Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Rabu, 19 Oktober 2011

SEMPAT masuk daftar unggulan di situs New 7 Wonders of Nature, Pulau Komodo akhirnya terpental jauh setelah Menteri Pariwisata (saat itu) Jero Wacik terlibat kesalahpahaman dengan pengelola New 7 Wonders soal status Indonesia sebagai tuan rumah pengumuman pada 11 November nanti.

Gaung Pulau Komodo perlahan-lahan menghilang, publik tahunya pulau terunik kebanggaan warga NTT ini tak jadi diikutkan dalam pemilihan 7 Keajaiban Dunia yang baru.

Ternyata, eh, ternyata Pulau Komodo masih tetap dipertahankan oleh penyelenggara New 7 Wonders of Nature. Namun, sebagai akibat perselisihan dengan Jero Wacik, panitia pemilihan tak melibatkan pemerintah dalam promosi dan urusan-urusan terkait pemilihan Pulau Komodo lainnya.

Tentu saja ini bikin repot Pulau Komodo. Terbayang lagi kegagalan Candi Borobudur masuk 7 Keajaiban Dunia gara-gara kurang promosi dan dukungan dari pemerintah.

Untung saja Indonesia punya Jusuf Kalla. Eks Wakil Presiden ini pasang badan demi menyukseskan kampanye Pulau Komodo. Seperti biasanya, aksi JK tak tanggung-tanggung.

Untuk menggenjot dukungan via SMS, ia mendekati operator telepon demi mendapatkan tarif Rp1/SMS ke nomor 9818. Ke nomor inilah dukungan SMS untuk Pulau Komodo ditujukan. Sebelumnya, tarif SMS ke 9818 bertarif Rp1.000. Tentu saja warga berpikir tiga kali untuk mendukung. Setelah tarif diturunkan seribu kali lipat, dukungan SMS kontan menlonjak.

Dua jempol untuk JK.

100 Juta SMS untuk Menang
Menurut JK, seperti saya tonton dalam acara News Maker Metro TV kemarin (18/10) malam, butuh 100 juta SMS untuk memenangkan Pulau Komodo.

"Mungkinkah?" tanya Aviani Malik yang jadi pewawancara.

"Sangat mungkin!" jawab JK yakin. Ia lantas berhitung, penduduk Indonesia yang punya hape 40-an juta. Kalau masing-masing mengirim SMS sekali saja sehari, jumlah 100 juta SMS dapat dicapai dengan mudah. Masuk akal memang.

"Sepanjang lebaran kemarin saja beredar satu milyar SMS, hanya tiga hari," tambahnya. "Jadi, 100 juta SMS itu bukan mustahil."

Ya, apalagi tarifnya sekarang cuma Rp1. Anehnya, saya sudah bolak-balik SMS "KOMODO" ke 9818, sehari paling tidak tiga kali, tapi pulsa tak berkurang. Apa tarifnya malah jadi Rp0 sekarang? Bisa jadi. Kita tak pernah tahu kejutan apa yang dihadirkan seorang Jusuf Kalla.

Satu hal yang membuat saya semakin angkat topi untuk capres pilihan saya di Pilpres 2009 lalu ini, ia mengatakan Pulau Komodo harus menang demi kesejahteraan warga NTT. Bayangkan kalau Pulau Komodo menang, ada berapa banyak turis yang datang ke NTT untuk melihat komodo.

Kalau sudah begini, taraf hidup warga NTT bisa dipastikan meningkat menjadi lebih sejahtera. Sungguh sebuah visi cerdas dari seorang negarawan sejati.

Jadi, demi kesejahteraan saudara-saudara kita di NTT, khususnya di Pulau Komodo, dan demi kebanggaan bangsa Indonesia di tengah carut-marutnya wajah negeri ini, yuk kita dukung Pulau Komodo agar menang di pemilihan New 7 Wonders of Nature. Caranya gampang, cukup ketik "KOMODO" dan kirim ke 9818.

Ayo!


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

4 komentar:

  1. Andai pak JK jadi capres berikutnya, 99,99% aku akan pilih beliau.

    BalasHapus
  2. Yuk yukk... Semoga menjadi 7 keajaiban dunia.

    BalasHapus
  3. fatchur: akur, Bung! Saya juga begitu, sejak 2009 kemarin saya dukung JK. Sayang Golkar menelikung dari belakang.

    Kika: Yup, yuk dukung!

    BalasHapus
  4. saya malah lum kirim sms. saya sih punya pandangan sendiri (entah benar atau tidak), karena saya pikir kalau semakin banyak wisatawan kesana (p.komodo) kalau sampai menang, apa justru nggak akan mengganggu kehidupan mereka?

    BalasHapus