Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Kamis, 06 Oktober 2011

Steve Jobs (1955-2011)HANYA berselang sehari setelah Apple merilis handphone pintar iPhone 4S, eks CEO yang juga salah satu pendiri Apple, Inc., Steve Jobs, meninggal dunia. "Kami sangat berduka untuk mengabarkan bahwa Steve Jobs telah meninggal dunia hari ini," demikian rilis Apple dalam situs resminya, Rabu (5/10) malam waktu California, AS. Untuk mengiringi kepergian sang founding father, situs Apple dipenuhi foto-foto Jobs.

Steve Jobs wafat akibat tak kuat menahan serangan kanker pankreas yang dideritanya sejak lama. Penyakit tersebut pertama kali ia umumkan secara resmi kepada publik pada 2004 lalu. Ini pulalah yang menjadi alasan pria kelahiran San Francisco tersebut meletakkan jabatan CEO Apple, Inc. belum lama ini. Ia ingin berkonsentrasi mengobati penyakitnya. Sayang, ternyata jalan nasib berkata lain.

Punya Darah Arab
Steven Paul Jobs, demikian nama lengkap sosok dibalik kebangkitan kembali Apple setelah sebelumnya sempat terpuruk. Ia lahir di San Francisco, 24 Februari 1955. Kedua orang tuanya adalah mahasiswa yang masih kuliah dan belum menikah pada saat melahirkannya. Ibunya bernama Joanne Schieble, sedangkan ayahnya seorang kelahiran Suriah bernama Abdulfattah Jandali. Ini berarti Jobs mempunyai darah Arab dari pihak sang ayah.

Tak berapa lama setelah melahirkan Jobs, Joanne dan Abdulfattah menyerahkan bayi mereka untuk diadopsi pasangan keluarga asal California, Clara dan Paul Jobs. Nama ayah angkatnya inilah yang kemudian disematkan sebagai nama tengah dan nama belakang Jobs. Uniknya, beberapa bulan setelah Jobs diadopsi, Joanne dan Abdlfattah menikah secara resmi. Mereka lalu mempunyai anak perempuan yang diberi nama Mona.

Jobs menghabiskan masa kecil bersama orang tua angkatnya di kawasan Silicon Valley, pusat pengembangan teknologi AS yang kelak juga menjadi pusat pertumbuhan dan pengembangan internet. Mungkin karena itulah ia sejak kecil begitu keranjingan dengan teknologi, khususnya komputer.

Insting bisnis Jobs sudah terlihat sejak muda. Setelah sempat kuliah selama satu semester dan bekerja di Hewlett-Packard dan kemudian produsen game Atari, ia kemudian merintis bisnis penjualan komputer bersama Steve Wozniak. Keduanya merupakan teman sekolah, juga teman satu klub di sebuah perkumpulan penggila komputer.Foto: Wikipedia
Steve Jobs muda, apel adalah buah favoritnya.


Merintis Apple, Inc.
Kala itu Wozniak sedang merancang komputer buatannya sendiri. Melihat hal ini, insting bisnis Jobs bekerja. Ia memasarkan komputer buatan rekannya itu ke sebuah toko komputer setempat, padahal komputernya sendiri belum jadi. Hebatnya, toko komputer tersebut tertarik dengan tawaran Jobs dan langsung memesan 50 unit! Dengan berbekal pesanan ini ia berhasil mendapat kredit untuk membeli komponen komputer yang dibutuhkan Wozniak.

Komputer pertama produksi duo Steve itu diberi nama Apple I. Apel adalah buah kesukaan Jobs. Hasil penjualan Apple I dibelanjakan lagi untuk pembuatan proyek berikutnya, Apple II. Kali ini Jobs dan Wozniak lebih serius. Untuk memperkenalkan produk mereka, keduanya tak segan mengikuti sebuah pameran komputer di California tahun 1977. Sejak mengikuti pameran itulah Apple mulai dikenal luas sebagai penyedia komputer personal.

Apple menandai sebuah revolusi besar di dunia komputer, di mana sejak saat itu setiap orang bisa memiliki komputer sendiri di rumah masing-masing. Karena itu nama Apple langsung naik daun, membuat pesanan datang laksana banjir. Tentu saja Jobs dan Wozniak senang dapat banyak pesanan, itu artinya bisnis mereka berkembang. Tapi yang membuat tidak senang mereka butuh modal banyak, dan sialnya mereka tak punya uang sebanyak yang mereka butuhkan.

Jobs lantas mendekati Mike Markkula, seorang investor lokal. Dari Markkula mengucur dana segar sebesar US$250.000, sebuah jumlah yang sangat besar untuk ukuran waktu itu. Sebagai kompensasi, nama Markkula masuk sebagai salah satu pendiri sekaligus pemegang saham perusahaan Apple, Inc. bersama Steve Jobs dan Steve Wozniak.

