Selamat datang di bungeko.com, blog pribadi Eko Nurhuda. Semoga tulisan-tulisan di blog ini memberi manfaat positif bagi Anda. Saran atau kritik dari Anda akan diterima dengan senang hati.

Menyambut Euro 2012

Hasil Undian dan Jadwal Lengkap Euro 2012

Piala Eropa 2012 di Polandia-Ukraina masih enam bulan lagi. Namun undian penentuan grup bagi ke-16 peserta putaran final sudah dilakukan di Kiev, 2 Desember lalu.

Baca juga:

»
» Ketika Blog Masih Dipandang Sebelah Mata



Jumat, 30 Juli 2010

Keracunan Keong Racun...


JADI seleb gara-gara meng-upload video iseng di YouTube, rasanya ini sama sekali tidak dibayangkan oleh duo Keong Racun: Shinta dan Jovita aka Jojo. Lagu Keong Racun yang mereka nyanyikan secara lipsync dan kemudian iseng-iseng diunggah ke YouTube, ternyata membawa mereka ke jalur popularitas. Beberapa hari belakangan, media massa baik cetak maupun elektronik ramai memberitakan perihal fenomena lagu Keong Racun yang jadi buah bibir di banyak forum internet.

Shinta dan Jojo, duet iseng pelantun Keong Racun.Lagu Keong Racun aslinya dinyanyikan oleh seorang penyanyi dangdut antah barantah bernama Lissa. Tidak heran kalau tidak banyak yang kenal nama ini, itulah sebabnya saya sebut "penyanyi antah barantah". Di kampung-kampung di Pemalang, suara Lissa sering terdengar jika ada hajatan. Bukan karena Lissa manggung di acara hajatan lho, tapi karena kasetnya sering diputar bersama-sama dengan kaset lagu-lagu dangdut lain sebagai penarik perhatian sekaligus penanda kalau di tempat tersebut ada hajatan.

Lissa boleh dibilang bernasib malang. Sebabnya, sebagai penyanyi pertama Keong Racun ia tidak mendapat keuntungan apa-apa dari membludaknya publisitas untuk lagu yang mengangkat nama Shinta dan Jojo setelah dinyanyikan di YouTube. Lissa malah merasa berang ketika Charlie ST 12 membeli hak komersil lagu tersebut dari pencipta lagunya. Pasalnya, Charlie mengaransemen ulang lagu itu untuk duet artis yang hendak ia populerkan, dan sama sekali tak menghiraukan Lissa.

Well, bagi saya pribadi gonjang-ganjing lagu Keong Racun belakangan ini semakin membuktikan betapa jejaring sosial di internet merupakan cara ampuh untuk mempromosikan sesuatu. Mulai dari YouTube, forum Kaskus, Facebook, maupun Twitter, semuanya merupakan saranan promosi gratis yang menjanjikan hasil menakjubkan jika bisa digarap dengan serius. Ya,kalau Shinta dan Jojo yang cuma iseng saja bisa memperoleh hasil sedemikian rupa, apalagi kalau tidak iseng alias digarap lebih serius?

Ah, bila banyak orang keracunan berita Keong Racun, saya malah mendapat 1 ide baru di kepala saya. Langsung digarap, ah... ^_^

NB: Mau lihat video Keong Racun? Silakan klik di sini!

Senin, 26 Juli 2010

Resiko Menulis Buku 'Hot'


BAMBANG Trimansyah pernah menulis dalam sebuah artikel tentang jenis-jenis buku dalam sebuah situs yang saya lupa apa nama dan alamatnya. Dalam artikel yang judulnya juga saya lupa itu (parah!), Bambang Trim menyebut kalau buku-buku bertema internet dan komputer termasuk dalam kategori buku-buku 'hot'. Eit, jangan berpikir macam-macam dulu. Yang dimaksud hot di sini adalah buku yang masa edarnya terbatas, sangat terbatas malah.

Kenapa masa edar buku-buku internet dan komputer terbatas? Well, ini tidak bisa dilepaskan dari kelemahan buku dan birokrasi penerbitan buku itu sendiri. Ya, Anda benar kalau menebak buku-buku internet dan komputer disebut hot dan terbatas masa edarnya karena begitu cepatnya perkembangan teknologi. Hal yang berlawanan dengan proses penerbitan buku yang sedemikian lelet, sehingga tak jarang sebuah buku bertema internet sudah basi ketika baru saja diluncurkan.

Saya mengalami sendiri hal ini. Salah satu buku pertama saya, 7 Langkah Mudah Mencari Uang lewat Blog, beberapa bagian isinya sudah kadaluwarsa alias tidak update lagi bahkan semenjak pertama kali dilempar ke pasar. Tidak heran kalau banyak pembaca yang menyampaikan protes pada saya melalui email. Bung Yuyut di Cilacap salah satu contohnya:

Selamat pagi Mas Eko. Apa kabar? Saya Yuyut di Cilacap. Saya pembaca buku Mas Eko yang berjudul "7 LANGKAH MUDAH MENCARI UANG lewat BLOG". Di halaman 229 Mas Eko mengatakan bahwa untuk dapat mengikuti program di situs kliksaya.com batas minimum trafik adalah 1.000 per bulan, tapi betapa terkejutnya saya setelah mengunjungi langsung di situs kliksaya.com bahwa trafik minimumnya adalah 10.000 per bulan (sepuluh ribu per bulan). Mohon penjelasan Mengenai hal ini Mas!! Terimakasih. Salam kenal Yuyut Wahyudi.


7 Langkah Mudah Mencari Uang lewat Blog, beberapa isinya sudah basi sejak pertama kali terbit.Coba Bung bayangkan. Naskah buku 7 Langkah Mudah Mencari Uang lewat Blog saya tulis sejak bulan Agustus 2009, dan karena saya terlalu santai menggarapnya naskah itu baru selesai pertengahan September. Naskah langsung dimasukkan ke Penerbit, tapi saya harus menunggu 1 bulan untuk mengetahui diterima-tidaknya naskah tersebut oleh Penerbit. Sebulan kemudian Penerbit menelepon dan bilang naskahnya diterima. Jangan bayangkan bukunya langsung dicetak, karena masih harus menunggu antrian. Begitulah, akhirnya buku yang saya tulis September 2009 baru diterbitkan Februari 2010. Bayangkan sendiri berapa banyak perubahan yang terjadi di dunia internet dalam rentang waktu 5 bulan itu.

