Selamat datang di bungeko.com, blog pribadi Eko Nurhuda. Semoga tulisan-tulisan di blog ini memberi manfaat positif bagi Anda. Saran atau kritik dari Anda akan diterima dengan senang hati.

Menyambut Euro 2012

Hasil Undian dan Jadwal Lengkap Euro 2012

Piala Eropa 2012 di Polandia-Ukraina masih enam bulan lagi. Namun undian penentuan grup bagi ke-16 peserta putaran final sudah dilakukan di Kiev, 2 Desember lalu.

Baca juga:

»
» Ketika Blog Masih Dipandang Sebelah Mata



Jumat, 28 Mei 2010

Baceman Puyuh Nesu Mulih Notoprajan


Hampir genap 9 tahun di Jogja, saya baru tahu kalau Jogja punya satu warung khas yang menjual baceman puyuh. Letaknya tepat di depan nDalem Notoprajan, di daerah njeron beteng yang masih masuk wilayah Ngupasan. Kebetulan dulu, waktu masih magang di Harian Jogja, saya diberi tugas liputan ke sana untuk edisi Minggu, 31 Mei setahun yang lalu. Karena penugasan itulah saya jadi tahu warung tersebut.

Kotak KuningNamanya cukup aneh, warung makan Nesu Mulih Pak PM. Waktu saya tanya pada pemiliknya, nama tersebut dipakai karena dulu pembeli warung tersebut sangat banyak. Karena antri terlalu lama, beberapa pembeli yang tak sabar memilih pulang sambil marah-marah. Nah, dari sanalah nama Nesu Mulih diambil. Nesu = marah, dan mulih = pulang.

Seperti warung-warung tenar lain di Jogja, Nesu Mulih juga tampak biasa. Saya bahkan sampai tidak tahu kalau warung itulah yang saya cari. 2 kali bolak-balik lewat di depannya, saya sama sekali tidak menyangka warung tersebut yang saya cari. Sampai akhirnya saya turun dan bertanya pada... pemiliknya! Tentu saja langsung dijawab, "Ya ini, Mas." Walah..!

Apa keistimewaan Nesu Mulih? Menurut beberapa pembeli yang saya tanyai, kekhasan Nesu Mulih terletak pada bumbu dan sambalnya. Bumbunya terasa meresap di daging puyuh yang tersaji empuk, sedangkan sambalnya pas di lidah. Terlalu pedas tidak, terlalu manis juga tidak (sambal di Jogja manis-manis lho). Sayangnya, ketika saya coba mengorek resepnya, Bu Nani si pemilik Nesu Mulih tak mau buka rahasia. :))

Ketika saya mencobai sendiri, rasanya saya sependapat dengan beberapa pembeli yang saya tanyai. Daging puyuhnya sangat empuk. Berbeda sekali dengan baceman puyuh yang dijual di lesehan Malioboro tempat saya pertama kali mencicipi baceman puyuh. Sambalnya juga maknyus. Dan rupanya Ali Hamidi, teman kos yang menemani saya malam itu, juga sependapat. Lihatlah bagaimana dia begitu lahap menikmati menunya.

Berapa harganya? Sialnya, saya sendiri lupa bertanya. Waktu itu saya dan Hamidi pesan 2 baceman puyuh plus 2 es jeruk, total habis Rp26.000. Berarti seorang Rp13.000. Kalau harga es jeruknya Rp1.500 segelas, berarti baceman puyuhnya Rp11.500 seporsi. Ya, kurang-lebih segitulah. Mahal atau tidaknya baru bisa Anda simpulkan setelah merasakannya sendiri. :))

Penasaran ingin mencoba? Rugi rasanya kalau Anda tidak mencicipi menu warung yang resepnya sempat ditawar Rp125 juta ini.

Selasa, 25 Mei 2010

Hikayat Sepasang Tunarungu


DUA orang sahabat yang sama-sama menderita gangguan pendengaran alias tunarungu berpapasan di jalan. Si tunarungu pertama melihat sahabatnya membawa peralatan pancing di pundaknya. "Wah, pasti dia mau mancing nih," pikir si tunarungu pertama. Maka diapun menegur sahabatnya itu.

Tunarungu pertama
Tunarungu kedua
Tunarungu pertama


: Mau mancing ya? (Sambil tersenyum ramah)
: Ah, nggak, ini cuma mau mancing kok. (Sambil tersenyum tak kalah ramah)
: Oh, saya kira mau mancing. (Garuk-garuk kepala)

Keesokan harinya, si tunarungu pertama sedang bersiap-siap pergi ketika sahabatnya sesama tunarungu yang kemarin ditemuinya di jalan datang berkunjung. Belum sempat ia menyambut, si sahabat langsung menyapa.

Tunarungu kedua
Tunarungu pertama
Tunarungu kedua


: Nah, kebetulan lagi nganggur nih. Kita ke mal, yuk!
: Yah, aku gak bisa ikut. Aku baru aja mau berangkat ke mal nih.
: Waduh, padahal mau aku ajak ngeceng di mal. :(

Silakan, mau ketawa boleh kok. ^_^

Disclaimer: Posting ini dibuat hanya untuk tujuan senang-senang saja, supaya blog ini bisa membuat pengunjungnya tertawa. Sama sekali tidak ada maksud untuk melecehkan atau mempermainkan orang lain. Kalau ada yang merasa keberatan, saya mohon maaf sekali.

Rabu, 19 Mei 2010

Head To Head Final Liga Champions Eropa 2010


FINAL Liga Champions Eropa musim 2009/2010 akhirnya segera tersaji. Hanya dalam hitungan hari saja para penggila bola di seluruh penjuru dunia bakal disuguhi pertandingan kelas dunia. FC Internazionale Milano versus Bayern Muenchen aka Bayern Munich yang lebih ngetop dengan sebutan FC Hollywood, itulah 2 tim yang bakal bertanding di Estadio Santiago Bernabeu, Madrid. Siapa yang bakal menang? Sebelum menebak-nebak, ada baiknya kita lihat dulu head to head kedua tim.

