Selamat datang di bungeko.com, blog pribadi Eko Nurhuda. Semoga tulisan-tulisan di blog ini memberi manfaat positif bagi Anda. Saran atau kritik dari Anda akan diterima dengan senang hati.

Menyambut Euro 2012

Hasil Undian dan Jadwal Lengkap Euro 2012

Piala Eropa 2012 di Polandia-Ukraina masih enam bulan lagi. Namun undian penentuan grup bagi ke-16 peserta putaran final sudah dilakukan di Kiev, 2 Desember lalu.

Baca juga:

»
» Ketika Blog Masih Dipandang Sebelah Mata



Kamis, 23 September 2010

Diwawancarai Gus Ikhwan. Duh...


BEBERAPA waktu lalu Gus Ikhwan mengajukan sejumlah pertanyaan seputar blogging dan make money blogging pada saya. Well, setelah tidak berhasil meyakinkan Gus Ikhwan kalau saya bukan narasumber yang tepat untuk diwawancari, akhirnya sederet pertanyaan yang dikirim via email itu saya jawab juga. Sebagai bahan diskusi, berikut hasil wawancara tersebut yang juga dipublikasikan di blognya Gus Ikhwan:

Gus Ikhwan: Bagaimana pendapat Bung Eko tentang dunia blogging dan make money blogging di Indonesia di tahun 2010 ini? Membaik? Stag? Tambah kacau?
Bung Eko : Jujur saja, saya sudah tidak aktif lagi mencari uang dengan blog sejak magang di sejumlah koran lokal di Jogja, sepanjang Desember 2008 sampai Juni 2009. Jadi, saya tidak begitu mengamati perkembangan dunia make money blogging dewasa ini. Tapi, secara umum angka pemakai internet di Indonesia kian meningkat, tentunya ini merupakan peluang bagus bagi para pelaku make money online atau make money blogging.

Bagaimana dengan realitas blog-blog non-English (berbahasa Indonesia)? Bagaimana prospeknya di tahun 2010 ini?
Hmmm, ini dikaitkan dengan aktivitas make money ya? Menurut saya, blog-blog berbahasa Indonesia mempunyai prospek sangat bagus, asalkan tahu benar bagaimana cara memanfaatkan peluang make money yang ada. Berhubung blognya berbahasa Indonesia, tentu saja program-program make money online yang diikuti mesti mendukung blog tersebut agar tidak timbul “perang kepentingan”. Saya membahas tuntas 10 cara mencari uang dengan blog berbahasa Indonesia dalam buku kedua saya, mungkin bisa jadi rujukan bagi pembaca yang mengelola blog berbahasa Indonesia. Judulnya 10 Cara Efektif Mencari Uang dengan Blog; Khusus Berbahasa Indonesia, diterbitkan oleh iN-Books (DIVA Press Group).

Apa sebenarnya kelebihan blog berbahasa Indonesia dibanding blog berbahasa Inggris berkaitan dengan topik make money from blog?
Kelebihannya, pengguna internet di Indonesia sedang tumbuh. Jadi, para pengelola blog berbahasa Indonesia pada hakikatnya sedang melayani sebuah “pasar” yang sedang tumbuh. Ini kelebihan yang sangat luar biasa. Dalam dunia ekonomi, para pelaku usaha selalu mencari pasar yang sedang tumbuh sebelum memulai usahanya.

Lalu apa kekurangannya?
Kekurangan dari segi apa? Kalau dibandingkan dengan blog berbahasa Inggris, tentu saja blog berbahasa Indonesia kalah luas persebarannya karena hanya bisa dimengerti oleh orang Indonesia, plus warga Brunei, Singapura, dan Malaysia mungkin. Tapi, jangan salah lho, orang Indonesia kan tersebar di mana-mana.

Apa peluang terbesar blog-blog berbahasa Indonesia untuk mendapatkan iklan online?
Sekarang sudah banyak PPC lokal, ini bisa jadi sumber penghasilan terbesar bagi para pengelola blog berbahasa Indonesia. Alternatif kedua, bisa juga dengan menjadi affiliate situs-situs penjual produk lokal, atau malah berjualan produk sendiri.

Bicara soal niche, sebenarnya niche apa yang cukup menjanjikan untuk blog berbahasa Indonesia?
Secara umum, orang selalu tertarik pada tema-tema reliji atau keagamaan, seks, hiburan, dan hobi. Ini pakem yang berkembang di mana saja, sifatnya umum alias berlaku untuk semua orang, tidak hanya orang Indonesia. Jadi, blog-blog berbahasa Indonesia bisa mengangkat salah satu dari keempat tema besar ini untuk menarik pengunjung dan pada akhirnya menguangkan blog. Keempat tema besar di atas masih bisa dipersempit lagi, jadi niche-nya bisa banyak sekali. Contohnya tema hobi, kan bisa diurai menjadi hobi main PS, hobi sepakbola, hobi membaca, hobi mincing, dll.

Bagaimana dengan blog-blog pribadi? Bisakah ikut terjun dalam dunia make money from blogging ini? Kira-kira bagaimana monetisasinya?
Apakah ini yang dimaksud blog pribadi berbahasa Indonesia? Kalau iya, tentu saja bisa. Cara monetisasinya bisa dengan ikut PPC lokal, menjual produk-produk afiliasi, atau dengan menjual brand diri sendiri untuk kemudian terjun dalam dunia penulisan buku, menjadi pembicara, konsultan, atau membuat kursus online. Ada banyak cara kok.

Di antara program-program ini, Google Adsense dan PPC Ads, Affiliate Programs, Paid to Click, Paid to Review, Independent Ads, Others - kira-kira urutannya mana yang paling menjanjikan untuk blog-blog di tahun 2010? Alasannya apa?
Kalau disuruh menilai sebagai pemilik blog berbahasa Indonesia, saya pribadi lebih cenderung ke affiliate program dan independent ads. Alasannya sudah dijabarkan dalam jawaban sebelum-sebelumnya.

Apakah Bung Eko setuju blogger Indonesia harus berusaha keras menulis blog dalam bahasa Inggris?
Tidak setuju. Membuat blog kan tidak melulu soal make money online. Tergantung tujuan si blogger apa, juga tergantung sasaran pembaca blognya siapa. Kalau cuma iseng mencurahkan isi hati di blog, trus sasarannya adalah teman-teman sekolah/kuliah, rasanya kok tidak perlu berbahasa Inggris. Kalaupun tujuannya memang itu (make money blogging), mempunyai blog berbahasa Inggris juga tidak jadi jaminan bakal memperoleh lebih banyak uang kok.

