Resep Tumis Kembang Duren

Oleh: Eko Nurhuda | Senin, 17 Oktober 2011 pukul 00.10 WIB

MASIH soal kembang duren, saya juga baru tahu kalau ternyata kembang duren bisa dimasak. Konon, dari cerita-cerita yang saya dapat dari hasil searching di Google, kembang duren paling enak jika ditumis. Bukan cuma paling enak, tapi juga paling simpel karena cukup dioseng-oseng saja. Bumbunya pun sederhana, cuma bumbu-bumbu dasar seperti garam dan bawang merah-bawang putih yang setiap dapur pasti punya stoknya.

Karena penasaran, sayapun mencari resepnya. Untung saja saya hidup di era internet. Meski saat menulis posting ini jam di laptop menunjukkan pukul 00:25 WIB, saya tetap bebas bepergian kemanapun untuk mencari resep sayur kembang duren. Ya, tentu saja dengan mengandalkan Google. Jadi kepikiran nih untuk mengusulkan kepada Google untuk membuat layanan pencarian khusus resep makanan, kita namakan saja Google Recipes. Saya rasa ini ide bagus.

Oya, ini dia resep tumis kembang duren. Besok pagi-pagi saat menyapu kembang duren di halaman belakang rumah, akan saya kumpulkan barang beberapa banyak untuk eksperimen memasak tumis kembang duren berdasarkan resep ini. Yuk, diintip dulu resepnya!Kembang Duren

Bahan-bahan:
1 ons bunga durian
2 sdm minyak goreng
1/2 ons udang

Bumbu-bumbu:
3 siung bawang merah, iris halus
2 siung bawang putih, iris halus
10 biji cabe rawit, buang tangkainya
1 iris laos
1 tki sereh
1 sdm garam

Cara memasak:
1. Bersihkan bunga durian, pisahkan benang sari dari daun bunga, cuci bersih.
2. Setelah bersih rebus sampai masak, cuci lagi dan peras, lalu tiriskan.
3. Tuangkan minyak secukupnya ke penggorengan, tumis semua bahan bumbu hingga layu.
4. Masukkan bunga durian, beri air sedikit, tambahkan garam, masak hingga matang.

Selamat mencoba, Bung!




Dipublikasikan dari pelosok daerah transmigrasi di Desa Talang Datar, Kec. Bahar Utara, Kab. Muaro Jambi, Jambi, dengan layanan internet XL Axiata.

Creative Commons License

Tulisan berjudul "Resep Tumis Kembang Duren" oleh Eko Nurhuda ini dilindungi lisensi Creative Commons. Anda bebas menyalin, mempublikasi ulang, dan atau mengutip sebagian atau seluruh isi tulisan untuk tujuan nonkomersil dengan menyebutkan sumber artikel.

4 komentar:

  1. Besok2 kalau pulang kampung mau nyoba. Kalau saat ini kayaknya nggak mungkin karena nggak ada pohon duren dideket rumah

    BalasHapus
  2. Behhh... Baru tahu kalau ternyata kembang duren bisa dimakan juga, setahu saya cuma buahnya yang rasanya maknyuzzz. Coba mas buat tumis buah karet (kaloco), dulu pas masih kecil pernah tuh saya makan... Dikampung kan banyak tuh pohon karet (kalo masih di jambi)

    BalasHapus
  3. pak mars: Saya sudah coba buat, Pak. Tapi ternyata masih gagal. Pengen coba lagi nih sampe berhasil, mumpung durennya masih kembang. Hehehe...

    itv-gear: Dulu waktu masih tinggal di Batumarta, OKU Timur, sempat tahu kalau biji karet itu bisa digoreng kaya kerupuk. Tapi belum pernah coba. Enak ya?

    BalasHapus
  4. Kembang duren namanya Dlongop (bhs. Jawa)

    Ndlongop adalah istilah untuk menyebutkan sikap terheran2 atau keheranan atau terkagum2 luar biasa. Saking luar biasanya keheranan itu sehingga membuat mulut menjadi terbuka dengan sendirinya. Bagian tubuh lain yang biasanya juga bereaksi saat ndlogop adalah mata. Mata orang ndlongop biasanya terbuka lebar menatap ke arah sesuatu yang mengherankan itu. Sementara bagian tubuh lain biasanya terpaku diam kayak patung.

    BalasHapus

Terima kasih telah mengunjungi bungeko.com. Semoga apa yang saya tulis di blog ini bermanfaat bagi Bung Pembaca. Silakan tinggalkan komentar untuk menanggapi, mengoreksi, atau bahkan mencaci isi posting ini. Tapi mohon dicatat, no SARA, no SARU. Salam.

Big Match Pekan Ini

vs

Semifinal II Liga Champion
Kamis, 1 Mei 2014 pkl. 02.45 WIB

Hasil-hasil:
B. Muenchen 0-4 R. Madrid
()

 
© 2009-2014 bungeko.com - All Rights Reserved
Desain tampilan: Creating Website, Modifikasi tampilan: Eko Nurhuda