FC Internazionale Milano
VS
Bayern Muenchen

FC Internazionale Milano
9 Maret 1908
Stadio Giuseppe Meazza
Massimo Moratti
Jose Mourinho
G. Milito, J. Cesar
Serie A (18 kali)
Coppa Italia (6)
Piala Super Italia (4)
Liga Champions 2 kali (1964, 1965)
Piala UEFA 3 kali (1991, 1994, 1998)
Intercontinental Cup 2 kali (1964, 1965)
5 kali (1964, 1965, 1967, 1972, 2010)

1972 (38 tahun lalu)

Nama Klub
Berdiri
Stadion
Presiden
Pelatih
Pemain Kunci
Prestasi Lokal


Gelar Regional



Gelar Internasional

Final Liga Champions


Final Sebelumnya

FC Bayern Muenchen
27 February 1900
Allianz Arena
Uli Hoeneß
Louis van Gaal
A. Robben, F. Ribéry
Bundesliga (22 kali)
DFB Pokal (15)

Liga Champions 4 kali (1974, 1975, 1976, 2001)
Piala Winner (1967)
Europa League (1996)
Intercontinental Cup 2 kali (1976, 2001)
8 kali (1974, 1975, 1976, 1982, 1987, 1999, 2001, 2010)
2001 (9 tahun lalu)

Nah, setelah melihat data dan fakta di atas, sekarang siapa nih jadinya yang Bung dukung pada Final Liga Champions 2009/2010 yang akan berlangsung tanggal 22 Mei nanti? Bayern Muenchen yang lebih sering ke final selama 10 tahun belakangan, atau Inter yang sudah 38 tahun menunggu momen final? Kalau saya sih tetap mendukung Inter Milan. ^_^

Forza, Inter..! Forza, Nerazzurri..!

Minggu, 16 Mei 2010

Berburu Buku Gratis di GoodReads.com


YANG maniak membaca dan rajin "nongkrong" dengan komunitas pecinta buku di internet tentu sudah tahu GoodReads.com, situs jejaring sosial yang khusus mewadahi para pecinta buku dan juga para penulis-pengarang di seluruh dunia. Saya sendiri sudah cukup lama tahu nama situs ini, sempat pula beberapa kali mengunjunginya, namun baru mendaftarkan diri beberapa hari lalu.

Bagi penulis, GoodReads adalah tempat yang bagus untuk mempromosikan diri sekaligus mempromosikan bukunya ke para pecinta buku. GoodReads mengklaim punya 3,2 juta member plus lebih dari 94 juta judul buku yang ditambahkan oleh anggota GoodReads di seluruh dunia. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah mengingat banyak pecinta buku yang belum bergabung dengan GoodReads, dan juga belum semua buku yang pernah terbit datanya tersimpan di database GoodReads.

Dengan member sebanyak itu, seorang penulis dapat mempromosikan buku-buku terbarunya secara massif dengan biaya promosi yang boleh dibilang nol rupiah. Cukup upload sampul bukunya, isi keterangan teknis buku tersebut, beri sedikit review, dan rekomendasikan ke semua member GoodReads. Cara lain yang tak kalah ampuh adalah dengan memberikan giveaway alias buku gratis.

Nah, ini dia poin posting saya kali ini. Bagi para pecinta buku, salah satu manfaat bergabung dengan GoodReads adalah kesempatan berburu buku gratis. Ada sejumlah penulis yang rutin membagi-bagikan buku-bukunya secara gratis melalui program giveaway di GoodReads. Untuk memperoleh buku tersebut, kita cukup mendaftar sebagai member GoodReads, mengaktifkan akun, lalu melongok ke halaman giveaway. Di halaman itu terpajang sejumlah buku yang dibagikan gratis oleh penulisnya. Pilih saja buku yang diminati, lihat keterangan detil mengenai bukunya atau persyaratan mengikuti giveaway tersebut, lalu kalau sreg tinggal klik saja tombol "Enter to Win" yang ada di halaman bersangkutan.

Sebelum mengikuti sebuah giveaway, perhatikan dulu apakah member dari Indonesia boleh ikut, kapan batas akhir pelaksanaannya, dan berapa jumlah buku yang dibagikan. Sampai saat posting ini ditulis, kebanyakan buku yang dibagikan gratis adalah karya penulis luar. Tapi tenang, member GoodReads dari Indonesia tetap bisa berpartisipasi kok. Lihat saja daftar kode negara yang diijinkan ikut. Kalau ada kode "ID", berarti member asal Indonesia boleh ikut bersaing dengan member-member lainnya.

Kemudian, biasanya buku yang dibagikan hanya 1 eksemplar, jumlah yang cukup sedikit mengingat 1 giveaway selalu diikuti oleh ratusan peminat. Anda boleh khawatir tidak bakal menang mengingat persaingan yang demikian ketat. Tapi ini terbilang fair mengingat jangka waktu giveaway dibatasi antara 1-2 bulan. Setiap kali 1 event berakhir dan menghasilkan 1 pemenang yang berhak atas buku gratis yang dibagikan, umumnya si penulis akan membuat giveaway lagi. Jadi, kalau di kesempatan pertama tidak beruntung, kita bisa terus mencoba sampai dapat. Toh, sama sekali tidak dipungut biaya untuk mengikutinya.


