Kembali lagi ke kumisnya Tukul. Setelah lebih dari sebulan tak mencukur kumis dan jenggot, akhir bulan kemarin saya merasa risih. Soalnya istri bolak-balik mengingatkan saya untuk bercukur biar tidak terlihat awut-awutan. Pas kebetulan ingat, saya pun membabat kumis dan jenggot sebelum mandi.
Ting! Belum habis seluruh rambut di atas bibir saya potong, tiba-tiba satu ide nakal melintas di kepala saya. Percaya atau tidak, di kepala saya tiba-tiba saja terbayang wajah Tukul. Dalam bayangan sekilas itu Tukul tersenyum, lalu seperti zoom di film-film, kumis lele eks stand-up comedian itu menghiasi seluruh kepala saya.
Wah, kalau kumis ini dicukur seperti punya Tukul mungkin bakal seru! Bisik saya dalam hati. Tak mau penasaran sendiri, saya langsung mencukur habis kumis di bagian tengah dan menyisakan ujung-ujungnya tetap panjang. Hasilnya? Belum selesai acara cukur kumis itu saya laksanakan, saya sudah tertawa-tawa sendiri melihat wajah dalam cermin di hadapan.
Iseng, sembari online saya jepret wajah berkumis ala Tukul Arwana ini memakai kamera laptop. Dan, ini dia wujudnya...
![]() Kumis ala Tukul itu. Hmm... | ![]() Biasanya saya cukur habis begini. |
|
Tulisan berjudul Iseng, Cukur Kumis ala Tukul Arwana ini dilindungi lisensi Creative Commons. Anda bebas menyalin, mendistribusi, dan atau mentransmisi sebagian atau seluruh isi artikel untuk tujuan nonkomersil, serta dengan menyebutkan sumber artikel. Terima kasih. |





Baru ada 2 komentar. Tambahin lagi dong...
Klik di sini untuk langsung ke formulir komentar.hhh... keren mas... pede abis... hhh....
@Seputar Jakarta: Hahaha, beda-beda tipis sama kurang kerjaan. :D
Poskan Komentar
Terima kasih telah mengunjungi bungeko.com. Semoga apa yang saya tulis di blog ini bermanfaat bagi Bung Pembaca. Silakan tinggalkan komentar untuk menanggapi, mengoreksi, atau bahkan mencaci isi posting ini. Tapi mohon dicatat, no SARA, no SARU. Salam.
NB: Saya sedang memikirkan untuk membuka kembali kontes komentator terbanyak, atau kontes lain yang berhubungan dengan komentar pembaca.