Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Rabu, 25 Mei 2011

KEGAGALAN Real Madrid menuju final Liga Champions Eropa 2010/2011 seolah membenarkan asumsi saya bahwa Jose Mourinho masih belum pantas dijuluki pelatih terbaik dunia. Kenapa? Sebab, Mou mempunyai satu kelemahan: tidak bisa menangani tim bertabur bintang di turnamen antarklub Eropa!

Mari kita lihat jejak rekam The Special One. Nama Mou mulai diperhitungkan di kancah sepakbola Eropa ketika membawa Porto menjuarai Piala UEFA (kini Europa League) musim 2002/2003. Semusim berikutnya Mou membawa Porto menjuarai Liga Champions. Prestasi ini menjadi istimewa karena skuad Porto waktu itu sama sekali tidak diisi nama-nama mentereng. Malah dengan prestasi tersebut sejumlah pilar Porto menjadi bintang. Sebut saja Deco, Ricardo Cravalho, dan Paulo Ferreira.

Foto: esportmag.com
Mou, belum pantas terbaik.
Ketika menangani Chelsea, Mourinho memiliki skuat yang jauh lebih mentereng dibanding Porto. Selain Frank Lampard dan John Terry yang sudah menghuni Chelsea sejak lama, Roman Abramovich mendatangkan bintang-bintang Eropa. Mulai dari rising star seperti Didier Drogba, Michael Essien, dan trio mantan anak asuhnya di Porto, pemain-pemain berpengalaman seperti Michael Ballack, Mateja Kezman dan Andriy Shevchenko juga sempat jadi penghuni Stamford Brigde. Sayang, sampai 3,5 musim di Chelsea Mou sama sekali tak bedaya di Liga Champions.

Mou kemudian ke Italia untuk menangani Inter. Di sini, Mou boleh dibilang tak punya pemain bintang. Mungkin hanya Wesley Sneijder dan Samuel Eto'o saja pemain Inter yang bisa dikategorikan sebagai bintang saat menjuarai Liga Champions 2009/2010. Sisanya adalah pemain "kelas dua". Ternyata Mourinho meninggalkan kesan manis berupa raihan treble winner ketika meninggalkan Inter.

Musim ini Mou menerima tantangan menangani klub bertabur bintang Real Madrid. Sesuai julukannya, Los Galacticos, skuad Madrid bertabur bintang. Mulai dari Karim Benzema, Ricardo Kaka, Cristiano Ronaldo, hingga bintang-bintang lokal Spanyol seperti Iker Casillas. Hasilnya? Musim ini bisa dipastikan hanya Copa del Rey saja gelar yang diberikan Mou untuk klub ibukota Spanyol tersebut. Tentu saja ini bukan prestasi mentereng bagi pelatih terbaik dunia dan tim dengan skuat bintang-bintang kelas wahid.

Well, berdasarkan fakta-fakta inilah saya menyebut Mourinho bukanlah seorang pelatih bintang. Bagaimana menurut pendapat Bung?

Catatan: Posting ini merupakan naskah asli surat pembaca berjudul Mou, Bukan Pelatih Bintang di rubrik 'Rumah Suporter' tabloid BOLA edisi 2.193, Sabtu-Minggu 7-8 Mei 2011.


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

0 komentar:

Poskan Komentar