SETELAH memiliki blog dan mengisinya dengan konten tertentu, selanjutnya blog Anda mesti di-update atau diperbaharui secara berkala. Hal ini bertujuan untuk menjaga trafik blog. Dengan memasukkan posting-posting baru Anda dapat mempertahankan pengunjung lama untuk kembali lagi, sekaligus mengundang pengunjung baru.
Adanya konten-konten baru yang ditambahkan secara berkala juga mempengaruhi posisi blog di search engine result page (SERP) atau halaman hasil pencarian di mesin pencari. Bila blog terus diperbaharui secara berkala, spider mesin pencari akan lebih sering menyambangi blog tersebut dan membuatnya semakin sering diindeks. Imbasnya, blog bakal memiliki posisi lebih baik di SERP.
Alasan lain, dengan terus meng-update blog Anda memberikan sinyal pada blogger lain bahwa Anda masih aktif di blogosphere. Blog yang tidak pernah di-update lambat laun akan kehilangan pembaca setianya dan pada akhirnya dianggap mati. Karena itu, Anda membutuhkan topik-topik segar dan baru untuk ditulis. Pada langkah ini kita akan membahas permasalahan tersebut secara mendalam.
Saya sudah menyinggung masalah konten di bagian sebelumnya. Namun di sana saya hanya membahasnya secara umum berkaitan dengan proses awal pembuatan blog. Di bagian ini pembahasannya akan menjadi lebih spesifik, yakni mengenai bagaimana menulis konten secara berkala seiring dengan perkembangan blog Anda. Termasuk juga mengupas satu persoalan klasik yang kerap menyulitkan para blogger, yakni mencari ide tulisan.
Pilih Topik yang Disukai
Aturan pertama soal konten adalah, pilih topik yang disukai dan dikuasai. Hal ini sudah disinggung sedikit di bagian awal. Jangan pernah terjebak pada nafsu untuk menjadi selebritis blogosphere dengan menulis topik populer dan banyak dicari tapi sama sekali tidak disukai, apalagi dikuasai.
Lihat diri Anda, temukan hal menarik yang dapat diangkat ke blog. Kalau Anda seorang maniak game sepakbola Pro Evolution, kenapa tidak menuliskan konten seputar permainan tersebut? Anda bisa memulainya dengan memperkenalkan Pro Evolution kepada pembaca, membahas aturan dan cara bermainnya, lalu membeberkan strategi atau trik-trik rahasia untuk mengalahkan lawan main, dan seterusnya.
Anda penggemar berat bakso? Blog bertema bakso juga tidak kalah menarik lho. Anda bisa membahas macam-macam bakso, cara membuat bakso, pedagang bakso terkenal di kota Anda (dan bisa juga di kota-kota lain yang Anda tahu), tips membedakan bakso berbahan pengawet dengan yang tidak, atau bisa juga menulis resep bakso.
Lihatlah, ternyata meng-update blog menjadi lebih mudah jika Anda memilih topik sesuai dengan apa yang Anda sukai. Tidak peduli apakah Anda seorang ahli atau justru baru belajar, menuliskan sesuatu yang disukai akan terasa sangat menyenangkan. Dan yang jelas Anda bakal lebih mudah memperoleh ide, lebih jeli melihat persoalan, dan lebih mudah lagi untuk menuangkannya ke dalam tulisan.
Bayangkan seorang pemuda yang sedang jatuh hati pada gadis pujaannya. Karena begitu kuatnya perasaan cintanya pada si gadis, pemuda tersebut dapat dengan mudah melakukan apapun demi mendapatkan cinta si gadis impian. Meminjam kalimat Saleem Iklim dalam lagunya yang berjudul ‘Suci Dalam Debu’, karena cinta lautan berapi pun pasti akan direnangi juga. Begitulah hebatnya efek yang dapat ditimbulkan oleh rasa suka.