Itu masih belum seberapa, ketika saya menyetor naskah buku seputar PayPal di bulan Maret lalu, saya bahkan harus merevisi naskah tersebut sebelum naskahnya masuk antrian editing! Padahal baru 2 bulan naskah tersebut mengendap di Penerbit. Penyebabnya adalah perubahan kebijakan PayPal mengenai verifikasi dengan rekening bank lokal. Mau tidak mau, saya harus merevisi naskah tersebut agar buku itu tidak jadi barang basi saat diterbitkan. (Tapi sepertinya buku tersebut akan tetap jadi barang basi deh, lama sekali sih belum diterbitkan juga.)

Berkaca dari pengalaman dengan beberapa naskah buku awal itu, sekarang saya tidak mau lagi menulis tema-tema yang riskan. Saya tetap akan menulis buku-buku bertema blog dan internet, tapi memilih tema-tema yang "awet", sehingga tidak perlu kerja 2 kali semisal terjadi perubahan sebelum buku tersebut naik cetak. Contohnya kisah sukses pebisnis online, atau kisah sukses situs-situs inspiratif seperti Amazon, Google, Facebook, dll. Ke depan, saya ingin menggarap tema-tema kepenulisan dan jurnalistik yang dihubungkan dengan dunia internet, khususnya blog. Semoga dengan cara begini tidak ada lagi cerita buku yang basi saat baru saja diterbitkan. ^_^

Sekedar sharing pengalaman. Semoga bermanfaat.

Kamis, 22 Juli 2010

Rajin Berbagi Tak Ada Ruginya


KONTES komentar terbanyak yang rutin saya adakan setiap bulan di blog ini ternyata memantik rasa penasaran salah seorang pembaca. Bung Reza Winandar, teman lama saya sejak mulai ngeblog di EkoNurhuda.com, mempertanyakan apa manfaat yang saya peroleh dari semi kontes yang mulai bergulir sejak Februari lalu ini. Pertanyaan tersebut sebenarnya sudah terlontar sejak lama, namun saya baru sempat menjawabnya sekarang.

Well, kalau bicara manfaat, ada banyak sekali yang saya peroleh dari semi kontes komentar terbanyak ini. Salah satunya, saya jadi selalu teringat untuk meng-update blog secara rutin, satu hal yang susah sekali saya lakukan sejak mulai terjun di dunia penulisan buku. Satu manfaat yang jauh lebih penting lagi, saya jadi terbiasa menyisihkan sebagian rejeki yang saya peroleh untuk berbagi dengan orang lain. Memang sementara hanya 2 eksemplar buku setiap bulan, tapi ini hanyalah sebuah permulaan.

Harus diakui, sungguh sulit rasanya membiasakan diri untuk berbagi, apalagi kepada orang yang tidak punya hubungan apa-apa dengan kita, dengan orang yang bahkan tidak pernah dikenal sebelumnya. Padahal, berbagi hanyalah satu upaya kecil agar kehadiran kita di dunia ini bermanfaat bagi orang lain. Apa gunanya hidup kalau tidak bisa memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita? Dan, memberi tidak harus banyak. Sesuaikan dengan kemampuan kita saja, yang penting tetap konsisten dan ada niat untuk terus meningkatkan jumlah yang diberikan.

Terinspirasi oleh Jennie S. Bev
Saya tidak akan membicarakan hal ini dari perspektif agama. Cukup dengan menggunakan kacamata sosial saja kita sudah bisa membayangkan betapa pentingnya keinginan untuk berbagi itu harus ditumbuhkan dalam diri. Masih ingat kasus yang menimpa Prita Mulyasari? Atau peristiwa penyerangan kapal Mavi Marmara oleh tentara Israel? Akhir cerita dari kedua kejadian tersebut menunjukkan betapa hebatnya akibat yang dapat ditimbulkan dari sebuah keinginan untuk berbagi kepada sesama.


Foto: Facebook.com
Saya juga banyak belajar dari Jennie S. Bev, penulis Indonesia yang berjaya di California, AS. Penulis buku laris Rahasia Sukses Terbesar (Fivestar Publishing, 2007) ini punya kebiasaan unik, yakni selalu memberi kartu pos berisi kata-kata motivasi yang ditulis dengan tangannya sendiri kepada setiap orang yang baru dikenalnya. Hanya sebuah kartu pos memang, tapi bayangkan efek psikologis yang dialami oleh penerimanya. Menerima kartu pos langsung dari seorang penulis terkenal, dan dikirim dari AS. Bayangkan!

Kebetulan saya sendiri sempat mengalami efek tersebut. Saya pertama kali menjalin kontak dengan Mbak Jennie pada pertengahan 2008, tepatnya ketika beliau mengirim email berisi rasa keberatannya terhadap sebuah posting tentang dirinya di salah satu blog berbahasa Inggris yang saya kelola. Ia minta saya mengoreksi posting tersebut karena faktanya tidak seperti yang saya tulis, sementara saya keberatan mengoreksi karena tulisan tersebut mengacu pada sebuah wawancara di sebuah tabloid wanita terkemuka tanah air. Saya bilang pada Mbak Jennie, apa yang saya tuliskan hanyalah mengulang jawaban yang ia berikan pada reporter tabloid tersebut.

