Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Senin, 03 Oktober 2011

Alhamdulillah, review buku ini menjadi Juara II kontes review buku yang diadakan oleh Pakdhe Abdul Cholik, dengan hadiah 2 eks. buku (judulnya tidak disebutkan) plus sebuah kaos cantik. Terima kasih kepada para pembaca bungeko.com yang telah memberikan komentar dan apresiasi.




BUNG salah satu penggemar berat The Beatles? Mau mencari video-video The Beatles tapi tak tahu harus kemana? Jangan bingung lagi. Cukup akses internet, kemudian buka situs YouTube (www.youtube.com), maka ratusan atau bahkan ribuan video The Beatles dapat ditemukan dengan mudah. Bung juga dapat menngunduh video-video tersebut.

Gambaran di atas adalah salah satu kemudahan yang ditawarkan YouTube, sebuah situs video sharing yang begitu terkenal di kalangan pengguna internet. Sejak pertama kali diluncurkan pada bulan Mei 2005, YouTube langsung melesat menjadi salah satu situs yang paling banyak dikunjungi. YouTube dibuka oleh puluhan juta orang dari seluruh dunia setiap harinya.

Buku YouTube, A Success Story ini menjabarkan kisah awal mula berdirinya YouTube sampai kemudian menjadi tenar dan bernilai tinggi seperti sekarang. Dan, entah kebetulan atau tidak, perusahaan berbasis internet ini digawangi oleh anak-anak muda dan berawal dari sebuah garasi. Sama seperti Amazon, eBay dan Google, tiga perusahaan berbasis internet lainnya yang telah lebih dulu besar.

Ide Tiga Karyawan PayPal
YouTube didirikan oleh tiga pemuda; Chad Meredith Hurley, Steven Shih Chen, dan Jawed Karim. Ketiganya bertemu saat sama-sama bekerja di PayPal, sebuah situs yang menyediakan layanan pembayaran online.


YouTube, A Success Story
Penulis: Yudhi Herwibowo
Penerbit: B-first, Yogya
Terbit: Desember 2008
Tebal Buku: xiv + 162 hal
Ketika itu Chad Hurley berposisi sebagai desainer PayPal, Steven Chen yang imigran asal Taiwan sebagai teknisi, sedangkan Jawed yang keturunan Bangladesh menjabat sebagai chief architect.

Ide awal pembuatan YouTube muncul ketika ketiganya merasa frustasi karena kesulitan mengirim klip video lewat e-mail. Dari pengalaman itu, ketiganya lantas berusaha membuat satu cara yang dapat memudahkan mereka untuk berbagi video satu sama lain melalui internet. Kemudian lahirlah sebuah metode video sharing seperti yang dipakai YouTube sekarang.

Dari hanya digunakan bertiga, YouTube kemudian dikembangkan menjadi sebuah portal yang dapat melayani pengguna internet di seluruh dunia. Untuk itu Chad, Steven dan Jawed lantas mendirikan situs YouTube.com. Nama domain YouTube.com didaftarkan pertama kali pada 15 Februari 2005. Situsnya sendiri baru dibangun beberapa bulan sesudah itu.

Konsep situs video sharing yang digagas tiga sahabat ini membutuhkan jaringan komputer yang besar. Mereka kemudian menggunakan garasi milik salah seorang di antara ketiganya di Menlo Park untuk meletakkan puluhan komputer yang dirangkai sebagai jaringan penyimpan data, sekaligus sebagai kantor pertama YouTube.

Kebanjiran Pengunjung, Kebanjiran Investor
Screenshot: YouTube.com
Video pertama YouTube, Mee at the Zoo.
Mei 2005, situs YouTube.com resmi diluncurkan dalam versi percobaan (beta). Video pertama yang ditampilkan adalah video berjudul Me at the Zoo kiriman Jawed. Video berdurasi 18 detik itu merekam kegiatan Jawed sewaktu mengunjungi kebun binatang di California. Untuk memancing minat pengunjung, YouTube menawarkan sebuah iPod Nano bagi pengguna yang telah mendaftar dan meng-upload setidaknya satu video.

Cara ini rupanya ampuh. Baru beberapa bulan saja YouTube sudah kebanjiran pengunjung. Jumlah pengguna meningkat pesat, diiringi dengan semakin banyaknya video yang di-upload. Dari bulan ke bulan jumlah pengunjung YouTube terus meningkat sehingga dalam waktu singkat nama YouTube kian populer. Efeknya, YouTube dipandang sebagai satu ladang investasi yang prospektif. Situs yang awalnya bukan apa-apa ini jadi bernilai tinggi.