Sebaliknya, memilih topik yang sama sekali tidak disukai dapat menimbulkan banyak masalah bagi Anda. Apalagi jika Anda memilih blogging sebagai karir profesional menggantikan pekerjaan kantor yang Anda rasa membosankan. Menulis topik yang tidak disukai sama saja dengan melakukan pekerjaan kantor yang membosankan itu.
Apa jadinya kalau Anda memaksakan diri menulis tentang durian, padahal Anda alergi durian. Mungkin 3-4 posting Anda bisa mencoba menuliskannya. Anda bisa mencari informasi mengenai durian melalui Google. Tapi bagaimana selanjutnya? Sampai berapa lama Anda tahan menulis tentang sesuatu yang Anda sama sekali buta tentangnya? Kemungkinannya hanya dua, Anda berhenti menulis atau terus melanjutkan blog tapi dengan konten hasil copy-paste dari blog atau situs lain. Sialnya, kedua pilihan tersebut sama-sama jelek.
Alasan lain mengapa saya menyarankan Anda untuk menulis topik yang disukai adalah, perasaan dan ekspresi Anda dapat terpancar dalam tulisan yang Anda buat. Demikian juga bila Anda memaksakan diri menulis topik yang tidak disukai, pembaca dapat mengetahuinya dengan mudah dari ekspresi yang terkandung dalam tulisan tersebut. Ingat kembali aturan mengenai menulis secara personal. Menuliskan sesuatu yang tidak disukai tidak akan membuat pengunjung tertarik membaca tulisan Anda.
Contohlah Bolanova.com milik Adi Wirasta. Didorong oleh rasa sukanya yang besar terhadap sepakbola, blogger satu ini membuat blog khusus sepakbola. Untuk menjaga kontinuitas update konten, Adi mengajak dua orang rekannya yang sama-sama penggila bola sebagai penulis tetap. Ia juga secara kreatif melibatkan pembacanya dengan secara rutin mengadakan kontes menulis berhadiah uang dan voucher belanja. Alhasil, karena dibesarkan oleh orang-orang yang benar-benar menyukai sepakbola, Bolanova.com pun berkembang menjadi blog sepakbola yang hidup.
Catatan: Dinukil dari buku 7 Langkah Mudah Mencari Uang lewat Blog (Gara Ilmu Yogyakarta, Februari 2010).
Adanya konten-konten baru yang ditambahkan secara berkala juga mempengaruhi posisi blog di search engine result page (SERP) atau halaman hasil pencarian di mesin pencari. Bila blog terus diperbaharui secara berkala, spider mesin pencari akan lebih sering menyambangi blog tersebut dan membuatnya semakin sering diindeks. Imbasnya, blog bakal memiliki posisi lebih baik di SERP.
Alasan lain, dengan terus meng-update blog Anda memberikan sinyal pada blogger lain bahwa Anda masih aktif di blogosphere. Blog yang tidak pernah di-update lambat laun akan kehilangan pembaca setianya dan pada akhirnya dianggap mati. Karena itu, Anda membutuhkan topik-topik segar dan baru untuk ditulis. Pada langkah ini kita akan membahas permasalahan tersebut secara mendalam.
Saya sudah menyinggung masalah konten di bagian sebelumnya. Namun di sana saya hanya membahasnya secara umum berkaitan dengan proses awal pembuatan blog. Di bagian ini pembahasannya akan menjadi lebih spesifik, yakni mengenai bagaimana menulis konten secara berkala seiring dengan perkembangan blog Anda. Termasuk juga mengupas satu persoalan klasik yang kerap menyulitkan para blogger, yakni mencari ide tulisan.
Pilih Topik yang Disukai
Aturan pertama soal konten adalah, pilih topik yang disukai dan dikuasai. Hal ini sudah disinggung sedikit di bagian awal. Jangan pernah terjebak pada nafsu untuk menjadi selebritis blogosphere dengan menulis topik populer dan banyak dicari tapi sama sekali tidak disukai, apalagi dikuasai.