Apakah justru fokus dengan blog berbahasa Indonesia dan mulai menemukan ceruk pembaca sendiri?
Ya, saya justru lebih setuju dengan cara ini. Pasar berbahasa Indonesia masih sangat luas kok, tinggal pintar-pintar kita menemukan 'sela'-nya dan fokus pada hal itu.

Apa saran/masukan/nasehat Bung Eko untuk blogger Indonesia yang ingin sukses di dunia make money blogging?
Hahaha, saya saja masih belum bisa disebut sukses, masa iya mau memberi nasihat ke blogger lain sih? Nanti jatuhnya OMDO alias omong doing dong… J


Beralih, ke topik lain ya Bung. Saya sendiri termasuk orang yang cukup ngilu jika mendengar (membaca) istilah BLOGGER MATRE pada postingan rekan-rekan blogger yang dialamatkan pada blogger yang me-monetize blognya untuk kepentingan finansial. Dan untuk melihat realitas ini saya menyempatkan mengajukan beberapa pertanyaan sederhana pada Bung Eko, karena saya tahu Bung Eko juga pelaku make money blogging dan sudah dikategorikan salah satu Master SR di blogosphere lokal, so tidak salah kan saya bertanya-tanya seputar Blogger Matre?

Bagaimana tanggapan atau opini dari Bung Eko tentang Blogger Matre?


Jadi blogger matre tidak masalah, asal jangan merugikan blogger lain dan tidak memanfaatkan rekan-rekan sesama blogger demi meraih apa yang ia cari (uang).

Apa yang terlintas saat Anda mendengar istilah Blogger Matre?
Kesannya memang negatif, tapi bagi saya tidak masalah. Toh, sekarang kan memang jaman materialisme, jadi apa-apa harus pake uang. Kencing di WC umum saja bayar.

Definisi Blogger Matre menurut Anda?
Saya kok malah tidak bisa mendefinisikannya ya? ^_^

Adakah kesan negatif atau malah positif saat mendengar istilah tersebut?
Kesannya negatif.

Setujukah Anda dengan istilah Blogger Matre? Adakah istilah lain yang lebih baik?
Tergantung. Istilah blogger matre bisa dialamatkan ke blogger yang terlalu money-oriented, sampai-sampai rela mengorbankan rekan-rekannya sesama blogger (baca: pembaca blognya) demi tujuannya. Contoh, ada banyak blogger yang hobi menyebar komentar spam dengan tujuan mencari backlink. Atau ada juga blogger yang membuat blog baru, kemudian rajin blogwalking untuk mencari backlink plus pembaca/trafik, tapi begitu trafiknya sudah bagus dia ubah blognya jadi berbahasa Inggris dan untuk mencari uang. Saya rasa ini tidak etis, dan pelakunya layak diberi label blogger matre. Tapi kalau untuk blogger pemburu dolar yang masih menjunjung tinggi etika dan persahabatan, tentu jangan kita sebut blogger matre. Istilah lainnya apa ya? Ya sebut saja blogger, tidak perlu label lain.

Apa harapan Anda untuk para blogger yang memonetize blognya (blogger matre)?
Menjunjung tinggi etika dan moral, karena nafkah yang diperoleh dengan cara curang atau merugikan orang lain itu tidak berkah. Itu saja.

Satu kata untuk menggambarkan kondisi bisnis online (khususnya blogosphere) di tahun 2010 ini?
Amazing! J

Apa saran Anda untuk blogger-blogger yang tidak berbahasa Inggris agar bisa tetap bertahan di dunia bisnis online?
Be yourself! Jangan terjebak dengan iming-iming, fokus saja pada apa yang kita sukai, terus tingkatkan kemampuan dengan rajin belajar hal-hal baru, konsisten, dan sabar.

Lho? Kok pertanyaan sudah habis sih? :D

Senin, 20 September 2010

Sudahlah Mau Ditipu, Dimaki Pula


SAYA punya kebiasaan yang sering membuat teman-teman saya protes. Apa itu? Tidak pernah mau mengangkat telpon dari nomer yang tidak terdaftar di phonebook HP saya. Akibatnya, teman-teman yang hobi gonta-ganti nomer selalu susah menghubungi saya karena tidak pernah saya angkat. Hari Selasa, 20 Februari 2008, saya iseng-iseng menerima telpon dari nomer yang tidak saya kenal. Hasilnya saya jadi lebih keukeuh lagi untuk tidak menerima telpon dari nomer yang tidak terdaftar di HP saya. Lho?

Ceritanya begini. Siang itu saya sedang menjenguk seorang nenek yang sudah saya anggap sebagai nenek saya sendiri. Beliau sakit komplikasi dan saya sudah sering menjenguk beliau untuk sekedar meringankan kesepian beliau yang ditinggal kerja anak-anaknya. Nah, tengah asyik ngobrol dengan si nenek, HP saya berdering. Nomernya 0813 54 773 746 tidak dikenal alias tidak terdaftar pada phonebook saya. Mulanya mau saya reject, tapi entah kenapa saya malah menekan tombol hijau untuk menerimanya. Penasaran aja. :)

Eh, di seberang sana seseorang yang mengaku sebagai Drs. siapa gitu (saya lupa namanya karena dia lebih menekankan gelar Drs.-nya) dari bagian Humas Telkomsel menyapa saya dengan ramah meski bahasanya belepotan. Saya sebenarnya mau saja percaya. Tapi berhubung bahasanya belepotan untuk ukuran seorang Drs. dan dia menanyakan detil data pribadi saya, kecurigaanpun timbul. Saya sedang ditarget dalam sebuah upaya penipuan, begitu batin saya berbisik. Ternyata betul.

Drs. gadungan itu lantas menyatakan bahwa saya terpilih sebagai pemenang dalam promo Simpati PeDe dengan hadiah berupa sebuah kendaraan roda empat bermerek Toyota Avanza keluaran terbaru. Tahu sedang ditipu saya berteriak kegirangan dan mengucap "alhamdulillah". Si Drs. gadungan kemudian melanjutkan aksinya dengan menanyakan nama dan alamat lengkap saya. Nah, inilah saatnya membuat penipu tengik ini jera mengerjai saya! Dengan mantap saya jawab nama lengkap Hendri Simatupang, SIP dengan pangkat Letnan Satu dan tinggal di Kompleks Polri Gowok, Yogyakarta.

