Dugaan saya benar. Belum lama ini teman saya yang tinggal di Desa Sendang Sari, Kec. Apa Ya, Kab. Sleman, Yogyakarta (cerita tentang Sendang Sari bisa Bung baca di sini), mengirim pesan singkat ke hape saya. “Kang, Kali Progo saiki koyo pantai,” katanya. Saya kaget. “Difoto ora?” tanya saya kemudian. “Yo, wis tak foto. Tapi nembe iso ngenet sesok,” sahutnya lagi.
Besoknya, foto-foto tersebut sudah diunggah ke akun Facebook teman saya itu. Kebetulan sekali beberapa foto diambil tepat atau setidaknya berdekatan dengan tempat-tempat di mana sebelumnya kami dulu sempat berfoto. Saya jadi bisa membandingkan kondisi dan pemandangan sungai sebelum dan sesudah banjir lahar dingin Merapi.
Wow, benar-benar sebuah perubahan drastis. Sungai itu kedalaman airnya antara 1-3 meter, sedangkan jarak ketinggian bibir sungai dengan permukaan air sekitar 2-3 meter. Jadi, Kali Progo saat ini berisi pasir dan batu setinggi 5-6 meter. Kalau Bung mengikuti berita jalan lintas Jogja-Magelang yang tertimbun lahar dingin setinggi 7 meter—membuat jalan itu ambles sedalam 3 meter, tidak ada alasan untuk tidak mempercayainya.
Well, mau lihat foto-fotonya? Ini dia, saya tampilkan foto sebelum dan sesudah lahar dingin. Enjoy..! ^_^

Saya iseng "mengangkat" kelapa di pinggir sungai.

Lihat, kelapa yang saya "angkat" terbenam lahar dingin.

Hamidi, teman saya, mandi di sungai.

Sungai tempat mandi Hamidi sudah jadi "sungai lahar dingin".

Hamidi ngobrol dengan seorang pemancing.

Tempat mancingnya jadi "pantai".
|
Tulisan berjudul Kali Progo Jadi Pantai ini dilindungi lisensi Creative Commons. Anda bebas menyalin, mendistribusi, dan atau mentransmisi sebagian atau seluruh isi artikel untuk tujuan nonkomersil, serta dengan menyebutkan sumber artikel. Terima kasih. |



Baru ada 3 komentar. Tambahin lagi dong...
Klik di sini untuk langsung ke formulir komentar.Seru juga tuh, coba kalo Bung ke sana lagi, pasti merasa sesuatu yang aneh
Endapan sedimen hasil dari luapan lahar dingin itu menarik sekali. Jadi serupa dengan pantai :)
Ada yg mancing? Wah, berarti ekosistem ikan di sana tidak terganggu ya?
Reza Winandar:
Hehehe,sayangnya saya entah kapan lagi bisa ke Jogja. :D
Darin:
Itu yang foto mancing sebelum ada lumpurnya, Bung. Waktu ada lahar dingin ya saya rasa ikannya pada kabur entah kemana deh. :D
Poskan Komentar
Terima kasih telah mengunjungi bungeko.com. Semoga apa yang saya tulis di blog ini bermanfaat bagi Bung Pembaca. Silakan tinggalkan komentar untuk menanggapi, mengoreksi, atau bahkan mencaci isi posting ini. Tapi mohon dicatat, no SARA, no SARU. Salam.
NB: Saya sedang memikirkan untuk membuka kembali kontes komentator terbanyak, atau kontes lain yang berhubungan dengan komentar pembaca.