Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Jumat, 07 Oktober 2011

Foto: sashagrey.com
Sasha Grey
MASIH ingat dengan film Menculik Miyabi? Ya, film produksi Maxima yang dibintangi artis video porno Jepang Maria Ozawa alias Miyabi tersebut sempat memancing kontroversi hebat. Setelah diprotes Front Pembela Islam (FPI), film itu akhirnya tayang juga di bioskop. Miyabi sendiri kemudian bahkan datang ke Indonesia untuk melakukan syuting film lain dan keperluan promosi.

Penayangan Menculik Miyabi rupanya menjadi awal 'serbuan' bintang-bintang film porno ke jagad perfilman nasional. Karena dipandang sukses memikat penonton, jurus Maxima Production menampilkan bintang film porno asing ditiru produser lain. Muncullah Rin Sakuragi dalam film Suster Keramas, lalu Sola Aoi (Suster Keramas 2), dan disusul beberapa gadis Jepang selebriti film biru lainnya.

Dari Gadis Jepang ke Cewek Bule
Tren mendatangkan bintang film porno asing rupanya masih terus berlaku hingga kini. Cuma sekarang seleranya berbeda. Jika tahun lalu yang dipanggil gadis-gadis Jepang, maka kini produser mulai melirik gadis-gadis blonde dari daratan Amerika dan Eropa. Yang terbaru adalah hadirnya Misa Campo dan Vicky Vette di film Pacar Hantu Perawan. Misa berasal dari Montreal, Kanada, sedangkan Vicky berkebangsaan Norwegia.

Meski keduanya disebut-sebut berstatus mantan bintang film porno, namun aura mesum tetap saja mengiringi kiprah mereka. Dan tentu saja aura tersebut terbawa pada film yang mereka bintangi, sekalipun itu tidak diniatkan sebagai film mesum. Imej mereka sebagai bintang film dewasa selama bertahun-tahun tentunya masih lekat, terlebih setelah pensiun pun mereka masih senantiasa tampil sensual nan menggoda.

Benar saja. Tampilnya Misa dan Vicky dalam Pacar Hantu Perawan seolah hanya mempertegas kemesuman film produksi K2K Production itu. Faktanya, setelah kabar kedatangan Misa dan Vicky ke Indonesia, di internet beredar gambar foto adegan vulgar Dewi Persik di film tersebut. Saya kira adegan ini sangat layak dipotong.

Bintang Film Porno untuk Film Erotis
Gambar: internet
Kita rindu film nasional berkualitas nan mendidik, seperti The Raid alias Serbuan Maut, contohnya.
Entah disensor atau malah lolos, dalam adegan tersebut Dewi Persik tampak berbasah-basah tanpa busana. Bagian depan tubuhnya lalu ditutup dengan selembar kain putih tipis. Sial, karena basah, kain putih tersebut justru 'mencetak' bagian payudaranya dengan sangat jelas. Hmmm, malah jadi penasaran pengen nonton filmnya ya? Ah, rasa-rasanya itulah yang diharapkan produser dengan menghadirkan bintang film porno dan menebar adegan vulgar sepanjang film.

Fakta yang lebih menyedihkan, film Pacar Hantu Perawan menjadi film ketiga K2K Production yang menggunakan jasa bintang film porno asing. Sebelumnya mereka sudah memboyong Sasha Grey dalam film Pocong Mandi Goyang Pinggul dan Terra Patrick (Rintihan Kuntilanak Perawan). Tak heran jika FPI dibuat geram oleh KK Dheeraj, bos K2K Production, yang seperti hobi mendatangkan bintang film porno.

Aksi penolakan FPI terhadap kedatangan bintang-bintang film porno asing memang patut diapresiasi. Namun melempari kantor produser dengan telur, membakar poster, atau memboikot film, apalagi sampai melancarkan tindakan anarkis lain, bukanlah reaksi produktif. Karena yang 'diperangi' film, maka melawannya juga dengan film. Selama Indonesia tak bisa membuat film-film berkualitas baik untuk memikat penonton, selama itu pulalah penonton tergoda melihat film-film horor erotis yang diramaikan bintang film porno asing.

Benar nggak sih, Bung?


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

0 komentar:

Poskan Komentar