Dari hal tidak menyenangkan itulah kontak berlanjut. Mbak Jennie berjanji akan mengirim kartu pos ke alamat saya, dan mengundang saya datang ke rumahnya jika kebetulan ia mudik ke tanah air. Berselang sebulan kemudian kartu pos tersebut saya terima. Dan, agaknya Mbak Jennie mengirim kartu pos 2 kali karena saya menerima 2 kartu pos berbeda di hari yang sama. Ketika akan menikah Agustus tahun lalu, iseng-iseng saya mengabari Mbak Jennie via Facebook. Secara mengejutkan Mbak Jennie bilang ingin mengirim kado, dan kirimannya benar-benar saya terima: sebuah buku berbahasa Inggris berjudul The Law of Attraction, Plain and Simple karya Sonia Ricotti. Di dalamnya terdapat tulisan tangan Mbak Jennie, berbunyi, “Ratna Dewi & Eko Nurhuda, selamat menempuh hidup baru. Tuhan berkati. Salam, Jennie.” Sepertinya itulah kejutan terbesar yang pernah saya rasakan sampai saat ini. Really, it's a big surprise!

Saya dan istri sempat iseng menghitung berapa besar uang yang dihabiskan Mbak Jennie untuk mengirim hadiah tersebut. Karena buku-buku terbitan AS selalu mencantumkan harga di sampulnya, kami jadi tahu kalau harga buku itu $15.95. Kemudian, di bungkus paketnya juga tertera berapa biaya yang dibayar Mbak Jennie untuk mengirim buku tersebut ke Indonesia, $9. Total beliau menghabiskan $24.95 untuk saya, orang yang tidak beliau kenal dan sama sekali belum pernah ditemuinya. Okelah, $24.95 mungkin sedikit bagi seorang Jennie S. Bev, tapi siapalah saya sampai beliau mau mengorbankan uang sebanyak itu begitu saja? Dan, yang lebih penting lagi, apa manfaat yang beliau peroleh?

Bukan Soal Jumlah, Tapi Kesediaan untuk Berbagi
Dalam sebuah wawancara di Pembelajar.com, Mbak Jennie pernah menyinggung tentang poin berbagi ini. Beliau ditanya, kenapa memilih menetap di AS. Dengan simpel beliau menjawab, karena di AS-lah kemampuannya lebih dihargai. Karena itu, beliau jadi punya peluang untuk bisa berbagi lebih banyak kepada orang lain. Bayangkan kalau beliau menjadi penulis di Indonesia, apa yang bisa diperoleh? Boro-boro memikirkan berbagi dengan orang lain, untuk memenuhi kebutuhan hidup saja masih pusing.

Bagi saya pribadi, kesediaan Mbak Jennie untuk berbagi benar-benar patut diacungi jempol. Berbagi dengan orang yang sudah dikenal, apalagi kenal akrab, itu biasa. Tapi mau berbagi dengan orang yang tidak dikenal, itu sungguh luar biasa. Jumlah atau besar-kecilnya pemberian bukanlah hal penting, poin terpentingnya justru kesediaan untuk berbagi itu sendiri. Mengutip perkataan Mbak Jennie dalam wawancara di Pembelajar.com tersebut, jangan takut rugi gara-gara berbagi, karena selalu ada balasan untuk setiap kebaikan yang kita lakukan untuk orang lain. Dan, jangan harapkan balasan akan datang dari orang yang kita beri, karena yang akan membalas perbuatan baik kita hanyalah Tuhan Yang Maha Pemurah.

Nah, inilah yang kemudian menggerakkan saya untuk mengadakan semi kontes berhadiah 2 eksemplar buku setiap bulan. Sebenarnya saya bisa saja langsung memilih seorang pembaca dan memberikan buku-buku tersebut padanya, namun saya tidak ingin buku-buku yang saya berikan jatuh ke tangan “orang yang salah”. Karena itulah semi kontes komentar bernas terbanyak saya adakan untuk menentukan pembaca yang berhak menerima bingkisan buku dari saya. Walaupun pada prakteknya tetap saja ada oknum pembaca yang “nakal”—dan bagi saya (maaf) merupakan “orang yang salah”, tapi setidaknya saya tahu si pemenang adalah orang yang punya ketertarikan terhadap buku-buku yang saya tawarkan.

Sedikit Hitung-hitungan
Kalau saya boleh sedikit berhitung, setiap bulan setidaknya saya menghabiskan Rp60.000 – Rp100.000 untuk membeli dan mengirimkan hadiah ke pemenang semi kontes di blog ini. Angka ini belum termasuk harga kaos yang saya berikan pada pemenang bulan Februari – Mei. Detilnya, harga buku 7 Langkah Mudah Mencari Uang lewat Blog Rp36.000, lalu harga buku 10 Cara Efektif Mencari Uang dengan Blog Berbahasa Indonesia Rp38.000. Total, untuk membeli buku saja sudah habis Rp74.000. Saya beruntung karena sebagai penulis saya berhak memperoleh diskon lumayan besar dari penerbit setiap kali membeli buku-buku karya saya sendiri.


Buku 10 Cara Efektif Mencari Uang dengan Blog Berbahasa Indonesia.
Selain untuk membeli buku, saya juga musti mengeluarkan biaya untuk mengirim buku-buku tersebut melalui pos, paling sedikit Rp10.500 sekali kirim (tapi ada satu paket yang biaya kirimnya lebih dari Rp20.000). Oya, saya belum memasukkan biaya untuk membeli bungkus kado, bensin motor (rumah mertua saya dan kantor pos Pemalang berjarak 15 menit naik sepeda motor), parkir, serta tenaga dan waktu yang saya habiskan untuk membeli, membungkus, lalu mengirimkan paket-paket tersebut. Jadi, wajar dong kalau saya menulis kisaran angka Rp60.000-Rp100.000 di atas?

Apa untungnya bagi saya? Secara materi jelas tidak ada. Keuntungan backlink, mungkin? Tidak juga, karena kebanyakan pemenang salah menuliskan alamat URL blog ini ketika memberi backlink sehingga malah menjadi broken link. Bahkan ada salah satu pemenang yang tidak memberikan backlink sama sekali ketika menulis posting tentang buku yang ia terima dari saya. Dari segi promosi buku (buzz)? Hal ini diam-diam saya harapkan, tapi pada kenyataannya tidak semua pemenang mau menulis review buku-buku yang saya kirim, sehingga tidak tercipta buzz. Dan, mohon dicatat baik-baik, saya memang tidak mewajibkan hal ini kepada pemenang.

