Selamat datang di bungeko.com, blog pribadi Eko Nurhuda. Semoga tulisan-tulisan di blog ini memberi manfaat positif bagi Anda. Saran atau kritik dari Anda akan diterima dengan senang hati.

Menyambut Euro 2012

Hasil Undian dan Jadwal Lengkap Euro 2012

Piala Eropa 2012 di Polandia-Ukraina masih enam bulan lagi. Namun undian penentuan grup bagi ke-16 peserta putaran final sudah dilakukan di Kiev, 2 Desember lalu.

Baca juga:

»
» Ketika Blog Masih Dipandang Sebelah Mata



Rabu, 28 April 2010

Mengintip Dapur Bung Eko


UNTUK kali kedua saya kena 'kerjain' sama Bung Darin. Setelah dikasih PR berupa 10 pertanyaan yang sedikit mengutik-utik privasi saya (*halah, sok selebritis*), eh, kok saya dikasih pekerjaan lagi. Untungnya (ya, orang Jawa itu selalu beruntung), kali ini PR yang harus dikerjakan cuma 8 pertanyaan saja. Lumayan, berkurang 2 pertanyaan. Okelah kalau beg beg beg begitu. Segera saya garap deh PR-nya. Check it out..!

1. Apakah nama profil blogmu? Apa artinya?
Hmmm, kalau yang dimaksud di sini nickname, maka nick yang saya pakai sekarang adalah Bung Eko. Artinya, 'bung' itu me-refer pada panggilan para pejuang di jaman perang kemerdekaan dulu, semoga dengan memakai nama ini saya terinspirasi bahwa ngeblog itu juga merupakan perjuangan. Sedangkan 'eko' nama depan saya. ^_^

2. Apakah nama blogmu, apa artinya, dan mengapa dinamakan demikian?
Nama blog saya ya sama dengan nickname, cuma ditambahin 'dotcom' saja. Jadi lengkapnya Bung Eko dotcom. Artinya apa ya? Saya juga masih bingung, orang saya memberi nama itu supaya lebih simpel dan mudah diingat karena tidak jauh berbeda dengan nick yang dipakai waktu blogwalking.

3. Sejak kapan tertarik untuk membuat karya tulisan?
Kalau yang dimaksud adalah menulis secara umum, maka saya mulai tertarik menulis (terutama cerpen) sejak mengenal majalah Ceria Remaja, Anita, dan Aneka Yess. Saya mulai tertarik menulis (terutama cerpen) sejak mengenal majalah Ceria Remaja, Anita, dan Aneka Yess. Nama-nama seperti Donatus A. Nugroho, Gola Gong, dll. sangat menginspirasi saya.Nama-nama seperti Donatus A. Nugroho, Gola Gong, dll. sangat menginspirasi saya. Saya juga sempat terinspirasi oleh alm. Bastian Tito, pengarang cersil laris Wiro Sableng. Sewaktu SMP, saya malah sempat menulis sekitar 10 judul cersil dengan tokoh pendekar rekaan saya sendiri.

Nah, kalau yang dimaksud di sini adalah menulis blog, maka saya mulai tertarik menulis di blog sejak pertengahan tahun 2005-an, setelah membaca buku kecil berjudul Serba-serbi Blogger karya Bp. Teguh Wahyono. Meskipun isinya sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan Blogger saat ini, namun buku itu masih saya simpan sampai sekarang.

4. Apa motivasimu membuat blog ini?
Bung Eko dotcom saya buat dengan tujuan sebagai wadah silaturahmi dengan teman-teman blogger lainnya. Alasan lain, blog yang lama nama domainnya habis dan tidak bisa diperpanjang karena PayPal sedang kena limit.

5. Siapa yang menginspirasimu untuk membuat blog?
Bp. Teguh Wahyono melalui bukunya yang berjudul Serba-serbi Blogger.

6. Siapa teman bloger yang mengajari dan membantumu membuat blog? (say something for apreciation)
Lagi-lagi saya harus menyebut nama Bp. Teguh Wahyono, karena blog pertama saya dibuat dengan petunjuk dari buku beliau yang berjudul Serba-serbi Blogger. Dalam perjalanannya, saya banyak dibantu dan terbantu oleh Om Agus Ramadhani, Kang Rohman, Asri Tadda aka Asta Qauliyah, dan tentu saja Bang Augusman Zalukhu.

7. Sekarang sudah punya berapa blog? Apa aja?
Yang saya seriusi dan diurus sepenuh hati cuma blog ini sama Pemalang Post. Lain-lainnya cuma jadi Google whores saja. :D

8. Pertanyaan-pertanyaan di atas dihibahkan kepada...
Jujur saja, saya enggan melempar pertanyaan-pertanyaan ini ke blogger lain. Soalnya, di kesempatan sebelumnya hanya 3 dari 10 blogger saja yang mau dengan rendah hati menggarap PR yang saya lemparkan. So, saya harap Bung Darin bisa memaklumi. ^_^

Selesai sudah PR-nya. Semoga Bung Darin puas. Hehehe....

Senin, 26 April 2010

Radio dari Masa ke Masa


SIAPA tak kenal radio? Saya yakin tidak ada orang di dunia ini yang tidak kenal dengan alat komunikasi yang banyak diklaim oleh sejumlah penemu ini. Meskipun jaman sudah berubah, teknologi sudah sedemikian canggih, tetap saja radio eksis. Buktinya, di kota Jogja saja sampai saat ini ada lebih dari 20 stasiun radio. Di kota sekecil Pemalang saja ada sekitar 6-7 stasiun radio.

Buat saya sendiri, radio adalah satu-satunya sarana hiburan yang saya kenal sejak SD sampai menginjak bangku kuliah. Maklum, saya terlahir dalam keluarga yang hidup serba pas-pasan, jadi cuma bisa beli radio untuk rengeng-rengeng (ini bahasa Indonesia-nya apa ya?). Radio yang sangat akrab dengan keluarga saya adalah radio tripleks berbentuk kotak merek National. Ibu saya membeli radio tersebut ketika saya kelas 1 SMP, dan masih saya pakai sampai saya merantau ke Jogja.

Sayangnya, semenjak punya alat hiburan lebih canggih (televisi, VCD player, komputer, dan walkman), radio tersebut tidak lagi terurus. Setelah berulang kali pindah kos, radio kesayangan saya itu terabaikan dan entah hilang di mana. Kini, setiap kali konek internet dan mendengarkan radio online, saya selalu terbayang-bayang radio bersejarah itu. Sambil mengenang radio kesayangan saya yang sudah tidak ada, mari kita kilas balik perkembangan radio.
Radio Marconi, tahun 1895

Radio Marconi

Konon, inilah radio pertama yang dibuat pada tahun 1895. Pembuatnya adalah perusahaan milik Guglielmo Marconi, orang Amerika keturunan Italia yang memegang hak paten atas penemuan radio. Namanya saja produk pertama, tentu ada banyak kekurangan pada radio ini bila dibandingkan dengan radio jaman sekarang. Contoh, radio ini hanya mampu menjangkau sinyal radio dalam radius 1,5 kilometer saja, dan karena bodinya besar maka sudah pasti radio ini sangat berat.


Radio jaman Perang Dunia I

Radio jaman Perang Dunia I

Dari bentuknya yang amat sangat besar, bisa ditebak kalau radio ini sangat berat. Tidak bisa dibawa kemana-mana, dan jelas harganya juga selangit. Jadi, jangan heran kalau di tahun-tahun ini hanya para ningrat yang bisa punya radio. Jangan bayangkan stasiun radio yang ada di jaman ini sama seperti yang kita kenal pada masa sekarang. Siarannya lebih banyak diisi dengan lagu-lagu dan sandiwara radio.