Kentara sekali Drs. gadungan tersebut agak tercekat mendengar nama dan alamat (gadungan) saya. Namun rupanya mental dia kuat juga, mungkin karena sudah terbiasa. Dia tetap melanjutkan pembicaraan dan menanyakan pekerjaan saya. Lho? Masa iya seorang Letnan Satu yang beralamat di Kompleks Polri masih ditanyakan lagi apa pekerjaannya? Saya menahan tawa dan menjawab, "Masa iya Anda tidak tahu pekerjaan saya?" Drs. gadungan itu menjawab, "Iya, pekerjaan Bapak Hendri apa?" Karena sudah tak kuat lagi menahan tawa saya bilang saja ke dia, "Saya bingung pekerjaan saya ini apa ya? Saya ini sering menelpon orang-orang dan mengatakan bahwa mereka memenangkan hadiah mobil, lalu menyuruh mereka mentransfer uang ke saya. Apa ya nama pekerjaan begitu? Hmm, penipu mungkin?" Eh, dia marah dan memaki saya. "Baik, jadi Bapak Hendri ini pekerjaannya penipu. Dasar brengsek Anda!!!" Lho, yang brengsek itu saya apa dia?

Saya jadi tertawa terpingkal-pingkal bersama nenek saya.

Minggu, 19 September 2010

Guest Blogging


MAU meng-update blog tapi benar-benar tidak ada ide, benar-benar blank? Mungkin cara satu ini bisa Anda terapkan. Apa itu? Undanglah pembaca untuk menulis di blog Anda.

Undang-mengundang blogger lain untuk menulis di blog biasa disebut dengan istilah guest blogging. Pemilik blog yang mengundang disebut host blogger (blogger pengundang), sedangkan yang diundang dinamakan guest blogger (blogger tamu).
Isi artikel dalam guest blogging terserah si blogger tamu. Tapi biasanya antara pengundang dan yang diundang memiliki kesamaan tema blog. Jadi pembaca masing-masing blog tidak kaget sewaktu membaca posting tulisan blogger tamu. Kalau misalnya yang mengundang punya blog tentang blogging sementara rekan yang diundang blognya bertema tentang memancing, ya tentu saja tidak akan nyambung.

Sepanjang sepengetahuan saya, John Chow termasuk salah satu di antara blogger- blogger yang menggalakkan guest blogging. Blogger tamunya antara lain Alex Shalman, salah seorang blogger yang juga cukup disegani. Bahkan Alex tidak hanya sekali saja menulis untuk JohnChow.com.

Selain John Chow, Darren Rowse pemilik Problogger.net juga sering mengundang guest blogger untuk blognya. Blogger asal Australia ini dalam blognya mengungkapkan tiga hal mengapa guest blogging bagus bagi sebuah blog.

Pertama, keuntungan bagi blogger tamu karena bisa memasuki pembaca (baca: pasar) baru. Dengan menulis di blog lain, seorang blogger memiliki kesempatan untuk berkenalan dengan audien baru yang selama ini belum mengenalnya. Apabila artikel yang ia tulis bagus, besar kemungkinan ia mendapat pembaca baru dari blog tempatnya menjadi guest blogger. Selain itu, ia juga bisa dipastikan memperoleh backlink berkualitas sembari mempererat hubungan dengan pemilik blog.

Keuntungan kedua adalah milik blogger pengundang, dan sekaligus menjadi keuntungan ketiga yang dapat dinikmati pembaca. Dengan mengundang blogger tamu, blogger pengundang tidak perlu pusing dengan tugas rutin meng-update blognya. Selain itu, keakraban dengan pembaca jadi terjalin erat karena mengijinkan mereka turut menulis. Terakhir, dengan hadirnya penulis baru pembaca mendapatkan satu sudut pandang serta gaya dan karakter penulisan baru. Ini dapat mengurangi kejenuhan pembaca.

Jadi, tegas Darren, guest blogging itu sebenarnya konsep win-win solution. Bukan hanya blogger pengundang, tapi semua pihak yang terlibat di dalamnya akan mendapatkan keuntungannya masing-masing.

Selain itu, seperti yang ia sebutkan dalam ebook-nya yang berjudul Make Money Online with John Chow dot com, John Chow berkata bahwa guest blogging merupakan salah satu cara mempererat persahabatan antar blogger. Blogger tamu mendapat keuntungan langsung berupa backlink berkualitas serta berpeluang meraih popularitas bila blogger pengundang berperingkat lebih tinggi, dan sebaliknya blogger pengundang bakal ikut-ikutan tenar bila blogger tamunya lebih terkenal. Adil kan?
Performancing.com menulis setidaknya ada 5 keuntungan yang dapat diperoleh seorang guest blogger, yakni memperoleh backlink dengan keyword yang dapat ditentukan sendiri, meningkatkan jumlah RSS subscriber, mempromosikan diri sendiri sekaligus mempromosikan blog, menjalin hubungan baik dengan blogger lain, dan kesempatan untuk menjangkau audien baru.

Hal senada disampaikan oleh NorthxEast.com. Blog ini menyatakan kalau guest blogging sangat bagus untuk meningkatkan kualitas blog, baik bagi blogger tamu maupun blogger pengundang. Alasannya hampir sama dengan yang ditulis Performance.com. Namun Northxeast.com menambahkan, guest blogging merupakan cara promosi yang paling efektif serta tentu saja paling ekonomis. Bagi Anda yang sering kehabisan ide posting atau punya banyak blog dan kewalahan meng-update, guest blogging dapat membantu Anda meringankan beban tersebut.

Sayangnya, guest blogging rupanya tidak—atau mungkin belum—populer di kalangan blogger Indonesia. Sejauh pandangan saya, hanya segelintir saja blog yang mempublikasikan tulisan blogger lain. Padahal tradisi ini sangat bagus untuk menciptakan persahabatan yang sehat di kalangan blogger.

Ketika saya mencanangkan bulan April tahun lalu sebagai Guest Blogging Month, responnya tidak terlalu menggembirakan. Padahal waktu itu blog saya berperingkat cukup lumayan, pagerank (PR) 4. Geliat guest blogging baru mulai terasa ketika Cosa Aranda mengundang pembacanya untuk ikut menulis di blognya akhir 2008 lalu. Tapi ketika CosaAranda.com pindah hosting dan berubah tampilan, aktivitas guest blogging di blog tersebut tidak ada lagi.

Hal ini patut disayangkan mengingat beberapa blogger top di luar negeri bahkan mengkomersilkan lahan guest blogging ini. Artinya, bila Anda ingin menulis di sebuah blog yang ramai pengunjungnya, maka Anda mesti membayar sejumlah uang ke pemilik blog.

Nah, Anda dapat menjadi seorang pelopor yang menghidupkan tradisi guest blogging di kalangan blogger Indonesia. Tak perlu memungut bayaran karena Anda juga mendapat keuntungan dari sini. Cukup undang pembaca untuk mengirimkan tulisannya, dan balaslah dengan sebuah tulisan untuk blog mereka. Dengan begini, guest bloging akan tumbuh sumbur di kalangan blogger lokal.

Pertanyaannya, maukah Anda jadi pelopor?