So, apa untungnya bagi saya? Kepuasan batin karena bisa berbagi dengan orang lain, itu saja. Beruntung istri saya mendukung apa yang saya lakukan, meskipun uang Rp60.000 - Rp100.000 cukup untuk membeli susu Prenagen Lactamom (susu ibu menyusui) atau SGM Presinutri (susunya si kecil Damar) sebanyak 2-3 kotak ukuran 200 gram. Ia juga tidak pernah protes melihat saya repot membeli buku ke penerbit di Jogja, membungkusnya, dan mengirimkannya ke kantor pos.

Saya sadar, 2 eksemplar buku setiap bulan bukanlah pemberian yang besar. Tapi, baru itu yang bisa saya bagikan secara rutin. Mudah-mudahan pemberian yang tidak seberapa ini memberi manfaat bagi penerimanya. Amin...

Senin, 19 Juli 2010

Paul si Gurita vs Dedy Corbuzier


MENJELANG pembukaan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, 11 Juni lalu, pesulap Dedy Corbuzier dengan gagah berani membuat prediksi negara mana yang bakal menjadi juara Piala Dunia tahun ini. Sayang, dalam acara yang disiarkan langsung oleh RCTI dan Global TV itu Dedy tidak menunjukkan prediksinya secara terbuka. Ia hanya menulis tebakannya pada secarik kertas, lalu menyimpan kertas tersebut pada sebuah peti kecil yang digembok dan gemboknya disegel seorang notaris. Dedy baru akan mengumumkan tebakannya pada acara penutupan Piala Dunia yang juga disiarkan RCTI dan Global TV.

Mungkinkah menebak juara Piala Dunia saat turnamen itu sendiri belum bergulir? Ini pertanyaan yang diajukan oleh Wesley Hutagalung di halaman 29 tabloid BOLA edisi Sabtu, 10 Juli 2010. Saya pribadi akan menjawab tidak mungkin. Lebih masuk akal rasanya jika tebakan tersebut dilakukan menjelang partai final, itupun masih bisa meleset. Jadi, bagaimana bisa tebakan Dedy benar? Tanyakan saja pada Dedy, kan dia yang jadi si Master.


Misteri Bernama Sepakbola
Dedy Corbuzier, sang Master.Sepakbola adalah olahraga misterius, susah sekali ditebak 100%. Bahkan pemain atau pelatih sepakbola terhebat sekalipun tidak bisa memberikan tebakan yang super akurat. Pertandingan di atas lapangan selalu menghadirkan kejutan yang tidak disangka-sangka. Siapa sangka Swiss bisa mengalahkan Spanyol sang juara Eropa, atau Slovakia yang baru pertama kali mencicipi Piala Dunia bisa mengalahkan sang juara bertahan Italia? Tidak ada. Pun tidak ada yang mengira Uruguay bisa melangkah jauh sampai ke semifinal sementara Brasil dan Argentina justru kandas di perempatfinal.

Piala Dunia sendiri sudah lekat dengan misteri ini di sepanjang sejarahnya. Siapa yang menyangka kalau Kamerun, tim anak bawang dari dunia keempat (kalau Asia dianggap sebagai dunia ketiga) alias Afrika, bisa mengalahkan Argentina dengan Diego Maradona-nya di Italia 1990. Kita tentu juga masih ingat partai pembuka Piala Dunia 2002 di Korea-Jepang. Kala itu Senegal dengan 11 pemain tak dikenal bisa mengalahkan Prancis, mantan penjajah sekaligus negara di mana para pemain sepakbola Senegal banyak bermain. Padahal Prancis waktu itu berstatus sebagai juara bertahan Piala Dunia sekaligus juara bertahan Piala Eropa.

Timnas kita tercinta juga pernah menjadi bagian dari misteri sepakbola. Di Piala Asia 2000, Indonesia yang dianggap remeh tim lain membuat juara teluk Kuwait terkejut. Kuwait beruntung bisa mengakhiri laga dengan hasil seri setelah tertinggal 2-0, salah satunya oleh gol spektakuler Widodo C. Putro yang kemudian dinobatkan sebagai gol terbaik Asia tahun itu. Empat tahun berselang, giliran Qatar yang dibuat malu. Philip Troussier, pelatih Qatar dan juga mantan pelatih Jepang saat Piala Dunia 2002, sampai merasa perlu mengundurkan diri karena malu besar.

Kejadian-kejadian “misterius” serupa itu masih ada banyak sepanjang perjalanan sepakbola, seolah menegaskan betapa olahraga terakbar di dunia ini tidak mudah ditebak.

Menebak Misteri
Paul si Gurita, tebakannya hampir selalu benar.Saya tidak tahu apakah Dedy menyukai sepakbola atau tidak, apakah ia mengikuti setiap perkembangan terbaru dalam dunia sepakbola atau tidak. Yang jelas, kalaupun tebakannya kemudian benar, tentu ia punya metode khusus dalam menebak. Mungkin metode yang sama ia gunakan pada saat menebak headline sebuah surat kabar terkemuka beberapa tahun lampau. Sialnya, seperti kertas tebakannya yang digembok bersegel, metode khusus tersebut juga tidak bisa kita ketahui. Maklum saja, Dedy seorang pesulap, misteri dan rahasia adalah modalnya untuk terus eksis dalam dunia sulap.

Selain Dedy, satu sosok lain yang menarik perhatian selama perhelatan Piala Dunia kali ini adalah seekor gurita bernama Paul. Menjelang setiap pertandingan Paul selalu membuat tebakan siapa yang akan memenangkan laga, dan tebakannya selalu benar. Termasuk saat ia menebak Jerman akan kalah dari Spanyol di laga semifinal, tebakan yang membuatnya dibenci seluruh penggemar Der Panzer. Pertanyaan yang sama kita ajukan untuk fenomena ini, bagaimana bisa tebakan Paul selalu benar? Eit, jangan tanyakan pada Paul, karena hanya Squidwork Tentacles dari Bikini Bottom satu-satunya gurita yang bisa berbicara.