Radio jaman Perang Dunia II

Radio jaman Perang Dunia II

Bentuknya sudah agak lebih kecil. Tapi tetap saja tampilannya tidak ada indah-indahnya sama sekali. Walaupun kelihatan kecil dan terbuat dari kayu, tapi radio antik bermerk Philips ini bobotnya 18 kg! Panjang 60 centi dan tinggi 55 centi, sebenarnya tak terlalu besar. Tapi mungkin komponen-komponen yang ada di dalamnya yang membuat radio ini teramat berat. Kini, radio seperti ini dihargai lebih dari 1,5 juta rupiah dalam keadaan rusak. Hmmm, kalau masih normal harganya berapa tuh?


Ini radio jaman kapan ya?

Radio jadul banget

Radio tripleks merk National

Radio tripleks merk National

Nah, ini dia radio yang mirip dengan radio kesayangan saya dulu. Bodinya dari tripleks, bentuknya kotak persegi, dengan satu speaker sedang, dan tabulasi frekuensi yang memenuhi 2/3 tampilan depan radio. Antenanya memanjang ke atas, tidak dapat ditekuk, tapi bisa ditekan memendek. Radio ini ditenagai oleh 4 batere ukuran besar dan hanya bisa menangkap gelombang MW & SW. Eit, jangan salah! Dengan radio jadul begini saya bisa dengar siaran Radio Singapore International (RSI), BBC London, Deutsche Welle (Jerman), Voice of America (VoA) berbahasa Indonesia yang disiarkan langsung dari Washington DC, radio Jepang, radio China, radio India, dan beberapa siaran radio internasional lain. Biar jadul tapi canggih kan?


Radio portabel jaman breakdance

Radio portabel jaman breakdance

Masih ingat jaman di mana breakdance begitu ngetop? Hehehe, saya masih sangat kecil waktu itu, jadi cuma tahu sedikit saja. Yang saya ingat, paman saya dulu punya radio tape seperti ini. Dulu biasa untuk nyetel lagu-lagunya Pance S. Pondaag, Tommy J. Pisa, Endang Esrtaurina, dan terkadang lagu-lagu konyol milik PMR-nya Johnny Iskandar. Kalau tidak salah, pesawat radio ini sudah bisa untuk menangkap siaran yang menggunakan frekuensi AM. Siaran dengan frekuensi FM belum begitu marak kala itu. Tenaganya sudah memakai listrik AC/DC, jadi tinggal colokkan saja kabelnya ke colokan listrik.


Radio mini, radio saku

Radio mini, radio saku

Memasuki tahun 2000-an, radio sudah semakin kecil. Orang bilang radio saku, tapi ada juga yang ukurannya bahkan jauh lebih kecil dari saku baju. Guglielmo Marconi dan Heinrich Rudolf Hertz semasa hidup mereka mungkin tidak pernah membayangkan kalau pesawat radio bakal berbentuk sekecil ini. Cukup dengan 2 buah baterai ukuran A2, malah ada yang cuma pakai baterai A1, radio ini sudah bisa didengarkan suaranya. Bisa untuk frekuensi AM, FM, SW, dan MW.


Radio internet jaman milenium

Kini, radio tak hanya bisa didengar dengan pesawat radio saja, tapi juga di internet melalui siaran online streaming. Hampir semua radio di kota-kota besar sudah bisa didengar secara live di internet. Contohnya Radio Retjobuntung atau Geronimo kalau di Jogja, atau Radio Garuda, radio berbahasa Jawa dari Suriname. Kalau mau lebih komplit, bisa dengan mengunjungi situs streamer yang punya lebih banyak pilihan radio untuk didengar. Beberapa situs radio streamer yang saya tahu:
- RadioStreamer.com
- RadioTime.com
- JogjaStreamers.com

Untuk pilihan lebih banyak lagi coba saja search di Google dengan kata kunci "radio streaming". Ada 48 juta hasil pencarian untuk kata kunci tersebut. Alangkah banyaknya...
[bungeko, dari berbagai sumber]



Itulah sekilas perkembangan radio yang saya tahu. Mungkin Bung-bung sekalian punya tambahan informasi? Monggo, saya sangat senang sekali jika ada tambahan dari Bung. Oya, saya juga musti berterima kasih kepada Pak Marsudiyanto karena untuk membuat kolom-kolom bergambar di atas saya "menyalin" dan memodifikasi kode postingnya yang ini.

Jumat, 23 April 2010

Buku Gratis dari Bung Ismail


ALHAMDULILLAH, rejeki saya dapatkan sewaktu blogwalking ke blognya Bung Ismail kemarin. Walaupun bukan rejeki nomplok, tapi rasanya sangat berharga sekali karena rejekinya berwujud buku, satu-satunya benda mati yang paling saya cintai setengah mati. Ya, tanpa saya sangka, ternyata saya terpilih menjadi salah satu pemenang kontes menulis yang diadakan Bung Ismail. Sebagai pemenang ke-3, saya berhak mendapatkan buku berjudul The Super Leader Super Manager karya Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec.

Alhamdulillah, Bung Eko jadi pemenang ke-3 dalam kontes menulis yang diadakan oleh Bung Ismail. ^_^Sebenarnya saya tidak begitu optimis bakal menang seaktu mengikuti kontesnya Bung Ismail ini. Pasalnya, saya sudah lamaaa sekali tidak menulis posting seputar bisnis online. Apalagi tema yang diangkat dalam kontes ini adalah pesantren bisnis internet, sementara saya sama sekali tidak punya basic pesantren. Selain itu, posting yang saya ikut sertakan dalam kontes tersebut, judulnya Langkah Mudah Mencari Dolar?, sedikit berbau promosi karena membawa-bawa buku pertama saya lengkap dengan gambar cover-nya. ^_^

Eh, kalau memang rejeki ternyata memang tidak akan ke mana-mana. Meskipun harus puas hanya menjadi nomor 3, tapi saya sudah sangat senang membayangkan hadiah yang akan saya dapatkan. Apalagi setelah membaca review buku tersebut yang sebelumnya sudah di-post oleh Bung Ismail.

So, terima kasih untuk Bung Ismail yang telah mengadakan kontes menulis ini. Semoga tidak kapok, dan lain kali adakan kontes lagi ya. Soalnya, saya jadi ketagihan nih. Hehehe...

Oya, wujud bukunya bisa
Super Leader Super Manager

Rabu, 21 April 2010

Belajar dari Jennie S. Bev


KENAL dengan Jennie Siat Bevlyadi? Wajar saja kalau Bung merasa kurang akrab dengan nama tersebut. Pasalnya, si empunya nama memang lebih beken dengan nama Jennie S. Bev. Ya, dialah sang penulis e-book paling produktif, sekaligus satu-satunya penulis Indonesia yang berhasil masuk nominasi EPPIE Award.


Foto: Facebook.com
Perjalanan hidup Jennie S. Bev begitu berliku. Ia nekat merantau ke Amerika Serikat demi memperoleh kehidupan yang lebih baik. Tanpa bekal memadai--hanya skor TOEFL nyaris sempurna, bekal uang untuk hidup seadanya selama setahun, plus keyakinan kuat bahwa di manapun ia berada kesuksesan pasti bisa ia raih, Jennie dan suami (Benny Bevlyadi) berangkat ke Amrik. Tidak tanggung-tanggung, negara bagian yang dituju adalah California yang merupakan kekuatan ekonomi keenam dunia dan satu-satunya yang bukan negara (hanya negara bagian).

Di sanalah Jennie "bertarung" dengan segenap kemampuan terbaiknya, dan kini kita semua tahu bagaimana lanjutan ceritanya. Nama Jennie harum di AS dan juga Indonesia. Karya-karyanya selalu laris terjual, termasuk 2 bukunya yang berbahasa Indonesia Rahasia Sukses Terbesar dan Mindset Sukses.