Dapatkan buku ini GRATIS di GoodReads.com.
Oya, mungkin ada yang bertanya bagaimana cara untuk menentukan pemenangnya. Apakah penulis yang akan memilih 1 dari sekian banyak peminat sebagai pemenang? Tidak. Penulis sama sekali tidak dilibatkan dalam pemilihan pemenang giveaway. Pememang akan dipilih secara otomatis oleh sistem GoodReads. Penulis hanya akan menerima email berisi nama dan alamat pemenang agar bukunya segera dikirim. Bagaimana, cukup fair, bukan?

Karena terlihat sangat menantang, maka saya pun mencoba peruntungan dengan mendaftarkan diri pada sejumlah giveaway. Saya juga langsung terbersit ide untuk memberikan giveaway buku 10 Cara Efektif Mencari Uang dengan Blog Berbahasa Indonesia untuk para anggota GoodReads di Indonesia. Maka, saya pun membuat giveaway dan menyiapkan 1 eksemplar buku tersebut. Eh, kebetulan sekali saya menjadi penulis Indonesia satu-satunya yang membagikan buku gratis di GoodReads, dan buku 10 Cara Efektif Mencari Uang dengan Blog Berbahasa Indonesia menjadi satu-satunya buku berbahasa Indonesia di halaman giveaway GoodReads. ^_^

Ingin mendapatkan buku 10 Cara Efektif Mencari Uang dengan Blog Berbahasa Indonesia secara gratis di GoodReads? Silakan meluncur ke sini!

Kamis, 13 Mei 2010

Band-band Favorit Bung Eko


SEJAK pertama kali mendengar musik, saya langsung menggandrungi seni yang satu ini. Dulu, waktu masih SMP, saya cuma bisa dengar musik lewat radio tripleks jadul merek National. Kalau mau nonton tivi harus numpang di tetangga yang punya parabola agar bisa nonton MTV. Meskipun begitu, kecintaan saya pada musik tak berkurang sedikitpun.

Masuk SMA, saya dibelikan radio tape oleh Bapak. Entah mereknya apa saya lupa. Yang saya ingat harganya murah, cuma Rp100.000 waktu itu. Dengan radio tape itulah saya mendengarkan lagu-lagu ska kesukaan saya. Menginjak bangku kuliah, giliran komputer yang jadi alat pemutar lagu-lagu favorit.

Nah, iseng-iseng saya buat deh daftar band idola saya. Mau tahu? Monggo, silakan disimak. Tapi jangan protes ya kalau ternyata band idola kita tidak sama. Tolong jangan protes juga karena kebetulan band-band yang saya suka lagu-lagunya sentimentil. ^_^

 Koes Plus
Koes Plus
Menurut saya, dan juga diamini oleh sesama pecinta Koes Plus di komunitas Jogja Koes Plus Community (JKPC), Koes Plus adalah pelopor musik pop Indonesia. Di saat band-band Indonesia masih merasa lebih bangga membawakan lagu-lagu Barat, Koes Plus menggebrak dengan membawakan lagu-lagu ciptaan sendiri. Begitulah, setelah album piringan hitam pertamanya dirilis tahun 1963, Koes Bersaudara yang kemudian berganti nama menjadi Koes Plus menjelma sebagai sebagai legenda musik tanah air.
Artificial Life aka The Artificial
Artificial Life aka The Artificials
Asing dengan nama Artificial Life ataupun The Artificials? Tidak apa-apa. Band yang satu ini memang lebih berkibar di jalur indie, namanya juga lebih dikenal di kalangan komunitas punk. Meskipun pernah merilis album mayor label di bawah bendera Bulletin Records, namun Artificial Life tidak sempat dikenal luas lantaran tren musik ska yang mereka usung kala itu sedang berada di ujung kejayaannya. Lagu-lagunya enak didengar, menghanyutkan. ^_^
The Beatles
The Beatles
Siapa yang tidak suka The Beatles? Band legendaris asal Liverpool ini punya penggemar fanatik di berbagai belahan dunia, dan salah satunya adalah saya. Awal ketertarikan saya pada The Beatles muncul setelah mendengarkan kaset bertitel 1 yang merupakan kompilasi lagu-lagu best seller The Beatles. Semenjak itu saya jadi rajin men-download lagu, video, foto, dan bahkan gambar-gambar suvenir The Beatles yang tersebar di internet.
Keane
Keane
Saya pertama kali mengenal Keane dari adik saya waktu pulang ke Jambi di tahun 2004. Adik saya yang ketika itu masih SMA menunjukkan album pertama Keane. Iseng-iseng saya dengarkan kaset tersebut. Wow, saya langsung jatuh cinta pada pendengaran pertama dibuatnya. Pulang ke Jogja, saya langsung mencari kaset tersebut. Kebetulan waktu itu saya belum punya komputer, yang ada hanya tape recorder milik teman sebelah kos. Begitu akrab dengan internet, semua album Keane segera saya download tanpa sisa. :D
The Cranberries
The Cranberries
Perkenalan saya dengan The Cranberries baru dimulai sekitar tahun 2002-an, ketika album Stars dirilis. Selain itu, waktu itu saya baru saja beli komputer, dan oleh teman saya folder musiknya diisi dengan lagu-lagu The Cranberries. Warna vokal Dolores O'Riordan yang begitu khas langsung membuat hati saya kepincut. Semenjak itulah saya menyukai band asal Irlandia ini. Berkat internet, kini saya sudah mengumpulkan seluruh album yang pernah dirilis The Cranberries. Tinggal video-video konsernya saja yang belum saya koleksi.
Sixpence None The Richer
Sixpence None The Richer
Kalau band yang satu ini saya sudah kenal sejak jaman SMA. Waktu itu lagu Kiss Me begitu nge-hits, dan ada satu teman cewek sekelas saya yang suka sekali menyanyikan lagu itu. Tapi waktu itu saya belum jatuh hati pada Sixpence None The Richer. Belakangan, ketika saya kembali membeli komputer untuk kedua kalinya di tahun 2008, teman yang saya mintai tolong merakit komputer mengisi folder musik dengan album the best-nya Sixpence. Begitu mendengar lagu-lagu seperti Don’t Dream It’s Over, Melody of You, Breathe Your Name, Dancing Queen, jadilah hati saya tertambat pada grup musik yang satu ini.
Cold Play
Cold Play
Band yang satu ini saya kenal ketika hits In My Place sedang sering-seringnya diputar di radio-radio Jogja. Begitu pindah kos, kebetulan tetangga sebelah kamar saya maniak Cold Play dan setiap hari selalu mendengarkan lagu-lagu Cold Play. Saya jadi ketularan. Meskipun agak kecewa dengan album Viva La Vida, namun kecintaan saya dengan Cold Play tak berkurang. Lagipula, siapa sih yang tidak suka sama lagu-lagu seperti Fix You, Clock, Politic, dan Hardest Part?


