Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Jumat, 16 Desember 2011

"Burket? Gak banget deh!" Pernah dengar kan kalimat itu?



Dulu kalimat tersebut sangat populer seiring dengan gencarnya iklan sebuah produk deodoran yang dibintangi artis belia Shandy Aulia. Kalimatnya mengena sekali karena "burket" alias "bubur ketek" adalah keluhan umum. Setiap orang pasti pernah mengalaminya. Begitu juga dengan "basket" alias "basah ketek", atau minimal "bauket" alias "bau ketek". Dan saya yakin setiap orang pasti jengkel dengan hal yang sangat tidak diinginkan ini. So, bagaimanapun dan apapun caranya akan mereka lakukan agar terbebas dari "burket", "basket", ataupun "bauket".

Nah, iklannya Shandy Aulia tadi mempromosikan produk penghilang "burket", "basket", dan "bauket". Harganya sih relatif bagi masing-masing orang, jadi saya tidak akan bilang ini murah atau mahal. Yang mau saya bahas di sini adalah efeknya yang agak mengkhawatirkan itu lho.

Saya pernah memakai produk yang diiklankan Shandy Aulia itu, dan juga produk sejenis, untuk beberapa waktu. Maklum, sebagai pria dengan "tingkat curah keringat tinggi", saya butuh sesuatu agar ketiak saya tidak berbau menyengat. Hasilnya ketiak saya memang tidak berbau lagi. Tapi efeknya ketiak jadi panas dan lama-kelamaan warnanya menjadi lebih gelap. Apakah Anda juga mengalami hal serupa? Saya tentu tidak tahu. Yang jelas semenjak itu saya menyetop pemakaian produk seperti itu meski "basket" plus "bauket" kerap menghantui.

Ketiak kering dan bebas bau pangkal percaya diri. Percaya deh.Ternyata, eh, ternyata, ada satu solusi jitu untuk mengatasi persoalan ini. Konsepnya back to nature karena sama sekali tidak memakai bahan kimia. Asli murni alami. Hasilnya? Tidak berbeda dengan yang pabrikan dengan merek terkenal dan iklan jor-joran kok. Kalau Anda ingin bebas dari masalah "burket", "basket", atau "bauket" tapi tidak mau memakai produk pabrikan yang diiklankan di tivi dan koran, saya punya solusinya. Apa itu? Pakailah tawas!

Tawas? Apa itu? Mungkin ada diantara Bung yang bertanya-tanya demikian.

Tawas adalah semacam batu yang dulu dipakai oleh nenek moyang kita untuk menghilangkan bau ketek secara tradisional. Fungsinya seperti deodoran yang beredar di pasaran itu. Asal tahu saja, bahan dasar deodoran itu tawas lho. Berhubung ini bahan alami, selain bau ketek yang menyengat hilang tanpa bekas, ketiak kita juga tidak akan terasa panas pada saat memakainya. Permukaan ketiak pun dijamin tidak akan bertambah gelap.

Ada garansi? Tidak ada. Tapi saya sudah membuktikannya sendiri. Sudah sejak pertengahan 2006 saya memakai tawas untuk menghilangkan "burket", "basket", juga "bauket". Waktu itu istri--dulu masih tunangan--yang mengenalkan deodoran alami ini pada saya. Tanpa ragu, sayapun membuang deodorannya Shandy Aulia dan beralih ke tawas. Alhamdulillah, manjur.

Tapi kok kesannya kuno banget ya pakai tawas?

Siapa bilang kuno? Kita saja yang suka sok modern dan menganggap budaya sendiri warisan leluhur sebagai hal yang ketinggalan jaman. Sebagai info, di Amerika Serikat sana malah ada satu perusahaan yang khusus memproduksi tawas sebagai deodoran. Hebatnya lagi perusahaan ini tidak hanya melayani pembeli dari AS, tapi juga seluruh dunia. Coba saja lihat situsnya di www.tawascrystal.com. Untuk melihat koleksi produk mereka bisa dilihat di www.tawascrystal.com/products/tawas.htm. Menariknya lagi, situs ini juga menerangkan apa itu tawas, dan mengapa kita sebaiknya memakai tawas dan bukannya deodoran sebagai penghilang bau ketiak.

Tertarik menggunakan tawas sebagai deodoran pembasmi bau ketiak? Tak usah repot-repot pesan ke Amerika segala, di pasar-pasar tradisional ada banyak kok. Harganya? Dijamin sangat bersahabat. Saya biasa membeli sebungkus tawas dengan harga Rp1.000 yang bisa dipakai hingga berbulan-bulan. Irit, bukan?

Penasaran? Makanya cobalah pakai tawas untuk membasmi bauket!


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

1 komentar:

  1. Tawas bentuknya seperti apa sih?
    Alami tapi seperti batu???
    *bingung! :D

    BalasHapus