Di sela-sela mencari bahan untuk satu naskah buku, iseng-iseng saya mengumpulkan semua wawancara Jennie S. Bev yang pernah dilakukan berbagai media, dan meramunya seperti di bawah ini. Semoga bermanfaat.

Kira-kira 1.000 artikel Anda telah diterbitkan, bagaimana Anda bisa begitu produktif?
Sebagai seorang penulis penuh waktu, saya menulis selama sedikitnya 4 jam sehari. Saya menggunakan waktu saya yang lain untuk melakukan suatu penelitian (jika diperlukan), dan untuk memelihara keseimbangan saya dengan berolahraga dan bersosialisasi. Mental dan fisik yang seimbang amatlah penting untuk menjaga ide tulisan saya tetap mengalir. Ketika saya stres, saya tidak dapat menulis dengan baik.

Bisakah Anda menggambarkan cara kerja Anda?
Idealnya, saya membaca 1 judul buku dan menulis sedikitnya 1.000 kata. Kadang-kadang lebih banyak, kadang-kadang kurang. Saya bangun sekitar jam 7 pagi dan tidur pada tengah malam. Saya pergi ke tempat fitness pada hari-hari lainnya atau pada waktu saya sedang mampet ide.

Apa saja sebenarnya faktor-faktor yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan? Bagaimana peran mimpi, alias visi yang kita tanamkan sejak dini untuk memacu hidup kita?
Sukses sendiri perlu didefinisikan dengan benar. Menurut pandangan saya, sukses adalah mindset. Saya adalah sukses, sukses adalah saya. Bukan pencapaian materi, bukan pula prestasi yang kasat mata. Sukses adalah tentang being and becoming. Seorang sukses adalah seseorang yang bisa bertahan hidup tanpa kehilangan dirinya sendiri di dalam segala situasi.

"Jika beberapa orang skeptis berkata Anda tidak bisa menulis dan tidak bisa hidup dari menulis, jangan sampai pendapat mereka menghalangi keberhasilan Anda."
-Jennie S. Bev-
Saat tidak punya uang, seorang sukses tidak lantas menyebut dirinya “tidak sukses.” Sukses sebagai mentalitas alias mindset memberikan kekuatan untuk menanggung kegagalan, walaupun berkali-kali. Untuk apa berubah menjadi pesimistis kalau sukses adalah Anda sendiri? Apapun yang Anda kerjakan, jika dilakukan dengan mindset sukses, akan memberikan buah sukses pula pada akhirnya.

Seperti saya dulu yakin sekali dengan kehebatan sekolah virtual dan kerja virtual walaupun dicerca habis-habisan, ini merupakan suatu visi yang menjadi blue print keberadaan saya sendiri. Saat itu saya belum terpikir untuk menjadi pelaku, namun dengan menjadikan keyakinan ini menjadi bagian penting dalam diri saya, sekarang saya menjadi pelaku yang cukup diperhitungkan di pusat intelektual dunia ini.

Banyak orang cenderung gamang menghadapi bisnis baru yang akan dirintisnya. Sering bayangan akan kegagalan lebih besar daripada optimisme akan keberhasilan. Ada tips untuk mereka?
Kembali lagi, sukses adalah mindset. Kegagalan di satu bidang atau satu kali saja, tidak membuat Anda seorang pecundang. Sambutlah kegagalan sebagai salah satu cara untuk belajar dan berkaca apa saja yang perlu diperbaiki lagi. Seorang sukses tidak pernah takut gagal, malah ia dengan suka cita dan rendah hati menggunakan kesempatan ini untuk belajar. Jangan takut gagal, karena dengan Anda takut gagal, sebenarnya Anda takut menjadi sukses.

Adakah resep atau strategi khusus bagaimana Anda berhasil menjual tulisan kepada redaktur dan penerbit?
Tak Ada rahasia. Terus menulis, siap mental untuk penolakan. Seorang penulis profesional harus dapat menerima penolakan secara profesional. Penolakan itu bukan karena Anda, tetapi hanya beda keperluan. Jadikan hal itu menjadi bagian hidup Anda, dan jangan dimasukkan dalam hati.

Nasehat terbaik apa yang Anda terima dari penulis yang lain? Nasehat apa yang akan Anda berikan kepada penulis yang ingin menjadi sukses?
Nasehat yang terbaik? Setiap orang mempunyai cerita yang diceritakan, jadi ceritakan cerita Anda dengan penuh keyakinan dan kebanggaan akannya.

Nasehat untuk penulis lainnya? Tetapkan pikiran dan hati Anda untuk menjadi berhasil, Anda memang pantas menerimanya. Jika beberapa orang skeptis berkata Anda tidak bisa menulis dan tidak bisa hidup dari menulis, jangan sampai pendapat mereka menghalangi keberhasilan Anda.

SAYA beruntung sempat menjalin relasi dengan Mbak Jennie, begitu saya biasa menyapanya. Awalnya tidak sengaja, gara-gara sebuah posting saya yang beliau protes karena isinya dianggap tidak benar. Dari sana saya terus berusaha menjalin kontak, sampai-sampai saat saya menikah, 4 Agustus 2009 lalu, Mbak Jennie berbaik hati mengirim kado langsung dari California. Isinya sebuah buku motivasi karya Sonia Ricotti yang berjudul The Law of Attraction Plain and Simple dan sudah diterjemahkan oleh Gramedia dengan judul 11 Langkah Untuk Sejahtera Lahir Batin. Bukunya bagus banget lho... ^_^

Thanks a lot, Mbak...

Berikut daftar lengkap karya-karya Jennie S. Bev.
2000:
Happy in Any Weather (out-of-print)

2002:
- Guide to Become a Management Consultant published by FabJob, Inc. (Canada)
Finalist of 2003 EPPIE Award under Non-Fiction How-To category

2003:
- Write Industry Reports: Work at Home and Start Earning $5,000 in Royalties per Month distributed by WritingCareer.com (USA).
- Breaking Into and Succeeding as a Fashion Designer published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Stylist published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Fashion Writer published by StyleCareer.com (USA)

2004:
- Breaking Into and Succeeding as a Fashion Photographer published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Fashion Illustrator published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Hair Salon Owner published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Nail Salon Owner published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Dry Cleaner published by StyleCareer.com (USA)

2005:
- Breaking Into and Succeeding as a Boutique Owner published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Cosmetics Maker published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as an Alteration Shop Owner published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Spa Owner published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Fashion Merchandiser published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as an Accessories Designer published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Talent Agent published by StyleCareer.com (USA)
- Retiring and Making a Living in Bali published by RetireInBali.com (Asia)
Breaking Into and Succeeding as a Talk Show Host published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as an Indie Record Label published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Choreographer published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Fragrance Maker published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a T-Shirt Designer published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Babies' and Children's Clothing Designer published by StyleCareer.com (USA) 2005
- Breaking Into and Succeeding as a Professional Matchmaker published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Lingerie and Swimsuit Designer published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Handbag Designer published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Voice Over Actor published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Shoe Designer published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as an Art Gallery Owner published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Antiques Dealer published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding in Concierge Service published by StyleCareer.com (USA)

2006:
- Breaking Into and Succeeding as a Movie Extra published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Juice Bar Owner published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Candle Maker published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as an Online Boutique Owner published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Paintball Field Owner published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Bath and Body Product Maker published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Textile Designer published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Craft Store Owner published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Gym Owner published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Workout Video Creator published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Modeling School Owner published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Chocolate and Candy Store Owner published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Tea House Owner published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Potpourri Maker published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Reality TV Star published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Travel Video Creator published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Tanning Salon Owner published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Natural Cosmetics Maker published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Sports Camp Owner published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as an Eyewear Designer published by StyleCareer.com (USA)
- Breaking Into and Succeeding as a Fashion Watch Designer published by StyleCareer.com (USA)

Jennie juga turut menyumbang dalam buku-buku:
- Work-at-Home Humor by Dan Reinhold (USA)
- Your Future in Fashion by Sharon Miller published by MDIS (Singapore)
- Dare to be Published! 50 Authors to Help You Write, Publish and Market in the New Century by Dallas Franklin (USA)
- How I Became a Published (and Paid) Writer in Less than a Week by Christina Spence distributed by WritingCareer.com (USA)


Catatan: Posting ini ditulis dalam rangka peringatan Hari Kartini.