Investor yang mula-mula menanamkan modal di YouTube adalah perusahaan bernama Sequoia Capital pada bulan November 2005. Dengan nilai investasi senilai Rp 33,25 miliar, perusahaan ini berharap YouTube akan berkembang besar seperti Google. Sewaktu Google baru dibangun, Sequoia Capital juga turut andil menanamkan modalnya di perusahaan tersebut.

Harapan tersebut menjadi kenyataan. Seiring berjalannya waktu, YouTube tumbuh pesat dan mendatangkan pemasukan besar dari iklan. YouTube menjadi situs dengan pertumbuhan tercepat di tahun 2006, dan langsung melesat sebagai situs terpopuler kelima di dunia. Jauh mengungguli MySpace yang terlebih dahulu diluncurkan dan sempat booming di Amerika Serikat.yudhiherwibowo.blogspot.com
Sampul buku terjemahan bahasa Malaysia-nya.


Pertumbuhan yang luar biasa cepat ini mengundang minat Google untuk mengakuisisi YouTube. Tidak tanggung-tanggung, Google bersedia membayar sebesar Rp 15,67 triliun demi memiliki YouTube pada 9 Oktober 2006. Transaksi ini menjadi akuisisi termahal kedua yang pernah dikeluarkan Google sepanjang sejarahnya. Tak pelak lagi, dari hasil penjualan tersebut trio pendiri YouTube langsung tercatat sebagai jutawan muda AS.

Diterjemahkan ke Bahasa Malaysia
Dalam buku ini Yudhi tak hanya bercerita tentang sejarah pendirian YouTube semata. Ia juga mengungkapkan berbagai permasalahan yang pernah menimpa YouTube di masa-masa awal berdirinya, dan bagaimana cara trio Chad-Steven-Jawed mengatasi permasalahan tersebut. Keluarnya Jawed dari YouTube tak lupa pula diceritakan dalam satu bab khusus.

Buat Anda yang hobi mengkoleksi video dari internet, buku ini dilengkapi tips men-download video dari YouTube. Mulai cara yang termudah, sampai yang paling rumit. Karena ini buku keluaran Desember 2008--berarti ditulis sekitar 3-4 bulan sebelumnya, di buku ini masih terdapat tips memasukkan video YouTube ke akun Friendster.

Meski begitu, buku ini bagus dibaca oleh para pengguna internet, termasuk para blogger dan internet marketer. Anda yang punya rencana menjalankan bisnis online sangat disarankan membaca buku ini sebagai inspirasi dan motivasi. Dari 1 sampai 10, rasanya buku ini layak mendapat nilai 7. Sebagai info tambahan, pertengahan tahun lalu buku ini diterbitkan di Malaysia dengan judul Di Sebalik Tabir YouTube. Keren, bukan?

Artikel ini diikutsertakan pada Book Review Contest di BlogCamp.


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

6 komentar:

  1. Saya telah membaca dengan cermat artikel sahabat.
    Saya catat sebagai peserta
    Terima kasih atas partisipasi sahabat
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  2. Pakdhe Cholik:
    Oke, Pakdhe. Terima kasih juga sudah menyempatkan waktu berkunjung dan membaca posting saya. :D

    BalasHapus
  3. Reviewnya bagus, kalau aku mereview bukunya mas Eko, isinya juga tidak kalah bagus.
    Salam hangat dari Semarang.

    BalasHapus
  4. dari ide sederhana ternyata ya youtube itu, hmmm

    BalasHapus
  5. Selamat, review ini telah terpilih sebagai pemenang di book review contest BlogCamp. Sekali lagi, selamat!

    BalasHapus
  6. Selamat pagi sahabat tercinta,
    Saya datang lagi lagi untuk mengkokoh-kuatkan tali silaturahmi sambil menyerap ilmu yang bermanfaat disini.
    Selain itu saya sampaikan kabar gembira bahwa sahabat mendapatkan tali asih
    dari Komandan BlogCamp Group karena artikel sahabat terpilih salah satu sebagai pemenang
    Book Review Contes.
    Selamat yaa, silahkan cek pengumuman pemenang Book Review Contest di BlogCamp.
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus