Coba ba- yang- kan, demi mena- rik perhatian target pemilihnya yang merupakan kalangan muda, Katarzyna (23 tahun) membuat kampanye sensual dalam bentuk video dan diunggah ke YouTube. Namanya saja kampanye, video tersebut diberi judul namanya diikuti dengan nama partainya: Katarzyna Lenart SLD. SLD sendiri adalah singkatan dari Sojusz Lewicy Demokratycznec, alias Partai Aliansi Demokrasi Kiri.
Dalam video berdurasi 40 detik tersebut, mula-mula Katarzyna tampil sopan dalam balutan blazer dan celana hitam. Di bagian dalam ia mengenakan kemeja putih lengkap dengan dasi. Awalnya gadis yang masih berstatus mahasiswa ilmu politik ini hanya tersenyum nakal sambil melemparkan kakinya secara menggoda.
Buka-bukaan di YouTube
Ini dia video Katarzyna Lenart di YouTube.Setelah beberapa detik aksinya mulai vulgar. Perlahan-lahan ia buka dasinya, lalu dilempar ke kamera dengan aksi menantang. Kemudian ia berdiri dan melepas blazernya, lagi-lagi dilempar ke arah penonton. Tidak hanya sampai di situ, Katarzyna melanjutkan aksi buka-bukaan dengan membuka kemeja putihnya sehingga tubuh putih mulusnya hanya terbalut bra berwarna merah.
Selesai? Belum. Katarzyna masih bertindak lebih nekat lagi. Pelan-pelan ia buka branya sehingga dadanya pun polos. Wah, kelihatan dong 'gunung dara' di dadanya? Maaf, berbarengan dengan terbukanya bra, tulisan 'censored' besar-besar tampil menutupi bagian payudara sang gadis. Hmmm, bikin penasaran kan? Pasti yang menonton mau lebih kan?
Nah, di ujung iklan sensualnya, Katarzyna menampilkan pesan yang kurang lebih berarti, "Mau lebih? Pilih SLD! Hanya dengan SLD kita bisa melakukan lebih." Slogan ini sendiri merupakan tantangan untuk partai berkuasa yang mempunyai jargon yang kurang lebih berarti, "Kami akan melakukan lebih."
Apanya yang lebih? Videonya lebih panjang, tulisan 'censored' dihilangkan, buka-bukaan sampai tuntas, atau..? Entahlah, coba tanya saja sendiri pada Katarzyna. Yang jelas berkat kampanyenya ini Katarzyna Lenart langsung menuai kecaman, baik dari kalangan aktivis bahkan rekan-rekannya di SLD. Di YouTube, jumlah orang yang tidak menyukai video ini dua kali lipat lebih banyak dibanding yang menyukai. Angkanya 620 berbanding 358.
Hayo, Bung termasuk yang menyukai atau (pura-pura) tidak menyukai? Hmmm, ada-ada saja...
|
Tulisan berjudul Katarzyna Lenart, Caleg Sensual dari Polandia ini dilindungi lisensi Creative Commons. Anda bebas menyalin, mendistribusi, dan atau mentransmisi sebagian atau seluruh isi artikel untuk tujuan nonkomersil, serta dengan menyebutkan sumber artikel. Terima kasih. |



Baru ada 6 komentar. Tambahin lagi dong...
Klik di sini untuk langsung ke formulir komentar.Ckckck.... keinginannya menarik perhatian tercapai meski menuai protes.
Sebelumnya thanks udah ngingetin aku Bung Eko, udah aku kasih sumbernya :D jadi malu banget dan bersalah banget (udah aku sms tapi pending) dasar fakir pulsa gak mau nelpun
Padal aku kirain balik kanan mau berubah power rangers kuning atau ping dan ternyata oooo
maaf kalau OOT ya; alangkah baiknya dikasih menu/page daftar isi Bung, jadi bisa membaca yang lainnya
Susindra: yang penting menarik perhatian, entah bentuknya dukungan atau protes. Hehehe...
Gus Ikhwan: Sama-sama, Gus. Manusia kan memang seharusnya saling mengingatkan. Btw, untuk membaca postingan lain kan ada menu kotak recommended posts di bawah posting, juga bisa menekan tombol 'previous post' atau 'posting lama' di bawah kolom komentar ini. Anyway, trims atas sarannya, tetap saya pertimbangkan.
Kalau menurut saya kampanye seperti itu lebih jujur dan terbuka, terbuka semuanya maksudnya hihi..
Tapi saya yakin yang berkomentar tidak suka itu pasti pendukung partai berkuasa, takut kalah pamor soalnya.. :)
Akankah Indonesia akan mencontoh si cantik itu?
Tapi aku bahkan yang lainnya juga akan mengeluh, capek juga lo jika harus klik satu satu, kalau pake/ada daftar isinya kan lebih enak/useful
yuniarinukti: Hehehe, patut ditunggu tuh apakah caleg-caleg perempuan kita di Pemilu 2014 nanti mau melakukan kampanye 'terbuka' seperti Katarzyna Lenart?
Ikhwan: Kalau capek ya gak usah diklik, gak usah dibaca. Gitu aja kok repot sih, Gus? Hehehe...
Poskan Komentar
Terima kasih telah mengunjungi bungeko.com. Semoga apa yang saya tulis di blog ini bermanfaat bagi Bung Pembaca. Silakan tinggalkan komentar untuk menanggapi, mengoreksi, atau bahkan mencaci isi posting ini. Tapi mohon dicatat, no SARA, no SARU. Salam.
NB: Saya sedang memikirkan untuk membuka kembali kontes komentator terbanyak, atau kontes lain yang berhubungan dengan komentar pembaca.