama nggak berkunjung ternyata blog ini sudah berganti wajah
hahahahahaha...cicak mau mainin buaya ;p
Kalo saya sih bakal saya kerjain aja, saya kasih alamat palsu dan nama palsu, terus saya pura-pura percaya aja.
Poskan Komentar
Terima kasih telah mengunjungi bungeko.com. Semoga apa yang saya tulis di blog ini bermanfaat bagi Bung Pembaca. Silakan tinggalkan komentar untuk menanggapi, mengoreksi, atau bahkan mencaci isi posting ini. Tapi mohon dicatat, no SARA, no SARU. Salam.
NB: Saya sedang memikirkan untuk membuka kembali kontes komentator terbanyak, atau kontes lain yang berhubungan dengan komentar pembaca.