Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Selasa, 14 Juni 2011

“European football without Liverpool is like a banquet without wine.”



PENGGEMAR Liverpool mana yang lupa dengan kalimat legendaris ini? Adalah Roy Evans, mantan bek (Oktober 1965-1970) dan manajer (Januari 1994-November 1998, sejak Juli 1998 menjadi joint-manager bersama Gerrard Houlier) The Reds, si pelontar kata-kata tersebut.

Meski sepanjang karirnya sebagai gaffer di Anfield tak menorehkan prestasi fenomenal—kecuali mengorbitkan Robbie Fowler dan Steve McManaman mungkin, ucapan Evans tetap pantas dikenang kubu Merseyside Merah. Ya, secara tradisional tempat Liverpool adalah 4 besar klasemen akhir Liga Inggris dan berlaga di kompetisi Eropa.

Kenny Dalglish tentu paham benar makna ucapan eks anak buahnya ini. Sebagai eks pemain, player-manager (Mei 1985-Februari 1991), dan kini manajer Liverpool, ia tahu ada sesuatu yang hilang kala pemegang 5 trofi Liga Champions, 3 tofi Piala UEFA (kini Europa League), dan 3 trofi Piala Super Eropa ini tak mengikuti kompetisi Eropa.

Baca artikel lebih lengkapnya di iniLiverpool.com...


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

0 komentar:

Poskan Komentar