uanglama.com
Bakso Putri Miad, Pemalang

Bakso Putri Miad

Bakso tanpa pentol, kami satu-satunya di Indonesia.
www.baksoputrimiad.com

Wedang Uwuh Imogiri

Wedang Uwuh Imogiri

Minuman tradisional khas Imogiri. Berkhasiat tinggi.
www.wedanguwuh.com

Grombyang Pemalang

Grombyang Pemalang

Makanan khas Pemalang. Segar, nikmat, mantap!
www.grombyang.com




Sabtu, 04 Juni 2011

Liga Champions untuk Manchester City

Oleh: Eko Nurhuda - Bung Eko dotcom

SEGENAP fan Manchester City patut berbahagia musim ini. Kebahagiaan pertama jelas untuk trofi Piala FA, yang menjadi gelar pertama The Citizens sejak 35 tahun lalu. Kebahagiaan kedua, apalagi kalau bukan lolosnya Carlos Tevez dkk. ke Liga Champion musim depan.

Namun, City dan suporternya musti hati-hati. Keriaan itu bisa berbalik jadi kemurungan musim depan. Apa pasal?

Liga Champion adalah ajangnya tim-tim terbaik seantero Eropa. Syarat awal menjadi peserta memang peringkat terbaik di klasemen akhir liga domestik. Tapi, untuk mencapai sukses dibutuhkan prasyarat lain. Diantaranya manajemen, kekuatan finansial, kesiapan mental tim, kedalaman materi skuat, kualitas pelatih, hingga konsentrasi terbaik.

Foto: Zimbio.com
Carlos Tevez, andalan City.
Dari semua prasyarat di atas, anak asuhan Roberto Mancini baru terlihat unggul di segi kekuatan finansial. Padahal, kesuksesan di LC tak bisa ‘ditebus’ dengan uang. Real Madrid adalah contoh bagus dalam kasus ini. Sejak era Los Galacticos digulirkan 10 tahun lalu, Madrid cuma bisa meraih satu trofi Liga Champion.

Ada baiknya Mancini belajar dari pengalaman Tottenham Hotspurs dan Schalke. Dua tim anak bawang ini menorehkan prestasi gemilang dengan menembus perempatfinal dan semifinal. Schalke bahkan sempat mengalahkan juara bertahan Inter Milan dengan skor telak.

Sayangnya, prestasi bagus di level Eropa tidak dibarengi hasil positif di liga domestik. Spurs tak bisa kembali ke LC setelah hanya mampu finish di zona Liga Eropa dalam klasemen akhir Premiership. Sedangkan Schalke malah terperosok ke posisi 14 klasemen akhir Bundesliga. Gelar juara DFB Pokal pun sekedar menjadi pengusap air mata Raul Gonzalez cs.

Kalau tak mau bernasib seperti kedua tim tersebut, Manchester City harus pandai-pandai membagi konsentrasi dan energi. Keberhasilan meraih gelar juara Piala FA sekaligus menembus posisi 3 musim ini, bisa dijadikan modal bagus untuk mengarungi Liga Champion musim depan.
Catatan: Posting ini merupakan naskah asli surat pembaca berjudul Belajar dari Schalke di rubrik 'Rumah Suporter' tabloid BOLA edisi 2.202, Sabtu-Minggu 28-29 Mei 2011.



Creative Commons License

Tulisan berjudul Liga Champions untuk Manchester City ini dilindungi lisensi Creative Commons. Anda bebas menyalin, mendistribusi, dan atau mentransmisi sebagian atau seluruh isi artikel untuk tujuan nonkomersil, serta dengan menyebutkan sumber artikel. Terima kasih.

Baru ada 1 komentar. Yuk, tambahin lagi!

Klik di sini untuk langsung ke formulir komentar.


Yuk, Main ke Jambi!

The jackoo berkata...

klo bwuat gue city nggak bakalan susah mbagi konsen ngikutin jejak chelsea doloe banyak uang banyak gelar...

Apa Kabar, Bank Century?

Dapatkan Posting Terbaru Bung Eko dotcom langsung ke Mailbox Anda!
Caranya gampang. Cukup masukkan alamat email Anda ke kolom di bawah ini:

Powered by: FeedBurner

Poskan Komentar

Terima kasih telah mengunjungi bungeko.com. Semoga apa yang saya tulis di blog ini bermanfaat bagi Bung Pembaca. Silakan tinggalkan komentar untuk menanggapi, mengoreksi, atau bahkan mencaci isi posting ini. Tapi mohon dicatat, no SARA, no SARU. Salam.

NB: Saya sedang memikirkan untuk membuka kembali kontes komentator terbanyak, atau kontes lain yang berhubungan dengan komentar pembaca.


Selamat datang di bungeko.com, blog pribadi Eko Nurhuda. Semoga tulisan-tulisan di blog ini memberi manfaat positif bagi Anda. Saran atau kritik dari Anda akan diterima dengan senang hati.
Jangan Ngaku Blogger
Kalau Belum Baca Buku Ini!
Jangan Ngaku Blogger Kalau Nggak Bisa Nulis Buku!

Rp45.000,-

Klik di sini untuk membeli!

TUTUP [X]