Senin, 19 April 2010

tvOne, Terdepan Mengabarkan


BERTEPATAN dengan perayaan Hari Valentine, 14 Februari 2008, sebuah televisi baru bernama tvOne resmi mengudara. Pada malam peluncuran yang disiarkan langsung sejak pukul 19.30 WIB itu hadir beberapa pejabat tinggi negeri ini. Satu hal yang rasanya tidak mengherankan, karena tvOne berada di bawah kepemilikan Erick Thohir dan Ardiansyah Bakrie. Nama terakhir merupakan anggota keluarga Aburizal Bakrie, bos besar Bakrie Group yang tersohor itu.

Tidak hanya dihadiri para pejabat, peresmian tvOne juga menjadi berita besar karena ‘gunting pita’-nya dilakukan sendiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara. Hal ini menjadikan tvOne sebagai stasiun televisi swasta pertama di Indonesia yang peresmiannya dilakukan dari Istana Negara. Beberapa saat kemudian, giliran Wakil Presiden (saat itu) Muhammad Jusuf Kalla yang hadir di layar kaca tvOne dalam satu sesi wawancara khusus di kediamannya.

Menyalahi UU Penyiaran


Di luar itu semua, hebohnya peresmian tvOne dikarenakan berkembangnya satu dugaan yang mengatakan bahwa keberadaan tvOne melanggar UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Sebagaimana diketahui bersama, channel frekuensi yang digunakan tvOne dulunya adalah milik Lativi, stasiun televisi swasta kepunyaan mantan menteri era Orde Baru, Abdul Latif.

Lativi sendiri mengudara sejak tahun 2001, namun pertengahan tahun 2007 mulai tampak tanda-tanda kebangkrutan. Ini dapat dilihat dari acara-acara yang disuguhkan Lativi kala itu, sangat jauh dari kata bermutu dan bahkan terkesan asal-asalan. Sampai akhirnya menjelang penghujung tahun 2007 beberapa perubahan terjadi di tubuh Lativi dan kemudian secara "ajaib" namanya berubah menjadi tvOne, 14 Februari 2008.

Ajaib? Sebenarnya tidak juga. Jauh dari pengamatan publik luas, sebenarnya proses perubahan Lativi menjadi tvOne sudah terjadi sejak beberapa bulan sebelumnya. Namun perubahan ini hanya terjadi di tingkat pemilik saham saja. Artinya, perusahaan yang mengelola tvOne sama dengan yang mengelola Lativi dulu, yakni PT. Lativi Media Karya. Tapi pemilik saham perusahaan tersebut telah berganti.

Bagaimanapun, yang jelas kini tvOne telah tumbuh sebagai kekuatan baru di kancah pertelevisian Indonesia. Dan kehadirannya terbukti mampu memberikan warna lain bagi pemirsa televisi yang selama ini merindukan tayangan berbobot.Bila dilihat dari UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, pasal 34 ayat 4 jelas-jelas melarang pemilik izin penyelenggaraan penyiaran untuk memindahkan izin miliknya kepada pihak lain. Apabila hal tersebut dilakukan, maka sesuai dengan pasal 34 ayat 5 izin penyelenggaraan penyiaran dapat dicabut. Kenyataannya, tvOne terus beroperasi tanpa hambatan sampai kini. Bahkan belakangan stasiun ini menjadi referensi berita yang diperhitungkan setelah Metro TV.

Hal ini mengingatkan kita pada peristiwa peralihan kepemilikan TV7 di tahun 2006 lalu. Waktu itu mayoritas saham TV7 yang dipegang Kelompok Kompas Gramedia diakuisisi oleh Trans Corporation milik Chaerul Tanjung. Setelah itu, TV7 yang terkenal dengan siaran langsung Liga Inggris-nya menghilang dari peredaran dan digantikan dengan Trans 7.

Kedua kasus peralihan kepemilikan stasiun televisi tersebut jelas menyalahi UU Penyiaran. Namun rupanya ada celah hukum yang dimanfaatkan baik oleh tvOne dan Trans 7, di mana keduanya berpatokan pada UU Perdagangan sehingga transaksi peralihan kepemilikan tersebut lancar tanpa hambatan. Bagaimanapun, yang jelas kini tvOne telah tumbuh sebagai kekuatan baru di kancah pertelevisian Indonesia. Dan kehadirannya terbukti mampu memberikan warna lain bagi pemirsa televisi yang selama ini merindukan tayangan berbobot.

Mengejar Metro TV
Sejak peresmiannya tvOne telah menyebut dirinya sebagai stasiun televisi yang berbeda. Ini dapat diartikan bahwa tvOne ingin memberikan tayangan yang berbeda dari stasiun-stasiun televisi lain yang sudah ada. Baik dari sisi kemasan maupun kualitasnya. Dan sebagaimana tagline-nya, "tvOne, Memang Beda", tvOne benar-benar membuktikan janjinya dengan menghadirkan sesuatu yang berbeda kepada pemirsanya. Ketika kemudian tvOne mengubah tagline-nya menjadi "Terdepan Mengabarkan", jelas sekali stasiun ini hendak mengungguli Metro TV yang masih menjadi stasiun televisi berita terdepan saat ini.


Rahma Sarita al-Jufri
Tidak seperti televisi lain yang didominasi tayangan-tayangan penuh hiburan (sinetron, reality show, musik, serta tak ketinggalan acara gosip), tvOne lebih menitikberatkan tayangannya pada program pemberitaan dan olahraga. Dari segi pemberitaan bahkan terlihat betapa tvOne berupaya menggeser posisi Metro TV sebagai channel berita. Lihat saja, selain Metro TV hanya tvOne yang menyiarkan berita-berita terbaru setiap jam. Kalau di Metro TV namanya Headline News, maka di tvOne namanya Kabar Terkini.

Selain itu, bila pada Pemilu 2009 lalu Metro TV menyebut dirinya sebagai The Election Channel dengan berita-berita seputar pemilihan umum, tvOne dengan jargon TV Pemilu-nya tidak mau ketinggalan. Dan setiap pukul 14.30 WIB, tvOne menayangkan program Kabar Pemilu yang formatnya boleh dikatakan mirip dengan program Election Update milik Metro TV di jam yang sama. Satu lagi, kalau Metro TV punya Market Review yang berisi berita-berita seputar ekonomi dan dunia usaha, maka tvOne punya Kabar Pasar yang materinya kurang-lebih sama.

Terlepas dari dugaan di atas, tvOne—sebagaimana dinyatakan dalam situs resminya, memang mempunyai misi untuk secara progresif menginspirasi masyarakat Indonesia yang berusia 15 tahun ke atas agar berpikiran maju dan melakukan perbaikan bagi diri sendiri serta masyarakat sekitar melalui program news and sports yang dimilikinya. Karena itulah tvOne menampilkan format-format yang inovatif dalam hal pemberitaan dan penyajian program.

News One
Tidak bisa dipungkiri kalau news (berita) merupakan program andalan tvOne. Sebagai pendatang baru dalam dunia news, tvOne telah mempersiapkan bentuk berita baru yang belum pernah ada sebelumnya. Seperti Apa Kabar Indonesia yang merupakan program informasi dalam bentuk diskusi ringan dengan topik-topik terhangat bersama para narasumber dan masyarakat, disiarkan secara langsung pada pagi hari mulai pukul 06.30 WIB dari pusat kota Jakarta, tepatnya di lobi Gedung Wisma Nusantara, Jl. MH Thamrin, Jakarta.

