Berita ‘Ajaib’ di Bernas Jogja

Oleh: Eko Nurhuda | Rabu, 09 Februari 2011 pukul 21.11 WIB

Ini adalah posting pertama dari serial posting terkait berita imajiner mengenai Eko Nurhuda di harian Bernas Jogja edisi Senin Kliwon, 13 Desember 2010. Serial posting ini dibuat untuk memperingati Hari Pers Nasional yang jatuh pada tanggal 9 Februari 2011. That's today, Bro...


KALAU Bung membaca posting saya yang berjudul Tebar Pesona di Bernas Jogja secara teliti dan hati-hati, maka Bung bisa melihat sejumlah ‘petunjuk’ tersamar yang saya pakai untuk mengatakan kalau berita tersebut adalah sebuah kesalahan. Banyak kejanggalan dalam proses pembuatan berita tersebut, yang membuat saya sendiri heran saat dikabari seorang teman wartawan di Jogja kalau profil saya ada di Bernas Jogja edisi Senin Kliwon, 13 Desember 2010.

Singkat kata, berita tersebut ‘ajaib’. Bukan berita bohong, tapi juga tidak benar. Berita ini mengingatkan saya pada seorang wartawan Jawa Pos yang ketahuan melakukan wawancara fiktif dengan istri Dr. Azahari akhir 2005 lalu, dan akhirnya dipecat. Juga mengingatkan saya kasus berita fiktif seputar Lapindo di Rakyat Merdeka edisi Juni 2006. Bagi para pembelajar jurnalisme, juga pasti ingat dengan Jayson Blair, mantan wartawan The New York Times yang sama-sama dipecat gara-gara ketahuan menulis sejumlah berita fiktif.

Coba kita perhatikan lagi posting tersebut baik-baik.

Tebar Pesona di Bernas Jogja


Oleh: Eko Nurhuda - Bung Eko dotcom

MASUK koran karena ada tulisan yang dimuat, itu sudah saya rasakan sejak duduk di kelas 2 SMA. Waktu itu, sekitar Maret 1999, cerpen saya yang berjudul Dhanyang Waru dimuat di harian Jambi Ekspres. Jauh sebelum itu, nama saya sudah duluan muncul di harian Independent (kini bernama Jambi Independent) sewaktu surat pembaca yang saya kirim dimuat.

Kalau masuk koran sebagai narasumber? Nah, ini benar-benar pengalaman baru bagi saya. Dan, mungkin inilah untungnya punya banyak teman wartawan. Saat mereka butuh liputan yang berkaitan dengan dunia saya, sayalah yang diliput. "Lha, daripada repot-repot nyari narasumber lain, mending teman sendiri saja yang diburu." Hehe, mungkin begitu alasannya...

Begitulah. Nama dan foto sayapun nongol di harian Bernas Jogja edisi Senin Kliwon, 13 Desember 2010. Tepatnya di rubrik Info Techno, halaman 4. Hanya berita sidebar sepanjang 5 paragraf sih, tapi tetap saja hati ini merasa "senang". Sayang, karena saya dan si wartawan tidak sempat bertatap muka, maka wawancaranya pun penuh kreativitas. Tidak hanya itu, fotonya juga terpaksa dicomot dari akun Facebook saya. Duh, kok foto yang itu sih, Mas..?

Well, sekali lagi maaf kalau ada yang bilang "narsis, ah!", tapi inilah bukti liputannya. Gambar saya repro dari situs bernasjogja.com (kiriman korannya belum sampai ke Pemalang).


Kebetulan sekali, 10 Desember adalah hari ulang tahun saya. Jadi, saya anggap saja ini kado ulang tahun dari teman saya di Bernas Jogja itu. ^_^

Oke, sekarang Bung sudah membacanya. Dan, saya yakin Bung bisa menebak apa yang sebenarnya saya ceritakan di posting tersebut. Bung tidak dapat menangkap petunjuknya? Well, sayangnya saya tidak bisa berlama-lama online saat ini. Jadi, saya akan mengungkapkan petunjuk-petunjuknya, sekaligus menjelaskan petunjuk-petunjuk tersebut, di posting mendatang.

