Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Minggu, 27 Februari 2011



SETELAH berharap-harap cemas selama hampir sebulan, kabar itu akhirnya saya terima dari blogDetik. Email yang saya kirim Sabtu, 30 Januari, lalu sebenarnya sudah dibalas tepat pada Hari Valentine, 14 Februari. Itupun karena saya kembali mengirim email di tanggal tersebut.

Jawaban dari blogDetik waktu itu harus diakui tidak sesuai harapan saya, jadi saya terus mendesak dengan kembali mengirimkan email. Hasilnya? Mentok! Keputusan blogDetik sudah final: saya tidak bisa mengklaim hape Nokia Flexi Chatting yang seharusnya saya dapatkan sebagai salah satu pemenang blogDetik Writing Contest "Inspiring Woman" yang digelar pertengahan 2010 lalu.

Berikut korespondensi saya dengan salah satu staf blogDetik (namanya sengaja saya samarkan), dimulai dari email pertama saya setelah mengetahui kalau saya ternyata jadi salah satu pemenang kontes tersebut pada 30 Januari lalu:

Nokia Flexi Chatting: Akhirnya, hape keren ini tidak bisa saya miliki.Dear blogDetik,
Saya Eko Nurhuda, salah satu pemenang Blogdetik Writing Contest “Inspiring Woman”, tepatnya yang berhak mendapat hadiah sebuah handphone Nokia Flexi Chatting (nomor 9 dalam pengumuman pemenang).

Saya baru saja tahu kalau saya adalah salah satu pemenang kontes tersebut! Ya, benar-benar barusan, sesaat sebelum saya menulis komentar di halaman pengumuman pemenang dan email ini. (Mohon maaf, kalau tidak salah saya tidak mendapat email pemberitahuan dari panitia kalau saya jadi salah satu pemenang. Atau, saya yang lupa memberi konfirmasi?)

Pertanyaan saya sederhana saja, apakah saya masih bisa mengklaim hadiah saya ini? Ya, saya tahu sudah lebih dari setengah tahun sejak tanggal terakhir yang ditetapkan blogDetik untuk konfirmasi, tapi saya akan sangat bergembira sekali apabila hadiah tersebut masih bisa saya klaim. Jika tidak, apa boleh buat. Barangkali memang bukan rejeki saya.

Itu saja dari saya. Saya sangat menantikan jawaban dari blogDetik, dan mudah-mudahan itu kabar gembira. Amin.

Saya harus menunggu hingga 2 pekan, dan tak ada jawaban! Saya tidak percaya kalau email tersebut tidak dibaca atau tidak sampai. Kemungkinannya hanyalah, email tersebut sengaja diabaikan. Atau, mungkin staf blogDetik yang menerimanya bingung mau menjawa apa? Akhirnya, 14 Februari saya kembali mengirim email ke blogDetik. Isi emailnya tidak jauh berbeda dari email pertama.

Dear blogDetik,
Saya Eko Nurhuda, salah satu pemenang Blogdetik Writing Contest “Inspiring Woman”, tepatnya yang berhak mendapat hadiah sebuah handphone Nokia Flexi Chatting (nomor 9 dalam pengumuman pemenang).

Saya baru saja tahu kalau saya adalah salah satu pemenang kontes tersebut! Ya, benar-benar barusan, sesaat sebelum saya menulis komentar di halaman pengumuman pemenang dan email ini. (Mohon maaf, kalau tidak salah saya tidak mendapat email pemberitahuan dari panitia kalau saya jadi salah satu pemenang. Atau, saya yang lupa memberi konfirmasi?)

Pertanyaan saya sederhana saja, apakah saya masih bisa mengklaim hadiah saya ini? Ya, saya tahu sudah lebih dari setengah tahun sejak tanggal terakhir yang ditetapkan blogDetik untuk konfirmasi, tapi saya akan sangat bergembira sekali apabila hadiah tersebut masih bisa saya klaim. Jika tidak, apa boleh buat. Barangkali memang bukan rejeki saya.

Ini adalah email kedua saya setelah yang pertama saya kirim pada 30 Januari 2011 lalu tidak kunjung mendapat jawaban. Saya masih sangat menantikan jawaban dari blogDetik, dan mudah-mudahan itu kabar gembira. Amin.