Apple maju pesat, sampai mampu memetik laba sebesar enam juta dolar hingga berhenti diproduksi pada tahun 1993. Sayang, seiring kemajuan tersebut, ide-ide Jobs dianggap terlalu liar oleh para pemegang saham Apple yang lain. Khawatir langkah Jobs bakal membahayakan posisi perusahaan, dewan direksi Apple lantas memilih membuang Jobs dari perusahaan yang dirintisnya itu.Gambar: imdb.com
Toy Story, karya Pixar.


Pixar dan Toy Story
Dikeluarkan dari Apple bukan masalah besar bagi seorang Steve Jobs. Terbukti, setelah itu ia malah mendirikan NeXT Computer tahun 1985, dan setahun kemudian berhasil membeli perusahaan Graphics Group dari tangan sutradara seri Star Wars, George Lucas. Perusahaan ini lantas dinamainya Pixar Animation Studios.

Bersama Pixar, Jobs menciptakan berbagai piranti untuk keperluan pembuatan animasi berteknologi canggih. Jobs menukar titik tekan produksinya dari komputer ke film animasi. Hasil produksinya dipakai oleh sejumlah rumah produksi besar Hollywood, salah satunya Walt Disney.

Hasilnya menakjubkan. Film animasi pertama yang digarap Pixar, Toy Story, menjadi film laris dan ditonton jutaan orang. Keuntungan kotor yang berhasil diraup dari film tersebut sebesar US$350 juta. Sukses Toy Story kemudian diikuti oleh lahirnya film-film animasi laris lainnya, seperti A Bugs Life, Finding Nemo, hingga Monster Inc.

Sukses Pixar rupanya menarik minat Apple. Pixar lantas diakuisisi Apple dengan nilai transaksi US$400 juta, membuat Jobs kembali ke perusahaan pertama yang ia dirikan. Tak lama setelah akuisisi tersebut, Jobs mendapatkan kembali tampuk kekuasaan di Apple dengan menyingkirkan direktur lama.

Membangkitkan Apple dengan iPod
iPod Nano, menjadi trendsetter bagi lahirnya gadget serupa.Kembalinya Jobs ke Apple menjadi pertanda kebangkitan perusahaan tersebut, setelah sempat kalah bersaing dari Bill Gates dengan Microsoft-nya. Tanda-tanda kebangkitan terlihat dari suksesnya iPod yang dirilis pada 2001. Menyusul iTunes yang juga merebut simpati banyak pengguna teknologi, khususnya penggemar musik, kala itu.

Kesuksesan Apple terus menanjak. Setelah dua produk stylish tersebut, tahun 2007 smartphone iPhone dirilis dan menjadi trendsetter, mengawali era telepon pintar. Lagi-lagi produk Apple yang juga hasil inovasi Steve Jobs ini menjadi ikon dan laris manis di pasaran. Tahun berikutnya Apple meluncurkan Macbook Air, dan lagi-lagi sukses di pasar teknologi dunia.

Di tengah jalan Apple menuju ke puncak kejayaan, Jobs didiagnosa menderita kanker pankreas pada tahun 2003. Ia disarankan segera menjalani operasi, namun menolak dan lebih memilih pengobatan alternatif dengan diet khusus. Pada akhirnya ia menyerah, dan menjalani operasi setahun berikutnya. Tentu saja berita ini ditutup rapat-rapat karena dapat berdampak negatif terhadap perkembangan Apple, Inc., baik di bursa saham maupun penjualannya.

Tahun 2009, Jobs yang nampak semakin kurus mengumumkan cuti enam bulan dari jabatannya sebagai CEO Apple, Inc. Belakangan baru terungkap bahwa cutinya tersebut dalam rangka menjalani operasi cangkok hati, yang menurut dokter berjalan sukses. Namun Januari 2011 lagi-lagi Jobs menyatakan cuti dengan alasan kesehatan. Spekulasi mengenai penyakitnya berkembang luas, apalagi setelah itu terdengar kabar Apple sedang mencari calon pengganti Jobs di posisi CEO.

Rabu, 5 Oktober 2011, malam waktu Palo Alto, California, AS, penganut Buddha dan vegetarian ini menghembuskan napas terakhirnya di tengah-tengah keluarga tercintanya. Selamat jalan, Steve Jobs...


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

2 komentar:

  1. hahaha... saia tahu maksudnya posting tentang Steve ini :D

    BalasHapus
  2. gajah pesing: Mmmm, emang kenapa, Bun? Kok malah saya yang nggak ngerti ya? hehehe...

    BalasHapus