Saya sudah dengar nama The Beatles sejak dahulu kala. Yah, sekitar umur-umuran SMP atau SMA. Tapi hanya sebatas tahu nama saja. Suatu waktu pas saya beli CD lagu-lagu kenangan untuk Ibu tercinta ternyata ada dua lagu The Beatles di CD tersebut, yakni Hey Jude dan And I Love Her. Itulah pertama kali saya dengar lagu The Beatles. Ternyata kok lagunya enak juga ya? Beberapa tahun kemudian adik saya beli kaset "The Beatles 1" yang berisi lagu-lagu hits grup asal Liverpool itu. Sejak saat itulah saya jadi kesengsem sama The Beatles.
Nah, sewaktu membuka YouTube langsung saja saya cari video-video The Beatles. Busyet, ternyata buanyaaaaak banget! Sejak masih online di warnet sampai kemudian punya modem sendiri, rutinitas mencari video-video The Beatles tak pernah saya lupakan. Tidak terasa, sampai sekarang sudah terkumpul lebih dari 50-an video. Mulai dari rekaman live show dan video klip hitam-putih ala film Charlie Chaplin, sampai video konser terakhir mereka yang menghebohkan di atas atap Apple Building di 3 Savile Row, London, pada 30 January 1969. Wah, ternyata masih banyak yang belum saya ketahui tentang The Beatles untuk dapat disebut sebagai Beatlemania.
Sebagai band legendaris dunia, saya yakin ada banyak komunitas penggemar The Beatles. Cuma saya ragu apakah di Pemalang juga ada komunitas Beatlemania. Kalau di Jogja ada banyak. Saya sempat beberapa kali ikut acara yang digelar komunitas penggemar The Beatles. Kalau ternyata di Pemalang belum ada komunitasnya, tidak tertutup kemungkinan saya bakal mencari teman untuk membentuknya. Hehehe...
|
Tulisan berjudul Siapa Penggemar The Beatles? ini dilindungi lisensi Creative Commons. Anda bebas menyalin, mendistribusi, dan atau mentransmisi sebagian atau seluruh isi artikel untuk tujuan nonkomersil, serta dengan menyebutkan sumber artikel. Terima kasih. |



Baru ada 2 komentar. Tambahin lagi dong...
Klik di sini untuk langsung ke formulir komentar.aku juga masih suka the Beatles,
adik dulu punya kasetnya lengkap, jadi nebeng ajah he..he..
@monda: hehehe, berarti sama dong kita, Mbak. Kalo saya yang nularin memang adik.
Poskan Komentar
Terima kasih telah mengunjungi bungeko.com. Semoga apa yang saya tulis di blog ini bermanfaat bagi Bung Pembaca. Silakan tinggalkan komentar untuk menanggapi, mengoreksi, atau bahkan mencaci isi posting ini. Tapi mohon dicatat, no SARA, no SARU. Salam.
NB: Saya sedang memikirkan untuk membuka kembali kontes komentator terbanyak, atau kontes lain yang berhubungan dengan komentar pembaca.