Bila sebelumnya sampai 14 hari tak ada jawaban, maka email kedua ini langsung mendapat jawaban. Ya, tak lama setelah saya mengirim email, jawaban dari salah satu staf blogDetik masuk ke mailbox saya.

"Dikarenakan email konfirmasi dikirim jauh setelah pengumuman pemenang Blogdetik Writing Contest 'Inspiring Woman', dan hadiah untuk tahun lalu tidak dapat diambil kembali karena telah masuk audit tahun lalu."
- Tim blogDetik
Dear Eko Nurhuda,
Terima kasih telah mengirimkan permohonan tersebut. Namun, kami minta maaf karena tidak dapat mengabulkan. Dikarenakan email konfirmasi dikirim jauh setelah pengumuman pemenang Blogdetik Writing Contest 'Inspiring Woman', dan hadiah untuk tahun lalu tidak dapat diambil kembali karena telah masuk audit tahun lalu.

Terima kasih atas pengertiannya.

Regards,
Tim Blogdetik

Alasan "email konfirmasi dikirim jauh setelah pengumuman pemenang Blogdetik Writing Contest 'Inspiring Woman'" jelas-jelas sudah saya bantah sejak mengirim email pertama. Harap dicatat, blogDetik tidak memberikan email konfirmasi kalau saya jadi pemenang!

Sedangkan untuk alasan "hadiah untuk tahun lalu tidak dapat diambil kembali karena telah masuk audit tahun lalu", saya tidak bisa berkomentar banyak. Terlepas dari kekakuan pembukuan perusahaan, hanya blogDetik saja yang tahu benar apakah memang benar begitu.

Bagi saya, jawaban ini merupakan paradoks: blogDetik sebenarnya MAMPU tapi TIDAK MAU. Bukankah di mana ada kemauan di situ ada jalan? Mungkin blogDetik tidak percaya kata bijak ini. Saya tidak putus harapan, dan langsung membalas email tersebut. Isinya seperti berikut ini:

Dear Detik,
Terima kasih atas responnya, membuat saya harap-harap cemas sejak email pertama pada 30 Januari lalu.

Well, mungkin apa yang saya ceritakan di blog saya (http://www.bungeko.com/2011/01/ternyata-saya-menang-kontes-blogdetik.html) bisa menggambarkan kenapa saya baru tahu pengumumannya 8 bulan setelahnya. Lagipula, saya tidak menerima email pemberitahuan dari blogDetik kan? Mohon koreksi saya kalau salah, tapi saya yakin saya tidak menerima email pemberitahuan pada saat itu.

Saya tidak memaksa, tapi sampai kapanpun saya akan memperjuangkan hak saya. Apalagi saya merasa bukan salah saya sehingga kemudian baru tahu 8 bulan setelah pengumuman. So, saya amat mengharapkan kemurahan hati blogDetik. Kalau keputusan ini sudah final, apa boleh buat? Siapalah saya? Jelas saya tidak bisa memaksa. Mungkin memang bukan rejeki saya, walaupun saya yakin mudah saja bagi Detik untuk mengusahakan jalan keluar yang lebih menggembirakan bagi saya.

Terima kasih.

Entah karena kesal atau malah meladeni saya, sampai beberapa hari kemudian tak ada jawaban dari blogDetik. Maka, sayapun kembali mengirim email pada 19 Februari. Ngeyel banget ya? ^_^

"Bagi saya, jawaban ini merupakan paradoks: blogDetik sebenarnya MAMPU tapi TIDAK MAU. Bukankah di mana ada kemauan di situ ada jalan? Mungkin blogDetik tidak percaya kata bijak ini."
- Bung Eko
Dear blogDetik,
Sekedar bertanya, apakah memang keputusan blogDetik untuk tidak mengabulkan klaim hadiah kontes blog yang diadakan blogDetik Mei 2010 lalu--dan baru saya ketahui akhir Januari 2011 lalu karena tidak ada pemberitahuan dari penyelenggara--sudah final? Artinya, apakah blogDetik memang benar-benar tidak ingin memberikan keajaiban (sesuatu yang sebenarnya untuk ukuran korporasi sebesar Detik bukanlah keajaiban) kepada saya?