Catatan: Dinukil dari buku 7 Langkah Mudah Mencari Uang lewat Blog (Gara Ilmu Yogyakarta, Februari 2010).

Kamis, 16 September 2010

Menyikapi Komentar Negatif


PADA posting sebelumnya saya sudah menyinggung tentang komentar yang tidak sopan dan menjurus kasar. Komentar-komentar semacam itu tergolong sebagai komentar negatif. Selagi Anda terus aktif di dunia blog, suatu saat Anda akan menjumpai komentar negatif seperti itu di blog Anda. Apa yang harus dilakukan untuk menghadapi komentar negatif?

Pilihannya ada tiga, dan yang termudah adalah menghapus komentar tersebut. Pilihan lain yang tak kalah ekstrim adalah mengkategorikan komentar tersebut sebagai spam (ini hanya bisa dilakukan oleh pengguna WordPress). Tapi dua pilihan tersebut sangat tidak dianjurkan karena Anda bisa bersikap lebih bijak dengan membalasnya secara santun.

Lho, komentar negatif kok dibalas? Tidak masalah. Sepanjang Anda yakin posting yang Anda tulis tidak merugikan siapapun, tidak perlu takut untuk meng-approve komentar negatif dan menanggapinya. Ini justru akan meningkatkan citra positif Anda di mata pembaca lain. Kalau Anda memilih cara aman dengan menghapus komentar negatif, pembaca akan menganggap Anda sebagai blogger yang anti kritik dan selalu merasa benar sendiri. Tentu saja ini tidak baik bagi perkembangan blog Anda masa mendatang.
Kebanyakan blogger tidak menyukai komentar negatif karena membuat mereka serba salah dalam mengambil sikap. Padahal sebenarnya komentar tidak menyenangkan ini mendatangkan manfaat positif juga lho. Salah satunya, komentar negatif membuat suasana blog Anda menjadi lebih hidup.

Ketika Anda menyampaikan satu pendapat, para pembaca umumnya langsung menyetujui apa yang Anda tulis. Ini tentu saja membosankan. Anda tidak menulis posting untuk selalu disetujui begitu saja, bukan? Ada kalanya Anda mengharapkan reaksi yang tidak biasa dari pembaca. Anda ingin sebuah diskusi sehingga topik yang Anda angkat bisa dikembangkan lebih dalam, juga agar ide-ide baru terkait topik tersebut bermunculan. Hal ini tidak akan Anda dapatkan kalau semua komentar yang masuk bernada postif. Di sinilah komentar negatif memainkan perannya.

Alih-alih menghindar, Anda sebaiknya bersyukur jika ada komentar negatif masuk ke blog. Komentar negatif menandakan posting Anda berhasil. Adanya komentar negatif membuat Anda memiliki dua perspektif berbeda mengenai apa yang Anda tulis. Yang terpenting, komentar negatif memancing diskusi hangat di blog Anda. Tidak hanya Anda sebagai pemilik blog, pembaca lainpun bakal tertarik urun komentar jika melihat komentar negatif yang lain dari lainnya. Semakin panjang perdebatan berlangsung, semakin untung Anda karena trafik ikut tergenjot naik.

Satu keuntungan lagi akan Anda raih jika ada blogger lain yang nimbrung dalam perdebatan tersebut dengan menuliskan pendapatnya tentang topik yang sedang menjadi bahan perdebatan di blog mereka sendiri. Tentu saja mereka akan memberikan link ke posting Anda sebagai rujukan, dan ini artinya Anda mendapat backlink. Masih ingat pembahasan tentang link baiting atau memancing link? Sebuah komentar negatif di blog Anda bisa jadi alat ampuh untuk memancing backlink dari blog lain.

Komentar negatif adalah hal wajar di dunia blog. Sadarilah bahwa Anda tidak bisa mengharapkan semua orang untuk selalu menyetujui apa yang Anda tulis. Anda juga tidak mungkin memuaskan selera setiap orang dengan satu posting. Jadi wajar saja kalau ada yang tidak sependapat dengan Anda dan kemudian melontarkan komentar negatif. Lagipula tidak selamanya orang yang memberi komentar negatif akan selalu berseberangan pendapat dengan Anda. Di satu titik, ada kalanya justru orang tersebutlah yang sependapat dengan Anda, mendukung Anda habis-habisan. Karena itu, jangan terlalu memusingkan komentar negatif. Anggap saja itu sebagai dinamika yang membuat kehidupan Anda sebagai blogger menjadi lebih berwarna.

Catatan: Dinukil dari buku 7 Langkah Mudah Mencari Uang lewat Blog (Gara Ilmu Yogyakarta, Februari 2010).

Senin, 13 September 2010

Wajibkah Membalas Komentar?


SETELAH rajin blogwalking dan meninggalkan komentar di blog lain, tiba saatnya bagi Anda untuk menerima komentar. Begitulah ritme seorang blogger; menulis posting, blogwalking, meninggalkan komentar, mendapat kunjungan balik, dan kemudian mendapat komentar.

Apa yang harus dilakukan dengan komentar-komentar tersebut? Tidak ada jawaban lain kecuali Anda harus membalas setiap komentar yang masuk. Adanya komentar menandakan bahwa pembaca ingin berinteraksi dengan Anda, karena itu hargailah niat baik tersebut dengan membalas komentarnya. Kalau pembaca tersebut sependapat dengan apa yang Anda tulis, ucapkan terima kasih. Sebaliknya, bila ia tidak sependapat dengan Anda tetap hargai apa yang ia sampaikan.

Dengan membalas setiap komentar yang masuk berarti Anda menghargai pembaca yang telah berkomentar. Karena semua orang suka jika ditanggapi, maka pembaca tadi akan kembali lagi ke blog Anda untuk memberikan komentar di posting-posting yang lain. Sebaliknya, jika Anda tidak membalas komentar, besar kemungkinan pembaca yang telah berkomentar tadi tidak akan mau lagi berkomentar. Kalau Anda terus-menerus tidak menanggapi komentar, lama-kelamaan blogger tersebut tidak mau lagi berkunjung dan menganggap Anda sombong.

Membalas komentar juga merupakan sinyal bagi blogger lain kalau Anda menyambut baik setiap pendapat terkait posting yang Anda tulis. Pengunjung tidak akan tergerak meninggalkan komentar jika ia lihat Anda selaku pemilik blog tidak pernah membalas komentar yang telah ada. Terlebih bila komentar itu sudah lama. Rasanya Anda juga akan melakukan hal yang sama jika berkunjung ke blog lain, bukan?

Di awal-awal memulai blog Anda mungkin hanya memperoleh sedikit komentar, bisa jadi hanya satu atau dua komentar saja di setiap posting. Ini wajar, setiap blog baru mengalami hal demikian. Jadi jangan pedulikan jumlahnya, yang terpenting Anda harus membalas semua komentar yang masuk. Mumpung jumlahnya masih sedikit, jadi Anda punya banyak waktu untuk membalasnya.

Seiring berjalannya waktu, lama-kelamaan blog Anda akan menerima banyak komentar. Jika sekarang paling banyak hanya 5-10 komentar, bukan tidak mungkin beberapa bulan lagi bisa menjadi 50-100 komentar per posting. Pertanyaannya kemudian, apakah komentar sebanyak itu masih harus dibalas satu-satu? Bukankah bakal menghabiskan banyak waktu dan energi kalau mesti dibalas semua? Untuk menjawabnya, berikut saya kutipkan pendapat Neil Patel, blogger kelahiran London yang sejak tahun 1988 pindah ke California, seperti yang ia tulis di QuickSprout.com.

“The biggest mistake I made was taking commentors for granted. If I responded to every commentor since the first day I started blogging, I would have built tons of relationships. After I started to respond to every comment, I got to know a ton of people on a personal level, such as you.”

Meminjam pendapat Neil Patel di atas, menjawab setiap komentar membantu Anda menjalin hubungan personal (relationship) yang lebih dekat dengan pembaca. Ingat kembali bahwa dengan meninggalkan komentar sebenarnya pembaca berusaha membina hubungan dengan Anda. Komentar tersebut adalah salam perkenalan untuk Anda. Karena itu Anda sebaiknya membalas niat baik tersebut dengan membalas komentar yang masuk.
Tidak peduli seberapapun banyaknya komentar yang masuk, sediakan waktu khusus untuk menjawabnya. Tapi bedakan mana komentar yang benar-benar komentar dengan tulisan blogger iseng yang hanya ‘setor muka’ atau menempel link saja. Katakanlah posting Anda punya 100 komentar. Dari angka tersebut biasanya hanya separuh saja yang benar-benar komentar serius, sedangkan sisanya lebih tepat dikatakan junk atau bahkan spam. Fokuskan saja perhatian Anda pada yang separuh itu, dan abaikan sisanya.

Kalau dirasa sudah sangat mengganggu, Anda dapat memoderasi komentar untuk mencegah masuknya blogger-blogger iseng pemburu link dan para spammer. Fitur moderasi komentar memungkinkan Anda menyaring mana komentar yang boleh ditampilkan dan mana yang lebih baik dihapus, juga mana komentar yang masuk kategori spam sehingga lain kali tidak bisa berulah lagi (yang terakhir khusus bagi pengguna WordPress). Dengan begitu Anda dapat membalas komentar lebih efektif dan efisien.

Mengaktifkan status dofollow pada kolom komentar dapat membuat blog Anda dibanjiri komentar sampah. Kalau Anda merasa terganggu dengan banyaknya komentar yang hanya bertujuan memburu backlink seperti itu, matikan saja dofollow-nya. Gampang, bukan?

Catatan: Dinukil dari buku 7 Langkah Mudah Mencari Uang lewat Blog (Gara Ilmu Yogyakarta, Februari 2010).

Jumat, 10 September 2010

Etika Berkomentar di Blog Tetangga


MENYADARI bahwa komentar adalah bentuk lain dari interaksi sosial antarblogger, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan agar hubungan ini berjalan langgeng tanpa merugikan salah satu pihak. Kita sebut saja ini sebagai etika dalam berkomentar.

Sebagian blogger mengatakan bahwa komentar adalah cerminan dari si pembuat komentar tersebut. Dengan kata lain, komentar menunjukkan jati diri pembuatnya. Seorang blogger dapat menilai atau bahkan menghakimi blogger lain dari komentar yang dibuat. Dan tentu saja ia akan memutuskan sikap apa yang harus diambil terhadap blogger tersebut setelah membaca komentarnya. Kemungkinannya hanya ada dua, simpati atau antipati.

Sama seperti orang kebanyakan, blogger juga tidak suka dengan pengunjung yang tidak tahu sopan-santun. Karena itu perhatikan baik-baik etika dalam berkomentar agar pemilik blog dan juga pengunjung lain menaruh simpati pada Anda. Ingat kembali bahwa berkomentar bukan sekedar menanggapi isi posting atau meninggalkan link. Berkomentar adalah upaya untuk membina hubungan dengan blogger lain. Kalau ingin hubungan tersebut berjalan baik, mulailah dengan cara yang baik pula.

Berikut beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat berkomentar di blog lain:

1.Bacalah posting sampai habis dan pahami isinya
Untuk bisa meninggalkan komentar yang baik, Anda harus memahami apa yang ditulis seorang blogger dalam postingnya. Karena itu, selalu baca baik-baik posting tersebut, tangkap apa inti yang hendak disampaikan, baru tinggalkan respon Anda. Jangan biasakan untuk langsung menyimpulkan isi posting hanya dari judulnya saja, atau hanya dengan membaca paragraf akhir. Beberapa tulisan memang dapat dengan mudah ditebak isinya hanya dengan membaca judul dan alinea pertama atau terakhir, tapi Anda akan terjebak jika blogger tersebut ternyata meletakkan pokok pemikirannya di tengah-tengah tulisan. Kalau Anda salah memahami isi posting, tentu saja komentar Anda bakal tidak sesuai alias nggak nyambung.

Saya tahu Anda tidak mungkin membaca habis setiap posting di blog yang Anda kunjungi, sementara Anda tidak hanya berkunjung ke satu blog saja. Ada keterbatasan waktu di sini, terlebih bila Anda mengakses internet dari warnet di mana semakin lama Anda mengakses semakin banyak pula biaya yang harus Anda keluarkan. Tapi hal ini dapat diatasi dengan meningkatkan kecepatan membaca Anda. Caranya? Latih terus dengan banyak membaca. Semakin rajin Anda membaca, maka semakin terlatih mata Anda untuk membaca secara cepat.

2.Tanggapi isi posting
Ingat kembali manfaat yang dapat diambil dari komentar, yaitu membuka peluang terjadinya sebuah diskusi. Karena itu, sampaikanlah tanggapan terhadap isi posting. Kalau Anda sependapat dengan pemilik blog, berikan apresiasi padanya dan uraikan kenapa Anda juga berpendapat sama. Sebaliknya, jika Anda berbeda pendapat jangan bersikap antipati. Tetap berikan apresiasi pada pendapat blogger tersebut. Selanjutnya Anda bisa menyampaikan ketidaksetujuan Anda dengan dilengkapi argumen-argumen pendukung. Yang terpenting, meskipun berbeda pendapat Anda tidak boleh melupakan sopan-santun. Hargai pendapatnya, dan iapun akan menghargai ketidaksetujuan Anda.

3.Jangan meninggalkan link yang tidak perlu
Walaupun komentar bisa jadi sarana promosi yang murah dan efektif, namun Anda sangat tidak disarankan untuk meninggalkan link yang tidak perlu di badan komentar. Cukup berikan link di kolom yang telah disediakan, yakni sebagai identitas. Memberikan link tambahan di badan komentar dapat dianggap sebagai spam, terlebih bila link tersebut tidak relevan dengan isi posting.

Saya sering menjumpai komentar-komentar yang diselipi iklan berbentuk link di kolom komentar blog saya. Bukan hanya menyebalkan bagi saya selaku pemilik blog, komentar seperti ini juga tidak disukai pengunjung lain karena mereka tahu merekalah ‘target’ dari promosi terselubung tersebut. Menyebarkan promosi sah-sah saja, tapi tidak dengan cara menyelipkannya ke dalam komentar di blog.

4.Jangan pernah menggunakan kata-kata kasar
Masih ada kaitannya dengan poin ketiga, terkadang seorang blogger terpancing untuk ‘menyerang’ blogger lain hanya karena merasa tidak sependapat dengan apa yang ditulis oleh blogger tersebut. Namanya saja ‘menyerang’, biasanya blogger seperti ini menghalalkan segala cara demi menjatuhkan citra blogger yang tidak disukainya itu. Salah satu cara yang ia tempuh adalah menggunakan kata-kata kasar penuh emosional.

Ini merupakan kesalahan besar. Menggunakan kata-kata kasar, apalagi dengan emosi meluap-luap, tidak akan menjatuhkan citra siapapun kecuali diri sendiri. Berkomentar kasar hanya akan membuat hubungan Anda dengan blogger lain menjadi buruk. Kemungkinannya hanya ada dua. Kalau blogger yang Anda ‘serang’ terpancing dan membalas dengan tak kalah emosional, yang timbul hanya perselisihan tanpa ujung. Sementara kalau blogger tersebut tidak terpancing, ini justru jauh lebih buruk akibatnya bagi Anda karena memperlihatkan betapa rendahnya perilaku Anda.

Coba tanya diri Anda sendiri, bagaimana perasaan Anda jika mendapat komentar bernada kasar? Betapapun sabarnya Anda menghadapi komentar semacam ini, tetap saja Anda merasa tidak suka. Begitu juga yang dirasakan blogger lain. Maka, jangan pernah berkomentar dengan kata-kata yang tidak sopan apalagi sampai mencaci-maki.
Jangan pernah lupa bahwa komentar Anda mencerminkan siapa diri Anda. Kalau ingin disenangi blogger lain, buatlah hatinya senang dengan meninggalkan komentar yang santun. Anda tidak harus selalu sependapat dengan blogger lain. Tapi kalau ada perbedaan, sampaikanlah dengan bahasa yang santun dan ramah.

5.Ucapkan terima kasih pada pemilik blog
Satu hal yang luput dilakukan blogger saat meninggalkan komentar adalah mengucapkan terima kasih pada pemilik blog yang ia kunjungi. Berterima kasih untuk apa? Untuk posting yang telah ia tulis. Diakui atau tidak, sedikit-banyak sebuah posting pasti memberikan manfaat bagi Anda. Mungkin setelah membaca posting tersebut Anda jadi tahu program online earning baru, atau mungkin Anda jadi tahu cara meningkatkan penghasilan dari blog, atau bisa jadi posting itu menerbitkan satu ide baru di kepala Anda. Apapun bentuk manfaat yang Anda rasakan—dan tak peduli besar-kecil manfaat tersebut, Anda patut berterima kasih.

Orang suka diberi ucapan terima kasih karena itu menandakan ia memberikan arti, memberikan manfaat bagi orang lain. Dan tidak ada hal yang paling menggembirakan hati kecuali mengetahui bahwa kehadiran kita membawa manfaat bagi orang lain di sekeliling kita. Karena itu, gembirakanlah hati blogger lain dengan secara tulus mengucapkan rasa terima kasih sebagai tanda bahwa posting yang ia tulis bermanfaat bagi Anda. Ini hal kecil memang, tapi percayalah efeknya sangat besar bagi hubungan Anda dengan blogger lain.

6.Gunakan tata bahasa yang baku
Bukannya bermaksud ‘sok formal’, tapi menulis dengan tata bahasa yang baku membuat tulisan jauh lebih enak dibaca. Anda memang tidak harus menulis sesuai EYD, tidak juga harus serapi tata bahasa dalam penyusunan skripsi atau tesis, tapi setidaknya perhatikan aturan-aturan penulisan yang umum seperti tanda baca, besar-kecil huruf, atau titik-koma. Bahasa yang digunakan boleh saja bahasa gaul karena sebagian besar pembaca memahaminya, tapi tanpa penulisan yang benar orang akan kesulitan menangkap maksud Anda. Jangankan memahami, baru membaca saja pengunjung sudah merasa tidak nyaman dengan tata bahasa yang berantakan itu.

Catatan: Dinukil dari buku 7 Langkah Mudah Mencari Uang lewat Blog (Gara Ilmu Yogyakarta, Februari 2010).

Selasa, 07 September 2010

Manfaat Positif dari Rajin Berkomentar


ADA banyak manfaat positif yang dapat diperoleh jika Anda rajin meninggalkan komentar. Diantaranya adalah:

1.Memperbanyak backlink
Seperti pernah disinggung di bagian sebelumnya, backlink bisa diperoleh dengan meninggalkan komentar di blog lain. Apalagi sekarang sudah semakin banyak blog yang menganut dofollow, yakni pemberian backlink otomatis di kolom komentarnya. Setiap komentar yang Anda tinggalkan di blog yang menganut dofollow akan secara otomatis memberikan backlink pada blog Anda. Jadi, semakin banyak Anda berkomentar di blog-blog penganut dofollow, semakin banyak pula backlink yang Anda miliki.

Menariknya lagi, Anda bebas mengatur sendiri anchor text untuk link tersebut sesuai keinginan. Asyik, bukan? Itu semua hanya bisa didapat jika Anda rajin meninggalkan komentar. Jadi, ada baiknya Anda juga mencanangkan komitmen untuk melakukan blogwalking dan berkomentar ke beberapa blog berbeda setiap hari selama beberapa bulan.

2.Membangun citra
Kalau blogwalking bermanfaat positif dalam promosi blog, maka meninggalkan komentar adalah cara termudah namun sangat ampuh untuk membangun citra Anda. Sebagai blogger baru Anda butuh sesuatu yang istimewa yang tidak dimiliki blogger lain sehingga lebih diperhatikan. Dengan begini Anda dapat berkembang lebih cepat dan segera diakui di dunia blogger. Maka, tinggalkanlah komentar terbaik yang bisa Anda buat, dan lihat bagaimana blogger lain merespon Anda.

