Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Senin, 28 November 2011

ENTAH sudah berapa banyak penyanyi dan musisi yang lahir ke industri hiburan setelah berjuang keras mempromosikan diri di YouTube. Awalnya mereka seperti pengamen di tengah hutan belantara, menyanyi sendiri tanpa ada yang mendengar apalagi mempedulikan. Namun, lambat laun video mereka ditemukan pengguna YouTube yang lain. Dari hanya satu penonton, video itu lantas menyebar ke pengguna lain hingga jumlah penontonnya terus berlipat ganda, sampai akhirnya nasib baik menghampiri. Seorang produser, pencipta lagu, atau mungkin juga penyanyi terkenal melihat video tersebut dan merasa tertarik untuk bekerja sama.

Penasaran dengan orang-orang yang menjadi ngetop berkat YouTube? Berikut kisah Harry dan Charlie Davies-Carr, dua bocah asal Inggris yang kemudian jadi terkenal sekolong jagat karena video sederhana yang diunggah ayah mereka ke YouTube.



VIDEO tersebut hanya berdurasi 55 detik, tidak sampai semenit. Isinya pun boleh dibilang sepele, adegan dua kakak-adik duduk berjajar di atas sofa, lalu sang adik menggigit tangan kakaknya. Siapa sangka jika video sederhana ini menjadi hit di YouTube, dan memperoleh banyak publikasi dari media massa baik elektronik maupun cetak. Time.com bahkan menempatkan video ini di peringkat pertama dalam daftar YouTube’s 50 Best Videos 2010 yang dirilis pertengahan 2010.

Charlie Bit My Finger – Again!, demikian judul video fenomenal tersebut. Sampai dengan Juli 2010, video ini telah ditonton lebih dari 214 juta kali, sebuah angka yang sangat mencengangkan untuk sebuah video keluarga. Bukan hanya pengguna internet yang dibuat tercengang, pemilik video inipun tidak menyangka kalau video pendek itu bakal disukai banyak orang. Selain menjadi nomor satu dalam daftar 50 video terbaik YouTube tahun 2010 versi Time.com, video ini juga menjadi video terlaris ketiga di YouTube per Juli 2010, di bawah video klip Baby milik Justin Bieber dan video klip Bad Romance-nya Lady Gaga.

Video untuk Kakek
Video ini pertama kali diunggah ke YouTube oleh Howard Davies-Carr, seorang warga Inggris, Mei 2007. Idenya cukup sederhana, mendudukkan kedua anaknya berpangkuan di sebuah sofa, dan semuanya terjadi secara alamiah tanpa direncanakan sama sekali. Harry yang saat itu berusia 3,5 tahun mengusili adiknya Charlie, 1 tahun, dengan memasukkan jarinya ke dalam mulut sang adik. Refleks, Charlie kecil menggigit jari sang kakak. Harry menjerit-jerit kesakitan, namun di ujung video kedua balita tersebut tampak tertawa bahagia.

Saat menyaksikan adegan Charlie menggigit jari Harry di LCD kameranya, Howard tidak melihat ada yang spesial dari momen itu. Namun, ketika ia memindahkan video dari kamera ke komputernya beberapa pekan kemudian, barulah ia sadar kalau video tersebut lucu. Menurut harian The Vancouver Sun, bagian paling lucu dari video itu adalah wajah Charlie setelah menggigit jari kakaknya, ia seolah-olah tahu apa yang baru saja ia lakukan dan itu terlihat dari senyum lebarnya.

Howard merekam video tersebut untuk dikirimkan kepada ayahnya, alias kakek Harry dan Charlie, yang saat itu tinggal di AS. Ia mengunggahnya ke YouTube dan memberitahukan link video tersebut kepada ayahnya. Karena hanya ayahnya yang tahu, video tersebut hanya mempunyai sedikit penonton di awal-awal. Tapi, beberapa waktu kemudian jumlah penontonnya semakin banyak, mencapai 20 views per hari atau 600 views sebulan. Ternyata itu belum seberapa, karena angka tersebut terus merangkak naik. Awal Februari 2008, jumlah penonton menjadi 2,6 juta dan meningkat lebih dari lima kali lipat pada bulan Maret 2008, menjadi 12 juta views. Peningkatan ini semakin drastis, sampai menyentuh angka 65 juta views pada Desember 2008.

Sejak itulah media mulai mengangkat kisah video fenomenal ini. Mulai dari koran lokal di Britania Raya seperti The Sun, The Telegraph, Daily Mail, The Guardian, dan The Glasgow Herald (Skotlandia); koran lokal di negara-negara lain seperti The Vancouver Sun di Kanada, The Sydney Morning Herald (Australia), Pittsburgh Post-Gazette (Pittsburgh, AS), serta media-media papan atas dunia seperti Time, CNN, juga The Wallstreet Journal. Sejumlah televisi Inggris tak mau ketinggalan, dan mengundang Harry dan Charlie beserta kedua orangtuanya dalam program mereka.



Jadi Video Terpopuler di YouTube
April 2009, video Charlie menggigit jari Harry mencatat 92 juta views, menjadikannya video kedua yang paling banyak dilihat di YouTube pada Agustus 2009. Dua bulan berselang, Charlie Bit My Finger – Again! naik ke posisi pertama dan menjadi video yang paling banyak dilihat ketika menggeser video terlaris YouTube sebelumnya, Evolution of Dance. November 2009, jumlah penontonnya meningkat menjadi 130 juta. Selain menjadi video yang paling banyak ditonton, video ini juga menjadi video paling favorit, dan video yang paling banyak dibicarakan di kalangan pengguna internet di daratan Britania.

