Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Jumat, 11 November 2011

Jumat, 11 November 2011 ini rencananya New7Wonders Foundation bakal mengumumkan pemenang kontes New 7 Wonders of Nature.



Sebagaimana kita ketahui, Taman Nasional Pulau Komodo masuk sebagai salah satu dari 28 finalis. Namun ajang ini lantas menuai kecaman, dengan Yayasan New7Wonders dan Bernard Weber, pendirinya, sebagai sasaran tembak. Benarkah ajang pemilihan 7 Keajaiban Dunia Baru ini hanya bermotif materi?

Tak ada yang tahu. Yang jelas semua hal di dunia ini pasti ada sisi positif dan negatifnya, tergantung dari sisi mana kita memandang. Orang-orang yang berpikir positif mengenai ajang ini, tentu bakal menyampaikan argumentasi disertai bukti-bukti yang menunjukkan kalau N7W ini positif.

Sebaliknya, orang yang berpikir negatif tentu akan mengkritisi dengan memaparkan sejumlah data, temuan, serta sumber-sumber yang mendukung argumentasinya. Demikian juga dengan masuknya TN Pulau Komodo ke dalam 28 finalis 7 Keajaiban Dunia Baru versi New7Wonders Foundation.

Dari Borobudur sampai Komodo
Sebelum geger Vote Komodo, bangsa Indonesia mengenal Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, sebagai salah satu dari 7 Keajaiban Dunia. Daftar dan gambarnya biasanya terdapat di atlas yang jadi pegangan pelajar SD hingga SMA. Keajaiban-keajaiban dunia lain yang kita kenal antara lain Taj Mahal (India), Colloseum (Italia), Menara Pisa (Italia), dan Tembok Besar (Cina). Pertanyaannya, siapa yang menyusun daftar ini?

Bagi orang Indonesia, Candi Borobudur adalah keajaiban dunia. Bagaimana bagi orang Italia, India, Cina, dan negara-negara lain? Coba-coba mencari info ke Google, ternyata satu-satunya daftar 7 Keajaiban Dunia yang diakui secara internasional adalah 7 Wonders of the Ancient World. Daftar ini disusun oleh Antipater of Sidon bersama Philon of Byzantium, di mana ketujuh keajaiban tersebut adalah:


Dari ketujuh bangunan tersebut, hanya Piramida Giza yang masih berdiri kokoh. Inilah mungkin yang menyebabkan daftar 7 Keajaiban Dunia masa silam ini tidak begitu populer. Lalu muncullah daftar 7 Keajaiban Dunia berbagai versi di sejumlah negara, yang di Indonesia memasukkan Candi Borobudur. Sementara UNESCO yang merupakan badan resmi PBB untuk urusan benda-benda historis dan cagar budaya sama sekali tak pernah menyusun daftar-daftar demikian.

Jadi, Candi Borobudur tak pernah masuk 7 Keajaiban Dunia. Bahkan dalam daftar yang disebut sebagai keajaiban dunia oleh Antipater of Sidon dan Philon of Byzantium itu tak benar-benar bersifat mendunia. Lihat saja, 7 bangunan yang disebut dalam daftar tersebut hanya terletak di wilayah Mediterania. Bisa dimaklumi, pada masa itu alat transportasi tercepat hanya kuda. Rasanya tak ada orang yang mampu mengunjungi seluruh tempat di dunia untuk menyusun daftar keajaiban dunia yang benar-benar bersifat 'sedunia', kalau hanya mengendarai kuda.

Nah, andai nanti Pulau Komodo tak masuk dalam 7 Keajaiban Dunia Baru versi New7Wonders, rasanya kita tak perlu risau. Jangan pula marah, apalagi sampai mencaci-maki Bernard Weber dkk. Toh, diakui atau tidak, komodo adalah keajaiban dunia yang keberadaannya diakui serta dilindungi UNESCO. Apa yang dilakukan oleh New7Wonders Foundation hanyalah memberikan status 'ajaib' versi mereka sendiri, sesuatu yang bisa dilakukan oleh siapapun di dunia ini.


UPDATE 12/11/2011 pukul 05:20
New7Wonders telah mengumumkan 7 Keajaiban Alam pada tanggal 11 November 2011 pukul 11:11 waktu Swiss, atau sekitar pukul 02:11 WIB dini hari pada tanggal 12 November 2011 kalau di Indonesia. Sesuai harapan banyak rakyat Indonesia, Pulau Komodo masuk ke dalam daftar New 7 Wonders of Nature. Enam pemenang lainnya adalah Sungai Amazon, Teluk Halong, air terjun Iguazu, Pulau Jeju, sungai bawah tanah Puerto Princesa, dan Table Mountain.

Sayang, ternyata tepat di bawah ketujuh keajaiban dunia baru itu terdapat keterangan yang menjelaskan kalau daftar tersebut baru pemenang sementara ("the provisional New7Wonders of Nature"). Daftar fix-nya baru akan diumumkan awal 2012, tanpa tanggal dan bulan pasti. Hal ini tentu saja semakin menambah panjang daftar keraguan banyak orang pada New7Wonders Foundation.

Meski begitu Bernard Webber, dkk. pede saja. Belum lagi masalah pengumuman pemenang New 7 Wonders of Nature beres dan jelas, yayasan asal Swiss namun beroperasi dari Panama ini sudah menggelar kampanye New 7 Wonder Cities. Ceritanya, N7W bakal mengadakan kontes kota-kota ajaib di dunia. Hmmm, kita tunggu saja seperti apa nanti ceritanya.


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

2 komentar:

  1. Bener mas, gak perlu deh penghargaan New7Wonders toh semua orang juga bisa melakukan hal yg sama.

    Lagian ternyata gak sebeberapa ngefek walau jadi pemenang

    BalasHapus
  2. @Rusa: Kepilih sebagai The Only Wonders of Nature juga gak bakal membuat Pulau Komodo meningkat turisnya kalau Pemerintah gak meningkatkan promosi ke luar negeri.

    BalasHapus