Jangan biasakan membuat komentar ala kadarnya seperti “pertamax”, “nice post”, atau “terima kasih, postingnya bagus”. Kalau boleh saya bilang, kata-kata semacam itu tidak bisa dikategorikan sebagai komentar. Kenapa? Karena dengan begitu Anda sama sekali tidak menyampaikan pendapat terkait isi posting. Anda tak perlu memutar otak untuk menulis begitu, bahkan Anda dapat membuat kata-kata seperti itu tanpa perlu membaca isi posting. Jadi, apa istimewanya? Buatlah komentar sedikit lebih panjang, tanggapi apa yang disampaikan si pemilik blog, atau berikan apresiasi dengan menambahkan pendapat Anda sendiri. Ini akan lebih dihargai oleh pemilik blog. Imbasnya, citra Anda menjadi positif.

Sebaliknya, jika Anda hanya meninggalkan komentar ala kadarnya saja, pemilik blog dan juga pengunjung lain akan menganggap Anda sekedar numpang lewat. Tidak ada yang peduli pada orang yang hanya numpang lewat. Lebih parah lagi, bisa-bisa Anda malah dianggap menyebar spam alias promosi terselubung.

3.Menambah trafik
Poin ini ada kaitannya dengan poin sebelumnya. Di mana jika citra Anda sudah positif di mata blogger-blogger lain, secara alamiah mereka akan mengunjungi blog Anda. Setelah membaca komentar brilian yang Anda tuliskan di blog lain, mereka menjadi tertarik dan ingin mengetahui apa yang Anda tulis di blog. Logika sederhana mereka akan berkata, “Kalau komentarnya saja begini bagus, tentu posting di blognya jauh lebih bagus lagi.” Dan berbondong-bondonglah mereka mendatangi blog Anda.

Tentu saja Anda mesti membuat posting yang tak kalah bagus di blog. Lucu jadinya kalau komentar Anda di blog lain malah lebih bagus dari posting sendiri. Tulis posting yang informatif dan bermanfaat bagi pembaca. Gunakan bahasa yang sopan, meskipun tidak baku tapi usahakanlah berbahasa secara santun. Dan yang terpenting adalah, selalu dorong pembaca untuk meninggalkan komentar.

4.Lebih akrab dengan blogger lain
Menjadi blogger pada hakikatnya adalah bersosialisasi dengan orang lain, sama halnya bersosialisasi dengan orang-orang di sekeliling tempat tinggal kita. Tujuannya juga sama, yakni menambah teman sebanyak mungkin. Hanya saja tempat dan caranya berbeda. Bila di dunia nyata kita bersosialisasi dengan cara berkunjung ke rumah tetangga atau mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan di lingkungan kita, di dunia blog cara bersosialisasinya dengan blogwalking alias saling mengunjungi blog dan meninggalkan komentar. Dari sini hubungan antara blogger satu dengan blogger lain akan terbina. Dan biasanya hubungan tersebut berlanjut ke dunia offline.

Banyak sudah blogger yang memperoleh teman baru karena blognya. Awalnya hanya saling kunjung-mengunjungi blog, lalu berlanjut ke saling menukar alamat email dan nomor handphone, sampai akhirnya berlanjut ke pertemuan tatap muka atau biasa kita kenal dengan istilah kopi darat (kopdar). Tak jarang dari pertemanan seperti ini lahir kolaborasi untuk meningkatkan penghasilan dari blog. Asyik, bukan?

Catatan: Dinukil dari buku 7 Langkah Mudah Mencari Uang lewat Blog (Gara Ilmu Yogyakarta, Februari 2010).

Sabtu, 04 September 2010

Biasakan Berkomentar Bernas, Yuk!


TAK lengkap rasanya membicarakan blogwalking tanpa menyinggung masalah komentar. Pasalnya, blogwalking dan komentar adalah satu kesatuan yang saling berhubungan satu sama lain. Saat blogwalking Anda tentu tak hanya sekedar berkunjung dan membaca-baca posting, bukan? Anda juga akan meninggalkan komentar. Karena itulah saya rasa penting untuk mengulas masalah komentar di bagian ini.

Komentar adalah hal baru di dunia internet. Sebelumnya pengunjung situs hanya bisa membaca artikel-artikel yang disajikan di situs itu saja. Komunikasi antara pemilik situs dan pengunjung baru bisa terjadi setelah era blog, yakni dengan adanya fasilitas untuk berkomentar. Dari sini, komunikasi dua arah berlangsung dan membuat blog bukan sekedar pemberi informasi, tapi sekaligus sebagai tempat dimulainya satu diskusi.

Nah, dilihat dari sejarahnya, komentar adalah sebuah interaksi antara pemilik blog dengan pembacanya. Pemilik blog tak sekedar menuliskan pemikirannya saja, tapi juga harus mau menanggapi argumen pembaca. Sebaliknya, pembaca pun tak lagi sekedar datang berkunjung dan melihat-lihat, melainkan dapat turut menanggapi apa yang ditulis si empunya blog. Memang tidak ada keharusan untuk berkomentar, tapi kalau Anda ingin membina hubungan baik dengan blogger lain hal ini mutlak diperlukan. Bahkan saya sangat menyarankan Anda untuk membiasakan diri meninggalkan komentar di setiap blog yang Anda kunjungi. Lebih baik lagi jika Anda mendiskusikan apa yang dituliskan blogger lain.

Sayangnya budaya berdiskusi masih belum marak di kalangan blogger Indonesia. Komentar yang ada saat ini kebanyakan hanya sekedar komentar, beberapa malah hanya terkesan basa-basi atau ‘setor muka’ saja. Belum terlihat adanya upaya dari pengunjung untuk mengembangkan posting menjadi sebuah ajang tukar pendapat dan pengetahuan. Yang menarik (atau justru tragis), blog-blog yang berupaya menghidupkan budaya diskusi dengan menurunkan posting ‘serius’ justru sepi komentar.
Okelah, sudah mau meninggalkan komentar saja rasanya sudah bagus. Dan ini harus terus dibiasakan sehingga tidak ada blogwalking tanpa meninggalkan komentar. Setelah menjadi kebiasaan, tingkatkan kualitas komentar Anda untuk membuat si pemilik blog dan pengunjung lain terkesan.

Saat memulai blog di awal tahun 2008 lalu, saya memasang target untuk blogwalking dan meninggalkan komentar setidaknya di 10 blog lain setiap hari. Blog-blog yang sudah dikunjungi tidak akan saya kunjungi lagi sampai seminggu ke depan. Dengan demikian saya selalu mengunjungi 10 blog baru setiap hari. Ini saya lakukan terus secara konsisten selama sekitar 3 bulan. Hasilnya, di bulan keempat saya sudah menemukan teman-teman blogger yang mau secara sukarela saling mengunjungi dengan saya. Ini berarti blog saya mulai mempunyai pembaca tetap.