Itu saja. Terima kasih.

Pertanyaan saya rasanya sederhana. Tapi tampaknya jawabannya begitu sulit disampaikan oleh blogDetik, sehingga saya harus menunggu sampai tanggal 21 Februari untuk menerima balasannya. Isinya sudah saya tebak, dan semakin menegaskan kesimpulan saya kalau KEMAMPUAN tidak selalu sejalan dengan KEMAUAN.

Dear Eko Nurhuda,
Mohon maaf, kami tidak bisa mengabulkan, karena masalah audit di tahun yang berbeda dari waktu penyelenggaraan kuis dan konfirmasi email Pemenang. Kami hanya menjalankan prosedur perusahaan, dan kami harus mematuhinya. Mohon dimengerti. Terima kasih.

Regards,
M***y

Kecewa? Jelas! Padahal, kalau saja blogDetik menawarkan hadiah pengganti, walaupun sangat remeh seperti kaos atau sertifikat, rasa kecewa saya bisa terobati. Tapi saya tidak boleh terlalu kecewa. Toh, saya masih bisa tetap berbangga hati menjadi salah satu dari 10 Pemenang blogDetik Writing Contest 'Inspiring Woman' 2010. Apalagi dari 10 pemenang, 7 diantaranya merupakan pengguna blogDetik.

Satu pelajaran penting yang saya peroleh dari pengalaman ini: kalau ikut kontes yang diselenggarakan perusahaan besar seperti Detik, rajin-rajinlah menengok halaman pengumuman pemenang. Perusahaan besar seperti Detik tidak butuh memenangkan kita, tapi kitalah yang butuh dimenangkan olehnya. Jadi, rajin-rajinlah berkunjung ke halaman kontesnya karena pemenang tidak akan diberitahu.

Bagaimana pendapat Bung?


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

16 komentar:

  1. Tidak adanya konfirmasi dari blogdetik tentang pengumuman pemenang bisa dipegang sebagai acuan kalau blogdetik bekerja secara profesional, ini juga bisa diajukan sebagai bukti kalau kita ingin mengajukan Somasi.Gimana Mas? Masalah ini ingin diperpanjang ?

    BalasHapus
  2. Maksud saya blogdetik tidak bekerja secara profesional.

    BalasHapus
  3. wah gak nyangka bisa ada kejadian spt ini. aku juga punya blog di blogdetik, bahkan pernah mendapatkan blackberry sewaktu kontes dengan tema merah putih. ketika kontes blogdetik beserta blogvaganza aku juga mendapat kaos...

    cuma rasa-rasanya waktu aku menang dulu gak melakukan konfirmasi, karena sewaktu mendaftar di email aku udah isi semua data termasuk alamat...

    ketika menang BB, aku mendapat telepon dari detik yang mengkonfirmasi alamat. sementara saat blogvaganza aku gak mendapat pemberitahuan apa2 (juga gak melakukan konfirmasi apa2) dan tau2 hadiahnya udah dikirim...

    makanya aku rada heran dengan kasus yang menimpa bung eko karena seharusnya, walau gak melakukan konfirmasi pihak detik tetap harus mengirimkan ke pemenang. kecuali, jika saat mendaftar dulu bung eko gak menuliskan alamat dengan lengkap...

    ttg pengumuman pemenang, biasanya diumumkan terbuka di blogdetik.com. beberapa saat sebelum pengumuman juga udah disebut2 di page blogdetik di facebook

    BalasHapus
  4. Ya memang belum rejeki pak. sabar aja... :D

    BalasHapus
  5. Ealah mas, ikhlasin saja. Terkadang kita akan mendapatkan ganti yang jauh lebih baik. :D

    BalasHapus
  6. setuju sama beberapa komentator di atas bung, sabar dan relakan saja, kesempatan di masa depan masih banyak, dan gantinya nanti pasti jauh lebih bagus dari yang tidak didapat sekarang

    BalasHapus
  7. LPI nih :D Semoga diganti dengan yang lebih .amin

    BalasHapus
  8. jujur saya sebagai pembaca aja langsung merasa tidak simpatik terhadap blogdetik..
    di acara manapun, pemenang pasti akan diberitahu melalui email, sms, maupun sekedar berkomntar di blog pemenang..
    apalagi jelas dari email. mereke terkesan tidak menjawab pertanyaan melainkan mengalihkan perhatian..

    ya udah mas.. relakan saja.. rejeki yg lain pasti msh banyak..

