Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Kamis, 24 November 2011

ENTAH sudah berapa banyak penyanyi dan musisi yang lahir ke industri hiburan setelah berjuang keras mempromosikan diri di YouTube. Awalnya mereka seperti pengamen di tengah hutan belantara, menyanyi sendiri tanpa ada yang mendengar apalagi mempedulikan. Namun, lambat laun video mereka ditemukan pengguna YouTube yang lain. Dari hanya satu penonton, video itu lantas menyebar ke pengguna lain hingga jumlah penontonnya terus berlipat ganda, sampai akhirnya nasib baik menghampiri. Seorang produser, pencipta lagu, atau mungkin juga penyanyi terkenal melihat video tersebut dan merasa tertarik untuk bekerja sama.

Penasaran dengan orang-orang yang menjadi ngetop berkat YouTube? Berikut kisah Sualuddin, mahasiswa asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang kemudian lebih dikenal sebagai artis bernama Udin Sedunia berkat video lagu Udin Sedunia yang diunggahnya ke YouTube.



SETELAH mempopulerkan seorang ‘biasa’ bernama Bona Paputungan dari Gorontalo, YouTube juga membuat seorang mahasiswa asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), melejit dari bukan siapa-siapa menjadi artis ibukota.

Sualuddin, nama mahasiswa itu, tentu tidak menyangka jika Udin Sedunia, lagu kocak yang ia buat berdasarkan tebak-tebakan iseng di kampus, bakal menjadi lagu populer. Dibuatkan video klip pula! Dan, keajaiban itu mungkin ia peroleh berkat YouTube. Udin rasanya harus berterima kasih pada temannya yang mengunggah aksinya ke situs berbagi video paling populer sejagat tersebut.

Hanya Mahasiswa Biasa
Udin benar-benar mahasiswa biasa. Ia kuliah di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hamzawadi di Selong, Lombok Tengah. Saking biasanya, ia bahkan menunggak uang kuliah selama dua semester. Ketika videonya di YouTube tenar dan menarik perhatian seorang produser di Jakarta, ia juga tak punya cukup uang untuk ongkos ke Jakarta memenuhi undangan sang produser. Pendek kata, Udin benar-benar seorang nobody alias bukan siapa-siapa, sampai kemudian videonya di YouTube mengangkatnya menjadi seorang artis nasional.

Dibandingkan Sinta-Jojo yang videonya ditonton hingga jutaan kali dalam waktu hanya sebulan, Udin jelas kalah populer. Tapi, peruntungan pemuda kelahiran Lombok Tengah, 31 Desember 1985, ini tak kalah dari Sinta-Jojo. Bila duo gadis Bandung itu baru rekaman beberapa bulan setelah videonya menjadi buah bibir, lagu Udin malah langsung dibuatkan video klip begitu dia datang ke Jakarta.

Satu persamaan Udin dengan Sinta-Jojo, nasib baik mereka diawali dari sebuah video iseng di YouTube. Hebatnya, jika Sinta-Jojo sempat mengunggah banyak video sebelum akhirnya mencuri perhatian publik dengan video Keong Racun, Udin hanya punya dua video di situs yang saham mayoritasnya dimiliki Google tersebut. Itupun dua-duanya diunggah oleh temannya.

Kekuatan Udin terletak pada lirik lagunya yang kocak. Siapapun yang mendengar lagu Udin Sedunia dijamin tertawa terbahak-bahak, atau minimal mengulum senyum. Lagu ini juga easy listening, dan yang jelas mudah dihapal karena sangat sederhana. Siapa sangka jika seluruh faktor minimalis itulah yang menjadi kekuatan lagu tersebut, membuatnya masuk major label dan tayang di televisi hanya dalam hitungan dua bulan sejak pertama kali diunggah ke YouTube pada Januari 2011 lalu.

Dari Tebak-tebakan Menjadi Lagu, dan Populer!
Lagu Udin Sedunia dibuat Udin berdasarkan tebak-tebakan dengan teman-teman karibnya semasa jeda kuliah. Sebagaimana wilayah berkultur Islam lain di Indonesia, di Lombok Tengah tempat Udin tinggal ada banyak orang bernama Udin. Seperti halnya nama Eko di kalangan masyarakat Jawa, atau Asep di lingkungan suku Sunda. Biasanya nama tersebut adalah panggilan dari nama lengkap berbahasa Arab seperti Nazaruddin, Syamsuddin, Alauddin, atau Sualuddin.