Berbeda dengan Dedy yang kita tidak tahu apa nama negara yang dia tulis sewaktu menebak di pembukaan Piala Dunia, Paul dengan lebih gentle malah menunjukkan secara terang-terangan ke publik apa yang ia pilih. Resikonya, kalau saja tebakannya salah--seperti yang ia lakukan di final Piala Eropa 2008--ia bakal dicemooh. Tapi setidaknya Paul lebih berani, sehingga aksinya tidak mengundang pertanyaan (baca: keraguan) seperti halnya Dedy.

Baiklah, saya akui kalau saya ragu dengan tebakan Dedy Corbuzier dan caranya menebak. Kenapa? Satu-satunya penyebab adalah ketertutupannya itu sendiri. Saya jadi menduga-duga dalam hati, jangan-jangan dia sebenarnya tidak menebak apapun? Jangan-jangan peti kecil yang disegel notaris itu kosong tak ada isinya? Lalu, bagaimana cara Dedy "mengeluarkan" kertas tebakannya dari peti tersebut pada saat upacara penutupan Piala Dunia? Ah, kok seperti tidak tahu tangan pesulap saja...

Pada akhirnya, saya malah lebih penasaran bagaimana cara Paul si Gurita bisa menebak setiap pertandingan dengan benar. Maaf buat Dedy Corbuzier, tapi saya tidak bisa Anda kelabui dengan trik jadul seperti itu. ^_^

UPDATE, 19 Juli 2010 18:49
Baca juga ulasan kecurigaan terhadap tebakan Dedy di Goal.com!

Jumat, 16 Juli 2010

Scammer Itu 'Bernama' Ria Citra


MASIH ingat cerita tentang ulah scammer bernama Mr. Ibrahim Milha yang saya posting bulan lalu? Ternyata scammer serupa itu masih terus berkeliaran. Tapi kini modusnya berganti. Jika dulu rata-rata mengaku sebagai orang kaya yang sekarat dan tidak punya sanak-saudara, sekarang para scammer itu mengaku sebagai orang Indonesia yang mempunyai kenalan investor luar negeri. Nah, kita diminta membantu investor tersebut.

Agar lebih jelas, monggo disimak email scam yang bolak-balik masuk ke dalam kotak spam mailbox saya berikut ini (sudah saya edit dan dilengkapi dengan titik-koma biar enak bacanya):
Dear,

Perkenalkan, nama saya Ria Citra. Saya tinggal di London, namun berasal dari Indonesia. Saya bertemu seorang bankir (bernama) Mr. Clement (yang) berniat untuk datang berinvestasi di Indonesia. Dia menasihati saya untuk mencari seorang teman di Indonesia yang dapat membantu dia berinvestasi. Apakaha Anda bisa membantu Mr. Clement?

Mr. Clement sendiri adalah seorang Direktur Executive yang mengurus pengkreditan dan Nota Luar Negeri di Bank Of Citibank (UK) PLC. Beralamatkan di 11 Earl Grey Street Edinburgh, EH3 9B. Dia ingin mentransfer uang sebanyak 5,000,000.00 pounds dan menggunakannya untuk berinvestasi di Indonesia .

Apabila anda berminat membantu, mohon anda bisa membantu juga dalam:
1. Membantu dalam hal transfer dana yang dimaksud
2. Memberikan arahan dalam hal-hal yang patut diinvestasikan
3. Membantu membeli harta perumahan di Indonesia

Apabila anda berniat untuk membantu dia dalam tranksaksi ini, anda diberikan 30% dari jumlah dana 5,000,000.00 Pounds. Mr. Clement akan sangat senang apabila anda bisa membantu dengan memberikan NOMOR TELEPON anda, ini supaya Mr Clement bisa memberikan informasi lengkap tentang cara, prosedur, dan berbagai macam hal yang berhubungan agar dana ini bisa ditransfer atau tersedia untuk anda.

Saya menunggu balasan dan reaksi positif anda. Apabila anda BERMINAT membantu saya dan Mr. Clement, silahkan memberikan BALASAN BERUPA EMAIL KE: r_citra28@hotmail.com

Hormat,
Ria


Nah, siapa yang mau membantu Ria Citra dan Mr. Clement? Gila, imbalannya tidak main-main lho, 30% dari 5 juta pound! Padahal paman saya yang jadi perantara sewaktu tender proyek tol Pantura Jawa dilelang, hanya dijanjikan komisi 1% saja jika berhasil memenangkan tender. Hmmm...

Semoga rekan-rekan lain yang mendapatkan email seperti ini tidak tergiur, dan lebih baik langsung dihapus saja dari kotak spam.

Senin, 12 Juli 2010

Juaranya Spanyol atau Catalonia?


TEPAT seperti prediksi Paul si Gurita, Spanyol akhirnya memenangkan laga melawan Belanda di final Piala Dunia 2010, Ahad (11/07) malam waktu Johannesburg, Afrika Selatan. Spanyol hanya menang tipis 1-0, itupun harus menunggu sampai 116 menit. Sebuah kemenangan sulit, wajar rasanya jika Iker Casillas begitu emosional saat mengangkat trofi Piala Dunia buatan pematung Silvio Gazzaniga.

Nah, yang menarik, setidaknya bagi saya pribadi, adalah selebrasi yang dilakukan oleh Carles Puyol dan Xavi Hernandez. Alih-alih membawa bendera Spanyol, duo pemain Barcelona tersebut malah mengibarkan bendera Catalonia pada saat melakukan victory lap. Melihat fenomena unik ini, saya langsung mengirim SMS ke beberapa teman, salah satunya Kang Munawar. Isinya: juara Piala Dunia 2010 adalah timnas koalisi Spanyol dan Catalonia. Sebelum pertandingan, saya juga mengirim SMS massal yang berbunyi: Saksikan final Piala Dunia 2010 antara Belanda vs Barcelona. Hmmm....