    BalasHapus
  9. Semoga saja lekas mendapatkan gantinya, hehe, berharap bisa lebih baik dari HP tersebut.

    salam kenal, aziz hadi

    BalasHapus
  10. wah...harus diambil hikmahnya bung Eko...

    BalasHapus
  11. Ya saya aja ragu kalo HP Flexy nya masih ada di gudang

    BalasHapus
  12. Kita bisa dapat rezki lain di kesempatan yang lain bung

    BalasHapus
  13. Pelajaran juga buat kita2 kedepan lebih teliti,namun tidak simpatik juga pada penyelenggara yang tidak memberitahukan walau sekedar lewat sms atau koment

    BalasHapus
  14. Saya jadi tercenung membacanya. Alasan dari blogDetik yang mengatakan karena tahun sudah lewat itu tak masuk akal. Saya bukan orang accounting tapi secara pembukuan pengeluaran di perusahaan manapun mestinya apabila lewat bulan dan tahunnya tetap secara costing bisa diaccrual, kok ke bulan atau tahun berikutnya. Jadi kesimpulannya saya pikir itu alasan yang dicari-cari saja.

    Yang sabar, ya Bung Eko. Saya doakan nanti dapat gantinya yang lebih baik dari hadiah itu.

    BalasHapus
  15. Rubiyanto Sutrisno:
    Ya, saya ikhlaskan kok, Bung.
    Trims support-nya. :D

    Rudy Azhar:
    Diperpanjang bagaimana maksudnya, Bung? Malu ah saya kalau cuma gara-gara hape begini saja jadi ribut-ribut berkepanjangan. Sudahlah, saya ikhlaskan saja. Tuhan tidak tidur kok. ^_^
    Btw, trims atas support-nya.

    roitsoft:
    Saya sendiri lupa apakah mengirim alamat lengkap apa tidak pada saat mengirimkan alamat URL posting yang diikut-sertakan kontes tersebut. Tapi sudahlah, c'est passe kata orang Prancis. :)
    Btw, trims support-nya, Bung.

    Abu Furqan:
    Ya, memang itulah faktanya, dan saya harus ikhlas menerimanya. Trims atas pengingatnya, Bung. :D

    Kika:
    Hahahaha, iya, iya, Bung.
    Saya ikhlaskan kok. :p

    Jimmy:
    Iya, Koh. Saya juga sudah merelakannya kok sekarang. Terima kasih banyak sudah membesarkan hati saya. :D

    Bay:
    Amiiin...

    tomi:
    Saya no comment sajalah, Bung.
    Itulah faktanya, silakan disimpulkan sendiri-sendiri. Btw, terima kasih banyak atas support-nya.

    aziz hadi:
    Amin, amin...
    Terima kasih atas support-nya, dan salam kenal kembali. :D

    Ray:
    Yap, setuju!

    Reza Winandar:
    Setelah Bung Reza pernah berkata, "lupakan saja, Bung. Tidak mungkin didapat" saat saya pertama kali memposting masalah ini, 30 Januari lalu, saya juga sudah tidak berharap dapat hape itu. Cuma, masa iya blogDetik tidak mau memberi penggantinya walau cuma sekedar kaos atau sertifikat, atau apalah. Caranya itu lho, Bung...

    joko santoso:
    Amin, amin. Hehehe...
    Trims atas dukungannya, Bung.

    mas tomy:
    Ya, pelajarannya itu: rajin-rajin melihat pengumuman pemenang. :D

    Joko Sutarto:
    Hehehe, mungkin itu alasan yang paling mudah didapat, Bung. Sudahlah, benar-salah alasan itu, biar mereka saja yang tahu. :D

    BalasHapus