Sebelum crop circle di Sleman, dan kemudian di Bantul, sudah ada sekitar 10 ribu crop circle yang muncul di seluruh dunia. Paling banyak, sekitar 8 ribu, terdapat di Inggris. Sebagian besar diantaranya dibuat manusia, dan sudah diakui sendiri oleh pembuatnya. Namun, masih ada ribuan crop circle yang misterius, entah dibuat oleh siapa dan bagaimana cara membuatnya.
Alien-kah yang membuat crop circle di Sleman itu? LAPAN berpendapat bukan. Begitu juga astronom, ahli dari ITS Surabaya, seorang mantan rektor ISI Yogyakarta, juga Komunitas UFO Indonesia. Situs Okezone.com bahkan sudah menurunkan berita pengakuan seorang mahasiswa UGM yang menyatakan diri sebagai pembuat crop circle di Jogotirto, Kec. Berbah, Sleman. Siapapun dia, saya harap dia tahu kalau di KUHP ada pasal pidana terkait tindakan pengrusakan atau merugikan orang lain. Paling tidak, polisi bisa menjeratnya dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan.Saya yakin Pak Ngadiran (dan teman-temannya sesama pemilik 7 petak sawah tempat crop circle itu berada) merasa tidak senang sawahnya yang siap panen dirusak. Benar, bukan? Jika memang benar pembuatnya mahasiswa UGM, menarik ditunggu apa reaksi pihak kampus biru.
14 September 2009, Google sempat menghebohkan pengguna internet saat menampilkan doodle berupa gambar crop circle yang membentuk tulisan "Google" dengan sebuah UFO melayang di atasnya. Belakangan diketahui kalau doodle itu untuk mengenang hari kelahiran pengarang novel sains-fiksi Herbert George Wells, yang terkenal berkat novel The War of the Worlds (1898) dan difilmkan dengan judul sama pada 2005 lalu.Rabu, 26 Januari 2011, sebuah koran nasional terbitan Jakarta (saya gak sempat lihat nama korannya, tahu dari program Apa Kabar Indonesia di tvone) menampilkan karikatur bergambar crop circle yang membentuk wajah Gayus Tambunan. Sebuah sindiran halus, seolah hendak mengatakan, “Jangan alihkan perhatian publik terhadap kasus Gayus dengan berita-berita crop circle dong…” Koran itu mungkin benar, isu crop circle bisa saja sengaja ditampilkan untuk mengalihkan perhatian publik terhadap pengungkapan kasus super-mafia-pajak di lingkup Ditjen Pajak dan Kementerian Keuangan.
Ah, betul kata Deddy Mizwar, negeri ini memang benar-benar lucu.
|
Tulisan berjudul Crop Circle Made in Indonesia ini dilindungi lisensi Creative Commons. Anda bebas menyalin, mendistribusi, dan atau mentransmisi sebagian atau seluruh isi artikel untuk tujuan nonkomersil, serta dengan menyebutkan sumber artikel. Terima kasih. |



Baru ada 7 komentar. Tambahin lagi dong...
Klik di sini untuk langsung ke formulir komentar.wah bener banget tuh bang tapi kira2 siapa yah yang membuatnya dalam semalam dah jadi kayak gitu
pasti bukan memakai mesin potong rumput biasa :D
Blog Kebon Jeruk Jambi:
Ai,kalo pake mesin potong rumput, mana bisa semalam jadi? jelas, itu buatnya pake otak. hahaha...
Kalau memang mahasiswa UGM,kok kurang kerjaan banget sih.
bisa jadi lantaran penguasa di negeri ini sudah tak tanggap lagi terhadap pola2 komunikasi gaya verbal, mas eko, sehingga butuh terobosan baru lewat crop circle. demo sudah ndak mempan. sekadar intermeso dibuatlah sensasi begituan, hehe ....
rara:
Ya, begitulah mahasiswa, Mbak...
Sawali Tuhusetya:
Ya, mungkin juga begitu, Pak. Atau, bisa jadi juga ini malah ulah penguasa untuk mengalihkan isu. Bukankah crop circle muncul setelah Gayus divonis? Dan setelah itu kita disuguhi sinetron baru dengan judul Skandal DGS BI dengan aktor utama Panda Nababan? Hhehe...
wah Bung Eko nembak keyword ...aku keduluan wk wk wk ...
Iya sih, bisa aja itu cuma konspirasi pemerintah aja
Poskan Komentar
Terima kasih telah mengunjungi bungeko.com. Semoga apa yang saya tulis di blog ini bermanfaat bagi Bung Pembaca. Silakan tinggalkan komentar untuk menanggapi, mengoreksi, atau bahkan mencaci isi posting ini. Tapi mohon dicatat, no SARA, no SARU. Salam.
NB: Saya sedang memikirkan untuk membuka kembali kontes komentator terbanyak, atau kontes lain yang berhubungan dengan komentar pembaca.