Apa Kabar Indonesia adalah sebuah tayangan berita yang memadukan pola news konvensional dengan kreativitas pada on air presentation. Mengangkat isu-isu aktual yang berkaitan langsung dengan kehidupan publik. Di awal-awal masa tayangnya, khusus setiap hari Jumat Direktur Pemberitaan tvOne, Sukarni Ilyas, akan melakukan wawancara-wawancara eksklusif dengan para pembuat kebijakan. Belakangan Apa Kabar Indonesia juga ditayangkan pada malam hari, yakni mulai pukul 21.00 WIB. Kemudian setiap Sabtu dan Minggu ada Apa Kabar Indonesia Akhir Pekan.


Indy Rahmawati
Sementara itu program berita hard news tvOne dikemas dalam beberapa acara seperti Kabar Terkini, Kabar Pagi, Kabar Pasar, Kabar Siang, Kabar Petang, dan Kabar Malam. Inovasi berbeda disuguhkan dalam program Kabar Petang, di mana tvOne menampilkan bentuk pemberitaan yang menghadirkan secara langsung berita-berita dari biro pusat di Jakarta dan beberapa biro daerah (Medan, Surabaya, Makassar) dengan bobot pemberitaan yang berimbang antar semua biro. Program ini meraih penghargaan MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai "Tayangan Berita yang Dibacakan Langsung oleh 5 Presenter dari 4 Kota yang Berbeda dalam Satu Layar". Sedangkan Kabar Malam bekerjasama dengan seluruh media di Indonesia untuk menghasilkan editorial yang lengkap, kredibel dan dinamis.

Keseriusan tvOne dalam menggarap program news terlihat saat Israel melakukan agresi militer ke Jalur Gaza sejak 27 Desember 2008 lalu. Selain mengirim langsung seorang reporter dan kameramennya ke Gaza, tvOne juga mengadakan kerja sama dengan stasiun televisi al-Jazeera di Timur Tengah. Dengan kerjasama ini tvOne memperoleh hak eksklusif untuk me-relay siaran-siaran al-Jazeera yang berbahasa Arab. Dibantu seorang penerjemah, tvOne mampu menghadirkan berita-berita terkini seputar konflik Jalur Gaza.

Perlahan tapi pasti, program-program berita tvOne mulai diperhitungkan publik. Memang sempat muka tvOne tercoreng akibat masalah ketidak-berimbangan narasumber ketika memberitakan eksekusi mati pelaku bom Bali. Lalu kasus kesalahan penayangan foto tersangka anggota jaringan teroris, serta terakhir kabar wawancara sandiwara sehubungan dengan berita mafia kasus yang melibatkan presenter Indy Rahmawati. Namun selebihnya sudah bolehlah dikatakan bahwa tvOne merupakan rujukan berita pilihan selain Metro TV.

Sport One
tvOne tak kalah serius di bidang sport. Tayangan sport tvOne meliputi pertandingan-pertandingan unggulan yang disiarkan langsung, mulai dari kompetisi sepakbola nasional (Copa Indonesia), kompetisi bola basket nasional (IBL), kompetisi bola voli nasional (Pro Liga), sampai sepak bola Eropa seperti Premiership (Liga Inggris), La Liga (Liga Spanyol), serta Eredivisie (Liga Belanda) yang sudah tidak ditayangkan lagi.

Acara-acara tersebut dilengkapi dengan program berita olahraga bertajuk Kabar Arena yang ditayangkan setiap pagi dan menjelang tengah malam, dilengkapi beberapa program highlight untuk masing-masing kompetisi yang disiarkan langsung. Antara lain program Soccer One untuk sepakbola Eropa, Highlight Liga Inggris untuk Liga Inggris, dan Zona Copa Dji Sam Soe untuk ajang Copa Indonesia.

Profil tvOne
tvOne (PT. Lativi Media Karya)
Jl. Rawa Terate II No.2
Kawasan Industri Pulo Gadung
Jakarta 13260, Indonesia
Telp. General: (62-21) 4613545 begin_of_the_skype_highlighting              (62-21) 4613545      end_of_the_skype_highlighting begin_of_the_skype_highlighting              (62-21) 4613545      end_of_the_skype_highlighting, News: (62-21) 4610455

Fax.
Marketing: (62-21) 4604978, (62-21) 46829195
News : (62-21) 4616253
Public Relations : (62-21) 4610426

Penjelasan logo:

Logo resmi tvOne
Warna merah dan putih melambangkan Indonesia. Lingkaran dengan angka 1 di dalamnya merupakan simbol persatuan. Sedangkan penggunaan kalimat berbahasa Inggris, One, menunjukkan kesiapan tvOne dalam kancah pertelevisian global. Mudah dipahami oleh mitra kerja tvOne yang berada di luar negeri serta mencerminkan optimisme kebangsaan, sebagai bangsa Indonesia yang ingin maju.

Manajemen tvOne
Direktur Utama : Erick Thohir
Wakil Direktur Utama : Ardiansyah Bakrie
Direktur Pemberitaan, Olahraga dan Produksi : Sukarni Ilyas
Direktur Programming dan Marketing : Otis Hahijary
Direktur Keuangan : Charlie Kasim

Biro TV One
Medan
Jl. Gurila No. 4b
Medan Polonia
Telp./Fax. (0614) 518484

Surabaya
Jemursari Regency No. B-01 Surabaya
Telp./Fax. (031) 8483478

Makassar
Jl. Bontomene No. 12D
Kel. Bantabantaeng, kec. Rappocini
Makassar
Telp./Fax. (041) 1875427

Malaysia
24.5-5, Mayang Court
24 Jalan Mayang
Kuala Lumpur 50450 Malaysia
Telp. 603 217 116 17
E-mail: liputanmalaysia@gmail.com

Informasi Frekuensi:
Satelit Palapa C2
Frekuensi 4054
Symbol Rate 5632
Fec 3/4
Polarisasi Horizontal

Jakarta 53 UHF
Bandung 48 UHF
Garut 32 UHF
Cirebon 52 UHF
Tegal 49 UHF
Semarang 39 UHF
Yogya 38 UHF
Solo 38 UHF
Purwokerto 51 UHF
Surabaya 52 UHF
Malang 54 UHF
Kediri 47 UHF
Denpasar 41 UHF
Medan 37 UHF
Palembang 40 UHF
Banjarmasin 26 UHF
Samarinda 39 UHF
Makassar 47 UHF

*Catatan:Tulisan ini adalah naskah tugas mid semester mata kuliah Pengantar Broadcasting, dan menghasilkan nilai A untuk saya. Alhamdulillah... ^_^

Sabtu, 17 April 2010

Eko Itu Nama Pasaran Ya?


YANG punya nama Eko jangan tersinggung dulu ya? Ini hanya posting iseng, sekedar berbagi satu cerita berkaitan dengan betapa banyaknya orang bernama Eko di dunia ini. Eit, jangan protes ya kalau saya bilang nama Eko itu mendunia. Soalnya dulu waktu masih magang di Prambanan saya pernah ketemu orang Belanda bernama Eko lho. Hehehe...