Nah, itulah dia band-band favorit saya. Kalau band favorit Bung apa? Bagi-bagi dong di kolom komentar. Siapa tahu nanti saya juga ketularan menyukainya. ^_^

Minggu, 09 Mei 2010

Gugling.com, Blog "Bayi Ajaib"


ORANG Indonesia memang kreatif. Mau contoh? Gugling.com bisa jadi salah satu contoh kekreatifan tersebut. Bagaimana tidak? Frasa "gugling" yang digunakan sebagai nama domain blog tersebut adalah plesetan dari istilah "googling" alias kegiatan menelusuri suatu informasi via Google. Alih-alih memakai nama Googling.com yang bernuansa british, Bung Lukman Hermawan si pemilik situs ini memakai ejaan yang lebih mengindonesia, yakni Gugling.com. Coba-coba peruntungan dari orang-orang yang salah ketik? Bisa jadi. ^_^

Kontes Review gugling.comSebagai sebuah blog, boleh dibilang Gugling adalah bayi ajaib. Baru di-launching kurang-lebih 1 tahun saja, trafik blog ini sudah gila-gilaan. Apalagi kini, di usianya yang menginjak tahun ke-2. Ramainya trafik blog ini bisa dilihat dari banner Histats yang terpajang di bagian sidebar. Saat saya mengunjungi blog ini, angka-angka statistiknya menunjukkan 3.022 kunjungan dan 7.011 pageviews. Wow, ini merupakan angka yang sangat menakjubkan.

Statistik sebanyak itu bisa dimaklumi mengingat pengelolanya cukup rajin meng-update Gugling.com dengan isu-isu terbaru yang sedang ramai dibicarakan. Terkadang menyajikan berita-berita yang sedang hangat, seperti berita jatuhnya benda langit yang diduga meteorit di kawasan Duren Sawit beberapa waktu lalu. Selain berita, tim Gugling juga menampilkan posting-posting ala infotainment yang terkesan hanya menembak keyword demi mendatangkan trafik. Contohnya dengan menurunkan posting tentang film Menculik Miyabi yang sedang jadi kontroversi.

Hebatnya lagi, mayoritas pengunjung Gugling.com adalah trafik natural dari search engine. Ini bisa dilihat dari sedikitnya komentar yang ada di tiap-tiap posting, sangat njomplang sekali dengan jumlah kunjungan harian dan pageviews. Terlihat betapa pengunjung Gugling adalah para pencari info yang "tersasar" dari Google, Yahoo!, Bing, maupun mesin pencari lainnya. Karena itu bisa dipahami mengapa kebanyakan posting di blog tersebut sangat kaya akan keyword. Lihat saja pemilihan judulnya yang selalu 'nembak'. Bisa jadi Bung Lukman memang sengaja 'menembak' keyword untuk menangguk banyak pengunjung dari search engine.

Kalau saja Gugling.com bersih dari artikel kopi-paste, saya rasa blog yang didominasi warna ungu ini layak diberi nilai 9.Meski begitu, Gugling.com bisa dikategorikan sebagai penembak keyword yang baik. Kenapa saya sebut begitu? Lihat saja, blog ini tidak asal menembak keyword. Saat menembak keyword manfaat dan bahaya kopi misalnya, maka dalam artikel yang diberi judul Manfaat dan Bahaya Kopi benar-benar dijabarkan beberapa hal yang merupakan manfaat kopi disusul dengan bahaya kopi bagi kesehatan. Atau ketika mengincar keyword tips membeli laptop bekas, maka blog ini benar-benar memberikan sejumlah tips dimaksud dalam artikel berjudul Tips Membeli Laptop Bekas yang Masih Bagus (Second). Ini yang saya sebut sebagai penembak keyword yang baik.

Sayangnya, 1 poin yang bisa jadi kelemahan Gugling.com adalah masih banyak postingnya yang berupa kopi-paste dari media-media online. Kalau artikel kopian tersebut diolah lagi mungkin tak terlalu masalah. Tapi Gugling sering mengopinya mentah-mentah, dan tanpa mencantumkan sumber. Pembaca bisa mengenali sebuah artikel kopi-paste karena di artikel tersebut terdapat nama media yang berita/artikelnya dikopi. Kalau saja Gugling.com bersih dari artikel kopi-paste, saya rasa blog yang didominasi warna ungu ini layak diberi nilai 9.

Posting ini dibuat dalam rangka mengikuti Kontes Review gugling.com.

Jumat, 07 Mei 2010

Film Menculik Miyabi Akhirnya Tayang Juga!