Lihat diri Anda, temukan hal menarik yang dapat diangkat ke blog. Kalau Anda seorang maniak game sepakbola Pro Evolution, kenapa tidak menuliskan konten seputar permainan tersebut? Anda bisa memulainya dengan memperkenalkan Pro Evolution kepada pembaca, membahas aturan dan cara bermainnya, lalu membeberkan strategi atau trik-trik rahasia untuk mengalahkan lawan main, dan seterusnya.
Anda penggemar berat bakso? Blog bertema bakso juga tidak kalah menarik lho. Anda bisa membahas macam-macam bakso, cara membuat bakso, pedagang bakso terkenal di kota Anda (dan bisa juga di kota-kota lain yang Anda tahu), tips membedakan bakso berbahan pengawet dengan yang tidak, atau bisa juga menulis resep bakso.
Lihatlah, ternyata meng-update blog menjadi lebih mudah jika Anda memilih topik sesuai dengan apa yang Anda sukai. Tidak peduli apakah Anda seorang ahli atau justru baru belajar, menuliskan sesuatu yang disukai akan terasa sangat menyenangkan. Dan yang jelas Anda bakal lebih mudah memperoleh ide, lebih jeli melihat persoalan, dan lebih mudah lagi untuk menuangkannya ke dalam tulisan.
Bayangkan seorang pemuda yang sedang jatuh hati pada gadis pujaannya. Karena begitu kuatnya perasaan cintanya pada si gadis, pemuda tersebut dapat dengan mudah melakukan apapun demi mendapatkan cinta si gadis impian. Meminjam kalimat Saleem Iklim dalam lagunya yang berjudul ‘Suci Dalam Debu’, karena cinta lautan berapi pun pasti akan direnangi juga. Begitulah hebatnya efek yang dapat ditimbulkan oleh rasa suka.
Sebaliknya, memilih topik yang sama sekali tidak disukai dapat menimbulkan banyak masalah bagi Anda. Apalagi jika Anda memilih blogging sebagai karir profesional menggantikan pekerjaan kantor yang Anda rasa membosankan. Menulis topik yang tidak disukai sama saja dengan melakukan pekerjaan kantor yang membosankan itu.
Apa jadinya kalau Anda memaksakan diri menulis tentang durian, padahal Anda alergi durian. Mungkin 3-4 posting Anda bisa mencoba menuliskannya. Anda bisa mencari informasi mengenai durian melalui Google. Tapi bagaimana selanjutnya? Sampai berapa lama Anda tahan menulis tentang sesuatu yang Anda sama sekali buta tentangnya? Kemungkinannya hanya dua, Anda berhenti menulis atau terus melanjutkan blog tapi dengan konten hasil copy-paste dari blog atau situs lain. Sialnya, kedua pilihan tersebut sama-sama jelek.
Alasan lain mengapa saya menyarankan Anda untuk menulis topik yang disukai adalah, perasaan dan ekspresi Anda dapat terpancar dalam tulisan yang Anda buat. Demikian juga bila Anda memaksakan diri menulis topik yang tidak disukai, pembaca dapat mengetahuinya dengan mudah dari ekspresi yang terkandung dalam tulisan tersebut. Ingat kembali aturan mengenai menulis secara personal. Menuliskan sesuatu yang tidak disukai tidak akan membuat pengunjung tertarik membaca tulisan Anda.
Contohlah Bolanova.com milik Adi Wirasta. Didorong oleh rasa sukanya yang besar terhadap sepakbola, blogger satu ini membuat blog khusus sepakbola. Untuk menjaga kontinuitas update konten, Adi mengajak dua orang rekannya yang sama-sama penggila bola sebagai penulis tetap. Ia juga secara kreatif melibatkan pembacanya dengan secara rutin mengadakan kontes menulis berhadiah uang dan voucher belanja. Alhasil, karena dibesarkan oleh orang-orang yang benar-benar menyukai sepakbola, Bolanova.com pun berkembang menjadi blog sepakbola yang hidup.
Catatan: Dinukil dari buku 7 Langkah Mudah Mencari Uang lewat Blog (Gara Ilmu Yogyakarta, Februari 2010).