Benarkah Eko itu nama pasaran? Sewaktu kecil di Palembang saya tidak banyak tahu orang-orang bernama Eko di sekitar saya, kecuali seorang anak tetangga yang berusia jauh lebih tua dari saya. Semasa SD juga tidak banyak orang bernama Eko yang saya kenal. Saya mulai bertemu banyak pemilik nama Eko ketika masuk SMP di daerah Sungai Bahar, Jambi. Anak tetangga rumah ada satu orang yang namanya Eko. Gilanya, si Eko ini punya adik bernama Nurhuda. Walah..! ^_^

Tapi itu masih belum cukup, Saudara-saudara. Ternyata di kelas saya ada 3 orang Eko! Saya ulangi, 3 orang bernama Eko dalam 1 kelas. Eko yang pertama nama lengkapnya Eko Prasetyo, selepas SMP kami jarang ketemu karena lain desa. Lalu Eko kedua bernama lengkap Eko Sarjianto, dan Eko yang ketiga adalah Eko Sriyanto. Kedua Eko terakhir ini masih sering saya temui setiap pulang ke Jambi. Dan, kalau kami kumpul bertiga teman-teman suka iseng menyebut kami sebagai Trio Eko. :))

Masuk ke SMA Negeri 1 Muara Bulian, lagi-lagi saya harus sekelas dengan banyak Eko lain. Kejadiannya waktu saya duduk di kelas dua, di mana ada dua teman sekelas yang sama-sama bernama Eko. Jadi dengan saya ada tiga Eko dalam kelas tersebut. Dua Eko yang lain adalah Eko Dian Iing Sholihin (sekarang menjadi Kepala Bagian di salah satu kantor dinas di Pemkab. Batanghari) dan Eko Bandung (saya lupa nama aslinya, tapi dia sering dijuluki begitu karena memang asli Bandung).

Pertemuan saya dengan sesama pemilik nama Eko terus berlanjut saat menempuh studi di Pendidikan Profesi Pariwisata YP UNY. Menantu pemilik tempat kos saya waktu itu bernama Eko. Terus di kelas saya juga ada satu Eko lagi yang bernama lengkap Eko Gunarpo. Awalnya kami tidak akrab karena baik dari segi fisik/penampulan maupun lingkungan pergaulan berbeda jauh. Tapi karena sama-sama hobi main PS, akhirnya kami malah jadi sering "bertanding" dan ngobrol banyak.

Di Akademi Komunikasi Yogyakarta (AKY), sampai saat ini tidak ada yang bernama Eko. Jadi, sayalah satu-satunya mahasiswa AKY yang bernama Eko. Saya pikir di sinilah akhir cerita perjumpaan saya dengan sesama pemilik nama Eko. Ealah, ternyata saya harus kembali ketemu dengan pemilik nama Eko ketika ada seorang pendatang baru di kos yang bernama Eko. Grrrhhhh...

Lalu, sewaktu pertama kali masuk ke kantor Harian Jogja pada saat magang di sana, saya kembali harus bertemu dengan sesama Eko. Eko yang satu staf IT, sedangkan Eko satunya lagi satpam. Kejadian lucu terjadi saat kami saling memperkenalkan diri. Saya yang merasa lebih muda dari si bapak satpam langsung menyebutkan nama, "Eko, Pak." Eh, lha kok si bapak tersenyum lalu menjawab, "Sama." Lho, kok namanya 'sama' sih? Usut punya usut, rupanya si bapak satpam Harjo itu juga bernama Eko. Walah, tambah satu lagi deh anggota Klub Eko di Facebook. :)

Cerita masih berlanjut, Bung. Di blogosphere, awalnya saya pikir cuma saya seorang blogger bernama Eko. Pasalnya, saat memulai blog dulu saya jarang bertemu pemilik nama ataupun nick Eko. Ternyata pikiran saya salah. Rupanya Eko juga menginvasi dunia maya, karena ada beberapa blogger dan pemilik situs yang bernama Eko di Indonesia ini. Iseng-iseng saya buat daftarnya sepanjang yang saya tahu, dan inilah dia si Eko-Eko itu:

Eko Nurhuda, saya sendiri (Bung Eko dotcom)
Eko Budi Santoso (Blog-PakEko.info)
Eko SHP (EkoSHP.com)
Eko Jalu Santoso (EkoJaluSantoso.com)
Eko Wanz (EkoWanz.info)
Eko Wahyu (EkoWahyu.com)
Eko Pramuyanto (MasEko.com)
Eko Priyanto (Info-Baru.com)
Eko Prasetyo 1 (EkoPrasetyo.com)
Eko Prasetyo 2 (SimplyEko.com)
Eko Sulis (EkoSulis.net)
Eko Prasojo (EkoPrasojo.com)
Eko Purnomo (EkoPurnomo.net)
Eko Susilo Harjo (kakeko.wp)


Eko Sulistyo (PengelolaKeuangan.wp)
Eko Juli (EkoJuli.wp)
Eko Sriyantono (CakEko.blog)
Eko Setiawan (BlackKingdom.blog)
Eko Yudiono (Farrelano.blog)
Eko HM Arata (SerampaiKata.blog)
Eko Budi Prasetyo (Amphie09.blog)
Eko Purwanto (WebMediaCenter.com)
Eko Junaedi (EkoJunaedi.blog)
Jazi Eko Istiyanto (JaziEko.com)
FX Eko Budi Kristanto(FXEkoBudi.net)
Didik Eko Tjahjono (DidikEkoTjahjono.com)
Sigit Eko S. (IlmuPhotoshop.com)
Richardus Eko Indrajit (BlogEko.com)


Bahkan perusahaan luar negeri pun ada yang memakai nama Eko lho:
- Eko System, perusahaan software asal Prancis
- Eko, perusahaan finansial asal India

Saya yakin masih banyak Eko-Eko lain yang juga seorang blogger seperti nama-nama di atas. Tapi saya kecapekan sendiri menelusurinya, so cukup sampai di sini saja daftarnya. Bung-bung mungkin mau menambahkan?

Gambar dari: www.icanhasstartup.com/interviews/interview-eko.

Rabu, 14 April 2010

Kalau Bung Eko Jualan Rujak


SEPERTI lumrahnya orang Jawa, ketika kandungan istri menginjak usia 7 bulan keluarga saya di Pemalang menggelar acara syukuran yang dikenal dengan istilah mitoni. Istilah ini berasal dari kata pitu yang berari 7 dalam bahasa Jawa. Dan, inilah alasan kepulangan saya ke Pemalang yang berujung pada kevakuman blog ini selama lebih dari sepekan.


Sebagian tetangga yang tertangkap kamera saat syukuran dalam acara mitoni anak pertama saya.
Acara mitoni yang saya kenal selama ini ternyata berbeda dengan prosesi di Pemalang yang jauh lebih sederhana. Tapi sebenarnya tidak ada yang berbeda, hanya saja beberapa ritual sengaja ditiadakan karena sejumlah alasan. Misalnya acara mandi malam yang disusul dengan ganti baju sebanyak 7 kali, juga acara belah kelapa (bukan belah duren lho ya) yang diyakini merupakan pertanda jenis kelamin si jabang bayi.

Mitoni si jabang bayi calon anak pertama saya yang digelar Sabtu, 10 April, tempo hari terbilang sederhana. Mertua hanya membuat tumpeng dan berkat, mengundang beberapa tetangga, menggelar syukuran, lalu disusul dengan bagi-bagi berkat. Yang agak ribet istri saya, karena harus dipijat sama dukun bayi dan kemudian mandi dengan sejumlah aturan yang saya juga tidak paham apa maksud dan tujuannya.


Istri saya 'berjualan' rujak. Mumpung sepi, saya iseng-iseng mengabadikan momen tersebut. ^_^
Dari seluruh rangkaian acara mitoni hari itu, yang paling berkesan buat saya adalah saat berjualan rujak di depan rumah. Rujaknya benar-benar rujak, sambalnya pun pedasnya bukan main, namun yang beli tidak perlu membayar, tapi cukup dengan memberikan batu kecil atau pecahan genteng ke kami sebagai pengganti uang.