Xavi dan Puyol membawa bendera Catalonia keliling lapangan Soccer City.
Para Barcelonistas tentu sudah tahu kalau Catalonia (atau Catalunya dalam bahasa Catalan, Cataluña dalam bahasa Spanyol, dan Catalonha dalam bahasa Occitan) adalah sebuah daerah otonomi khusus di Spanyol yang sedang berusaha memerdekakan diri. Beberapa waktu lalu Catalonia mengadakan referendum untuk memilih tetap bersama Spanyol atau merdeka. Dan, klub Barcelona adalah representasi pemberontakan 'rakyat' Catalonia terhadap Kerajaan Spanyol yang direpresentasikan oleh Real Madrid. Itulah sebabnya kedua klub sudah seperti anjing dan kucing (silakan tentukan sendiri siapa anjing dan siapa kucingnya).

Di tingkat timnas, Catalonia juga mempunyai satu timnas sendiri yang dikenal dengan julukan La Selecció. Saat ini, timnas Catalonia yang mayoritas diisi pemain-pemain Barcelona dilatih oleh legenda Belanda, Johan Cruiyff, dan dikapteni oleh Víctor Valdés. Federasi sepakbolanya, Federació Catalana de Futbol atau Federación Catalana de Fútbol (FCF) dalam bahasa Spanyol, beberapa kali mencoba mendaftarkan diri sebagai anggota UEFA dan FIFA, namun selalu kandas karena tidak ada restu dari federasi sepakbola Spanyol (RFEF). Sebagai catatan, anggota FIFA atau UEFA tidak harus berwujud negara merdeka. Contohnya Inggris, Wales, Skotlandia, dan Irlandia Utara yang sama-sama tergabung dalam Britania Raya, negara berdaulat yang diakui PBB.


Xavi Hernandez dalam seragam timnas Catalonia.
Sejak 1904, timnas Catalonia sudah melakoni lebih dari 200 laga. Lalu mulai 1997 FCF secara rutin mengagendakan uji coba internasional menghadapi negara-negara lain, termasuk dengan Spanyol. Yang terakhir adalah uji coba melawan Argentina di Camp Nou, Desember 2009, dengan kemenangan 4-2 untuk Catalonia. Timnas yang seragam home-nya mirip dengan kostum Valencia ini juga punya prestasi mentereng, yakni 5 kali menjuarai Copa Príncep d'Astúries (1916, 1917, 1922, 1924, 1926) dan sekali menjadi runner-up (1915).

Dalam starting eleven timnas Spanyol yang menjuarai Piala Dunia di Afrika Selatan sendiri ada sekitar 7 pemain timnas Catalonia--atau menurut versi RFEF mereka adalah pemain Barcelona FC, beberapa diantaranya bahkan memegang peran sentral. Puyol mencetak gol kemenangan atas Jerman di semifinal, dan Andres Iniesta mencetak gol kemenangan di final. Ini belum menghitung pemain Catalonia yang duduk di bangku cadangan, seperti Víctor Valdés sang kapten La Selecció. Karena itu, timbul pertanyaan menarik di kalangan pecinta sepak bola dunia: Akankah timnas Catalonia hadir sebagai sebuah timnas di Piala Dunia 2014 kelak? Kalau saja RFEF bersikap lunak sejak dulu-dulu, bisa jadi juara Piala Dunia 2010 ini bukanlah Spanyol, melainkan Catalonia.

Ah, saya jadi teringat Papua. Di timnas Indonesia, pemain-pemain Papua selalu mendominasi dan memegang peran sentral. Bintang-bintang baru selalu lahir dari bumi Papua, mulai dari era sebelum Rully Nere sampai masa Boaz Solossa. Kalau saja mereka mau, bisa saja Papua meniru Wales atau Skotlandia yang membuat federasi sepakbola sendiri, lalu mendaftar di AFC dan FIFA. PSSI wajib bersyukur karena orang Papua (sepertinya) tidak terpikir untuk melakukan itu. Kalau iya, wah, alamat timnas Indonesia bakal makin terpuruk. ^_^

Hanya intermezzo, tolong jangan ditanggapi serius.

Sabtu, 10 Juli 2010

Pemenang Giveaway Buku di GoodReads


HARI ini saya sengaja menyempatkan diri online. Kenapa? Karena kemarin, tanggal 9 Juli 2010, adalah hari terakhir giveaway yang saya adakan di GoodReads. So, hari ini adalah pengumuman pemenangnya. Sesuai perkiraan saya, begitu membuka mailbox, saya langsung menjumpai sebuah email dari GoodReads yang berjudul "Giveaway completed: 10 Cara Efektif Mencari Uang dengan Blog Khusus Berbahasa Indonesia".

Tadinya saya pikir nama pemenangnya akan diberitahukan di dalam email itu juga. Tapi ternyata GoodReads hanya memberikan sebuah tautan dan saya diminta untuk login ke Author Dashboard GoodReads. Well, jadi penasaran kan siapa yang beruntung mendapatkan buku kedua saya, 10 Cara Efektif Mencari Uang dengan Blog Khusus Berbahasa Indonesia? Supaya tidak semakin penasaran, berikut saya tampilkan screenshot pemenangnya plus para peserta lainnya yang saya comot dari dashboard GoodReads:

Foto Bung Dendy Darin terpampang paling atas di bawah tulisan "winners", menandakan dialah yang menjadi pemenang giveaway yang saya adakan di GoodReads.Yap, seperti yang sama-sama kita lihat dalam gambar di samping, pemenang yang dipilih oleh sistem GoodReads adalah Bung Dendy Darin. Sekedar mengingatkan, dalam pemilihan pemenang giveaway ini saya sama sekali tidak dilibatkan oleh GoodReads. Pemenang diacak oleh sistem GoodReads dari seluruh peserta yang mendaftar. So, kalau pemenangnya Bung Dendy Darin yang kebetulan pernah meresensi buku pertama saya, 7 Langkah Mudah Mencari Uang lewat Blog, saya rasa ini hanya kebetulan saja. Atau, inilah "pahala" dari kebaikan Bung Darin pada saya. ^_^

Anyway, ucapan selamat saya ucapkan pada Bung Darin. Meskipun nama dan alamat lengkap untuk pengiriman buku hadiah bisa saya lihat di dashboard GoodReads, namun saya akan merasa sangat senang sekali jika Bung Darin bersedia mengirimkan alamat lengkapnya ke email saya di eko[at]nurhuda.com. Saya tunggu ya, Bung...