Mei 2009, sebuah laporan yang dibuat oleh Visible Measures menyatakan bahwa video Charlie Bit My Finger – Again! merupakan video kelima belas dalam daftar video yang paling sering dilihat sepanjang sejarah internet. Pemeringkatan ini melibatkan seluruh video dalam 150 situs video sharing di seluruh dunia. Sebagai buntut dari popularitas tersebut, sejumlah member YouTube lain mengunggah ulang video ini. Ada yang mengunggah ulang mentah-mentah dengan hanya mengganti judul, ada juga yang secara kreatif menjadikannya sebagai musik remiks. Konyolnya, video-video hasil pengunggahan ulang tersebut juga bisa meraup banyak penonton sebagaimana video asli. Salah satu video tersebut bahkan memperoleh lebih dari enam juta views.

Sukses video Charlie Bit My Finger – Again! membuat Harry dan Charlie berubah, dari dua balita biasa menjadi sepasang bintang top. Keduanya kini memiliki blog pribadi yang dikunjungi ratusan orang setiap hari. Mereka juga mempunyai seri video, kaus Charlie Bit My Finger, dan kalender edisi terbatas yang dijual sebagai suvenir kepada para fan di seluruh penjuru dunia. Padahal, menurut Shelley Davies-Carr, ibu Harry dan Charlie, kedua anaknya merasa malu setiap kali melihat video mereka ditayangkan di televisi.

Foto: lifestyleasia.com
Kaos ini terinspirasi video Charlie
Menurut harian Daily Mail, klub penggemar Harry dan Charlie didirikan di sejumlah tempat di seluruh dunia. Sementara The Times menulis, pakar internet percaya keluarga Davies-Carr memperoleh setidaknya 100 ribu pound dari video tersebut. Penghasilan paling banyak diperkirakan berasal dari iklan yang ditampilkan dalam video. Sebuah artikel yang ditulis oleh Diana Ransom di The Wall Street Journal mengatakan bahwa Howard Davies-Carr tidak akan mau menyebutkan berapa banyak yang telah mereka dapatkan dari video Charlie Bit My Finger – Again!. Namun, Diana percaya penghasilan tersebut lebih dari cukup untuk membeli rumah baru.

Lihat, dua balita ingusan yang belum tahu apa-apa seperti Harry dan Charlie tiba-tiba saja menjadi bintang dan terkenal di mana-mana berkat YouTube. Mirip nasib si Oji yang video Goyang Gayung-nya jadi hit setelah diunggah ke internet menggunakan layanan dari XL Axiata, membuat hidupnya jadi XLangkah Lebih Maju.

“Anak saya sudah seperti legenda sekarang. Setiap orang selalu meminta tanda tangan mereka, ini benar-benar gila.” Demikian komentar Howard Davies-Carr pada media Inggris menanggapi popularitas kedua anaknya. Padahal, mengutip ucapan Howard di media, “Video tersebut dibuat karena saya ingin membaginya dengan kakek anak-anak. Saya tidak tahu apa-apa tentang YouTube. Video tersebut kemudian dipromosikan dari mulut ke mulut tanpa bisa saya cegah. Orang-orang memberikan komentar dan pesan positif, dan kini saya mengunggah video baru setiap enam pekan.”

Howard adalah seorang konsultan IT, dunia yang begitu dekat dengan internet. Jadi, seharusnya ia tidak heran dengan kekuatan internet, seperti yang telah dilakukan YouTube pada kedua anaknya.

Catatan: Posting ini merupakan seri pertama dari serial posting YouTube Celebrities. Ikuti kisah inspirasional selebriti YouTube selanjutnya hanya di bungeko.com.


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

5 komentar:

  1. Semakin banyak saja, ya Mas orang biasa yang menjadi terkenal bak artis. Mendadak terkenal secara tak sengaja ingin populer gara-gara internet. YouTube khususnya dan internet secara umum memang luar biasa.

    Sayang sekali saya tidak bisa menonton videonya. Internet saya lagi dicekik karena kuota habis. :D

    BalasHapus
  2. Terima kasih banyak Youtube...Berkat adanya kamu, setiap orang jadi punya peluang untuk jadi terkenal.

    BalasHapus
  3. mereka2 yg terkenal gara2 youtube itu kayaknya punya "pulung" Mas...
    Meski videonya lebih bagus, tapi malah kadang kalah pamor dengan mereka2 yg biasa tapi punya pulung tadi

    BalasHapus
  4. wah kalo kayak gitu aja bisa ngetop, ntar saya nyuruh ade saya gigit2an ah biar bisa diunggah ke youtube terus bs ngetop deh, hehehe (eh itu mah cara yg salah ya? :D)

    BalasHapus
  5. @Joko Sutarto: Hehe, kebetulan saya memang gak menyediakan videonya, Pak. Ini cuma kisah mereka sebelum dan sesudah terkenal. Begitu. Hehehe...

    @Lagu
    Lumayan
    : Yup, semua berkat YouTube.

    @marsudiyanto: "Pulung" ini bisa diartikan sebagai "keberuntungan" ya, Pak?

    @nurlailazahra: Hehehe, boleh tuh. Coba aja, siapa tahu seperti dua kakak-adik ini ngetopnya. :D

    BalasHapus