Sebagai salah satu orang bernama Udin, teman-teman kampus Udin kerap mengolok-oloknya. Olok-olok itu lantas menjadi tebak-tebakan kocak. “Udin yang rajin ke masjid siapa?”, “Udin yang suka di kamar siapa?”, dan seterusnya. Selang tiga tahun sejak masa itu, yakni pada tahun 2009, Udin pun merangkai-rangkai aneka macam nama Udin itu untuk dijadikan sebuah lagu. Jadilah Udin Sedunia.

Lagu itu lantas ia perdengarkan ke teman-teman dan orang-orang di sekitarnya. Ternyata sambutannya bagus. Semua yang mendengar lagu tersebut dibuat tertawa terpingkal-pingkal. Salah seorang teman Udin kemudian merekam aksinya saat menyanyikan Udin Sedunia, dan diunggah ke YouTube pada 6 Januari 2011.

Mungkin karena kurang promosi, video pertama ini tak terlalu banyak ditonton. Hingga saat posting ini ditulis, angka penontonnya hanya sebanyak 126.001. Bisa jadi inilah yang menyebabkan teman Udin mengunggah video kedua pada 14 Januari 2011. Berbeda dengan video pertama, kali ini aksi Udin ditonton hingga 910.734 kali oleh pengguna YouTube, saat posting ini ditulis.

Memang angkanya hanya hampir sejuta, tidak sampai berjuta-juta seperti Keong Racun. Namun rupanya angka sebanyak itu sudah cukup untuk menarik perhatian produser Inbox, acara musik di stasiun televisi SCTV. Udin pun dihubungi, diminta datang ke Jakarta untuk tampil di program tersebut.

Jakarta, Udin Datang..!
Udin tentu saja girang bukan main. Seumur-umur ia tidak pernah membayangkan bakal ke Jakarta, apalagi untuk tampil di televisi. Sebagai seorang penghibur yang selama ini ‘hanya’ pentas di acara tujuh-belasan, pesta perkawinan, di panggung kampus, bahkan di jalanan saat ia masih menjadi pengamen, tampil di layar kaca jelas sebuah lompatan besar baginya. Apalagi ini skalanya nasional.

Namun, kegembiraan itu segera diikuti dengan kebingungan. Untuk ongkos ke Jakarta dari Lombok, Udin butuh uang yang baginya sangat banyak, jumlahnya hampir menyamai tunggakan SPP-nya di kampus. Sementara itu ia sama sekali tak punya uang, bagaimana bisa berangkat?

Beruntung Udin dikelilingi oleh tetangga yang baik hati. Mendengar kesulitan yang ia alami, tetangga berdatangan memberikan sumbangan secara sukarela. Besarnya bervariasi, dan setelah dihitung-hitung jumlahnya mencapai Rp 700 ribu. Angka yang lumayan, tapi masih kurang karena ia tak berangkat sendiri. Ewan, seorang penyiar radio di Lombok yang lantas bertindak sebagai manajer Udin, ikut mendampingi ke Jakarta.

Udin berusaha keras mencari tambahan uang. Tawaran menyanyi dari mana-mana ia ambil, tak peduli harus tampil tiap malam dan menempuh jarak jauh. Tapi berapalah honor seorang penyanyi di daerah seperti Lombok Tengah? Di tengah usaha keras itu, datang seorang donator yang bersedia menggenapi kekurangan ongkos Udin dan Ewan. Keduanya pun segera berangkat keesokan harinya.

Sesampainya di Jakarta, kesulitan lain muncul. Sebagai orang yang baru pertama kali berhubungan dengan dunia televisi, Udin dibuat bingung oleh birokrasi di studio SCTV. Baru sampai di meja resepsionis ia sudah disuruh pulang karena tidak tahu harus bertemu siapa. Setelah memakai jurus ngotot, akhirnya ia dan manajernya berhasil menemui produser yang mengundangnya. Itupun harus menunggu sampai magrib.



