uanglama.com
Bakso Putri Miad, Pemalang

Bakso Putri Miad

Bakso tanpa pentol, kami satu-satunya di Indonesia.
www.baksoputrimiad.com

Wedang Uwuh Imogiri

Wedang Uwuh Imogiri

Minuman tradisional khas Imogiri. Berkhasiat tinggi.
www.wedanguwuh.com

Grombyang Pemalang

Grombyang Pemalang

Makanan khas Pemalang. Segar, nikmat, mantap!
www.grombyang.com




Sabtu, 29 Oktober 2011

Bendera Baru Tapi Lama

Oleh: Eko Nurhuda - Bung Eko dotcom

(1951-1969)

(1969-1972)

(1972-1977)

(1977-2011)

(2011-....)
SEJAK gerakan revolusioner di Libya menjadi pusat pemberitaan media, ada satu hal yang menarik hati saya: bendera yang dibawa-bawa pasukan National Transitional Council (NTC). Pikir saya, inilah kelak yang bakal jadi bendera baru Libya andai NTC berhasil mengandaskan 42 tahun kekuasaan Muammar Khadafi. Bendera hijau polos yang selama ini dikenal sebagai bendera Libya bakal berganti bendera merah-hitam-hijau dengan bulan bintang di tengah.

Rupa- nya saya salah. Ben- dera tiga strip dengan bulan bintang itu ter- nyata bukan bendera baru. Justru itulah bendera asli Libya kala lepas dari jajahan Italia. Bendera tersebut dipakai selama kurun 1951-1969, ketika Libya masih berbentuk kerajaan.

Ganti Nama, Ganti Bendera
Saat Libya berubah bentuk dan nama menjadi Republik Arab Libya (1969-1972), benderanya ganti lagi. Dari tiga strip merah-hitam-hijau dengan bulan bintang di tengah, Republik Arab Libya menggantinya menjadi bendera berwarna merah-putih-hitam. Mirip bendera Irak, tapi tanpa tambahan apa-apa. Ketika Khadafi menggabungkan Libya dengan Mesir dan Suriah ke dalam Federasi Republik-republik Arab (1972-1977), pada bagian putih bendera ditambahi gambar burung berwarna emas, mirip yang tampak di bendera Mesir.

Khadafi memutuskan keluar dari Federasi Republik-republik Arab begitu Anwar Sadat mengunjungi Israel dan menjalin kerjasama bilateral dengan negara Yahudi itu. Ia lantas membentuk Republik Sosialis Rakyat Libya pada 1977. Benderanya berganti total menjadi satu warna, hijau. Selama Khadafi berkuasa, bendera itulah yang dipakai Libya dalam berbagai kesempatan tampil di ajang internasional. Bendera yang menurut Khadafi merupakan representasi dari Islam, sekaligus melambangkan Revolusi Hijau yang ia pimpin.

Bendera hijau polos itu pun bertahan selama Khadafi memimpin Libya, yakni 42 tahun. Minggu (23/10/2011) kemarin, setelah Khadafi dibantai secara sadis hingga tewas, NTC memproklamirkan kebebasan Libya dari kekuasaan Khadafi. Bendera hijau polos pun diganti menjadi bendera tiga warna, merah-hitam-hijau dengan bulan bintang di tengah. Bendera ini sendiri sudah dipakai timnas sepak bola Libya di ajang Prakualifikasi Piala Afrika 2012.

Ngomong-ngomong soal sepak bola Libya, timnas Indonesia meraih gelar Piala Kemerdekaan 2008 setelah Libya yang jadi lawan di final memilih mengundurkan diri. Aksi walk out Libya dilakukan setelah pelatih Libya (saat itu), Gamal Adeen M. Abu Nowara, ditonjok pelatih kiper timnas (saat itu) Sudarno. Hmmm....



Dipublikasikan dari pelosok daerah transmigrasi di Desa Talang Datar, Kec. Bahar Utara, Kab. Muaro Jambi, Jambi, dengan layanan internet XL Axiata.


Creative Commons License

Tulisan berjudul Bendera Baru Tapi Lama ini dilindungi lisensi Creative Commons. Anda bebas menyalin, mendistribusi, dan atau mentransmisi sebagian atau seluruh isi artikel untuk tujuan nonkomersil, serta dengan menyebutkan sumber artikel. Terima kasih.

Baru ada 2 komentar. Tambahin lagi dong...

Klik di sini untuk langsung ke formulir komentar.


Yuk, Main ke Jambi!

How To Be Vegetarian berkata...

rpanya sya pertamax yah :)
BTW jdi bnderanya lma di jdiin bru lgi?
aneh jga yah

klo smpat berkunjung balik gan! :D

Darin berkata...

Wah, saya malah baru tahu ni Bung. Jadi istilahnya 'cinta kan membawamu kembali, wahai bendera lama' gitu kali ya bung? hehe :D

Apa Kabar, Bank Century?

Dapatkan Posting Terbaru Bung Eko dotcom langsung ke Mailbox Anda!
Caranya gampang. Cukup masukkan alamat email Anda ke kolom di bawah ini:

Powered by: FeedBurner

Poskan Komentar

Terima kasih telah mengunjungi bungeko.com. Semoga apa yang saya tulis di blog ini bermanfaat bagi Bung Pembaca. Silakan tinggalkan komentar untuk menanggapi, mengoreksi, atau bahkan mencaci isi posting ini. Tapi mohon dicatat, no SARA, no SARU. Salam.

NB: Saya sedang memikirkan untuk membuka kembali kontes komentator terbanyak, atau kontes lain yang berhubungan dengan komentar pembaca.


Selamat datang di bungeko.com, blog pribadi Eko Nurhuda. Semoga tulisan-tulisan di blog ini memberi manfaat positif bagi Anda. Saran atau kritik dari Anda akan diterima dengan senang hati.
Jangan Ngaku Blogger
Kalau Belum Baca Buku Ini!
Jangan Ngaku Blogger Kalau Nggak Bisa Nulis Buku!

Rp45.000,-

Klik di sini untuk membeli!

TUTUP [X]