Saya harap Bung mau bersabar menunggu kelanjutan ceritanya. ^_^

Creative Commons License

Tulisan berjudul "Berita ‘Ajaib’ di Bernas Jogja" oleh Eko Nurhuda ini dilindungi lisensi Creative Commons. Anda bebas menyalin, mempublikasi ulang, dan atau mengutip sebagian atau seluruh isi tulisan untuk tujuan nonkomersil dengan menyebutkan sumber artikel.

13 komentar:

  1. Wah, keren tuh Mas sudah bisa nampang di koran sebagai Narasumber...

    BalasHapus
  2. wah, saya salut dengan kerja full time teman2 jurnalis. tapi agak sembrono juga ya, kalau suka banget "cari sensasi" dengan memajang profil seorang tokoh tanpa melalui proses investigasi.

    BalasHapus
  3. Rudy Azhar:
    Hehehe, maaf, Bung Rudy tidak membaca posting-nya secara utuh ya? Poinnya bukan di situ, Bung. :D

    sawali tuhusetya:
    Kalau menurut pengakuan si oknum pembuat berita di atas pada saya via SMS, dianya "kepepet", Pak. Bisakah kita terima alasan seperti itu?

    Reza Winandar:
    Iya, Bung.
    Emang kenapa tuh?

    BalasHapus
  4. Bun Eko saya salut walupun baru masuk koran BTW dihalaman depan kok..
    Saya tunggu deh apa yang diliput..Semoga tambah terus semangat

    BalasHapus
  5. Maaf diluar postingan ..Laporan Mas linknya sudah saya masukan di http://vulkanisir.com/tukeran-link

    BalasHapus
  6. Wah, bisa masuk koran bung eko..keren..

    BalasHapus
  7. Vulkanisir:
    Hmmm, fast reading nampaknya ini, jadinya gak nangkep apa yang saya utarakan sebagai poin posting di atas. Anyway, trims ya untuk tautannya. Segera saya taut balik. :D

    Hendro Prayitno:
    Terima kasih komentarnya, tapi ini juga gak nyambung banget dengan konteks posting. Hehehe...

    BalasHapus
  8. Kaluau sudah bisa nongol dikoran sebagai narasumber berarti kredibilitasnya sudah diakui bro... SALUT.

    BalasHapus
  9. wah kapan ya saya bisa nongol sebagai narasumber di koran.. ya minimal topiknya tentang tidur sehat lah.. (cuman itu kemampuan saya) haha

    BalasHapus
  10. poin pertama : simpan dulu hutang 'buku' plus 'kliping' seorang Eko N (melepas sentimentil). Lepas dari poin pabrikasi berita, sebelume sudah dipertimbangkan perkara 'pembunuhan karakter saudara' kita sendiri? sudah dibicarakan baik-baik kah? selebihnya itu soal tidak dikirimi korane opo perkara fotone kurang kok gak mbejaji?
    salama damai, satu jiwa, Indonesia

    BalasHapus
  11. bro eser:
    Maaf Bung, gak nyambung komennya.
    Maksud posting di atas bukan itu.

    cepot:
    Hehehehe, saya juga ini sebenarnya 'korban' kesembronoan seseorang yang nagku-ngaku wartawan kok, Bung.

    Anonim:
    Hehehe, dirimu ternyata gak juga bisa memandang dengan jernih to. Poinku jelas: BERITA INI FIKTIF!!! Pembunuhan karakter? Kamu yang bunuh diri, Bung. Maaf, tapi hadapilah kenyataan.

    BalasHapus
  12. tri aja ya,,4 Mei 2011 08.38

    wah telat aku, sapa kwi hayo sing nulis,,he,,he, walpun teman,kalau profesional ya harus dikontak dulu narsume,, plg ga ya dikonfrimasi, kode c20 cah anyar atau cah lawas di bernas?kayaknya cukup familiar dengan kode itu nek baca tu koran.,

    BalasHapus

Terima kasih telah mengunjungi bungeko.com. Semoga apa yang saya tulis di blog ini bermanfaat bagi Bung Pembaca. Silakan tinggalkan komentar untuk menanggapi, mengoreksi, atau bahkan mencaci isi posting ini. Tapi mohon dicatat, no SARA, no SARU. Salam.

Artikel Terbaru

     
    © 2009-2014 bungeko.com - All Rights Reserved
    Desain tampilan: Creating Website, Modifikasi tampilan: Eko Nurhuda