DUGAAN saya ternyata tidak meleset. Setelah rencana mendatangkan Maria Ozawa alias Miyabi ke Indonesia dalam rangka pembuatan film Menculik Miyabi ditentang Front Pembela Islam (FPI), Odi Mulya Hidayat selaku produser film tersebut berlaku cerdik. Miyabi batal didatangkan ke Indonesia, Maxima Pictures lantas menayangkan Suster Keramas yang dibintangi Rin Sakuragi.



Waktu itu saya memprediksi, Maxima Pictures tetap akan memproduksi Menculik Miyabi meski terpaksa menerbangkan seluruh pemain dan krunya ke Jepang karena Miyabi "dicekal" FPI. Nah, Suster Keramas ditayangkan sebagai pengalih perhatian. Nyatanya FPI memang terkecoh. Rin Sakuragi justru jauh lebih terkenal di Jepang, tapi memang namanya tak seterkenal Miyabi di Indonesia. Film yang menampilkan Rin Sakuragi lengkap dengan adegan syurnya malah tak digubris oleh FPI. Mungkin mereka pikir kondisi sudah aman karena Miyabi batal datang.

Ada 2 hal yang saya garis-bawahi menyikapi kejadian ini. Pertama, berita pensiunnya Maria Ozawa dari dunia adult video (AV) yang dihembuskan media tertentu menjelang pemutaran film Menculik Miyabi. Kedua, sikap FPI yang seolah tak berdaya melawan "kekuasaan" para penguasa industri film. Mari kita diskusikan bersama-sama, Bung.

Maria Ozawa Pensiun dari Dunia AV?
Kamis (6/5/2010) kemarin film Menculik Miyabi mulai tayang di bioskop. Lembaga Sensor Film (LSF) meloloskan film tersebut dengan kategori Remaja (R) karena dianggap tidak mengandung unsur pornografi. FPI mempertanyakan keputusan LSF, tapi akhirnya hanya bisa pasrah karena dalam proses sensor LSF sudah melibatkan sejumlah pemuka agama. Pemutaran perdana film tersebut juga 'dibumbui' berita heboh: Miyabi disebut-sebut sudah berhenti dari profesinya sebagai bintang film porno.

Usia Maria Ozawa saat ini baru 24 tahun, masih sangat muda untuk ukuran seorang pemain film porno. Pertanyaannya, mungkinkah Miyabi berhenti dari dunia film porno di usianya yang masih sangat belia ini?Jujur saja, saya meragukan kebenaran fakta berita tersebut meskipun dilaporkan oleh sejumlah media ternama. Salah satu media yang mengangkat berita tentang berhentinya Miyabi dari dunia film porno adalah detikHot. Dalam sejumlah berita seputar pemutaran film Menculik Miyabi, detikHot menyebut Maria Ozawa sebagai "mantan bintang film porno". detikHot bahkan menurunkan laporan yang menyebut Maria Ozawa ingin banting stir menjadi bintang film komedi. Nyatanya, Januari 2010 lalu 1 judul film porno baru yang dibintangi Miyabi meluncur ke pasaran (sumber). Bukan tidak mungkin film-film selanjutnya bakal meluncur pula ke pasaran. Artinya, Miyabi sama sekali jauh dari kata "pensiun" sebagai bintang film porno.

Usia Maria Ozawa saat ini baru 24 tahun, masih sangat muda untuk ukuran seorang pemain film porno. Bintang film porno Jepang lainnya seperti Aika Miura, Keiko Nakazawa, Madoka Ozawa, atau Haruki Mizuno masih terus bermain dalam film porno sampai usia 30-an. Bahkan Rui Sakuragi, ratunya bintang film porno Jepang di era 1990-an, masih "laku" sampai berusia lebih dari 35 tahun. Film terakhir yang dibintangi Rui Sakuragi dirilis Oktober 2007, saat usianya lebih dari 37 tahun. Pertanyaannya, mungkinkah Miyabi berhenti dari dunia film porno di usianya yang masih sangat belia ini?


Maria 'Miyabi' Ozawa.
Satu fakta lain yang menarik diketengahkan, kini Miyabi semakin "berani" saja. Dalam film-film terbarunya area terlarang/genital Miyabi sudah tidak di-blur lagi alias uncensored. Ini adalah sebuah kemajuan bagi seorang pemain film porno. Dan, para penggemar Miyabi juga sama tahu kalau blasteran Prancis-Kanada dan Jepang ini terikat kontrak di lebih dari 3 rumah produksi. Yang ingin saya sampaikan di sini adalah, Miyabi masih laku keras dalam industri film porno Jepang! Jadi, mungkinkah ia berhenti dari dunia film porno di masa keemasaannya ini?

Mempertanyakan Sikap FPI
Saya sendiri sebenarnya bingung dengan sikap FPI. Dulu, ketika isu Menculik Miyabi sedang santer-santernya, mereka bilang akan menghadang segala bentuk pornografi. Makanya FPI mencekal Miyabi yang dianggap sebagai ikon pornografi dan memprotes pembuatan film Menculik Miyabi. Lucunya, ketika filmnya selesai dan beredar mereka terkesan diam saja. Lihat saja betapa suksesnya film ini diputar di beberapa bioskop pada pemutaran perdananya kemarin. Kemana FPI?

FPI seperti tidak sadar kalau selama ini sudah banyak film-film erotis mengarah ke pornografi yang ditayangkan di bioskop. Meskipun pemainnya artis lokal semua dan bukan bintang film porno, tapi aksinya tak kalah panas, tak kalah vulgar.Lalu, ketika film Suster Keramas yang dibintangi Rin Sakuragi (bedakan dengan Rui Sakuragi) tayang dan menyedot 1,3 juta penonton, FPI juga tak beraksi. Ceritanya jadi lebih aneh karena FPI seperti tidak sadar kalau selama ini sudah banyak film-film erotis mengarah ke pornografi yang ditayangkan di bioskop. Meskipun pelakunya pemain lokal semua dan bukan bintang film porno, tapi aksinya tak kalah panas, tak kalah vulgar. Sebut saja adegan topless Andi Soraya dalam film Hantu Puncak Datang Bulan (dalam film itu juga bertebaran adegan-adegan mesum). Kemudian ada aksi Bella Shapira yang hanya berbikini ria di film Arisan Brondong, ada pula aksi-aksi menantang Dewi Perssik di film Paku Kuntilanak, dan masih banyak lagi yang lain. Kemana saja FPI selama ini?