Awalnya sih saya enjoy saja berakting sebagai penjual rujak. Eh, begitu SD di dekat rumah membunyikan bel tanda waktu istirahat, saya dan istri sontak jadi kelabakan. Pasalnya, siswa-siswa SD itu berhamburan ke depan rumah tempat kami berjualan, kemudian berdesak-desakan berebut "membeli" rujak jualan kami. Wow, what a crowd! Saya yang dari tadi sudah berkeringat jadi makin basah kuyup dibuatnya.


Jam istirahat sekolah, pembeli mendadak jadi membludak. Istri saya sampai tertutup kerumunan anak-anak SD.
Syukurlah, dagangan kami cepat habis. Tak sampai setengah jam, rujak sebanyak 2 panci sedang sudah ludes dibagi-bagikan ke para pembeli. Saya dan istri lega karena terbebas dari kerumunan anak-anak SD, tapi beberapa pembeli kecewa karena tak kebagian rujak setelah lama berdesak-desakan. Apa daya, the show must be ended, kids. :D

Oya, sepanjang acara itu banyak tersuguh pertanda yang mengisyaratkan kalau anak saya sepertinya berjenis kelamin laki-laki. Pertama, waktu ibu mertua saya mau menyusun kelapa yang sudah diukir dengan gambar tokoh wayang, secara tak sengaja yang diambil duluan kelapa bergambar tokoh wayang laki-laki. Sambil tertawa ibu mertua saya berseloroh, "Wah, kok lanang disek sing metu? (Wah, yang keluar duluan kok laki-laki ?)"


2 butir kelapa yang digambari tokoh pewayangan. Saya sendiri sampai sekarang masih bingung, mana gambar yang laki-laki dan mana yang perempuan.
Kedua, bumbu rujaknya terasa sedemikian pedas, sampai-sampai semua orang yang merasakan rujak itu bilang, "Wuih, pedese! Anak'e mesti lanang iki. (Wah, pedas sekali! Anaknya pasti laki-laki ini). Ketiga, dukun bayi yang memijat dan memandikan istri saya juga melihat tanda-tanda kalau si jabang bayi adalah laki-laki. Ah, saya jadi teringat dengan hasil USG awal bulan Maret kemarin. Kata dr. Riyani yang memeriksa kandungan istri, si janin kemungkinan laki-laki karena di monitor sekilas terlihat penisnya.


Ini dia berkat mitoni yang dibagi-bagikan ke sanak saudara, tetangga, dan para kenalan.
Well, walaupun saya sangat mengharapkan anak perempuan--bahkan namanya sudah saya cantumkan di 2 buku pertama saya, tapi kalau yang lahir ternyata laki-laki ya tidak apa-apa. Toh, laki-laki atau perempuan tetap anak saya juga. ^_^

Foto-foto: Koleksi pribadi.

Senin, 12 April 2010

Pekan yang Melelahkan di Pemalang


MUNGKIN banyak yang bertanya-tanya, kenapa kok saya lamaaa sekali tidak muncul di blogosphere? Blog tidak di-update, status Facebook juga tidak diganti-ganti, status Twitter masih sama seperti 11 hari yang lalu, plus tidak pernah blogwalking ke blog teman-teman. Ada apa?


Foto: Lupa dari mana ^_^
Ya, setelah mempublikasikan posting "10 Pertanyaan untuk Bung Eko" (yang sebenarnya juga saya buat sebagai scheduled post sejak akhir Maret), baru sekarang saya bisa meng-update blog. Alasannya sederhana, saya tidak sempat online selama di Pemalang. Saya pulang ke Pemalang tanggal 2 April, baru ke Jogja lagi tanggal 11 April malam. Dan, baru tanggal 12 April sore hari saya bisa online untuk mengecek mailbox, blogwalking, dan kemudian membuat posting ini.

Hanya 9 hari di Pemalang, tapi saya sama sekali tidak bisa online karena di rumah benar-benar sibuk oleh 3 event 'besar'. Apa saja?

Jum'at, 2 April: Saya sampai di rumah sekitar jam setengah 12 malam.

Sabtu, 3 April: Waktu untuk bercengkerama dengan istri dan keluarganya.

Ahad, 4 April: Kesibukan dimulai, tetangga rumah yang sekaligus sepupu istri mantu. Ibu mertua dan kakak ipar saya jadi perias manten, bapak mertua among tamu, lalu saya dan istri tunggu rumah karena keluarga dari pihak laki-laki menginap di rumah.

Senin, 5 April: Hari pernikahannya, saya dan istri kondangan lalu pulangnya mengurus kebutuhan keluarga pengantin laki-laki, terutama masalah pengairan untuk mandi dan WC.

Selasa, 6 April: Persiapan untuk acara pesta pernikahan adik ipar saya. Ikut belanja-belanja, dan membantu-bantu ibu-ibu yang masak di dapur. Bagian saya membungkusi kotak-kotak jajan yang akan dibagikan untuk tetamu.

Rabu, 7 April: Kesibukan di rumah kian terasa, karena sore harinya keluarga istri akan melakukan prosesi sarahan alias mengantar pengantin pria ke rumah pengantin wanita sambil membawa berbagai hantaran, dilanjutkan dengan prosesi pernikahan adat Pemalang. Baru bisa istirahat jam 1 dini hari, laga MU vs Muenchen terpaksa "dilepas" karena sudah ngantuk banget. ^_^

Kamis, 8 April: Ibu mertua dan kakak ipar dapat job merias pengantin, istri mengajar sampai siang, dan kami berdua sudah diberi "tugas" oleh Ibu untuk membeli keperluan mitoni yang akan dilangsungkan hari Sabtu. Jadi, belanja-belanja deh di kota Pemalang yang berjarak hanya 5-7 menit dari rumah.

Jum'at, 9 April: Mulai mempersiapkan acara mitoni. Membantu Ibu menata belanjaan di dapur, sekaligus mengupas yang harus dikupas, dll. Sore harinya sudah mulai banyak tetangga yang rewang. Acara masak-masak baru selesai jam 12-an, tapi saya sudah tertidur sekitar jam 11-an. :D

Sabtu, 10 April: Acara mitoni jabang bayi calon anak pertama saya. Mulai pagi sudah mulai bantu-bantu di dapur, lalu disuruh "jualan" rujak di depan rumah, disusul dengan membungkusi berkat untuk tetangga dan orang-orang yang datang/kondangan. Siang jam 2 acara syukuran digelar, istri saya dimandiin sama dukun bayi, lalu mulai selepas asyar berkeliling Pemalang mengantarkan berkat (lagi). Acara antar-mengantar berkat baru selesai jam 8-an. (Cerita selengkapnya di posting selanjutnya ya?).

Ahad, 11 April: Pagi-pagi mencuci pakaian 2 bak penuh, baru selesai jam setengah 12. Sorenya sudah harus berangkat lagi ke Jogja. Sampai di Jogja tepat jam 11 malam, terus nonton siaran tunda Real Madrid vs Barcelona, kemudian tidur deh. :D

Begitulah ceritanya. Benar-benar pekan yang sangat menguras tenaga bagi saya. Dan, sepertinya tenaga saya masih tetap harus dikuras sampai akhir Mei nanti. Ya, mendekati hari kelahiran si jabang bayi tentu saja saya mesti mempersiapkan segala hal, dan itu semua berkaitan dengan UANG. Tapi tak apa, demi anak tercinta apa saja akan saya lakukan. :D

Maaf kalau terkesan mengeluh. Niatnya sih cuma mau curhat. ^_^

Minggu, 04 April 2010

10 Pertanyaan untuk Bung Eko


CERITANYA, saya dapet 'pekerjaan' dari Bung Darin. Bukan pekerjaan dalam artian yang sesungguhnya sih, saya hanya ketiban sampur untuk menjawab 10 pertanyaan seputar diri saya. Dan, yang membuat deg-degan adalah, semuanya harus dijawab dengan sejujur-jujurnya. ^_^

So, let's begin...