Muncul di Tivi, Jadi Artis
Begitulah, Udin kemudian muncul di layar televisi untuk pertama kalinya. Lagu Udin Sedunia pun terdengar ke seluruh Indonesia, membuatnya melesat cepat menjadi lagu populer yang digandrungi masyarakat. Melihat sambutan positif terhadap Udin, produser Inbox menjadikan pemuda Lombok itu sebagai co-host bersama-sama Ivan Gunawan dan Astrid Tiar yang jauh lebih dulu membawakan acara tersebut.

Keberuntungan Udin bertambah ketika ia dipercaya menjadi salah satu pemain sinetron Calon Bini. Di sinetron yang tokoh utamanya diperankan aktor top Vino G. Bastian ini ia dikontrak sepanjang 208 episode. Dengan honor Rp 1,5 juta per episode, total dari sinetron ini saja isi kantung Udin bertambah sebanyak Rp 312 juta. Jumlah yang tentunya sangat besar untuk seorang sederhana seperti Udin.

Satu hal yang patut dicontoh dari Udin, meski mengalami loncatan karir demikian luar biasa ia tetap rendah hati. Ia merasa dirinya belum pantas dibilang sukses. Ia bahkan menolak disamakan dengan Sinta-Jojo yang lebih dulu populer berkat YouTube. Dengan bijak ia mengibaratkan dirinya sebagai gelas yang hanya terisi setengah, sehingga masih bisa diisi lebih banyak air.

“Saya selalu merasa seperti gelas setengah penuh. Artinya selalu siap menerima masukan, tidak merasa sempurna, dan tidak egois, bisa diisi. Kalau penuh, kita egois.” Demikian kata Udin ketika diwawancarai wartawan, seperti dilansir dari Inilah.com, 20 Maret 2011.

Sikap rendah hati ini pula yang membuatnya tak merancang angan-angan mewah menyusul berlimpahnya rejeki yang ia terima. Melunasi uang kuliah, membangun rumah, dan memberangkatkan orang tuanya berhaji ke Tanah Suci, itulah tiga impian utama Udin saat ditanya apa yang akan ia lakukan dengan honornya. Sungguh sebuah impian sederhana. Ia tidak menyebut mobil, tidak juga benda-benda mewah lainnya.

Setelah sukses dengan Udin Sedunia, Udin berancang-ancang meluncurkan lagu-lagu ciptaannya yang lain. Ia mengklaim sudah mempunyai tabungan 200 lagu, tinggal dipilah-pilah mana yang sekiranya layak masuk dapur rekaman. Jadi, kita tunggu saja karya-karya Udin selanjutnya.

Bagaimana dengan si Oji? Apa yang akan dilakukannya setelah Goyang Gayung dan hidupnya XLangkah Lebih Maju berkat internet? Ya, berkat internet, khususnya layanan dari XL Axiata, Oji yang awalnya pengangguran sukses jadi seleb. Kalau si Oji cuma tokoh fiktif di iklan, Udin Sedunia dalah cerita nyata.

Catatan: Posting ini merupakan seri pertama dari serial posting YouTube Celebrities. Ikuti kisah inspirasional selebriti YouTube selanjutnya hanya di bungeko.com.


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

4 komentar:

  1. harus diakui, udin kreatif, mas eko. banyak orang yang kenal youtube, tapi yang bisa memanfaatkannya spt si udin masih bisa dihitung dengan jari. sayang, ketenaran mereka seringkali hanya seumur jagung.

    BalasHapus
  2. Selain udin sedunia, ada briptu norman, sinta dan jojo, serta yang lagi nge-top Ayu Ting-Ting. Mereka semua terkenal akibat dari kedahsyatan Internet. Apalagi Youtube, hehehe.

    BalasHapus
  3. si udin uda makin laris, jd host dan main sinetron neeh, berkah bakat dan pede heheheh

    BalasHapus
  4. @sawali tuhusetya; Nah, itu dia, Pak. Suatu saat nanti pasti ada selebriti YouTube yang bisa terus eksis di dunia hiburan. Terutama yang benar-benar berbakat seperti Udin dan Ayu Ting Ting.

    @sianakingusan55; Ya, semua mereka itu sudah saya tulis di blog ini.

    @arif; Ya, dia gak cuma dapat berkah, tapi juga punya bakat alami sebagai entertainer.

    BalasHapus