Dalam pandangan saya, kalau memang FPI konsisten memberantas pornografi, habisi saja semua film yang mengumbar adegan-adegan erotis dan vulgar. Sampai sekarang film-film seperti itu masih tetap diproduksi, dan bakal terus menghiasi layar bioskop di tanah air kalau FPI tak beraksi. Menunggu sikap pemerintah? Hehehe, sampai kucing bertanduk pun jangan harap deh pemerintah peduli dengan masalah seperti ini.


Poster film Suster Keramas yang dibintangi Rin Sakuragi.
Kalau benar-benar mau menghadang pornografi, mestinya film yang dibintangi Miyabi dan Rin Sakuragi jangan sampai tayang di bioskop. Kenapa? Karena mereka berdua adalah ikon bintang film porno. Meskipun film yang mereka bintangi bukan film porno, tetap saja mereka membawa pesan-pesan pornografi yang melekat pada sosok masing-masing. Yang tadinya tidak tahu siapa itu Maria Ozawa kemudian jadi tahu. Penasaran melihat kecantikan Maria Ozawa, mereka lantas mencari informasi tentang Maria Ozawa di internet. Voila, tersajilah jutaan foto syur Maria Ozawa di internet yang lantas membuat orang yang tadinya tidak tahu siapa itu Maria Ozawa malah jadi keranjingan menonton film-film pornonya.

Sebagai analogi saya contohkan sikap Indonesia yang tidak mau berkompromi dengan Israel. Karena Indonesia tidak menolerir kesewenang-wenangan Israel di bumi Palestina, jangan harap ada orang Israel yang boleh masuk ke Indonesia. Kalau sampai ada orang Israel diijinkan masuk, dunia akan menganggap Indonesia sudah tidak lagi menentang Israel. Hal sama sepertinya berlaku untuk perang terhadap pornografi.

Semoga bisa menjadi bahan diskusi yang hangat. Saya tunggu reaksinya, Bung...

NB: Jujur, berat banget rasanya mengangkat topik ini. Takut nanti malah kena ayat "Yaa ayyuhaladzina amanuu li ma ta'quluuna ma laa taf’aluuna. Kaburo maktan indallahi anta'quluu maalaa taf‘aluun" (QS ash-Shof 2-3). ^_^

Rabu, 05 Mei 2010

Eni Kusuma, Kisah TKW Luar Biasa


Alhamdulillah, posting ini menjadi salah satu dari 10 Pemenang Blogdetik Writing Contest “Inspiring Woman” (21 April 2010 - 15 Mei 2010, pengumuman pemenang 20 Mei 2010), dengan hadiah sebuah hape Nokia Flexi Chatting. Terima kasih kepada para pembaca bungeko.com yang telah memberikan komentar dan apresiasi.


RASANYA tidak ada tenaga kerja wanita (TKW) yang pernah bercita-cita menjadi TKW. Membayangkannya pun mungkin tidak. Siapa sih yang mau bekerja jauh dari kampung halaman dan keluarga dengan resiko yang tak jarang berujung pada kematian? Tidak ada. Begitu pula dengan Eni Kusumawati, seorang wanita asal Banyuwangi yang memutuskan menjadi TKW di Hong Kong selepas SMA. Hebatnya, meskipun berangkat ke Hong Kong dengan terpaksa, Eni pulang membawa sejuta kebanggaan yang tak hanya patut ditiru oleh para TKW sepertinya, tapi juga wanita-wanita Indonesia lainnya.



Eni, kelahiran 27 Agustus 1977, tumbuh dan besar di lingkungan keluarga miskin di kawasan Kampung Arab, Banyuwangi. Kedua orangtuanya hanya mengandalkan penghasilan dari berjualan kerupuk di pasar. Rumahnya terletak dekat tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Hari-hari di masa kecilnya banyak ia habiskan untuk menjadi pemulung, mengumpulkan apa saja yang bisa ditukar dengan uang demi menambah biaya hidup keluarganya yang memang pas-pasan. Lingkungan seperti ini membuat Eni kecil "akrab" dengan berbagai penyakit kulit. Ia juga menderita gagap bicara, minder, tertutup, dan ujung-ujungnya membuatnya menjelma sebagai sosok remaja yang cuek.

Menjadi TKW
Beruntung, dengan kondisi keuangan keluarga yang serba pas-pasan itu Eni dapat menyelesaikan pendidikannya hingga tingkat SMA. Sayang, tak banyak yang dapat ia lakukan dengan ijasah SMA di kota sekecil Banyuwangi. Setelah sempat bekerja sebagai tenaga administrasi di sebuah perusahaan, ia segera menjadi pengangguran karena tempat kerjanya bangkrut. Mau merantau ke Bali atau Surabaya tanggung. Kenapa tidak merantau ke luar negeri sekalian? Demikian pikir Eni kala itu. Setengah nekat, iapun mendaftarkan diri ke sebuah PJTKI untuk menjadi TKW. Guratan nasib kemudian membawanya ke Hong Kong pada tahun 2001.

