Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Jumat, 17 Desember 2010

MAAF, sama sekali bukan bermaksud pamer kalau saya lagi-lagi membuat posting tentang "keberhasilan" memasukkan tulisan ke media cetak. Ini berkaitan dengan pride saya pribadi sebagai seorang yang mengaku-aku penulis.

Lha, penulis kok tulisannya gak pernah nongol di koran? Penulis apaan tuh? Nah, begitu ada tulisan yang dimuat, tentu saja bukan main gembiranya hati saya. Dan, rasanya wajar dong kalau saya berbagi kegembiraan di blog ini? Hehehe...

Kita tentu sama tahu kalau Indonesia sedang dilanda demam sepakbola. Penyebabnya apalagi kalau bukan penampilan gila-gilaan Timnas di ajang Piala AFF 2010. Segrup dengan jagoan-jagoan ASEAN, Timnas berdiri sendirian di puncak klasemen Grup A. Malaysia dibantai 5-1, Laos diberi 'hadiah' setengah lusin gol tanpa mampu membalas, dan si sombong Thailand harus dongkol setelah 2 gol penalti Bambang Pamungkas memaksa negeri Gajah Putih itu pulang lebih cepat.

Nah, di tengah euforia tersebut, saya lantas teringat tabloid BOLA. Media yang jadi referensi utama saya soal sepak bola itu sudah lama sekali tidak saya baca. Maka saya pun mulai membeli beberapa edisi sepanjang pergelaran Piala AFF 2010.

Eh, ternyata ada rubrik baru bernama Oposan di halaman 14 Ole Nasional. Siapa saja boleh mengisi rubrik itu, dan--ini asli membuat saraf narsis saya berdenyut kencang--ada foto penulisnya!

Well kewel-kewel, saya pun memberanikan diri ikut 'bersaing' demi menampilkan wajah saya yang penuh jerawat ini di BOLA. Bila dimuat, inilah kali kedua wajah saya masuk koran. Lho, kok kedua? Yang pertama kapan? Sabar, itu akan saya ceritakan lain kali, dan tidak kalah seru lho... ^_^

Saya lantas menulis tema naturalisasi pemain yang sedang jadi pembicaraan di mana-mana. Tulisannya sepanjang 3 halaman kuarto spasi ganda, saya kasih judul Naturalisasi Bukan Solusi. Saya kirim 11 Desember 2010 via email. Saking pede-nya bakal dimuat, saya juga melampirkan foto. Yah, namanya juga usaha kan? Setelahnya saya sempat harap-harap cemas karena sampai 2 edisi selanjutnya tak ada nama dan foto saya tertera di BOLA.

Kamis (16/12), saat Timnas bertanding lawan Filipina di SUGBK, saya beli BOLA. Jauh-jauh ke Pemalang kota, sekitar 10 menit bermotor dari rumah mertua, saya cuma beli BOLA yang menyajikan ulasan khusus seputar semifinal pertama Piala AFF 2010. Saya sama sekali tak berpikir tentang tulisan yang saya kirim pada saat itu. Sesampainya di rumah, waktu membaca-baca isi tabloid tersebut jelang laga Filipina vs Indonesia, saya kaget campur senang karena ada nama saya di halaman 14 Ole Nasional, tepatnya di rubrik Oposan. Alhamdulillah...

Tulisan saya di BOLA No. 2.134, Kamis-Jumat 16-17 Desember 2010.

Tulisan ini membuat saya menutup tahun 2010 dengan kelegaan. Setelah tulisan berjudul Klub Pembunuh Bintang di rubrik Suara Tifosi yang dimuat pada BOLA No. 2.002, Selasa 26 Januari 2010, saya bisa muncul lagi di BOLA untuk menutup tahun 2010 dengan sebuah karya, meski teramat sederhana.


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

5 komentar:

  1. wah senengnya sudah terbukti memang penulis.selamat ya ,terus banca'an mas.

    BalasHapus
  2. Selamat Bung. Kayaknya saya langsung niat beli tabloid Bola besok nih, sekalian baca tulisan Bung Eko.

    BalasHapus
  3. hardim:
    Hehehe, makasih banyak, Bung.
    maria:
    Ah, masa sampe banca'an sih? Kaya apa aja. Btw, thanks ya...
    ago:
    Hehehe, saya harusnya dapet komisi penjualan dari BOLA nih. :D

    BalasHapus
  4. Wah, masuk tabloid sekelas BOLA sih udah tergolong hebat, saingannya lumayan susah, selamat bung!

    BalasHapus