Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Sabtu, 09 Juli 2011

KONGRES Luar Biasa (KLB) PSSI di Solo, siang hingga sore tadi berlangsung sukses. Tak ada deadlock seperti yang dikhawatirkan banyak pihak sebelumnya. Dan, yang lebih penting, PSSI sudah memiliki nahkoda baru. Untuk periode 2011-2015, PSSI bakal dipimpin duet Prof. Djohar Arifin Husin dan Farid Rahman.

Terpilihnya dua sosok ini memang tak terlalu mengejutkan. Pasalnya, Djohar sudah lama diketahui merupakan jagoan alternatif yang diusung Kelompok 78 setelah peluang Arifin Panigoro (AP) dan George Toisutta (GT) tertutup rapat. Meski hanya dicalonkan oleh PS Madina Medan Jaya yang bahkan tak punya hak suara di kongres, berkat dukungan massif K-78 sang Profesor dapat melenggang mulus meninggalkan pesaing-pesaingnya.

Demikian juga dengan Farid Rahman. Adalah Akor FC, klub Divisi 3 PSSI di Jombang, yang mengusung nama pengurus asosiasi tenis meja nasional ini. Meski Akor FC tak ikut menyumbang suara, toh, sebagai salah satu pentolan K-78 ia bisa menyingkirkan saingan terberatnya, Erwin Aksa. Oya, sekedar mengingatkan, Farid adalah perwakilan K-78 saat menemui FIFA di Zurich pasca-Kongres 20 Mei yang berakhir deadlock.

Dinanti Segudang Masalah
Djohar Arifin Husin, Ketua Umum PSSI 2011-2015.Sebelum terpilih, para calon Ketua Umum PSSI tentunya tahu kalau induk organisasi sepak bola nasional ini sedang dirundung banyak masalah. Mulai dari pendanaan timnas senior dan U-23, dualisme kompetisi antara LPI dan LSI, hingga pemutaran kompetisi semua jenjang yang terhambat akibat kisruh. Jangan lupakan pula dua blok yang selama ini saling jegal menjelang kongres.

Dengan pengalamannya sebagai Sekjen KONI, Ketua Pengda PSSI Sumatera Utara, Staf Ahli Menpora, juga pemain PSMS Medan, aksi Djohar dalam menjawab semua tantangan yang sudah di depan matanya sangat dinanti seluruh penggemar sepak bola nasional. Mau dibawa ke mana sepak bola Indonesia empat tahun ke depan, semua tergantung gerak langkah Djohar.

Soal dana jangan khawatir, AP jelas mendukung penuh Djohar. Apalagi ketika ditanya wartawan soal kebutuhan dana sebesar Rp 2 milyar untuk memberangkatkan timnas Pra-Piala Dunia 2014 ke Turkmenistan, tak lama setelah terpilih, ia menjawab dananya siap. Dengan berseloroh ia berkata, "Saya punya bandar besar: Allah SWT." Tapi, tentu kita bisa meraba siapa sesungguhnya "bandar besar" yang ia maksud itu.

Well, setumpuk harapan ditumpukan pada Djohar. Mampukah ia memuaskan ekspektasi publik bola tanah air? Kita tunggu bersama jawabannya...


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

4 komentar:

  1. hai pak Djohar, ditunggu ya gebrakan2nya u/ kemajuan PSSI :)

    BalasHapus
  2. Semoga Indonesia bisa masuk piala dunia

    BalasHapus
  3. kunjungna perdana, kita berharap ketum pssi yang baru bisa bekerja lbh baik dan memajukan sepakbola nasional.

    BalasHapus
  4. wadohhh nyuwon ngapunten karo juragan.... piye kabare tohhh ? Maap inih baru bisa silaturahmi lagi

    BalasHapus