Ada banyak manfaat positif yang dapat diperoleh jika Anda rajin meninggalkan komentar. Apa saja? Tunggu posting selanjutnya...

Rabu, 01 September 2010

Menulis Setiap Hari


SETELAH memilih topik blog, apalagi yang harus dilakukan seorang blogger? Apalagi kalau bukan mulai menuliskan posting tentang topik tersebut secara rutin di blog. Biasakan, kalau perlu paksa diri Anda, untuk menulis posting paling tidak sekali sehari walaupun hanya berupa komentar terhadap sebuah berita yang Anda baca di koran tadi pagi. Ini memang tidak mudah, tapi pada saatnya akan sangat bermanfaat bagi Anda.

Anda beruntung hidup pada jaman di mana blog menjamur seperti sekarang. Tanpa perlu latar belakang ilmu bahasa atau jurnalistik, tak peduli betapapun kacaunya tulisan Anda, Anda tetap dapat menerbitkannya di blog untuk dibaca orang banyak.

Bandingkan jika Anda menulis di media massa. Perlu waktu lama untuk menembus meja redaksi dan melihat tulisan Anda diterbitkan. Anda harus mengirim tulisan berkali-kali dulu, ditolak berkali-kali pula, dan terkadang menunggu hingga berbulan-bulan sampai akhirnya tulisan pertama Anda diterima. Itupun dengan catatan jika Anda tidak keburu berhenti karena kecewa berulang kali ditolak.

Apa yang hendak saya sampaikan adalah, manfaatkan kemudahan ini seoptimal mungkin untuk terus berlatih menulis. Tulis apa saja, tak usah memusingkan apakah Anda sedang menulis tema serius atau sekedar hal ringan, dan jangan hiraukan tata bahasa maupun gaya penulisan. Sepanjang pembaca bisa mengerti apa yang Anda sampaikan, itu sudah lebih dari cukup. Yang terpenting Anda terus membiasakan diri menulis setiap hari, karena hanya dengan begitu Anda akan lebih mudah menuangkan sesuatu ke dalam tulisan.

William Shakespeare, penulis terkenal dari Inggris, pernah mempraktikkan strategi serupa. Setiap bangun tidur di pagi hari, ia biasakan dirinya untuk memperhatikan apa-apa yang ada di sekelilingnya dan kemudian mendeskripsikannya ke atas selembar kertas. Karena suasana pagi selalu berbeda-beda setiap hari, deskripsi yang dituliskan William pun selalu berbeda-beda. Hal tersebut membuatnya semakin mahir mendeskripsikan apa yang ia lihat, ia dengar, ia cium, dan ia rasakan sehingga mengantarnya menjadi seorang sastrawan besar dan karya-karyanya dikenal dunia.
Yang hebat dari William Shakespeare, ia terus melakukan latihan menulis setiap hari bahkan sampai ketika ia telah menjadi penulis besar.

Begitu juga dengan Andrias Harefa, penulis produktif yang telah berulang kali menghasilkan buku-buku best seller. Penggagas situs Pembelajar.com ini sejak awal terjun ke dunia kepenulisan telah membiasakan diri menulis 1 halaman setiap hari. Kalau ia lupa melakukannya, maka pada hari berikutnya ia akan menulis 2 halaman. Yang 1 halaman untuk hari itu, 1 halaman lagi sebagai pengganti hari kemarin. Ketika ia memasang target ingin menyelesaikan satu judul buku dalam satu bulan, ia tinggal meningkatkan jumlah halaman yang harus ia tulis menjadi 5-10 halaman setiap hari.

"Ah, mereka kan penulis, sedangkan saya tidak ingin menjadi penulis." Ada di antara Anda yang menyanggah demikian? Kalau begitu lebih baik tutup buku ini dan lupakan saja niat Anda menjadi blogger. Kenapa? Karena blogger yang baik adalah juga penulis yang baik. Lihatlah blog-blog paling populer yang ada di blogosphere saat ini, maka Anda akan menemukan blogger di balik blog-blog tersebut adalah orang-orang yang mau terus-menerus belajar menjadi penulis andal.

John Chow, misalnya. Kalau Anda membaca posting-posting awal blogger Kanada keturunan Tionghoa ini, maka Anda dapat segera tahu kalau sebelumnya bahasa Inggris John sangat buruk. Hal itu diakuinya sendiri. Maklum saja, bahasa Inggris bukanlah bahasa ibu lelaki yang dibesarkan di Cina ini. Namun berkat keinginan kuatnya untuk terus belajar, sekarang ia menjadi salah satu blogger selebritis dengan penghasilan menakjubkan.

Menulis setiap hari pada awalnya memang berat dilakukan. Tapi sekali Anda berhasil membentuk kebiasaan menulis setiap hari, Anda justru akan kesulitan menghentikannya.
Analogikan diri Anda dengan sebuah kereta api. Saat hendak memulai perjalanan, dibutuhkan usaha teramat keras untuk membuat kereta tersebut bergerak. Pada awalnya mungkin hanya dapat maju pelan-pelan sejauh satu-dua inchi. Namun jika Anda terus dan terus bergerak, lambat laun Anda akan sampai pada kecepatan maksimum. Di titik ini, Anda justru membutuhkan usaha keras untuk berhenti.

Catatan: Dinukil dari buku 7 Langkah Mudah Mencari Uang lewat Blog (Gara Ilmu Yogyakarta, Februari 2010).
kata bijak Andrie Wongso

Gerakan 2012 Buku
untuk Pemalang

Buku yang sudah terkumpul
0 0 0 1 eks.

Masih butuh 2011 eks. lagi.

Bantu kami menyediakan 2012 eksemplar
buku bacaan untuk warga Pemalang.
Baca info selengkapnya di sini!


Rp1 Tahun 1956

Uang Mahar, Rp1 Tahun 1956

Obverse: Gadis Jawa di kanan, angka satu di kiri.
Reverse: Garuda Pancasila di tengah, diapit angka satu.
Kondisi: Baru (Uncirculated, UNC)

Rp10.000,-

per lembar

Recommended Posts
Recommended Video
GBK
Lagi, timnas Indonesia harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Malaysia di final SEA Games 2011. Dalam final yang sama-sama kita saksikan Senin (21/11) malam, timnas U-23 keok.
Bakso
Bakso umumnya memiliki bulatan-bulatan campuran tepung dan daging yang biasa disebut pentol. Di Pemalang, ada warung bakso yang menyediakan bakso tanpa pentol.
uanglama