Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Rabu, 07 Desember 2011

Setiap profesi dan pekerjaan tentu mempunyai plus-minus. Ada sisi baik sekaligus sisi buruk, karena memang demikianlah keseimbangan dunia diatur.

Namun, tak bisa dimungkiri jika ada profesi atau pekerjaan yang memiliki poin plus atau sisi positif lebih banyak ketimbang sisi negatifnya. Salah satunya adalah broker properti. Mau tahu alasannya?

Pertama, menjadi broker properti tak perlu pengalaman atau keahlian khusus. Siapa pun dari latar belakang apa pun dapat menggeluti profesi ini. Hanya saja, berbeda dengan profesi pemasar lainnya, persyaratan menjadi broker properti sedikit lebih rumit mengingat pasar yang dibidik adalah kalangan menengah-atas. Beberapa kantor member broker menyaratkan gelar sarjana bagi calon brokernya. Sementara member broker lain yang mengharuskan kemampuan berbahasa Inggris baik lisan maupun tulisan. Penampilan yang good looking juga kerap dijadikan nilai tambah yang menentukan.

Tidak Harus Sarjana
Meski begitu, tak semua member broker menyaratkan ketentuan sama. Masih banyak member broker yang mau menerima calon broker properti lulusan D3, D1, bahkan SMA sekali pun. Kemampuan berbahasa asing juga terbatas pada kantor-kantor member broker yang pangsa pasarnya kebanyakan para ekspatriat dan orang-orang asing. Contohnya Century 21 Ambassador, Jakarta. Diantara semua itu, satu hal yang paling penting diperhatikan adalah sikap serta performance sang broker.

Kalau Bung merasa mampu memenuhi persyaratan di atas, kenapa tidak mencoba terjun menjadi broker properti? Ingat, penghasilannya cukup untuk membeli sebuah mobil baru setiap tahun. Kalau mengandalkan gaji sebagai karyawan kantor, harus menabung berapa lama sebelum uangnya cukup untuk membayar uang mukanya saja? Coba bandingkan, hasilnya sangat jauh berbeda, bukan?

Hal lain yang membuat profesi broker properti begitu menarik adalah keleluasaan waktu bekerja. Sebagai orang lapangan, broker properti tidak terikat pada jam kerja tertentu. Yang paling penting bagi mereka adalah seberapa banyak transaksi yang dibukukan, bukan seberapa sering masuk kantor. Bahkan broker properti berpenghasilan besar adalah mereka yang jarang berada di kantor karena terus berkeliling mencari klien, yakni penjual maupun pembeli rumah.

Foto: rumahku.com
Lisa Kuntjoro, broker top yang berasal dari kalangan ibu rumah tangga.
Ini berbeda 180 derajat dengan pegawai kantoran ataupun karyawan yang bekerja terikat waktu. Paling tidak 8 jam dalam sehari harus dihabiskan di kantor. Kalau waktu persiapan dan perjalanan menuju ke kantor juga dihitung, bisa jadi 10 jam sehari waktu yang habis hanya untuk kepentingan kantor saja. Belum lagi kalau sampai lembur, belum lagi terjebak macet, dll.

Nah, kalau dengan jam kerja lebih fleksibel seseorang dapat memperoleh penghasilan jauh lebih besar, kenapa terus bertahan dalam keterkekangan? Siapa pun pasti menyetujui kalau terkekang itu tidak menyenangkan. Dan itulah sebabnya banyak orang-orang kantoran yang kemudian beralih menjadi broker properti.

Ulet, Pantang Menyerah, dan Jujur
Memiliki sikap ulet merupakan suatu keharusan bagi seorang broker properti. Sebagai orang lapangan, broker properti banyak berinteraksi dengan berbagai macam tipe orang. Hal-hal yang tidak menyenangkan hati kerap ditemui. Kadangkala itu semua sangat menguras emosi dan pikiran. Efeknya sangat hebat, sebab dapat mereduksi semangat bahkan bisa menghilangkannya sama sekali. Kalau semangat sudah hilang, sulit untuk membangkitkannya lagi. Maka, seorang broker properti harus ulet dalam menghadapi segala hambatan dan rintangan yang ditemui di lapangan.

Kemudian kejujuran adalah kunci keberhasilan yang musti dimiliki semua orang, bukan hanya yang berprofesi sebagai broker properti. Dengan berlaku jujur seseorang akan memperoleh kepercayaan, dan kepercayaan inilah yang sangat prinsip. Sekali kepercayaan diperoleh, laju karir dijamin mulus. Sebaliknya, bila kepercayaan sampai lepas dari genggaman, alamat mendung akan selalu menyelimuti perjalanan karir seorang broker.

Semua broker properti sukses adalah orang-orang yang menerapkan kedua hal di atas. Mereka ulet dan pantang menyerah terhadap segala kondisi yang dihadapi. Lalu kejujuran, baik terhadap klien maupun kantor, adalah pijakan pokok yang membuat karir mereka terus menanjak naik.

Peluang sudah ada di depan mata, tinggal bagaimana Bung memanfaatkannya. Kalau masih penasaran dengan profesi broker properti, ikuti terus serial artikel seputar broker properti di blog ini.


Dipublikasikan dari pelosok daerah transmigrasi di Desa Talang Datar, Kec. Bahar Utara, Kab. Muaro Jambi, Jambi. Orang trans juga bisa berprestasi!


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

3 komentar:

  1. blognya sangat bagus..saya baru mau terjun d bidang broker property..mohon masukan saran dan kritik yang sifatnya membangun saya..

    BalasHapus
  2. Artikel yang sangat bagus, saya setuju

    BalasHapus
  3. Century 21? Jangan bull shit lah! Buktinya saya SMA dan punya keahlian bicara bahasa inggris kayak orang bule aja gak dipanggil-panggil??? Atau mungkin karena gue fan nien,ya?? Goukun aja!!

    BalasHapus