Eni Kusuma
Foto: bonarine.blogspot.com
Di Hong Kong, Eni bekerja serabutan pada sebuah keluarga. Dibilang serabutan karena ia bertugas mengerjakan apa saja, mulai dari menyapu dan mengepel rumah, memasak, mencuci dan menyetrika pakaian, memandikan anak sang majikan, mengantarkannya ke sekolah atau les, mengajaknya bermain, berbelanja, dan tugas-tugas rumahan lainnya. Dari pagi hingga malam ia tak berhenti bekerja. Ia baru bisa istirahat setelah semua penghuni rumah sudah terlelap di alam tidur.

Tampaknya kisah hidup Eni Kusuma bakal sama dengan para TKW pada umumnya. Namun, Eni ternyata bukan TKW biasa. Di balik sifat lugunya tersimpan satu impian besar yang terus menghantui alam bawah sadarnya. Masa kecil hingga remaja yang serba berkekurangan dan selalu diremehkan orang lain membuatnya bertekad untuk menjadi orang terpandang yang dihormati semua orang. Bagaimana caranya? Ia memilih jalur sebagai penulis karena profesi itulah yang paling mungkin dilakukannya saat itu.

Merintis Karir Kepenulisan
Sejak saat itu, di sela-sela kesibukannya mengurus rumah sang majikan Eni menyempatkan diri menulis. Apa saja ia tulis, mulai dari puisi, cerpen, maupun novel. Ia mulai merambah dunia kepenulisan dengan bergabung di milis khusus untuk para TKW di Hongkong yang suka menulis. Nama milis tersebut Cafe de Kossta atau biasa disebut dengan Kossta saja. Di sanalah Eni mempublikasikan karya-karyanya yang kemudian mendapat sambutan luas dari anggota lainnya.

"Saya ingin membuktikan bahwa hambatan apapun bisa ditaklukkan. Asalkan kita sadar akan keluarbiasaan potensi diri kita dalam mewujudkan dream kita. Yang membedakan manusia dari makhluk lainnya kan dream? Dan, dream milik semua orang, dari segala macam profesi dan latar belakang. Saya berani bermimpi, bagaimana dengan Anda?
-Eni Kusuma-
Karena jam kerjanya yang sedemikian ketat, Eni harus pintar-pintar memanfaatkan waktu luang yang dimilikinya untuk menulis. Sering ia merelakan waktu istirahatnya terpotong karena memaksakan diri menulis sebelum tidur. Tulisannya hanya berupa coret-coretan pena di atas lembaran-lembaran kertas. Begitu ada kesempatan keluar rumah--saat mengantar anak majikannya ke sekolah, les, atau pergi berbelanja, ia memanfaatkan waktu untuk mengetik naskah-naskah tulisan tangannya tersebut di perpustakaan atau kantor pos.

Setelah beberapa kali mem-posting karya-karyanya, Eni mengamati kalau menjadi komentator ternyata jauh lebih keren ketimbang menjadi penulis yang dikomentari. Maka, iapun berubah haluan. Dari yang awalnya rajin mempublikasikan karya menjadi seorang komentator yang rajin mengomentari karya-karya anggota lain. Tentu saja perubahan peran ini membawa dampak negatif, salah satunya banyak anggota milis lain yang ia komentari meragukan kredibilitasnya. Siapa sih Eni kok berani-beraninya mengomentari karya orang? Begitu mungkin ungkapan sinis anggota yang tidak terima dengan komentar yang diberikan Eni.

Pembelajar.com, Pembuka Jalan Kesuksesan
Suatu hari, seorang pengurus milis Kossta yang dianggap sebagai guru dan senior oleh Eni mengiriminya buku bestseller berjudul Resep Cespleng Menulis karya Edy Zaqeus. Dari buku itu ia berkenalan dengan Pembelajar.com, situs motivasi yang didirikan oleh penulis sekaligus motivator top Andrias Harefa. Edy Zaqeus sendiri kala itu berposisi sebagai moderator situs tersebut. Kebetulan sekali, Eni langsung merasa kalau Pembelajar.com adalah wadah yang tepat baginya untuk mengembangkan bakat kepenulisannya.

Jangan bayangkan Eni memulai kiprahnya di Pembelajar.com dengan menulis artikel. Sama seperti yang ia lakukan di milis Kossta, hal pertama yang dilakukannya adalah mengomentari artikel-artikel para kolomnis tetap Pembelajar.com. "Korban" pertamanya Jennie S. Bev. Ini ia lakukan sebagai strategi agar dapat segera menyeruah dari kerumunan dan menarik perhatian pengunjung lain. Strategi ini berhasil. Dengan "mendompleng" nama besar Jennie S. Bev, Eni langsung mendapat perhatian sampai kemudian artikel pertamanya dimuat di situs motivasi terfavorit itu.

Eni Liar Biasa!!!
Foto: langitperempuan.com
Keseriusan Eni dalam menulis rupanya mendapat perhatian khusus dari Edy Zaques yang kemudian membimbingnya secara langsung untuk mengembangkan skill kepenulisan TKW visioner tersebut. Eni lantas tumbuh sebagai seorang penulis produktif sehingga belakangan mendapat posisi sebagai kolomnis tetap, sejajar dengan penulis dan motivator top semisal Andrie Wongso, Andrias Harefa, Jennie S. Bev, Bonari Nabonenar, Adi W. Gunawan, Andrew Ho, dan mentornya Edy Zaqeus.

Kurang-lebih 6 bulan sejak pertama kali mengenal Pembelajar.com, buku pertamanya yang berjudul Anda Luar Biasa!!! diterbitkan. Buku itu merupakan kumpulan artikel-artikelnya di Pembelajar.com dan menjadi buku motivasi pertama yang ditulis oleh seorang TKW. Hebatnya lagi, Anda Luar Biasa!!! mendapat endorsement dari sekitar 27 tokoh-tokoh ternama mulai dari penulis, motivator, pengusaha, dan aktivis. Buku yang awalnya hanya dicetak standar sebanyak 3000 eksemplar tersebut laku keras sehingga harus dicetak ulang lagi, dan lagi.