Insya Allah, saya akan mengadakan giveaway lagi di GoodReads. Tapi tidak dalam waktu dekat, mungkin habis lebaran saja supaya lebih enak. Buat yang belum mendaftar di GoodReads, ayo ikut mendaftar karena banyak penulis lain yang membagi-bagikan buku mereka secara gratis di situs komunitas pencinta buku terbesar di dunia ini. Dan, jangan lupa ikut dalam giveaway yang saya adakan ya... ^_^

Kamis, 08 Juli 2010

Terima Kasih, Bung Ismail...


SEBENARNYA posting ini sudah mengendap lama di kepala saya, tepatnya ketika paket buku dari Bung Ismail tiba di rumah mertua saya di Pemalang tanggal 3 Juli lalu. Apa daya, karena tidak sempat-sempat online, maka cerita ini baru bisa saya buat sekarang.

Well, seperti yang sudah pernah saya ceritakan di posting ini, saya menjadi salah satu pemenang dalam kontes bertema pesantren bisnis internet yang diadakan oleh Bung Ismail bulan Maret-April lalu. Sebagai hadiahnya adalah sebuah buku menarik berjudul Muhammad SAW, The Super Leader Super Manager karya Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec. Dan, buku tersebut akhirnya sampai juga ke tangan saya pada tanggal 3 Juli lalu, diantar oleh kurir Tiki.

Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bung Ismail atas kiriman bukunya...Sekilas pandang, buku tersebut patut diacungi 2 jempol. Sampulnya hard cover, cetakannya memakai kertas HVS setebal 350-an halaman, dan full colour. Jujur saja, diam-diam saya dan istri mengira-kira harga buku tersebut. Berapa ya? Sebagai perbandingan, saya punya buku berjudul What Would Google Do? karya Jeff Jarvis. Tebalnya tak sampai 350 halaman, kertas buram, dan sampulnya setengah hard cover. Harganya? Kalau tidak salah ingat sekitar Rp90.000. Untung saja saya membelinya di TB Toga Mas, jadi dapat diskon 20%. Berapapun harganya, mudah-mudahan menjadi amal baik, Bung Ismail.
Buku dari Bung Ismail, sedang dibaca Damar anak saya. ^_^
Sebenarnya saya ingin sekali meresensi buku tersebut. Tapi berhubung bukunya belum dibaca--saya masih menyelesaikan buku berjudul True To Our Roots karya Paul Dolan, jadilah di posting ini saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bung Ismail atas kiriman bukunya. Sebagai bukti kalau buku tersebut sudah benar-benar sampai, di samping ini fotonya. Sengaja saya jepret bersama si kecil Damar:

Sekali lagi, terima kasih kepada Bung Ismail atas kiriman bukunya.

Selasa, 06 Juli 2010

10 Cara Efektif Mencari Uang dengan Blog; Khusus Berbahasa Indonesia


BAGI Anda, pelajar, mahasiswa, atau pun pengangguran, dan Anda punya minat besar pada dunia internet, ketahuilah bahwa Anda sangat bisa memanfaatkan dunia internet untuk mencari uang secara mudah, santai, dan berprospek bagus lewat blog. Ya, cukup dengan blog!

Bagaimana caranya? Apa tipsnya? Juga apa rahasia-rahasianya?

Sangat mudah. Buku ini memberikan 10 petunjuk praktis dan serba guna pada Anda untuk mendulang rupiah dengan blog yang khusus berbahasa Indonesia. Uppps, ini bukan mengajarkan penipuan, hacker, tapi uang halal, dengan memanfaatkan keleluasaan blog!

Segera praktikkan, Anda akan merasakan mudahnya cari uang dengan teknik dalam buku ini!

Judul: 10 Cara Efektif Mencari Uang dengan Blog Khusus Berbahasa Indonesia
ISBN: 978-602-955-494-6
Penulis: Eko Nurhuda
Penerbit: iN-Books (DIVA Press Group), Yogyakarta
Cetakan: I, Februari 2010
Tebal Buku: 290 halaman

Stok buku: ready stock.
Kode pemesanan: 10 Cara

Harga jual:
Harga di toko-toko buku: Rp38.000,-
Harga khusus pembaca BungEko dotcom: Rp28.500,-* (hemat Rp9.500,-)
*Harga belum termasuk ongkos kirim.


Cara Pemesanan


Berminat membeli buku ini? Caranya gampang. Cukup kirim SMS ke nomor hape saya: 0813 28 813933 untuk menanyakan stok buku dan ongkos kirim. Mudah, bukan? ^_^

Oya, untuk pembayaran saya menggunakan 2 bank berikut ini. Silakan pilih mana yang paling mudah bagi Bung. Bank BCA rasanya digunakan oleh sebagian besar blogger, sedangkan Bank BNI adalah banknya mahasiswa. :D

Bank BCA
Kantor Cabang Yogyakarta
Norek 0372809203 a.n. Eko Nurhuda

Bank BNI 46
Kantor Cabang Yogyakarta
Norek 0029768968 a.n. Eko Nurhuda

Bila Bung tidak punya rekening/kartu ATM BNI, Bung tetap dapat melakukan pembayaran dengan kartu ATM bank lain yang tergabung dalam jaringan ATM Bersama dan Link. Sedangkan pengiriman ke BCA bisa juga dilakukan dari bank lain yang tergabung dalam jaringan Prima.

Sabtu, 03 Juli 2010

7 Langkah Mudah Mencari Uang lewat Blog


MEMBUAT blog? Ah, itu mah kecil banget, hampir setiap orang yang melek internet bisa banget kok membuatnya, baik untuk sekedar hobi pribadi, komunikasi, hingga iseng belaka. Tapi, sudah tahu belum bagaimana menjadikan blog sebagai media untuk mendulang uang dengan mudah, praktis, dan menggiurkan? Bagaimana cara memperoleh income yang besar dengan sangat mudah dan menyenangkan melalui blog?

