Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Jumat, 25 Februari 2011



TIDAK bisa dipungkiri lagi Facebook telah menjadi situs jejaring sosial paling populer saat ini. Dibanding Friendster yang lebih dulu hadir di Indonesia, Facebook memiliki lebih banyak kelebihan. Baik dari segi tampilan maupun fitur dan layanannya. Terbukti kini Friendster sudah semakin surut pamornya, kalau tidak mau dibilang sudah tidak lagi dikenal pengguna internet. Facebook menjadi jejaring sosial terdepan.

Salah satu fitur yang membuat orang lebih menyukai Facebook adalah kemampuannya mempertemukan seorang pengguna dengan teman lama. Banyak cerita mengenai pertemuan kembali dua sahabat yang telah lama berpisah. Mereka akhirnya bertemu setelah sama-sama menjadi pengguna Facebook. Bahkan tak sedikit orang yang membuat akun di Facebook dengan tujuan mencari teman-teman lamanya.

Untuk dapat memaksimalkan fitur pencarian teman, pengguna harus memasukkan data pribadinya pada saat mendaftar. Data ini sebaiknya tidak fiktif, karena berdasarkan data itulah Facebook menghubungkan pengguna-penggunanya yang memiliki kesamaan latar belakang.

Sayangnya, pencantuman data pribadi asli di Facebook memiliki resiko negatif. Yang sering terjadi, data-data tersebut bisa saja dicuri orang-orang tidak bertanggungjawab. Ada banyak hal yang mungkin dilakukan dengan data curian itu. Seperti membuat akun palsu di situs lain, atau mendaftar program-program tertentu yang kesemuanya dapat merugikan si pemilik data.

"Pernah terjadi seorang internet marketer gencar menawarkan produknya lewat Facebook. Awalnya ia mengajukan permohonan pertemanan pada pengguna Facebook lainnya. Setelah disetujui ia kemudian melakukan serangkaian promosi agar si teman barunya tadi membeli produk yang ia jual."Fenomena terhangat adalah maraknya impersonation. Polanya, seseorang yang tidak bertanggungjawab mendaftar ke sebuah situs menggunakan nama dan identitas pribadi yang dicuri dari Facebook. Di situs tersebut, orang itu bertindak sebagai pengguna Facebook yang datanya ia curi. Kelihatannya tidak berbahaya. Tapi bayangkan jika orang tersebut melakukan tindakan merugikan orang lain. Tentunya pemilik data asli yang akan terkena dampak negatif.

Hal demikian pernah menimpa Rima, seorang mahasiswi di Jakarta. Data-data pribadi Rima dicuri dan pelaku kemudian membuat sebuah blog atas nama Rima. Di blog tersebut data pribadi dan foto-foto Rima diumbar. Pelaku bahkan melakukan pembunuhan karakter dengan posting-postingnya yang membuat kesan bahwa Rima adalah seorang perempuan bermoral rendah.

Demi mencegah agar tidak menjadi korban pencurian data, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, jangan cantumkan semua data pribadi dalam halaman informasi. Facebook membolehkan penggunanya untuk menyembunyikan beberapa data yang tidak ingin ditampilkan untuk umum. Cukup tampilkan nama lengkap, tanggal lahir, sekolah, kampus, dan blog pribadi jika ada, selebihnya sembunyikan saja.

Kedua, proteksi informasi pribadi dengan membuatnya tidak dapat ditampilkan kecuali pada orang-orang yang telah ditambahkan sebagai teman. Hal ini dapat dilakukan dengan mengubah pengaturan di member area. Dengan demikian, risiko terjadinya pencurian data bisa diminimalisir karena seorang pencuri tentu tak ingin identitasnya diketahui calon korbannya. Kalaupun terjadi pencurian data, setidaknya Anda bisa menyempitkan kecurigaan hanya pada orang-orang yang ada di dalam daftar teman.

Ketiga—dan ini yang sangat penting, jangan sembarangan menambahkan teman. Selalu pastikan bahwa orang yang akan ditambahkan sebagai teman benar-benar telah dikenal. Kepopuleran Facebook dengan jutaan pengguna membuat banyak orang tidak bertanggungjawab memanfaatkannya untuk mengeruk keuntungan pribadi. Karena itu, kita yang harus ekstra hati-hati memanfaatkan layanan ini.

Tips Aman Ber-facebook
Pernah terjadi seorang internet marketer gencar menawarkan produknya lewat Facebook. Awalnya ia mengajukan permohonan pertemanan pada pengguna Facebook lainnya. Setelah disetujui ia kemudian melakukan serangkaian promosi agar si teman barunya tadi membeli produk yang ia jual. Tentu saja hal-hal demikian sangat mengganggu privasi kita sebagai pengguna Facebook.

Terakhir, jangan terlalu banyak mengumbar foto, terutama yang bersifat pribadi sekali. Misalnya foto-foto dengan busana minim. Hal ini untuk menghindari tangan-tangan usil yang dapat merekayasa foto untuk tujuan-tujuan tertentu. Tanpa diharapkan, bisa saja foto-foto tersebut diubah sedemikian rupa sehingga merugikan nama baik pemiliknya.

Foto-foto yang tersimpan di Facebook dapat dengan mudah dikopi oleh pengguna lainnya. Karena itu, bersikaplah bijak saat memasukkan foto. Agar aman, sebaiknya hanya upload foto di mana ada banyak orang di dalamnya dan momennya bersifat umum.

Bermain Facebook memang sangat menyenangkan. Namun kesenangan ini dapat berubah menjadi bencana jika kita tidak bersikap bijak dalam menggunakannya. Sebelum hal buruk menimpa, maka lebih baik berhati-hati. [bungeko]


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

4 komentar:

  1. saya sendiri bukan pencandu facebook..
    saya gunakan facebook cuma sekedar untuk kontak saja dengan teman, dan membaca-baca status orang (* yang ini gak jelas tujuannya apa )

    BalasHapus
  2. gimana bung eko? jadi order kaos blogger tidak?
    yang XL tidak ada biaya tambahan..
    datanya kirim ke email saya aja d.dery.ra@gmail.com

    BalasHapus
  3. dery:
    Saya juga kurang intens memakai FB, Bung. Ini tips buat para FB-mania yang menghabiskan berjam-jam di internet untuk main FB.

    Soal kaos, segera meluncur deh. :D

    BalasHapus
  4. Maen FB sampe berjam-jam kayaknya ga ada gunanya juga deh, cuma buang-buang waktu

    BalasHapus