Eni tentu saja senang. Impiannya untuk menjadi orang terpandang dan dihormati sudah di depan mata. Ia telah berhasil menunjukkan pada semua orang bahwa, walaupun hanya berpendidikan SMA dan berprofesi sebagai TKW dengan segala keterbatasannya, ia mampu mengatasi segala rintangan demi mewujudkan impiannya. Karena itulah, Februari 2007 ia memutuskan pulang ke Banyuwangi untuk semakin mendekatkan dirinya pada impian-impian yang telah ia rangkai sejak sebelum berangkat ke Hong Kong.

Kini, Eni banyak mengisi undangan sebagai public speaker di berbagai tempat. Ia juga masih menulis buku. Dan, ia tetap menjadi inspirasi bagi banyak wanita Indonesia yang tengah mengejar impian-impiannya. [e]

Sabtu, 01 Mei 2010

Pemberi Komentar Terbanyak April 2010


TANGGAL 1 Mei adalah Hari Buruh atau Labour Day. Tapi, di bungeko.com setiap tanggal 1 alias awal bulan adalah tanggal pengumuman pemenang kontes Pemberi Komentar Terbanyak di blog ini. Pengumuman pemenang kali ini adalah yang ketiga, setelah sebelumnya sudah diumumkan pula pemenang bulan Februari dan Maret.

Jika di bulan Februari pemenangnya adalah Gus Ikhwan, lalu bulan Maret pemenangnya adalah Bung Asep Muhammad Saeful Islam (AMSI) aka belajar investasi, siapakah pemenang pada bulan April ini?

Oke, tanpa berbasa-basa lagi, berikut saya sampaikan hasil perhitungan komentar yang baru saja saya lakukan. Mohon diingat, saya menghitung berdasarkan pedoman yang telah saya sampaikan di posting ini, dan juga saya lampirkan di atas kolom komentar. Jadi, kalau ada yang merasa sudah memberi banyak komentar tapi tidak terpilih, bisa jadi komentar Bung tidak memenuhi kriteria perhitungan yang saya tetapkan.

Baiklah, ini dia hasil perhitungan saya:

1. fatchur (16 komentar valid)
2. iskandaria (14)
3. Gus Ikhwan, (11)
4. Darin (10)
5. amsi, Reza Winandar (5)
6. Blogger Terpanas (4)
7. Munawar AM, belajar investasi (3)
8. Sawali Tuhusetya, Jimmy Sun, Hanna Pertiwi, Anthony Harman (2)
9. Ismail, Adeskana, Blog Juragan, buJaNG, mastanto, Ago, Isnuansa (1)

Berdasarkan hasil perhitungan di atas, maka dengan ini saya memutuskan Bung Fatchur sebagai pemenang kontes Pemberi Komentar Terbanyak di Bung Eko dotcom bulan April 2010. Untuk itu, Bung Fatchur berhak mendapatkan 2 eksemplar buku terbaru karya saya dan sebuah kaos cantik. 2 buku tersebut berjudul 7 Langkah Mudah Mencari Uang lewat Blog (Gara Ilmu, Yogyakarta, Feb. 2010) dan 10 Cara Efektif Mencari Uang dengan Blog Khusus Berbahasa Indonesia (iN-Books, Yogyakarta, Feb. 2010).

Untuk Bung Bung Fatchur, terima kasih ya sudah bersedia memberikan banyak komentar membangun plus referensi tambahan untuk posting-posting di blog ini. Selanjutnya mohon kirimkan nama asli dan alamat lengkap ke saya via eko[at]nurhuda.com supaya hadiahnya bisa saya kirim.

Ada banyak pelajaran yang saya dapatkan dari kontes sederhana ini. Dan, dari pelajaran-pelajaran itu saya mulai memikirkan masa depan kontes ini. Ada kemungkinan kontes ini berlanjut, namun tak menutup kemungkinan bakal saya hentikan karena beberapa faktor yang di luar perkiraan saya. Tapi tenang, itu baru wacanan saja. Saya masih butuh waktu untuk memikirkannya sebelum membuat keputusan final.

Anyway, kontes masih terus berlanjut. Untuk periode Mei 2010, perhitungan langsung dimulai sejak posting ini sampai dengan posting terakhir di bulan Mei. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada awal Juni 2010. Hadiahnya? Masih satu buah kaos cantik plus buku terbaru karya saya, tapi bukunya bisa jadi berbeda dengan yang saya bagikan untuk pemenang bulan Februari, Maret, dan April ini.

Tertarik? Ayo, budayakan memberi komentar yang bernas!

kata bijak Andrie Wongso

Gerakan 2012 Buku
untuk Pemalang

Buku yang sudah terkumpul
0 0 0 1 eks.

Masih butuh 2011 eks. lagi.

Bantu kami menyediakan 2012 eksemplar
buku bacaan untuk warga Pemalang.
Baca info selengkapnya di sini!


Rp1 Tahun 1956

Uang Mahar, Rp1 Tahun 1956

Obverse: Gadis Jawa di kanan, angka satu di kiri.
Reverse: Garuda Pancasila di tengah, diapit angka satu.
Kondisi: Baru (Uncirculated, UNC)

Rp10.000,-

per lembar

Recommended Posts
Recommended Video
GBK
Lagi, timnas Indonesia harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Malaysia di final SEA Games 2011. Dalam final yang sama-sama kita saksikan Senin (21/11) malam, timnas U-23 keok.
Bakso
Bakso umumnya memiliki bulatan-bulatan campuran tepung dan daging yang biasa disebut pentol. Di Pemalang, ada warung bakso yang menyediakan bakso tanpa pentol.
uanglama