Nah, ini dia yang mayoritas kita belum tahu. So, bacalah buku pembuka pengetahuan tentang dunia blog ini yang secara khusus memberikan bimbingan untuk menghasilkan uang secara mudah melalui blog. Yang mengejutkan ialah bahwa ternyata Anda hanya memerlukan 7 langkah yang sangat mudah sekali untuk meraih uang dari blog lho! Wah, begitu mudahnya ya? Emang! Dan semuanya tersedia dalam buku pintar yang siap membuat Anda kaya ini!

Judul: 7 Langkah Mudah Mencari Uang lewat Blog
ISBN: 978-602-955-478-6
Penulis: Eko Nurhuda
Penerbit: Gara Ilmu, Yogyakarta
Cetakan: I, Februari 2010
Tebal Buku: 286 halaman

Stok buku: ready stock.
Kode pemesanan: 7 Langkah

Harga jual:
Harga di toko-toko buku: Rp36.000,-
Harga khusus pembaca BungEko dotcom: Rp27.000,-* (hemat Rp9.000,-)
*Harga belum termasuk ongkos kirim.


Cara Pemesanan


Berminat membeli buku ini? Caranya gampang. Cukup kirim SMS ke nomor hape saya: 0813 28 813933 untuk menanyakan stok buku dan ongkos kirim. Mudah, bukan? ^_^

Oya, untuk pembayaran saya menggunakan 2 bank berikut ini. Silakan pilih mana yang paling mudah bagi Bung. Bank BCA rasanya digunakan oleh sebagian besar blogger, sedangkan Bank BNI adalah banknya mahasiswa. :D

Bank BCA
Kantor Cabang Yogyakarta
Norek 0372809203 a.n. Eko Nurhuda

Bank BNI 46
Kantor Cabang Yogyakarta
Norek 0029768968 a.n. Eko Nurhuda

Bila Bung tidak punya rekening/kartu ATM BNI, Bung tetap dapat melakukan pembayaran dengan kartu ATM bank lain yang tergabung dalam jaringan ATM Bersama dan Link. Sedangkan pengiriman ke BCA bisa juga dilakukan dari bank lain yang tergabung dalam jaringan Prima.

Kamis, 01 Juli 2010

Pemberi Komentar Terbanyak Juni 2010


AH, lagi-lagi saya telat mengumumkan pemenang semi kontes Pemberi Komentar Terbanyak di BungEko.com. Ya, seharusnya saya sudah mengumumkan pemenangnya sebelum tanggal 5 Juli lalu. So, lagi-lagi saya harus memulai posting ini dengan ucapan maaf.

Tanpa perlu banyak basa-basi, di perhelatan semi kontes yang memasuki bulan kelima ini, saya hanya bisa memberi hadiah 2 eksemplar buku karena stok kaosnya sudah habis dan saya belum sempat membuat kaos lagi. Tidak apa-apa ya? Oke deh, langsung saja saya umumkan pemenangnya kalau begitu. Here we go...

1. Adeskana (7 komentar valid)
2. Ago, Agung Prasetyo (6)
3. Darin (5)
4. Sawali Tuhusetya(4)
5. Blogger Terpanas, Iskandaria, Gus Ikhwan (3)
6. Munawar AM, Rachmadi Triatmojo (2)
7. Delia, Jimmy Sun, Reza Winandar, amsi, afdil, blog penghasil uang, Kartika | Blog Desain (1)


Well, walaupun hanya tercatat memberi 7 komentar valid (jumlah tersedikit sampai saat ini), tetap saja Bung Adeskana menjadi pemenang semi kontes Pemberi Komentar Terbanyak di Bung Eko dotcom bulan Juni 2010. Untuk itu, Bung Adeskana berhak mendapatkan buku 7 Langkah Mudah Mencari Uang lewat Blog (Gara Ilmu, Yogyakarta, Feb. 2010) dan 10 Cara Efektif Mencari Uang dengan Blog Khusus Berbahasa Indonesia (iN-Books, Yogyakarta, Feb. 2010).

Mohon diingat, saya menghitung berdasarkan pedoman yang telah saya sampaikan di posting ini. Jadi, kalau ada yang merasa sudah memberi banyak komentar tapi tidak terpilih, bisa jadi komentar Bung tidak memenuhi kriteria perhitungan yang saya tetapkan. Untuk Bung Bung Adeskana, terima kasih atas kesediaannya untuk memberikan banyak komentar di blog ini. Selanjutnya mohon kirimkan nama asli dan alamat lengkap ke saya via alamat email saya eko[at]nurhuda.com supaya hadiahnya bisa saya kirim.

Meskipun jumlah peserta dan jumlah komentarnya semakin sedikit (plus, pemenang bulan sebelumnya banyak yang "menghilang"), kontes masih terus berlanjut, Bung! Untuk periode Juli 2010, perhitungan langsung saya mulai sejak sekarang sampai posting terakhir di bulan Juli. Pengumuman pemenang awal Agustus 2010. Hadiah masih bingkisan buku, dan judul bukunya bisa jadi berbeda dengan yang saya bagikan untuk pemenang bulan Februari, Maret, April, Mei, dan Juni ini.

Tertarik? Ayo, budayakan memberi komentar yang bernas!

kata bijak Andrie Wongso

Gerakan 2012 Buku
untuk Pemalang

Buku yang sudah terkumpul
0 0 0 1 eks.

Masih butuh 2011 eks. lagi.

Bantu kami menyediakan 2012 eksemplar
buku bacaan untuk warga Pemalang.
Baca info selengkapnya di sini!


Rp1 Tahun 1956

Uang Mahar, Rp1 Tahun 1956

Obverse: Gadis Jawa di kanan, angka satu di kiri.
Reverse: Garuda Pancasila di tengah, diapit angka satu.
Kondisi: Baru (Uncirculated, UNC)

Rp10.000,-

per lembar

Recommended Posts
Recommended Video
GBK
Lagi, timnas Indonesia harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Malaysia di final SEA Games 2011. Dalam final yang sama-sama kita saksikan Senin (21/11) malam, timnas U-23 keok.
Bakso
Bakso umumnya memiliki bulatan-bulatan campuran tepung dan daging yang biasa disebut pentol. Di Pemalang, ada warung bakso yang menyediakan bakso tanpa pentol.
uanglama