1. Siapakah diri anda di rumah?
Di rumah Pemalang, saya adalah seorang suami plus calon bapak muda, dan juga adik bagi kakak-mbak ipar, kakak bagi adik ipar, dan paman bagi keponakan-keponakanku yang lucu-lucu (halo Clara, Happy, Dwi, Nino). Di rumah Jambi, saya adalah anak sulung sekaligus kakak bagi adik-adik saya.

2. Siapakah diri Anda menurut teman-teman Anda?
Orang yang suka mengurung diri di kamar berjam-jam di depan komputer bagi teman-teman kos, satu-satunya pemain yang gak bisa nggocek bola dan selalu kerebut kalo dikasih bola bagi teman-teman bermain bola, mahasiswa abadi yang super duper males ke kampus bagi teman-teman di AKY, penulis yang kalo nggarap buku lamanya minta ampun bagi teman editor di penerbit langganan. ^_^

3. Sebutkan 5 benda/hal yang diidamkan tetapi belum tercapai!
Kok cuma 5 sih? Kurang kaleee... Berhubung yang dminta cuma 5 ya saya kasih 5 deh. Saya pilih yang besar-besar saja ya; usaha penerbitan indie (self publisher), toko buku, rumah dengan pekarangan luaaaaas banget nget nget, perpustakaan pribadi, dan Honda CR-V.

4. Sapakah nama pasangan Anda?
Ratna Dewi.

5. Ceritakan 5 hal yang Anda suka dari pasangan Anda!
(i) Sholihah
(ii) Sholihah
(iii) Sholihah
(iv) Sholihah
(v) Sholihah
Apalagi sih yang dicari dari seorang wanita? ^_^

6. Kapan Anda menikah?
4 Agustus 2009, sama kaya Bung Darin tanggal-bulannya. :D

7. Apa kenangan pahit Anda bersama pasangan Anda?
Kenangan paling pahit ya waktu rencana pernikahan kami bolak-balik batal sepanjang tahun 2006-2008. Untungnya tahun 2009 kedua keluarga mencapai kata sepakat sehingga kamipun bisa menikah setelah terkatung-katung selama 3 tahun lebih.

8. Lagu tema cinta Anda?
Ada beberapa sih. Akhirnya Kumenemukanmu dari Naff, She Loves You dari The Beatles, Dealova dari Once, dan Kamu Ngga' Sendirian dari Tipe-X.

9. Perubahan apa yang ingin Anda lihat dari pasangan Anda?
Berubah? Katanya sih cinta sejati itu tidak menuntut apa-apa, jadi I love my wife so much just the way she is. ^_^

10. Tag untuk 10 teman yang lain!
Nah, ini dia nih ajang balas dendamnya. Hehehe. So, saya limpahkan tag ini kepada Kang Nawar, Mas Arif aka Blogger Terpanas, Koh Anthony Harman, Koh Jimmy Sun, Gus Ikhwan, Bung alias belajar investasi, Bung Bungzhu Zyraith, Mas Ades Hendra, Bung Iskandaria, dan Pak Sawali Tuhusetya (ngapunten njih, Pak ^_^).

Hehehehe, buat 10 nama di nomor 10, kena deh loe! ^_^

Kamis, 01 April 2010

Pemberi Komentar Terbanyak Maret 2010


TAK terasa, sudah awal April. Tanggal 1 setiap bulan adalah jadwal saya mengumumkan pemenang kontes Pemberi Komentar Terbanyak di blog ini. Di gelaran perdana pada bulan Februari lalu, yang beruntung mendapatkan tanda persahabatan dari saya adalah Gus Ikhwan. Siapakah pemenang pada bulan Maret ini?

Oke, tanpa berbasa-basa lagi, berikut saya sampaikan hasil perhitungan komentar yang baru saja saya lakukan. Mohon diingat, saya menghitung berdasarkan pedoman yang telah saya sampaikan di posting ini, dan juga saya lampirkan di atas kolom komentar. Jadi, kalau ada yang merasa sudah memberi banyak komentar tapi tidak terpilih, bisa jadi komentar Bung tidak memenuhi kriteria perhitungan yang saya tetapkan.

Baiklah, ini dia hasil perhitungan saya:

1. belajar investasi (30 komentar valid)
2. Gus Ikhwan (14 komentar valid)
3. buJaNG, , Reza Winandar (8 komentar valid)
4. Iskandaria (7 komentar valid)
5. Blogger Terpanas, Darin (6 komentar valid)
6. Anthony Harman, Adeskana (5 komentar valid)
7. Munawar AM, Ismail (4 komentar valid)
8. Sawali Tuhusetya, Jimmy Sun, Blogpanas (3 komentar valid)
9. Bungzhu Zyraith, Kika (2 komentar valid)
10. Spydeeyk, Blog Hardim, kharis sulistiyono, dimasangga, Fauzan Upz, berita untuk negri, Anna Fardiana, Kodil, Fanz, Irwan Bajang, Yusnita Febri, Blog Penghasil Uang, Mas Joe, keboo (1 komentar valid)

Berdasarkan hasil perhitungan di atas, maka dengan ini saya memutuskan belajar investasi sebagai pemenang kontes Pemberi Komentar Terbanyak di Bung Eko dotcom bulan Maret 2010. Untuk itu, Bung belajar investasi berhak mendapatkan 2 eksemplar buku terbaru karya saya dan sebuah kaos cantik. 2 buku tersebut berjudul 7 Langkah Mudah Mencari Uang lewat Blog (Gara Ilmu, Yogyakarta, Feb. 2010) dan 10 Cara Efektif Mencari Uang dengan Blog Khusus Berbahasa Indonesia (iN-Books, Yogyakarta, Feb. 2010).

Untuk Bung belajar investasi, terima kasih ya sudah bersedia memberikan banyak komentar membangun plus referensi tambahan untuk posting-posting di blog ini. Selanjutnya mohon kirimkan nama asli dan alamat lengkap ke saya via eko[at]nurhuda.com supaya hadiahnya bisa segera saya kirim.

Kontes masih terus berlanjut, Bung. Untuk periode April 2010, perhitungan langsung dimulai sejak posting ini sampai dengan posting terakhir di bulan April. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada awal Mei 2010. Hadiahnya? Masih satu buah kaos cantik plus buku terbaru karya saya, tapi bukunya bisa jadi berbeda dengan yang saya bagikan untuk pemenang bulan Februari dan Maret ini. Oya, karena alasan teknis, sejumlah persyaratan saya ubah.

Tertarik? Ayo, budayakan memberi komentar yang bernas!

kata bijak Andrie Wongso

Gerakan 2012 Buku
untuk Pemalang

Buku yang sudah terkumpul
0 0 0 1 eks.

Masih butuh 2011 eks. lagi.

Bantu kami menyediakan 2012 eksemplar
buku bacaan untuk warga Pemalang.
Baca info selengkapnya di sini!


Rp1 Tahun 1956

Uang Mahar, Rp1 Tahun 1956

Obverse: Gadis Jawa di kanan, angka satu di kiri.
Reverse: Garuda Pancasila di tengah, diapit angka satu.
Kondisi: Baru (Uncirculated, UNC)

Rp10.000,-

per lembar

Recommended Posts
Recommended Video
GBK
Lagi, timnas Indonesia harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Malaysia di final SEA Games 2011. Dalam final yang sama-sama kita saksikan Senin (21/11) malam, timnas U-23 keok.
Bakso
Bakso umumnya memiliki bulatan-bulatan campuran tepung dan daging yang biasa disebut pentol. Di Pemalang, ada warung bakso yang menyediakan bakso tanpa pentol.
uanglama