uanglama.com
Bakso Putri Miad, Pemalang

Bakso Putri Miad

Bakso tanpa pentol, kami satu-satunya di Indonesia.
www.baksoputrimiad.com

Wedang Uwuh Imogiri

Wedang Uwuh Imogiri

Minuman tradisional khas Imogiri. Berkhasiat tinggi.
www.wedanguwuh.com

Grombyang Pemalang

Grombyang Pemalang

Makanan khas Pemalang. Segar, nikmat, mantap!
www.grombyang.com




Selasa, 07 Juni 2011

2010/2011, Musim Kemenangan Akal

Oleh: Eko Nurhuda - Bung Eko dotcom

TAK terasa musim 2010/2011 sudah berakhir. Sejumlah liga di Eropa bahkan sudah mempunyai juara ketika kompetisi masih menyisakan 2 laga. Yang menarik bagi saya, musim ini boleh dibilang merupakan pertarungan antara klub berkapital besar melawan klub yang mengandalkan kecerdikan akal pelatih di tengah keterbatasan uang untuk belanja pemain.

Menariknya lagi, akhir musim ini menunjukkan betapa kapital besar tak berbanding lurus dengan prestasi besar. Klub-klub dengan sokongan dana berlimpah justru harus gigit jari karena gelar juara direbut pesaing yang tak terlalu mengandalkan kapital. Ya, 2010/2011 diakhiri dengan tampilnya klub-klub dengan skuad 'biasa-biasa' dan tidak jor-joran di bursa transfer sebagai juara.

Contoh paling mencolok adalah Bundesliga. Secara mengejutkan gelar Deutscher Meister justru direbut Borussia Dortmund. Padahal, anak asuhan Juergen Klopp ini hanya mengandalkan pemain-pemain muda, nyaris tanpa bintang. Mungkin cuma Nuri Sahin yang bisa disebut sebagai bintang, membuat sang pemain dilirik Real Madrid musim depan. Bila dibandingkan dengan Bayern Muenchen yang saat ini berada di peringkat 3 klasemen, dari segi kekayaan jelas kubu Dortmund kalah jauh.

Di Inggris, gelar juara sepertinya sudah hampir pasti direbut Manchester United yang tinggal membutuhkan 1 poin dari 2 laga sisa. Meski diperhitungkan sebagai tim besar, namun keperkasaan Setan Merah bukan dibangun dengan kekuatan kapital. Sudah menjadi rahasia umum kalau Sir Alex Ferguson adalah jagonya menemukan mutiara terpendam. Alih-alih membeli pemain bintang, ia justru kerap melahirkan bintang. Ryan Gigs, David Beckham, dan Cristiano Ronaldo adalah beberapa contoh pemain bintang skala dunia yang berangkat dari bukan siapa-siapa di MU.

Prestasi MU ini jelas menampar muka Chelsea yang sejak diakuisisi Roman Abramovich gemar mendatangkan bintang-bintang dunia. Begitu juga dengan Manchester City, klub paling boros dalam belanja pemain di bursa transfer Inggris. Chelsea tak mampu menyalip MU, sedangkan The Citizen sudah sangat bersyukur bisa memastikan tempat di Liga Champion musim depan.

Cerita serupa terjadi di Spanyol. Barcelona sudah memastikan diri sebagai juara La Liga musim ini, meninggalkan Real Madrid di posisi runner up. Kita sama-sama tahu, Real Madrid adalah klub yang begitu mendewa-dewakan uang. Florentino Perez adalah jenis presiden klub yang percaya bahwa uang bisa mendatangkan prestasi. Berkali-kali gagal setelah mengeluarkan terlalu banyak uang, Perez tak juga jera. Barcelona, yang mengandalkan pemain-pemain binaan sendiri, dari segi prestasi justru lebih mentereng dari Madrid.

Menarik ditunggu, akankah kekuatan akal masih mampu mengalahkan kekuatan kapital di musim depan?
Catatan: Posting ini merupakan naskah asli surat pembaca berjudul Kemenangan Akal di rubrik 'Rumah Suporter' tabloid BOLA edisi 2.196, Sabtu-Minggu 14-15 Mei 2011.



Creative Commons License

Tulisan berjudul 2010/2011, Musim Kemenangan Akal ini dilindungi lisensi Creative Commons. Anda bebas menyalin, mendistribusi, dan atau mentransmisi sebagian atau seluruh isi artikel untuk tujuan nonkomersil, serta dengan menyebutkan sumber artikel. Terima kasih.

Belum ada komentar. Jangan mau jadi yang kedua!

Klik di sini untuk langsung ke formulir komentar.


Yuk, Main ke Jambi!

Apa Kabar, Bank Century?

Dapatkan Posting Terbaru Bung Eko dotcom langsung ke Mailbox Anda!
Caranya gampang. Cukup masukkan alamat email Anda ke kolom di bawah ini:

Powered by: FeedBurner

Poskan Komentar

Terima kasih telah mengunjungi bungeko.com. Semoga apa yang saya tulis di blog ini bermanfaat bagi Bung Pembaca. Silakan tinggalkan komentar untuk menanggapi, mengoreksi, atau bahkan mencaci isi posting ini. Tapi mohon dicatat, no SARA, no SARU. Salam.

NB: Saya sedang memikirkan untuk membuka kembali kontes komentator terbanyak, atau kontes lain yang berhubungan dengan komentar pembaca.


Selamat datang di bungeko.com, blog pribadi Eko Nurhuda. Semoga tulisan-tulisan di blog ini memberi manfaat positif bagi Anda. Saran atau kritik dari Anda akan diterima dengan senang hati.
Jangan Ngaku Blogger
Kalau Belum Baca Buku Ini!
Jangan Ngaku Blogger Kalau Nggak Bisa Nulis Buku!

Rp45.000,-

Klik di sini untuk membeli!

TUTUP [X]