Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Senin, 21 November 2011

SAYA punya kebiasaan yang sering membuat teman-teman saya protes. Apa itu? Tidak pernah mau mengangkat telpon dari nomor yang tidak terdaftar di phonebook HP. Akibatnya, teman-teman yang hobi gonta-ganti nomor selalu susah menghubungi saya karena tidak pernah diangkat.

Pada suatu hari di bulan Februari 2008, tepatnya Selasa, 20 Februari 2008, saya iseng-iseng menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal. Hasilnya saya jadi lebih keukeuh lagi untuk tidak menerima telepon dari nomor yang tidak terdaftar di HP saya. Kenapa?

Ceritanya begini. Siang itu saya sedang menjenguk seorang nenek yang sudah saya anggap sebagai nenek sendiri. Beliau sakit komplikasi dan saya sudah sering menjenguk beliau untuk sekedar meringankan kesepian beliau yang ditinggal kerja anak-anaknya.

Nah, tengah asyik ngobrol dengan si nenek, HP saya berdering. Nomornya 0813 54 773 746 tidak dikenal alias tidak terdaftar pada phonebook saya. Mulanya mau saya reject, tapi entah kenapa saya malah menekan tombol hijau untuk menerimanya. Penasaran sih. :)

Eh, di seberang sana seseorang yang mengaku sebagai Drs. siapa gitu (saya lupa namanya karena dia lebih menekankan gelar Drs.-nya) dari bagian Humas Telkomsel menyapa dengan ramah meski bahasa Indonesia-nya terdengar belepotan. Saya sebenarnya mau saja percaya. Tapi berhubung bahasanya belepotan untuk ukuran seorang Drs. dan dia menanyakan detil data pribadi saya, kecurigaan pun timbul. Saya sedang ditarget dalam sebuah upaya penipuanM, begitu batin saya berbisik. Dan, ternyata betul.

Drs. gadungan itu lantas menyatakan bahwa saya terpilih sebagai pemenang dalam promo Simpati PeDe dengan hadiah berupa sebuah kendaraan roda empat bermerek Toyota Avanza keluaran terbaru. Tahu sedang ditipu saya berteriak kegirangan dan mengucap "alhamdulillah". Si Drs. Gadungan kemudian melanjutkan aksinya dengan menanyakan nama dan alamat lengkap saya.

Ilustrasi:rodadewa.netNah, inilah saatnya membuat penipu tengik ini jera mengerjai saya! Dengan mantap saya jawab nama lengkap Hendri Simatupang, SIP dengan pangkat Letnan Satu dan tinggal di Kompleks Polri Gowok, Yogyakarta. Daerah Gowok di Yogyakarta adalah kompleks perumahan polisi.

Kentara sekali Drs. Gadungan tersebut agak tercekat mendengar nama dan alamat (gadungan) saya. Namun rupanya mental dia kuat juga, mungkin karena sudah terbiasa. Dia tetap melanjutkan pembicaraan dan menanyakan pekerjaan saya. Lho? Masa iya seorang Letnan Satu yang beralamat di Kompleks Polri masih ditanyakan lagi apa pekerjaannya? Aneh, bukan?

Saya menahan tawa dan menjawab, "Masa iya Anda tidak tahu pekerjaan saya?" Drs. gadungan itu menjawab, "Iya, pekerjaan Bapak Hendri apa?" Karena sudah tak kuat lagi menahan tawa saya bilang saja ke dia, "Saya bingung pekerjaan saya ini apa ya? Saya ini sering menelpon orang-orang dan mengatakan bahwa mereka memenangkan hadiah mobil, lalu menyuruh mereka mentransfer uang ke saya. Apa ya nama pekerjaan begitu? Hmm, namanya penipu mungkin?"

Eh, si Drs. Gadungan kontan marah dan memaki saya. "Baik, jadi Bapak Hendri ini pekerjaannya penipu. Dasar brengsek Anda!!!" Lho, yang brengsek itu saya apa dia sih? Saya pun jadi tertawa terpingkal-pingkal bersama nenek angkat saya.

Posting ini seperti yang saya janjikan saat menceritakan Srigala Berbulu Domba pada posting sebelumnya. Kalau mau tahu jenis-jenis penipuan lain, coba simak cerita si Ria Citra dan Rahasia Uang di Dalam Peti. Kesimpulannya, waspadalah, waspadalah!


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

3 komentar:

  1. hahahaha...yg begituan emang harus balik dikerjain,mas bro!tuman!!!...aku pun pernah ngalamin yg kayak gitu (sering nya sih SMS),pertama emang jengkel,tapi lama kelamaan malah timbul ide balik ngerjain tuh orang...waspadalah..waspadalah!! :-D

    BalasHapus
  2. @Rachmadi Triatmojo: Hahaha, biarin. Jadi kan impas kalo gitu.

    @Nenad Mohammed: Yang SMS juga sering, Bro. Cuma kalo yang nelepon langsung baru aku temui di Bahar ini. Payah nian.

    BalasHapus